Anda di halaman 1dari 37

PROPOSALPROGRAMKREATIVITAS MAHASISWA

SHAMPO BERBASIS ISOLAT SURFAKTAN DARI EKSTRAK KITOSAN


CANGKANG UDANG (LITOPENAEUS VANNAMEI) DENGAN METODE
GELASI IONIK

BIDANG KEGIATAN:
PKM-PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Dwiky Ramadhan J3P115009 2015
Nanda Finisa J3P115022 2015
Ina Hajah Listiani J3P115034 2015
Tata Martha J3P115037 2015
Miftahul Jannah J3P115050 2015

INSTITUT PERTANIANBOGOR
BOGOR
2016
PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN
1. Judul Kegiatan : Shampo Berbasis Isolat Surfaktan Lignosulfonat
dengan Komponen Utama Nanopartikel Chitosan
Cangkang Udang (Litopenaeus vannamei) melalui
1
Metode Gelasi Ionik
2. Bidang Kegiatan : PKM-Penelitian
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Dwiky Ramadhan
b. NIM : J3P115009
c. Jurusan : Paramedik Veteriner
d. Universitas/Institut/Politeknik : Institute Pertanian Bogor
e. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jalan Padurenan, Gang Masjid RT.01 RW.03 No.53
Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong
Kabupaten Bogor Kode Pos 16916 /
(021) 87915078, 085711663197, 085694180354
f. Alamat Email : dwiky.ramadhan1997@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4
/Penulis
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Drh. Gunanti, MS
b. NIDN : 0002016210
c. Alamat Rumah dan No. Tel/HP : Jalan Binamarga 2 Nomor 15 Baranangsiang /
085781343319

6. Biaya Kegiatan Total


a. Kemristekdikti : Rp 5.370.000,00
b. Sumber lain : Rp 0
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 Bulan

Bogor, 24 Oktober 2016

Menyetujui
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Ketua Pelaksana Kegiatan
Kemahasiswaan/ Ketua Departemen

(Dr. Ir Irmansyah, MSi) (Dwiky Ramadhan)


NIP. 19680916 199403 1 001 NIM. J3P115009

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Dosen Pendamping


Kemahasiswaan,

(Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS) (Dr. Drh. Gunanti, MS)
NIP. 19581228 198503 1 003 NIP. 19620102 198703 2002
DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN...........................................ii


DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
2
DAFTAR TABEL..................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................v
BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian.....................................................................................2
1.4 Luaran yang Diharapkan.......................................................................2
1.5 Manfaat Penelitian..................................................................................2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................3
2.1 Komposisi Cangkang Udang..................................................................3
2.2 Karakteristik Kitosan.............................................................................3
2.3 Gelasi Ionik..............................................................................................5
2.4 Tripolifosfat (TPP)..................................................................................5
2.5 Surfaktan..................................................................................................5
2.6 Kegunaan Kitosan...................................................................................6
BAB 3. METODE PENELITIAN.........................................................................7
3.1 Waktu dan Tempat..................................................................................7
3.2 Alat dan Bahan........................................................................................7
3.3 Metode Penelitian....................................................................................7
3.4 Analisis Pengujian.................................................................................11
3.4.1 Tahap pengujian....................................................................................11
3.4.2 Parameter yang Diamati.......................................................................12
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.....................................................13
4.1 Anggaran Biaya.....................................................................................13
4.2 Jadwal Kegiatan....................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................14
LAMPIRAN..........................................................................................................16
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan........................................................26
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas...............29
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana.................................................31

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Komposisi Kimia Kulit Udang Penaeus sp................................................3


Tabel 2. Spesifikasi Kitosan Niaga..........................................................................4
Tabel 3. Rancangan Biaya......................................................................................13
Tabel 4. Jadwal Kegiatan.......................................................................................13
3
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Kitosan.....................................................................................4


Gambar 3. Diagram Alir Pembuatan Gel Kitosan Metode Magnetic Stirrer.........10

4
5
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Udang merupakan komoditas andalan dan bernilai ekonomis sebagai salah
satu hasil perikanan utama Indonesia. Pusat Data, Statistik dan Informasi
Departemen Kelautan dan Perikanan tahun 2008 menunjukkan ekspor udang
Indonesia meningkat selama periode tahun 2003 2007 sebesar 4,15 % yaitu dari
137.636 ton pada 2003 menjadi 160.797 ton pada tahun 2007. Peningkatan
volume ekspor tersebut mendorong peningkatan nilai produksi udang, yaitu dari
US$ 850,222 juta pada 2003 menjadi US$ 1,048 miliar tahun 2007. Sekitar 80
90% ekspor udang dilakukan dalam bentuk udang beku tanpa kepala dan kulit
sehingga menghasilkan limbah yang bobotnya mencapai 25 30% dari bobot
udang utuh (Sudibyo 1991 dalam Maulana 2009).
Limbah udang yang potensial ini mudah sekali rusak karena degradasi
enzimatik mikroorganisme sehingga menimbulkan masalah misalnya pencemaran
lingkungan bagi indutri pengolah dan membahayakan kesehatan. Selain itu,
limbah ini sangat menyita ruang sehingga dibutuhkan tempat tertutup yang luas
untuk menampungnya. Disisi lain limbah ini dapat didayagunakan sebagai sumber
bahan mentah penghasil kitin, kitosan dan turunan keduanya yang berdaya guna
serta bernilai tinggi.
Kulit udang atau kepiting merupakan bahan baku penghasil kitin dan
kitosan. Kitosan adalah kitin yang telah diasetilasi. Kitosan merupakan
polisakarida dengan struktur yang mirip dengan selulosa (Savant et al. 2000
dalam Kencana 2009). Terdapat 75% dari berat total udang merupakan bagian
kulit dan kepala. Kulit udang mengandung 15-20% kitin dan kitosan sebesar 50%
dari kandungan kitin, kadar abu sebesar 20% serta kadar protein sebesar 35% pada
basis kering (Kelly et al. 2005 dalam Rini 2010). Studi terhadap kitosan telah
banyak dilakukan baik dalam bentuk serpih, butiran, membran, maupaun gel.
Kemampuan kitosan yang diterapkan dalam berbagai bidang industri
modern, misalnya farmasi, biokimia, kosmetika, industri pangan, dan industri
tekstil mendorong untuk terus dikembangkannya berbagai penelitian yang
menggunakan kitosan, sala satunya pembuatan shampoo. Dengan membentuk
lapisan film, kitosan mampu membuatan lapisan film yang transparan dan elastis.
Sifat ini sangat berguna terutama pada produk perawatan rambut, seperti: Shampo
dan hair conditioner. Lapisan filmkitosan membuat rambut menjadi lebih lembut
dan tidak mudah patah. penelitian menggunakan kitosan termasuk melakukan
modifikasi kitosan secara kimia atau fisik. Modifikasi kimia menghasilkan
perbaikan stabilitas kitosan melalui fungsionalisasi gugus fungsi yang ada,
perbaikan ukuran pori kitosan dengan menggunakan senyawa porogen, dan dapat
menaikkan kapasitas adsorpsi kitosan apabila kitosan dipadukan dengan polimer
lain. Modifikasi fisik pada kitosan mencakup perubahan ukuran partikel atau butir
kitosan menjadi lebih kecil untuk pemanfaatan yang lebih luas (Wahyono 2010).
2

1.2 Perumusan Masalah


Permasalah yang akan diselesaikan melalui program kreatifitas penelitian
ini adalah:
1. Membuat suatu produk yang dapat mengurangi pencemaran pada
lingkungan

2. Memanfaatkan limbah cangkang udang untuk pembuatan shampoo

1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dilakukannya pembuatan shampo yang mengandung
ekstrak kitosan dari optimalisasi kandungan kitosan yang diperoleh pada limbah
cangkang udang ini ialah untuk menanggulangi limbah cangkang udang yang
tidak memiliki nilai pakai menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

1.4 Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan dari pembuatan shampoo ini diantaranya, Pertama
Berdampak positif pada lingkungan dengan berkurangnya limbah kulit udang,
kedua Optimalisasi kitosan cangkang udang diharapkan berpotensi bernilai jual
tinggi pada industri pembuatan shampoo, lalu diharapkan diperoleh rambut yang
lebih sehat dari pemakaian shampoo yang mengandung kitosan.

1.5 Manfaat Penelitian


Berkembang pesatnya komoditas ekspor udang yang bernilai ekonomis
tinggi menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Dengan
pengoptimalisasi kandungan kitosan dari limbah kulit udang dapat menghilangkan
asumsi para industri untuk membuang begitu saja limbah tersebut. Dan juga
diharapkan diperoleh rambut yang sehat, lembut, mengkilau, dan tebal dari
kandungan kitosan alami yang tidak ada pada shampoo lain yang dapat membantu
konsumen yang memiliki sensitifitas pada penggunaan shampoo yang
mengandung bahan kimia lainnya.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


3

2.1 Komposisi Cangkang Udang


Kulit udang mengandung 25-40 % protein, 30-50% kalsium karbonat dan
15-20 % kitin serta komponen lain sebagaimana tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi Kimia Kulit Udang Penaeus sp.


Komposisi Jumlah %
Air 12,86
Protein 32,75
Lemak 2,04
Abu 37,24
Karbonhidrat 36,96
Kalsium 13,29
Magnesium 0,85
Fosfor 1,84
Besi 0,02
Mangan 0,0003
Kitin 18
Kalium 0,37
Tembaga 0,005
Natrium 0,436
Seng 0,005
Sulfur 0,419
Sumber: Arlius (1991) dalam Maulana (2007)

Limbah udang merupakan bahan yang mudah busuk karena adanya proses
degradasi oleh bakteri pembusuk dan enzim yang berjalan dengan cepat. Hal ini
menyebabkan menurunya mutu komponen yang terdapat dalam limbah, sehingga
apabila komponen tersebut rusak maka akan mengahsilkan produk yang bermutu
rendah. Oleh karena itu perlu diupayakan penanganan limbah yang baik agar tidak
cepat terdegradasi dengan tujuan untuk memperoleh produk yang lebih baik
(Suptijah et al. 1992 dalam Maulana 2007).

2.2 Karakteristik Kitosan


Kitosan adalah jenis polimer alami yang dihasilkan dari proses deasetilasi
kitin. Kitosan mempunyai sifat yang khas yakni bioaktifis, biodegradasi dan tidak
beracun. Kitosan merupakan jenis polimer alam yang mempunyai rantai tidak
linier dan mempunyai rumus (C6H11NO4)n. Mempunyai sifat tidak
berbau,berwarna putih dan terdiri dari dua jenis polimer yaitu poli (2-deoksi,2-
asetilamin,2-glukosa) dan poli(2-deoksi, 2-amino glukosa) yang berikatan secara
beta (1,4). Kitosan larut dalam pelarut organik, HCl encer, HNO 3encer, dan
H3PO40,5%, tetapi tidak larut dalam basa kuat dan H2SO4. Sifat kelarutan kitosan
ini dipengaruhi oleh bobot molekul dan derajat deasetilasi. Bobot molekul kitosan
beragam, bergantung pada degradasi yang terjadi selama proses deasetilasi (Sugita
1992). Struktur kitosan dapat dilihat pada Gambar 1.
4

Gambar 1. Struktur Kitosan


(Sumber: Mardliyati 2010)

Parameter mutu kitosan biasanya dilihat dari nilai derajat deasetilsi, kadar
air, kadar abu, bobot molekul, dan viskositas. Viskositas kitosan dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti derajat deasetilasi, bobot molekul, konsentrasi pelarut, dan
suhu. Gel kitosan terjadi karena terbentuknya jaringan tiga dimensi antara
molekul kitosan yang terentang pada seluruh volume gel yang terbentuk dengan
menangkap sejumlah air di dalamnya. Sifat jaringan serta interaksi molekul yang
mengikat keseluruhan gel menentukan kekuatan, stabilitas, dan tekstur gel. Untuk
memperkuat jaringan di dalam gel biasanya digunakan molekul lain yang
berperan sebagai pembentuk ikatan silang (Keuteur 1996).
Penggunaan suhu yang terlalu tinggi (di atas 150 oC) menyebabkan
pemecahan ikatan polimer (depolimerisasi) rantai molekul kitosan sehingga
menurunkan berat molekulnya. Kitosan dengan berat molekul rendah akan lebih
tepat diterapkan sebagai antibakteri, antifungi, antioksidan dan antitumor. Kitosan
menunjukkan sifat-sifat polimer biomedis misalnya nono-toksik, biokompatibel,
dan biodegradable. Struktur kitosan yang mirip dengan selulosa dan
kemampuanya membentuk gel dalam suasana asam, membuat kitosan memiliki
sifat-sifat sebagai matriks dalam sistem pengantar obat (Sutriyo et al. 2005).
Kitosan biasa dipakai sebagai pengantar obat berdasarkan kekuatan mekanik dan
keteruraian hayatinya yang lambat. Kitosan berbentuk gel atau lembaran telah
digunakan sebagai pengantar obat yang merupakan zat antikanker (Dhanikula et
al. 2004).
Derajat deasetilasi menyatakan banyaknya gugus amino bebas dalam
polisakarida. Kitosan merupakan kitin dengan derajat deasetilasi lebih dari 70%.
Deasetilasi adalah proses pengubahan gugus asetil (-NHCOCH3)dan rantai
molecular kitin menjadi gugus amina lengkap (-NH2) pada kitosan dengan
penambahan NaOH konsentrasi tinggi. Kemampuan kitosan bergantung pada
derajat kimia reaktif yang tinggi gugus aminonya(Kusumaningsih et al. 2004
dalam April 2008).
Tabel 2. Spesifikasi Kitosan Niaga
No Parameter Ciri
1 Ukuran Partikel Serbuk sampai bubuk
2 Warna Putih kelabu
3 Kelarutan 97 % dalam 1 % asam asetat
4 Kadar abu % 2,0
5 Kadar air % 10,0
6 Warna larutan Tak berwarna
7 N-deasetilasi % 70,0
Sumber: (Kencana 2009)
5

2.3 Gelasi Ionik


Gelasi atau pembentukan gel merupakan gejala penggabungan atau
pengikatan silang rantai-rantai polimer membentuk jaringan tiga dimensi yang
sinambung dan dapat memerangkap air di dalamnya menjadi suatu struktur yang
kompak dan kaku yang tahan terhadap aliran bertekanan (Fardiaz 1989 dalam
Latifah 2010). Gel yang dapat menahan air dalam strukturnya disebut hidrogel
(Wang et al. 2004 dalam Napthaleni 2010). Hidrogel dapat diklasifikasikan
menjadi hidrogel kimia dan hidrogel fisika. Contoh hidrogel kimia adalah
hidrogel kitosan yang berikatan silang secara kovalen (Keuteur 1996). Larutan
kitosan pada batas konsentrasi tertentu dalam asam asetat 1% dapat membentuk
gel. Gel kitosan yang terbentuk dapat diperbaiki sifatnya (menurunnya waktu
gelasi dan meningkatnya kekuatan mekanik gel) dengan penambhan PVA (Wang
et al. 2004 dalam Wahyono 2010).
Metode yang paling umum dalam pembuatan partikel kitosan melalui
proses gelasi ionik yaitu metode magnetic stirer. Salah satu contoh metode gelasi
ionik ini adalah mencampurkan polimer kitosan dengan polianion sodium
tripoliposfat yang menghasilkan interaksi antara muatan positif pada gugus amino
kitosan dengan muatan tripolifosfat. Tripolifosfat dianggap sebagai zat pengikat
silang yang paling baik (Mohanraj dan Chen 2006).

2.4 Tripolifosfat (TPP)


Pembentukan ikatan silang ionik salah satunya dapat dilakukan dengan
menggunakan senyawa tripolifosfat. Tripolifosfat dianggap sebagai zat pengikat
silang yang paling baik. Shu dan Zhu (2002) melaporkan bahwa penggunaan
tripolifosfat untuk pembentukan gel kitosan dapat meningkatkan mekanik dari gel
yang terbentuk. Hal ini karena tripolifosfat memiliki rapatan muatan negatif yang
tinggi sehingga interaksi dengan polikationik kitosan akan lebih besar. Menurut
Yongmei dan Yumin (2003) dalam Wahyono (2010), pembentukan nanopartikel
hanya terjadi pada konsentrasi tertentu kitosan dan TPP. Peran TPP sebagai zat
pengikat silang akan memperkuat matriks nanopartikel kitosan. Dengan semakin
banyaknya ikatan silang yang terbentuk antara kitosan dan TPP maka kekuatan
mekanik matriks kitosan akan meningkat sehingga partikel kitosan menjadi
semakin kuat dan keras, serta semakin sulit untuk terpecah menjadi bagian -
bagian yang lebih kecil (Wahyono 2010).

2.5 Surfaktan
Penelitian nanopartikel kitosan termodifikasi menggunakan emulsifier
yang merupakan senyawa pengikat silang dan surfaktan. Berdasarkan penelitian
Silva et al. (2005) diketahui bahwa penambahan surfaktan dapat memperkecil
ukuran partikel kitosan. Zat pengikat silang yang sering digunakan adalah
glutaraldehida, sedangkan surfaktan yang banyak dipakai adalah surfaktan
nonionik (Tween 80 dan Span 80). Beberapa contoh surfaktan nonionik adalah
Tween 80 (polietilena sorbitan monooleat) dan Span 80 (sorbitan monooleat).
Tween 80 dan Span 80 bersifat nontoksik yang umumnya digunakan sebagai
emulsifier dan penstabil pada bidang pangan dan farmasi. Tarirai (2005) dalam
Wahyono (2010) telah melakukan penelitian tentang pembuatan gel kitosan
sebagai pembawa obat ibuprofen dengan menggunakan senyawa pengikat silang
6

tripolifosfat dan senyawa surfaktan yang sekaligus berfungsi sebagai pengikat


silang, yaitu asam oleat, sodium laurit sulfat (SLS) dan Tween 80.

2.6 Kegunaan Kitosan


Penggunaan Kitosan sangat banyak dan meluas. Di bidang industri,kitin,
dan kitosan berperan antara lain sebagai koagulan polielektrolit pengolahan
limbah cair, pengikat dan penjerap ion logam, pembentukan film dan membran
mulai terurai,meningkatkan kualitas kertas,pulp,dan produk tekstil. Sementara
dibidang pertanian dan pangan kitin dan kitosan digunakan sebagai pencampur
ransum pakan ternak,antimikrob,antijamur, serat bahan pangan,penstabil,dan
deasedifikasi buah-buahan,sayuran dan penjernih sari buah. Selain itu bipolimer
tersebut juga berguna sebagai antikoagulan,antitumor,antivirus,pembuluh darah-
kulit dan ginjal sintetik,bahan pembuat lensa kontak,aditif kosmetik,membran
dialis,bahan shampoo dan kondisioner rambut, zat hemostatik,penstabil
liposom,bahan ortopedik,pembalut luka dan benang bedah yang mudah diserap,
serta mempertinggi daya kekebalan, antiinfeksi (Purwantiningsih 2009).
Kitosan pada shampo memiliki kegunaan antara lain menjaga kelembaban
kulit (hidrofil) Sifat ini membuat chitosan mampu mengikat molekul air.
Kemampuan chitosan untuk mengikat molekul air ini sangat berguna untuk
menjaga kelembaban kulit. Oleh karena itu, kitosan sangat cocok untuk di
gunakan dalam pembuatan produk pelembab, sabun kecantikan dan produk
kosmetik sejenisnya. Denganmembentuk lapisan film, kitosan mampu membuatan
lapisan film yang transparan dan elastis. Sifat ini sangat berguna terutama pada
produk perawatan rambut, seperti: Shampo dan hair conditioner. Lapisan
filmkitosan membuat rambut menjadi lebih lembut dan tidak mudah patah.
kitosan merupakan zat alami yang tidak beracun, sehingga penggunaannya sangat
aman bagi manusia. Penggunaan chitosan tidak menimbulkan efek samping pada
tubuh manusia. Hal tersebut di atas sangat menguntungkan untuk diterapkan pada
kosmetik (shampoo). Dengan menggunakan kitosan dapat dihasilkan suatu produk
kosmetik yang tidak berbahayadan tidak memiliki efek samping serta memiliki
kemampuan antimikroba dan dapat menyerapradiasi ultraviolet.
7

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat


Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari 2017 sampai Mei 2017.
Pembuatan kitosan dilakukan di Laboratorium kimia Program Diploma Institut
Pertanian Bogor. Pembuatan gel kitosan gelasi ionik metode magnetic stirer
dilakukan di Laboratorium Biokimia Hasil Perairan, Departemen Teknologi Hasil
Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

3.2 Alat dan Bahan


Bahan yang digunakan dalam pembuatan ekstrak kitosan ini adalah
cangkang udang vannamei (Litopenaeus vannamei), aquades, air mengalir, perak
nitrat (AgNO3), asam asetat 0,3%, etanol 70 %, asam klorida pekat (HCl 37%)
(p.a), natrium hidroksida (NaOH), kalium iodida (KI), iodium (I2), asam sulfat
(H2SO4), dan tripoliphospat (TPP) 0,1 %, dan surfaktan (Tween 80) 0,1 %.
Bahan-bahan yang digunakan pada proses pembuatan shampo antara lain
Aquades, Cetyl alkohol, Magnesium Stearat, Methyl Paraben NaCl, Olive oil,
Oleum rosae, PEG 400, Sodium lauryl sulfate, Propilenglikol, Propil paraben
Alat yang digunakan dalam pembuatan ekstrak kitosan cangkang udang
adalah beaker glass, erlenmeyer, pipet ukur, pipet volume, corong,labu
pemanas,labu ukur, timbangan digital, gelas ukur, kertas pH, kompor listrik,
saringan0,25 mm, oven,desikator, kertas saring, bola hisap, neraca analitik,
penangas minyak, hot plate, alat sentrifugasi, alat pengaduk, termometer,
magnetic stirer. Peralatan instrumen yang digunakan adalah spektrofotometer
fourier transform inframerah (FTIR) Shimadzyu.
Alat-alat yang digunakan pada proses pembuatan shampo antara lain
batang pengaduk, beaker glass (100 mL; 500 mL; 1000 mL), cawan porselin (60
mL; 100 mL), gelas ukur, hot plate, pipet tetes, pH universal, piknometer,
timbangan analitik, wadah shampoo.

3.3 Metode Penelitian


Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dimulai dari penelitian
dengan membuat kitosan. Selanjutnya penelitian dengan menggunakan metode
gelasi ionik.

3.3.1 Penelitian Pembuatan Kitosan dari Cangkang Udang (Litopenaus


vannamei)

Penyiapan sampel
Pembuatan kitosan diawali dengan perendaman kulit udang dalam
larutan HCl 1 N dengan perlakuan waktu perendaman 1 jam. Kulit atau
cangkang udang yang diambil dari limbah, direbus kemudian dicuci dengan
air agar kotoran yang melekat hilang, lalu dikeringkan dalam oven pada suhu
110-120oC selama kurang lebih satu jam. Setelah kering kemudian digiling
dan diayak menggunakan ayakan 0,25 mm sehingga diperoleh serbuk dengan
ukuran partikel yang lebih kecil dari 0,25 mm. Hasil ayakan digunakan
8

sebagai sampel. Secara umum proses pembuatan khitosan meliputi 3 tahap,


yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi.

Ekstraksi khitin dari kulit udang


a. Penghilangan mineral (demineralisasi)
Sebanyak 100 g serbuk kulit udang ditambahkan dengan 2,250 L HCl
1,5 M dengan perbandingan 1:15 (b/v) antara sampel dengan pelarut.
Campuran dipanaskan pada suhu 70- 80oC selama 4 jam sambil dilakukan
pengadukan pada 50 rpm kemudian disaring. Padatan yang diperoleh dicuci
dengan akuades untuk menghilangkan HCl yang tersisa. Filtrat terakhir yang
diperoleh diuji dengan larutan AgNO3, bila sudah tidak terbentuk endapan
putih maka sisa ion Cl yang terkandung sudah hilang. Selanjutnya padatan
dikeringkan pada oven dengan temperatur 70oC selama 24 jam sehingga
diperoleh serbuk kulit udang tanpa mineral yang kemudian didinginkan dalam
desikator.

b. Penghilangan protein (deproteinasi)


Sebanyak 24,7552 g serbuk kepiting kering bebas mineral dimasukkan
ke dalam gelas beaker 1 L dan ditambahkan larutan NaOH 3,5% sebanyak
247,50 mL dengan perbandingan 1:10 (b/v) antara sampel dengan pelarut.
Campuran tersebut dipanaskan pada suhu 65-70oC selama 4 jam sambil
dilakukan pengadukan pada 50 rpm. Selanjutnya padatan disaring dan
didinginkan sehingga diperoleh khitin, yang kemudian dicuci dengan akuades
sampai pH netral. Filtrat yang diperoleh diuji dengan pereaksi biuret, bila
filtrat berubah menjadi biru berarti protein yang terkandung sudah hilang.
Khitin yang sudah dicuci ditambahkan etanol 70% untuk melarutkan khitosan
terlarut sebanyak 100 mL dan dilanjutkan dengan penyaringan, pencucian
kembali dengan akuades panas dan aseton untuk menghilangkan warna
sebanyak dua kali masingmasing 100 mL, lalu dikeringkan pada suhu 80 oC
selama 24 jam kemudian didinginkan dalam desikator (Weska dan Moura,
2006). Adanya khitin dapat dideteksi dengan reaksi warna Van Wesslink. Pada
cara ini, khitin direaksikan dengan larutan I2-KI 1% yang memberikan warna
coklat, kemudian jika ditambahkan H2SO4 1 M berubah menjadi violet, ini
menunjukkan reaksi positif adanya khitin (Marganov, 2003). Khitin yang
diperoleh dihitung rendemennya, yaitu sebesar 20,9072 g, lalu dikarakterisasi
dengan FTIR kemudian ditentukan derajat deasetilasinya.

c. Optimasi deasetilasi khitin menjadi chitosan


Untuk menentukan kondisi optimum proses deasetilasi khitin menjadi
khitosan, akan dilakukan variasi konsentrasi NaOH sedangkan suhu dan waktu
reaksi dibuat konstan yaitu120oC selama 4 jam.

d. Pemurnian khitosan
Khitosan dilarutkan dalam NaOH dengan konsentrasi yang sesuai
dengan yang digunakan dalam tahap deasetilasi, kemudian larutan dipisahkan
lalu dinetralkan dengan HCl 7 N sampai pH 7,0 untuk mengendapkan kembali
khitosan, kemudian disentrifugasi pada 2000 rpm selama 5 menit untuk
memisahkan khitosan murni, lalu supernatan dipisahkan dan endapan yang
9

diperoleh dicuci dengan akuades, filtrat yang diperoleh diuji dengan larutan
AgNO3, bila sudah tidak terbentuk endapan putih maka sisa ion Cl yang
terkandung sudah hilang. Kemudian padatan dikeringkan pada suhu 80oC
selama 24 jam. Untuk menguji kemurniannya, maka khitosan yang telah
kering dilarutkan dalam larutan asam asetat 2% dengan perbandingan 1:100
(b/v) antara khitosan dengan pelarut. Khitosan dikatakan mempunyai
kemurnian yang tinggi bila larut dalam larutan asam asetat 2% tersebut
(Mukherjee, 2001).

e. Penentuan derajat deasetilasi


Derajat deasetilasi ditentukan untuk mengetahui seberapa besar khitin
yang sudah berubah menjadi khitosan. Derajat deasetilasi khitin dan khitosan
ditentukan berdasarkan rumus:
DD = 100 [{( A1654,6 / A3441,2 ) x 100 } / 1,33 ]

Diagram alir pembuatan kitosan dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Proses Pembuatan Kitosan


(Sumber: Suptijah et al. 1992)

3.3.2 Pembuatan gel kitosan gelasi ionik metode magnetic stirer


Perlakuan perendaman kulit udang yang menghasilkan rendemen
kitosan tertinggi dilanjutkan dalam penelitian gel kitosan gelasi ionik metode
magnetic stirer. Penelitian utama meliputi tahapan pembentukan gel yang
lunak berantai panjang lurus dari 0,2 gr kitosan 0,2 % yang dilarutkan dalam
100 ml asam asetat 0,3%. Hal ini bertujuan agar dengan mudah memutuskan
polimer tersebut. Kemudian dilakukan pencampuran bahan-bahan dengan
10

terlebih dahulu menentukan konsentrasi bahan (kitosan, asam oleat, dan TPP)
yang akan dibentuk menjadi emulsi cair.
Kitosan yang telah dilarutkan dalam asam asetat, yang memiliki bentuk
gel lunak berantai panjang lurus, diambil sebanyak 50 ml. Setelah itu, dilakukan
pembuatan partikel kitosan dengan gelasi ionik dan perlakuan pengecilan ukuran
(sizing) dengan metode magnetic stirer 60 menit. Kemudian ditambahkan 25 ml
emulsifier (Tween 80) 0,2 % yang dapat memisahkan gel antara gel satu dengan
gel lainnya. Surfaktan (Tween 80) diberikan dengan cara tetes demi tetes ke dalam
kitosan yang telah mengalami pemotongan, dan didiamkan memutar selama 30
menit. Setelah itu, ditambahkan 10 ml tripoliphospat 0,1 % yang bertujuan agar
ukuran partikel yang dihasilkan tetap stabil. Kemudian didiamkan selama 30
menit.

Diagram alir pembuatan gel kitosan dengan metode gelasi ionik dapat dilihat
pada Gambar 3

Gambar 3.Diagram Alir Pembuatan Gel Kitosan Metode Magnetic Stirrer

3.3.3 Formulasi shampoo dan pencampuran gel ekstrak kitosan


cangkang udang

Metode Kerja
Semua bahan ditimbang menggunakan timbangan analitik.Dilarutkan
metil paraben dan propil paraben dengan propilen glikol.Dibuat fase air
dengan cara dipanaskan aquades pada suhu 60 oC dan dilarutkan SLS, PEG
400, NaCl ke dalam aquadest pada suhu 60 oC. Dimasukkan campuran metil
dan propil paraben ke dalam fase air.Dibuat fase minyak dengan cara
dicampurkan magnesium Stearat, cetyl alcohol, olive oil dan dilebur pada
suhu 60 oC. Dicampurkan fasa minyak kedalam fasa air, dihomogenkan pada
suhu 60 oC. Ditambahkan oleum rosae secukupnya, dihomogenkan.
Dimasukkan ke dalam botol shampoo.

Formulasi
Formula dalam pembuatan shampoo ini antara lain:
11

Sodium lauryl sulfate, Cetyl alcohol, Magnesium Stearat, Methyl


Paraben, NaCl, Olive oil, PEG 400, Propilenglikol, Propil paraben, Oleum
rosae, Aquades
Perhitungan Bahan

1. Sodium Lauryl Sulfate


Per kemasan: 1/4 x 30/100 x 120 = 7,5 gram
Per batch: 7,5 x 4 = 30 gram
2. PEG 400
Per kemasan: 5 % x 120 = 6 gram
Per batch: 6 gram x 4 = 24 gram
3. Mg stearat
Per kemasan: 2 % x 120 = 2,4 gram
Per batch: 2,4 gram x 4 = 9,6 gram
4. NaCl
Per kemasan: 3,3 % x 120 = 3,96 gram
Per Batch: 3,96 gram x 4 = 15,84 gram
5. Cetyl alkohol
Per kemasan: 3% x 120 = 3,6 gram
Per Batch: 3,6 gram x 4 = 14,4 gram
6. Olive oil
Per kemasan: 10 % x 120 = 12 gram
Per Batch: 12 gram x 4 = 48 gram
7. Metil paraben
Per kemasan: 0,02 % x 120 = 0,024 gram
Per Batch: 0,024 gram x 4 = 0,096 gram
8. Propil paraben
Per kemasan: 0,01 % x 120 = 0,012 gram
Per Batch: 0,012 gram x 4 = 0,048 gram
9. Propilenglikol
Per kemasan: 5% x 120 = 6 gram
Per Batch: 6 gram x 4 = 24 gram
10. Aquadest
Per kemasan: 120 (7,5 + 6 + 2,4 + 3,96 + 3,6 + 12 + 0,024 + 0,012 + 6 )
gram
= 78,504 gram
Per Batch: 78,504 x 4 = 314,016 gram

3.4 Analisis Pengujian


3.4.1 Tahap pengujian
Pengujian shampoo yang mengandung ekstrak kitosan cangkang udang
ini menggunakan hewan coba yaitu 3 ekor kelinci dengan satu hereditas dan
terdiri dari tiga tahap.
Pengujian pertama, dilakukan dengan menggunakan bagian punggung
kelinci dibersihkan dari rambut dengan cara dicukur hingga bersih, dengan
membagi menjadi 2 bagian yang masing-masing bagian punggung kanan dan
kiri, metode ini dikenal dengan nama metode Tanaka. Setelah pencukuran,
rambut dibiarkan tumbuh beberapa hari dan kemudian dilakukan
12

pengaplikasian shampoo kitosan sesuai dengan bagian-bagian daerah tersebut


adalah:
- Daerah I tidak diberi apapun sebagai control
- Daerah II diberi shampoo ekstra kitosan cangkang udang dengan kadar
kitosan sebagai berikut:
a. 3% kitosan dari 300 ml shampoo (sehingga diperoleh kadar kitosan 9
ml dalam 300 ml formulasi shampoo)
b. 4 % kitosan dari 300 ml shampoo (sehingga diperoleh kadar kitosan 12
ml dalam 300 ml formulasi shampoo).
c. 6 % kitosan dari 300 ml shampoo (sehingga diperoleh kadar kitosan 18
ml dalam 300 ml formulasi shampoo).
Penyampoan dilakukan 2 hari sekali pada masing-masing bagian
selama 2 bulan. Pengamatan dilakukan pada hari ke- dan ke-. Pada saat
pengamatan diambil 6 helai rambut kelinci, diluruskan, dan ditempelkan
pada selotip, kemudian diukur dengan menggunaan jangka sorong lalu
diambil yang terpanjang.
Selanjutnya pengujian kedua yaitu kerontokan rambut. Dengan
mengusap dari arah berlawanan garis alur rambut kelinci, dengan sedikit
di cengkram kemudian diamati kerontokan dari kedua bagian rambut.
Pengujian ketiga dengan pengamatan langsung keadaan sinar
rambut kedua bagian punggung rambut kelinci tersebut dengan parameter
sinar mengkilat atau kusam.

3.4.2 Parameter yang Diamati


Analisa terhadap manfaat kitosan dan keratin dalam formula
shampoo ini dilakukan sesuai dengan parameter yang akan di analisa yaitu
panjang rambut dari masing-masing bagian punggung kelinci dengan
menggunakan jangka sorong, pengamatan sinar rambut, dan pengujian
kerontokan rambut.
13

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 3. Rancangan Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang 1.792.600
2. Biaya Habis Pakai 1.586.650
3. Perjalanan 1.150.000
4. Lain-lain; administrasi, publikasi, seminar, 840.750
laporan
Total Biaya 5.370.000

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 4. Jadwal Kegiatan
N Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
o 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Studi literature
2. Penyiapan
sampel
3. Pengekstrakan
kitosan
cangkang
udang
4. Metode gelasi
ionik
5. Analisis
ekstrak
6. formulasi
shampoo dan
pencampuran
ekstrak
kitosan
7. Pengujian
shampoo
dengan
pengaplikasia
n pada hewan
uji kelinci
8. Analisis
shampoo
9. Evaluasi
14

DAFTAR PUSTAKA

Dhanikula AB, Pachagnula R. 2004. Development and characterization of


biodegradable chitosan films for local delivery of paclitaxel.
www.aapsj.org [10 Oktober 2010].
Kencana A. 2009. Perlakuan sonikasi terhadap kitosan: viskositas dan bobot
molekul kitosan [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Keuteur J. 1996. Nanoparticles and Microparticles for drug and vaccine delivery.
Eur J of Pharmaceutics and Biopharmaceutics 189: 19-34.
Latifah S. 2010. Stabilitas mikrokapsul ketoprofen dengan penyalut kitosan
alginat [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Institut Pertanian Bogor.
Mardliyati E. 2010. Pengenalan Pemanfaatan Nanopartikel Kitosan sebagai
Matriks Enkapsulasi. Jakarta: Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi.
Marganov. 2003. Potensi Limbah Udang sebagai Penyerap Logam Berat (Timbal,
Kadmium,dan Tembaga) di Perairan. www.rudyct.topcities.com.15
Desember 2007.
Maulana H. 2007. Stabilitas larutan kitosan 1,5% sebagai antibakteri pada
penyimpanan suhu ruang [skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Maulana HDJ. Promosi Kesehatan.Jakarta: EGC.2009:5.
Mukherjee, Debi P., Sept. 30, 2001, Method for Producing Chitin or Chitosan,
http://www.freepatentsonline.com/63101 88.htm., 7 Januari 2009.
Mohanraj UJ and Y chen. 2006. Nanoparticles - A Review. Tropical Journal of
Pharmaceutical Research 5(1): 561-573.
Napthaleni. 2010. Nanoenkapsulasi ketoprofen tersalut kitosan-alginat
berdasarkan jenis dan ragam konsentrasi surfaktan [skripsi]. Bogor:
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian
Bogor.
Rini I. 2010. Recovery dan karakterisasi kalsium dari limbah demineralisasi kulit
udang jerbung (Penaeus merguiensis deMan) [skripsi]. Bogor: Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Shu XZ and Zhu KJ. 2002. Controlled Drug Release Properties of Ionically Cross-
Linked Chitosan beads: The Influence of Anion Structure. International
Journal of Pharmaceutics 233: 217-225.
Silvia. SS. 2005. Physical Propertis and Biocompatibility of Chitosan/ Sury
Blendet Membran, Jurnal of Material Science 16. 575- 579.Sugita. 1992.
Isolasi kitin dan komposisi senyawa kimia limbah udang windu (Penaeus
monodon) [tesis]. Bandung: Program Pascasarjana, Institut Pertanian
Bogor.
Suptijah, P, Salamah E, Sumaryanto H, Purwaningsih S, Santoso J. 1992.
Pengaruh Berbagai Isolasi Khitin Kulit Udang TerhadapMutunya.
Laporan Penelitian Jurusan Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas
Perikanan. IPB. Bogor. 30 hal.
15

Sutriyo, Joshita D, Indah R. 2005. Perbandingan pelepasan propanol hidroklorida


dari matriks kitosan, etil selulosa, dan hidroksipropil metal selulosa.
Majalah Ilmu Kefarmasian 2: 145-153.
Weska, R. F., dan Moura, J. M., 2006, Optimazion of Deasetylation in the
Production of Chitosan from Shrimp Waste, Journal Food Enginering,
80:749-753.
Wahyono D. 2010. Ciri nanopartikel kitosan dan pengaruhnya pada ukuran
partikel dan efisiensi penyaluran ketoprofen [tesis]. Bogor: Program
Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Yongmei X, Yumin D. 2003. Effect of moleculer structure of chitosan on protein
delivery properties of chitosan nanoparticles. International Journal of
Pharmaceutics 250: 215-226.
16

LAMPIRAN

1. Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap : Dwiky Ramadhan
2 Jenis Kelamin : Laki-laki
3 Program Studi : Paramedik Veteriner Program Diploma IPB
4 NIM : J3P115009
5 Tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 8 Februari 1997
6 E-mail : dwiky.ramadhan1997@gmail.com
7 Nomor telepon : 085711663197

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Cilangkap SMPN 7 Depok SMAN 7 Depok
2 Tapos Depok
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel Waktu dan
. Ilmiah Tempat
1

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1 Juara 2 Kompetisi Sepak Bola Piala Walikota Depok 2013
Liga Pendidikan Indonesia (LPI)
2 Juara 1 Lomba Volly SMAN 7 Depok 2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
(PKM-P)

Bogor, 24-Oktober-2016
Pengusul

(Dwiky Ramadhan)
17

2. Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap : Nanda Finisa
2 Jenis Kelamin : Perempuan
3 Program Studi : Paramedik Veteriner Program Diploma IPB
4 NIM : J3P115022
5 Tempat dan tanggal lahir : Garut, 21 Oktober 1996
6 E-mail : finisa.nanda@gmail.com
7 Nomor telepon : 082295182229

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDIT Atikah SMPN 2 Garut SMAN 1 Garut
Musaddad
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel Waktu dan
. Ilmiah Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1
2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
(PKM-P)

Bogor, 24-Oktober-2016
Pengusul

(Nanda Finisa)
18

3. Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap : Tata Martha
2 Jenis Kelamin : Perempuan
3 Program Studi : Paramedik Veteriner Program Diploma IPB
4 NIM : J3P115037
5 Tempat dan tanggal lahir : Krui,26 Maret 1997
6 E-mail : tatamarta97@gmail.com
7 Nomor telepon : 081289445020

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 1 SMPN 1 Pesisir SMAN 1 Pesisir
Penengahan Tengah Tengah
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel Waktu dan
. Ilmiah Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1
2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
(PKM-P)

Bogor, 24-Oktober-2016
Pengusul

(Tata Martha)
19

4. Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap :Ina Hajah Listiani
2 Jenis Kelamin :Perempuan
3 Program Studi : Paramedik Veteriner Program Diploma IPB
4 NIM : J3P115034
5 Tempat dan tanggal lahir : Lebak, 04 Mei 1996
6 E-mail : inahajahlistiani@yahoo.co.id
7 Nomor telepon : 081513306141

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 1 Cijengkol MTs Al-Fatah MAN 2 LEBAK
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel Waktu dan
. Ilmiah Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1
2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
(PKM-P)

Bogor, 24-Oktober-2016
Pengusul

(Ina Hajah Listiani)


20

5. Biodata Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap : Miftahul Jannah
2 Jenis Kelamin : Perempuan
3 Program Studi : Paramedik Veteriner Program Diploma IPB
4 NIM : J3P115050
5 Tempat dan tanggal lahir : Padang, 13 Mei 1997
6 E-mail : mifta_oke71@yahoo.com
7 Nomor telepon : 081255151345

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 04 Sariak SMPN 01 SMAN 01
Laweh Kecamatan Kecamatan
Akabiluru Akabiluru
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel Waktu dan
. Ilmiah Tempat
1
2

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1 Juara II Lomba Tatempong Pacik Kabupaten Lima 2014
Se-Kabupaten Puluh Kota
2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
(PKM-P)

Bogor, 24-Oktober-2016
Pengusul

(Miftahul Jannah)
21

6. Biodata Dosen Pembimbing


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dr. Drh. Gunanti, MS
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kedokteran Hewan
4 NIDN 0002016210
5 Tempat dan tanggal lahir Banyuwangi, 02 Januari 1962
6 Email gunantisoe@gmail.com
7 Nomor telepon 085781343319

B. Riwayat Pendidikan
S1 S2 S3
Nama Institusi FKH IPB Pascasarjana IPB Pascasarjana
Indonesia Indonesia IPB Indonesia
Jurusan FKH Sains Veteriner Sains Veteriner
Tahun Masuk-Lulus 1981-1986 1987-1991 1997-2001

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
. Seminar Tempat
1 Usefulness of
South East Asia Veterinary Ultrasound Imaging in
School Association Non-Invasive 2011 di Bogor
(SEAVSA) Evaluating of Bone
Implants in Sheep
2 White Blood Cell
Response After
South East Asia Veterinary
Implantation of White
School Association 2011 di Bogor
Blood Cell Response
(SEAVSA)
After Implantation of
Surgical Suture
3 South East Asia Veterinary Radical Mastectomy
School Association of Gynecomastia Case 2011 di Bogor
(SEAVSA) in Saanen Goat
4 In Vivo Study of
International Conference on Hydroxyapatite-
Intrumentation, Chitosan and
Communications Hydroxyapatic- 2011 di Surabaya
Information Technology, Tricalcium Phosphate
and Biomedical Engineering Bone Graft in Sheeps
as Animal Model
5 Faculty of veterinary Comparative study on 2012 di Surabaya
Medecine Un Airlangga endoscopic imaging :
esophagoscopy and
gastroscopy of upper
digestive system
between dogs (canis
22

lupus) and cats (felis


catus)
6 Proc KIVNAS XII PDHI Pecintraan B-mode 2012
USG ginjal dan aorta
pd kelinci lokal
7 PICC Istambul, Turkey Increase of 2014 di Istambul
transpulmonary Turky
pressure indicate the
lung over distension
on the stiff chest wall
in experimental acute
lung injury
8 Konggres perhimpunan Interprestasi 2014 di
dokter hewan Indonesia, radiografi toraks babi Palembang
konferensi ilmiah veteriner domestic (sus
ke 13 di Palembang domestica) pada
tindakan autotransfusi
pra operatif,
intraoperatif
sederhana dan intra
operatif dengan
pencucian
9 Studi morfologi Konggres 2014 di
perbandingan induksi perhimpunan dokter Palembang
persembuhan tulang oleh hewan Indonesia,
bahan implant tulang konferensi ilmiah
hidroksi apatit dan beta veteriner ke 13 di
trikalsium fosfat Palembang
10 Analisis elektrokardiogram South East Asia 2014
autotransfusi darah pada Veterinary School
babi local Indonesia (Sus Association
domestica) sebagai model (SEAVSA)
untuk manusia
11 Echocardiography Proceedings 3 joint 2014 di Bogor
evaluation in piglet (Sus international meetings
scrofa) during recruitment 2014. Fkh Ipb
maneuver on pediatric acute
lung injury model
12 Evaluasi maneuver Seminar hasil 2015 di Bogor
rekrutmen pada hewan penelitian dan
model cedera paru akut pengabdian kpd
pada anak masyarakat IPB
13 Blood clinical and Proceeding book of 2015 di Kuala
histological profile of skin asian meeting of Lumpur
transplants autogenous animal medicine
healing on Undonesian specialties .
local cat. November 1-2
renaissance hotel
23

Kuala lumpur2015
14 Evaluasi radiografi jantung Prosiding KIVNAs 2016 di
anak babi (Sus Scrofa) pada ke-14 th 2016 : Tangerang
kasus sepsis yg diberi Revitalisasi vet
emulsi emulsi lipit kedelai Indonesia dlm
parenteral implementasi
masyarakat ekonomi
asean (MEA) dan
global health security
agenda (GHSA) bg
kemakmuran bangsa
15 Gambaran parameter Prosiding KIVNAs 2016 di
eritrosit anak babi (Sus ke-14 th 2016 : Tangerang
Scrofa) yg diberi emulsi Revitalisasi vet
lemak kedelai parenteral Indonesia dlm
dan diinduksi sepsis implementasi
masyarakat ekonomi
asean (MEA) dan
global health security
agenda (GHSA) bg
kemakmuran bangsa
16 Evaluasi radiografi Prosiding KIVNAs 2016 di
pulmonum pada anak babi ke-14 th 2016 : Tangerang
(Sus Scrofa) sepsis yg diberi Revitalisasi vet
emulsi emulsi lipit kedelai Indonesia dlm
parenteral implementasi
masyarakat ekonomi
asean (MEA) dan
global health security
agenda (GHSA) bg
kemakmuran bangsa
17 Manajemen pencegahan Prosiding KIVNAs 2016 di
herpes pada anak gajah ke-14 th 2016 : Tangerang
sumatera (elephas maximus Revitalisasi vet
sumatranus) di taman Indonesia dlm
nasional waykambas implementasi
masyarakat ekonomi
asean (MEA) dan
global health security
agenda (GHSA) bg
kemakmuran bangsa
18 Body condition score pd Prosiding KIVNAs 2016 di
kuda di direktorat polisi ke-14 th 2016: Tangerang
satwa kelapa dua depok Revitalisasi vet
Indonesia dlm
implementasi
masyarakat ekonomi
asean (MEA) dan
24

global health security


agenda (GHSA) bg
kemakmuran bangsa

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1 Sertifikasi Pendidik Dept pendidikan 2009
nasional RI
2 Panitia konggres dekan FKH se Dekan FKH IPB 2010
Asia Tenggara
3 Pembimbing Proposal Program Departemen 2011
Kreativitas Mahasiswa Bidang Pendidikan Nasional
Penelitian (IPB)
4 Nilai Evaluasi Proses Belajar Departemen Klinik 2011
Mengajar (EPBM) tertinggi dalam Reproduksi&Patologi
Mata Kuliah KRP 321, Ilmu FKH IPB
Bedah Umum pada Semester
Genap 2010/2011
5 Nilai Evaluasi Proses Belajar Departemen Klinik 2011
Mengajar (EPBM) tertinggi dalam Reproduksi&Patologi
Mata Kuliah KRP 322, Ilmu FKH IPB
Radiologi Veteriner pada
Semester Genap 2010/2011
6 Nilai Evaluasi Proses Belajar Departemen Klinik 2012
Mengajar (EPBM) tertinggi dalam Reproduksi&Patologi
Mata Kuliah KRP 321, Ilmu FKH IPB
bedah umum Veteriner pada
Semester Genap 2011/2012
7 Nilai Evaluasi Proses Belajar Departemen Klinik 20`13
Mengajar (EPBM) tertinggi dalam Reproduksi&Patologi
Mata Kuliah KRP 321, Ilmu FKH IPB
Bedah Umum Veteriner pada
Semester Genap 2012/2013
8 Dosen pendamping PKM-P th Kementerian 2014
2013-2014 dg judul crem acillin pendidikan dan
: ekstrak bawang putih sebagai kebudayaan IPB
solusi pencegahan keloidosis pada
luka pasca operasi bedah untuk
meningkatkan kepercayaan diri
9 Research paper : Radiodensity MRS Id Meeting 2014
study of porous tantalum best poster award di
hydroxyapatite coated implant Bali
material of rat animal model
10 Piagam tanda kehormatan Presiden Republik 2015
Presiden RI Satyalancana karya Indonesia
sapta XX tahun
25

11 Pendamping PKM-M Kastrasi Kementerian 2015


dan ovariohisterektomi pd kucing pendidikan dan
dalam rangka pengendalian kebudayaan IPB
toxoplasmosis sebagai penyakit
zoonosis

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian
(PKM-P)

Bogor, 24-Oktober-2016
Pembimbing

(Dr. Drh. Gunanti, MS)


26

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang
Material Justfikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Labu ukur Wadah sampel 2 buah 80.000 160.000
Beaker glass Penakar
2 buah 36.500 73.000
100 mL jumlah larutan
Beaker glass Wadah
2 buah 55.000 110.000
500 mL pencampur
Beaker glass Wadah
1 buah 113.000 113.000
1000 mL pencampur
Pipet volume Pipet dengan
2 buah 47.700 95.400
volume kecil
Cawan Wadah
porselin 60 pencampur 1 buah 15.600 15.600
mL
Cawan Wadah
porselin 100 pencampur 1 buah 21.000 21.000
mL
Pipet ukur Mengambil
cairan dengan
skala kecil 2 buah 47.700 95.400
dengan skala
akurat
Labu Wadah untuk
pemanas memanaskan 1 buah 128.700 128.700
sampel
Gelas ukur Mengukur
2 buah 65.800 131.600
cairan
Erlenmeyer Wadah sampel 2 buah 65.800 131.600
Tabung Wadah sampel
10 buah 10.000 100.000
reaksi pengujian
Saringan Menyaring
serbuk 24.800
1 buah 24.800
cangkang
udang
Kertas saring Menyaring
1 pak 9500 9.500
cairan
Pengaduk Mengaduk
5 buah 7.500 37.500
sampel
Termometer Mengukur
1 buah 19.000 19.000
suhu
Kertas pH Mengukur ph 1 pak 48.800 48.800
Bola hisap Menghisat 1 buah 58.000 58.000
27

(bulb) cairan dengan


pipet ukur
Corong Mempermuda
h menyalurkan
1 buah 20.700 20.700
cairan atau
bahan
Sarung Perlengkapan
1 pack 50.000 50.000
tangan kerja
Masker Perlengkapan
1 pack 50.000 50.000
kerja
pH universal Indikator pH 1 pack 84.000 84.000
Piknometer Penentuan
1 buah 155.000 155.000
volume
Wadah Wadah
3 buah 20.000 60.000
shampoo penampung
SUB TOTAL (Rp) 1.792.600

2. Bahan Habis Pakai


Material Justfikasi Kuantitas Harga Jumlah (Rp)
Pemakaian Satuan (Rp)
Deproteinasi,
optimasi
deasetilasi
Natrium/sodiu khitin
1 kg 28.200 28.200
m hidroxida menjadi
(NaOH) khitosan, dan
pemurnian
kitosan
Perak nitrat demineralisas
(AgNO3)/gr i 1 gram 32.500 32.500
teknis
Kalium iodida deproteinasi
1 gram 4.550 4.550
(KI) analis/gr
Asam sulfat deproteinasi
(H2SO4) 1 liter 45.500 45.500
teknis/liter
Alkohol/etanol deproteinasi
5.400 5.400
70%/100ml 100 ml
Penyiapan
Asam klorida sampel, dan
125.000 125.000
(HCL) demineralisas 1 liter
teknis/liter i
Pembuatan
Tripoliphospat gel kitosan 100 ml 33.000 33.000
gelasi ionik
Asam asetat Pemurnian 78.000 78.000
(CH3COOH) khitosan 250 ml
28

analis/250ml
Pembuatan
Tween 80 gel kitosan 208.000 208.000
1 liter
teknis/liter gelasi ionik
Iodium (I2) Deproteinasi 1 liter 250.000 250.000
Aseton Deproteinasi 1 liter 200.000 200.000
Aquades Deproteinasi 5 liter 6500 32.500
Cetyl alkohol Emulsifier 1 kg 135.000 135.000
Magnesium Fase Minyak
250 gr 25.000 25.000
Stearat
Methyl Paraben Pengawet 250 gr 30.000 30.000
NaCl Bahan utama 1 kg 4.000 4.000
Olive oil Bahan
1 liter 67.500 67.500
Tambahan
Oleum rosae Bahan
50 ml 150.000 150.000
Tambahan
PEG 400 Fase Air 100 gr 9.500 9.500
Sodium lauryl Bahan Utama
1 kg 50.000 50.000
sulfate
Propilenglikol Solvent 1 kg 45.000 45.000
Propil paraben Pengawet 100 gr 28.000 28.000
SUB TOTAL (Rp) 1.586.650

3. Perjalanan
Material Justfikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Perjalanan ke pencarian 2 orang 50.000 50.000
tempat cangkang
indrustri udang
udang atau
restoran
seafood
Perjalanan Pembelian 2 orang 100.000 100.000
pembelian alat dan
alat dan bahan bahan
uji
Perjalanan ke Pembuatan 5 orang 200.000 1.000.000
laboratorium sampel dan
pengujian produk akhir
SUB TOTAL (Rp) 1.150.000

4. Lain-lain
Material Justfikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Hewan coba Analisis 3 ekor 35.000 105.000
29

(kelinci) pengujian
Pakan hewan Pakan kelinci 2 bulan 115.750 115.750
coba
Penyewaan Pengekstraka 2 bulan 500.000 500.000
laboratorium n kitosan
dan peralatan cangkang
udang dan
pembuatan
shampoo
Penyusunan Sewa jasa 3 set 15.000 45.000
proposal percetakan
:pencetakan
Penyusunan Fotokopi 3 paket 25.000 75.000
proposal proposal
:perbanyakan
SUB TOTAL (Rp) 840.750

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

N Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


o Studi Ilmu Waktu
(jam
/minggu)
1 Dwiky Program Paramedi 20 jam/ Studi literature,
Ramadhan/ diploma c minggu Penyiapan sampel,
J3P115009 veteriner metode gelasi ionic,
formulasi shampoo
dan pencampuran
ekstrak
kitosan,Analisis
ekstrak, pengujian
shampoo dengan
pengaplikasian pada
hewan uji kelinci,
Analisis shampoo dan
evaluasi.
2 Nanda Program Paramedi 20 jam/ Studi
Finisa/ diploma c minggu literature,Pengekstraka
J3P115022 veteriner n kitosan cangkang
udang,metode gelasi
ionic, pengujian
shampoo dengan
pengaplikasian pada
hewan uji kelinci,
Analisis shampoo dan
evaluasi.
30

3 Ina Hajah Program Paramedi 20 jam/ Studi literature,


Listiani/ diploma c minggu penyiapan
J3P115034 veteriner sampel,formulasi
shampoo dan
pencampuran ekstrak
kitosan,pengujian
shampoo dengan
pengaplikasian pada
hewan uji kelinci,
Analisis shampoo dan
evaluasi.
4 Tata Program Paramedi 20 jam/ Studi literature,
Martha/ diploma c minggu pengekstrakan kitosan
J3P115037 veteriner cangkang udang,
metode gelasi ionic,
pengujian shampoo
dengan pengaplikasian
pada hewan uji kelinci,
Analisis shampoo dan
evaluasi.
5 Miftahul Program Paramedi 20 jam/ Studi
Jannah/ diploma c minggu literature,formulasi
J3P115050 veteriner shampoodan
pencampuran ekstrak
kitosan,pengujian
shampoo dengan
pengaplikasian pada
hewan uji kelinci,
Analisis shampoo dan
evaluasi.
31

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

KOP PERGURUAN TINGGI (MINTA KE MASING-MASING FAKULTAS)

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda di bawah ini:


Nama :
NIM :
Program Studi :
Fakultas :

Dengan ini menyatakan bahwa proposa PKM- (sesuai jenis bidang PKM) dengan
judul proposal........................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
diusulkan untuk tahun anggaran 2017 bersifat orisinil dan belum pernah dibiayai
oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.

Kota, Tanggal-Bulan-Tahun
Mengetahui, Yang menyatakan,
Wakil Dekan Fakultas

(Cap dan tandatangan) (Materai 6000 dan tandatangan)

(Nama dan Gelar) (Nama)


32

NIP. NIM.