Anda di halaman 1dari 8

OBAT HERBAL

DAUN SALAM SEBAGAI ANTI KOLESTEROL

(untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Obat Herbal)

DISUSUN OLEH :

NAMA :

NUR ALIFAH (PO.713251141131)


NINING PUTRI UTAMI (PO.713251141129)

KELAS/ANGKATAN: III - C / 2014

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
2016
Daun Salam Untuk Membantu Menurunkan Kolesterol

1. Komposisi
Daun Salam ............................................................... 7 lembar
Air Mineral................................................................. 600 cc
2. Cara Pembuatan
Pertama cuci bersih daun salam di air yang mengalir.
Kemudian rebuslah bersama dengan air 600cc.
Tunggu hingga air susut menjadi 300cc saja.
Minum air rebusan tersebut teratur 2 kali dalam sehari
3. Uraian Bahan
Daun Salam
a. Tanaman Asal :
Nama latin/Simplisia :
Syzygium polyanthum (Wight) Walp / Syzygii
poliyanthii Folium
Sinonim :
Eugenia polyantha Wight., E. Lucidula Miq.1,2
Nama Daerah :
Maselangan, ubar serai (Sumatera), Manting (Jawa),
gowok (Sunda)
Nama asing :
Samak, kelat samak, serah (Malaysia), Duo hua pu
tao (Tionghoa), bay leaf (Inggris)
Klasifikasi :
o Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
o Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
o Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
o Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
o Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua /
dikotil)
o Sub Kelas : Rosidae
o Ordo : Myrtales
o Famili : Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
o Genus : Syzygium
o Spesies : Syzygium polyanthum Wigh Walp
o Sinonim : Eugenia polyantha Wight
Kandungan Kimia :
Kandungan kimia yang terdapat pada daun salam
adalah tannin, flavonoid, minyak atsiri, sitral, eugenol,
seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, lakton, saponin,
dan karbohidrat. Selain itu daun salam juga mengandung
beberapa vitamin, di antaranya vitamin C, vitamin A,
thiamin, riboflavin, niacin, vitamin B6, vitamin B12, dan
folat. Bahkan mineral seperti selenium terdapat di dalam
kandungan daun salam

Morfologi :
o Daun
Berbentuk simpel, bangun daun jorong, pangkal
daunnya tidak bertoreh dengan bentuk bangun bulat
telur (ovatus), runcing pada ujung daun, pangkal daun
tumpul (obtusus), terdapat tulang cabang dan urat
daun, daun bertulang menyirip (penninervis), tepi
daun rata (integer). Daun majemuk menyirip ganda
(bipinnatus) dengan jumlah anak daun yang ganjil,
daging daun seperti perkamen (perkamenteus),
daunnya duduk, letak daun penumpu yang bebas
terdapat di kanan kiri pangkal tangkai daun disebut
daun penumpu bebas (stipulae liberae), tangkai
daunnya menebal di pangkal dan ujung, beraroma
wangi dan baru dapat digunakan bila sudah
dikeringkan.
o Batang
Tinggi berkisar antara 5-12m, bercabang-cabang,
biasanya tumbuh liar di hutan. Arah tumbuh batang
tegak lurus (erectus), berkayu (lignosus) biasanya
keras dan kuat, bentuk batangnya bulat (teres),
permukaan batangnya beralur (sulcatus), cara
percabangannya monopodial karena batang pokok
selalu tampak jelas, arah tumbuh cabang tegak
(fastigiatus) sebab sudut antar batang dan cabang
amat kecil, termasuk dalam tumbuhan menahun atau
tumbuhan keras karena dapat mencapai umur
bertahun-tahun belum juga mati.
o Akar
Termasuk akar tunggang (radix primaria),
berbentuk sebagai tombak (fusiformis) karena
pangkalnya besar dan meruncing ke ujung dengan
serabut-serabut akar sebagai percabangan atau biasa
disebut akar tombak, sifatnya adalah akar tunjang
karena menunjang batang dari bagian bawah ke
segala arah.

b. Sifat dan Khasiat :


Daun salam memiliki sifat rasa kelat, wangi, astringen
dan memperbaiki sirkulasi (Hariana, 2011). Khasiat daun
salam adalah untuk mengatasi asam urat, kencing manis,
menurunkan kadar kolesterol, melancarkan pembuluh darah,
radang lambung, diare, mabuk alkohol dan gatal-gatal
c. Efek Farmakologis :
1) Antioksidan
Ekstrak daun salam ditemukan memiliki aktivitas
sebagai antioksidan. Ekstrak metanol-air menunjukkan
tingkat tertinggi aktivitas radikal-pemulungan gratis
dengan ED50 dari 0,18 mg L-1 dan perlindungan dari
beta-karoten 85,7% pada 100 gmL. Hal ini juga
menunjukkan kandungan total fenolik (856 mg setara
asam galat (GAE)/g dan 161 mg catechin setara (CE)/g
dan jumlah antioksidan (449 mg asam askorbat setara
(AAE)/g. Efek antioksidan ekstrak tergantung dosis. E.
polyantha Wight menunjukkan DPPH memiliki aktivitas
radikal bebas tinggi. Hal ini menunjukkan aktivitas ion
besi relatif kuat. Selain itu juga ditampilkan aktivitas
antioksidan yang tinggi dan memiliki tinggi kandungan
total polifenol (TPC).
2) Kolesterol
Penelitian tentang pengaruh daun salam dengan
penambahan bubuk dalam ransum pada berat badan,
persentase karkas, karkas potong komersial dan
kolesterol karkas ayam pedaging menggunakan
rancangan acak dengan enam perlakuan diet. Kontrol,
terinfeksi Escherichia coli, 1% daun, 2% daun, 3% daun
dan antibiotik tidak menunjukkan peningkatan yang
signifikan. Pengobatan secara signifikan menurunkan
kadar kolesterol karkas.
3) Antijamur
Volatile minyak dari daun salam menunjukkan
aktivitas antijamur terhadap pembusukan jamur dari
produk roti seperti Eurotium sp, Aspergillus sp.. dan
Penicillium sp. (Guynot et al., 2005). Dalam infus vitro
daun E. polyantha pertumbuhan menghambat Vibrio
cholerae dan enteropathogenic E. coli pada konsentrasi
hambat minimum 3,12% dan 12,5%, masing-masing
(Hendra Jatin, 2009). Ekstrak metanol E. polyantha Wight
menunjukkan penghambatan terhadap Fusarium
oxysporum yang tumbuh di media padat. Penghambatan
pertumbuhan tertinggi adalah 57,16% pada ekstrak 5%.
Hal ini juga penurunan produksi konidia dan berat hifa
signifikan dalam media cair. Ekstrak menghambat
perkecambahan konidia dengan persentase 84,67% pada
ekstrak 3%.
4) Penggunaan Eugenia polyantha Wight di prostodontik
adalah sebagai pembersih gigi tiruan. Deposito lembut
dari makanan dengan mudah mematuhi pada gigi tiruan.
Ini deposito lembut harus dihapus atau dibersihkan
secara teratur, untuk mencegah bakteri dan jamur
tumbuh. Denture pembersih harus bakterisida dan
fungicidal. 40%, 60%, dan 80% ekstrak Eugenia
polyantha Wight dapat menghambat pertumbuhan
Candida albicans dalam akrilik basis gigi tiruan resin.
Flavonoid dalam Eugenia polyantha Wight memiliki efek
anti-inflamasi dan dapat mendukung dinding pembuluh
darah, sehingga perdarahan bisa dihentikan.
5) Asam Urat
Infusa daun salam (Eugenia polyantha Wight) dosis
1,25 gkgBB, 2,5 g/kgBB dan 5,0 g/kgBB mempunyai
aktivitas menurunkan kadar asam urat darah pada mencit
putih jantan yang diinduksi dengan potasium oksonat
dosis 300 mg/kgBB.

d. Tinjauan Ilmiah :
Ekstrak air daun salam konsentrasi 2 (ig/mL
menurunkan kadar kolesterol total kultur primer tikus
sebanyak 19,2% dibandingkan terhadap biakan kontrol.
Kadar kolesterol ini diukur setelah 2 jam inkubasi. Hasil
uji ini dibandingkan dengan kontrol pravastatin pada
konsentrasi 400 (ig/mL menurunkan kadar kolesterol
sebanyak 1,4 dan 67,1% setelah biakan diinkubasi selama 2
dan 3 jam.
e. Dokumentasi Tanaman