Anda di halaman 1dari 3

PEMANTAUAN/ MONITORING ANESTESI/ SEDASI

No.Dokumen Revisi Halaman


515/SPO/0341/ 1
V/2016
Ditetapkan oleh
Direktur Rumah Sakit Umum
STANDAR Tanggal Terbit Siaga Medika Banyumas
PROSEDUR
OPERASIONAL 1 November 2016

Memperhatikan, mengawasi atau memeriksa dengan


PENGERTIAN menggunakan alat (monitor) untuk suatu tujuan
tertentu.

1. Diagnosis adanya permasalahan.


2. Perkiraan kemungkinan terjadinya kegawatan.
TUJUAN
3. Evaluasi hasil suatu tindakan, termasuk efektifitas
dan adanya efek tambahan

Kebijakan Direktur RSU Siaga Medika Nomor


515/SPO/0341/
KEBIJAKAN
V/2016 tentang pemberlakuan implementasi SPO
anestesi.
PROSEDUR Ketentuan yang harus diperhatikan
1. Tindakan pemantauan dilakukan oleh perawat
anestesi dibawah supervisi dokter anestesi.
2. Pemantauan dimulai sebelum induksi anestesi,
intra dan pasca anestesi.
3. Pemantauan selama anestesi dilakukan pada
semua tindakan anestesi seperti anestesi
umum,regional anestesi, monitored anesthesia
care, termasuk sedasi moderat dan dalam diluar
kamar operasi.
4. Monitoring dilakukan terus menerus dengan
interval setiap 5 menit dan pada kasus
neuroanestesi monitoring interval setiap 3 menit.
5. Tindakan pemantauan standar meliputi
PEMANTAUAN/ MONITORING ANESTESI/ SEDASI

No.Dokumen Revisi Halaman


515/SPO/0341/ 1
V/2016
pemantauan jalan nafas, ventilasi, oksigenasi,
kardiovaskuler dan temperatur.
6. Hasil tindakan pemantauan dicatat dalam RM
pasien.

PROSEDUR Langkah-langkah
1. Pemantau paten dijalan nafas / ventilasi
a. Pemantauan dan klinis (kuantitatif) seperti
pergerakan dada, observasi reservoir bag dan
auskultasi suara nafas.
b. Bila tersedia capnograff dapat digunakan untuk
pemantauan ventilasi secara kualitatif.
c. Pada keadaan ventilasi kendali dengan memakai
mesin anestesi, bila tersedia hidupkan alarm
untuk mendeteksi adanya kebocoran system
pernafasan.
d. Pasien dalam anestesi regional dilakukan
pemantauan kwantitatif seperti pada poin a
2. Pemantau adekuatnya oksigenasi selama anestesi.
a. Pemantau perubahan warna kulit pasien bila
terjadi desaturasi dengan penerangan cahaya
yang baik.
b. Bila tersedia pemantauan oksimetri denyut
(pulse oksimetri).
c. Selama anestesi umum dengan menggunakan
mesin anestesi, bila tersedia gunakan oksigen
analyzer untuk memantau konsentrasi oksigen
pada system penafasan pasien dan hidupkan low
oksigen saturation.
3. Pemantau adekutnya fungsi sirkulasi pasien
a. Pemantau tekanan darah dan denyut jantung
setiap 3 - 5 menit.
b. Pemantau EKG secara kontinu mulai dari
sebelum induksi anestesi.
c. Pemantau denyut jantung prekordial.
d. Pantau sirkulasi perifeer ( ujung-ujung jari )
4. Pemantau suhu tubuh..
PEMANTAUAN/ MONITORING ANESTESI/ SEDASI

No.Dokumen Revisi Halaman


515/SPO/0341/ 1
V/2016
5. Monitoring jumlah cairan yang masuk
6. Ukur jumlah urine, normal 0,5 1 cc / kgbb / jam.
7. Hitung jumlah perdarahan.
Catat hasil monitoring dalam rekammedispasien.

1. IBS
UNIT TERKAIT 2. ANESTESI