Anda di halaman 1dari 2

Pengertian sistem pakar menurut para ahli :

Sistem Pakar
B.1 Pengertian Sistem Pakar
Sistem pakar merupakan salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang
mengalami
perkembangan pesat akhir-akhir ini. Secara umum, sistem pakar adalah sistem
yang berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat
menyelesaikan masalahseperti yang dilakukan oleh para ahli. Ada beberapa definisi
tentang sistem pakar, antara lain :
1. Menurut Durkin (2003), sistem pakar adalah suatu program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan
oleh seorang pakar.
2. Menurut Andri Kristanto (2004), sistem pakar adalah program kecerdasan buatan
yang menggabungkan basis pengetahuan(knowledge base) dengan mesin
inferensi. Inferensi adalah suatu proses memperoleh pengetahuan berdasarkan
pengalaman yang terjadi.
B.2 Konsep Dasar Sistem Pakar
Konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian,
inferensi,
aturan dan kemampuan menjelaskan.
Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang tertentu yang
diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh bentuk pengetahuan
yang
termasuk keahlian adalah :
1. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu.
2. Teori-teori dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup permasahan tertentu.
3. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah.
4. Meta-knowledge.
Bentuk-bentuk ini memungkinkan para ahli untuk dapat mengambil keputusan lebih
cepat
dan lebih baik dari pada seseorang yang bukan ahlinya.
Seorang ahli adalah seorang yang mempunyai pengetahuan tertentu dan mampu
menjelaskan suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalah
(domain).
Menyusun kembali pengetahuan jika dianggap perlu, memecah aturan-aturan jika
dibutuhkan
dan menentukan relevan setidaknya keahlian mereka.
Pengalihan keahlian adalah pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk
kemudian diahlikan lagi ke orang lain yang bukan ahli merupakan tujuan utama dari
sistem
pakar. Proses ini membutuhkan empat aktivitas, yaitu : tambahan pengetahuan
(dari para ahli
atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan, inferensi pengetahuan
dan
pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut
dengan
nama basis pengetahuan. Ada dua tipe pengetahuan, yaitu : fakta dan prosedur
(biasanya
berupa aturan).
Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk
menalar.
Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan sudah
tersedia program
yang mampu mengakses basis data, maka komputer harus dapat diprogram untuk
membuat
inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk mesin inferensi.
Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk rule-based system,
yang mana
pengetahuan disimpan dalam bentuk aturan-aturan dan biasanya berbentuk IF-
THEN.
Fitur lainnya dari sistem pakar adalah kemampuan untuk merekomendasi yang
dapat
membedakan sistem pakar dengan sistem konvensional.