Anda di halaman 1dari 12

A.

Topik : Pengamatan Morfologi Belalang, Nyamuk dan Kupu-kupu

B. Tujuan :
1. Memahami morfologi bagian-bagian tubuh pada belalang, nyamuk dan kupu-kupu.
2. Memahami perbedaan morfologi bagian-bagian tubuh belalang, nyamuk dan kupu-
kupu.
3. Terampil dalam mendiskriskripsikan morfologi bagian tubuh belalang, nyamuk dan
kupu-kupu.

C. Alat dan Bahan


Alat : Bahan :
a. Mikroskop stereo a. Serangga kupu-kupu, nyamuk, belalang
b. Pinset b. Plastik
c. Cawan petri c. Kloroform
d. Jarum pentul d. Plastisin
e. Kaca benda dan kaca penutup
f. Swing net

D. Prosedur Kerja

1. Belalang

Belalang ditangkap dengan menggunakan swing net, kemudian dimasukkan ke


dalam kantong plastik yang telah diisi kapas yang sudah ditetesi kloroform.
Pengamatan terhadap morfologi belalang dilakukan secara langsung dan dengan
menggunakan mikroskop stereo

Mengamati bagian-bagian morfologi caput:


1. Antena : menentukan tipe antena, jumlah segmennya.
2. Mulut : menentukan tipe mulut
3. Mata
Mengamati : mengamati
bagian-bagian kedudukan
morfologi mata serangga
thorax : prothorax, tersebut.metathorax.
mesothorax,
1. Tempat perlekatan kaki pada thorax diamati.
2. Tempat perlekatan sayap pada thorax dan tipe sayap diamati.

Mengamati bagian-bagian morfologi abdomen:


1. Jumlah segmen pada abdomen diamati.
2. Bagian lain dari abdomen yang ditemukan diamati.
2. Nyamuk

Nyamuk disemprot dengan obat nyamuk dan kemudian dimasukkan ke


dalam kantong plastik.

Pengamatan terhadap morfologi kupu-kupu dilakukan secara langsung dan


menggunakan mikroskop stereo
Mengamati bagian-bagian morfologi caput:
1. Antena : menentukan tipe antena, jumlah segmennya.
2. Mulut : menentukan tipe mulut.
3. Matabagian-bagian
Mengamati : mengamati kedudukan mata serangga
morfologi thorax: tersebut.
prothorax, mesothorax, metathorax.
1. Tempat perlekatan kaki pada thorax diamati.
2. Tempat perlekatan sayap pada thorax dan tipe sayap diamati.

Mengamati bagian-bagian abdomen:


1. Jumlah segmen pada abdomen diamati.
3. Kupu-kupu
2. Bagian lain dari abdomen yang ditemukan diamati.

Kupu-kupu ditangkap menggunakan swing net, kemudian bagian thorax


kupu-kupu dipencet.

Sayap kupu-kupu direntangkan dan diamati dibawah mikroskop.

Pengamatan pada morfologi kupu-kupu diamati secara langsung dan dengan


menggunakan mikroskop.

Mengamati bagian-bagian morfologi dari caput:


2. Antena : menentukan tipe antena, jumlah segmennya.
3. Mulut : menentukan tipe mulut
4. Mata : mengamati kedudukan mata serangga tersebut.

Mengamati bagian-bagian morfologi thorax: prothorax, mesothorax, metathorax.


1. Tempat perlekatan kaki pada thorax diamati.
2. Tempat perlekatan sayap pada thorax dan tipe sayap diamati.

Mengamati bagian-bagian morfologi abdomen:


1. Jumlah segmen pada abdomen diamati.
2. Bagian lain dari abdomen yang ditemukan diamati.
E. Data pengamatan
Hewan Gambar Pengamatan Gambar literatur

Belalang
4
kayu
5 1
2
6

7 3

Sumber : Binatang Serangga, 2011

1. Kepala (caput)
2. Toraks
3. Abdomen
4. Antena
5. Kaki depan
6. Kaki tengah
7. Kaki belakang
(dokumentasi kelompok 1)
Kepala (caput)
6
7
1
8
2
9 3
4

Sumber: buku Zoologi Invertebrata

Keterangan gambar pengamatan:


1. Flagellum
2. Pedicle
3. Scape
4. Ocelli
5. Mata majemuk
6. Mandible
7. Labrum
8. Clypeus
10 9. Gena
10.Front
11.Palps

11

(dokumentasi kelompok 2)
Thorax

1
2
3

Sumber : Binatang Serangga, 2011


1. Prothorax
2. Mesothorax
3. Metathorax
(dokumentasi kelompok 1)
Abdomen

Sumber : Binatang Serangga, 2011


2

1. Abdomen = 7 segmen
2. Ovipositor
(dokumentasi kelompok 1)
Ekstremitas (sayap)
1

1. Sayap depan
2. Sayap belakang
Tipe sayap membranous
(dokumentasi kelompok 1)
Ekstremitas (kaki belakang)

1
3

2
4 (Sumber:
http://www.herebeoldthings.com/)
5

1. Koksa
2. Femur
3. Tibia
4. Tarsus
5. Claws (cakar)
(dokumentasi kelompok 2)
Nyamuk 1

1. Kepala
2. Toraks
Sumber: Ensiklopedia of Insect, 2009
3. Abdomen
(dokumentasi kelompok 3)
1

2
4
3

1. Antena tipe plumose


2. Mata majemuk
3. Perlekatan sayap pada
metathorax
4. Mulut tipe penghisap
(dokumentasi kelompok 3)
Abdomen

1. Abdomen terdiri dari 6 segmen,


tanpa adanya ovipositor
(dokumentasi kelompok 3)
Ekstremitas (sayap)

Sayap tipe membranous


(dokumentasi kelompok 3)
Kupu-
kupu 1

5 2

3 (Sumber:
http://www.visualdictionaryonline.com/
animal-kingdom/insects-arachnids)

1. Antena
2. Kepala
3. Toraks (melekatnya
ekstremitas sayap dan kaki)
4. Abdomen 6 segmen, tanpa
ovipositor
5. Mata majemuk
6. Kaki
Sumber : buku Entomology, 2015
(dokumentasi kelompok 1)
Ekstremitas (sayap)

(Sumber: http://www.scielo.br/)

1. Sayap depan
2. Sayap belakang
(dokumentasi kelompok 1)
F. Analisis Hasil Pengamatan
1. Belalang
Berdasarkan hasil pengamatan morfologi belalang, diketahui bahwa tubuh belalang
terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala (caput), thorax dan abdomen. Pada bagian
kepala belalang terdapat mata majemuk, antena, gena, labrum, palput, maxilla. Antena
belalang bertipe filiform yang terdiri dari scape, pedicle dan flagellum. Mulutnya
bertipe penggigit (chewing). Pada bagian thorax terdapat 3 pasang kaki. Sepasang
kaki depan melekat pada protorax, sepasang kaki tengah berlekatan dengan
mesothorax dan sepasang kaki belakang berlekatan dengan metathorax. Bagian-
bagian kaki belalang terdiri dari coxa, femur, tibia, tarsus dan claws. Belalang
memiliki dua pasang sayap yang melekat pada thorax. Tempat perlekatan sayap depan
adalah pada mesothorax sedangkan sayap belakang melekat pada metathorax. Sayap
belalang memiliki tipe sayap membranous. Ruas pada abdomen berjumlah 7 segmen.
Pada bagian bawah abdomen terdapat ovipositor.

2. Nyamuk
Berdasarkan hasil pengamatan morfologi nyamuk, diketahui bahwa tubuh nyamuk
terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput), thorax dan abdomen. Pada bagian
kepala nyamuk terdapat mata majemuk berwarna hitam dan antena bertipe plumose
dengan jumlah segmen 12. Mulutnya bertipe penghisap. Pada bagian thorax terdapat 3
pasang kaki. Sepasang kaki depan melekat pada protorax, sepasang kaki tengah
melekat pada mesothorax dan sepasang kaki belakang melekat pada metathorax.
Bagian-bagian kaki belalang terdiri dari koksa, femur, tibia dan tarsus. Nyamuk
memiliki sayap bertipe membranous yang melekat pada metathorax. Ruas pada
abdomen berjumlah 6 segmen. Pada bagian bawah abdomen tidak teramati adanya
ovipositor.

3. Kupu-kupu
Berdasarkan hasil pengamatan morfologi kupu-kupu, diketahui bahwa tubuh kupu-
kupu terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput), thorax dan abdomen. Pada
bagian kepala kupu-kupu terdapat mata majemuk dan antena yang bertipe filiformis
dengan jumlah segmen sebanyak 21 segmen. Mulutnya bertipe penghisap. Pada
bagian thorax terdapat 3 pasang kaki. Sepasang kaki depan melekat pada protorax,
sepasang kaki tengah berlekatan dengan mesothorax dan sepasang kaki belakang
berlekatan dengan metathorax. Bagian-bagian kaki kupu-kupu terdiri dari koksa,
femur, tibia, tarsus, pretarsus dan claws. Kupu-kupu memiliki dua pasang sayap yang
melekat pada thorax. Tempat perlekatan sayap depan adalah pada mesothorax
sedangkan sayap belakang melekat pada metathorax. Ruas pada abdomen berjumlah 6
segmen. Pada abdomen terdapat spirakel, sedangkan pada bawah (ujung) abdomen
tidak ditemukan adanya ovipositor.

G. Pembahasan
1. Belalang
Berdasarkan analisis di atas, belalang dibagi menjadi 3 segmen yaitu kepala,
thoraks dan abdomen. Antena bertipe filiform. Tipe mulutnya bertipe penggigit. Sayap
belalang memiliki tipe sayap membranous. Bagian-bagian kaki belalang terdiri dari
coxa, femur, tibia, tarsus dan claws. Pada bagian bawah abdomen terdapat ovipositor.
Hal tersebut sama seperti literature yang menyebutkan bahwa antenna bertipe foliform
adalah menyerupai benag, tiap-tiap segmen yang membentuk antena ukurannya sama,
misalnya antena Ordo Orthoptera (Jumar, 2000). Kemudian Gendroyono (2006)
menyebutkan bahwa tipe mulut menggigit dan mengunyah terdiri dari labrum,
epifaring, mandibular, maksila, hipofaring, dan labium. Semua bagian tersebut
memudahkan serangga mengunyah makanannya. Tipe mulut ini biasa dimiliki oleh
serangga Ordo Coleoptera, Orthoptera, Isoptera, dan Lepidoptera. Menurut literature
menyebutkan bahwa tipe sayap membranous sangat tipis dan transparan biasanya
digunakan untuk terbang (Mayer, 2007). Namun, Mayer juga menambahkan sayap
pada serangga juga mengalami modifikasi. Contohnya tipe sayap depan belalang
termasuk tipe tegmina yaitu sayapnya agak keras (parchment-like). Menurut Gillot
(2005) pada individu betina di Orthoptera ovipositor berkembang dengan sangat baik.

2. Nyamuk

Berdasarkan analisis di atas, tubuh nyamuk terbagi menjadi tiga bagian yaitu
kepala (caput), thorax dan abdomen. Pada bagian kepala nyamuk terdapat mata
majemuk berwarna hitam dan antena bertipe plumose dengan jumlah segmen 12.
Mulutnya bertipe penghisap. Hal tersebut sama seperti literature yang menyebutkan
bahwa pada nyamuk hanya terdapat mata majemuk dan antennanya bertipe plumose.
Pada nyamuk jantan antenna ini lebih sensitive terhadap suara (Gillot, 2005). Nyamuk
mempunyai tipe penghisap. Tipe mulut ini berbentuk seperti jarum yang meruncing
(Hickman, 2001). Gullan (2005) juga menambahkan pada seluruh Diptera mempunyai
organ penghisap dan biasanya terdapat labrum.

3. Kupu-kupu
Berdasarkan teori yang dinyatakan oleh Triplehorn dan Johnson (2005)
Lepidoptera mencakup ngengat dan kupu-kupu (butterfly). Kupu-kupu dibedakan
dengan ngengat berdasarkan waktu aktifnya dan cirri morfologinya. Umumnya, kupu-
kupu aktif di siang hari (diurnal), sedangkan ngengat aktif di malam hari (nocturnal).
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa serangga yang kami amati
merupakan kupu-kupu karena beraktifitas pada siang hari. Kupu-kupu dimasukkan ke
dalam ordo Lepidotera karena kebanyakan tubuh dan tungkainya ditutupi oleh sisik-
sisik. Lepidoptera berasal dari kata 'lepis' yang artinya sisik dan 'pteron' yang artinya
sayap (Salmah, 2002).

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan bagian morfologi dari
kupu-kupu terdiri dari caput (kepala), thorax (dada), dan abdomen (perut). Pada
bagian caput terdapat antena, mata, dan mulut. Antena pada kupu kupu memiliki tipe
yaitu bertipe filiformis dengan jumlah segmen sebanyak 21 segmen karena
menyerupai benang dengan ukuran yang sama. Hal ini sesuai dengan literature yang
menyatakan bahwa tipe antena filiform merupakan tipe antenna menyerupai benang,
tiap-tiap segmen yang membentuk antena ukurannya sama (Jumar, 2000). Kupu kupu
yang telah kami amati memiliki tipe mulut penghisap, tipe mulut penghisap ini
digunakan untuk menghisap nektar yang berada pada bunga. Tipe mulut penghisap
memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh
dan melalui alat itu makanan cair dihisap (Triharso, 2004). Pada bagian kepala juga
terdapat mata yang bertipe majemuk. Menurut Sihombing (2002) mata bertipe
majemuk pada kupu-kupu ini terdiri dari banyak lensa hexagonal seperti halnya pada
mata kompon serangga lainnya.

Berdasarkan pengamatan thorax, terdapat 3 bagian thorax pada kupu-kupu


yaitu, Prothorax, Mesothorax, dan Metathorax. Pada bagian thorax terdapat kaki dan
sayap yang melekat pada protorax, mesothorax dan metathorax. Pada bagian thorax
ini terdapat 3 pasang kaki. Sepasang kaki depan melekat pada protorax, sepasang kaki
tengah berlekatan dengan mesothorax dan sepasang kaki belakang berlekatan dengan
metathorax. Bagian-bagian kaki kupu-kupu terdiri dari koksa, femur, tibia, tarsus,
pretarsus dan claws. Kupu-kupu memiliki dua pasang sayap, sayap depan yang
melekat pada mesothorax dan sayap belakang yang menempel pada metathorax. Hal
tersebut sesuai dengan pernyataan Jumar (2000) yang menyatakan bahwa Prothorax:
bagian depan dari thoraks dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai
depan. Mesothorax : bagian tengah dari thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi
sepasang tungkai tengah dan sepasang sayap depan. Metathorax: bagian belakang dari
thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai belakang dan sepasang
sayap belakang.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada bagian abdomen


terdapat spirakel, sedangkan pada bawah (ujung) abdomen tidak ditemukan adanya
ovipositor. Ovopositor ini memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan telur pada
kupu-kupu betina. Tidak adanya ovopositor ini belum tentu menunjukkan bahwa
kupu-kupu ini berkelamin jantan. Menurut Jumar (2000) menyadakan bahwa terdapat
sejumlah serangga yang tidak memiliki ovipositor, dengan demikian serangga ini
menggunakan cara lain untuk meletakkan telurnya. Jenis serangga tersebut terdapat
dalam ordo Thysanoptera, Mecoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera. Serangga
ini biasanya akan menggunakan abdomennya sebagai ovipositor. Beberapa spesies
serangga dapat memanfaatkan abdomennya yang menyerupai teleskop sewaktu
meletakkan telur-telurnya.

H. Kesimpulan
1. Morfologi belalang, nyamuk, dan kupu-kupu secara umum terbagi menjadi tiga
daerah yaitu kepala (caput), toraks dan abdomen.
2. Morfologi masing-masing daerah (kepala, thorax, abdomen) berbeda antara
belalang, nyamuk dan kupu-kupu. Meliputi tipe mulut, jumlah segmen dan tipe
antena.
3. Masing-masing serangga (belalang, nyamuk, kupu-kupu) yang diamati memiliki
spesifikasi masing-masing yang didiskripsikan berupa tipe dan jumlah ruas antena,
tipe kepala, tipe mulut, dan tempat perlekatan ekstrimitas pada toraks.

I. Daftar Pustaka
Erwin, M. 2011. Binatang serangga. Jakarta: UIP.
Gendroyono, H. 2006. Perlindungan Tanaman. Kalimantan Timur: Balai Proteksi
Tanaman dan Holtikultura.
Gillot, C. 2005. Entomology. 3rd Edition. Netherland: Springer.
Gullan, P. J. & Cranston, P. S. 2005. The Insects: An Outline of Entomology. USA:
Blackwell Publishing
Jumar, 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta: Rineka Cipta.
Meyer, J. H. 2007. External Anatomy. projects.ncsu.edu/cals/course/ent425/
tutorial/wings.htm diakses tanggal 7 September 2016.
Salmah S, Abbas I, Dahelmi. 2002. Kupu-kupu Papilionidae di Taman Nasional Kerinci
Seblat. KEHATI. Departemen Kehutanan. Taman Nasional Kerinci Seblat.
Sihombing. 2002. Satwa Harapan I Pengantar Teknologi Budidaya. Bogor: Pustaka
Wirausaha Muda.
Triharso. 2004. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Trisyono, Y. Suputa Andi. 2004. Buku Ajar Entomologi Dasar. Yogyakarta: Universitas
Gajah Mada.