Anda di halaman 1dari 111

Laporan Praktikum Mekanika Tanah

BAB 3
UJI LABORATORIUM

3.1.1 LANDASAN TEORI


Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari butiran mineral-
mineral padat yang tidak tersegmentasi (terikat secara kimia) satu sama lain dan
dari bahan-bahan organik yang telah melapuk disertai dengan zat cair dan gas
yang mengisi ruang-ruang kosong diantara partikel-partikel padat tersebut.
Menurut ilmu mekanika tanah, tanah adalah semua endapan alam
yang berhubungan dengan teknik sipil, kecuali batuan tetap. Batuan tetap menjadi
ilmu tersendiri yaitu mekanika batuan (rock mechanics). Endapan alam tersebut
mencakup semua bahan, dari tanah lempung (clay) sampai berangkal (boulder).
Tanah berguna sebagai bahan bangunan pada berbagai macam pekerjaan teknik
sipil, disamping itu tanah berfungsi juga sebagai pendukung pondasi dari
bangunan. Jadi seorang ahli teknik sipil harus juga mempelajari sifat-sifat dasar
dari tanah, seperti asal usulnya, penyebaran ukuran butiran, kemampuan
mengalirkan air, sifat pemampatan ketika dibebani (compressibility), kekuatan
geser dan kapasitas daya dukung terhadap beban.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dibutuhkan uji laboratorium
dalam praktikum mekanika tanah seperti uji kadar air, uji berat isi tanah, uji berat
jenis tanah, analisis gradasi butiran, uji batas padat, uji batas plastis, uji batas cair,
uji geser langsung, uji pemadatan, uji kuat tekan, uji konsolidasi dan uji california
bending ratio untuk mengetahui kemampuan dari tanah tersebut.

61
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2 INDEX PROPERTIES TEST


3.2.1 Kadar Air Tanah (Water Content)
3.2.1.1 Maksud
Percobaan kadar air tanah ini dimaksudkan untuk memperoleh besaran
kadar air (water content) yang terdapat di dalam tanah. Kadar air tanah merupakan
perbandingan antara berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat tanah
kering tersebut yang dinyatakan dalam persen (%).

3.2.1.2 Landasan Teori


Tanah dalam keadaan benar-benar kering maka tidak akan ada air
sama sekali dalam porinya. Keadaan semacam ini jarang ditemukan pada tanah
yang masih dalam keadaan asli lapangan. Air hanya dapat dihilangkan sama sekali
dari tanah apabila kita ambil tindakan khusus, misalnya dengan memanaskan
didalam oven.
Penyelidikan tanah yang memadai merupakan suatu pekerjaan
pendahuluan yang sangat penting pada perencanaan sebuah proyek. Oleh sebab
itu, perlu dilakukan uji kadar air pada tanah, agar derajat kejenuhan pada tanah
jangan sampai dikacaukan oleh perbandingan antara berat air dalam contoh tanah
dengan berat butir.

3.2.1.3 Peralatan
Peralatan-peralatanyang digunakan pada percobaan Kadar Air Tanah
(Moisture Content) adalah:
1. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai 110oC.
2. Cawan kedap udara dan tidak berkarat dengan ukuran yang cukup. Cawan
dapat terbuat dari gelas atau logam, misalnya alumunium.
3. Timbangan dengan berbagai ketelitian:
a. Timbangan dengan ketelitian : 0,1 gram
b. Timbangan dengan ketelitian : 0,10 gram
c. Timbangan dengan ketelitian : 1,00 gram
4. Desikator

62
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.1 Peralatan Percobaan Kadar Air Tanah

3.2.1.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan kadar air tanah (Moisture Content) prosedur
percobaan yang dilakukan adalah:
1. Menyiapkan benda uji dengan kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.1 Kriteria Benda Uji Percobaan Kadar Air Tanah
No Nomor Lolos Saringan Berat Tanah
1 1 (25 mm) 500 gr
2 (12,5 mm) 300 gr
3 No. 4 (4,75 mm) 100 gr

2. Menempatkan benda yang akan diuji dalam cawan yang bersih dan kering
dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a. Untuk masing-masing contoh tanah harus menggunakan cawan-cawan
yang diberi tanda dan tidak boleh sampai tertukar.
b. Untuk setiap benda uji harus menggunakan minimal 2 cawan, sehingga
kadar air dapat diambil rata-rata.
3. Menimbang cawan yang berisi benda uji.
4. Mengutamakan pengeringan dengan oven, yaitu dengan membuka tutup
cawan dan kemudian menempatkannya dalam oven selama 24 jam dengan
suhu 110oC atau sampai berat tetap. Agar pengeringan dapat berjalan dengan
baik, maka susunan benda uji didalam oven harus diatur sehingga
pengeringan tidak terganggu, serta saluran udara harus dibuka.
5. Menutup cawan yang berisikan benda uji yang telah dikeringkan kemudian
mendinginkannya dalam desikator.
6. Setelah dingin lalu menimbang dan mencatat beratnya.
7. Kemudian menghitung kadar air dengan ketentuan:
Berat Cawan Kosong =A
Berat Cawan + Tanah Basah =B
Berat Cawan + Tanah Kering =C
Berat Air = (B C)
Berat Tanah Kering = (C A)
63
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

BC
100%
CA
=
Kadar Air

3.2.1.5 Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan kadar air tanah yang dilakukan di laboratorium
dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada petunjuk
pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan kadar air dilakukan pengujian
pada tiga sampel tanah untuk mendapatkan hasil yang akurart. Sampel tanah yang
digunakan pada pengujian didapat dari tanah lapangan yang berlokasi di Jalan
Kompol Pranoto, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Untuk hasil pemeriksaan kadar
air dapat dilihat pada Tabel 3.2.

64
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat
: 20 Dikerjakan : Kelompok 3
No.
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.2 Hasil Pemeriksaan Kadar Air Tanah


NO NOMOR CAWAN 1 2 3
169,00
283,000 71,000
A Berat Cawan (gr) 0
469,00
783,000 171,000
B Berat Cawan + Tanah basah (gr) 0
376,30
627,500 139,000
C Berat Cawan + Tanah kering (gr) 0
D Berat Air : (B) - (C) (gr) 155,500 92,700 32,000
207,30
344,500 68,000
E Berat Tanah Kering : (C) - (A) (gr) 0
F Kadar Air: (D) (E) 100% 45,138 44,718 47,059
(%)
Rata-rata (w) (%) 45,638

65
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.1.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan kadar air tanah
(Moisture Content) adalah:

Contoh Perhitungan :

Berat Cawan Kosong = 283,000gram


Berat Cawan + Tanah Basah = 783,000gram
Berat Cawan + Tanah Kering = 627,500gram
Berat Air = (Berat Cawan + Tanah Basah) (Berat Cawan
+ Tanah Kering)
= 783,000627,500
= 155,500gram
Berat Tanah Kering = (Berat Cawan + Tanah Kering) (Berat Cawan)
= (627,500 283,000)
= 344,500gram
Berat Air
100%
Berat Tanah Kering
Kadar Air =
155,500
100%
344,500
=
= 45,138%

3.2.17 Kesimpulan dan Analisis


Dari data hasil perhitungan kadar air rata-rata pada percobaan kadar
air (Moisture Content) adalah sebesar 45,138%, yang menunjukkan bahwa kadar
air pada tanah tersebut relatif kecil. Kadar air akan mempengaruhi sifat dari tanah
itu jika diberi pembebanan. Semakin tinggi nilai kadar air tanah, tanah tersebut
semakin lunak dan lembab. Sebaliknya semakin rendah kadar air tanah, akan
semakin terlihat kering tanah tersebut.

3.2.2 Berat Isi Tanah (Density Test)


3.2.2.1 Maksud
Percobaan berat isi tanah (density test) dimaksudkan untuk
mengetahui berat isi, angka pori dan derajat kejenuhan suatu sampel tanah.

66
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.2.2 Landasan Teori


Berat isi tanah adalah perbandingan antara berat tanah dengan
volume-nya dalam keadaan asli di lapangan.Berat isi suatu tanah memperlihatkan
kerapatan dari butiran tanah secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan
perbandingan antara massa total dari butiran padatan dengan total volume dan
tidak termasuk ruang pori diantara butiran-butiran tersebut (termasuk berat air dan
udara). Nilai berat isi suatu tanah digunakan secara luas, seperti mengkonversikan
persentase air dalam berat menjadi kandungan air dalam volume untuk
menghitung porositas.
Berat isi juga diperlukan untuk memperkirakan berat dari volume tanah
yang sangat besar. Nilai berat isi suatu tanah berbeda-beda tergantung kondisi
struktur tanahnya, terutama dikaitkan dengan pemadatan. Oleh karena itu, berat isi
sering digunakan sebagai ukuran struktur tanah. Berat volume dapat dinyatakan
dalam berat butiran padat, kadar air dan volume total (Aryanata, 2010).

3.2.2.3 Peralatan
Peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan berat isi tanah
(Density Test) adalah:
1. Ring berat isi
2. Jangka sorong
3. Timbangan
4. Oven
5. Desikator
6. Cawan

67
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.2 Peralatan Percobaan Berat Isi Tanah

3.2.2.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan berat isi tanah (Density Test) prosedur percobaan yang
harus dilakukan adalah:
1. Membersihkan ring berat isi yang akan dipakai.
2. Mengukur diameter dalam dan tinggi ring berat isi dengan jangka sorong,
kemudian menghitung volume-nya.
3. Menimbang ring berat isi lalu memasukkan sampel tanah ke dalam ring,
langsung dari tabung dengan menggunakan extruder.
4. Meratakan permukaan tanah dikedua ujungring dengan pisau pemotong.
5. Membersihkan bagian luar ring, kemudian menimbang kembali ring berikut
pan.
6. Memasukkan ring yang berisi sampel tanah tadi ke dalam oven dengan suhu
110oC selama 24 jam.
7. Memasukkan benda uji tersebut ke dalam desikator sampai dingin, lalu
menimbangnya kembali.

3.2.2.5 Hasil Pemeriksaan

68
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Pemeriksaan berat isi tanah yang dilakukan di laboratorium


dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada petunjuk
pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan berat isi tanah dilakukan
pengujian pada sampel tanah yang didapatkan dari tanah lapangan yang berlokasi
di Jalan Kompol Pranoto Kelapa Dua Cimanggis Depok. Dan didapatkan nilai
berat isi, isi pori dan derajat kejenuhan sebagai hasil dari perhitungan pemeriksaan
berat isi tanah. Untuk hasil pemeriksaan berat isi tanah dapat dilihat pada Tabel
3.3.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat
: Dikerjakan : Kelompok 3
No.

69
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.3 Hasil Pemeriksaan Berat Isi, Isi Pori, Derajat Kejenuhan

N
Rumus
o Parameter Satuan Hasil
A Diameter Ring Cm 5,700
B Tebal Ring Cm 1,925
1
C Volume Ring A2 B 49,121
4
cm
D Volume Ring C 10 6
m 0,0000491
1
E Faktor K kg/m 1000 D
20,358
F Berat Ring Gr 75,500
G Berat Ring + Tanah basah Gr 159,000
H Berat Ring + Tanah kering Gr 129,100
I Berat Air Gr GH 29,900
J Berat Tanah Kering Gr HF 53,600
K Kadar Air % 55,784
L Berat Tanah Basah Gr GF 83,500
M Berat Isi Kering kg/m 1091,175
Didapat dari pengujian
N Berat Jenis
berat jenis. 2,693
O Volume Tanah Kering cm 19,906
P Isi Pori cm CO 29,216
I
Q Derajat Kejenuhan 100%
P
% 102,342
P
R 100%
C
Porositas % 59,477

3.2.2.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan Berat Isi Tanah
(Density Test) adalah:

70
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Diketahui:
Berat Ring = 75,500gram
Berat Ring+ Tanah Basah = 159,000 gram
Berat Ring+ Tanah Kering = 129,100 gram
Volume Ring = 49,121cm3
= 0,0000491m3
1
1000 Volume Ring
Faktor K =
1
1000 0,0000491
=
= 20,358 kg/(g.m3)
Berat Jenis (Gs) = 2,693 gram/cm3
Berat Air = (Berat Ring + Tanah Basah) (Berat Ring + Tanah
Kering)
= 159,000 129,100
= 29,900gram
Berat Tanah Kering = (Berat Ring + Tanah Kering) Berat Ring
= 129,100 75,500
= 53,600gram
Berat Air
100%
Berat Tanah Kering
Kadar Air =
= 55,784%
Berat Tanah Basah = (Berat Ring + Tanah Basah) Berat Ring
= 159,000 75,500
= 83,500gram
Faktor K Berat Tanah Basah
Kadar Air
1
100
Berat Isi Kering =
20,358 83,500
55,784
1
100
=
= 1091,175gram/cm3
Berat Tanah Kering

Berat Jenis
Volume Tanah Kering
53,600
2,693
=

71
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

= 19,906cm3

Isi Pori = (Volume Ring) (Volume Tanah Kering)

49,121 - 19,906

= 29,216
Berat Air
100%
Isi Pori
Derajat Kejenuhan (Sr)
29,900
100%
29,216

=102,342%
Isi Pori
100%
Volume Ring
Porositas
29,216
100%
49,121

59,477%

3.2.2.7 Kesimpulan dan Analisis


Dari percobaan diatas didapatkan berat isi kering sebesar 1091,175
gram/cm3, isi pori sebesar 29,216% serta derajat kejenuhan sebesar
102,342%.Sehingga ada keterkaitan antara ketiganya dengan penentuan kadar air.
Teknik penetapan berat isi tanah pada prinsipnya adalah perbandingan berat tanah
kering dan volume tanah.

3.2.3 Berat Jenis Tanah (Spesific Gravity)


3.2.3.1 Maksud
Percobaan berat jenis tanah (spesific gravity) ini untuk menentukan
berat jenis tanah yang lolos saringan No. 4 dengan menggunakan labu ukur.

3.2.3.2 Landasan Teori


Berat Jenis tanah sering disebut juga sebagai specific gravity, dapat
dinyatakan sebagai perbandingan antara berat isi butir tanah dengan berat isi air.

72
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Sedangkan, nilai dari berat isi butir tanah adalah perbandingan antara berat air
dengan volume airnya, biasanya mendekati nilai 1 g/cm3.
Apabila keadaan dimana volume butiran tanah sama dengan volume
air, maka dengan demikian berat jenis tanah dapat diambil sebagai perbandingan,
diukur pada suhu tertentu, antara berat butir tanah dengan berat air suling.

3.2.3.3 Peralatan
Peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan berat jenis tanah
(spesific gravity) adalah:
1. Labu ukur 500 ml
2. Termometer
3. Air suling
4. Cawan perendam
5. Saringan No. 4
6. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram dan 0,01 gram
7. Desikator
8. Hot plate

Gambar 3.3 Peralatan percobaan Berat Jenis Tanah

3.2.3.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan berat jenis tanah (spesific gravity) prosedur percobaan
yang harus dilakukan adalah:
1. Prosedur Percobaan

73
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

a. Menyiapkan benda uji yang lolos saringan No. 4 lalu mengeringkannya


dalam oven selama 24 jam dengan suhu 110oC.
b. Mengeluarkan benda uji dari dalam oven setelah 24 jam pengeringan,
lalu mendinginkannya dalam desikator. Menumbuk tanah tersebut
dengan menggunakan mortar dan pastlebila terdapat tanah yang
menggumpal. Kemudian menyaringnya dengan saringan No. 4.
c. Mencuci labu ukur dengan air suling lalu membilas denganalkohol dan
eter, kemudian membiarkannya sampai mengering dalam ruangan
terbuka atau gunakan pan.
d. Menimbang labu ukur yang telah dikeringkan tadi dalam keadaan
kosong.
e. Mengambil sampel tanah sekitar 50 gram.
f. Memasukkan sampel tanah tersebut ke dalam labu ukur kemudian
menambahkan air suling secukupnya.
g. Mengeluarkangelembung-gelembung udara yang terperangkap
didalamnya dengan menggunakan pompa vacuum.
h. Menambahkan air suling sampai tepat menyentuh garis batas labu ukur
tersebut.
i. Mengeringkan bagian luar labu ukur, dengan menggunakan kipas dan
eter kemudian menimbangnya dengan ketelitian 0,01 gram, mengukurnya
dan mencatat air suhu tersebut.
j. Membersihkan dan menimbang pan kosong kemudian menuangkan
larutan dalam labu ukur tersebut kedalam pan sampai benar-benar bersih
(tidak ada yang tersisa).
k. Memasukkan panyang berisi larutan tersebut ke dalam oven selama 24
jam dengan suhu 110oC.
l. Mengulangi percobaan berikutnya dengan mengikuti prosedur e sampai
dengan k sebagai bahan perbandingan.
m. Menghitung nilai berat jenis (Gs) masing-masing percobaan.
2. Kalibrasi Alat Ukur
a. Menimbang labu ukur dalam keadaan kosong.
b. Memasukkan air suling ke dalam labu ukur sampai batas skala garis
kemudian mengeluarkan gelembung udara di dalamnya dengan
menggunakan pompa vacuum. Menambahkan air suling bila masih
kurang atau menghisap kelebihannya dengan menggunakan pipet.

74
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

c. Mengeringkan bagian luar labu ukur dengan menggunakan kapas atau


eter lalu menimbangnya dengan ketelitian 0,01 gram, kemudian
mengukur dan mencatat suhunya.
d. Mendinginkan air suling dalam labu ukur (sampai 5oCdi bawah suhu
ruang) dengan cara merendamnya dalam air es.
e. Menambahkan air sampai garis batas pada labu ukur yang terjadi
penyusutan volume.
f. Mengeringkan bagian luar labu ukur dengan menggunakan kapas dan
eter lalu menimbangnya dengan ketelitian 0,01 gram, mengukur dan
mencatat suhunya.
g. Memanaskan air dalam labu ukur di atas hot plate (sampai 5oCdiatas
suhu ruang).
h. Menghisap kelebihan air yang terjadi karena pertambahan volume hingga
tepat pada garis batas labu ukurdengan menggunakan pipet.
i. Mencatat suhu air dalam labu ukur.
j. Mengisikan data-data tadi dalam tabel.
3. Perawatan
Membersihkan labu ukur segera setelah percobaan, untuk menghindari
kotoran yang melekat.

3.2.3.5 Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan berat jenis tanah yang dilakukan di laboratorium
dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada petunjuk
pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan berat jenis tanah dilakukan
pengujian pada sampel tanah yang didapatkan dari tanah lapangan yang berlokasi
di Jalan Kompol Pranoto Kelapa Dua Cimanggis Depok. Untuk hasil pemeriksaan
berat jenis tanah dapat dilihat pada Tabel 3.4.

75
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat
: Dikerjakan : Kelompok 3
No.
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.4 Hasil Pemeriksaan Berat Jenis Tanah

No Parameter Sampel

A Berat Labu (gr) 165,000


B Berat Labu + Air (gr) 661

C Berat Labu + Air + Tanah (gr) 692,5

D Berat Sampel Kering (gr) 50

E Suhu 28

F Faktor K 0,9963

F D
2,693
G D B C
Berat Jenis =

76
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat
: Dikerjakan : Kelompok 3
No.
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.5 Spesific Gravity of Water


TABLE SPESIFIC GRAVITY OF WATER
o

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
C
0,999 0,999 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 0,999 0,999 0,999
0
9 9 0 0 0 0 0 9 9 9
1 0,999 0,999 0,999 0,999 0,999 0,999 0,999 0,998 0,998 0,998
0 7 6 5 4 3 1 0 8 6 4
2 0,998 0,998 0,997 0,997 0,997 0,997 0,996 0,996 0,996 0,996
0 2 0 8 6 3 1 8 5 3 0
3 0,995 0,995 0,995 0,994 0,994 0,994 0,993 0,993 0,993 0,992
0 7 4 1 7 4 1 7 4 0 6
4 0,992 0,991 0,991 0,991 0,990 0,990 0,989 0,989 0,989 0,998
0 2 9 5 1 7 2 8 4 0 5
5 0,988 0,987 0,987 0,986 0,986 0,985 0,985 0,984 0,984 0,983
0 1 6 2 7 2 7 2 8 2 8
6 0,983 0,982 0,982 0,981 0,981 0,980 0,980 0,979 0,978 0,978
0 2 7 2 7 1 6 0 5 9 4
7 0,977 0,977 0,976 0,976 0,975 0,974 0,974 0,973 0,973 0,972
0 8 2 7 1 5 9 3 7 1 4
8 0,971 0,971 0,970 0,969 0,969 0,968 0,968 0,967 0,966 0,966
0 8 2 6 9 3 6 0 3 7 0
77
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

9 0,965 0,964 0,964 0,963 0,962 0,961 0,961 0,960 0,959 0,959
0 3 7 0 3 6 9 2 5 8 1

3.2.3.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan berat jenis tanah
(spesific gravity) adalah:

Perhitungan :

Diketahui:
Berat Tanah Setelah di Oven = 50,000 gram
Berat Labu + Air = 661,000 gram
Berat Labu Ukur + Air + Tanah = 692,500 gram
Temperatur (T) = 28,000 oC
Faktor K pada ToC = 0,9963 gram/cm3
Berat Jenis Tanah
Faktor K Berat Tanah Kering
(Berat Tanah Kering (Berat Labu Air)) Berat Labu Air Tanah
=
0,9963 50,000
(50,000 661,000) 692,500
=
= 2,693 gram/cm3

Catatan:
Faktor K dapat ditentukan dengan melihat TABLE SPESIFIC GRAVITY OF
WATER.

3.2.3.7 Kesimpulan dan Analisis


Sampel tanah yang digunakan diambil dari Jalan Kompol Pranoto
Kelapa Dua Cimanggis Depok. Setelah kami memperoleh data dari hasil
percobaan dan melakukan pengolahan data berdasarkan persamaan yang telah
78
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

diberikan pada petunjuk pelaksanaan praktikum. Diperoleh bahwa nilai berat jenis
tanah dari hasil percobaan adalah 2,693 gram/cm3. Berdasarkan literatur, standar
berat jenis tanah berkisar antara 2,400 sampai dengan 2,800. Sehingga hasil yang
kami dapatkan memenuhi standar yang telah ditentukan.

3.2.4 Analisis Gradasi Butiran


3.2.4.1 Maksud
Percobaan analisi gradasi butiran ini dimaksudkan untuk mengetahui
ukuran butiran dan susunan butiran (gradasi) tanah yang tertahan saringan No.
200 pada percobaan perencanaan jalan.

3.2.4.2 Teori Dasar


Pada umumnya tanah terdiri atas beberapa butir dengan ukuran yang
berbeda-beda. Batas-batas ukuran butiran terdapat dua bagian, yaitu tanah berbutir
kasar dan tanah berbutir halus. Tanah berbutir kasar adalah tanah yang sebagian
butir-butir tanahnya berupa pasir dan kerikil, tanah berbutir halus adalah tanah
yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa lempung dan lanau.
Deskripsi tanah berbutir kasar adalah gradasi baik, gradasi senjang
dan gradasi buruk,sedangkan sifat yang terdapat pada tanah berbutir halus yaitu
memiliki kekuatan yang rendah,plastis dan mudah dimampatkan, mengembang
bila basah mengkerut bila kering, sangat kedap air dan rawan longsor,sifat yang
terdapat pada tanah berbutir kasar adalah sebaliknya.

3.2.4.3 Peralatan
Peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan Analisis Saringan
(Sieve Analysis) adalah:

1. Saringan 3/8, No. 4, No. 10


2. Saringan No. 4,100, dan 200
3. Timbangan
4. Pan dan cover
5. Spatula
79
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

6. Sieve shaker
7. Gelas Ukur
8. Hidrometer B
9. Termometer
10. Cawan
11. Hot plate
12. Water glass
13. Beaker glass

Gambar 3.4 Peralatan Percobaan Analisis Gradasi Butiran

3.2.4.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan analisis gradasi butiran, prosedur percobaan yang
harus dilakukan meliputi tiga tahapan, yaitu :
Tahap 1 (Analisis Saringan)
1. Menyiapkan sampel tanah yang telah dioven. Hancurkan tanah tersebut
hingga menjadi butiran-butiranyang terpisah.
2. Menimbang tanah yang akan diuji sebanyak 500 gram.
3. Menyiapkan saringan 3/8, No. 4, dan No. 10. Bersihkan saringan tersebut.
4. Menyusun saringan tersebut dengan urutan cover, saringan 3/8, saringan
No. 4, saringan No. 10, dan pan. Masukkan sampel tanah yang telah
dtimbang sebelumnya ke dalam susunan saringan tersebut.

80
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

5. Menggoncangkan susunan saringan tersebut menggunakan sieve shaker


selama 10 menit. Kemudian diamkan selama 5 menit hinnga debu yang
berterbangan turun.
6. Menyiapkan cawan yang telah ditimbang. Membuka susunan saringan dari
saringan 3/8. Tuang semua tanah yang tertahan pada saringan tersebut
kedalam cawan, kemudian timbang berat cawan + tanah. Lakukan hal
serupa pada saringan No.4, No 10, dan pan.

Tahap 2 (Analisis Hidrometer)


1. Siapkan sampel tanah yang lolos saringan No.10 sebanyak 50 gram untuk
pengujian hidrometer.
2. Buat larutan dispersi dengan memasukkan water glass ke dalam air sampai
angka pada hidrometer B menunjukkan angka 1023.
3. Memasukkan sampel tanah yang telah disiapkan ke dalam beaker glass.
Tambahkkan larutan dispersi sebanyak 125 ml
4. Aduk larutan tersebut sampai rata, kemudian tutup beaker glass dengan
plastik dan diamkan selama 24 jam.
5. Tuang larutan didalam beaker glass ke dalam hydrometer jar. Tambahkan air
setengah hydrometer jar kemudian duk menggunakan mechanical stirer
selama 5 menit hingga larutan tersebut homogen.
6. Memasukan larutan tersebut kedalam gelas ukur 1000ml. Tambahkan air
sampai 1000 ml.
7. Mengangkat gelas ukur 1000ml lalu menutup bagian atsnya dengan telapak
tangan. Balik gelas ukur tersebut berulang kali selama 1 menit, jangan
sampai ada tanah yang menempel pada dasar gelas ukur tersebut.
8. Memasukan hidrometer B kedalam larutan tanah dalam gelas ukur tadi,
keudian lakukan embacaan pada detik ke 15, 30, 60, dan 120. Kemudian
lakukan lagi pembacaan pada menit ke 5, 15, 30, 60, dan 1440.
9. Menyaring larutan tersebut menggunakan saringan No. 200. Tanah yang
tertahan dicuci diatas sarinagn tersebut sampai bersih.

Gambar 3.5 Alat Hidrometer dengan Skala B

81
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Sumber: SNI 3423-2008

82
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tahap 3 (Analisis Saringan)


1. Mencuci hasil saringan yang tertahan di atas saringan tersebut sampai
bersih.
2. Benda uji yang tertahan disaringan No. 200 di letakan dicawan. Kemudian
cawan diletakan di atas hotlate, hingga tanah diatasnya mengering.
3. Menyiapkan saringan No. 40, No. 100, dan No. 200.
4. Menyaring sampel tenah yang tersisa dengan menggunakan saringan yang
tertera pada poin No.3.
5. Melakukan hal yang sama seperti point 5 dan 6 pada tahap 1.

3.2.4.5 Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan analisis gradasi butiran yang dilakukan di laboratorium
dilaksanakan dengan tiga tahap berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada
petunjuk pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan analisis gradasi
butiran dilakukan pengujian pada sampel tanah yang didapatkan dari tanah
lapangan yang berlokasi di Jalan Kompol Pranoto Kelapa Dua Cimanggis Depok.
Dan didapatkan hasil perhitungan pada setiap tahap percobaan. Untuk hasil
pemeriksaan berat jenis tanah dapat dilihat pada Tabel 3.6, Tabel 3.7, Tabel 3.8
dan kesimpulan hasil analisis gradasi butiran dapat dilihat pada Tabel 3.10 yang
disajikan pada grafik 3.1.

83
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.6 Analisis Saringan Tahap 1


Berat
Berat Cawan Berat Berat Presentase
Saringan Diamete
Cawan + Tertahan Tertahan
No r Tanah
Tertahan Tertahan Lolos
(gr) (gr) (gr) (gr) (%) (%)
3/8 9,500 510,500 525,200 14,700 14,700 2,853 97,147
4 4,750 427,900 428,100 0,200 14,900 2,892 97,108
10 2,000 413,000 413,300 0,300 15,200 2,950 97,050
Pan 450,000 950,000 500,000 515,200 100,000 0,000

Tabel 3.7 Analisis Saringan Tahap 3


Berat Presentase
Cawan Berat
Berat
Saringan Diamete + Tertaha Tertaha
Cawan Lolos
No r Tanah Tertaha n n
n
(gr) (gr) (gr) (%) (%)
99,60
40 0,425 384,800 385,000 0,200 0,400
0
98,60
100 0,150 243,300 244,000 0,700 1,400
0
96,20
Pan 0,075 451,200 453,100 1,900 3,800
0
84
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

85
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran
: Dikerjakan : Kelompok 3
Surat/Surat No.
Pekerjaan : Laboratorium Diperiksa : Asisten
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.8 Hasil Pemeriksaan Hydrometer Test


Koreksi
Pembacaa Koreksi
Pembacaa
Elapsed n meniscus
Suhu Ft n Finer
Time Hidromete hidromete
Hidromete
r r
r
(Menit) (C) (Ra) A B (Rc) (%) R
0,250 28,000 1,013 2,150 1,001 1,014 45,494 1,014 12
0,500 28,000 1,013 2,150 1,001 1,014 45,494 1,014 12
1,000 28,000 1,011 2,150 1,001 1,012 39,131 1,012 13
2,000 28,000 1,009 2,150 1,001 1,010 32,769 1,010 13
5,000 28,000 1,007 2,150 1,001 1,008 26,406 1,008 14

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran
: Dikerjakan : Kelompok 3
Surat/Surat No.
Pekerjaan : Laboratorium Diperiksa : Asisten
Tanggal
:
Pemeriksaan

86
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tabel 3.9 Hasil Pemeriksaan Hydrometer Test (Lanjutan)


Koreksi
Pembacaa Koreksi
Pembacaa
psed n meniscus
Suhu Ft n Finer
me Hidromete hidromete L L/t K
Hidromete
r r
r
nit) (C) (Ra) A B (Rc) (%) R
0,01
000 28,000 1,004 2,150 1,001 1,005 16,862 1,005 151,000 10,067
3
0,01
000 28,000 1,004 2,150 1,001 1,005 16,862 1,005 151,000 5,033
3
0,01
000 28,000 1,003 2,150 1,001 1,004 13,680 1,004 153,500 2,558
3
0,01
000 28,000 2,150 1,001 1,003 10,499 1,003 2,236
1,002 156,500 3
0,01
,000 28,000 2,150 1,001 1,002 7,317 1,002 0,133
1,001 159,000 3
0,01
28,000 1,001 2,150 1,001 1,002 5,727 1,001 0,037
,000 160,000 3
0,01
28,000 2,150 1,001 1,001 4,136 1,001 0,037
,000 1,000 161,500 3

87
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.4.6 Perhitungan

Contoh Perhitungan :

Zero Correction = 1,000


Meniscus Correction = 0,0005
Gs (Berat jenis) = 2,693 gram/cm3
Ws (Berat tanah kering) = 50,000 gram
Perhitungan pada menit ke 5.

Mencari harga a

d lap
D 100%
d lab

Harga a bisa juga didapat dari tabel 2.14 berdasarkan Gs


2,693 1,650
a
2,693 1,000 2,650

a = 0,990

Mencari Rc (Koreksi pembacaan Hidrometer)


Rc = Ra Zero Correction + Ft
Ft 4,850 0,250C

Ft 4,850 0,250(28,000)

Ft 2,150
(Hidrometer A)
Ft 1,001
(Hidrometer B)
Rc 1,013 1,000 1,001

88
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Rc 1,014

Persen Finer
1606 (Rc - 1) a
% finer 100%
Ws

1606 (1,014 - 1) 0,990


% finer 100%
50,000

% finer = 45,494%

Koreksi Meniscus Hydrometer


R = Ra + Meniscus Correction
R = 1,013 + 0,0005
R = 1,014

Harga (L)
Didapat dari tabel 2.17 sesuai dengan harga R yang bersangkutan
L = 127,500

Harga (K)
K = 0,013
Harga K bisa didapat di tabel 2.16 dari kombinasi antara suhu dan berat jenis

Harga (D)
L
DK
t

127,500
D 0,013
0,250

D = 0,283
89
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.10 Kesimpulan Analisis Gradasi Butiran


Analisis Gradasi Persentase
Diameter Lolos
Tahap Lolos
9,500 97,147
1 4,750 97,108
2,000 97,050
0,425 96,661
3
0,150 95,691
0,144 37,977
0,104 31,802
0,067 25,627
0,040 16,364
0,028 16,364
2
0,020 13,277
0,019 10,189
0,005 7,101
0,002 5,558
0,002 4,014

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

90
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Grafik Analisis Gradasi Butiran


120.000
100.000
80.000
60.000
Persentase
40.000
20.000
0.000
0.001 0.010 0.100 1.000 10.000
Diameter

`
Grafik 3.1 Grafik Analisis Gradasi Butiran

Tabel 3.11 Jenis Tanah


Particle larger than 2 mm 2,950 2,950
Fine sand 0.42 - 0.074 mm 0,388 3,339
Silt 0.074 - 0.002 mm 92,648 95,986
smaller than 0.002
Clay 4,014 100,000
mm

3.2.4.7 Kesimpulan dan Analisis


Sampel tanah yang digunakan diambil dari Jalan Kompol Pranoto
Kelapa Dua Cimanggis Depok. Setelah kami memperoleh data dari hasil
percobaan dan melakukan pengolahan data berdasarkan persamaan yang telah
diberikan pada petunjuk pelaksanaan praktikum. Diperoleh bahwa nilai persentase
91
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

lolos saringan tahap satu, dua, dan tiga sebagai hasil kesimpulan dari percobaan
analisis gradasi butiran.

3.2.5 Atterberg Limit


3.2.5.1 Batas Cair (Liquid Limit)
3.2.5.1.1 Maksud
Percobaan batas cair (liquid limit) ini dimaksudkan untuk menentukan
kadar air sampel tanah pada peralihan keadaan plastis dan keadaan cair dalam
perencanaan gedung.
92
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.5.1.2 Landasan Teori


Batas cair di definisikan sebagai kadar air yang paling rendah dimana
tanah berada dalam keadaan cair atas suatu keadaan dimana tanah berubah dari
keadaan cair menjadi keadaan plastis. Batas cair juga dinyatakan dalam persen
berat kering, dimana kedua penampang tanah yang hampir bersentuhan tetapi
tidak saling melimpah satu terhadap yang lain,ketika dalam cawan mengalami
pukulan dari arah bawah. Dalam pengujian ini hasilnya sangat dipengaruhi dari
unsur manusia.
Kadar air dinyatakan dalam persen dimana terjadi transisi dari
keadaan padat keadaan semi padat di definisikan sebagai batas susut. Kadar air
dimana transisi dari keadaan plastis dinamakan batas plastis, dan dari keadaan
plastis ke keadaan cair disebut batas cair, Batas-batas ini dikenal juga sebagai
batas Atterberg. Nilai batas cair tanah (LL) dapat dilihat dari besaran kadar air
dalam persen yang ditentukan dari 25 pukulan pada pengujian batas cair.

3.2.5.1.3 Peralatan
Peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan batas cair (liquid
limit) adalah:

1. Liquid limit device


2. ASTM grooving tool
3. Cassagrande grooving tool
4. Glass Plate
5. Tin box
6. Porcelain dish
7. Spatula
8. Sieve No. 40
9. Pan and Cover
10. Wash Bottle

93
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.6 Peralatan Percobaan Liquid Limit

3.2.5.1.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan Batas Cair (Liquid Limit) prosedur percobaan yang
harus dilakukan adalah:
1. Prosedur Percobaan
a. Membersihkan mangkok batas cair dari kotoran yang menempel.
b. Mengatur tinggi jatuh mangkok. Kemudian mengendurkan kedua baut
penjepit lalu putar tuas pemutar sampai posisi mangkok mencapai tinggi
maksimum. Memutar baut belakang sehingga ujung tangkai alat pembaut
alur ASTM tepat masuk di antara dasar mangkok dan alas.
c. Mengambil sampel tanah sekitar 100 gram yang lolos saringan No. 40
lalu meletakkannya di dalam mangkok pengaduk.
d. Mengaduk sampel tanah tersebut sambil menambahkan air suling sedikit
demi sedikit dengan menggunakan spatula. Pengadukan harus dilakukan
dengan sempurna agar didapat campuran yang homogen.
e. Setelah didapat campuran yang homogen, mengambil sedikit demi
sedikit sampel tanah tersebut dengan spatula lalu memasukkannya ke
dalam mangkok batas cair. Meratakan permukaannya agar sejajar dengan
alas (mangkok dalam posisi menyentuh alas). Lapisan tanah yang paling
tebal adalah 1 cm.

94
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

f. Membuat alur dengan cara membagi dua benda uji dalam mangkok
tersebut menggunakan ASTM grooving tool melalui garis tengah
mangkok dengan posisi tegak lurus permukaan mangkok.
g. Memutar kuas dengan kecepatan 2 ketukan per detik (dalam 1 detik
mangkok jatuh dua kali) sampai kedua sisi tanah bertemu sepanjang 0,5
in (12,7 mm). Mencatat jumlah pukulan yang diperlukan.
h. Menentukan kadar air pada bagian yang bersinggungan.
i. Mengulangi prosedur d sampai h dengan kadar air yang berbeda
(minimal 3 kadar air)
2. Catatan
a. Proses persinggungan kedua sisi tanah harus terjadi karena aliran dan
bukan karena geseran antara tanah dan mangkok.
b. Selama berlangsungnya percobaan, kadar air harus dijaga konstan.
c. Untuk memperoleh hasil yang teliti, jumlah pukulan diambil antara 10
20, 20 30, 30 40.
3. Perhitungan
Untuk menentukan batas cair dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menggambarkan dalam bentuk grafik hasil-hasil yang diperoleh dari
pengujian tersebut berupa nilai-nilai kadar air dan jumlah pukulan-
pukulan merupakan skala horisontal dengan skala logaritma.
b. Membuat garis lurus melalui titik tersebut, menentukan nilai batas cair
benda uji tersebut berdasarkan kadar air pada jumlah pukulan ke-25.
Apabila titik-titik yang diperoleh tidak satu garis lurus, dan membuat
garis yang melalui titik berat dari titik-titik tersebut.

3.2.5.1.5 Hasil Pemerikasaan


Pemeriksaan batas cair (liquid limit) yang dilakukan di laboratorium
dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada petunjuk
pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan batas cair dilakukan pengujian
pada sampel tanah yang didapatkan dari tanah lapangan yang berlokasi di Jalan
Kompol Pranoto Kelapa Dua Cimanggis Depok. Dan didapatkan nilai kadar air
rata-rata sebagai hasil dari perhitungan pemeriksaan batas cair, dan untuk
mendapatkan nilai liquid limit dengan cara membuat grafik hubungan antara

95
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

jumlah ketukan dengan kadar air rata-rata. Untuk hasil pemeriksaan batas cair
(liquid limit) dapat dilihat pada Tabel 3.12 dan Grafik 3.2.

96
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompo


: 26/97 Dikerjakan :
No. k3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal Pemeriksaan :

Tabel 3.12 Hasil Pemeriksaan Batas Cair (Liquid Limit)


Liquid Limit (LL)
Jumlah Ketukan 10 20 20 30 30 40
Jumlah Ketukan 18 30 31
No. Tin Box I II III IV V VI VII VIII
Berat Tin Box (gram) 11,000 9,000 8,000 9,000 10,000 14,000 14,000 8,000
Berat Tin Box + Tanah Basah (gram) 21,000 16,000 18,000 22,000 15,000 15,000 19,000 12,000
Berat Tin Box + Tanah Kering (gram) 16,500 12,900 14,200 17,200 13,000 12,400 17,800 10,700
Berat Air = D E (gram) 4,500 3,100 3,800 4,800 2,000 2,600 1,200 1,300
Berat Tanah Kering = E C (gram) 5,500 3,900 6,200 8,200 3,000 2,400 3,800 2,700
F
100% 108,33
G 81,818 79,487 61,290 58,537 66,667 31,579 48,148
3
Kadar Air (w) = %
Rata-rata % 74,199 77,846 53,848
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus G Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua
Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

97
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Liquid Limit (LL)


80

75

70

65

60

55

50
10 100

Grafik 3.2 Pemeriksaan Batas Cair (Liquid Limit)

3.2.5.2

98
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.5.1.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan batas cair
(liquid limit) adalah:
Contoh Perhitungan :
Berat Tin Box = 11,000 gram
Berat Tin Box + Tanah Basah = 21,000 gram
Berat Tin Box + Tanah Kering = 16,500 gram
Berat Air = (Berat Tin Box + Tanah Basah) (Berat Tin
Box + Tanah Kering)
= 21,000 16,500
= 4,500 gram
Berat Tanah Kering = (Berat Tin Box + Tanah Basah) (Berat Tin
Box)
= 16,500 11,000
= 5,500 gram
Berat Air
100%
Berat Tanah Kering
Kadar Air =
4,500
100%
5,500
=
= 81,818%

3.2.5.1.7 Kesimpulan dan Analisis


Sampel tanah yang digunakan diambil dari Jalan Kompol Pranoto
Kelapa Dua Cimanggis Depok. Setelah kami memperoleh data dari hasil
percobaan dan melakukan pengolahan data berdasarkan persamaan yang telah
diberikan pada petunjuk pelaksanaan praktikum. Diperoleh nilai kadar air rata-rata
untuk masing-masing jumlah ketukan, untuk ketukan 10-20 sebesar 74,199%,
ketukan 20-30 sebesar 77,846%, dan ketukan 30-40 sebesar 53,848% sebagai
hasil dari percobaan liquid limit.

99
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.5.2 Batas Plastis (Plastic Limit)


3.2.5.2.1 Maksud
Percobaan batas plastis (plastic limit) dimaksudkan untuk menentukan
kadar air sampel tanah pada peralihan keadaan semi padat dan keadaan plastis
dalam perencanaan gedung.

3.2.5.2.2 Landasan Teori


Batas Plastis didefinisikan sebagai kadar air yang dinyatakan dalam
persen, dimana tanah apabila digulung sampai dengan diameter 1/8 in (3,2 mm)
menjadi retak-retak. Batas plastis merupakan batas terendah dari tingkat
keplastisan suatu tanah. Cara pengujiannya adalah dengan cara menggulung
massa tanah berukuran elipsoida dengan telapak tangan di atas kaca datar (Braja
M. Das, 1998).
Indeks Plastisitas (Plasticity Index atau PI) adalah perbedaan antara
batas cair dan batas plastis suatu tanah, atau
PI = LL PL
Dimana : PI = Plasticity Index
LL = Liquid Limit
PL = Plastic Limit

3.2.5.2.3 Peralatan
Peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan batas plastis
(plastic limit) adalah:
1. Glass plate
2. Reference Rod
3. Tin box
4. Spatula
5. Porcelain dish
6. Sieve No. 40
7. Pan and Cover
8. Wash Bottle

100
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.7 Peralatan Percobaan Plastic Limit

3.2.5.2.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan Batas Plastis (Plastic Limit) prosedur percobaan yang
harus dilakukan adalah:
1. Mengambil sampel tanah kurang lebih 20 gram yang lolos saringan No. 40
lalu meletakkan di atas plat kaca pengaduk. Menggunakan spatula untuk
mengaduk sehingga didapat campuran yang homogen.
2. Setelah didapat campuran yang homogen, membuat bola-bola tanah seberat
kurang lebih 8 gram kemudian memilinnya.
3. Pemilinan dilakukan terus sampai tanah tersebut membentuk batang tanah
dengan diameter 1/8 in. Bila sebelum mencapai diameter 1/8 in tanah sudah
retak, maka menyatukan kembali benda uji lalu menambahkan sedikit air
suling untuk memperbesar kadar airnya.

101
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

4. Bila setelah mencapai diameter 1/8 in tanah belum retak, membiarkan


batang tanah tersebut beberapa saat di udara terbuka supaya kadar airnya
berkurang karena penguapan.
5. Setelah kadar airnya berubah diaduk terus sampai homogen, lalu memilin
sampel kembali sehingga terjadi retakan tepat pada saat diameternya
mencapai 1/8 in.
6. Menentukan kadar air pada prosedur 4, kadar air ini disebut Batas Plastis.

3.2.5.2.5 Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan batas plastis (platic limit) yang dilakukan di laboratorium
dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada petunjuk
pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan batas plastis dilakukan
pengujian pada sampel tanah yang didapatkan dari tanah lapangan yang berlokasi
di Jalan Kompol Pranoto Kelapa Dua Cimanggis Depok. Dan didapatkan nilai
kadar air dari tiga tanah yang dipilin sebagai hasil dari perhitungan pemeriksaan
batas plastis, dan untuk mendapatkan nilai plastic limit dengan cara membuat
merata-ratakan kadar air dari ketiga tanah yang dipilin. Untuk hasil pemeriksaan
batas plastic (plastic limit) dapat dilihat pada Tabel 3.13.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis,
Depok

102
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.13 Pemeriksaan Batas Plastis (Plastic Limit)


Plastic Limit (PL)
A Nomor Tin Box I II III
(gram
9,500 8,400 10,5
B Berat Tin Box )
(gram
10,800 13,700 11,4
C Berat Tin Box + Tanah Basah )
(gram
10,300 12,100 11
D Berat Tin Box + Tanah Kering )
(gram
E Berat Air = C D ) 0,500 1,600 0,400
(gram
0,800 3,700 0,500
F Berat Tanah Kering = D B )
E
100%
G F 62,500 43,243 80,000
Kadar air (w) = (%)
Plastic Limit (PL) 61,914

103
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.5.2.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan batas plastis
(plastic limit) adalah:
Contoh Perhitungan :
Berat Tin Box = 9,500 gram
Berat Tin Box + Tanah Basah = 10,800 gram
Berat Tin Box + Tanah Kering = 10,300 gram
Berat Air = (Berat Tin Box + Tanah Basah) (Berat Tin
Box + Tanah Kering)
= 10,800 10,300
= 0,500 gram
Berat Tanah Kering = (Berat Tin Box + Tanah Kering) (Berat Tin
Box)
= 10,300 9,500
= 0,800 gram
Berat Air
100%
Berat Tanah Kering
Kadar Air =
0,500
100%
0,500
=
= 62,500%

3.2.5.2.7 Kesimpulan dan Analisis


Sampel tanah yang digunakan diambil dari Jalan Kompol Pranoto
Kelapa Dua Cimanggis Depok. Setelah kami memperoleh data dari hasil
percobaan dan melakukan pengolahan data berdasarkan persamaan yang telah
diberikan pada petunjuk pelaksanaan praktikum. Diperoleh nilai kadar air untuk
masing-masing tanah yang dipilin, untuk tin box 1 sebesar 62,500%, tin box 2
sebesar 43,243%, dan tin box 3 sebesar 80,000%. Dan kadar air rata-rata dari

104
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

ketiga kadar air tersebut merupakan nilai percobaan plastic limit yaitu sebesar
61,914%.
3.2.5.3 Batas Susut (Shrinkage Limit)
3.2.5.3.1 Maksud
Percobaan batas susut (shrinkage limit) dimaksudkan untuk
menentukan kadar air sampel tanah pada batas keadaan semi padat dan keadaan
padat dalam perencanaan gedung.

3.2.5.3.2 Landasan Teori


Suatu tanah akan mengalami penyusutan apabila air yang
dikandungnnya secara perlahan-lahan hilang dari dalam tanah. Dengan hilangnya
air secara terus menerus, tanah akan mencapai suatu tingkat keseimbangan dimana
penambahan kehilangan air tidak akan menyebabkan perubahan volume. Kadar
air dinyatakan dalam persen, dimana perubahan volume suatu massa tanah
berhenti didefenisikan sebagai batas susut. (shrinkage limit).

3.2.5.3.3 Peralatan
Peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan Batas Susut
(Shrinkage Limit) adalah:
1. Prong plate
2. Monel dish
3. Crystallizing dish
4. Cawan petri
5. Mercury
6. Porcelain dish

105
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.8 Peralatan Percobaan Shrinkage Limit

3.2.3.5.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan batas susut (shrinkage limit) prosedur percobaan yang
harus dilakukan adalah:
1. Prosedur percobaan
a. Menyiapkan sampel tanah yang lolos saringan No. 40 kurang lebih 30
gram.
b. Meletakkan sampel tanah tersebut dalam porcelain dish, menambahkan
air suling secukupnya untuk mengisi pori-pori tanah. Banyaknya air yang
dibutuhkan agar tanah mudah diaduk kira-kira lebih sedikit daripada
kadar air batas cair.
c. Mengisi sepertiga bagian monel dish dengan pasta tanah yang telah
dipersiapkan, lalu mengetuk-ngetuk bagian pinggir monel dish dengan
ringan sehingga pasta tanah mengalir ke samping dan memadat dengan
sendirinya.
d. Melakukan hal yang sama untuk lapisan berikutnya, sehingga pasta tanah
mengisi monel dish dengan padat dan tidak ada gelembung-gelembung
udara yang terperangkap.
e. Memotong tanah yang berlebihan dengan spatula.
f. Membersihkan bagian luar monel dish lalu menimbangnya (A).

106
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

g. Mendiamkan monel dish yang berisi pasta tanah tersebut di udara terbuka
sehingga terjadi penguapan lalu memasukkan sampel ke dalam oven
selama 24 jam pada suhu 110oC.
h. Setelah kering, memasukkannya dalam desikator dan setelah dingin
menimbangnya (B).
i. Menimbang monel dish yang telah dibersihkan (C).
j. Mengukur volume monel dish dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Mengisi monel dish dengan mercury sampai meluap kemudian
menekannya dengan plat kaca yang berada di atasnya dengan kuat
sehingga kelebihan mercury akan keluar.
2) Menimbang monel dish berikut mercury (D).
3) Menghitung volume monel dish yaitu berat mercury (D C) dibagi
13,6 gram/cm3.
k. Mengukur volume tanah kering dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menempatkan crystallizing dish pada cawan petri besar.
2) Mengisi crystallizing dish dengan mercury sampai meluap.
3) Meletakan prong plate di atas crystallizing dish lalu menekannya
sehingga kelebihan mercury akan keluar dan menampungnya dalam
cawan petri besar.
4) Mengangkat crystallizing dish dari dalam cawan petri besar kemudian
memindahkan mercury dalam cawan petri besar ke dalam botol
penyimpanan.
5) Membersihkan cawan petri dari mercury yang tersisa lalu
menimbangnya.
6) Meletakkan kembali crystallizing dish tadi dalam cawan petri
kemudian meletakkan sampel tanah yang sudah kering di atasnya.
7) Menekan sampel tanah tersebut menggunakan prong plate sampai
tenggelam. Jangan sampai ada udara yang terperangkap di bawah
prong plate.
8) Menimbang cawan petri yang berisi tumpahan mercury tersebut.
9) Menghitung volume mercury yang tumpah. Volume ini sama dengan
volume tanah kering.
2. Catatan
Pada waktu menekan prong plate, mercury yang berlebih harus keluar.

3.2.3.5.5 Hasil Pemeriksaan

107
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Pemeriksaan batas susut (shrinkage limit) yang dilakukan di


laboratorium dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan pada
petunjuk pelaksanaan praktikum. Dimana pada pemeriksaan batas susut dilakukan
pengujian pada sampel tanah yang didapatkan dari tanah lapangan yang berlokasi
di Jalan Kompol Pranoto Kelapa Dua Cimanggis Depok. Dan didapatkan data-
data berat tanah basah dan berat tanah kering yang kemudia diolah untuk
mendapatkan nilai kadar air dan nilai batas susut. Untuk hasil pemeriksaan batas
susut (shrinkage limit) dapat dilihat pada Tabel 3.14.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis,
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.14 Hasil Pemeriksaan Batas Susut (Shrinkage Limit)


No Shrinkage Limit (SL)
A Berat Monel Dish (gram) 10,000
B Berat Monel Dish + Tanah Basah (gram) 38,000

108
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

C Berat Monel Dish + Tanah Kering (gram) 27,600


D Berat Tanah Basah = C B (gram) 28,000
E Berat Tanah Kering = D B (gram) 17,600
F Berat Air = C D (gram) 10,400
G Volume Tanah Basah (gram) 15,331
H Volume Tanah Kering (gram) 14,559
G
100%
I F (%) 59,091
Kadar Air (w) =
GH
I 100%
J E (%) 54,704
SL =

109
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.2.3.5.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan batas susut
(shrinkage limit) adalah:
Berat tanah kering = 17,600 gram
Berat air = 10,400 gram
Volume tanah basah = 15,331 gram
Volume tanah kering = 14,559 gram
Volume Tanah Basah
100%
Berat Air
Kadar air (w) =
15,331
100%
10,400
=
= 59,091%

Shrinkage Limit (SL) =

Volume Tanah Basah Volume Tanah Kering


Kadar air 100%
Berat Tanah Kering

15,331 14,559
59,091 100%
17,600
=
= 54,704%

3.2.3.5.7 Kesimpulan dan Analisis


Sampel tanah yang digunakan diambil dari Jalan Kompol Pranoto
Kelapa Dua Cimanggis Depok. Setelah kami memperoleh data dari hasil
percobaan dan melakukan pengolahan data berdasarkan persamaan yang telah
diberikan pada petunjuk pelaksanaan praktikum. Diperoleh nilai kadar air sebesar
59,091% dan nilai batas susut pada pengujian sebesar 54,704%.

3.3 ENGINEERING PROPERTIES TEST


110
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.3.1 Uji Geser Langsung (Direct Shear Test)


3.3.1.1 Maksud
Pengujian uji geser langsung (direct shear test) dimaksudkan sebagai
acuan dan pegangan dalam pengujian laboratorium geser dengan cara uji langsung
terkonsolidasi dengan dreinase pada uji tanah dan bertujuan untuk memperoleh
parameter kekuatan geser tanah terganggu atau tanah tidak terganggu yang
terkonsolidasi, dan uji geser dengan diberi kesempatan berdrainase dan kecepatan
gerak tetap.

3.3.1.2 Landasan Teori


Suatu percobaan untuk memperoleh kuat geser tanah dengan
percobaan geser langsung. Dimana tahanan geser diukur pada suatu cicin uji
(proving ring),dan harga maksimum adalah kekuatan geser tanah pada bidang
keruntuhan. Kuat geser tanah ini diperoleh dengan contoh tanah yang dibebani
bermacam-macam beban tekan dan digambar suatu grafik dari tegangan geser
terhadap tegangan tekan, biasanya memberikan suatu grafik garis lurus.

3.3.1.3 Peralatan
1. Alat geser langsung
2. Ring cetakan benda uji
3. Extruder
4. Pisau Pemotong
5. Stop watch
6. Proving ring
7. Dial Pembacaan horisontal dan vertikal

111
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.9 Peralatan Percobaan Geser Langsung

3.3.1.4 Prosedur Percobaan


Pada Uji Geser Langsung (Direct Shear Test), prosedur percobaan
yang harus dilakukan adalah:
1. Menyiapkan benda uji dengan kriteria sebagai berikut :
a. Diamater minimum benda uji berbentuk lingkaran sekitar 50 mm.
b. Diameter benda uji yang dipotong dari tabung contoh minimal 5mm lebih
kecil dari diameter tabung contoh.
c. Tebal minimum benda uji kira-kira 12,5 mm namun tidak kurang dari 6
kali diameter butiran maksiumum.
d. Diameter benda uji berbanding 2 : 1.
2. Menyiapkan bahan penunjang yang diperlukan yaitu air suling atau air
bersih bebas dari limbah dan suspense lumpur.
3. Mengukur diameter dalam dan tinggi cicin cetak (D) sampai keterlitian 0,1
mm kemudian timbang berat cincin cetak dengan ketelitian 0,01 gram.
4. Mencetak benda dari tabung contoh, ratakan bagian atas dan bawah dengan
pisau atau gergaji kawat.
5. Menimbang benda uji tersebut dengan ketelitian 0,01 gram.
6. Mengeluarkan kotak geser dari baik airnya, dan memasang baut pengunci
agar kotak geser bagian bawah dan atasnya menjadi satu.
7. Memasukan plat dasar pada bagian bawah dari kotak geser, dan memasang
batu pori diatasnya.
8. Memasang plat berlubang yang beralur dengan alur menghadap keatas serta
arah alur harus tegak lurus bidang pergeseran

112
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

9. Memasukan kembali kotak geser dalam bak air dan mengatur kedudukan
kotak geser dengan mengencangkan kedua baut penjepitnya.
10. Mengeluarkan benda uji dari cetakan dengan alat extruder, kemudian
memasukannya kedalam kotak geser.
11. Memasang batu pori yang diatasnya terdapat alur landasan untuk
pembebanan tepat diatas benda uji.
12. Memasang rangka pembebanan vertikal, menangkat ujung lengannya agar
rangka dapat diatur dalam posisi vertikal (posisi pengujian).
13. Memasang dial untuk pengukuran dial gerak vertikal, serta pada posisi nol.
14. Memasang dial untuk pengukuran gerak horisontal, mengatur kedudukan
dial agar menyentuh bak air, jarum dial pada posisi nol.
15. Menjenuhkan benda uji dengan cara mengisi bak dengan air hingga benda
uji dan batu pori terendam seluruhnya.
16. Memberikan beban normal pertama sesuai beban yang diperlukan.
17. Memutar engkol pendorong, sehingga tanah mulai menerima beban geser.
Membaca dial proving ring dan dial pergeseran tiap 15 detik, sampai
tercapai beban maksimum atau deformasi 10% diameter benda uji.
18. Memberikan beban normal pada benda uji kedua, sebesar dua kali beban
normal pertama dengan mengulangi prosedur 2 sampai 15.
19. Untuk pengujian ketiga beban normal yang diberikan tiga kali beban normal
pertama, dan urutan pengujian sama dengan diatas.
20. Setelah dilakukan pembacaan dial, mengeluarkan contoh tanah dari dalam
kotak geser kemudian menghitung atau menimbang berat tanahnya.

3.3.1.5 Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan di laboratorium dilakukan berdasarkan cara-cara yang
tertera pada modul. Berikut merupakan tabel pemeriksaan pengujian kuat geser
langsung. Setelah dilakukan percobaan pada sampel tanah, didapatkan data-data
kuat geser langsung. Data tersebut dimasukkan ke dalam Tabel 3.19 untuk
memudahkan analisis.

113
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 51/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
114
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tabel 3.19 Pengujian Kuat Geser Langsung (Direct Shear Test)


P2 = 2 kg P3 = 3 kg
2 = 0,063352 kg/cm2 3 = 0,095028 kg/cm2
Pembacaan Gaya Tegangan Pembacaan Gaya Tegangan
Dial Geser Geser Dial Geser Geser
0 0 0 0 0 0
5 6,604147 0,209194 2,5 3,302074 0,104597
8 10,56664 0,33471 4,5 5,943733 0,188274
7 9,245806 0,292871 6 7,924977 0,251032
8,5 11,22705 0,355629 6 7,924977 0,251032
8,5 11,22705 0,355629 6 7,924977 0,251032
7 9,245806 0,292871 7 9,245806 0,292871
6,5 8,585392 0,271952 7,5 9,906221 0,31379
7 9,245806 0,292871 8 10,56664 0,33471
6,5 8,585392 0,271952 8,5 11,22705 0,355629
6,5 8,585392 0,271952 9 11,88747 0,376548
6,2 8,189143 0,2594 9 11,88747 0,376548
5 6,604147 0,209194 8,5 11,22705 0,355629
5 6,604147 0,209194 7,5 9,906221 0,31379
4,5 5,943733 0,188274 7 9,245806 0,292871
4 5,283318 0,167355 7 9,245806 0,292871
3 3,962488 0,125516 7 9,245806 0,292871

0,355629 0,376548

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 51/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

115
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Pengujian Geser Langsung


0.4

0.38
f(x) = 0.99x + 0.29
0.36 R = 0.96

0.34

0.32

0.3

0.28
0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1

Grafik 3.21 Pengujian Geser Langsung

3.3.1.6 Perhitungan
Perhitungan dan analisis hasil dari percobaan Kuat Geser Langsung
(Direct Shear Test) adalah:

Beban = 1,000 kg

Beban
=
Luas Sample
Tegangan Normal()

116
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

1,000
31,172
=

= 0,032 kg/cm2

Pembacaan Dial
Konstanta Pr oving Ring
Gaya Geser =

8,000
0,757
=

= 10,567

Gaya Geser
Luas Sampel
Tegangan Geser =

10,567
31,172
=

= 0,339 kg/cm2

3.3.1.7 Kesimpulan dan Analisis


Berdasarkan hasil pengujian laboratorium untuk engineering
properties pada percobaan uji geser langsung didapat nilai kohesi sebesar 0,324

kg/cm2 dan sudut geser dalam sebesar 82,808o

3.3.2 Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)


3.3.2.1 Maksud

117
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Percobaan kuat tekan bebas (unconfined compression test) mencakup


penentuan tekan bebas tanah kohesif pada kondisi tanah asli (undisturbed)
maupun tanah yang dipadatkan/dibuat (remolded).

3.3.2.2 Landasan Teori


Metode pengujian ini meliputi penentuan nilai kuat tekan bebas
(unconfined comprenssives strength test) untuk tanah kohesif, dari benda uji asli
(undisturbed) maupun buatan (remoulded or recompacted samples).
Kuat tekan bebas (qu) ialah besarnya beban aksial persatuan luas pada
saat benda uji mengalami keruntuhan (beban maksimum), atau bila regangan
aksial telah mencapai 20%.

3.3.2.3 Peralatan
Adapun peralatan-peralatan yang digunakan dalam kuat tekan bebas
(Unconfined Compression Test) adalah:
1. Mesin penekan
2. Tabung penuh dan tabung pecah
3. Alat pengeluar contoh (extruder)
4. Proving ring dan dial deformasi
5. Stopwatch
6. Oven
7. Timbangan
8. Pisau perata
9. Jangka sorong

Gambar 3.10 Peralatan Percobaan Kuat Tekan Bebas


118
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

BENDA UJI
1. Ukuran Benda Uji
a. Benda uji yang digunakan memiliki diameter minimum 1,3 inchi (3,3
mm) apabila ukuran maksimum partikel benda uji lebih kecil dari 1/10
diameter benda uji.
b. Untuk benda uji yang diameter minimalnya 2,8 inchi (7,1 mm) atau
lebih, maka digunakan apabila ukuran partikel maksimum lebih kecil dari
1/6 diameter benda uji.
c. Tinggi contoh dibuat 2 dan 3 kali diameternya.
2. Benda Uji Asli
a. Untuk menjamin keaslian benda uji keluarkan benda uji dari tabung
contoh asli, potong bagian contoh yang terdapat pada tepi tabung contoh
asli sepanjang 2 cm dorong benda uji pada tabung contoh asli sampai
masuk seluruhnya ke dalam tabung yang akan diuji, ratakan kedua
permukaan benda uji dengan pisau.
b. Ambil benda uji dari tabung contoh asli dengan memasang tabung yang
sesuai ukuran benda uji yang digunakan tepat ditengah-tengah.
c. Keluarkan benda uji yang telah tercetak dalam tabung dengan alat
pengeluar contoh. Tentukan berat benda uji tersebut.

3. Benda Uji Buatan


a. Siapkan tabung belah yang sudah diberi pelumas bagian dalamnya dengan
ukuran sesuai pada langkah pertama.
b. Siapkan benda uji dari contoh tanah asli atau dari contoh tanah terganggu.
Untuk benda uji dari contoh tanah asli, remas-remas dengan jari tangan
hingga terdapat berat isi seragam. Masukkan sedikit demi sedikit ke
dalam tabung belah dan padatkan. Pengisian terus dilakukan sampai
memenuhi isi tabung. Usahakan pemadatan benda uji menghasilkan
tingkat kepadatan yang sama.
c. Keluarkan benda uji tersebut dan tentukan beratnya.

3.3.2.4 Prosedur Percobaan

119
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

1. Menempatkan benda uji pada mesin penekan tepat di tengah-tengah plat


bagian bawah. Menurunkan plat bagian atas sampai menyentuh permukaan
benda uji.
2. Memutar dial benda maupun dial deformasi pada posisi nol.
3. Melakukan penekanan dengan nilai renggang 1/2 2 per menit dan catat nilai
beban dan deformasi yang terjadi setiap 30 detik.
4. Penekanan terus dilakukan hingga tidak ada lagi penambahan beban pada
penambahan renggang atau hingga mencapai renggang 20%.
5. Tentukan kadar air benda uji tersebut.
6. Gambarkan pola keruntuhan yang terjadi pada benda uji tersebut, dan ukur
sudut kemiringan keruntuhan.

PERAWATAN
1. Bila engkol pemutar tidak dapat diputar dengan lancar, buka box bagian gigi-
gigi penggerak, lalu tambahan stempel secukupnya.
2. Mur penjepit plat penekan atas harus selalu dalam keadaan kencang untuk
mencegah rusaknya drat akibat aus.
3. Untuk mesin penekan elektrik, periksa bagian dalamnya secara berkala.
Periksa dudukan motor, kencangkan baut-baut penjepitnya untuk mengurangi
getaran mesin.
4. Tambahkan oli pelumas pada speed reducer melalui lubang pengisian oli.
5. Ganti sabuk atau ban pemutar bila sudah aus/slip.
6. Bila terjadi kebocoran arus listrik, periksa kabel order atau ground atau
balikkan kedudukan seeker input.

3.3.2.5 Hasil Pemeriksaan


Pada hasil pemeriksaan di Laboratorium, hasil yang diperoleh
dilaporkan pada formulir yang tersedia sebagai berikut:
a. Nilai kekuatan tekan bebas.
b. Jenis benda uji asli, dipadatkan (remolded).
c. Perbandingan tinggi dan diameter benda uji.
d. Deskripsi visual jenis tanah, simbol, dan sebagainya.
e. Nilai rata-rata persen regangan untuk mencapai keruntuhan.

120
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Hasil Uji Sondir di lapangan ini dapat dilihat pada Tabel 3.20 dan 3.21
dan Grafik 3.20 dan 3.21.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.20 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test) Tanah
Terganggu
Tegangan
Regangan Beban Luas (Kg/cm)
Waktu
Pembacaa Reganga Regangan Pembacaa Beban Angka Luas
n Dial n Aktual (%) n Dial (Kg) Koreksi Koreksi
0 0 0 0 0 0 0 0 0
30 26 0,371 0 2 1,712 1 9,484 0,181
60 52 0,743 1 4 3,424 1,005 9,532 0,359
121
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

90 78 1,114 2 6,500 5,564 1,010 9,579 0,581


120 105 1,500 3 8,500 7,276 1,020 9,674 0,752
150 129 1,843 4 11 9,416 1,031 9,778 0,963
180 155 2,214 5 13 11,128 1,042 9,883 1,126
12,84
210 186 2,657 6 15 1,053 9,987 1,286
0
14,55
240 208 2,971 7 17 1,064 10,091 1,442
2
16,26
270 233 3,329 8 19 1,075 10,195 1,595
4
17,97
300 257 3,671 9 21 1,087 10,309 1,744
6
19,26
330 283 4,043 10 22,500 1,099 10,423 1,848
0
20,54
360 309 4,414 11 24 1,111 10,537 1,950
4

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 51/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.20 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test) Tanah
Terganggu (lanjutan)
22,25
390 336 4,800 12 26 1,123 10,651 2,090
6
420 362 5,171 13 27 23,112 1,137 10,784 2,143
24,39
450 390 5,571 14 28,500 1,149 10,897 2,239
6
122
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

25,25
480 417 5,957 15 29,500 1,162 11,021 2,291
2
25,68
510 444 6,343 16 30 1,177 11,163 2,300
0
25,68
468 6,686 17 30 1,190 11,286 2,275
0
26,10
496 7,086 18 30,500 1,205 11,428 2,284
8
26,53
524 7,486 19 31 1,210 11,476 2,312
6

Macam Diameter Tinggi Luas Isi Berat Berat Kadar


Tanah Contoh Contoh Contoh Conto Contoh Isi Air
(cm) (cm) (cm) h (gr) Contoh Contoh
(cm) (gr/cm (%)
)
Terganggu 3 7 9,484 66,389 117 1,762 38,790

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

123
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tanah Terganggu
2.500
f(x) = - 0.04x^2 + 0.65x - 0.08
2.000 R = 1

1.500
Tanah Terganggu
Tegangan Polynomial (Tanah Terganggu)
1.000

0.500

0.000
0.000 2.000 4.000 6.000 8.000

Regangan

Grafik 3.20 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)


Tanah Terganggu

124
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 53/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.31 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test) Tanah
Asli
Teganga
Regangan Beban Luas n
Wakt
(Kg/cm)
u Pembacaa Regangan Reganga Pembacaa Beban Angka Luas
n Dial n (%) n Dial (Kg) Koreksi Koreksi
0 0 0 0 0 0 0 0 0
30 31 0,451 0,500 1,500 1,284 1 5,403 0,237
60 61 0,887 1 2 1,712 1,005 5,430 0,315
90 91 1,323 2 3 2,568 1,010 5,457 0,470
120 119 1,730 3 3,500 2,996 1,020 5,511 0,543
150 147 2,137 4 4 3,424 1,031 5,571 0,614
180 177 2,573 5 4,500 3,852 1,042 5,630 0,684
210 205 2,980 6 5 4,28 1,053 5,689 0,752
240 230 3,343 7 6 5,136 1,064 5,749 0,893
270 251 3,648 8 6,500 5,564 1,075 5,808 0,957
300 278 4,041 9 7 5,992 1,087 5,873 1,020
330 304 4,419 10 7,500 6,42 1,099 5,938 1,081
360 332 4,826 11 8 6,848 1,111 6,003 1,140
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

125
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.31 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test) Tanah
Asli (lanjutan)

390 360 5,233 12 9 7,704 1,123 6,068 1,269


420 390 5,669 13 9,500 8,132 1,137 6,143 1,323
450 407 5,916 14 10 8,56 1,149 6,208 1,378
480 444 6,453 15 11 9,416 1,162 6,278 1,499
510 469 6,817 16 11,500 9,844 1,177 6,359 1,547
10,27
540 494 7,180 17 12 1,190 6,430 1,597
2
570 523 7,602 18 13 11,128 1,205 6,511 1,709
600 553 8,038 19 13,500 11,556 1,210 6,538 1,767
630 585 8,503 20 14 11,984 1,234 6,667 1,797

Isi
Diameter
Macam Tinggi Luas Conto Berat Berat Isi
Contoh
Tanah Contoh Contoh h Contoh Contoh Kadar Air
(cm)
(cm) (cm) (cm) (gr) (gr/cm) Contoh (%)
Asli 3,500 6,880 5,403 37,176 98,500 2,649 32,928
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 54/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

126
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tanah Asli
2
f(x) = - 0.01x^2 + 0.26x + 0.08
1.5 R = 1

1 Tanah Asli Polynomial (Tanah Asli)


Tegangan

0.5

0
0.000 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000
Regangan

Grafik 3.31 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)


Tanah Asli

3.3.2.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari Uji Kuat Tekan Bebas
(Unconfined Compression Test) adalah:
1. Perhitungan
a. Hitung nilai regangan aksial selama beban diberikan sebagai berikut:
L

L0

dimana: = Regangan aksial


L = Perbedaan tinggi benda uji
L0 = Tinggi benda uji mula-mula

127
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

b. Hitung luas permukaan benda uji hasil koreksi selama beban diberikan
sebagai berikut:
A0
A
1

dimana: A0 = Luas permukaan benda uji


= Regangan aksial
c. Tentukan regangan yang terjadi yang merupakan beban per satuan luas,
sebagai berikut:
P
c
A

dimana: c = Tegangan per satuan luas


P = Beban yang diberikan
A = Luas permukaan benda uji terkoreksi
d. Buatlah grafik hubungan antara tegangan pada skala ordinat dengan
regangan pada skala absis. Tentukan dari grafik tersebut nilai tegangan
yang maksimum atau nilai tegangan pada regangan 20%. Nilai tersebut
merupakan nilai kekuatan tekan bebas (Unconfined Compression
Strength) benda uji.

Contoh Perhitungan:
Tabel Remolded
Beban (kg) = Pembacaan dial Kalibrasi
= 2,000 0,856
= 1,712 kg

Luas koreksi (cm2) = Luas contoh Angka koreksi


= 9,484 1,000
= 9,484

128
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Beban

Luas Koreksi
1,712

9,484
0,181
= 9,484 cm2
Tegangan (kg/cm2)

Tabel Undisturbed
Beban (kg) = Pembacaan dial Kalibrasi
= 1,500 0,856
= 1,284

Luas koreksi (cm2) = Luas contoh Angka koreksi


= 5,404 1,000
= 5,404
Beban

Luas Koreksi
1,284

5,404
0,238

Tegangan (kg/cm2)

3.3.2.7 Kesimpulan dan Analisis


129
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Pada pengujian tanah terganggu dapat dilihat dalam tabel ketika tanah
yang diujikan mengalami regangan hanya sampai 19,000% sehingga mampu
menahan beban seberat 26,536 kg dan memiliki luas koreksi 11,476 dan
mendapatkan tegangan sebesar 2,312. Sedangkan untuk tanah asli mampu
mengalami regangan sampai 20,000% sehingga mampu menahan beban seberat
11,984 kg dan memiliki luas koreksi 6,668 dan mendapatkan tegangan sebesar
1,797. Hal ini membuktikan bahwa tanah terganggu lebih besar mengalami
regangan dan sanggup menahan beban yang lebih berat sehingga mendapatkan
tegangan yang lebih besar daripada tanah asli.

3.3.3 Uji Konsolidasi


130
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.3.3.1 Maksud
Pengujian ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam melakukan
pengujian untuk mengetahui sifat-sifat pemampatan dan penurunan tanah pada
saat dibebani.

3.3.3.2 Landasan Teori


Konsolidasi adalah proses mengalirnya air pori dari lapisan tanah
yang jenuh air dan disertai dengan mengecilnya volume tanah akibat adanya
penambahan beban vertikal diatasnya. Pada kenyataannya konsolidasi bisa
diartikan pula sebagai penurunan (settlement). Konsolidasi terjadi apabila
memenuhi syarat-syarat :
1. Tanah dalam keadaan jenuh air.
2. Adanya beban di atasnya.
3. Adanya air yang mengalir.
Pengujian ini merupakan pengujian satu dimensi, dimana beba yang
bekerja hanya satu arah yaitu arah vertikal. Adapun tujuan dari pengujian ini
adalah untuk menentukan parameter-parameter konsolidasi, yaitu Koefisien
Konsolidasi (Cv) dan Koefisien Kompresi (Cc) yang terjadi akibat adanya tekanan
yang bekerja pada tanah tersebut.

3.3.3.3 Peralatan
Adapun peralatan-peralatan yang digunakan dalam Uji Konsolidasi
adalah:
1. Alat konsolidasi
2. Cetakan benda uji
3. Extruder
4. Stop watch
5. Timbangan
6. Oven

131
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.11 Peralatan Percobaan Konsolidasi

3.3.3.4 Prosedur Percobaan


Pada Uji Konsolidasi (Consolidation Test) prosedur percobaan yang
harus dilakukan adalah:
1. Membersihkan dan mengeringkan cetakan benda uji, kemudian
menimbangnya.
2. Menyiapkan benda uji dengan cara:
a. Mengeluarkan contoh tanah dari tabung sepanjang 1 cm dengan
menggunakan extruder tabung lalu memotong dan meratakan contoh
tanah tersebut.
b. Memasang cetakan di depan tabung contoh, lalu mengeluarkan contoh
tanah dengan extruder sehingga cetakan terisi penuh dengan tanah.
c. Meratakan tanah yang menonjol di kedua ujung cetakan benda uji dengan
pisau pemotong.
d. Memotong kelebihan tanah dengan hati-hati dan menentukan kadar air
bagian yang terpotong tersebut.
e. Menimbang cetakan tanah beserta tanah dan menentukan berat tanahnya
sendiri.
f. Mengeluarkan contoh tanah dari cetakan tanah dengan cara
mendorongnya dengan menggunakan besi pendorong.
3. Memasukkan benda uji tersebut ke dalam ring contoh dengan hati-hati
jangan sampai terjadi pematahan.
132
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

4. Memasang kertas saring pada bagian atas dan bawah sampel, kemudian
memasang batu pori pada bagian atas dan bawahnya.
5. Memasukkan sampel dalam sel konsolidasi.
6. Mengatur posisi palang penekan hingga tepat menyentuh bola baja.
7. Mengatur ketinggian baut penekan sehingga horisontal dengan cara
memutar span sekrup di bagian belakang.
8. Mengatur posisi dial reformasi dalam posisi tertekan, kemudian meng-
nolkan dial tersebut, Menahan lengan beban dengan palang penahan.
9. Memasang beban pertama yang menghasilkan tekanan pada benda uji
sebesar 1 kg.
10. Membaca deformasi tanah pada detik ke 0, 6, 10, 15, 30, kemudian menit ke
1, 2, 4, 8, 12, 15, 30 dan pada jam ke 1, 2, 4, 8, 16, 24.
11. Memasang beban kedua kemudian melakukan pembacaan sesuai prosedur
ke 10.
12. Melakukan hal yang sama untuk beban-beban yang lebih besar.
13. Setelah melakukan pembebanan maksimum, mengurangi beban dalam tahap
dua tahap sampai mencapai beban pertama. Membaca dial deformasi 5 jam
setelah pengurangan beban lalu mengurangi beban lagi. Melakukan
pembacaan kembali setelah 5 jam berikutnya.
14. Setelah mencatat pembacaan terakhir, segera mengeluarkan ring contoh dan
benda uji dari sel konsolidasi.
15. Mengeluarkan batu pori dan kertas saring.
16. Mengeluarkan benda uji dari dalam ring contoh lalu menimbang dan
menentukan berat keringnya.
17. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam percobaan ini adalah:
a. Untuk menjaga supaya tidak terjadi perubahan kadar air, benda uji harus
segera diperiksa dan diberi beban pertama.
b. Pada permulaan percobaan, batu pori harus benar-benar rapat pada
permukaan benda uji dan plat penekan, bola baja serta baut penekan harus
rapat satu sama lain. Jika hal ini tidak diperhatikan maka pada
pembebanan pertama kemungkinan diperoleh pembacaan penurunan yang
lebih besar daripada yang sesungguhnya.
c. Selama percobaan sel konsolidasi harus selalu terisi penuh dengan air.
d. Untuk tanah tertentu yang memiliki faktor swelling besar, kemungkinan
pada saat pembebanan pertama yang terjadi bukan penurunan melainkan
133
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

pengembangan. Dalam hal ini, segera memasang beban kedua untuk


menghentikan pengembangan tanah tersebut. Bila hal ini tidak menolong,
segera beri beban ketiga, dan seterusnya.

3.3.2.8 Hasil Pemeriksaan


Pemeriksaan di laboratorium dilakukan berdasarkan cara-cara yang
tertera pada modul. Berikut merupakan tabel pemeriksaan konsolidasi, beban,
angka pori dan koefisien pemampatan. Setelah dilakukan percobaan pada sampel
tanah, didapatkan data-data penurunan tanah. Data tersebut dimasukkan ke dalam
Tabel 3.22, Tabel 3.23, Tabel 3.24, Tabel 3.25, Tabel 3.26, Tabel 3.27, Tabel 3.28,
Tabel 3.29, dan Tabel 3.30 untuk memudahkan analisis.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 55/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

134
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tabel 3.32 Pemeriksaan Konsolidasi


KADAR AIR DAN BERAT ISI SEBELUM SESUDAH
A Berat ring/cawan (gr) 36,000 18,000
B Berat tanah basah + ring (gr) 91,700 73,000
C Berat tanah basah (gr) 55,700 55,000
E Berat tanah kering + cawan + ring (gr) 54,000
F Berat tanah kering (gr) 36,000
G Berat air (gr) 19,700 19,000
H Kadar air (%) 54,722 52,778
I Volume tanah basah /ring (cm3) 27,965 23,727
J Berat isi basah (gr/cm3) 1,992 2,318
K Berat isi kering (gr/cm3) 1,287 1,517

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 56/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 1,000 kg
Tekanan = 0,00051 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

135
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tabel 3.33 Pemeriksaan Beban 1 kg


PEMBACAAN DIAL
Waktu t t0,5 Pembacaan
Tinggi
Dial 10-2 Penurunan
(Menit) (Menit) Akhir
mm
0 0,000 0,000 20,000 14,050 0,200
6 0,100 0,316 25,000 14,000 0,250
15 0,250 0,500 26,000 13,990 0,260
30 0,500 0,707 27,000 13,980 0,270
1 1,000 1,000 28,000 13,970 0,280
2 2,000 1,414 29,000 13,960 0,290
4 4,000 2,000 29,800 13,952 0,298
8 8,000 2,828 30,200 13,948 0,302
15 15,000 3,873 32,000 13,930 0,320

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 56/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 1,000 kg
Tekanan = 0,00051 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

Tabel 3.33 Pemeriksaan Beban 1 kg (lanjutan)


30 menit 30,000 5,477 32,800 13,922 0,328
1 jam 60,000 7,746 34,200 13,908 0,342

136
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

2 jam 120,000 10,954 33,000 13,920 0,330

4 jam 240,000 15,492 33,400 13,916 0,334


6 jam 25
385,000 19,621 33,600 13,914 0,336
menit
23 jam 8
1388 37,256 34,6 13,904 0,346
menit

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 57/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 1,000 kg
Tekanan = 0,00051 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

137
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

GRAFIK PENURUNAN TERHADAP AKAR WAKTU BEBAN 1KG


0.175
0.195
0.215
0.235
0.255
0.275
0.295
0.315
0.335
0.355
0.000 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000

Grafik 3.32 Penurunan Terhadap Akar Waktu

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 2,000 kg
Tekanan = 0,00102 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm
Tabel 3.34 Pemeriksaan Beban 2 kg
PEMBACAAN DIAL
Waktu t t0,5 Pembacaan Tinggi Penurunan

138
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Dial 10-2
(Menit) (Menit) Akhir
mm
13,80
0 det 0,000 0,000 45,000 0,450
0
13,73
6 det 0,100 0,316 52,000 0,520
0
13,69
15 det 0,250 0,500 56,000 0,560
0
13,66
30 det 0,500 0,707 59,000 0,590
0
13,65
1 menit 1,000 1,000 60,000 0,600
0
13,62
2 menit 2,000 1,414 62,400 0,624
6
13,60
4 menit 4,000 2,000 64,200 0,642
8
13,59
8 menit 8,000 2,828 66,000 0,660
0
13,58
15 menit 15,000 3,873 67,000 0,670
0
13,56
30 menit 30,000 5,477 68,500 0,685
5
13,55
1 jam 60,000 7,746 70,000 0,700
0
13,53
2 jam 120,000 10,954 72,000 0,720
0
21 jam 33 1293,00 13,52
35,958 73,000 0,730
menit 0 0
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 59/97 Dikerjakan :
No. 3
139
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 2,000 kg
Tekanan = 0,00102 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

GRAFIK PENURUNAN TERHADAP AKAR WAKTU BEBAN 2KG


0.400

0.450

0.500

0.550

0.600

0.650

0.700

0.750
0.000 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000

Grafik 3.33 Penurunan Terhadap Akar Waktu

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 60/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
140
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 4,000 kg
Tekanan = 0,00204 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

Tabel 3.35 Pemeriksaan Beban 4 kg


PEMBACAAN DIAL
Waktu t t 0,5
Pembacaan
Tinggi
(Menit Dial 10-2 Penurunan
(Menit) Akhir
) mm
0 det 0,000 0,000 105,000 13,200 1,050
6 det 0,100 0,316 115,000 13,100 1,150
15 det 0,250 0,500 118,000 13,070 1,180
30 det 0,500 0,707 122,000 13,030 1,220
1 menit 1,000 1,000 123,400 13,016 1,234
2 menit 2,000 1,414 126,000 12,990 1,260
4 menit 4,000 2,000 129,000 12,960 1,290
8 menit 8,000 2,828 132,000 12,930 1,320
15
menit 15,000 3,873 134,000 12,910 1,340
30
menit 30,000 5,477 136,000 12,890 1,360
1 jam 60,000 7,746 138,000 12,870 1,380
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 60/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 4,000 kg
141
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tekanan = 0,00204 kg/cm2


Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

Tabel 3.35 Pemeriksaan Beban 4 kg (lanjutan)


12,87
3 jam 180,000 13,416 138,000 0 1,380
21 jam
1290,00 12,82
30 35,917 143,000 1,430
0 0
menit

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 60/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
142
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 4,000 kg
Tekanan = 0,00204 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

GRAFIK PENURUNAN TERHADAP AKAR WAKTU BEBAN 4KG


1.000
1.050
1.100
1.150
1.200
1.250
1.300
1.350
1.400
1.450
1.500
0.000 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000

Grafik 3.34 Penurunan Terhadap Akar Waktu

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat : 60/97 Dikerjakan : Kelompok


143
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 8,000 kg
Tekanan = 0,00408 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

Tabel 3.36 Pemeriksaan Beban 8 kg


PEMBACAAN DIAL
Waktu t t0,5 Pembacaan
Tinggi
(Menit Dial 10-2 Penurunan
(Menit) Akhir
) mm
0 det 0,000 0,000 180,000 12,450 1,800
6 det 0,100 0,316 185,000 12,400 1,850
15 det 0,250 0,500 189,000 12,360 1,890
30 det 0,500 0,707 194,000 12,310 1,940
1 menit 1,000 1,000 195,000 12,300 1,950
2 menit 2,000 1,414 199,000 12,260 1,990
4 menit 4,000 2,000 203,000 12,220 2,030
8 menit 8,000 2,828 207,200 12,178 2,072
15
15,000 3,873 210,400 12,146 2,104
menit
30
30,000 5,477 212,800 12,122 2,128
menit

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 60/97 Dikerjakan :
No. 3
144
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 8,000 kg
Tekanan = 0,00408 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

Tabel 3.36 Pemeriksaan Beban 8 kg (lanjutan)


1 jam 60,000 7,746 214,600 12,104 2,146
120,00
2 jam 10,954 216,000 12,090 2,160
0
2 jam 26 146,00
12,083 216,000 12,090 2,160
menit 0

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 60/97 Dikerjakan :
No. 3
Pekerjaan : Laboratoriu Diperiksa : Asisten
145
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

m
Tanggal
:
Pemeriksaan
Beban = 8,000 kg
Tekanan = 0,00408 kg/cm2
Tinggi Awal (H0) = 1,425 cm

GRAFIK PENURUNAN TERHADAP AKAR WAKTU BEBAN 8KG


1.750
1.800
1.850
1.900
1.950
2.000
2.050
2.100
2.150
2.200
0.000 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000

Grafik 3.35 Penurunan Terhadap Akar Waktu

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 61/97 Dikerjakan :
No. 3
Pekerjaan : Laboratoriu Diperiksa : Asisten

146
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.36 Pemeriksaan Angka Pori

Pemeriksaan Sebelum Sesudah


Kadar Air (%) 54,722 52,778
Berat Isi Basah (gr/cm3) 1,992 2,318
Berat Isi Kering (gr/cm3) 1,287 1,517
Tinggi Contoh cm 1,425 1,209
Angka Pori 1,092 0,775
Berat Jenis 2,692 2,693
Derajat Kejenuhan (%) 134,836 183,235

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat
: 62/97 Dikerjakan : Kelompok
No.
3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan
147
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Tabel 3.37 Pemeriksaan Indeks Pemampatan


Tinggi
Pembacaan Penurunan Koreksi Penuruna
ekanan Penurunan e Rata- H t90
Dial Kotor Alat e n Merata
Rata
kg/cm2) (cm) (cm) (cm) (Hcm) delta (cm) (cm) (menit) (cm2
0,000 0,000 0,000 0 0,000 0,000 1,093 -0,021 5,000 2,500 0,000 0
0,001 0,035 0,035 0 0,035 0,051 1,042 0,035 4,965 2,483 6,250 0
0,001 0,073 0,073 0 0,073 0,107 0,986 0,073 4,927 2,464 12,250 0
0,002 0,143 0,143 0 0,143 0,210 0,883 0,143 4,857 2,429 9,000 0
0,004 0,216 0,216 0 0,216 0,317 0,776 0,216 4,784 2,392 10,240 0
0,002 0,220 0,220 0 0,220 0,323 0,770 0,220 4,780
0,001 0,214 0,214 0 0,214 0,314 0,779 0,214 4,786
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

148
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

INDEX PEMAMPATAN
1.100
1.050
1.000
0.950
0.900
0.850
0.800
0.750
0.700
0.000 0.001 0.001 0.002 0.002 0.003 0.003 0.004 0.004 0.005

Grafik 3.36 Nilai Koefisien Konsolidasi

3.3.2.9 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan Uji Konsolidasi
adalah:
1. Perhitungan
a. Berat tanah basah (C) = (B) (A)
= 48,900 10,700
= 105,700 gram
b. Berat tanah kering (F) = (E) (D) (A)
= 193,800 16,600 56,800
= 67,500 gram
c. Berat air (G) = (C) (F)
= 105,700 67,500
= 38,200 gram

149
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

G
100%
F
d. Kadar air (H) =
38,200
100%
67,500
=
= 56,593%
C
I
e. Berat isi basah (J) =
105,7
52,02
=
= 2,032 gram/cm3
J
100%
100 H
f. Berat isi kering (I) =
2,032
100%
100 56,593
=
= 1,298 gram/cm3

150
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Contoh Perhitungan:
Tabel Pemeriksaan Beban
Untuk t = 6 detik:
( t) 6 0,316
a Akar Waktu = detik
22
0,22
100
b Pembacaan Dial =
c Tinggi Akhir (Ht) = H0 (Pembacaan Dial)
=

Tabel Pemeriksaan Angka Pori:


Bt 67,500
1,515
A Gs 17,341 2,570
a Tinggi Contoh Sesudah (Ht) = =
Ho Ht 3,000 1,515 0,9802
Ht 1,515
b Pori (e) = =
(w Gs) 0,566 2,570
e 0,9802 1,484
c Derajat Kejenuhan (Sr) = = =

3.3.2.10 Kesimpulan dan Analisis


Dari hasil percobaan yang dilakukan di laboratorium didapatkan nilai
angka pori sebesar 0,7755. Jadi angka pori yang terkandung dalam tanah yang
diujikan sebesar 77,55%, hal ini dapat diartikan bahwa tanah tersebut memiliki
kemampuan untuk mengikat air dan material yang dibutuhkan oleh tanah dengan
sangat baik. Selain itu tanah yang diujikan memiliki derajat kejenuhan 1,832,
sedangkan tanah jenuh sekali memiliki derajat kejenuhan 1. Hal ini dapat
diartikan bahwa tanah yg diujikan termasuk kedalam tanah yang lebih jenuh
daripada syarat kejenuhan yaitu 1. Hal ini bisa disebabkan karena kesalahan
pengujian.

3.3.3 Pemadatan (Compaction Test) Modified Proctor


3.3.4.1 Maksud
Praktikum ini dilakukan untuk mendapatkan kadar air optimum dan
berat isi kering maksimum pada suatu proses pemadatan dalam perencanaan jalan.
151
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.3.4.2 Landasan Teori


Pemadatan adalah proses dimana partikel-partikel tanah diatur
kembali dan dikemas menjadi bentuk yang padat dengan bantuan peralatan
mekanis dan bertujuan untuk mengurangi porisitas tanah sehingga meningkatkan
berat isi tanah kering. Proses pemadatan merupakan proses pengurangan pori-pori
tanah akibat pembebanan yang singkat.
Setiap lapisan jenis pemadatan tertentu, kepadatan yang tercapai
tergantung pada kadar air di dalam tanah, jika kadar air di dalam tanah kecil,
maka tanah akan sulit untuk dipadatkan. Jika kadar air di dalam tanah ditambah
maka tanah akan mudah dipadatkan karena air berfungsi sebagai pelumas. Pada
kondisi kadar air yang tinggi, maka tingkat kepadatan adalah rendah, karena air
yang terjebak di dalam tanah akan sulit untuk dikeluarkan (Kammisiq, 2010).

3.3.4.3 Peralatan
Adapun peralatan-peralatan yang digunakan dalam percobaan
Pemadatan (Compaction Test) adalah:
1. Modified proctor mold
2. Modified proctor hammer
3. Extruder mold
4. Square pan
5. Tin box
6. Sekop
7. Straight edge
8. Sikat baja

152
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.4 Peralatan Percobaan Pemadatan

3.3.4.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan Pemadatan (Compaction Test) prosedur percobaan
yang harus dilakukan adalah:
1. Persiapan Sampel
a. Menyiapkan sampel tanah yang tersedia, menyaring dengan saringan No.
4 hingga terkumpul sebanyak 12,5 kg.
b. Menjemur tanah di tempat terbuka.
c. Menentukan kadar air tanah tersebut dengan speedy test.
d. Memisahkan 5 buah sampel tanah masing-masing seberat 2,5 kg untuk
mold 4, memasukkan ke dalam kantong plastik.
e. Mengambil salah satu sampel tadi kemudian tambahkan air sedikit demi
sedikit kemudian mengaaduk dengan tangan sampai merata. Melakukan
penambahan air sampai didapat campuran tanah yang bila dikepalkan
dengan tangan lalu dibuka tidak hancur, namun juga tidak lengket.
Setelah mendapat tanah seperti itu, mencatat jumlah air yang
ditambahkan tadi. Kemudian menentukan kadar airnya dengan
perhitungan sebagai berikut:
B 100
DC B
A

153
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

f. Mengisikan data tersebut pada form untuk kadar air optimum di tengah.
Kemudian mengisi kolom-kolom samping kiri dan kanan untuk kadar air
3%, 6%, +3%, dan +6%.
g. Menghitung penambahan air yang diperlukan untuk membuat sampel
tanah dengan kadar air dengan perhitungan sebagai berikut:
DB
C A
100 B

Dimana: D = Kadar air yang dicari (%)


C = Penambahan air (ml)
B = Kadar air semula (%)
A = Berat tanah (gram)
h. Melakukan penambahan air sesuai perhitungan lalu simpan sampel tanah
tersebut dalam plastik selama 24 jam agar didapatkan kadar air yang
merata.

2. Prosedur Percobaan
a. Menimbang mold berikut alasnya dengan timbangan ketelitian 1 gram.
Memberi tanda mold tersebut agar tidak tertukar.
b. Memasang collar lalu mengencangkan dan menempatkan pada tumpuan
yang kokoh.
c. Mengambil salah satu sampel tanah dari dalam kantong plastik yang
telah dipersiapkan tadi, kemudian mengisikan ke dalam mold 4.
Menumbuk dengan modified proctor hammer sebanyak 25 kali tumbukan
secara merata. Mengulangi langkah tersebut hingga mencapai 5 lapisan.
d. Melakukan hal yang sama untuk lapisan berikutnya sampai lapisan
terakhir mengisi sebagian collar.
e. Melepaskan collar dan meratakan kelebihan tanah pada mold dengan
menggunakan staright edge (pisau pemotong).
f. Mengisi rongga-rongga yang terbentuk dengan tanah bekas potongan
sehingga didapat permukaan yang merata.
g. Menimbang mold berikut tanah yang ada di dalamnya dengan timbangan
ketelitian 1 gram.
h. Mengeluarkan sampel tanah dari mold dengan menggunakan extruder
mold dan ambil 3 buah sampel masing-masing pada bagian atas, tengah,
dan bawah untuk diperiksa kadar airnya.

154
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

i. Melakukan hal yang sama untuk kadar air yang lain sehingga didapatkan
5 data pemadatan.

3. Cara Modified Proctor


a. Untuk cara modified proctor bisa juga digunakan mold dengan diameter
4 atau 6 dan palu pemadatan sebesar 10 lb.
b. Jumlah lapisan per-mold adalah 5 lapis.
c. Jumlah tumbukan per lapis untuk 4 adalah 25 kali tumbukan, dan untuk
mold 6 adalah 56 kali tumbukan.
d. Prosedur percobaan sama dengan pemadatan standar.

4. Laporan
Gambarkan grafik berat isi tanah kering terhadap kadar air dari hasil
percobaan, kemudian gambarkan sebuah kurva yang halus yang paling mendekati
dengan titik-titik yang digambarkan dan tentukan berat isi kering maksimum dari
kurva tersebut dengan ketelitian 0,01 gram/cm3. Kadar air yang sesuai dengan
berat isi maksimum ini adalah kadar air optimum dan harus dicatat dengan
ketelitian 0,5%. Setelah diketahui w optimum dan d maksimum gambarlah garis
jenuh (zero air void line) dengan rumus:

ZAVC
Gs w
w
Gs
1 100
Sr

Dengan: Gs = Berat jenis tanah


w = Berat jenis air (gram/cm3)

w = Kadar air (%)


Sr = Derajat kejenuhan
Grafik pemadatan tidak boleh memotong garis jenuh (zero air void
line) dan pada harga kadar air yang tertinggi menjadi sejajar dengan garis tersebut.

3.3.4.5 Hasil Pemeriksaan

155
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Pemeriksaan di laboratorium dilakukan berdasarkan cara-cara yang


tertera pada modul. Berikut merupakan tabel percobaan pemadatan, pemeriksaan
berat isi, dan pemeriksaan kadar air serta grafik hubungan antara kadar air dengan
berat isi kering.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 65/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.40 Percobaan Pemadatan


Jenis Kadar Air 6% 3% Optimum +3% +6%

(gram
Berat Tanah Basah 2200 2200 2200 2200 2200
)

Kadar Air Mula (%) 33,449 33,449 33,449 33,449 33,449

Kadar Air Akhir (%) 33,878 36,878 39,878 42,878 45,878

Penambahan Air (ml) - 56,529 106 155,443 204,900

156
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat
: 66/97 Dikerjakan : Kelompok
No.
3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.41 Pemeriksaan Berat Isi Compaction Test


Nomer Sampel 1 2 3
Berat Cetakan (gr) 3698 3199 3698
Berat Tanah Basah+Cetakan (gr) 4945 4571 5133
Berat Tanah Basah (gr) 1247 1372 1435
Isi Cetakan (cm3) 940 940 940
(gr/cm3
Berat Isi Basah ) 1,33 1,46 1,53
(gr/cm3
Berat Isi Kering ) 0,961762026 1,058169607 1,106759028

157
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat
: 67/97 Dikerjakan : Kelompok
No.
3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.42 Pemeriksaan Kadar Air Compaction Test


Nomer Sampel 1 2 3
(gr
Berat Tin Box 10 10
)
(gr
Berat Tin Box+Tanah Basah 53 100
)
(gr
Berat Tin Box+Tanah Kering 44 77
)
(gr
Berat Air 9 23
)
(gr
Berat Tanah Kering 34 67
)
(%
Kadar Air (w) 26,47058824 34,32835821 35,483870
)
ZAV 2,67365 2,66804 2,667
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
158
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

2.5

Grafik Pemadatan
Berat Isi Kering 1.5
Polynomial (Grafik Pemadatan)
1 ZAVC
Linear (ZAVC)
0.5

0
20 25 30 35 40

Kadar Air

Grafik 3.37 Grafik Pemadatan

3.3.4.6 Perhitungan
Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan Pemadatan
(Compaction Test) adalah:
Perhitungan
B 100
C B
A
Kadar air optimum (D) =

159
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

27,260 100
185,000
2200 27,260
=
= 37,960%
DB
100 B A
Penambahan air (kadar air 6%) (C) =
31,960 27,260
100 27,260 2262,000

=
= 81,250 ml
Berat tanah basah
w Isi cetakan
Berat isi basah ( ) =
1629,000
1489,45
=
= 1,094 gram/cm3
Berat isi basah
100
w 100 w
Berat isi kering ( ) =
1,094
100
100 31,186
=
= 0,834 gram/cm3

3.3.4.7 Kesimpulan dan Analisis


Pemadatan dilakukan terhadap 5 sampel yang masing-masing
sebanyak 2200 gram. Tanah yang digunakan adalah tanah lolos saringan No. 4
ASTM dengan kadar air awal 27,260%.
Dari serangkaian proses pemadatan, praktikan memperoleh data kadar
air setelah pemadatan atau kadar air aktual.
Tabel 3.32 Perbandingan Kadar Air Asumsi dengan Kadar Air Aktual

160
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Kadar Air Asumsi Kadar Air Aktual


No. Jenis Kadar Air
(%) (%)
1 6
2 3
3 Optimum
4 +3
5 6+

Dari tabel 3.38 hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel tanah
No. 1 sampai No. 4 mengalami pengurangan kadar air setelah mengalami
pemadatan.
Selain itu, dari kadar air hasil pemadatan, dapat diperoleh besar berat
isi kering tanah hasil pemadatan. Dengan melihat sebaran data pada tabel, tidak
terdapat hubungan linier antara kadar air dengan berat isi tanah kering. Keduanya
dihubungkan ZAVC, yaitu garis yang menggambarkan hubungan antara berat isi
kering dengan kadar air dalam kondisi derajat kejenuhan (Sr) 100%.
Grafik yang diperoleh menunjukkan hubungan antara dry density
dengan kadar air dan ZAVC. ZAVC memotong kurva. Hal ini menunjukkan
bahwa pemadatan yang dilakukan sudah mendekati sempurna yang berarti hampir
tidak ada udara dalam pemadatan.

3.3.5 California Bearing Ratio Laboratorium (CBR Laboratorium)


3.3.5.2 Maksud

161
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Praktikum ini dimaksudkan untuk menentukan nilai CBR (California


Bearing Ratio) tanah dan campuran agregat di laboratorium pada kadar air
optimum.

3.3.5.1 Landasan Teori


CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan
terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.
Percobaan yang dilakukan hampir sama dengan percobaan di lapangan hanya
perbedaannya bahwa CBR laboratorium sudah menggunakan alat bantu yang
lebih baik.
Cara ini dikembangkan oleh California State Highway Departement
sebagai cara untuk menilai tanah dasar jalan (sub grade), dengan cara ini suatu
percobaan penetrasi dipergunakan untuk menilai kekuatan tanah dasar atau bahan
lainnya yang hendak dipakai untuk pembuatan perkerasan. Nilai CBR yang
diperoleh kemudian dipakai untuk menentukan tebal lapisan perkerasan yang
diperlukan di atas lapisan yang CBR-nya ditentukan. Cara CBR dikembangkan
oleh California State Highway Department sebagai cara untuk menilai kekuatan
tanah dasar jalan (sub grade). Nilai CBR diambil pada pemadatan tanah dengan
kondisi kadar air tanah optimum. Dalam hal ini akan didapat 2 nilai, yakni :
1. CBR Unsoaked Acering (tanpa pemadatan)

2. CBR Soaked/ basah (dengan pemadatan 4 24 jam)
Daya dukung lapisan tanah dasar dibutuhkan untuk menentukan
lapisan perkerasan yang dibutuhkan sesuai rencana. Data yang diperoleh adalah
data CBR asli lapangan yang diuji di laboratorium untuk menunjukkan
kekuatandaya dukung tanah tersebut yang dibandingkan dengan material atau
bahan standar. Pada uji pemadatan ini biasanya diperoleh energi pemadatan yang
lebih besar, sehingga hal ini mengakibatkan harga berat volume maksimal akan
lebih besar pula. Hal tersebut akan mempengaruhi kadar air yang optimum.
3.3.5.3 Peralatan

162
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Adapun peralatan-peralatan yang digunakan pada percobaan


California Bearing Ratio Laboratorium (CBR Laboratorium) adalah:

1. Mechanical loading pressure


2. CBR mold
3. Spacer dish
4. Straight edge
5. Circular surcharge weight
6. Slotted surcharge weight
7. Kertas saring
8. Modified proctor hammer
9. Proving ring
10. Square pan
11. Tin box
12. Graduated cylinder
13. Sekop
14. Extruder
15. Swell plate
16. Swell tripod
17. Saringan No. 4
18. Dial indicator
19. Timbangan

163
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Gambar 3.5 Peralatan Percobaan CBR Lapangan

3.3.5.4 Prosedur Percobaan


Pada percobaan California Bearing Ratio Laboratorim (CBR
Laboratorium) prosedur percobaan yang harus dilakukan adalah:

1. Prosedur Percobaan

a. Mengambil sampel tanah kering udara yang lolos saringan , tertahan


saringan No. 4 seperti yang dipakai pada percobaan pemadatan sebanyak
1 sampel sebanyak 5 kg.
b. Menambahkan tanah tersebut dengan air sehingga mendekati kadar air
optimum dengan toleransi 3%, dengan langkah sebagai berikut:
1) Pada saat percobaan pemadatan, menyimpan setiap sampel tanah
dalam kantong plastik tertutup sehingga kadar air tidak berubah.
Masing-masing kantong plastik diberi tanda nomor percobaan dan
kadar airnya.
2) Setelah kadar air optimum diketahui, mengambil kantong plastik
berisi tanah dengan kadar air yang paling mendekati kadar air
optimum.
3) Menambahkan air pada sampel tanah yang akan dipakai untuk
percobaan CBR sedikit demi sedikit hingga warnanya hampir
mendekati warna tanah dalam kantong plastik tadi. Melakukan hal ini
dengan seksama karena toleransi yang diizinkan hanya 3%.
c. Membiarkan tanah selama 24 jam (curing time) agar kadar airnya merata
dan menutup rapat-rapat agar tidak terjadi penguapan.
d. Menimbang CBR mold beserta alasnya kemudian memasukkan spacer
dish (keeping pemisah) lalu meletakkan kertas saring di atasnya.
e. Memasang collar di atas mold.
164
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

f. Memasukkan tanah yang telah dipersiapkan ke dalam mold sedemikian


rupa sehingga setelah dipadatkan tanah akan mengisi 1/5 tinggi mold.
g. Memadatkan masing-masing lapisan tanah samapai mencapai seluruh
tinggi mold, dengan 25 kali tumbukan pada tiap lapisannya.
h. Melepaskan collar lalu meratakan tanah dibagian atas mold dengan
staright edge (alat perata).
i. Membalik mold lalu mengeluarkan piringan pemisah dan kertas saring,
kemudian menimbangnya.
j. Memasang kertas saring di kedua permukaan tanah dalam mold lalu
memasang kembali alasnya dengan posisi mold terbalik.
k. Meletakkan swell plate di atas kertas saring seberat 10 lbs (beban ini
sebagai beban pengganti yang akan dilimpahkan pada tanah nantinya),
kemudian memasang swell tripod dan dial indicator.
l. Merendam mold tersebut dalam air selama 4 24 jam. Permukaan air
selama perendaman harus tetap.
m. Melakukan pembacaan dial perkembangan setiap hari untuk perhitungan.
n. Mengangkat mold dari dalam air, lalu membuang genangan air di
atasnya. Mengangkat swell plate dari dalam mold.
o. Dengan beban masih terpasang, meletakkan mold di atas piringan
penekan pada alat penetrasi CBR.
p. Mengatur posisi dial beban dan dial penetrasi pada posisi nol lalu
melakukan penekanan dengan kecepatan 0,05/menit.
q. Melakukan pembacaan dial beban pada penetrasi 0,0125, 0,0025,
0,050, 0,075, 0,10, 0,15, 0,20, 0,30.
r. Mencatat beban maksimum dan penetrasinya bila pembebanan
maksimum terjadi sebelum penetrasi 0,59 tercapai.
s. Mengeluarkan benda uji dari cetakan dan menentukan kadar air dari
lapisan tanah benda uji setebal 1.

2. Cara Membuat Sampel dengan Kadar Air Optimum

a. Melakukan pencocokan warna sampel dengan sampel dalam kantong


plastik (lihat prosedur b).
b. Menghitung banyaknya air yang dibutuhkan untuk mencapai kadar air
optimum.
1) Kadar air asli A%.
2) Kadar air yang diinginkan B% (kadar optimum).
165
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3) Diperlukan sampel 5000 gram.


100 B
5000 1 gram
100 A
4) Penambahan air =

3.3.5.5 Hasil Pemeriksaan


Setelah melakukan percobaan sesuai prosedur di laboratorium,
didapatkan nilai CBR laboratorium yang dapat dilihat pada Tabel 3.24. Terdapat
juga hubungan antara beban dengan penurunan yang terbaca pada dial pada grafik
3.16.

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 89/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.21 Pembacaan Dial saat Perendaman

Tanggal :
Jam :
Pembacaan:

Tabel 3.22 Pemeriksaan Kepadatan CBR Laboratorium


166
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

SEBELUM SESUDA
BERAT ISI
H
A Nomor Cetakan I I
B Berat Cetakan 7192 7192
C Berat Tanah + Cetakan 10700,400 10920
D Berat Tanah Basah 3508,400 3728
E Volume Cetakan 2083,720 2083,720
F Berat Isi Basah = (D)/(E) 1,683 1,789
F
100%
G 100 (w) 1,244 1,273
Berat Isi Kering =
Rata-rata

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

Tabel 3.23 Pemeriksaan Penetrasi CBR Laboratorium

Pembacaan Dial Per (dev) Beban


C Penurunan (inchi)
30
30 Tumbukan
Tumbukan
0,250 0,0125 8,000 67,680
0,500 0,025 11,600 98,136
1,000 0,050 19,200 162,432
1,500 0,075 26,000 219,960
167
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

2,000 0,100 31,000 262,260


3,000 0,125 35,000 296,100
4,000 0,150 38,000 321,480
6,000 0,175 40,000 338,400
8,000 0,200 42,000 355,320
10,000 0,300 47,200 399,312

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal
:
Pemeriksaan

CBR Laboratorium 30 Tumbukan


450
400
350
300
250
Beban(lbs) 200
150
100
50
0
0 2 4 6 8 10 12
Penurunan(Inchi)

Grafik 3.16 Hubungan Antara Beban dengan Penurunan

168
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

NILAI CBR 30 TUMBUKAN


0,1 8,742
0,2 7,896

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jalan Komjen Pol M. Jassin Kelapa Dua Cimanggis
Depok

Lampiran Surat/Surat Kelompok


: 94/97 Dikerjakan :
No. 3
Laboratoriu
Pekerjaan : Diperiksa : Asisten
m
Tanggal 15-12-
:
Pemeriksaan 2012

Tabel 3.25 Pemeriksaan Kadar Air CBR Laboratorium


Parameter Sebelum Sesudah
Berat Cawan (gr) 10 10
Berat Cawan + Sampel Basah (gr) 56 31,5
Berat Cawan + Sampel Kering (gr) 44 25,3
Berat Air (gr) 12 6,2
Berat Tanah Kering (gr) 34 15,3
Kadar Air (%) 35,29412 40,52288
Kadar Air Rata-Rata (%)

169
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

3.3.5.6 Perhitungan

Adapun perhitungan dan analisis hasil dari percobaan California


Bearing Ratio Laboratorium (CBR Laboratorium) adalah:

Perhitungan

Berat tanah basah


Volume cetakan
Berat isi basah =

3508,40
2083,72
=

= 1,68 gram/cm3

Berat isi basah


100%
100 (w)
Berat isi kering =

1,68
100%
100 35,29
=

= 1,24 gram/cm3

Pembacaan dial 8,46


Beban =

8 8,46
=

= 67,68 lbs

3.3.5.7 Kesimpulan dan Analisis


170
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Laporan Praktikum Mekanika Tanah

Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, didapatkan nilai CBR untuk


penurunan 0,1 inchi sebesar (....), sedangkan untuk penurunan 0,2 inchi
didapatkan nilai CBR sebesar (...). Dari sampel tanah yang diambil, didapatkan
berat isi kering sebesar 1,24 gram dan kadar air (w) sesudah tumbukan sebesar
35,29. Hasil yang didapat, disesuaikan dengan klasifikasi tanah yang ada.
Klasifikasi tanah berdasarkan nilai CBR dapat disesuaikan dengan Tabel 3.26,
3.27, 3.28 dan 3.29.

Tabel 3.26 Klasifikasi Tanah Berdasarkan Nilai CBR


Menurut Foundation Retaining and Earth Structure
CBR (%) Description
04 Very poor
47 Poor
7 15 Fair
15 40 Good
> 40 Excellent

Tabel 3.27 Klasifikasi Tanah Berdasarkan Nilai CBR, untuk Pondasi


CBR (%) Description
03 Very poor
37 Poor
7 20 Fair
20 50 Good
> 50 Excellent

Tabel 3.28 Klasifikasi Tanah Berdasarkan Nilai CBR, For Highway


CBR (%) Description
> 20 A1
> 10 A 2/A 3
4 20 A4
07 A5
06 A6
05 A7

171
Kelompok 3 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma