Anda di halaman 1dari 8

BAURAN PEMASARAN JASA WISATA HUTAN

GEDE PANGRANGO, KAWAH PUTIH, TANGKUBAN PERAHU

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran

Disusun oleh:

Kelompok I

Junita (114020487)

Fitria Ningrum. S (124020333)

Isty Dwi Hastika (124020335)

Elva Cahyani. L (124020349)


PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2013

BAURAN PEMASARAN JASA WISATA


HUTAN

1. Gede Pangrango Kab. Cianjur

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting
dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980.
Dengan luas 22.851,03 hektar, kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh hutan hujan tropis
pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Di dalam kawasan hutan TNGGP,
dapat ditemukan si pohon raksasa Rasamala, si pemburu serangga atau kantong semar
(Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang
belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Disamping keunikan
tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti
kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing
hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat
Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. Ketika
anda hiking di kawasan TNGGP, anda dapat menikmati keindahan ekologi hutan Indonesia.

Sebagai kawasan wisata dan rekreasi, saat akhir minggu (Sabtu dan Minggu) dan hari
libur, kawasan wisata Cibodas dan Kebun Raya Cibodas akan diramaikan oleh pengunjung yang
membeli suvenir dan oleh-oleh berupa sayuran dan buah-buah segar dengan harga terjangkau
dari pasar wisata di Cibodas.

Nikmati liburan anda di kawasan taman nasional, dengan indahnya pesona alam
pegunungan, menyegarkan diri anda setelah hari-hari yang sibuk, dan anda dapat belajar tentang
alam dan ekosistem alam.

- Obyek yang Dapat Dilihat di TNGGP

Di kawasan TNGGP, pengunjung dapat melihat dan menikmati air terjun, telaga kecil,
sungai yang mengalir deras, dan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan pegunungan rendah
atau kesunyian dari hutan pegunungan yang rapuh. Bagi siapa yang ingin mendaki ke puncak,
akan disuguhi pemandangan menakjubkan dari kawah-kawah semi aktif dengan keperkasaan
dinding-dinding kawah, atau menikmati kelembutan dari rerumputan pegunungan.

- Aktivitas di TNGGP

Jika berkunjung ke TNGGP, banyak kegiatan yang dapat dilakukan, tergantung minat,
kemampuan fisik, waktu dan kondisi keuangan yang anda miliki. Rekreasi dan pendakian
merupakan aktivitas yang paling populer dilakukan pengunjung di TNGGP. TNGGP juga
melayani program seperti rekreasi dengan pemanduan, pendakian oleh grup dengan pemanduan,
pendidikan konservasi dan lingkungan untuk anak sekolah, kelompok pecinta alam, masyarakat
umum, kemping, dan lain-lain.

- Akomodasi

TNGGP memiliki penginapan dan melayani katering (makan pagi, siang dan malam, termasuk
snack) bagi pengunjung yang tinggal di penginapan TNGGP. Namun, dapat melayani katering
bagi pengunjung yang tinggal bukan di penginapan TNGGP. Katering dilayani oleh Dharma
Wanita Balai Besar TNGGP dengan menu khas Sunda dengan harga bersaing.

- Aksesibilitas ke TNGGP

Ada 6 pintu masuk menuju kawasan TNGGP yaitu: Cibodas, Gunung Putri, Bodogol, Cisarua,
Selabintana dan Situgunung. Kantor Balai Besar TNGGP, pusat informasi (visitor center) dan
tempat pendaftaran pendakian berlokasi di Cibodas. Pintu masuk Cibodas, Gunung Putri dan
Selabintana merupakan akses utama menuju puncak Gunung Gede dan Pangrango. Pintu masuk
Situgunung merupakan pintu menuju Danau Situgunung yang sangat sesuai untuk rekreasi
keluarga. Sedangkan, Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol dengan kanopi trail sepanjang
4 km memiliki daya tarik bagi pengunjung dan masyarakat umum yang ingin berekreasi dengan
merasakan keindahan hutan hujan tropis. Cisarua juga pintu masuk yang dekat dari Jakarta,
mempunyai fasilitas untuk kemping yang cocok bagi keluarga, anak sekolah dan kelompok-
kelompok pecinta alam.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Jl. Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia 43253
Tel/Fax: +62-263-512776 [office] | Tel/Fax: +62-263-519415 [booking]
Email: info@gedepangrango.org [office] | booking@gedepangrango.org

Sumber:
http://www.gedepangrango.org/
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_gedepangrango.htm
www.google.co.id

2. Kawah Putih Kab. Cianjur


- Letak dan Luas
Wana Wisata Kawah Putih secara administrasi berada pemerintahan berada pada wilayah
Desa Alam Endah, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sedangkan
berdasarkan administrasi pengelolaan kawasan tersebut berada dalam wilayah pengelolaan RPH
Patuha, BKPH Ciwidey, KPH Bandung Selatan, Perum Perhutani Unit III, Jawa Barat dan Banten.
Kawasan Wana Wisata Kawah Putih secara keseluruhan memiliki total luas areal 25 Ha.
- Potensi Wisata
Wana Wisata Kawah Putih terletak di Desa
Alam Endah, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten
Bandung. Pada depan lokasi Wana Wisata Kawah Putih
terdapat plang lokasi yang besar. Wana Wisata Kawah
Putih beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB
sampai pukul 18.00 WIB. Bagi pengunjung yang akan
datang secara rombongan dapat langsung mengunjungi
Wana Wisata Kawah Putih dan tidak diwajibkan untuk
melakukan perjanjian terlebih dahulu kecuali bila
pengunjung ingin menikmati paket wisata yang disediakan. Hari yang biasanya ramai pengunjung di
Wana Wisata Kawah Putih adalah hari Sabtu dan Minggu (akhir pekan), bukan hari kerja.
Sistem kedatangan pengunjung adalah masuk melalui pintu gerbang utama yang berada pada
ketinggian 1500 mdpl dan untuk sampai ke Kawah Putih pengunjung harus melalui loket tiket masuk
atau tempat pengecekan pengunjung. Setelah pengunjung mendapatkan tiket, maka dapat langsung
menuju ke tempat Kawah yang berada di ketinggian 2434 mdpl. Pengunjung harus melalui jalan
menanjak, berkelok-kelok dan curam sejauh 5,6 Km. Lebar jalan tersebut 3,5 m (satu setengah
lebar mobil).

- Aksesibilitas
Kawasan wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani ini terletak sekitar 47 kilometer di
selatan Bandung. Dari Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah 38 melalui Buah Batu
kemudian ke Banjaran lalu menuju Soreang dan Ciwidey. Selain itu, Dari Bandung dapat juga
melalui Kopo menuju Soreang dan kemudian ke Ciwidey. Dari Ciwidey inilah terdapat angkutan
umum berwarna kuning yang langsung menuju WW Kawah Putih. Jalan dari Ciwidey menuju
WW Kawah Putih cukup berat karena terus menanjak dan berkelokkelok. Dapat menyebabkan
kecelakaan apabila pengemudi tidak berhati-hati. Bus dapat langsung mencapai lokasi wisata.
Frekuensi kendaraan umum seperti Bus dan Colt (mini bus) cukup banyak karena jalan raya
tersebut menghubungkan antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur.

Sumber:
repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/13708/E09rre.pdf?...
ANALISIS KINERJA USAHA WANA WISATA KAWAH PUTIH DAN STRATEGI
PENGEMBANGANNYA REZA RESTIYAN 2009
www.google.co.id

- Harga
Obyek wisata danau Kawah Putih di buka pada pukul 07.00 sampai pukul 17.00, setiap
harinya. Fasilitas yang tersedia pun sudah memadai dengan adanya area parkir, mushola,
transportasi transit, pusat informasi serta adanya warung-warung makanan. Untuk tarif masuk
Kawah Putih terbilang mahal yaitu Rp.150.000 untuk mobil sampai di atas kawasan Kawah
Putih, Rp.35.000 untuk motor dan Rp. 15.000 per orang.

Sumber: http://www.utiket.com/id/obyek-wisata/bandung/61-kawah_putih.html\

3. Gunung Tangkuban Perahu Kab. Bandung Barat


Sumber Foto: www.google.co.id

Salah satu obyek wisata di Jawa Barat yaitu Gunung Tangkuban Perahu, yang
merupakan obyek wisata andalan di Propinsi Jawa Barat. Sekitar 20 km ke arah utara Kota
Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung
Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 m dpl. Bentuk gunung ini adalah
Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang
dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah
sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.

Terdapat cerita legenda Gunung Tangkuban Perahu ini, diceritakan dahulu kala,
Sangkuriang yang jatuh cinta kepada ibunya sendiri, yaitu Dayang Sumbi, bersikeras untuk
memperistrinya. Karena mengetahui ikatan darah tersebut, Dayang Sumbi menolaknya dengan
memberi syarat yang berat. Sangkuriang harus membuat sebuah perahu dalam waktu semalam.
Akhirnya, perahu yang diminta Dayang Sumbi tidak selesai tepat pada waktunya. Karena marah
dan kesal, perahu itu ditendang oleh Sangkuriang dan membentuk sebuah gunung berkawah
yang menyerupai bentuk perahu tersebut.

-Obyek Wisata

Beberapa obyek wisata selain Kawah Ratu sebagai daya tarik utamanya, ada beberapa
obyek wisata lainnya di lokasi ini. Sangat disarankan untuk mengunjungi obyek wisata alam
lainnya ini. Sekitar 1 Km dari gerbang utama, Anda akan menemukan tempat parkir pertama
yang ramai. Di situlah terdapat Kawah Domas. Anda diperbolehkan untuk mendatangi kawah
ini, karena hanya berupa kawah kecil dengan semburan air panas. Tetapi Anda harus berjalan
kaki sejauh 1.3 Km. Di Kawah Domas, Anda bisa memasak telur yang bisa disantap setelah
matang dengan cara dimasukkan ke dalam kawah, Anda pun juga bisa merendam kaki untuk
sekedar menghilangkan capek setelah berjalan mengelilingi Tangkuban Perahu. Setelah
menikmati Kawah Domas, Anda bisa melanjutkan perjalanan untuk melihat Kawah Upas yang
berada tepat di seberang Kawah Ratu. Dalam perjalanan, Anda akan ditemani pemandangan
yang sangat asri oleh pepohonan rindang di kanan kiri jalan. Ditempat ini, suasana jalannya
cukup sepi karena pengunjungnya tidak banyak. Jika Anda lelah berjalan kaki, Anda bisa
menyewa kuda dengan harga sewa Rp. 20.000,-.

-Harga Tiket Masuk


Tiket masuk di obyek wisata ini adalah Rp. 12.500,-/orang, Rp. 9.000,-/mobil,Rp.
4.000,-/motor, dan Rp. 17.500,-/bus.

-Fasilitas dan Akomodasi

Jika Anda ingin membeli oleh-oleh, banyak terdapat berbagai macam yang bisa Anda
beli, seperti pakaian, boneka, aneka kerajinan tangan, jajanan, serta obat tradisional belerang
untuk reumatik dan sakit gula. Beberapa penginapan/hotel juga tersedia di tempat ini.

-Akses

Berjarak sekitar 30 Km dari Bandung dan dapat ditempuh dengan mudah melalui jalur
Bandung-Ledeng-Lembang. Bagi pengguna kendaraan roda dua, gunakan jalur alternatif
Bandung-Lembang, yaitu melalui Dago dan Pagerwangi yang berjarak sekitar 5 Km, melewati
Pasar Lembang. Jalan menuju kawasan wisata ini sudah teraspal dengan baik, tetapi terdapat
beberapa tikungan tajam yang curam. Dari Lembang, hanya 11 Km ke arah Subang untuk dapat
mencapai gerbang utama obyek wisata.

Sumber: http://wisata.javaindonesia.org/jawa-barat/gunung-tangkuban-perahu/

Lokasi : Gunung Tangkuban Perahu, Bandung Utara


Telepon : 022 82780654 (kantor)
Email : twa.tangkubanperahu.grpp@gmail.com
Jam operasional : setiap hari, pk. 7:00-17:00, pk. 7:00-14:00 (Kawah Domas)

Biaya Masuk : wisatawan Indonesia Rp. 13.000, wisatawan asing Rp. 50.000, sepeda motor
Rp. 5.000, mobil Rp. 10.000, bus Rp. 20.000
Fasilitas : pemandu wisata, kantor polisi, toko cinderamata, toilet, warung, masjid.
Akses : Dengan angkot: naik dari terminal Cicaheum Bandung maupun dari Jalan
Merdeka ke terminal Ledeng (ongkos: Rp. 4.000 dan Rp. 3.000, masing-
masing, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit). Dari terminal Ledeng naik
angkot Bandung-Subang dan berhenti di depan pintu masuk utama
Tangkuban Perahu (tarif: Rp. 15.000) Pilihan lainnnya yaitu dengan naik
angkot dari St Hall di pusat kota Bandung ke Lembang (ongkos: Rp.
10.000). Dari Lembang naik angkot ke Cikole (ongkos: Rp. 3.000 selama 30
menit perjalanan) dan dilanjutkan dengan naik angkot Bandung-Subang ke
pintu masuk utama Tangkuban Perahu (ongkos: Rp. 15.000). Dari sana, naik
mobil elf yang disediakan penduduk setempat ke Kawah Ratu dengan tarif:
Rp.60.000/orang (untuk sekali perjalanan) atau Rp. 90.000/orang (untuk
pulang pergi), Sedangkan untuk rombongan (minimal 10 orang), tarif mobil elf
bisa lebih murah, yaitu sekitar Rp. 25.000/orang untuk satu kali perjalanan atau
Rp. 50.000/orang untuk pulang pergi. Tarif ini bisa dinegosiasikan, karena itu
cobalah menawar untuk mendapatkan tarif yang lebih murah.
Jika Anda menggunakan mobil pribadi, maka akan memakan waktu sekitar 55
menit pada hari biasa dan bisa menjadi 1,5 sampai 2 jam pada akhir pekan
(kondisi macet)
Sumber: http://www.jotravelguide.com/bandung/tangkuban_perahu.php