Anda di halaman 1dari 4

BIOLOGI MEDIK

ASAM NUKLEAT (DNA & RNA)

OLEH KELOMPOK II:

1.
ASAM NUKLEAT

(DNA & RNA)

A. Asam Nukleat
Asam nukleat adalah senyawa-senyawa polimer yang menyimpan semua informasi
genetika, yaitu seperangkat cetak biru tentang karakteristik actual dan potensial yang
diterima oleh suatu organisme dari generasi sebelumnya, untuk kemudian diwariskan ke
generasi berikutnya.

Asam nukleat ada dua macam :


1. Asam Deoksiribonukleat (DNA)
2. Asam Ribonukleat (RNA)

DNA merupakan molekul raksasa yang tardapat didalam nukleus ( inti sel ), dengan massa
molekul relatif (Mr) berkisar dari 6 juta sampai 16 juta. Setiap bagian fungsional DNA
dikenal sebagai gen. Ribuan gen dari suatu organisme mengandung sandi genetic untuk
urutan protein. Artinya, ia mengandung suatu informasi untuk sederetan rantai asam amino
protein. Setiap asam amino dituliskan didalam urutan DNA yang sesuai dengan bantuan
kodon yang terdiri atas tiga pasangan basa yang berurutan. Sebagai contoh adalah kodon
untuk asam amino Fenilalanin (Phe) yaitu TTC. Molekul DNA terdiri dari dua rantai polimer
yang melengkung heliks ganda. Heliks ganda tersebut dikukuhkan oleh ikatan hydrogen
antara lain timin dari rantai yang satu dengan adenine dari rantai yang lain. Dan antara sitosin
dari rantai yang satu dengan guanin dari rantai lainnya.

Untuk ekspresi suatu gen, artinya sintasis dari protein-protein yang sesuai, informasi urutan
DNA perlu diubah menjadi suatu urutan protein. Karena DNA sendiri tadak ikut ambil begian
pada sintesis protein. Maka informasi perlu dipindahkan dari inti sel sempai ketempat dimana
protein disintesis yaitu di ribosom. Untuk itu pertama melalui proses penyalinan
( transkripsi ).

RNA merupakan polimer yang mempunyai massa molekul lebih kecil yaitu dari 20 ribu
sampai 40 ribu. Bagian yang relevandari gen, disalin menjadi suatu RNA caraka (messenger
RNA, mRNA). Urutan mRNA yang berbentuk sejodoh dengan rantai DNA yang
mengandung sandi gen yang sesuai. Karena RNA mengandung urasil sebagai pengganti ti-
min, maka dari triplet DNA AAG misalnya akan terbentuk kodon mRNA UUC.

Baik DNA maupun RNA merupakan polimer atas unit-unit nukleotida. Suatu unit nukleutida
terdiri atas tiga bagian: gula pentosa, basa organic ( senyawa heterosiklik yang mengandung
nitrogen ), dan asam fosfat. Pentosa yang dikandung RNA adalah ribosa, sedangkan pentosa
pada DNA adalah deoksiribosa, yang kekurangan suatu satu atim oksigen dari ribose. DNA
dan RNA dapat dibedakan dari jenis gulanya.

A. BASA.

Basa asam nukleat adalah suatu heterosiklik aromatik yang berasal dari pirimidin atau purin.
Lima dari basa-basa ini bersama-sama merupakan komponen utama dari asam nekleat dari
selarah jaringan hidup. Basa purin adenine ( Ade ) dan guanin (Gua) seperti juga basa
pirimidin sitosin (Cyt) di jumpai dalam RNA dan DNA. Sebaliknya urasil (Ura) hanya
terdapat dalam RNA. Dalam DNA, urasil digantikan oleh timin (Thy), yaitu derivate 5-metil
dari urasil. Sejumlah besar dari basa-basa lainnya yang dimodifikasi dijumpai pada tRNA dan
pada jenis RNA lainnya.

B. NUKLEOSIDA, NUKLEOTIDA.

Monomer asam nukleat disebut nukleotida. Bila suatu basa dari asam nukleat dihubungkan
dengan ribosa atau 2-deoksiribosa maka akan diperoleh suatu nukleosida. Nukleosida adalah
nukeotida tampa gugus fosfat.

Adapun basa organic yang terdapat pada RNA ada empat macam yaitu:
Adenin (6-Aminopurin) atau A,
Guanin (6-oksi-2-aminopurin) atau G
Sitosin (2-oksi-6-aminopurin) atau C
Urasil (2,6-dioksipirimidin) atau U

Pada DNA tidak mengandung urasil, melainkan digantikan dengan timin (2,6-duoksi-5-
metilpirimidin). Didalam sel, gugus 5-OH dari komponen gula pada nukleosida pada
umumnya teresterisasi dengan asam fosfat. Dari adenosin akan terbentuk adenosain 5-OH
monofosfat (AMP) dan dari dA yang sesuai dengannya dalam dAMP

Kalau rantai 5-fosfat dihubungkan dengan rantai fosfat lainnya melalui ikatan asam
anhidrida, maka diperoleh nukleosida difosfat dan trifosfat, misalnya ADP dan ATP. Kedua
nuklesida ini merupakan koenzim penting pada metabolisme energi.

C. Oligonukleotida, Polinukleotida.

Rantai fosfat satu dengan yang lainnya dapat membentuk anhidrida asam. Hal ini
memungkinkan adanya hubungan antara nukleotida satu dengan yang lainnya melalui rantai
fosfat. Bila antai fosfat dari suatu nukleotida bereaksi dengan gugus 3-OH dari nukleotida
lainnya, maka terbentuk suatu dinukleotida dengan struktur asamfosfat dister. Selanjutnya
melalui hubungan dengan ikatan asam fosfat diester lainnya, dinukleotida ini dapat
diperpanjang dengan satu tambahan mononukleotida. Dengan cara ini terbentuk
oligonukleotida dan akhirnya polinukleotida.

Polinukleotida dengan komponen ribonukleotida disebut asam ribonukleat (RNA), dan yang
terbentuk dari monomer deoksiribonukleat disebut asam deoksiribonukleat (DNA). Untuk
menggambarkan struktur dari oligonukleat dan polinukleat digunakan singkatan-singkatan
dari komponen nukleosida yang dituliskan dari kiri ke kanan dengan arah 5- 3. Kadang-
kadang posisi rantai fosfat ditunjukan dengan p. dengan demikin struktur dari RNA.

Pada nukleosida dan nukleotida, rantai pentosa terdapat dalam bentuk furanosa. Gula dan
basa dihubungkan melalui suatu ikatan N-glikosidik antara C-1 gula dan N-9 cincin purin
atau N-1 pirimidin. Ikatan ini selalu mempunyai konfigurasi. Jika basa organik berkaitan
dengan pentosa, terbentuklah suatu nukleosida, dan jika nukleosida berkaitan dengan dengan
asam fosfat, terbentuklah suatu nukleotida.

Nukleosida pada RNA

Adenin + Ribosa = Adenosin


Guanin + Ribosa = Guanosin

Sitosin + Ribosa = Sitodin

Urasil + Ribosa = Uridin

Nukleosida pada DNA

Adenin + Deoksiribosa = Deoksiadenosin

Guanin + Deoksiribosa = Deoksiguanosin

Sitosin + Deoksiribosa = Deoksisitidin

Timin + Deoksiribosa = Deoksitirimidin

Persis seperti asam-asam amino yang berkondensasi untuk membentuk polimer protein maka
nukleotida-nukleotida juga berkondensasi untuk membentuk polimer asam nukleat (DNA dan
RNA). Gugus fosfat dari suatu nukleotida berkaitan dangan bagian pentosa dari nukleotida
tetangganya sehingga terbentuklah rantai asam nukleat yang sangat panjang.

Meskipun basa organik pada DNA dan RNA cuma empat macam, jumlah dan urutan basa-
basa itu sangat bervariasi sehingga banyaknya! Bayangkan, untuk suatu rantai yang tersusun
dari nukleotida, secara teoritis dapat terjadi 4x10E 87 jenis asam nukleat (DNA dan RNA)
yang berbeda.