Anda di halaman 1dari 36

Bab MANUAL SENSUS BARANG MILIK NEGARA (BMN)

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN


TAHUN 2013

1 Pendahuluan
Laporan BMN Kementerian Keuangan merepresentasikan keberadaan,
kondisi, jumlah serta nilai dari BMN Kementerian Keuangan secara
keseluruhan. Isu yang mengemuka terkait pelaporan BMN adalah sampai
seberapa jauh informasi yang ada sudah mengakomodir kebutuhan tersebut
dalam penyusunan laporan BMN. Laporan BMN Kementerian Keuangan
memiliki peran signifikan dalam proses penyusunan laporan keuangan
Kementerian Keuangan secara keseluruhan.

Sensus BMN Salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan terkait keberadaan,
sekurang- kondisi, jumlah serta nilai BMN adalah dengan melakukan sensus BMN.
kurangnya Sensus BMN di lingkungan Kementerian Keuangan merupakan amanat dari
dilakukan sekali Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah yang menyatakan bahwa Pengguna Barang
dalam 5 tahun.
melakukan sensus BMN sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun.
Kegiatan sensus BMN terakhir kali dilakukan tahun 2007-2008 (oleh DJKN
selaku Pengelola Barang). Jika dihitung kurun waktu 5 (lima) tahun maka
kegiatan sensus BMN di lingkungan Kementerian Keuangan sudah
sepatutnya diselenggarakan kembali pada tahun 2013.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus BMN di lingkungan Kementerian
Keuangan telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Keuangan nomor SE-
35/MK.1/2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Sensus BMN Di Lingkungan Kementerian Keuangan. Aturan ini nantinya akan
digunakan sebagai acuan/referensi ketika proses sensus BMN dilakukan
pada seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan.

Landasan Hukum Sensus BMN


PP 6/2008 dan Landasan hukum pelaksanaan sensus BMN Kementerian Keuangan
PMK 120/2007 adalah :
mengamanatkan
bahwa sensus a. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan
BMN Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan
dilaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2008;
sekurang- b. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120/PMK.06/2007 tentang
kurangnya sekali Penatausahaan Barang Milik Negara;
dalam 5 tahun. c. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-35/MK.1/2012 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Sensus Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian
Keuangan.
Secara eksplisit, ketentuan teknis formal (PP 6 tahun 2008 dan PMK
120/2007) mengamanatkan bahwa kegiatan sensus BMN dilaksanakan

Manual Sensus BMN 2013 1




sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun. Dalam lima tahun terakhir
belum ada lagi kegiatan sensus BMN yang dilakukan di lingkungan
Kementerian Keuangan. Oleh karena itu kegiatan ini akan dilaksanakan
kembali pada tahun 2013.

Pengertian, Maksud dan Tujuan Sensus BMN


Maksud sensus Sensus BMN merupakan kegiatan untuk melakukan pendataan,
BMN adalah pencatatan dan pelaporan hasil pendataan BMN Kementerian Keuangan
untuk yang dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun, kecuali
mengetahui
BMN berupa Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan. Maksud
keberadaan,
kondisi, jumlah dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui keberadaan, kondisi,
serta nilai BMN jumlah serta nilai BMN Kementerian Keuangan. Sedangkan tujuan yang ingin
Kementerian dicapai adalah agar semua BMN Kementerian Keuangan dapat terdata
Keuangan. baik dalam upaya mewujudkan tertib administrasi dan mempermudah
pelaksanaan pengelolaan BMN.

Pernyataan Kesanggupan (Commitment Letter)


Partisipasi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan
sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan sensus BMN
ini. Sebagai wujud dukungan partisipasi tersebut, telah disusun dokumen
berupa surat pernyataan kesanggupan pelaksanaan sensus (commitment
letter) yang akan ditandatangani oleh Kepala Satuan
Kerja/Penanggungjawab UPKPB.

Basis Data Sensus BMN 2013


Basis data sensus Basis data yang digunakan untuk kegiatan sensus BMN tahun 2013
BMN tahun 2013 adalah data laporan BMN audited tahun 2012 (BMN diperoleh sampai
adalah laporan dengan tanggal 31 Desember 2012), namun demikian atribut pelaksanaan
BMN audited
sensus terkait keberadaan dan kondisi BMN tetap mengacu pada kondisi
tahun 2012.
sebenarnya ketika proses tersebut dilaksanakan.

Teknis dan Jenjang Pelaksanaan Sensus BMN


Sensus BMN harus Sensus BMN secara teknis dilaksanakan oleh seluruh Satuan Kerja atau
diselesaikan Unit Penatausahaan Kuasa Pengguna Barang (UPKPB) di lingkungan
paling lambat Kementerian Keuangan, dan harus diselesaikan paling lambat tanggal 31
tanggal 31
Desember 2013. Untuk membantu teknis pelaksanaannya digunakan alat
Desember 2013.
bantu berupa aplikasi sensus BMN. Aplikasi ini pada tahap awal baru dapat
digunakan untuk kegiatan sensus BMN pada tingkat satuan kerja/UPKPB.
Proses sensus BMN pada tingkat Wilayah, Eselon 1 dan Pengguna, pada
dasarnya adalah dalam rangka konsolidasi pelaporan hasil sensus pada
tingkat dibawahnya. Penyempurnaan aplikasi ini akan terus dilakukan
(update) untuk membantu proses pelaksanaan sensus BMN pada tingkat

Manual Sensus BMN 2013 2




Wilayah, Eselon 1 dan Pengguna.
Hasil sensus Secara berjenjang hasil sensus BMN dilaporkan kepada unit
dilaporkan secara penatasusahaan diatasnya mulai tingkat Wilayah, Eselon I hingga akhirnya
berjenjang
sampai ke tingkat Pengguna Barang dalam hal ini adalah Sekretariat
kepada unit
diatasnya sampai Jenderal c.q. Biro Perlengkapan. Pada tingkat kementerian, hasil pelaporan
ke tingkat sensus BMN dikonsolidasikan di Biro Perlengkapan, sehingga nantinya akan
Pengguna menjadi Laporan Sensus BMN tingkat Kementerian.
Barang.

Pengguna : UPPB Setjen c.q. Biro Perlengkapan


Eselon I : UPPB-EI Seluruh unit Eselon I Kemenkeu

Wilayah : UPPB-W Seluruh Wilayah pada seluruh unit Eselon I

Satuan Kerja : UPKPB Seluruh satker di Kementerian Keuanga

Pelaporan
Batas waktu Batas waktu penyampaian hasil pelaksanaan sensus BMN pada masing-
penyampaian masing tingkat diselaraskan dengan batas waktu penyampaian laporan
hasil sensus BMN tahunan 2013. Pada tingkat Pengguna Barang (Kementerian
diselaraskan
Keuangan), laporan BMN Tahunan 2013, paling lambat sudah harus
dengan batas
waktu disampaikan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) selaku
penyampaian Pengelola Barang tanggal 15 Februari 2014. Diharapkan masing-masing
laporan BMN tingkat unit penatausahaan dapat mengatur batas waktu penyampaiannya
tahunan 2013. mulai dari tingkat satuan kerja, Wilayah, Eselon 1 dan Pengguna agar pada
saat konsolidasi data pada tingkat pengguna tidak sampai melebihi batas
waktu yang seharusnya.

Ikhtisar dan matriks Pengiriman Dokumen Hardcopy dan Arsip Data Komputer
(ADK) pada masing-masing tingkat penatausahaan adalah sebagai berikut:

No Keterangan Wilayah EselonI Pengguna

1 Tingkat UPKPB
Dokumen Hardcopy
Laporan Hasil Sensus

Manual Sensus BMN 2013 3




No Keterangan Wilayah EselonI Pengguna

Daftar Barang Hasil


Sensus
Surat Penetapan Hasil
Sensus
Surat Pernyataan

File Kirim

ADK

2 Tingkat UPPB-W
Dokumen Hardcopy
Laporan Rekapitulasi
Pelaksanaan Hasil Sensus
Rekapitulasi Daftar
Barang Hasil Sensus
Surat Penetapan Hasil
Sensus
Surat Pernyataan

File Kirim

ADK

3 Tingkat UPPB-E1
Dokumen Hardcopy
Laporan Rekapitulasi
Pelaksanaan Hasil Sensus
Rekapitulasi Daftar
Barang Hasil Sensus
Surat Penetapan Hasil
Sensus
Surat Pernyataan

File Kirim

ADK

Jadwal penyampaian Dokumen Hardcopy dan ADK pada masing-masing


tingkat Penatausahaan :

Tingkat
No Paling lambat
Penatausahaan
1 UPKPB tanggal 19 Januari 2014 sudah harus diterima oleh UPPB-
W, UPPB-E1 dan UPPB
2 UPPB-W tanggal 27 Januari 2014 sudah harus diterima oleh UPPB-
E1 dan UPPB
3 UPPB-1 tanggal 5 Februari 2014 sudah harus diterima oleh UPPB

Manual Sensus BMN 2013 4

Pengungkapan Dalam Catatan Atas


Laporan BMN
Kegiatan sensus Kegiatan sensus BMN harus diungkapkan dalam catatan atas laporan
BMN harus BMN yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan BMN. Laporan
diungkapkan BMN disampaikan secara periodik sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri
dalam catatan
Keuangan nomor 120/MK.06/2007. Mekanisme pengungkapannya sesuai
atas laporan
BMN. dengan jenjang organisasi penatausahaan BMN, artinya terdapat
pengungkapan pada setiap tingkat unit penatausahaan BMN mulai tingkat
UPKPB, UPPB-W, UPPB-E1 dan UPPB.

Monitoring Pelaksanaan Sensus BMN


Kegiatan monitoring pelaksanaan sensus atas satuan kerja di
lingkungan Kementerian Keuangan pada dasarnya dilakukan secara
berjenjang mulai dari tingkat Wilayah, Eselon 1 sampai dengan Pengguna
(Kementerian Keuangan). Koordinasi dan sinergi diantara masing-masing
tingkat unit penatausahaan tersebut secara teknis tetap dapat dilakukan
dengan pertimbangan kebutuhan dan tujuan agar kegiatan ini dapat
berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Tindak Lanjut
Untuk Hasil sensus BMN yang dilakukan akan menginformasikan beberapa hal
keamanan dan terkait keberadaan dan kondisi BMN yang terdapat pada satuan kerja.
keseragaman Beberapa hal tersebut meliputi :
perlakuan, hasil
sensus tidak serta 1. Daftar Barang Kondisi Baik/Rusak Ringan;
merta diupdate 2. Daftar Barang Kondisi Rusak Berat;
ke aplikasi SIMAK 3. Daftar Barang Tidak Diketemukan;
BMN. 4. Daftar Barang Berlebih.

Untuk keamanan dan keseragaman diharapkan satuan kerja tidak


dengan serta merta melakukan updating hasil sensus tersebut kedalam
aplikasi SIMAK BMN. Kebijakan terkait dengan hal ini akan dirumuskan dan
disampaikan kemudian.

Manual Sensus BMN 2013 5



Bab MANUAL SENSUS BARANG MILIK NEGARA (BMN)


DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
TAHUN 2013

1 Pendahuluan
Laporan BMN Kementerian Keuangan merepresentasikan keberadaan,
kondisi, jumlah serta nilai dari BMN Kementerian Keuangan secara
keseluruhan. Isu yang mengemuka terkait pelaporan BMN adalah sampai
seberapa jauh informasi yang ada sudah mengakomodir kebutuhan tersebut
dalam penyusunan laporan BMN. Laporan BMN Kementerian Keuangan
memiliki peran signifikan dalam proses penyusunan laporan keuangan
Kementerian Keuangan secara keseluruhan.

Sensus BMN Salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan terkait keberadaan,
sekurang- kondisi, jumlah serta nilai BMN adalah dengan melakukan sensus BMN.
kurangnya Sensus BMN di lingkungan Kementerian Keuangan merupakan amanat dari
dilakukan sekali Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah yang menyatakan bahwa Pengguna Barang
dalam 5 tahun.
melakukan sensus BMN sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun.
Kegiatan sensus BMN terakhir kali dilakukan tahun 2007-2008 (oleh DJKN
selaku Pengelola Barang). Jika dihitung kurun waktu 5 (lima) tahun maka
kegiatan sensus BMN di lingkungan Kementerian Keuangan sudah
sepatutnya diselenggarakan kembali pada tahun 2013.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus BMN di lingkungan Kementerian
Keuangan telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Keuangan nomor SE-
35/MK.1/2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Sensus BMN Di Lingkungan Kementerian Keuangan. Aturan ini nantinya akan
digunakan sebagai acuan/referensi ketika proses sensus BMN dilakukan
pada seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan.

Landasan Hukum Sensus BMN


PP 6/2008 dan Landasan hukum pelaksanaan sensus BMN Kementerian Keuangan
PMK 120/2007 adalah :
mengamanatkan
bahwa sensus a. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan
BMN Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan
dilaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2008;
sekurang- b. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120/PMK.06/2007 tentang
kurangnya sekali Penatausahaan Barang Milik Negara;
dalam 5 tahun. c. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-35/MK.1/2012 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Sensus Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian
Keuangan.
Secara eksplisit, ketentuan teknis formal (PP 6 tahun 2008 dan PMK
120/2007) mengamanatkan bahwa kegiatan sensus BMN dilaksanakan

Manual Sensus BMN 2013 1




sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun. Dalam lima tahun terakhir
belum ada lagi kegiatan sensus BMN yang dilakukan di lingkungan
Kementerian Keuangan. Oleh karena itu kegiatan ini akan dilaksanakan
kembali pada tahun 2013.

Pengertian, Maksud dan Tujuan Sensus BMN


Maksud sensus Sensus BMN merupakan kegiatan untuk melakukan pendataan,
BMN adalah pencatatan dan pelaporan hasil pendataan BMN Kementerian Keuangan
untuk yang dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun, kecuali
mengetahui
BMN berupa Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan. Maksud
keberadaan,
kondisi, jumlah dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui keberadaan, kondisi,
serta nilai BMN jumlah serta nilai BMN Kementerian Keuangan. Sedangkan tujuan yang ingin
Kementerian dicapai adalah agar semua BMN Kementerian Keuangan dapat terdata
Keuangan. baik dalam upaya mewujudkan tertib administrasi dan mempermudah
pelaksanaan pengelolaan BMN.

Pernyataan Kesanggupan (Commitment Letter)


Partisipasi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan
sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan sensus BMN
ini. Sebagai wujud dukungan partisipasi tersebut, telah disusun dokumen
berupa surat pernyataan kesanggupan pelaksanaan sensus (commitment
letter) yang akan ditandatangani oleh Kepala Satuan
Kerja/Penanggungjawab UPKPB.

Basis Data Sensus BMN 2013


Basis data sensus Basis data yang digunakan untuk kegiatan sensus BMN tahun 2013
BMN tahun 2013 adalah data laporan BMN audited tahun 2012 (BMN diperoleh sampai
adalah laporan dengan tanggal 31 Desember 2012), namun demikian atribut pelaksanaan
BMN audited
sensus terkait keberadaan dan kondisi BMN tetap mengacu pada kondisi
tahun 2012.
sebenarnya ketika proses tersebut dilaksanakan.

Teknis dan Jenjang Pelaksanaan Sensus BMN


Sensus BMN harus Sensus BMN secara teknis dilaksanakan oleh seluruh Satuan Kerja atau
diselesaikan Unit Penatausahaan Kuasa Pengguna Barang (UPKPB) di lingkungan
paling lambat Kementerian Keuangan, dan harus diselesaikan paling lambat tanggal 31
tanggal 31
Desember 2013. Untuk membantu teknis pelaksanaannya digunakan alat
Desember 2013.
bantu berupa aplikasi sensus BMN. Aplikasi ini pada tahap awal baru dapat
digunakan untuk kegiatan sensus BMN pada tingkat satuan kerja/UPKPB.
Proses sensus BMN pada tingkat Wilayah, Eselon 1 dan Pengguna, pada
dasarnya adalah dalam rangka konsolidasi pelaporan hasil sensus pada
tingkat dibawahnya. Penyempurnaan aplikasi ini akan terus dilakukan
(update) untuk membantu proses pelaksanaan sensus BMN pada tingkat

Manual Sensus BMN 2013 2




Wilayah, Eselon 1 dan Pengguna.
Hasil sensus Secara berjenjang hasil sensus BMN dilaporkan kepada unit
dilaporkan secara penatasusahaan diatasnya mulai tingkat Wilayah, Eselon I hingga akhirnya
berjenjang
sampai ke tingkat Pengguna Barang dalam hal ini adalah Sekretariat
kepada unit
diatasnya sampai Jenderal c.q. Biro Perlengkapan. Pada tingkat kementerian, hasil pelaporan
ke tingkat sensus BMN dikonsolidasikan di Biro Perlengkapan, sehingga nantinya akan
Pengguna menjadi Laporan Sensus BMN tingkat Kementerian.
Barang.

Pengguna : UPPB Setjen c.q. Biro Perlengkapan


Eselon I : UPPB-EI Seluruh unit Eselon I Kemenkeu

Wilayah : UPPB-W Seluruh Wilayah pada seluruh unit Eselon I

Satuan Kerja : UPKPB Seluruh satker di Kementerian Keuanga

Pelaporan
Batas waktu Batas waktu penyampaian hasil pelaksanaan sensus BMN pada masing-
penyampaian masing tingkat diselaraskan dengan batas waktu penyampaian laporan
hasil sensus BMN tahunan 2013. Pada tingkat Pengguna Barang (Kementerian
diselaraskan
Keuangan), laporan BMN Tahunan 2013, paling lambat sudah harus
dengan batas
waktu disampaikan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) selaku
penyampaian Pengelola Barang tanggal 15 Februari 2014. Diharapkan masing-masing
laporan BMN tingkat unit penatausahaan dapat mengatur batas waktu penyampaiannya
tahunan 2013. mulai dari tingkat satuan kerja, Wilayah, Eselon 1 dan Pengguna agar pada
saat konsolidasi data pada tingkat pengguna tidak sampai melebihi batas
waktu yang seharusnya.

Ikhtisar dan matriks Pengiriman Dokumen Hardcopy dan Arsip Data Komputer
(ADK) pada masing-masing tingkat penatausahaan adalah sebagai berikut:

No Keterangan Wilayah EselonI Pengguna

1 Tingkat UPKPB
Dokumen Hardcopy
Laporan Hasil Sensus

No Keterangan Wilayah EselonI Pengguna

Manual Sensus BMN 2013 3




Daftar Barang Hasil
Sensus
Surat Penetapan Hasil
Sensus
Surat Pernyataan

File Kirim

ADK

2 Tingkat UPPB-W
Dokumen Hardcopy
Laporan Rekapitulasi
Pelaksanaan Hasil Sensus
Rekapitulasi Daftar
Barang Hasil Sensus
Surat Penetapan Hasil
Sensus
Surat Pernyataan

File Kirim

ADK

3 Tingkat UPPB-E1
Dokumen Hardcopy
Laporan Rekapitulasi
Pelaksanaan Hasil Sensus
Rekapitulasi Daftar
Barang Hasil Sensus
Surat Penetapan Hasil
Sensus
Surat Pernyataan

File Kirim

ADK

Jadwal penyampaian Dokumen Hardcopy dan ADK pada masing-masing


tingkat Penatausahaan :

Tingkat
No Paling lambat
Penatausahaan
1 UPKPB tanggal 19 Januari 2014 sudah harus diterima oleh UPPB-
W, UPPB-E1 dan UPPB
2 UPPB-W tanggal 27 Januari 2014 sudah harus diterima oleh UPPB-
E1 dan UPPB
3 UPPB-1 tanggal 5 Februari 2014 sudah harus diterima oleh UPPB

Manual Sensus BMN 2013 4

Pengungkapan Dalam Catatan Atas


Laporan BMN
Kegiatan sensus Kegiatan sensus BMN harus diungkapkan dalam catatan atas laporan
BMN harus BMN yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan BMN. Laporan
diungkapkan BMN disampaikan secara periodik sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri
dalam catatan
Keuangan nomor 120/MK.06/2007. Mekanisme pengungkapannya sesuai
atas laporan
BMN. dengan jenjang organisasi penatausahaan BMN, artinya terdapat
pengungkapan pada setiap tingkat unit penatausahaan BMN mulai tingkat
UPKPB, UPPB-W, UPPB-E1 dan UPPB.

Monitoring Pelaksanaan Sensus BMN


Kegiatan monitoring pelaksanaan sensus atas satuan kerja di
lingkungan Kementerian Keuangan pada dasarnya dilakukan secara
berjenjang mulai dari tingkat Wilayah, Eselon 1 sampai dengan Pengguna
(Kementerian Keuangan). Koordinasi dan sinergi diantara masing-masing
tingkat unit penatausahaan tersebut secara teknis tetap dapat dilakukan
dengan pertimbangan kebutuhan dan tujuan agar kegiatan ini dapat
berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Tindak Lanjut
Untuk Hasil sensus BMN yang dilakukan akan menginformasikan beberapa hal
keamanan dan terkait keberadaan dan kondisi BMN yang terdapat pada satuan kerja.
keseragaman Beberapa hal tersebut meliputi :
perlakuan, hasil
sensus tidak serta 1. Daftar Barang Kondisi Baik/Rusak Ringan;
merta diupdate 2. Daftar Barang Kondisi Rusak Berat;
ke aplikasi SIMAK 3. Daftar Barang Tidak Diketemukan;
BMN. 4. Daftar Barang Berlebih.

Untuk keamanan dan keseragaman diharapkan satuan kerja tidak


dengan serta merta melakukan updating hasil sensus tersebut kedalam
aplikasi SIMAK BMN. Kebijakan terkait dengan hal ini akan dirumuskan dan
disampaikan kemudian.

Manual Sensus BMN 2013 5



Bab

2
INSTALASI

Install Aplikasi Sensus BMN

Langkah-langkah proses instalasi aplikasi Sensus BMN:

Installer Sensus BMN


a. Pilih klik dua kali, sehingga muncul tampilan sbb:

Direktori tujuan dalam instalasi ini adalah C:\sk13\, dan jangan diubah untuk
mempermudah dalam setting berikutnya.

b. Klik tombol , untuk melanjutkan proses instalasi dan tunggu


beberapa saat.

Manual Sensus BMN 2013 6


c. Apabila proses instalasi berhasil, maka pada direktori C:\ akan muncul folder
dengan nama sk13. Untuk menjalankan aplikasi, cari file/icon pada folder
C:\sk13\ dengan ekstensi .exe seperti berikut:

Jika sudah dilakukan proses instalasi, maka aplikasi Sensus BMN siap dijalankan dan
dapat digunakan.

Manual Sensus BMN 2013 7


Bab

3
MEMULAI APLIKASI

Login Menu Admin


Setup User
Login Operator

Memulai Aplikasi Sensus Barang Milik Negara (BMN)

Jika Aplikasi Sensus BMN telah diinstall dalam komputer, kita dapat dengan mudah

mulai menjalankan aplikasi ini dengan melakukan double Klik tombol pada
direktori c:\sk13\

Tampilan layar pembuka Aplikasi Aplikasi Sensus BMN adalah sebagai berikut :

Manual Sensus BMN 2013 8


II.1. Login Menu Admin

Untuk user yang baru pertama kali menggunakan Aplikasi tingkat Administrator ini kita
harus memasukkan user Id dan password:
admin pada Nama ID, dan
admin pada Password,
boleh ditulis Admin, ADMIN (tidak khusus)

Setelah itu klik tombol .

Sedang bagi user yang sudah mengakses aplikasi ini dapat langsung mengisikan Nama
ID dan Password yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Manual Sensus BMN 2013 9


Tampilan Menu Dalam Aplikasi Sensus BMN Administrator

II.2. Setup User

Untuk dapat mempergunakan aplikasi ini setelah yang harus dilakukan oleh pengguna
(user) adalah mendaftarkan terlebih dahulu identitas diri sebagai user. Langkah inilah
yang dinamakan dengan Setup User.

Untuk menjalankan setup user pilihlah menu Referensi >> Setup User setelah itu tampil
menu seperti dibawah ini :

Manual Sensus BMN 2013 10


User harus mengingat nama ID dan password yang telah didaftarkan
Apabila user merubah identitas admin maka nama ID dan Passwordnya harus
diingat/tidak boleh lupa.

Klik tombol untuk membuat setup user yang lokasinya sesuai dengan UAKPB,
sehingga muncul tampilan sbb :

Manual Sensus BMN 2013 11


Tampilan Identifikasi User terdiri dari isian sebagai berikut :
Nama : Diisi dengan nama user.
Nama ID : Diisi dengan Nama ID yang diinginkan.
Password : Diisi dengan password yang diinginkan.
Ulangi Password : Diisi harus sama dengan isian password yang diinginkan.
Kd Satker :
Dipilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode
dan nama satker.

Contoh:

Klik tombol , sehingga akan muncul tampilan registrasi user yang telah berhasil
didaftarkan sbb:

Manual Sensus BMN 2013 12


Kemudian klik tombol untuk kembali ke tampilan menu administrator.

II.3. Login Operator

Setelah melakukan pengaturan setup user oleh admin, maka user dapat mulai masuk
ke dalam aplikasi Sensus BMN. Langkah yang harus ditempuh adalah:

a. Keluar dari Aplikasi Admin dengan memilih menu Keluar >> log off dari menu admin.

b. Akan muncul tampilan login form seperti dibawah ini:

Masukkan username dan password yang sudah didaftar sebelumnya di menu Admin,
misalnya:
SRAGEN pada Username, dan
SRAGEN pada Password,
Huruf besar atau huruf kecil tidak spesifik.

Setelah itu klik tombol .

c. Setelah berhasil login dengan Username yang telah dibuat maka akan muncul
tampilan awal Aplikasi Sensus BMN Operator sbb:

Manual Sensus BMN 2013 13


Aplikasi Sensus BMN Siap dimulai.

Manual Sensus BMN 2013 14


Bab

4
TAHAP AWAL SENSUS BMN
Mengenal Menu dalam Aplikasi Sensus BMN
Melakukan Restore Data SIMAK BMN
Mem-Validasi Data SIMAK BMN
Updating Tabel Ruangan
Cetak Kertas Kerja Sensus BMN

Tampilan Awal Sensus BMN

III.1. Mengenal Menu dalam Aplikasi Sensus BMN

Seperti dapat terlihat pada tampilan di atas, Aplikasi Sensus BMN memiliki 5 (lima) menu
utama yaitu:
1. Tabel Referensi
i). Tabel Ruangan Untuk meng-update daftar ruangan
2. Utility
i) Restore Data SIMAK Untuk merestore data SIMAK ke dalam aplikasi Sensus
BMN

Manual Sensus BMN 2013 15


ii) Update Data SIMAK Untuk melakuakan updating data hasil sensus BMN ke
dalam aplikasi SIMAK (WARNING! Untuk Updating Data menunggu instruksi
selanjutnya)
3. Proses Data Invent
i) Validasi Data Untuk mem-validasi data guna memastikan data yang
dipakai adalah data SIMAK AUDITED 2012
ii) Cetak Kertas Kerja Untuk mencetak kertas kerja Sensus BMN berdasarkan
data SIMAK BMN
iii) Input Data Untuk menginput data hasil sensus BMN yang terdiri dari:
(1) Ubah Kondisi/Keberadaan Untuk mengubah/meng-update data BMN
terkait eksistensi dan kondisinya
(2) Ubah DBR/DBL Untuk mengubah/meng-update data BMN terkait lokasi
keberadaannya
(3) Barang Berlebih Untuk mencatat barang-barang hasil sensus yang
belum tercatat dalam aplikasi SIMAK
iv) Periode Berjalan
(1) Penerimaan Data Berjalan Untuk melakukan penerimaan data pada
periode tahun berjalan
(2) Cetak BMN dalam Proses Pengelolaan Untuk mencetak daftar barang
hasil sensus dalam proses pengelolaan yang merupakan daftar mutasi
BMN selama periode tahun berjalan
4. Output Merupakan hasil dari sensus BMN dalam bentuk hardcopy dan
softcopy
i) Cetak LHI (Laporan Hasil Inventarisasi) Hasil Sensus BMN dalam bentuk
laporan (hardcopy)
ii) ADK Pengiriman Hasil Sensus BMN dalam bentuk ADK (softcopy)
5. Keluar
i) Selesai Untuk keluar dari aplikasi sensus BMN
ii) Log Off Untuk keluar pada menu admin

III.2. Melakukan Restore Data SIMAK BMN

Sebagai tahap awal untuk mulai menjalankan aplikasi sensus BMN adalah dengan
melakukan restore data SIMAK BMN. Data SIMAK BMN yang direstore boleh
data/backup di tahun berjalan dengan catatan bahwa data tersebut adalah
berdasarkan data/backup SIMAK BMN Audited 2012.
Langkah melakukan restore data SIMAK BMN adalah sbb:
1. Pilih Menu Utility >> Restore Data Simak sehingga muncul tampilan seperti di bawah
ini:

Manual Sensus BMN 2013 16


2. Klik tombol untuk mencari data SIMAK BMN yang akan direstore.

3. Setelah dipilih, klik tombol dan akan muncul notifikasi seperti berikut:

Pilih , , kemudian maka proses restore data


simak telah selesai.

Manual Sensus BMN 2013 17


III.3. Mem-validasi Data SIMAK BMN

Data SIMAK BMN perlu divalidasi guna memastikan bahwa data yang telah direstore
sudah sesuai dengan data/backup data SIMAK BMN Tahun 2012 Audited. Langkah
untuk mem-validasi data SIMAK yang telah direstore pada aplikasi Sensus BMN adalah
sbb:
1. Pilih menu Proses Data Inven >> Validasi Data maka akan muncul tampilan seperti
berikut:

2. Pilih Cetak Validasi, maka akan muncul data Validasi Nilai BMN

Manual Sensus BMN 2013 18


Cetakan menu validasi menampilkan data Neraca Satker per 31 Desember 2012
ditambah dengan nilai BMN ekstrakomptabel. Data ekstrakomptabel juga perlu
divalidasi karena sensus BMN dilakukan terhadap BMN intra maupun juga ekstra.
Satker diminta untuk mem-validasi nilai BMN yang tercetak dengan nilai BMN sesuai
dengan SIMAK BMN Tahun 2012 (Audited). Apabila belum sesuai, maka satker harus
me-restore ulang data SIMAK BMN yang sesuai dengan SIMAK BMN Tahun 2012
(Audited).
3. Jika sudah sesuai, maka keluar pada tampilan menu utama untuk melanjutkan
proses selanjutnya.

Untuk memastikan data/backup SIMAK BMN 2012 sudah audited, Satker


diminta berkoordinasi dengan Kanwil dan atau Eselon I nya masing-masing.

III.4. Penerimaan Data Tahun Berjalan

Mengingat aplikasi Sensus BMN 2013 ini belum bisa merestore backup dari aplikasi SIMAK
2013, maka untuk data pada periode berjalan perlu dilakukan proses penerimaan data
terpisah dari proses restore data SIMAK. Untuk proses penerimaan data ini adalah
dengan menggunakan menu Proses Data Inven >> Periode Berjalan >> Penerimaan
Data Berjalan. Adapun file kirim yang dimaksud adalah file kirim data tahun berjalan
yang dibuat dari aplikasi SIMAK-BMN 2013.

Manual Sensus BMN 2013 19


* Cetak BMN dalam Proses Pengelolaan
Adalah daftar mutasi BMN yang terjadi selama tahun berjalan setelah Audited
2012. Selama proses sensus BMN pada tahun berjalan, dimungkinkan adanya
mutasi barang-barang yang terjadi pasca data Audited 2012 misalnya,
penghapusan, reklasifikasi BMN, transfer keluar, dll. Pada daftar barang hasil sensus
dalam proses pengelolaan ini akan menyajikan daftar barang-barang dimaksud
sehingga dapat memberikan penjelasan apabila terjadi selisih dalam proses sensus
BMN. Untuk mencetak daftar dimaksud adalah dengan memilih menu Proses Data
Inven >> Periode Berjalan >> Cetak BMN dalam Proses Pengelolaan.

III.5. Updating Tabel Ruangan

Tahap ini bertujuan untuk meng-update data referensi ruangan yang ada pada satker.
Pada menu ini dimungkinkan untuk menambah, merubah maupun menghapus daftar
ruangan. Langkah yang harus dilakukan untuk meng-update daftar ruangan adalah
sbb:

1. Pilih Menu Tabel Referensi >> Tabel Ruangan, maka akan muncul tampilan seperti
berikut

Manual Sensus BMN 2013 20


2. Untuk melakukan updating data tabel ruangan, pada aplikasi ini telah disediakan
pilihan untuk menambah, menghapus, atau merubah tabel ruangan. Misalkan untuk

menambah daftar ruang, pilih menu sehingga muncul tampilan sbb:

9 Kode Ruangan : diisin dengan kode ruangan yang akan ditambahkan


(misal: kode 10)
9 Nama Ruangan : nama ruangan yang akan ditambahkan (misal: Ruang
Pelayanan)
9 Penanggung jawab : diisi nama Pejabat/staff yang bertindak sebagai
penanggung jawab ruangan (misal: Imam)
9 NIP : diisi dengan NIP penanggung jawab ruangan (misal:
197411011999101001)

Manual Sensus BMN 2013 21


Contoh:

3. Jika data semua data sudah diisi pilih .

III.6. Cetak Kertas Kerja Sensus BMN

Kertas kerja Sensus BMN digunakan sebagai data awal/data sumber dalam melakukan
kegiatan Sensus BMN. Kertas kerja ini bertujuan untuk membantu pelaksana sensus
dalam melakukan kegiatan sensus BMN.
Langkah yang dilakukan untuk mencetak kertas kerja sensus BMN adalah:

1. Pilih Menu Proses Data Inven >> Cetak Kertas Kerja maka akan muncul tampilan
seperti berikut:

9 KK Tanah
9 KK Gedung Bangunan
9 KK Bangunan Air Untuk BMN yang
9 KK Alat Angkutan tercatat dalam KIB
9 KK Alat Berat
9 KK Senjata
9 KK DBR Untuk BMN yang berada di dalam ruangan. KK DBR sudah dipisah
berdasarkan kode ruangan.

Manual Sensus BMN 2013 22


9 KK DBL Untuk BMN yang tidak masuk ke dalam KIB maupun DBL (contoh: tiang
bendera)
9 KK Belum Terdistribusi Untuk BMN yang belum terdistribusi baik ke DBR, DBL,
maupun KIB

2. Cetak semua kertas kerja yang telah disiapkan dengan memilih .


3. Selain disediakan cetak kertas kerja dalam bentuk .pdf, juga disediakan versi excell-
nya. Apabila semua kertas kerja sudah dicetak maka file excell dari kertas kerja akan
tersimpan pada folder My Computer>C:>sk13>XLS seperti berikut:

4. Setelah dicetak, maka kertas kerja siap digunakan untuk melakukan Sensus BMN.

Manual Sensus BMN 2013 23


Bab

5
INPUT HASIL SENSUS BMN

Ubah Kondisi/Keberadaan
Ubah DBR/DBL
Barang Berlebih

Maksud Sensus BMN adalah untuk mengetahui keberadaan, jumlah,


nilai serta kondisi BMN Kementerian Keuangan (SE-35/MK.1/2012)

IV.1. Ubah Kondisi/Keberadaan

Untuk melakukan ubah kondisi/keberadaan BMN hasil sensus BMN langkah yang perlu
dilakukan adalah:
1. Pilih Menu Proses Data Inven >> Input Data >> Ubah Kondisi/Keberadaan, maka akan
muncul tampilan sebagai berikut:

Manual Sensus BMN 2013 24


Berikut merupakan data awal berdasarkan SIMAK 2012 Audited yang sebelumnya
telah direstore. Yang harus dilakukan adalah:
a) Keberadaan
Data keberadaan BMN ditunjukkan pada kolom Chek. Default aplikasi akan

terdapat tanda chek. Apabila terdapat tanda chek artinya barang


tersebut ditemukan ketika dilakukan sensus BMN. Jika pada saat dilakukan
sensus terdapat BMN yang tidak diketemukan maka dihilangkan tanda chek

menjadi unchek .
b) Kondisi
Data kondisi BMN disediakan pada kolom Kondisi Inventarisasi. Default aplikasi
akan merujuk pada kondisi barang berdasarkan data SIMAK BMN yang direstore.
Update data kondisi BMN dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan
memilih kondisi barang hasil sensus BMN dengan kategori; Baik, RR (rusak ringan),
atau RB (rusak berat) berdasarkan hasil sensus BMN.

2. Setelah seluruh data hasil sensus BMN terkait keberadaan dan kondisi BMN telah

diinput ke dalam aplikasi sensus maka pilih .

IV.2. Ubah DBR/DBL

Ubah DBR/DBL bertujuan untuk meng-update keberadaan BMN khususnya terhadap


lokasi BMN dimaksud. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk
memutakhirkan DBR/DBL. Langkah yang perlu dilakukan adalah:

1. Pilih Menu Proses Data Inven >> Input Data >> Ubah Kondisi/Keberadaan, maka akan
muncul tampilan sebagai berikut:

2. Untuk mengubah/meng-update DBR/DBL pilih salah satu barang kemudian klik


sehingga muncul tampilan update DBR/DBL sebagai berikut:

Manual Sensus BMN 2013 25


3. Kemudian input data hasil sensus BMN untuk mengupdate DBR/DBL. Untuk daftar
ruangan dapat dipilih dengan klik . Apabila daftar ruangan masih belum
Update, maka harus dilakukan update tabel ruangan sebagaimana telah dijelaskan
bada bagian awal Bab 3. Apabila semua data hasil sensus telah diupdate DBR/DBL-

nya maka pilih . Proses Update DBR/DBL selesai.

IV.2. Barang Berlebih

Menu ini disediakan untuk mencatat barang-barang perolehan yang diketemukan


pada saat sensus BMN, akan tetapi belum tercatat pada SIMAK BMN per 31 Desember.
Langkah yang harus dilakukan untuk mencatat BMN tersebut adalah sbb:
1. Pilih menu Proses Data Inven >> Input Data >> Barang Berlebih, maka akan muncul
tampilan sebagai berikut:

Manual Sensus BMN 2013 26


2. Untuk mencatat barang-barang berlebih silahkan pilih menu kemudian
akan muncul tampilan berikut:

Tampilan menu tambah terdiri dari isian sebagai berikut:


9 Kode Aset : user tinggal memilih kode aset yang akan dicatat dengan
memilih menu
9 Kuantitas / Luas : diisi dengan kuantitas barang/luas tanah yang akan dicatat
9 Total Nilai : diisi dengan nilai perolehan sesuai dengan dokumen sumber
9 Dasar Harga : pilih sesuai dengan dasar pencatatan harga Aset,
berdasarkan perolehan atau taksiran
9 Tanggal Perolehan : tanggal perolehan aset
9 Asal perolehan : diisi dengan nama sumber perolehan BMN (rekanan, ruislag
pihak ketiga)
9 No. Bukti Perolehan : diisi dengan no. bukti perolehan (faktur, berita acara, dan
bukti lainnya)
9 Merk Aset : diisi dengan merk BMN (kalau ada mereknya)
9 Keterangan : diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu
berkenaan dengan barang tersebut
9 Kondisi Aset : kondisi barang ketika dilakukan sensus BMN

Contoh:

Manual Sensus BMN 2013 27


3. Setelah semua data telah diinput maka pilih dan proses input barang
berlebih telah selesai.

Untuk barang berlebih yang tidak diketahui nilai perolehannya, satker dapat
berkoordinasi dengan KPKNL setempat untuk dilakukan penilaian.

Manual Sensus BMN 2013 28


Bab

6
OUTPUT APLIKASI SENSUS BMN

Cetak LHI (Laporan Hasil Inventarisasi)


ADK Pengiriman
Update Data SIMAK BMN

Pengguna barang melakukan inventarisasi Barang Milik Negara/Daerah


sekurang-kurangnya sekali dalam lima tahun. (Pasal 69 ayat (1) PP. No.6
Tahun 2006)

V.1. Cetak LHI (Laporan Hasil Inventarisasi)

Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) merupakan hasil dari pelaksanaan sensus BMN dalam
bentuk hardcopy. LHI dapat dicetak setelah seluruh hasil sensus BMN telah selesai
diinput ke dalam aplikasi sensus BMN. Untuk mencetak LHI, yang harus dilakukan
adalah:

1. Pilih menu Output >> Cetak LHI sehingga akan muncul tampilan sbb:

Manual Sensus BMN 2013 29


Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) terdiri dari:
a. Daftar Barang Baik & RR
Memuat daftar BMN hasil sensus dengan kondisi baik dan rusak ringan
b. Daftar Barang Rusak Berat
Memuat daftar BMN hasil sensus dengan kondisi rusak berat
c. Daftar Barang Berlebih
Memuat daftar BMN hasil sensus yang belum tercatat pada SIMAK BMN per
31 Desember 2012 Audited
d. Daftar Barang Tidak Ditemukan
Memuat daftar BMN yang tercatat dalam SIMAK BMN per 31 Desember 2012
Audited akan tetapi tidak diketemukan ketika pelaksanaan sensus BMN
e. Laporan Hasil Sensus
Memuat rekapitulasi hasil sensus BMN secara keseluruhan yang menampilkan
data BMN menurut administrasi, menurut inventarisasi dan selisihnya.
2. Cetak semua kertas kerja yang tersedia dalam LHI satu per satu dengan memilih

menu .
3. Tempat dan tanggal penandatanganan, nama dan NIP Penanggung jawab
UPKPB serta Pelaksana Sensus diinput secara manual.
4. LHI selesai dicetak, untuk kemudian dilaporkan kepada UPPB-W, UPPB-E1 dan
UPPB.

V.2. ADK Pengiriman

ADK Pengiriman merupakan hasil dari pelaksanaan sensus BMN dalam bentuk softcopy.
ADK Pengiriman diperlukan untuk mempermudah proses pengolahan data pada
tingkat Pengguna Barang (Kementerian). Langkah-langkah yang harus dilakukan
adalah:

1. Pilih menu Output >> ADK Pengiriman sehingga akan muncul tampilan sbb:

2. Pilih , jika berhasil maka akan mucul notifikasi seperti ini:

Manual Sensus BMN 2013 30


3. Pilih OK maka ADK Pengiriman secara otomatis akan tersimpan di C:\sk13\kirim\.
Bersamaan dengan Laporan Hasil Inventarisasi (LHI), ADK Pengiriman dilaporkan
kepada UPPB-W, UPPB-E1 dan UPPB.

V.3. Update Data SIMAK BMN

Updating data SIMAK BMN merupakan bagian dari tahap tindak lanjut hasil sensus BMN.
Untuk keseragaman dan kesempurnaan, proses updating data SIMAK BMN akan
dilakukan secara serentak terhadap seluruh satuan kerja Kementerian Keuangan. Proses
updating data SIMAK BMN belum disediakan dalam aplikasi Sensus BMN. Proses ini
menunggu instruksi lebih lanjut dari tingkat Kementerian yang akan disertai dengan
Kebijakan dari Pimpinan.

Bagian Penatausahaan BMN Biro Perlengkapan


Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
(021) 3813323, penatausahaan.rokap@gmail.com

Manual Sensus BMN 2013 31