Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

WAHAM

A. Masalah Utama
Masalah utama klien adalah waham.
B. Proses Terjadinya Masalah
1. Pengertian
Waham merupakan keyakinan seseorang berdasarkan
penilaian realitas yang salah (Yosep, 2010).
Waham merupakan keyakinan salah yang didasarkan
pada interpretasi yang salah atau tidak realistis dari
suatu pengalaman atau persepsi(Copel,2007).
2. Faktor Predisposisi
Faktor predisposisi yang mungkin mengakibatkan timbulnya
waham :
a. Biologis
Gangguan perkembangan dan fungsi otak atau SSP yang
menimbulkan :
1) Hambatan perkembangan otak
2) Pertumbuhan dan perkembangan individu pada
prenatal, perinatal, neonatus dan kanak kanak
b. Psikososial
Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat
mempengaruhi respon psikologis klien sikap dan
keadaan yang dapat mempengaruhi seperti seperti
penolakan dan kekerasan.
c. Social budaya
Kehidupan social budaya dapat pula mempengaruhi
timbulnya waham seperti kemiskinan, konplik social
budaya serta kehidupan yang terisolasi dan stress
yang menumpuk.

3. Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi yang biasanya menimbulkan waham
merupakan karakteristik umum latar belakang termasuk
riwayat penganiayaan fisik/ emosional, perlakuan keras
orang tua, tuntutan pendidikan yang perfeksionis,
tekanan, isolasi, permusuhan, perasaan tidak berguna atau
tidak berdaya.
4. Jenis- Jenis Waham
a. Waham kebesaran
Penderita merasa dirinya orang besar, berpangkat
tinggi, orang pandai, orang kaya.
b. Waham berdosa
Timbul perasaan bersalah yang luar biasa & merasakan
dosa besar.
c. Waham kejar
Individu merasa dirinya senantiasa di kejar kejar
oleh orang lain atau kelompok orang yang bermaksud
berbuat jahat.
d. Waham curiga
Individu merasa selalu curiga dengan sekitarnya dalam
bentuk yang lebih ringan yaitu ide atau peristiwa
tertentu & perbuatan tertentu dari orang lain
mempunyai hubungan dengan dirinya.
e. Waham cemburu
Selalu cemburu dengan orang lain.
f. Waham Somatic
Keyakinan tentang berbagai penyakit yang berada di
dalam tubuh.
g. Waham Agama
Waham yang keyakinan dan pembicaraan selalu tentang
agama.

h. Waham Nihilistik
Keyakinan bahwa dunia ini sudah hancur atau dirinya
sendiri sudah meninggal.
i. Waham Pengaruh
Keyakinan bahwa pikiran, emosi, dan perbuatannya
diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain atau
kekuatan.
5. Pohon Masalah

Reasiko Mencederai Diri, Orang Lain


Dan Lingkungan

Perilaku kekerasan Gangguan proses pikir:


Kerusakan komunikasi
Waham
verbal

Gangguan intaeraksi social : menarik diri

Gangguan konsep diri :


HDR

Koping individu
inefektif

6. Masalah Keperawatan Dan Data Yang Perlu Dikaji


a. Pengkajian
1) Identifikasi klien
2) Keluhan utama/ Alasan masuk
Tanyakan pada keluarga klien hal yang menyebabkan
klien datang ke Rumah sakit, upaya yang telah
dilakukan keluarga untuk mengatasi masalah dan
perkembngan yang dicapai.
3) Dapat dilakukan pengkajian pada keluarga factor
yang mungkin mengakibatkan terjadinya gangguan
diantaranya :
a) Psikologis : Keluarga, pengasuh dan lingkungan
sangat mempengaruhi respon psikologis klien
b) Biologis : gangguan perkembangan dan fungsi
otak, pertumbuhan dan perkembangan individu.
c) Sosial budaya : Kemiskinan , kehidupan yang
terisolasi.
4) Aspek fisik/ Biologis
5) Aspek Psikososial : Genogram, konsep diri, hubungan
social dengan orang lain, spiritual.
6) Status mental : Nilai penampilan klien, aktifitas
motorik, alam perasaan, afek, interaksi selama
wawancara, proses pikir, kesadaran, isi pikir,
tingkat konsentrasi, kemampuan dan daya tilik diri.
7) Masalah psikososial dan lingkungan .
8) Kebutuhan persiapan pulang
9) Aspek medik : terapi yang di terima.
b. Masalah Keperawatan
1. Gangguan proses piker : waham
2. Kerusakan komunikasi verbal
3. Gangguan interaksi social : menarik diri
4. Gangguan konsep diri : HDR
5. Koping individu inefektif.
c. Diagnosa Keperawatan
1) Risiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan
b/d Perubahan proses pikir : waham
2) Kerusakan komunikasi verbal b/d perubahan proses
pikir: waham.
3) Perubahan proses pikir : Waham b/d Gangguan konsep
diri :HDR

d. Rencana Tindakan Keperawatan


1) Risiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan
b/d Perubahan proses pikir : waham
TUM : tidak terjadi perubahan proses pikir.
TUK :
a) Klien dapat membina hubungan saling percaya.
Intervensi :
Ucapkan salam dengan ramah.
Perkenalkan diri dengan sopan
Tanyakan nama lengkap & nama panggilan klien.
Jelaskan tujuan pertemuan
Tunjukkan sikap empati. Dan yakinkan klien
dalam keadaan aman dan terlindungi
Lakukan kontak singkat tapi sering.
b) Klien dapat mengidentifikasi aspek positif yang
di miliki
Intervensi :
Diskusikan dengan kllien kemampuan & aspek
positif yang di miliki.
Hindarkan memberi penilaian yang negative
setiap bertemu klien.
Beri pujian yang realistis.
Diskusikan kemampuan & aspek positif yang
dapat di lakukan setelah pulang.
c) Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yg tidak
terpenuhi
Intervensi:
Kaji kebutuhan klien sehari- hari
Diskusikan kebutuhan klien yang tidak
terpenuhi baik selama dirumah maupun di Rumah
sakit.
Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi
dengan timbulnya waham.
Tingkatkan aktifitas yang dapat memenuhi
kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan
tenaga(Aktifitas dapat dipilih bersama klien,
jika mungkin buat jadwal).
d) Klien dapat berhubungan dengan realita
Intervensi :
Berbicara dengan klien dalam konteks realita
Sertakan klien dalam terapi aktifitas
kelompok : Orientasi Realita.
e) Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang
ada
Intervensi :
Beri pendidikan kesehatan pada keluarga
tentang cara merrawat klien.
Bantu keluarga memberi dukungan selama klien
di rawat.
Beri reinforcement positif atas keterlibatan
keluarga.
f) Klien dapat menggunakan obat dengan benar
Intervensi :
Diskusikan dengan klien tentang dosis,
frekuensi, efek samping dan akibat bila obat
dihentikan tanpa seizin dokter.
Diskusikan perasaan klien setelah minum obat
Berikan obat dengan prinsip 5 benar
2) Perubahan proses pikir: waham berhubungan dengan
harga diri rendah

Tujuan umum : Klien tidak terjadi perubahan proses


pikir : waham dan klien akan meningkat harga
dirinya.

Tujuan khusus :

a) Klien dapat membina hubungan saling percaya

Intervensi :

Bina hubungan saling percaya : salam


terapeutik, perkenalan diri, jelaskan tujuan
interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang,
buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan
topik pembicaraan).

Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan


perasaannya.

Sediakan waktu untuk mendengarkan klien.

Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah


seseorang yang berharga dan bertanggung jawab
serta mampu menolong dirinya sendiri.

b) Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek


positif yang dimiliki

Intervensi:

Klien dapat menilai kemampuan yang dapat


Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki.

Hindarkan memberi penilaian negatif setiap


bertemu klien, utamakan memberi pujian yang
realistis.

Klien dapat menilai kemampuan dan aspek


positif yang dimiliki

c) Klien dapat menilai kemampuan yang dapat


digunakan.

Intervensi :
Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki.

Diskusikan pula kemampuan yang dapat


dilanjutkan setelah pulang ke rumah

d) Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan


sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

Intervensi :

Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat


dilakukan setiap hari sesuai kemampuan.

Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi


kondisi klien.

Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang


boleh klien lakukan

e) Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan


kemampuan

Intervensi :

Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah


direncanakan.

Beri pujian atas keberhasilan klien.

Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah

f) Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang


ada
Intervensi :

Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang


cara merawat klien.

Bantu keluarga memberi dukungan selama klien


dirawat.

Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.

Beri reinforcement positif atas keterlibatan


keluarga.
DAFTAR PUSTAKA

Keliat Budi Ana. 1999. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa,


Edisi I, Jakarta : EGC,
Keliat Budi Ana. 1999. Gangguan Konsep Diri, Edisi I,
Jakarta : EGC
Maramis. 1990. Ilmu Kedokteran Jiwa, Erlangga Universitas
Press. Surabaya.
Nasir. 2010. Dasar Dasar Keperawatan Jiwa. Jakarta: Salemba
Medika
Residen Bagian Psikiatri UCLA, 1997. Buku Saku Psikiatri. EGC.
Yosep. 2010. Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung: Rafika
Aditama