Anda di halaman 1dari 5

REFORMASI SEKTOR PUBLIK

Sejak tahun 1980, banyak negara-negara maju di Eropa dan Amerika telah
melaksanakan reformasi di sektor publik dan menempatkan reformasi manajemen
sebagai satu hal yang penting. Reformasi tersebut berkaitan dengan isu-isu
manajemen yang diarahkan atau minimal mulai mempertimbangkan economic
saving, peningkatan kualitas pelayanan, dan operasional pemerintahan yang
effisien dan kebijakan yang lebih efektif (Polliitt & Bouckaert, 1999). Hal ini dIdorong
oleh tekanan pada sektor publik khususnya organisasi pemerintah yang dianggap
tidak berjalan secara efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu gerakan perubahan di
sektor publik atau pemerintahan adalah konsep New Public Management (NPM)
yang mulai dikenal di Eropa pada tahun 1991. Konsep NPM membawa perubahan
kerangka berpikir pengelolaan sektor publik dan sistem birokrasi yaitu dengan
merubah sIstem manajemen publik menjadi lebih fleksibel dan berorientasi pada
kepentingan rakyat.

Konsep New Public Management atau NPM adalah paradigma baru dalam
manajemen sektor publik. Ia biasanya dilawankan dengan Old Publik Managemen
(OPM). Konsep NPM muncul tahun 1980-an dan digunakan untuk melukiskan
reformasi sektor publik di Inggris dan Selandia Baru. NPM menekankan pada control
atas output kebijakan pemerintah, desentralisasi otoritas manajemen, pengenalan
pada pasar dan kuasi-mekanisme pasar, serta layanan yang berorientasi customer
(warganegara).

Di Inggris, meningkatnya tekanan atas pemerintah seputar masalah ekonomi


seperti pengangguran dan inflasi memaksa PM Margaret Thatcher meresponnya
dengan mereformasi sektor pemerintahan. NPM menjadi popular di awal 1990-an
tatkala diadopsi oleh administrasi Clinton di Amerika Serikat.

NPM diyakini punya peran efektif bagi reformasi sektor publik. Ini terlihat dari
peningkatan jumlah Negara yang mengintroduksikan prinsip-prinsip NPM di dalam
pemerintahan mereka. IMF dan World Bank adalah beberapa badan keuangan dunia
yang sekaligus merupakan pembela paradigma NPM ini. Tidak hanya itu, NPM juga
popular di Negara-negara seperti India, Jamaika, dan Thailand.

NPM di Indonesia
Telah disampaikan, NPM terutama diterapkan tidak hanya di Negara-negara dengan
level kemakmuran tinggi seperti Inggris, Swedia, ataupun Selandia Baru, tetapi juga
di Negara-negara dengan tingkat kondisi yang setara Indonesia seperti India,
Thailand ataupun Jamaika. Dalam penerapannya di Indonesia, satu penelitian yang
diangkat oleh Samodra Wibawa dari Fisipol Universitas Gadjah Mada menemukan
sejumlah persoalan tatkala konsep-konsep dalam NPM diterapkan di sejumlah
kabupaten.

Wibawa menemukan sejumlah hambatan tatkala NPM coba diterapkan di


kabupaten-kabupaten Indonesia. Pertama, dalam hal manajemen kontrak, DPRD
dipandang belum mampu merumuskan produk dan menetapkan standar kualitas
bagi setiap instansi pemerintahan. Kedua, pola komando dalam bioraksi masih
cukup kuat, di mana komunikasi lebih bersifat atas-bawah ketimbang sebaliknya.

PENGERTIAN VALUE FOR MONEY


Value for money atau nilai untuk uang merupakan salah satu definisi dari kualitas
(Harvey & Green, 1993). Kualitas nilai uang melihat kualitas dalam hal
pengembalian investasi. Jika hasil yang sama dapat dicapai dengan biaya rendah
atau hasil yang lebih baik dapat dicapai dengan biaya yang sama, maka pelanggan
memiliki kualitas produk atau jasa. Kecenderungan yang berkembang untuk
pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban dari pendidikan tinggi
mencerminkan pendekatan nilai untuk uang (value for money).

Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang
mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.
Ekonomi:
pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang
terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang
dinyatakan dalam satuan moneter.
Efisiensi:
pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input
yang rendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan
output/input yang dikaitkan dengan standard kinerja atau target yang telah
ditetapkan.
Efektivitas:
tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana
efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.

Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok value for money, namun beberapa
sumber berpendapat bahwa ke tiga elemen saja belum cukup .Perlu ditambah dua
elemen lain yaitu :
Equity: kesempatan sosial yang sama untuk memperoleh pelayanan publik .
Equality: pemerataan/kesetaraan penggunaan dana publik dilakukan secara merata

Manfaat Implementasi Konsep Value for Money


1. Meningkatan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang
diberikan tepat sasaran
2. Meningkatkan mutu pelayanan publik
3. Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan
terjadinya penghematan dalam penggunan input
4. Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik
5. Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai
akar pelaksanaan akuntanbilitas public

Tujuan yang dikehendaki terkait pelaksanaan value for money :


Ekonomi: Hemat cermat dalam pengadaan dan alokasi sumber daya
Efisiensi: Berdaya guna dalam penggunaan sumber daya
Efektivitas: Berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.
Equity: Keadilan dalam mendapatkan pelayanan publik.
Equality: Kesetaran dalam penggunaan sumber daya

Peran Akuntansi Dalam Mewujudkan Good Governance


Peran akuntansi dalam hal ini lebih di fokuskan dalam penciptaan sistem yang
birokratis transparan dan handal dan khususnya bagi pengelolaan APBN terutama
dalam sektor publik sendiri dalam menciptakan tata kelola yang menuju arah Good
Governance sendiri. Sektor publik yang merupakan entitas bisnis yang dikelola
negara seharusnya mampu memberikan transparansinya terhadap stokholders
yaitu masyarakat dalam pemenuhan kewajibannya.
Diterapkannya Akuntansi khususnya sektor publik, diterapkan konsep value for
money tersebut akan mampu menekan biaya pemerolehan input yang berkualitas
yaitu, misal bisa ditempuh dengan cara mencegah mark-up dari harga beli yaitu
dengan menciptakan sistem pengendalian yang handal,dsb.

Maka dengan adanya penerapan akuntansi dalam konsep value for money
merupakan sarana yang baik dalam menciptakan Good Governance karena dengan
hal tersebut diterapkan akan mampu meningkatkan pelayanan publik,
meningkatkan kesadaran akan uang publik,dsb.

PERSAMAAN SEKTOR SWASTA DAN SEKTOR PUBLIK


a. Baik sektor publik maupun sektor swasta merupakan bagian integral dari
system ekonomi suatu Negara dan menggunakan sumber daya yang sama
dalam mencapai tujuan organisasi

b. Baik sektor publik maupun sektor swasta memiliki sumber daya yang
terbatas (kelangkaan) ekonomis, efektif dan efisien

c. Baik sektor publik maupun sektor swasta memiliki proses manajemen yang
sama perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian untuk
menghasilkan informasi yang hadal dan relevan.
d. Dalam beberapa hal kedua sektor ini menghasil produk yang sama:
transportasi Publik, pendidikan, kesehatan, dll.
e. Kedua sektor ini tunduk Kepada peraturan dan perundang-undangan.

PERBEDAAN SEKTOR SWASTA DAN SEKTOR PUBLIK


Keterangan Sektor Swasta Sektor Publik
Tujuan Profit motif Non profit motif
Organisasi
Sumber Internal: Pajak, retribusi,
Pendanaan modal sendiri hutang, dll

Eksternal:
Hutang
Pola Pertangg. Vertical Vertikal dan
Jalaban Horizontal

Struktur Flexible Birokrasi dan


Organisasi rigid

Anggaran Tertutup Terbuka untuk


untuk PubliK publik

Sistem Basis Akrual Basis Kas


Akuntansi