Anda di halaman 1dari 31

PROYEK CONDOMINIUM THE ACCENT

METODE PEKERJAAN DINDING


PANEL PRECAST
Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
SPESIFIKASI PANEL PRECAST

MATERIAL : Panel Dinding Precast

MUTU BETON : K-300

UKURAN/DIMENSI PANEL : Mengacu Shop Drawing

TEBAL PANEL : 100 mm

PEMBESIAN PANEL : D10 / Wiremesh M5 (2 Lapis)

KAWAT PENGIKAT : Kawat Bendrat

STANDAR PENERIMAAN : Toleransi arah panjang 6 mm

Toleransi arah tebal 6 mm

Toleransi arah lebar 6 mm

PEKERJAAN SEALANT : Mengacu Shop Drawing

Untuk Panel Terpasang Didepan Kolom/Dinding, disealant di sisi luar, dan sisi dalam
dipasang rubber gasket
Untuk Panel dengan potongan sambungan di dalam area ruangan, sealant dilakukan
di dua (2) sisi yakni luar dan dalam
Fastener (Plat besi) dengan sistem las untuk recessed pada panel dan sistem
JOINT SYSTEM :
dynabolt untuk perkuatan pada struktur

SCHEDULE PELAKSANAAN : 275 hari kalender

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
CONSTRUCTION SITE LAYOUT

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN PANEL PRECAST

PC. PANEL NOT


NO DESCRIPTION TOLERANCE PC. PANEL CONFORMANCE CONFORMANCE
ACTION REPAIR
1 DIMENSI

Lebar 5 mm 0 < l < 5 mm 5 < l < 200 mm


Panjang 5 mm 0 < p < 5 mm 5 < p > 200 mm
Tebal 3 mm 0 < w < 3 mm 3 < w > 50 mm

Selisih Diagonal 4 mm 0 < x < 4 mm 4 < x < 100 mm


Kelengkungan / Kerataan L/360 mm < L/360 mm > L/360 mm

2 GOMPAL 5 mm 0 < x < 5 mm 5 < x < 100 mm

3 RETAK Permukaan (susut) Permukaan (susut) Struktural > 0,4 mm

4 Dia. < 3mm Dia. < 3mm; Luas < 100 Cm2 Dia. > 3mm; Luas > 100 Cm2
BUBBLE

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
DENAH IDENTIFIKASI AWAL PRECAST

DENAH MENYESUAIKAN
SHOP DRAWING
DENAH DAN TAMPAK
4

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
DENAH PARSIAL PRECAST
1

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
DENAH PARSIAL PRECAST

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
DENAH PARSIAL PRECAST

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
DENAH PARSIAL PRECAST

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES ENGINEERING

Sebelum proses pabrikasi, dibutuhkan shop drawing untuk detail type panel precast yang akan di
produksi lengkap dengan informasi tambahan sebagai berikut.

a. Penomoran type precast, dan lokasi panel precast sehubungan dengan layout dan elevasi.
b. Dimensi panel precast, pusat gravitasi, berat dan volume beton
c. Gambar detail dari semua baja tulangan, koneksi antar panel, pengait untuk pengangkatan panel
beserta perkuatannya.
d. Penempatan plat embedded, opening dan recess
e. Jointing dan interfacing rincian antara unsur-unsur
f. Detail arsitektur dan penempatan panel precast

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES ENGINEERING

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES ENGINEERING

80

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES ENGINEERING

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES ENGINEERING

35 10 35

80
35 35

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. PEKERJAAN PERSIAPAN FABRIKASI BED / MEJA CETAKAN
Fabrikasi Bed / meja cetakan panel disesuaikan dengan Type, Jumlah panel yang akan di cetak, yang mengacu ke schedule yang
direncanakan. Fabrikasi dilakukan untuk memastikan dimensi dan permukaan Bed dalam kondisi yang presisi dan level dalam batas
toleransi yang telah ditentukan

Sebagai dudukan bed, dibuatlah umpak umpak atau pondasi perletakan. Tujuannya agar bed bisa ditegakkan 70 derajat untuk
mempermudah pengangkatan panel yang sudah siap untuk di angkat menuju stock yard.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN PERSIAPAN

2. PEKERJAAN PERSIAPAN FABRIKASI BED / MEJA CETAKAN

a. Bed / meja produksi terbuat dari besi plat 8 mm, sedangkan shuttering / bekisting terbuat dari plat
besi. Bed dan begesting yang akan digunakan untuk produksi PC panel dibersihkan terlebih dahulu
sehingga terbebas dari kotoran yang mempengaruhi kualitas beton.
b. Bed / meja produksi dan shuttering / begesting yang sudah bersih diberi mould oil atau setara.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES PRODUKSI
1. PEKERJAAN SETTING MOULDING

a. Cek seluruh moulding sesuai gambar rencana.


b. Bersihkan moulding dari kotoran dan debu agar mendapatkan hasil yang sempurna.
c. Dalam proses ini harus dipastikan lagi bahwa moulding terpasang dengan baik, kuat dan benar.

2. PEKERJAAN PEMBESIAN

a. Cek seluruh pembesian sesuai dengan gambar rencana.


b. Dalam proses ini harus dipastikan lagi bahwa pembesian telah terpasang dengan kuat dan benar.
c. Pastika bahwa pembesian telah sesuai dengan shop drawing / design yang telah mendapat
persetujuan ( Approval ) dan status Salinan Terkendali.
d. Pembuatan embedded dilakukan dengan cara pengelasan

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES PRODUKSI
3. PEKERJAAN PENGECORAN

a. Sebelum proses pengecoran dilakukan harus ada inspeksi dari Quality Control dan Manajemen
Konstruksi, sehingga benar-benar dapat disahkan untuk dilakukan pengecoran.
b. Sebelum dilakukan penuangan beton harus diuji terlebih dahulu slump betonnya sesuai dengan
syarat yang telah ditentukan dan dilakukan pengambilan sample uji.
c. Proses ini dilakukan setiap 10 m3 sekali untuk mengetahui keakuratan dari campuran beton.
d. Proses pengecoran langsung dari truk mixer dan menggunakan vibrator selama proses pengecoran
untuk mendapatkan pencampuran yang merata dan homogen

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES PRODUKSI
4. PROSES CURING
a. Setelah proses pengecoran selesai, proses curing panel dilakukan untuk menghindari kemungkinan
masalah retak rambut pada panel. Prosesnya dilakukan dengan mengatur meja produksi pada
posisi 70, untuk kemudian dilapisi dengan curing compound
b. Panel dapat dikeluarkan diangkat dari meja produksi setelah umur beton minimal 8 jam. Panel
kemudian diangkat menggunakan gantry crane ke area stock yard

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES PRODUKSI

6. PROSES STORAGE
a. Kondisi lokasi untuk storage harus rata, padat, dan bersih.
b. Panel di stockyard harus dalam posisi berdiri.
c. Bagian bawah harus rata dan bersih.
d. Pada bagian bawah diganjal dengan karet atau balok kayu saat di storage.
e. Diberi penambahan bushing jika diperlukan, saat penyetokan.

20
Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES PRODUKSI

7. PROSES SEALER
a. Pada saat panel di area stockyard, segera lakukan sealer pada permukaan bidang sisi luar panel
b. Warna finishing cat akan menyesuaikan persetujuan material dari Pemberi Tugas dan Manajemen
Konstruksi

21
Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES INSTALASI

1.Harus dipastikan, bahwa:


a.Jarak floor to floor (antar lantai) adalah benar
sesuai gambar.
b.Jarak-jarak as kolom dengan as kolom sesuai
gambar.
c. Diperhatikan perimeter bangunan , sesuai
dengan gambar.

Perimeter banguan

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES INSTALASI

2.Takle dan lifting:


a.Pasang takle/chain block, min.pada 2 lantai di atas
lantai yang akan dipasang dinding precast.
b.Kaitkan angkur pada lifting yang sudah disiapkan
terlebih dahulu pada lantai .
c.Pemasangan lifting pada lantai dilakukan pada
saat pengecoran lantai struktur tiap 2-3 lantai.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PROSES INSTALASI

2.Takle dan lifting:


a.Pasang takle/chain block, min.pada 2 lantai di atas
lantai yang akan dipasang dinding precast.
b.Kaitkan angkur pada lifting yang sudah disiapkan
terlebih dahulu pada lantai .
c.Pemasangan lifting pada lantai dilakukan pada
saat pengecoran lantai struktur tiap 2-3 lantai.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN PANEL PRECAST

3. a. Alternatif lain takle dapat dipasang


dengan mengkaitkan Chainblok ke kolom.
b. Kaitkan angkur pada lifting yang sudah
disiapkan terlebih dahulu pada kolom.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN PANELPRECAST

4. Dengan menggunakan tower crane angkat


panel precast yang sudah siap untuk
dipasang sedekat mungkin dengan lokasi.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN DINDING PRECAST

5. Kaitkan sling takle pada precast yang sudah tersetting sesuai posisi yang diinginkan
6. Lepaskan sling TC
7. Setting dinding precast ditambahkan garis bantu sehingga dinding precast terpasang dengan
benar.
8. Saat men-setting dinding precast, pantau vertikalitas & horizontalitas dinding menggunakan
waterpass atau autolevel.
9. Pasang Joint fixing di area embeded panel dan tandai lantai untuk posisi dynabolt Mekanik.
10.Bor Lantai struktur dengan diameter bor yang sesuai dan bersihkan dari sisa-sisa debu
11.Las joint fixing dengan embeded yang tertanam di panel.
12.Tanam angkur pada lubang tersebut dan kencangkan
13.Semua panel harus diletakan vertical dan horizontal pada
tempat - tempat yang sudah ditentukan sesuai gambar PC elevation.
14.Setelah dilas, maka bagian - bagian baja di bersihkan dari kerak Las dan dicat anti karat
(zinchromate).
15.Pekerjaan pengelasan harus dikontrol dengan benar dan harus dilakukan oleh welder yang telah
berpengalaman.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN DINDING PRECAST

YANG PERLU DIPERHATIKAN:


1. LIFTING DAN SUPPORTING
2. IDENTIFIKASI PANEL
3. IJIN KERJA

Lakukan langkah 1 sampai dengan 12, sehingga


seluruh panel terpasang semua.
Sebelum dan sesudah selesai pekerjaan setting
dan pemasangan PC panel, segera check
waterpass / auto level secara keliling pada lantai
yang bersangkutan.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN SEALANT

METODE PENGAPLIKASIAN SEALANT


1. Bersihkan celah antara panel dengan kain basah untuk menghilangkan debu.
2. Pasang back up rod disepanjang celah antara PC panel.
3. Ukur kedalaman back up rod dengan ketentuan ;
kedalaman : celah = 1 : 2
4. Pasang isolasi / masking tape disepanjang kedua sisi celah.
5. Isi celah antar PC panel dengan sealant yang dipompakan dari sealant gun dengan
ketentuan;
tebal sealant : celah = 1 : 2
6. Ratakan permukaan sealant dengan kape / Karet
7. Lepas isolasi / masking tape.
8. Champer untuk Joint panel vertikal dan Horizontal

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
PEKERJAAN SEALANT

METODE TEST KEBOCORAN SEALANT PADA PANEL FAADE


Alat alat :
1. Gondola
2. High Pressure Cleaner
3. Tempat air
4. Selang air
Cara Pelaksanaan :
1. Tentukan lokasi yang akan di test ( minimal umur sealant lebih dari 2 minggu )
2. Siapkan gondola yang akan dipakai sebagai sarana / tempat untuk penyemprotan.
3. Isi tempat air ( drum ) dan tempatkan di gondola.
4. Semprotkan air menggunakan alat High Pressure Cleaner
5. Jika permukaan kering maka dapat dipastikan tidak terjadi kebocoran.
6. Jika terjadi kebocoran pada area tersebut, maka sealant harus dibongkar dan dilakukan
pemasangan sealant ulang.

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH

Proposal teknis ini merupakan hak cipta PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Dilarang mengcopy dan menggandakan isi dari proposal teknis ini tanpa seijin PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.

Anda mungkin juga menyukai