Anda di halaman 1dari 5

SAP 11

1. Apa menurut N. Driyarkara (1991), yang membuat manusia berkembang menjadi manusia seutuhnya
Yang membuat manusia berkembang menjadi manusia yang seutuhnya adalah
pengakuan dan penghargaan akan nilai-nilai kemanusiaan
Sumber : http://suksespend.blogspot.com/2009/06/konsep-dasar-dan-filosofi-
pendidikan.html

2. Apa saja yang termasuk kelompok nilai-nilai memberi menurut Linda 1995
Yang termasuk pada kelompok nilai-nilai memberi adalah setia, dapat dipercaya, hormat, cinta, kasih
penulisng, peka, tidak egois, baik hati, ramah, adil, dan murah hati (Linda, 1995:28-29)
Sumber : http://imadiklus.com/pendidikan-dan-nilai-value-and-education/

3. Apa 9 pilar pendidikan karakter menurut Ratna Megawangi (2004)


Ratna Megawangi (2004) mengemukakan ada sembilan pilar karakter yang
selayaknya diajarkan kepada anak usia sekolah:

1. cinta Tuhan dengan segala ciptaannya

2. kemandirian dan tanggung jawab

3. kejujuran/amanah, bijaksana

4. hormat dan santun

5. dermawan, suka menolong, dan gotong royong

6. percaya diri, kreatif dan pekerja keras

7. kepemimpinan dan keadilan

8. baik dan rendah hati

9. toleransi, kedamaian, dan kesatuan

Sumber : http://muhammad-monaadha.blogspot.com/2013/11/ratna-megawangi-
mengenai-pilar-karakter.html

SAP 12

1. Apa permasalah Aktual Pendidikan di Indonesia menurut Bolam, L dan Imron A


Hakim 2010:7780!
a. Masalah keutuhan pencapaian sasaran.
b. Masalah kurikulum
c. Masalah peranan guru.
d. Masalah pendidikan dasar 9 tahun
Sumber : Buku Pengantar Ilmu Pendidikan, Bolam, L dan Imron A Hakim, hlm. 26-27

SAP 13

1. Apa tantangan yang menuntut berbagai upaya inovatif dalam pendidikan menurut Yusuf Hadi Miarso
(1984)
a. Berkembangnya jumlah penduduk yang pesat dan meningkatkan keinginan
masyarakat untuk mendapat pendidikan.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan yang menghendaki dasar-dasar pendidikan
yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus.
c. Berkembangnya teknologi yang pesat yang mempermudah manusia dalam
menguasai dan memanfaatkan alam dan lingkungannya.
Sumber : http://dedeheryatna.blogspot.com/2008/07/inovasi-pendidikan.html
2. Ada berapa BAB dan pasal dalam Sistem Pendidikan Nasional dlam UU No 20 th 2003serta tuliskan
masing-masing memuat tentang apa setia BAB?

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 ini memuat 22


bab dan 77 pasal.

Bab I memuat tentang ketentuan umum yang isinya antara lain :


Bab II memuat tentang dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan :
Bab III memuat tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan yaitu :
Bab IV memuat tentang hak dan kewajiban warga negara, orang tua,
masyarakat dan pemerintah.
Bab V memuat tentang hak dan kewajiban peserta didik seperti berikut :
Bab VI memuat tentang Jalur, Jenjang, dan Jenis pendidikan antara lain
Bab VIII memuat tentang Wajib Belajar,
Bab IX Memuat tentang Standar Nasional Pendidikan
Bab X memuat tentang Kurikulum,
Bab XI memuat tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Bab XII memuat tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan
Bab XIII tentang Pendanaan Pendidikan,
Bab XIV Pengelolan Pendidikan,
Bab XV Peran serta Masyarakat dalam Pendidikan
Bab XVI Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi
Bab XVII memuat tentang Pendirian Satuan Pendidikan
Bab XVIII Penyelenggaraan Pendidikan oleh Lembaga Negara lain
Bab XIX tentang Pengawasan menyebutkan bahwa Pemerintah, Pemerintah
daerah, Dewan Pendidikan, dan Komite Sekolah melakukan pengawasan atas
penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan sesuai dengan
kewenangan masing-masing. Pengawasan dilakukan dengan prinsip transparansi dan
akuntabilitas publik.
Bab XX sampai dengan Bab XXII memuat tentang ketentuan Pidana, ketentuan
Peralihan, dan ketentuan Penutup.

Sumber : http://bahasa-mahasiswa.blogspot.com/2011/01/undang-undang-sisdiknas-
sistem.html

3. Pengertian sistem pendidikan nasional


Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua
satuan dan aktivitas pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk
mengusahakan tercapainya tujun pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional
tersebut merupakan suatu supra sistem, yaitu suatu sistem yang besar dan
kompleks, yang didalamnya tercakup beberapa beberapa bagian yang juga
merupakan sistem-sistem.
Sumber : https://hidayatullahahmad.wordpress.com/tag/sistem-pendidikan-
nasional/

4. Berdasarkan wujudnya, sistem pendidikan tergolong jenis sistem


a. Sistem fisik, contohnya: robot mainan, kapal, pesawat, radio, dan lain-lain.
b. Sistem konseptual, contohnya: ilmu dan filsafat.
c. Sistem biologic, contohnya: manusia (tubuh manusia), seeokor hewan, sebatang
pohon, dan lain-lain.
d. Sistem sosial, contohnya: sekolah, kampus, keluarga dan lain-lain.
Sumber : https://nurulrifkyhuba.wordpress.com/2012/05/18/sistem-dan-sistem-
pendidikan-nasional/

5. Berdasarkan hubungannya dengan lingkungan, sistem pendidikan tergolong jenis sistem terbuka,
jelaskan apa yang dimaksud dengan terbuka
Sistem Terbuka adalah sistem yang berhubungan danterpengaruh dengan
lingkungan luarnya.Contoh : Bekerjanya sistem mobil adalah tertutup tetapisistem
penggunaannya terbuka.
Sumber :
https://www.academia.edu/1962834/Pendidikan_Sebagai_Suatu_Sistem
SAP 14
1. 3 jenis input sistem pendidikan
Input sistem pendidikan dibedakan dalam tiga jenis, yaitu:
a. Input mentah (raw input), yaitu peserta didik.

b. Input alat (instrumental input) seperti: kurikulum, pendidik, dll.

c. Input lingkungan (environmental input) seperti: keadaan cuaca, situasi


keamanan masyarakat dll. yang secara langsung maupun tidak langsung
dapat mempengaruhi proses pendidikan.

Sumber : http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-pendidikan-
menurut-pendekatan-sistem/

2. Jalur, Jenjang, dan Jenis pendidikan menurut Undang-Undang R.I Nomor 20 Tahun
2003! Tuliskan jalur dan jenjang pendidikan di Indonesia
a. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk
mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai
dengan tujuan pendidikan.
b. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan
tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan
kemampuan yang dikembangkan.
c. Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan
pendidikan suatu satuan pendidikan.
Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang
dapat saling melengkapi dan memperkaya.
Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi,
vokasi, keagamaan, dan khusus.
Sumber : http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2003/20Tahun2003UU.HTM

3. Teori human capital dan Teori structural dari (BPS: 1992)


Pendidikan pada dasarnya adalah tempat penempaaan manusia untuk masa
depan. Pentingnya pendidikan dapat diterangkan oleh dua teori (BPS: 1992{52-
53). Pertama, teori human capital, dan yang kedua, disebut teori
structural. Teori pertama pada dasarnya menekankan bahwa investasi di
bidang pendidikan akan menghasilkan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Dengan pendidikan, keahlian seseorang akan meningkat dan hal ini akan
berpengaruh pada peningkatan pendapatan individual yang akhirnya akan dapat
mengurangi kesenjangan sosial. Sementara itu, teori struktural memandang bahwa
pendidikan seharusnya difahami bukan sebagai penyedia human capital
melainkan mesti dilihat dalam kerangka upaya manusia mempertahankan dan
meningkatkan status sosial.

4. Manusia sebagai sasaran pembangunan pendidikan, wujudnya diubah dari


keadaan yang masih bersifat potensial menjadi Aktual
Manusia sebagai sasaran pembangunan (baca: pendidikan), wujudnya diubah dari
keadaan yang masih bersifat potensial ke keadaan aktual. Fuad Hasan
menyatakan: Manusia adalah makhluk yang terentang antara potensi dan
aktualisasi (Manusia dan Citranya, Juni 1985) . Diantara kedua kutub itu terentang
upaya pendidikan. Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa pendidikan berperan
mengembangkan yaitu menghidupsuburkan potensi-potensi kebaikan dan
sebaliknya mengkerdilkan potensi kejahatan.
Potensi-potensi kebaikan yang perlu dikembangkan aktualisasinya seperti
kemampuan berusaha, berkreasi, kesediaan menerima kenyataan, berpendirian,
rasa bebas yang bertanggung jawab, kejujuran, toleransi, rendah hati, tenggang
rasa, kemampuan bekerja sama, menerima, melaksanakan kewajiban sebagai
keniscayaan, menghormati hak orang lain, dan seterusnya.
Sumber : http://sophianirmalida.blogspot.com/2010/02/pendidikan-dan-
perkembangan.html
5. Pendapat Fuad Hasan menyatakan bahwa manusia adalah mahluk yang terentang
antara potensi dengan aktualisasi
Fuad Hasan menyatakan: Manusia adalah makhluk yang terentang antara potensi
dan aktualisasi (Manusia dan Citranya, Juni 1985) . Diantara kedua kutub itu
terentang upaya pendidikan. Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa pendidikan
berperan mengembangkan yaitu menghidupsuburkan potensi-potensi kebaikan
dan sebaliknya mengkerdilkan potensi kejahatan.
Potensi-potensi kebaikan yang perlu dikembangkan aktualisasinya seperti
kemampuan berusaha, berkreasi, kesediaan menerima kenyataan, berpendirian,
rasa bebas yang bertanggung jawab, kejujuran, toleransi, rendah hati, tenggang
rasa, kemampuan bekerja sama, menerima, melaksanakan kewajiban sebagai
keniscayaan, menghormati hak orang lain, dan seterusnya.
Sumber : http://sophianirmalida.blogspot.com/2010/02/pendidikan-dan-
perkembangan.html

6. Hubungan hasil penelitian di negara maju umumnya menunjukan adanya korelasi


positif antara tingkat pendidikan yang dialami seseorang dengan tingkat kondisi
sosial ekonominya.
Hasil penelitian Negara maju umumnya menunjukkan adanya korelasi positif
antara tingkat pendidikan yang di alami seseorang dengan tingkat kondisi social
ekonominya.Semakin tingi tingkat pendidikan yang dialami seseorang,semakin
baik kondisi sosial ekonominya.
Kiranya jelas bahwa hasil pendidikan dapat menunjang pembangunan sebaliknya
hasil pembangunan dapt menunjang usaha pendidikan.Jelasnya,suatu masyarakat
makmur tentu lebih dapat membiayai penyelengaraan pendidikannya kearah yang
lebih bermutu.
Sumber : http://nasutionsarirezky.blogspot.com/2013_11_01_archive.html

7. Pendapat Prof. Dr. Slamet Imam Santoso menyatakan bahwa tujuan pendidikan
Prof. DR. Slamet Iman Santoso menyatakan bahwa tujuan pendidikan
menghasilkan manusia yang baik. Manusia yang baik dimana pun ia berada akan
memperbaiki lingkungan. Pendidikan mempunyai misi pembanguan. Mula-mula
membangun manusianya, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh
pendidikan menjadi sumber daya pembangunan.
Sumber : http://elzakomputer222.blogspot.com/2014/05/situasi-pendidikan.html

8. Siapa aku ini sebenarnya? Apa tujuan hidupku? Bagaimana cara yang baik untuk
mencapai tujuan itu? Apa hubungan lingkungan alam yang disediakan disekitarku
dengan tujuan hidupku? Bagaimana seyogyanya aku membina dialog dengan
Akuku, dengan masyarakat, dengan lingkungan alam dan dengan Tuhan Yang Maha
Kuasa.

SAP 15
1. Hubungan hasil penelitian di negara maju umumnya menunjukan adanya korelasi
positif antara tingkat pendidikan yang dialami seseorang dengan tingkat kondisi
sosial ekonominya.Hasil penelitian Negara maju umumnya menunjukkan adanya
korelasi positif antara tingkat pendidikan yang di alami seseorang dengan tingkat
kondisi social ekonominya.Semakin tingi tingkat pendidikan yang dialami
seseorang,semakin baik kondisi sosial ekonominya.
Kiranya jelas bahwa hasil pendidikan dapat menunjang pembangunan sebaliknya
hasil pembangunan dapt menunjang usaha pendidikan.Jelasnya,suatu masyarakat
makmur tentu lebih dapat membiayai penyelengaraan pendidikannya kearah yang
lebih bermutu.
Sumber : http://nasutionsarirezky.blogspot.com/2013_11_01_archive.html

2. Pendapat Prof. Dr. Slamet Imam Santoso menyatakan bahwa tujuan pendidikan
Prof. DR. Slamet Iman Santoso menyatakan bahwa tujuan pendidikan
menghasilkan manusia yang baik. Manusia yang baik dimana pun ia berada akan
memperbaki lingkungan. Pendidikan mempunyai misi pembanguan. Mula-mula
membangun manusianya, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh
pendidikan menjadi sumber daya pembangunan.
Sumber : http://elzakomputer222.blogspot.com/2014/05/situasi-pendidikan.html

3. Siapa aku ini sebenarnya? Apa tujuan hidupku? Bagaimana cara yang baik untuk
mencapai tujuan itu? Apa hubungan lingkungan alam yang disediakan disekitarku
dengan tujuan hidupku? Bagaimana seyogyanya aku membina dialog dengan
Akuku, dengan masyarakat, dengan lingkungan alam dan dengan Tuhan Yang Maha
Kuasa.