Anda di halaman 1dari 6

PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN PABRIK

PRODUK TAHU SUMEDANG


DELPHY METHOD

1. Produk

Tahu sumedang

2. Metode penentuan lokasi

Delphi method adalah metode yang dilakukan dengan mengumpulkan para ahli
dibidang yang sedang dicari lokasi yang baik.
Penilaian dengan cara membandingkan beberapa lokasi dengan pembobotan
dengan dasar pertimbangan beberapa indikator penting.

3. Indikator
Proses pembuatan tahu sumedang memerlukan sumber daya air yang cukup besar,
sehingga perlu diperhatikan ketersediaan sumber daya tersebut. Ketersediaan air memiliki
bobot paling tinggi sebesar 35% dibanding indikator yang lainnya. Indikator selanjutnya
adalah pasar potensial yang membantu untuk memasarkan produk. Kedekatan dengan
pasar perlu karena produk tahu tidak tahan lama. Indikator ketiga adalah bahan baku. Tipe
produksi tahu menggunakan metode produksi massal sehingga ketersediaan bahan baku
juga penting karena produksi dilaksanakan secara terus menerus. Faktor transportasi dan
tenaga kerja memiliki bobot yang sama, masing-masing sebesar 10%.

- Ketersediaan air : 35%


- Ketersediaan bahan baku : 20%
- Pasar potensial : 25%
- Transportasi : 10%
- Tenaga kerja : 10% +
100%
4. Lokasi
Alternatif lokasi yang dipilih antara lain: Pasir Koja, Lembang, Antapani,
Cileunyi dan Cibiru. Berikut penjelasan tiap lokasi:
a. Pasir Koja
Merupakan wilayah di kota Bandung yang cukup padat penduduk dan lalu lintas
perdagangan yang cukup tinggi. Berikut analisis untuk tiap indikator:
- Ketersediaan air
Wilayah pasir koja merupakan wilayah yang padat tetapi ketersediaan air cukup besar
karena terdapat anak sungai citarum yang melintasi wilayah ini. Ketersediaan air
cukup untuk pembangunan pabrik tahu yang berasal dari sungai.
- Ketersediaan bahan baku
Bahan baku kedelai yang dibutuhkan tersedia di pasar-pasar yang berlokasi di sekitar
wilayah Pasir Koja. Sehingga bahan baku kedelai akan selalu tersedia.
- Pasar potensial
Pasar dan terminal di sekitar wilayah ini merupakan pasar potensial untuk mendirikan
pabrik tahu. Tahu sumedang yang dikonsumsi sebagai cemilan atau oleh-oleh akan
dapat dipasarkan di tempat-tempat umum seperti terminal dan pasar.
- Transportasi
Indikator ini memiliki bobot tertinggi sebesar 5. Lokasi yang berdekatan dengan
Terminal sehingga jasa transportasi sangat menunjang di wilayah ini. Akses jalan dan
angkutan umum tersedia. Kemudahan dalam menyalurkan produk kepada pelanggan.
- Tenaga kerja
Wilayah ini berada di wilayah yang padat dan banyak tersedia tenaga kerja.
b. Lembang
Lembang merupakan wilayah yang terkenal dengan produksi tahu susu lembang.
Wilayah ini juga akan cukup potensial untuk mendirikan pabrik tahu sumedang. Berikut
analisis untuk tiap indikator:
- Ketersediaan air
Lembang merupakan wilayah yang memiliki ketersediaan air cukup tinggi. Lokasi ini
sangat berpotensi untuk pendirian pabrik tahu. Wilayahnya merupakan aliran air dari
hulu ke hilir sehingga terjamin ketersediaanya. Bobot nilai untuk indikator di wilayah
ini adalah sebesar 5.
- Ketersediaan bahan baku
Bahan baku kedelai yang dibutuhkan tersedia di pasar-pasar yang berlokasi di sekitar
wilayah Lembang tetapi bobot nilainya hanya sebesar 3.
- Pasar potensial
Tahu sumedang umumnya di pasarkan sebagai cemilan dan oleh-oleh. Lembang
memilki aspek pasar potensial dengan banyaknya objek wisata di wilayah ini, sehingga
mampu memasarkan produk tahu kepada pengunjung.
- Transportasi
Indikator ini memiliki bobot rendah sebesar 3. Lokasi yang cukup jauh dari pusat kota
Bandung. Cukup sulit menyalurkan produk kepada pelanggan.
- Tenaga kerja
Tingkat kepadatan penduduk yang rendah sehingga bobot untuk tenaga kerja hanya
sebesar 3.
c. Antapani
Wilayah ini merupakan wilayah potensial ketiga. Faktor utama sumber daya air
juga tersedia di wilayah Antapani. Beberapa sungai yang melintasi wilayah ini menambah
sumber air yang ada. Analisis faktor-faktor sebagai berikut:
- Ketersediaan air
Wilayah ini tergolong tidak terlalu padat penduduk dan dilintasi oleh beberapa sungai
kecil. Ketersediaan air cukup untuk pembangunan pabrik tahu yang berasal dari
sungai.
- Ketersediaan bahan baku
Bahan baku kedelai yang dibutuhkan tersedia di pasar-pasar yang berdekatan dengan
wilayah ini. Sehingga bahan baku kedelai akan selalu tersedia. Bobot untuk indikator
ini adalah sebesar 4.
- Pasar potensial
Pasar dan terminal di sekitar wilayah Antapani merupakan pasar potensial untuk
mendirikan pabrik tahu. Wilayah Antapani berdekatan dengan lokasi Pasar Cicadas dan
Pasar Cicaheum. Terminal Cicaheum juga dapat menunjang untuk menjual produk
tahu sumedang.
- Transportasi
Antapani merupakan wilayah yang sering dilintasi kendaraan, Indikator ini memiliki
bobot tertinggi sebesar 5. Berdekatan dengan Terminal Cicaheum sehingga akses jalan
dan angkutan umum tersedia. Kemudahan dalam menyalurkan produk kepada
pelanggan.
- Tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja tidak cukup banyak sehingga bobotnya hanya sebesar 3.
d. Cileunyi
Wilayah potensial selanjutnya adalah Cileunyi. Lokasinya yang berbatasan dengan
wilayah yang merupakan kota asal tahu sumedang. Lokasi ini sangat cocok karena
merupakan jalur lintas kendaraan umum antar provinsi, baik yang ingin menggunakan
jalur selatan maupun jalur utara. Berikut analisis untuk setiap faktor:
- Ketersediaan air
Wilayah ini dilintasi oleh sungai kecil yang cukup untuk pembangunan pabrik.
- Ketersediaan bahan baku
Bahan baku kedelai yang dibutuhkan tersedia di pasar-pasar yang berdekatan dengan
wilayah ini. Sehingga bahan baku kedelai akan selalu tersedia. Bobot untuk indikator
ini adalah sebesar 4.
- Pasar potensial
Bobot untuk indikator ini adalah sebesar 5. Wilayah Cileunyi merupakan pasar
potensial, karena banyak pedagang kaki lima yang menjual tahu sumedang di
sepanjang jalan Cipacing, Jatinangor hingga ke Cicalengka. Pedagang kaki lima
maupun pedagang asongan merupakan konsumen di wilayah ini. Faktor jalur lintas
antar provinsi membantu memasarkan produk kepada konsumen sebagai oleh-oleh
atau hanya sebagai cemilan.
- Transportasi
Kemudahan dalam sarana transportasi sehingga akses cepat untuk memasarkan produk
ke pelanggan.
- Tenaga kerja
Tenaga kerja tersedia di wilayah ini.
e. Cibiru
Potensi wilayah Cibiru cukup tinggi karena memiliki sumber mata air dari gunung
Manglayang. Lokasi ini merupakan lalu lintas akses Bandung Sumedang sehingga
memudahkan dalam sarana transportasi. Analisi faktor di bawah ini:
- Ketersediaan air
Mempunyai bobot nilai 5 untuk ketersediaan sumber air dari gunung Manglayang.
Ketersediaan air cukup untuk mendirikan pabrik tahu sumedang.
- Ketersediaan bahan baku
Bahan baku kedelai yang dibutuhkan tersedia hanya di beberapa pasar karena
wilayahnya yang tidak terlalu dekat dengan pasar. Bobot untuk indikator ini adalah
sebesar 3.
- Pasar potensial
Bobot untuk indikator ini adalah sebesar 3 karena wilayahnya kecil dan cenderung
terjadi kemacetan.
- Transportasi
Kemudahan dalam sarana transportasi karena dilalui oleh berbagai jenis kendaraan.
- Tenaga kerja
Tenaga kerja tersedia di wilayah ini dengan bobot 4.

5. Penilaian
Lokasi dipertimbangkan berdasarkan 5 faktor, untuk setiap faktor diberikan nilai 1
sampai 5.
Lokasi Tersedianya Tersedianya Pasar Transportasi Tenaga
air bahan baku potensial kerja
1. Pasir koja 4 4 4 5 4
2. Lembang 5 3 4 3 3
3. Antapani 4 4 4 5 3
4. Cileunyi 4 4 5 5 4
5. Cibiru 5 3 3 4 4

6. Hasil penilaian
Lokasi Tersedianya Tersedianya Pasar Transportasi Tenaga Total
air bahan baku potensial kerja
1. Pasir koja 140 80 100 50 40 410
2. Lembang 175 60 100 30 30 395
3. Antapani 140 80 100 50 30 400
4. Cileunyi 140 80 125 50 40 435
5. Cibiru 175 60 75 40 40 390

7. Kesimpulan:

Cileunyi merupakan lokasi yang dipilih, karena menghasilkan nilai total terbesar 435.
Pasar potensial dan transportasi merupakan indikator terbesar dari penilaian dan ditunjang
dengan ketersediaan sumber air.