Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Plafon Atau Langit - Langit

Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara


rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat
dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya. Plafon atau sering
disebut juga langit-langit merupakan bidang atas bagian
dalam dari ruangan bangunan ( rumah ).
Fungsi Plafon

Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga


ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik).
Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur
dan disesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk
ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon
direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar
mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat.
Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau
sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil).
Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap,
terutama pada penutup atap dari bahan logam.
Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk
menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan
kabel - kabel listriknya (sparing instalasi).

Bahan dan Kontruksi plafon

Bahan untuk pembuatan plafon dapat dibuat dari kepang ( anyaman


bambu atau bilik ), papan kayu, asbes semen, tripleks, hardboard, selotex,
acustek tile, particle board, jabar wood dan pada saat ini banyak digunakan
papan gipsum dan lain-lain. Adapun kontruksi palfon terdiri dari :

1. Rangka plafon
2. Penggantung rangka plafon dan stek
3. Bahan penutup plafon

Dan rangka plafon dapat dipasang dng cara menyiapkan :

1. Rangka kayu (galar 6/12; kaso 5/6; kaso 4/6)


2. Rangka profil aluminium

Penggantung rangka plafon, jika rangka atap dengan kuda - kuda kayu
dapat menggunakan kaso 5/7. Jika bahan profil aluminium cukup dengan
kawat yang dibelitkan atau diskrup pada atap rangka baja. Jika dak beton,
dapat memakai stek untuk mengaitkan pada rangka plafonnya yaitu rangka
kayu.

Bahan penutup plafon terdiri dari berbagai macam bahan, antara lain;

a. Tripleks dengan tebal 4 mm.


b. Asbes 3 mm.
c. Akustic tile atau soft board 15 mm.
d. Gypsum board.
e. Aluminum.
f. Papan / kayu.
g. Hard board.
h. Bahan g.r.c., dan lain - lain.

Pada ukuran kayu untuk rangka plafon dapat digunakan beberapa ukuran
kayu sebagai berikut:

a). Balok induk;

Ukuran 6/12 untuk bentangan 2 - 3 m1 ;

Ukuran 8/14 untuk bentangan 3 - 5 m1.

b). Balok pembagi pertama;

Ukuran 6/8 untuk bentangan 2 - 2,5 m1;

Ukuran 5/7 untuk bentangan 1 - 2 m1.

c). Balok pembagi kedua;

Ukuran 4/6 untuk bentangan 1 m1 atau d1 m1.

Dalam pembuatan rencana plafond (atau terkadang disebut sebagai rencana rangka
plafond atau denah plafond) hal - hal yang harus diperhatikan adalah:

Ukuran bahan yang akan digunakan terhadap luasan ruangan.


1. Untuk bahan penutup dengan tripleks, sebaiknya menggunakan ukuran dengan kelipatan
30 cm agar dapat efisien dalam penggunaan bahan. Misalnya; 1,20 x 1,20

2. Untuk bahan penutup dengan asbes, untuk efisiensi bahan menggunakan ukuran 1,00 x
1,00 atau 1,00 x 0,50.

3. http://sastranikychoysynyster.blogspot.com/2011/06/konstruksi-plafon.html

KONSTRUKSI PLAFON
. URAIAN MATERI
Plafon atau sering disebut juga langit-langit merupakan bidang atas bagian dalam dari
ruangan bangunan ( rumah ). Fungsi dari pada langit-langit atau plafon adalah :
a. Untuk mengurangi panas dari sinar matahari yang melalui bidang atap.
b. Untuk menahan kotoran yang jatuh dari bidang atap.
c. Untuk menahan percikan air hujan, agar ruangan dan isinya selalu terlindung.
d. Supaya ruangan di bawah atap selalu nampak bersih.
e. Menambah estetika ruangan, karena konstruksi plafon bisa dibuat beraneka macam
bentuk.

Bahan untuk pembuatan plafon dapat dibuat dari kepang ( anyaman bambu atau bilik ),
papan kayu, asbes semen, tripleks, hardboard, selotex, acustek tile, particle board,
jabar wood dan pada saat ini banyak digunakan papan gipsum dan lain-lain. Karena
bahan bahan tersebut meruapakan lembaran yang relatif tipis, maka
pemasangannya memerlukan suatu konstruksi yang khusus dan dari bahan lain sebagai
penggantung dimana bahan tadi ditempelkan. Bentuk pemasangan plafon dapat dibuat
bermacam macam sesuai selera pemilik rumah seperti misalnya; langit-langit datar /
rata, melengkung, kesan bertingkat dan langit-langt berventilasi. Bahan yang mudah
didapat dan mudah dikerjakan yaitu dari balok balok kayu yang dipasang saling
bersilangan sehingga membentuk petak-petak dengan ukuran tertentu sesuai dengan
bahan plafon tersebut.

Bagian-bagian dari konstruksi plafon adalah:


a. Balok induk yang dipasang / ditanam pada tembok atau digantungkan dengan kuda-
kuda.
b. Balok anak ukuran lebih kecil dari balok induk yang dipasangan bersilanngan dengan
balok induk.
c. Balok pembagi yang ukuran bisa sama dengan balok anak atau bisa lebih kecil sedikit
dan dipasang bersilangan dengan balok anak.
d. Langit-langit atau sering disebut pyan yang bahannya seperti tersebit di atas dan
dipasang pada balok tadi.

Ukuran yang biasa dipakai sebagai balok penggantung langit-langit seperti


daftar di bawah ini :
Jarak pemasangan maupun cara pemasangan pengantung plafon berbeda-beda,
tergantung dari jenis dan ukuran dari bahan langit-langit yang dipakai.
Untuk dapat menetapkan pola dari langit-langit maka perlu memperhatikan:
- Bentuk dari ruangannya akan mempengaruhi pola yang digunakan
- Bahan yang digunakan sebagai penutup dapat asbes, triplek ataupun jenis lainya
- Tinggi rendahnya penutup
- Menggunakan lis atau tidak
- Pembagian jalur penutup langit-langit menggunakan modul 100 x 100 cm , 60 x 60 cm
atau 60 x 80 cm
Agar lebih mudah untuk mempelajari cara pemasangan plafon, di bawah ini diberikan
contoh konsruksi plafon dengan bahan dari asben semen yang mempunyai ukuran 100 x
100 cm.
Keterangan : Balok induk ukuran 6/12 cm Balok anak ukuran 5/7 cm Balok pembagi ukuran
5/7 atau 4/5 cm
Cara pemasangan balok penggantung plafon
Hubungan antara balok induk dengan tembok
a. Lubanglah tembok tembok pada ketinggian yang telah ditentukan sedalam kurng lebih
2/3 x tebal tembok.
b. Masukkan ujung balok induk ke dalam tembok, agar balok tembok stabil pada celah
celah dimasuki spesi.

Hubungan antara balok induk dengan balok anak


a. Pada balok induk terlebih dahulu dipasang klos dari reng kayu ukuran 2/3 cm, panjang
15 cm dipakukan pada balok induk
b. Ujung balok anak dibuat cowakan sesuai dengan tebal dan lebar klos
c. Ujung balok anak yang telah dicowak ditumpangkan menempel di atas klos dan dipaku.
Hubungan balok anak dengan balok pembagi
a. Pada balok anak terlebih dahulu dipasang klos dari reng kayu ukuran 2/3 cm, panjang 15
cm dipakukan pada balok induk
b. Ujung balok pembagi dibuat cowakan sesuai dengan tebal dan lebar klos
c. Ujung balok pembagi yang telah dicowak ditumpangkan menempel di atas klos dan
dipaku

http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND.TEKNIK_SIPIL/196012241991011-
NANDAN_SUPRIATNA/KB_D-3/konstruksi_rangka_plafon-ok.pdf
Rumah pada umumnya menggunakan plafon model polos ditambah dengan lis di
bagian pinggirnya.Namun sebenarnya saat ini ada begitu banyak model dan bahan
yang bisa digunakan untuk plafon yang bisa menambah keindahan ruangan Anda.

Dari berbagai macam jenis plafon tersebut tentu saja memiliki kelebihan dan
kekuarangannya masing-masing yang akan kami coba jelasklan satu persatu berikut ini:

1.Plafon Triplek

Plafon jenis ini merupakan pilihan yang paling umum digunakan sebelum orang
mengenal gypsum.Bahan utama untuk membuat plafon ini adalah kayu kaso ukuran
4X6 sebagai rangkanya.Jika Anda menginginkan rangka yang lebih kuat dan kokoh bisa
menggunakan kayu kaso ukuran 5X7.Sedangkan untuk plafonnya sendiri umumnya
menggunakan triplek ukuran 3mm atau 4mm dan jika Anda menginginkan plafon triplek
yang lebih kuat dan kokoh bisa menggunakan triplek ukuran 6mm.

Kelebihannya adalah karena rangkanya terbuat dari kayu maka cukup kuat untuk
diinjak sehingga apabila ada sesuatu yang perlu diperbaiki di atas plafon tidak takut
jebol.Sedangkan kekurangannya adalah kurang tahan air jika terjadi rembesan air hujan
dari atap rumah.Disamping itu sambungan antara triplek dengan triplek lainnya juga
harus dipoles sedemikian rupa agar tidak begitu kelihatan.

2.Plafon Gypsum

Saat ini plafon gypsum telah menjadi favorit masyarakat Indonesia.Material yang
digunakan untuk rangka bisa berfariasi bisa menggunakan metal furing dan ada juga
yang menggunakan kayu.Penggunaan kayu sebagai rangkanya akan lebih kuat saat
dipijak.Namun jika digunakan pada rumah bertingkat sebaiknya pada lantai bawah
dianjurkan menggunakan rangka metal furing saja.

Kelebihan plafon gypsum yaitu cepat dalam pengerjaan dan hasilnya juga akan lebih
rapi karena sambungannya bisa dibuat tidak kelihatan sama sekali.Model dan bentuk
plafon juga bisa dibuat sesuai keinginan karena sudah tersedia bermacam-macam lis
profil,motif panel papan tengah dan material pendukung lainnya.Bentuk plafon gypsum
bisa dibuat dalam berbagai bentuk misalnya bentuk bertingkat(drop
ceiling),kubah(dome) dan lain-lain.

3.Plafon GRC(Glassfiber Reinforced Cement Board)

Saat ini plafon GRC sudah mulai banyak digunakan untuk aplikasi plafon
rumah.Keunggulan plafon dengan papan GRC yaitu lebih tahan terhadap api dan
air,ringan dan luwes dan proses pengerjaannyapun cukup mudah.Sedangkan
kekurangannya yaitu tidak tahan benturan atau mudah retak.
4.Plafon Kayu(lambersering)

Papan kayu atau lambersering adalah kayu olahan yang dibuat bentuk menjadi
lembaran-lembaran biasanya berukuran 1X9cm yang dikeringkan dengan oven untuk
mengurangi kadar airnya sehingga saat diaplikasikan tidak terjadi penyusutan
lagi.Plafon lambersering biasanya digunakan untuk plafon bagian luar
bangunan.Finishing akhir plafon kayu biasanya menggunakan impra supaya warna
kayunya lebih kelihatan.

Kelebihan plafon ini yaitu lebih artistik dan bisa menciptakan suasana ruangan menjadi
klasik.Sedangkan kelemahannya adalah pengerjaannya lebih sulit,lama dan
memerlukan ketelitian.Disamping itu harganya juga lebih mahal dibandingkan dengan
plafon gypsum.

5.Plafon Metal(tin ceilling)

Bahan dasar dari plafon jenis ini adalah lempengan metal tipis yang di embos sehingga
tercetak berbagai macam motif ukiran dan kemudian ditambah finishing dengan cat
minyak.Untuk saat ini motif atau corak ukir pada plafon metal lebih dominan dengan
unsur klasik.

Kelebihan plafon metal adalah anti air,anti rayap dantahan lama.Sedangkan


kekurangan plafon jenis ini yaitu pada harganya yang relatif masih mahal.

Apapun pilihan Anda dalam hal memilih jenis plafon,sebaiknya pilihlah yang cocok dan
sesuai dengan tema rumahnya.Jangan sampai Anda salah memilih jenis plafon karena
pemasangannya tidak mudah dan membutuhkan biaya yang cukup besar.Bagi Anda
yang berencana akan merenovasi plafonnnya,alangkah baiknya berkonsultasi dengan
seorang desainer interior terlebih dahulu untuk menentukan motif dan jenis plafon apa
yang paling sesuai untuk rumah Anda

http://mugiabadi.blogspot.com/2014/01/macam-macam-jenis-plafon-rumah.html