Anda di halaman 1dari 2

Pelajaran Ayat Al-Quran Hari Ini: Adab Hutang Piutang

Siapakah yang memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran
kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan rezki dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan (QS.Al-Baqarah: 245)
Note: Saudara seiman, dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia tidak
terlepas dari hutang piutang. Sebab di antara mereka ada yang membutuhkan dan
ada pula yang dibutuhkan. Begitulah keadaan manusia sebagaimana Allah
tetapkan, ada yang dilapangkan rezekinya hingga berlimpah ruah dan ada pula
yang dipersempit rezekinya sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya
sehingga mendorongnya dengan terpaksa untuk berhutang. Di dalam Islam hutang
disebut Al-Qathu yang berarti memotong. Hukum asal hutang piutang
diperbolehkan dalam syariat Islam. Bahkan orang yang memberikan pinjaman
kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah perbuatan mulia. Adapun
adab berhutang adalah sebagai berikut:
1. Hutang piutang harus ditulis dan dipersaksikan sesuai perintah Allah QS. Al-
Baqoroh:282. Berapa banyak orang berhutang tapi mengingkari hutangnya.
2. Pemberi pinjaman tidak boleh mengambil keuntungan/manfaat dari orang
yang berhutang karena hukumnya adalah riba.
3. Berhutang dengan niat baik dan akan melunasinya karena berapa banyak
orang berhutang tapi tidak mau membayarnya.
4. Jika terjadi keterlambatan karena kesulitan keuangan, hendaklah orang yang
berhutang memberitahukan kepada orang yang memberikan pinjaman.
5. Menggunakan uang pinjaman dengan sebaik mungkin. Menyadari, bahwa
pinjaman merupakan amanah yang harus dia kembalikan.
6. Bersegera melunasi hutang sesuai dengan yang telang dijanjikan.
Meskipun hutang itu boleh tetapi bila tidak membutuhkan sebaiknya dihindari
karena akan menambah beban hidup. Banyak orang berhutang bukan karena
kebutuhan primer tetapi kebutuhan sekunder apalagi hanya untuk memenuhi
tuntutan life style. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari beban hutang yang
banyak dan penguasaan orang lain terhadap diri kami. Aamiin
Pelajaran Ayat Al-Quran Hari Ini: Allah Mengajak Perang Pelaku Riba
Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan Tinggalkan
Sisa Riba Jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya maka
umumkanlah Perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat maka
kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat dzolim dan tidak
terdzolimi (QS. Al-Baqoroh: 278-279)
Note: Saudaraku seiman, pembahasan tausiyah pagi ini adalah seputar riba.
Ayat di atas sangat jelass bahwa Allah menyeru orang-orang beriman untuk
bertaqwa dan meninggalkan riba. Jika tetap melakukannya maka Allah mengajak
perang kepada pelaku riba. Tidak ada salah satu ayatpun di dalam Al-Quran di
mana Allah mengajak perang orang beriman kecuali terkait riba. Ini artinya Allah
sangat murka dengan dosa riba.
Solusi terlepas dari praktek riba:
1. Gantikan kartu kredit menjadi kartu debit Bank syariah.
2. Bila memiliki deposito di Bank konvensional maka pindahkan ke Bank
syariah dengan merubah aqad wadhiah/titipan tanpa nisbah/keuntungan
setiap bulannya.
3. Bila ada aqad kredit KPR, mobil, motor, dan lain-lain maka segera hentikan
dengan berusaha melunasi sisa cicilan hutang.
4. Bila ada hutang modal di Bank konvensional maka usahakan mencari
pinjaman lain tanpa riba untuk melunasinya.
5. Berdoa kepada Allah untuk memberi jalan keluar dari kekuatan iman agar
dijauhkan dari riba atau meninggalkan riba.
Dimana ada kemauan maka di sana pasti ada jalan. Mau atau tidak
meninggalkan riba keputusannya ada di dalam diri kita masing-masing. Ingat
cepat atau lambat pasti kita kita akan meninggalkan dunia ini tanpa
peringatan siap atau tidak. Selagi masih ada waktu mari bersungguh-
sungguh beramal soleh baik dalam konteks ibadah mahdoh kepada Allah
maupun ibadah muamalah. Ya Allah.. teguhkanlah hati kami di atas agama-
Mu dan senantiasa menaati-Mu sampai ajal tiba. Aamiin ya Allah