Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM PEMELIHARAAN KULTUR MIKROORGANISME

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN

Lingga Raras Palupi (240210140004)

Departemen Teknologi Industri Pangan Universitas Padjadjaran, Jatinangor

Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21. Jatinangor, Sumedang 40600 Telp. (022)
7798844, 779570 Fax. (022) 7795780 Email: linggararas@yahoo.com

ABSTRAK

Susu merupakan sumber pangan yang memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan
manusia sehingga dengan sifatnya yang demikian, susu mudah terkontaminasi. Pengamatan
tentang pertumbuhan mikroorganisme pada susu perlu dilakukan untuk mengetahi apakah susu
yang akan dikonsumsi aman atau tidak karena akan menimbulkan penyakit. Metode yang
digunakan adalah agar tuang, gores, pemeliharaan kultur padat dan pemeliharaan kultur cair.
Hasil pengamatan menunjukkan dengan menggunakan semua metode, usu positif terdapat
bakteridan diduga bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus, Salmonella sp., dan E.coli.

Kata kunci: mikroorganisme, metode tuang, metode gores, agar tegak, agar miring, kultur cair

PENDAHULUAN sebagai biakan murni. Biakan murni terdiri


dari suatu populasi sel yang berasal dari
Susu merupakan bahan makanan satu sel induk (Prescott, 2003).
yang istimewa bagi manusia karena Medium kultur merupakan suatu
kelezatan dan komposisinya yang ideal bahan yang terdiri dari campuran nutrient
selain air susu mengandung semua zat yang (zat makanan pada tingkat sel) yang
dibutuhkan oleh tubuh, semua zat makanan digunakan untuk menumbuhkan (kultivasi)
yang terkandung didalam air susu dapat mikroorganisme. Medium kultur dapat
diserap oleh darah dan dimanfaatkan oleh dibedakan berdasarkan atas susunan
tubuh. Susu merupakan sumber gizi terbaik kimianya, konsistensinya, maupun
bagi mamalia yang baru dilahirkan fungsinya. Supaya mikroorganisme tumbuh
karena mengandung protein, karbohidrat, dengan baik, maka medium kultur harus
lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta mengandung semua nutrient yang
vitamin A, C dan D dalam jumlah diperlukan dalam keadaan seimbang, tidak
memadai. Warna air susu berkisar dari putih mengandung zat-zat penghambat, dalam
kebiruan hingga kuning keemasan. Hal keadaan steril, mempunyai tekanan osmosis
tersebut dipengaruhi oleh lemak, kalsium yang sesuai, dan mempunyai keasaman
dan kasein. Air susu terasa sedikit manis, (pH) yang sesuai pula.
yang disebabkan oleh laktosa, Media EMB (Eosin Methylene
sedangkan rasa asin berasal dari klorida, Blue) adalah media yang digunakan untuk
sitrat, dan garam-garam mineral lainnya mengetahui ada atau tidaknya bakteri
(Abdulla, 1988). coliform dalam suatu sampel. Media ini
Mikroba yang ditemukan di suatu mempunyai keistimewaan mengandung
lingkungan ditemukan dalam populasi laktosa dan berfungsi untuk memisahkan
campuran, sangat jarang sekali yang bakteri yang memfermentasikan laktosa
ditemukan sebagai satu spesies tunggal. seperti E. coli, dengan bakteri yang tidak
Penelitian mengenai mikroorganisme memfermentasikan laktosa seperti S.
biasanya memerlukan teknik untuk aureus, Pseudomonas dan Salmonella
memisahkan populasi campuran pada (Dwidjoseputro, 1994).
permulaanya, atau biakan campuran, NA (Nutrient Agar) media
menjadi spesies-spesies yang berbeda-beda pertumbuhan mikrobiologi yang umumnya
digunakan untuk pertumbuhan Bahan yang digunakan untuk
mikroorganisme yang tidak selektif praktikum kali ini adalah alkohol, NaCl
(mikroorganisme heterotrof) seperti bakteri. fisiologis, Nutrient Agar (NA), Nutrient
Selain itu, NA juga merupakan salah satu Broth (NB), dan Eosin Methylene Blue
media yang umum digunakan dalam (EMB). Sedangkan sampel yang digunakan
prosedur bakteriologi seperti untuk uji air, adalah susu murni.
produk pangan, untuk membawa stok Alat yang digunakan untuk
kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji pemurnian kultur mikroorganisme yaitu,
bakteri, dan untuk mengisolasi organisme cawan petri, pipet volume, tabung reaksi,
dalam kultur murni (Hadioetomo, 1993). bulb pipet, ose, bunsen, dan rak tabung.
Nutrient broth (NB) merupakan
media untuk mikroorganisme yang Pengenceran
berbentuk cairan dengan bahan dasar beef Disiapkan 4 tabung reaksi yang
extract dan peptone. Perbedaan antara sudah diberi label pengenceran 10-1, 10-2,
media NA untuk mikroorganisme berbentuk 10-3, dan 10-4 kemudian masing-masing
padat sedangkan NB untuk mikroorganisme dimasukkan NaCl fisiologis sebanyak 9 ml.
berbentuk cairan (Dwidjoseputro, 1994). Kemudian ke dalam tabung pengenceran
Pemeliharaan kultur 10-1 dimasukkan sampel sebanyak 1 ml lalu
mikroorganisme umumnya menggunakan homogenkan. Setelah itu ambil 1 ml dari
medium yang sudah disterilisasi, baik tabung 10-1 dan dimasukkan ke dalam
berupa medium cair maupun medium padat tabung 10-2 lalu homogenkan. Ulangi hal
dan dilakukan secara aseptik. Penyimpanan tersebut sampai tabung reaksi 10-4.
dan pemeliharaan kultur cair yaitu dengan
menumbuhkan suatu kultur Metode Tuang
mikroorganisme dalam suatu medium cair Ambil 1 ml dari tabung reaksi
dengan suhu dan waktu inkubasi tertentu pengenceran 10-3 dan 10-4 kemudian
tergantung pada jenis mikroorganisme. masing-masing dimasukkan ke dalam
Pertumbuhan mikroorganisme ditandai cawan petri berbeda. Tambahkan media NA
dengan adanya kekeruhan, bentuk cincin, ke dalam masing-masing cawan petri dan
pelikel, dan flokulen serta ada tidaknya digoyangkan membentuk angka 8 lalu
endapan. Kultur cair dapat disimpan dengan tunggu hingga membeku (membentuk
cara dibekukan atau dikeringkan sehingga agar). Cawan dibungkus dan diinkubasi
sel-sel mikroorganisme berada dalam pada suhu 30oC selama 48 jam. Setelah itu
keadaan dorman yaitu tidak dapat tumbuh dilakukan pengamatan.
dan berkembang biak tetapi tidak mati. Metode Gores
Penyimpanan dan pemeliharaan kultur Media EMB dimasukkan ke dalam
padat yaitu dengan menumbuhkan suatu cawan petri dan tunggu hingga membentuk
kultur mikroorganisme dalam suatu media agar. Masukkan ose tegak ke dalam tabung
padat, baik dengan metode agar miring, reaksi 10-1 kemudian goreskan ose tersebut
agar tegak maupun agar cawan. pada permukaan agar dengan beberapa cara,
Beberapa cara yang dapat diantaranya yaitu cara langsung, kuadran,
dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri dan radian. Setelah itu cawan dibungkus
yang terdapat pada bahan diantaranya yaitu, dan diinkubasi pada suhu 30oC selama 48
metode tuang dan gores dan cara jam. Setelah itu lakukan pengamatan.
pengenceran. Metode tuang dilakukaan
dengan cara mengambil sedikti sampel Pemeliharaan Kultur Cair
campuran bakteri yang mudah diencerkan, Media NB dimasukkan ke dalam
dan sampel ini kemudian di sebar di dalam tabung reaksi yang telah disterilisasi sampai
suatu medium. setengah penuh. Masukkan 1 ose bulat ke
dalam tabung pengenceran 10-1 kemudian
METODOLOGI dicelupkan ke dalam media lalu kocok
Bahan dan Alat perlhan. Tabung reaksi berisi sampel
diinkubasi pada suhu 30oC selama 48 jam. pertumbuhan mikroorganisme sangat peka
Setelah itu dilakukan pengamatan. terhadap perubahan pH, sehingga
diperlukan suatu larutan pengencer yang
Pemeliharaan Kultur Padat Media NA tidak mempengaruhi kondisi pH
Media NA dimasukkan ke dalam (Trigiantoro, 2014).
tabung reaksi dan didiamkan hingga Berikut adalah hasil pengamatan
membeku (membentuk agar) dalam dari beberapa metode pemeliharaan kultur
keadaan tegak. Gunakan pula tabung reaksi ikroorganisme, yaitu pemeliharaan kultur
yang telah disterilisasi untuk membuat agar padat (agar miring dan agar tegak), kultur
miring dengan cara memasukkan media NA cair, metode tuang dan metode gores.
ke dalam tabung dan dimiringkan hingga Tabel 1. Hasil Pengamatan Pemeliharaan
membentuk agar. Ose tegak dimasukkan ke Kultur Mikroorganisme
dalam tabung pengenceran 10-1. Tusukkan Media
ose tersebut ke dalam agar tegak sampai Padat Agar
setengah agar. Untuk agar miring, goreskan Ke N EM Agar
NA Mirin
ose dengan cara langsung. Tabung reaksi l B B Tegak
10- 10- g
tersebut diinkubasi pada suhu 30oC selama 3 4
48 jam. Setelah itu dilakukan pengamatan.
1 + + + + + +
2 + + + + + +
HASIL DAN PEMBAHASAN
3 + + + + + +
Pengenceran 4 + + + + + +
Pengenceran bertujun untuk 5 + + + + + +
memperluas bidang hidup sampel sehingga 6 + + + + + +
memudahkan pada saat perhitungan 7 - + + + + +
mikroorganisme. Prinsipnya adalah untuk 8 + + + + + +
melarutkan atau melepaskan mikroba dari 9 + + + + + +
substratnya ke dalam air sehingga lebih 10 + + + + + +
mudah penanganannya. Teknik
pengenceran sangat penting di dalam Metode Tuang
analisa mikrobiologi. Karena hampir semua Metode tuang (Pour plate) adalah
metode perhitungan jumlah sel mikroba suatu teknik dalam menumbuhkan
menerapkan teknik ini, seperti TPC (Total mikroorganisme dalam media agar dengan
Plate Count) cara mencampurkan media agar cair dengan
Sampel hanya disuspensi pada stok kultur. Teknik ini umumnya digunakan
pengenceran 10-3 dan 10-4 karena apabila pada metode Total Plate Count (TPC).
dilakukan pensuspensian pada pengenceran Kelebihan teknik ini adalah
rendah mikroorganisme menjadi sangat mikroorganisme yang tumbuh dapat
banyak dan sulit untuk dilakukan tersebar merata pada media agar.
perhitungan karena tujuan dari pengenceran Media yang digunakan pada
adalah untuk mengurangi jumlah mikroba. metode tuang adalah NA. Nutrient agar
Maksud dari pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, adalah media pertumbuhan mikrobiologi
dan 10-4 adalah suatu rasio pengenceran yang umumnya digunakan untuk
yang apabila pada tiap pengenceran pertumbuhan mikroorganisme yang tidak
ditumbuhkan ke dalam suatu media dan selektif (mikroorganisme heterotrof) seperti
koloninya yang tumbuh dapat dihitung, bakteri.
maka jumlah sel mikroba dapat diketahui. Inkubasi dilakukan untuk
NaCl fisologis digunakan sebagai memberikan suasana yang memungkinkan
pengencer agar suspense sampel tetap steril (optimal) untuk pertumbuhan bakteri
dan menghindari adanya kontaminan pada dan kapang hingga terbentuk koloni.
sampel. Selain itu, NaCl fisiologis juga Inkubasi dilakukan pada suhu 30 C karena
dapat mempertahankan kondisi pH. suhu tersebut merupakan suhu optimum
Sebagaimana kita ketahui bahwa pertumbuhan bateri. Untuk pertumbuhan
bakteri, waktu inkubasi yang digunakan
adalah 48 jam atau 2 hari. Saat inkubasi,
cawan diletakkan dalam posisi terbalik
berfungsi untuk mencegah kondensasi
(menetesnya air dari tutup cawn) dari
bawah ke atas permukaan agar yang
dapat memfasilitasi pergerakan
organisme antara koloni (Waluyo, 2004). Gambar 2. Metode gores kuadran
Berdasarkan hasil pengamatan
(tertera pada lampiran) dapat diketahui
bahwa semua tabung reaksi dari seluruh
kelompok terdapat bakteri setelah diamati.
Hal ini menandakan bahwa inkubasi selama
2 hari akan menumbuhkan bakteri dari
media NA yang digunakan. Diduga bakteri
yang tumbuh pada susu adalah
Staphylococcus aureus, Salmonella sp., atau
Gambar 3. Metode gores radian
E.coli (Djafar, 2005).

Metode Gores
Isolasi mikroba dengan cara
penggoresan (spred plate) Tujuan utama
dari penggoresan ini adalah untuk
menghasilkan koloni-koloni bakteri
yang terpisah dengan baik dari suspensi sel
yang pekat. Cara ini lebih menguntungkan
bila ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, Berdasarkan pengamatan yangtelah
tapi memerlukan keterampilan yang dilakukan, pada agar yang diberi goresan
diperoleh dengan latihan. Penggoresan tumbuh bakteri. Karena pada saat
yang sempurna akan menghasilkan koloni penggoresan yang kurang baik, akhirnya
yang terpisah. bakteri menyebar ke semua bagian cawan.
Metode cawan gores yang Bakteri yang dihasilkan ada bermacam-
dilakukan dengan baik kebanyakan akan macam ukuran ada yang large dan small,
menyebabkan terisolasinya mikroorganisme dengan bentuk irregular, elevasi flat, dan
yang diinginkan. Dua macam kesalahan margins lobate.
yang umum sekali dilakukan adalah tidak Pemeliharaan Kultur Cair
memanfaatkan permukaan medium dengan Pemeliharaan kultur cair adalah
sebaik- baiknya untuk digores sehingga penyimpanan dan pemeliharaan kultur cair
pengenceran mikroorganisme menjadi dengan menumbuhkan suatu kultur
kurang lanjut dan cenderung untuk mikroorganisme dalam suatu medum cair
menggunakan inokulum terlalu banyak dengan suhu dan waktu inkubasi tertentu,
sehingga menyulitkan pemisahan tergantung pada jenis mikroorganisme.
sel-sel yang digores. Kultur cair biasanya tidak tahan lama,
Cara gores dapat dilakukan dengan maksimal 2 minggu karena kultur cair
3 cara, yaitu cara langsung, atau dengan rentan terhadap kontaminasi.
menggoreskan langsung ose pada Pemeliharaan kultur cair ini yang
permukaan agar dalam cawan petri diamati adalah karakteristik kekeruhannya.
membentuk zig-zag. Selain itu, ada cara Tiap mikroorganisme memiliki karakteristik
kuadran, dan radian. Untuk lebih jelasnya, turbiditas (kekeruhan) yang berbeda-beda.
cara menggores permukaan agar dapat Ada diantara mikroorganisme yang
dilihat pada gambar berikut: membentuk partikel melayang (flocculent)
Gambar 1. Metode gores langsung di dalam media broth. Ada yang
tersedimentasi, melayang di permukaan saja Susu merupakan bahan pangan
(pellicle) dan ada pula yang melayang di yang rentan terkontaminasi
permukaan berbentuk seperti cincin (ring). mikroorganisme. Pemeliharaan kultur
Berdasarkan hasil pengamatan mikroorganisme dengan metode tuang,
(tertera pada lampiran) dapat diketahui gores, agar miring, agar tegak, dan
bahwa pada semua tabung reaksi dari pemeliharaan kultur cair semuanya
seluruh kelompok menunjukkan hasil yang menunjukkan hasil yang positif sehingga
positif, artinya tumbuh bakteri. dapat disimpulkan bakteri tumbuh pada
sampel. Diduga bakteri yangtumbuh adalah
Pemeliharaan Kultur Padat Staphylococcus aureus, Salmonella sp., dan
Pemeliharaan kultur padat adalah E. coli.
menumbuhkan suatu kultur
mikroorganisme dalam suatu media padat DAFTAR PUSTAKA
(dengan menggunakan agar), baik dengan
metode agar miring maupun agar tegak. Abdulla, S. 1988. Penentuan Kualitas Susu.
Biakan agar miring dan agar tegak Majalah Komunikasi/Informasi
dapat dilakukan dengan cara menggoreskan Profesi dan Koperasi. Peternakan
secaa zig-zag pada permukaan agar miring Indonesia No. 37. ISSN 0216-3242.
menggunakan jarum ose yang bagian Jakarta
atasnya dilengkungkan. Cara ini juga
dilakukan pada agar tegak untuk Djafar, 2005. Cemaran Mikroba pada Susu
meminimalisir pertumbuhan mikroba dalam Segar dan Produk Unggas, Jakarta.
keadaan kekurangan oksigen. Usah Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-dasar
mencegah masuknya mikroorganisme yang Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.
tidak diinginkan dan untuk menanam suatu
spesies terdapat baberapa cara, yaitu: Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi
Penanaman dengan penggoresan Dasar dalam Praktek. Gramedia,
Penanaman lapangan Biakan agar tabung Jakarta.
(Rusdimin, 2003).
Setelah diinkubasi selama 2 hari Rusdimin. 2003. Mikrobiologi Dasar
kemudian diamati, terdapat pertumbuhan Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.
bakteri pada agar tegak (di tempat yang
telah ditusuk ose) sedangkan bakteri pada Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum.cet.
agar miring tumbuh di permukaannya. kedua. UMM Press, Malang.

KESIMPULAN