Anda di halaman 1dari 8

LONG CASE

STRUMA NODUSA TOKSIK


(HIPERTIROIDISME) SUSPECT MALIGNA T4aN0Mx

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Kepaniteraan Klinik Bagian


Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh :
NURINA ULFAH
20120310010

Diajukan kepada :
dr. Dimas Aryokusumo, Sp.B

BAGIAN ILMU BEDAH


RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016
LEMBAR PENGESAHAN

LONG CASE
STRUMA NODUSA TOKSIK
(HIPERTIROIDISM) SUSPECT MALIGNA T4aN0Mx

Telah dipresentasikan pada tanggal :

23 November 2016

Oleh :
NURINA ULFAH
20120310010

Disetujui oleh :

Dosen Pembimbing Kepaniteraan Klinik

Bagian Ilmu Bedah

RSUD KRT Setjonegoro, Wonosobo

dr.Dimas Aryokusumo, Sp.B

2
KATA PENGANTAR

Allhamdullilahhirobilalamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat


Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang tiada henti mengiringi setiap
langkah penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan menyelesaikan Long Case
dengan judul Struma Nodusa Toksik (Hipertiroidism) Suspect Maligna
T4aN0Mx. Long case ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan
Kepaniteraan Klinik bagian Ilmu Bedah di Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Penulis meyakini bahwa tulisan ini tidak akan dapat tersusun tanpa
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. dr. Dimas Aryokusumo, Sp.B., selaku pembimbing Kepaniteraan Klinik
bagian Ilmu Bedah sekaligus pembimbing long case di RSUD KRT
Setjonegoro, Wonosobo yang telah berkenan memberikan bantuan,
pengarahan, dan bimbingan dari awal sampai selesainya penulisan long
case ini.
2. dr. Sunarto Sp.B., dan dr. Satriyo Sp.B., selaku pembimbing Kepaniteraan
Klinik bagian Ilmu Bedah di RSUD KRT Setjonegoro yang telah berkenan
memberikan bantuan, pengarahan, dan bimbingan dari awal sampai
selesainya Kepaniteraan Klinik bagian Ilmu Bedah.
3. Tn. K selaku pasien di Poli Bedah RSUD KRT Setjonegoro yang sudah
bersedia meluangkan waktunya untuk dilakukan anamnesis dan
pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
4. Seluruh perawat, tenaga medis lainnya dan staf di Bangsal Bugenvil, Poli
Bedah, dan Instalasi Bedah Sentral yang telah berkenan membantu
berjalannya Kepaniteraan Klinik bagian Ilmu Bedah.
5. Ayah, Ibu beserta sanak saudara yang telah mencurahkan kasih sayang dan
memberikan dukungan yang tiada henti.
6. Keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung dan membantu dalam
selesainya penulisan long case ini.
Semoga pengalaman dalam membuat long case ini dapat memberikan
hikmah bagi semua pihak. Mengingat penyusunan long case ini masih jauh dari

3
kata sempurna, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat menjadi
masukan berharga sehingga menjadi acuan untuk penulisan long case selanjutnya.

Wonosobo, 22 November 2016

Penulis

4
LONG CASE
STRUMA NODUSA TOKSIK
(HIPERTIROIDISM) SUSPECT MALIGNA T4aN0Mx
A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. K
Umur : 49 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Wonosobo
Agama : Islam
Status : Menikah
Pekerjaan : Pegawai Kelurahan
Tanggal Pemeriksaan : 22 November 2016

B. ANAMNESIS
1. Keluhan Utama
Benjolan pada leher bagian depan dan bergerak ketika menelan
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang pasien laki-laki berusia 49 tahun datang ke poli bedah
dengan keluhan terdapat benjolan di leher bagian depan sebelah kiri dan
bergerak ketika menelan. Benjolan ini ia rasakan sejak 1 bulan yang lalu.
Dahulu benjolan sebesar telur puyuh tetapi dua minggu terakhir pasien
merasa benjolan semakin membesar hingga berukuran seperti bola
pingpong. Pasien mengatakan benjolan tersebut tidak nyeri jika dipegang
dan ikut bergerak ketika menelan. Pasien juga mengeluhkan bahwa
badannya sering merasa panas, sering mengeluarkan keringat, suara
menjadi serak, dan sakit ketika menelan. Pasien mengatakan sering merasa
lemas dan cepat lelah ketika beraktivitas. Pasien mengatakan batuk tetapi
tidak sering. Pasien menyangkal keluhan sesak nafas, jantung berdebar-
debar, tangan gemetaran, dan penurunan berat badan.Benjolan di daerah
lain disangkal oleh pasien dan tidak terdapat masalah pada BAB. Pasien
tinggal mengatakan bahwa tidak ada anggota keluarga dan tetangganya
yang mengalami keluhan serupa. Pasien merupakan seorang pegawai
kelurahan dan belum pernah memiliki riwayat bekerja di pabrik. Nafsu

5
makan pasien tidak berkurang, pasien biasa mengkonsumi nasi dan
sayuran seperti kol.

3. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien mengaku belum pernah mengalami keluhan serupa
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan
serupa.
5. Riwayat Personal Sosial :
Pasien mengatakan bahwa tidak ada tetangganya yang mengalami keluhan
serupa.

C. RESUME ANAMNESIS
Seorang pasien laki-laki berusia 49 tahun datang ke poli bedah dengan
keluhan terdapat benjolan di leher bagian depan sebelah kiri dan bergerak
ketika menelan. Benjolan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu sebesar telur
puyuh dan dua minggu terakhir pasien merasa benjolan semakin membesar
hingga berukuran seperti bola pingpong. Pasien mengatakan benjolan tersebut
tidak nyeri jika dipegang dan ikut bergerak ketika menelan. Pasien juga
mengeluhkan bahwa badannya sering merasa panas, sering mengeluarkan
keringat, suara menjadi serak, dan sakit ketika menelan. Pasien mengatakan
sering merasa lemas dan cepat lelah ketika beraktivitas.

D. PEMERIKSAAN FISIK
1. KEADAAN UMUM & TANDA VITAL
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Vital Sign :
Tekanan darah : 172/100 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Temperatur : 36,7C

2. STATUS GENERALISATA
KEPALA :
Inspeksi : Mesocephal, CA -/-, SI -/-, Exophthalmus (-)
LEHER :
Lihat status lokalis

6
THORAX :
Pulmo :
Inspeksi : pergerakan paru simetris, retraksi (-)
Palpasi : vocal fremitus (+) simetris,
Perkusi : sonor
Auskultasi : Suara dasar vesikuler +/+, suara tambahan -/-
Cor :
Perkusi : batas jantung tidak membesar
Auskultasi : SI > SII (murni), suara tambahan (-)
ABDOMEN :
Inspeksi : Datar
Perkusi : Timpani
Palpasi : Supel, Nyeri tekan (-)
Auskultasi : Bising usus (+)
EKSTREMITAS :
Inspeksi : tanda trauma/inflamasi (-)
Palpasi : akral hangat
Tes Tremor : (-)

3. STATUS LOKALIS
Leher
Inspeksi : Tampak benjolan di anterior sinistra.

Palpasi : Benjolan berukuran sekitar 5x3x2 cm di sinistra, berbatas


tegas, warna seperti warna kulit, permukaan rata, tidak ada
tanda peradangan. Benjolan terasa bergerak ketika menelan,
tidak terdapat nyeri, konsistensi kenyal.

Kelenjar Getah Bening : Tidak teraba pembesaran

E. WORKING DIAGNOSIS
Struma Nodusa Toksik (Hipertiroidism) Suspect Maligna T4aN0Mx

F. SARAN
Pemeriksaan Penunjang
USG Leher
Fungsi Tiroid (T3, FT4, TSH)
FNAB
Ro Thorax

7
Tatalaksana
Farmakoterapi : Antithyroid (Propiltiourasil)
Pembedahan : Istmolobektomi