Anda di halaman 1dari 2

STANDAR OPERASIONAL

PROSEDUR (SOP)
PEMERIKSAAN IVA
(INSPEKSI VISUAL ASETAT)
No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit:
Halaman :
dr. I GN B. Sastrawan Dj, M.Kes
UPT PUSKESMAS Nip.19710123200012100
Ttd
KUTA SELATAN
Pengertian Suatu Prosedur pemeriksaan adanya lesi pra-kanker pada leher rahim
dengan cara mengolesinya dengan larutan asam cuka 3-5 % dan kemudian
dilihat dengan mata telanjang.
Tujuan Petugas dapat melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) untuk deteksi din
rahim kanker leher rahim dengan benar sehingga kesalahan hasil pemeriksaan da
diper-
Kecil.
Kebijakan Pelaksanaan Pemeriksaan IVA telah didelegasikan oleh Kepala UPT
Puskesmas kepada Tim Pemeriksaan IVA UPT Puskesmas II Pekutatan.
Pedoman Teknis Pengendalian Kanker payudara & Kanker Leher
Referensi Rahim,Kemenkes RI 2010
Konseling Pra- Pemeriksaan IVA
1.Menyapa dan memperkenalkan diri
2.Menanyakan Kesiapan Klien untuk diperiksa
3.Memastikan Identitas,memeriksa status dan kelengkapan informed
consent klien
Persiapan sebelum Pemeriksaan IVA
1.Memastikan alat dan seluruh instrument yang diperlukan sudah tersedia
2.Klien diminta untuk mengosongkan kandung kemih dan membilas
daerah genitalia
3.Klien diminta untuk menanggalkan pakaiannya dari pinggang hingga
lutut dan menggunakan kain yang sudah disediakan
4.Klien diposisikan dalam posisi litotomi
5.Tutup area pinggang hingga lutut klien dengan kain
6.Cuci tangan dengan air dan sabun,keringkan,kemudian palapasi perut
7.Gunakan Sarung tangan
Prosedur Pemeriksan IVA
1.Bersihkan genetalia eksterna dengan air DTT*
2.Inspeksi dan Palpasi genetalia eksterna
3.Aplikasikan gel pada speculum (dianjurkan) kemudian maskkan
speculum
4.Tampakkan serviks hingga jelas terlihat
5.Bersihkan serviks dari cairan,darah dan secret dengan kapas lidi bersih
6.periksa serviks :
a.Terdapat kecurigaan kanker atau tidak :
i. Jika ya,klien dirujuk,pemeriksaan tidak dilanjutkan
ii. .Jika tidak,identifikasi Sambungan Skuamo Kolumnar (SSK)
iii.Jika SSK tampak,lakukan IVA dengan mengoleskan kapas lidi yang
sudah dicelupkan ke dalam asam asetat 3-5 % ke seluruh
permukaan serviks
iv. Jika SSK tidak tampak,maka :
1.Dilakukan pemeriksaan mata telanjang tanpa asam asetat (down
staging)
2.Klien disarankan untuk Pap Smear maksimal 6 bulan lagi
v.Tunggu hasil IVA selama 1 menit,perhatikan apakah ada bercak putih
(acetowhite epithelium) atau tidak
a) Jika tidak (IVA negative),jelaskan kepada klien kapan harus kembali
untuk mengulangi pemeriksaan IVA
b) Jika ada (IVA positif),tentukan apakah lesi tersebut dapat dilakukan
krioterapi atau tidak.
7.Keluarkan speculum
Tindakan setelah pemeriksaan IVA
1.Buang sarung tangan,kapas dan bahan sekali pakai lainnya ke dalam
container (tempat sampah) yang tahan bocor,sedangkan untuk alat-alat
yang dapat digunakan kembali,rendam dalam larutan Chlorin 0.5 %
selama 10 menit untuk dekontaminasi.
2.Cuci tangan dengan air sabun
Konseling Post Pemeriksaan IVA
1.Jika hasil IVA negative :
Klien diberitahukan kapan harus kembali untuk pemeriksaan selanjutnya.
2.Jika hasil IVA positif :
a. Beritahu dan jelaskan mengenai hasil pemeriksaan IVA positif
b. Berikan informasi mengenai berbagai pilihan terapi yang dapat
dilakukan (penekanan pada krioterapi)
c. Jika klien memilih krioterapi : jelaskan mengenai prosedur,
keuntungan, efektifitas, kemungkinan efek samping dan hal yang tidk
boleh dilakukan setelah krioterapi.
3.Beri kesempatan kepada klien untuk bertanya hingga mengerti dan
berikan kesempatan untuk memutuskan terapi yang digunakan.
Hal-hal yang perlu
diperhatikan
Unit terkait Loket,Apotek,BP,KIA
Dokumen terkait Rekam medik manual dan elektronik