Anda di halaman 1dari 3

Tuberkulosis Abdomen

Definisi dan Etiologi


Tuberkulosis abdomen didefinisikan sebagai infeksi pada saluran pencernaan,
peritoneum, atau organ intra-abdomen yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis
(Ming-Luen Hu et al 2009). Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang lurus atau sedikit
melengkung, tidak berspora dan tidak berkapsul. Bakteri ini berukuran lebar 0,3 0,6 m dan
panjang 1 4 m. Dinding Mycobacterium tuberculosis sangat kompleks, terdiri dari lapisan
lipid cukup tinggi (60%). Penyusun utama dinding sel M.tuberculosis ialah asam mikolat, lilin
kompleks (complex-waxes), trehalosa dimikolat yang disebut cord factor, dan mycobacterial
sulfolipids yang berperan dalam virulensi. Struktur dinding sel yang kompleks tersebut
menyebebkan bakteri Mycobacterium tuberculosis bersifat tahan asam, yaitu apabila sekali
diwarnai, tahan terhadap upaya penghilangan zat warna tersebut dengan larutan asam alcohol.
Karena adanya lapisan lipid yang tebal maka pemanasan atau pemakaian detergen biasanya
diperlukan untuk menyempurnakan pewarnaan primer ( Kemenkes, 2014).

Patofisiologi

Gambar 1. Gambar hispatologi beberapa mukosa dan epitel submukosa sel granuloma dengan sel Langhans giant
dalam kasus tuberculosis kolon.
Ada beberapa cara infeksi tuberkulosis terhadap saluran gastrointestinal. Pertama, basil
tuberkulum dapat memasuki saluran usus melalui konsumsi susu sapi yang tidak dipasteurisasi.
Lapisan mukosa dari saluran pencernaan dapat terinfeksi dengan basil pembentukan tuberkel
epiteloid dalam jaringan limfoid yang berasal dari submukosa. Setelah 2-4 minggu akan terjadi
nekrosis caseous dari tuberkel yang mengarah ke ulserasi, kemudian menyebar ke dalam lapisan
yang lebih dalam dan peritoneum. Jalur kedua adalah penyebaran melalui rute hematogen dari
fokus tuberculosis yang ada di perut untuk organ-organ lain seperti ginjal dan peritoneum. Jalur
ketiga merupakan penyebaran langsung ke peritoneum dariorgan di sekitarnya yang terkena
infeksi tuberculosis primer termasuk saluran tuba. Terakhir dapat menyebar melalui saluran
limfatik dari kelenjar yang terinfeksi (Debi U et al, 2014).

.
DAFTAR PUSTAKA

Debi, Uma., Raviasankar, V., Sharma, Kumar. 2014. Abdominal tuberculosis of the
gastrointestinal tract: revisited. World journal of Gastroenterologi, Vol 20: 14831-
14840.

Kemenkes, 2014. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis.

Ming-Luen Hu,MD., Lee Chen-Hsiang, MD., Chung-Mou, MD. 2009. Abdominal Tuberculosis:
Analysis of Clinical Features and Outcome of Adult Patients in Southern Taiwan. Vol
32 : 509-514