Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY.

S
DI RT 05 RW XII DESA CIHANJUANG RAHAYU KEC. PARONGPONG

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas dan
Keluarga

Disusun Oleh :
Dewi Nurrohmah
4116151

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN XII


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI
BANDUNG
2017

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.A PADA NY. S DENGAN STROKE


DI RT 05 RW XII DESA CIHANJUANG RAHAYU
KEC. PARONGPONG

A. Pengkajian keluarga tanggal (06 Maret 2017)


1. DATA Demografi
a. BIODATA
Nama KK : Tn. A
Umur : 50 tahun
Agama : Islam
Alamat : RT 05 RW XII Desa Cihanjuang Rahayu Kec. Parongpong
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Pendidikan : Tamat SD
Penghasilan : Rp. <900.000

b. KOMPOSISI KELUARGA

Nam L/ Hubunga Umur Pendidika Status Imunisasi


N a P n Dg KK n
B Polio DPT HB Campak K
o
C e
G t

1 2 3 4 1 2 3 1 2 3

1. Tn.A L KK 50 Tamat SD

2. Ny.S P Istri KK 42 Tamat SD

GENOGRAM
Tinggal
serumah
= laki laki

= perempuan

= meninggal

= klien

C. TIPE KELUARGA
Tipe keluarga Tn. P adalah Nuclear Family yaitu dalam satu keluarga terdiri
dari suami dan istri.
1) tertata rapi
2) kebersihan ruangan : kotor
3) lantai : tegel
4) jarak septic tank dengan mata air : tidak menggunakan septic
tank, pembuangan akhir langsung ke sungai.
5) sumber air minum : menggunakan air sumur gali
yang dimasak
6) pembuangan limbah : melalui selokan
7) keadaan kandang : kotor
8) pembuangan sampah : dibakar

a. KARAKTERISTIK TETANGGA DAN KOMUNITAS


Hubungan antar tetangga Tn.A baik, saling membantu, bila ada tetangga yang
membangun rumah dikerjakan saling gotong-royong. Keluarga Tn.A dikenal baik
oleh tetangga.
b. MOBILITAS GEOGRAFIS KELUARGA
Keluarga Tn. A selama ini sebagai penduduk asli Kampung Paneunteung Desa
Cihanjuang Rahayu dan tidak pernah pindah rumah.
c. PERKUMPULAN KELUARGA DAN INTERAKSI DENGAN MASYARAKAT
Ny. S mengatakan kesehariannya hanya diam di rumah. Anaknya bekerja dari
pagi pukul 07.00-14.00 WIB. Waktu berkumpul dengan keluarga dilakukan di
sela-sela waktu senggang.
d. SISTEM PENDUKUNG KELUARGA
Jumlah anggota keluarga 2 orang yaitu suami dan istri. Keduanya sudah
memasuki usia lanjut dan ketika salah satunya sedang sakit ataupun ada
masalah mereka didukung oleh anaknya yang ke-3.

2. STRUKTUR KELUARGA
a. POLA KOMUNIKASI
Anggota keluarga berkomunikasi langsung dengan bahasa sunda, dan mendapat
informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan informasi lainnya didapat dari
televisi dan radio.
b. STRUKTUR KESEHATAN KELUARGA
Tn. A sebagai kepala keluarga memiliki penyakit Stroke. Ny. S sebagai istri
memiliki penyakit stroke.
c. STRUKTUR PERAN
1) Formal
Tn. A sebagai suami dan kepala keluarga dan Ny. S sebagai istri.
2) Informal
Tn A sebagai suami tidak bekerja begitupun istrinya Ny.S tidak bekerja.
d. NILAI DAN NORMA KELUARGA
Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT.
Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa setiap sakit
ada obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke dokter praktik atau
puskesmas.

3. FUNGSI KELUARGA
a. FUNGSI AFEKTIF
Hubungan antara keluarga baik, saling mendukung, bila ada yang sakit langsung
dibawa ke petugas kesehatan.
b. FUNGSI SOSIALISASI
Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga baik
dan selalu mentaati norma yang ada.
c. FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN\
Penyediaan makanan selalu dimasak sendiri, komposisi nasi, lauk pauk, dan
sayur dengan frekuensi 3 kali sehari. Dan bila ada anggota kelaurga yang sakit,
keluarga merawat dan memeriksakannya ke Rumah Sakit atau petugas
kesehatan.
1) Kemampuan mengenal masalah kesehatan
Ny. S mengatakan sering berobat ke rumah sakit dan puskesmas tetapi tidak
ada perkembangan yang membaik pada dirinya. Ny.S mulai berobat ke
terapis dan mulai ada perkembangan tangan dan kakinya mulai dapat
digerakkan.
2) Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Pengambilan keputusan dilakukan oleh anaknya yang ke-3 karena Tn.A dan
Ny.S menyerahkan semua keputusannya pada anaknya. Bila ada anggota
keluarga yang sakit langsung di periksakan ke puskesmas.
3) Merawat anggota keluarga yang sakit
Dalam merawat Ny.S, masih memberikan makanan yang sama dengan
anggota keluarga yang lainnya, pola tidur juga masih belum sesuai dan
waktunya kurang lama, namun selalu melakukan kontrol secara teratur ke
pelayanan kesehatan.
4) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat
Keluarga jarang membersihkan rumahnya, karena keduanya sakit-sakitan
sedangkan anak dan menantunya sibukbekerja. Ruang tamu, dapur dan
kamar berantakan.
5) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di
masyarakat
Keluarga selalu memeriksakan diri ke Puskesmas atau dokter praktik bila
sakit dan Ny. S melakukan periksa sejak menderita Stroke.
d. FUNGSI REPRODUKSI
Jumlah anak 3 orang, anak pertama sudah menikah dan anak ketiga masih
Sekolah Dasar kelas VI. Dan Ny. R menggunakan KB pil.
e. FUNGSI EKONOMI
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian untuk anak
dan biaya untuk berobat.

4. STRESS DAN KOPPING KELUARGA


a. STRESS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
1) Stressor jangka pendek : Ny. S mengatakan saat ini giginya sakit.
2) Stressor jangka panjang : Ny. S khawatir tentang sakit giginya karena
biasanya jika Ny.S sakit gigi suka lama.
b. KEMAMPUAN KELUARGA BERRESPON TERHADAP STRESSOR
Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas atau
petugas kesehatan
c. STRATEGI KOPPING YANG DIGUNAKAN
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang
ada.
d. STRATEGI ADAPTASI DISFUNGSIONAL
Ny. S bila sedang sakit maka tidur atau istirahat.

5. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum Ny. R : sadar penuh
b. Tanda tanda vital : TD: 130/90 mmHg, N: 97 x/mnt, RR: 24 X/mnt, BB:60 kg
dan TB: 154 cm.
c. Kepala : Rambut kotor, warna hitam beruban, rontok, wajah pucat
d. Mata :Conjungtiva pucat, sklera putih, terdapat gambaran tipis
pembululuh darah
e. Hidung : Pernafasan spontan
f. Mulut : Bibir kering, lidah kotor, terdapat caries, gigi kotor, bibir
kehitaman
g. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan bendungan
vena jugularis
h. Dada : tidak ada tarikan intercostae, vokal fremitus dada kanan dan kiri
sama. Suara paru sonor pada semua lapang paru, suara jantung pekak, suara
nafas vesikuler, S1 S2 tunggal.
i. Perut : bising usus 12 x/ menit, tidak ada pembesaran hepar dan lien,
suara perut timpani.
j. Ekstrimitas : tidak ada edema pada ekstrimitas baik ekstrimitas bagian atas
maupun ekstrimitas bagian bawah.
k. Sistem reproduksi : Ny.S sudah menoupos

B. ANALISA DATA
No. Data Interpretasi Data Masalah
1. - Ny. R mengeluh pusing
dan mengeluh pegal di
kepala bagian belakang
- Ny. R mengatakan jarang
memeriksakan tekanan
darahnya kalau tidak sakit
- Ny. R mengatakan
memiliki riwayat hipertensi
20 tahun.

NO DATA SUBYEKTIF DATA OBYEKTIF MASALAH TTD

1 2 3 4 5

1. - Ny. R mengeluh - Tn E terlihat Nyeri


pusing sering memegangi
kepala bagiab
- Ny. R mengeluh belakang
pegal di daerah
belakang kepala - Wajah TnE
kadang-kadang
- Keluarga terlihat
mengatakan menyeringai
kurang
memahami cara - TD : 140/100
merawat mmHg

- Makanan - N : 88x/mnt
TnE sama
dengan keluarga - RR: 20 x/mnt
yang lain

- Pola tidur
TnE tidak
sesuai dan
kurang dari
kebutuhan

- Kontrol
2. secara teratur

- Tn E - Tn E terlihat Takut
mengatakan bingung
khawatir
tensinya - Wajah Tn :E
semakin tinggi kadangf kadang
dan stroke terlihat pucat
semakin parah
- TD : 140/100
- Keluarga mmHg
kurang
- N : 88x/mnt
memahami cara
mengenal - RR: 20 x/mnt
masalah Tn E
yang khawatir
tensinya akan
bertambah
tinggi

- Keluarga
mengatakan
kurang
memahami cara
merawat TnE

- Makanan
TnE sama
dengan keluarga
yang lain

- Pola tidur
TnE tidak
sesuai dan
kurang dari
kebutuhan
- Kontrol
secara teratur

C. Diagnosa keperawatan
1) ganguan rasa aman ( nyeri ) berhubugan dengan ketidakmampuan merawt
anggot keluarga dengan hipertensi yang ditandai dengan
DS:
Tn E mengatakan sering mengeluh sakit kepala
Tn E mengatakan nyeri skala 2
Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat
Makanan TnE sama dengan keluarga yang lain
Pola tidur TnE tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan
Kontrol secara teratur
DO :
Tn E terlihat sering memegangi kepala bagiab belakang
Wajah TnE kadang-kadang terlihat menyeringai
TD : 140/100 mmHg
N : 88x/mnt
RR: 20 x/mnt
2) Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat dam mengenal maslah anggota keluarga
dengan hipertensi yang ditandai dengan :
DS :
Tn E mengatakan khawatir tensinya semakin tinggi dan stroke semakin
parah
Keluarga kurang memahami cara mengenal masalah Tn E yang khawatir
tensinya akan bertambah tinggi
Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat TnE
DO :
Tn G terlihat bingung
Wajah Tn :E kadangf kadang terlihat pucat
TD : 140/100 mmHg
N : 88x/mnt
RR: 20 x/mnt
D. INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA
E.
G. DX. KEP H. TUJUAN I. KRITERIA EVALUASI
F.
KELUARG J. INTERVENSI
NO M. UMUM N. KHUSUS O. KRITERIA P. STANDART
A

R. S. I T. Setelah U. Setelah V. Demonstra W. Keluarga dapat X. 1. Berikan penjelasan pada keluarga


1 dilakukan dilakukan si mendemonstrasika tentang cara mengurangi/mencegah
tindakan kunjungan n cara mengurangi terjadinya nyeri
Y. 2. Demonstrasikan pada keluarga
keperawa rumah 3x dan mencegah
tentang cara mengurangi nyeri
tan rasa diharapakan trerjadinya nyeri
Z. 3. Berikan penjelasan pada keluarga
nyeri keluarga dengan benar
tentang diet yang sesuai dengan penderita
teratasi/hi mampu dengan teknik
hipertensi yaitu diet rendah garam, rendah
lang memberikan relaksasi, kompres
lemak dan kolesterol
keperawatan dingin pada kepala AA. 4. Anjurkan pada keluarga untuk
pada Tn E bagian belakang mengkonsumsi makanan sesuai dengan diet
dengan nyeri dan menghindari hipertensi
AB. 5. Anjurkan pada keluarga untuk jadwal
sekunder perubahan posisi
tidur Tn. E
hipertensi secara mendadak
AC. 6. Anjurkan pada keluarga
dan pengobatan
memeriksakan Tn. E secara teratur
secara teratur

AD. AE. II AF. Setelah AG.Setelah AH. Demonstra AI. - Adanya usaha
dilakukan dilakukan si 1.
untuk tidur sesuai Berikan penjelasan pada keluarga

tindakan kunjunngan kebutuhan tentang diet yang sesuai untuk penderita


AJ. - Periksa secara hipertensi yaitu diet rendah garam, rendah
keperawa rumah 3x
teratur ke
tan diharapakn
diharapka keluarga pelayanan
n rasa mampu kesehatan lemak dan kolesterol
AK. - Ungkapan Tn 2.
E Anjurkan pada keluarga untuk
takut memberikan
tidak takut mengkonsumsi makanan sesuai dengan diet
teratasi/hi perawatan
AL. - Wajah Tn E hipertensi
lang pada Tn. E
tamapak relaks 3. Anjurkan pada keluarga untuk jadwal
tidur Tn. E
4. Anjurkan kepada keluarga
memeriksakan Tn. E secara teratur

AM.
AN.
AO.
AP.
AQ.
AR. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA
AS. AT. Tangg AU. Dx AV. Tujuan Khusus AW.Implementasi AX. TTD
No al Keperawatan

AY. AZ. 18-05- BB. I, II BC. Setelah dilakukan BL. 1. Memberikan penjelasan pada keluarga BQ.
1 2016 kunjungan rumah 3x tentang cara mengurangi dan mencegah terjadinya
BA. BW.
diharapkan keluarga nyeri dengan benar, dengan teknik relaksasi,
mampu memberikan kompres dingin pada kepala bagian belakang dan
perawatan menghindari perubahan posisi secara mendadak
BM.2. Mendemonstrasikan pada keluarga tentang
bagaimana cara
cara mengurangi nyeri dengan cara : pada saat
mengurangi rasa
ada nyeri menarik nafas panjang ditahan sebentar
nyeri
BD. kemudian dikeluarkan secara perlahan-lahan
BE. BN. 3. Menganjurkan pada keluarga
BF.
memerikasakan Tn. E secara teratur setiap
BG. minggu dan minum obat secara teratur.
BH. BO.4. Memberikan penjelasan pada keluarga tentang
BI.
diet yang sesuai dengan hipertensi pada makanan
BJ.
BK. Setelah dilakukan yang diberikan Tn. E harus benar-benar rendah
kunjungan rumah 3x garam, mengurangi makanan berlemak
BP. 5. Menganjurkan pada keluarga untuk mengatur
diharapkan keluarga
jadwal tidur pada sore hari sebaiknya digunakan
mampu memberikan
BX. untuk istirahat
perawatan pada Tn. E
BY. CATATAN PERKEMBANGAN
BZ.
CA. N CC.Dx
CB. Tanggal CD.Catatan Perkembangan CE. TTD
o Keperawatan

CF. 1. CG.18-05-2016 CH.I CI. S :Keluarga mengatakan sudah CU.


memahami tentang cara
mengurangi/mencegah terjadinya nyeri
kepala
CJ. O : Keluarga dapat mengungkapkan
kembali cara mengurangi/mencegah
terjadinya nyeri kepala
CK. A : Tujuan tercapai sebagian
CL. P : Lanjutkan Intervensi
CM. - Anjurkan Tn. E dan keluarga
melakukan teknik relaksasi
CN.- Anjurkan Tn. E dan keluarga
menghindari perubahan posisi secara
mendadak
CO.- Anjurkan Tn. E dan keluarga untuk
mengkonsumsi makanan sesuai diet
hipertensi
CP. - Anjurkan pada Tn. E dan keluarga
untuk mengatur jadwal tidur
CQ.- Anjurkan pada keluarga mengontrol
secara teratur
CR.I : Melaksanakan tindakan sesuai
intervensi
CS. E : Masalah teratasi sebagian
CT. R : -
CV. 2. CW. CX. II CY. S : Keluarga mengatakan sudah DJ.
memahami tentang cara merawat keluarga
dengan hipertensi dengan memperhatikan DK.

diet, pola tidur dan control secata teratur


DL.
CZ. O : - Keluarga dapat mengungkapkan
kembali cara merawat keluarga hipertensi DM.
dengan memperhatikandiet, pola tidur dan
control teratur DN.
DA. - Makanan yang disajikan untuk Tn. E
sama dengan anggota keluarga yang lain DO.
DB. A : Tujuan tercapai sebagian
DC.P : Lanjutkan Intervensi DP.
DD.- Anjurkan Tn. E dan keluarga untuk
mengkonsumsi sesuai diet hipertensi DQ.
DE. - Anjukan pada Tn. E dan keluarga
untuk mengatur jadwal tidur Tn. E DR.
DF. - Anjurkan pada keluarga mengontrol
secara teratur DS.
DG.I : Melaksanakan tindakan sesuai
DT.
intervensi
DH.E : Masalah teratasi sebagian
DI. R : - DU.

DV. DW. 18-05-2016 DX. I DY. S : Keluarga mengatakan Tn. E sering EJ.
melakukan teknik relaksasi
DZ. O : - Tn. E dapat menjawab,
mendemonstrasikan teknik relaksasi
EA. - T : 130/90 mmHg
EB. - N : 88x/menit
EC. - Wajah Tn. E tampak lebih relaks
ED. A : Tujuan Tercapai sebagaian
EE. P : Lanjutkan Intervensi
EF. Anjurkan pada keluarga untuk
mengontrolkan Tn. E secara teratur
EG.I : Melaksanakan tindakan sesuai
intervensi
EH. E : Masalah teratasi sebagian
EI. R : -

EK. EL. EM.II EN. S : - Keluarga mengatakan sudah EZ.


menyendirikan makanan Tn. E dengan
anggota keluarga
EO.- Tn. E mengatakan sudah tidak takut
lagi dengan tensinya
EP. O : - Makanan yangdisajikan untuk Tn. E
nasi, sayur asam, lauk tahu, tempe garing
EQ.- Makanan untuk Tn. E dan anggota
keluarga yang lain tersendiri
ER. - Wajah Tn. E tamapak lebih relaks
ES. A : Tujuan tercapai
ET. P : Lanjutkan Intervensi
EU. - Anjurkan Tn. E dan keluarga
mengkonsumsi diet hipertensi
EV. - Anjurkan pada Tn. E dan keluarga
mengatur pola tidut Tn. E
EW. I : Melaksanakan tindakan sesuai
intervensi
EX. E : Masalah teratasi
EY. R : -
FA.

1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakberdayaan


2. Resiko terjadi cedera berhubungan dengan