Anda di halaman 1dari 8

8 Maret 2016

Drh. Retno Wulansari, M. Si, Ph.D


Drh. Surya Kusuma Wijaya

Laporan Sanitasi dan Pengelolahan Limbah


Sanitasi Kandang Kuda

Kelompok 4
1. Dwiky Ramadhan J3P115009
2. Ridho Rizki K J3P115041
3. Zahara Kadri J3P115045
4. Rizza Dwileski Fatria J3P115047
5. Citra Yudeska J3P215060
6. Liskayasti Nuruscelawati J3P215078

PARAMEDIK VETERINER
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
PENDAHULUAN

Sanitasi penting untuk menjaga keadaan kandang serta lingkungan yang


bersih, maka kesehatan hewan maupun lingkungan jadi terjamin. Kebersihan
kandang bias diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga lingkungan menjadi sejuk,
nyaman, tidak berbau maupun lembab. Oleh karena itu sanitasi dan kesehatan
kandang merupakan hal yang utama dalam proses pemeliharaan hewan untuk
mendapatkan hasil produksi yang baik.

Kandang adalah bangunan sebagai tempat tinggal hewan yang ditunjukan


untuk melindungi hewan dari resiko yang merugikan. Misalnya, terik matahari,
cuaca hujan, angina, gangguan predator serta kandang dibutuhkan untuk
memudahkan dalam pengelolaan produksi hewan. Kandang dengan sanitasi
lingkungan yang baik dapat memberikan keuntungan bagi produksi hewan.
Hewan dengan kandang terawatt dan sirkulasinya dapa terjaga setiap hari
memungkinkan hewan yang menghuninya merasa nyaman.

Kuda merupakan hewan yang sudah lama digunakan untuk kepentingan


manusi, entah itu diambil tenaganya, kecepatannya bahkan dagingnya sebagai
makanan. Kuda ( equus caballus atau equus ferus caballus ) adalah salah satu dari
sepuluh spesies modern mamalia dari genus equus. Walaupun peternakan kuda
telah dimulai sejak tahunn 4500 SM, bukti-bukti penggunaan kuda untuk
keperluan manusia baru ditemukan terjadi sejak tahun 2000 SM. Namun ini
tetaplah sebuah bukti bahwa kuda telah dikenal begitu lama oleh peradaban
manusia.

Penggunaan kuda tidak terbatas sebagai pengangkut atau penarik. Kuda


mulai diminatii dalam bidang olahraga. Sejak dahulu pun kuda telah digunakan
dalam olahraga, terutama dalam lingkup lingkup kerajaan, baik itu untuk
memburu atau bahkan dalam pacuan. Di Indonesia, penggunaan kuda dalam
bidang olahraga terwujud pula dalam bentuk permainan polo. Polo yang diklaim
sebagai raja dari olahraga sekaligus sebagai olahraga para raja, karena hanya
segelintir orang saja yang memiliki kuda dan dapat memainkan permainan polo
ini, maka layaklah polo mengkalim dirinya demikian.

Sanitasi kandang adalah suatu kegiatan yang dilakukan peternak untuk


kebersihan kandang dan lingkungannya. Kegiatan ini penting karena dengan
keadaan kandang serta lingkungan yang bersih, maka kesehatan ternak maupun
pemiliknya terjamin. Sanitasi erat kaitannya dengan kebersihan. Jika suatu
kandang dalam keadaan tidak bersih akan menimbulkan bibit penyakit sehingga
hewan akan mudah terkena penyakit dan merugikan pemiliknya.

TUJUAN

1. Mengetahui kriteria kandang yang baik dan layak untuk kuda.


2. Mengetahui cara sanitasi yang baik dan benar
3. Mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh kandang terhadap kesehatan
hewan kuda.
4. Mampu melakukan pemeliharaan kandang kuda dengan baik

ALAT dan BAHAN

ALAT

1. Sapu
2. cangkul kecil
3. Serokan
4. Meteran
5. Karung
6. kemoceng

BAHAN

1. Kuda
2. Sekam
3. Air
4. Rumput

HASIL dan PEMBAHASAN

HASIL

1. Lebar kandang : 3,3 m

2. Lebar pintu : 1,2 m

3. Panjang kandang : 4,5 m

4. Lebar jendela : 1,72 m

5. Tinggi jendela : 83 cm

6. Tinggi pintu : 1,52 m

7. Diameter tempat minum : 64 cm

8. Jumlah lampu ada 12,tapi yang berfungsi hanya tujuh buah

9. Jumlah kandang ada lima

10. Satu kandang berisi satu kuda,hanya ada empat ekor kuda

11. Lebar lorong : 3,94 m

12. Tinggi tempat minum : 47 cm

13. Keadaan kandang cukup bersih

14. Ada sedikit kotoran di dalam kandang

15. Sebagian sekam/ serbuk kayu dalam keadaan lembab

PEMBAHASAN

Membangun kandang di daerah tropis, diusahakan agar ada ventilasi


sehingga pertukaran udara bisa berjalan lancar dan tidak menimbulkan hawa
panas didalamnya. Air hujan jangan sampai masuk ke dalam kandang. Untuk kuda
yang akan beranak, dipergunakan kandang yang agak tertutup (Jacoeb, 1994).
Ventilasi di kandang kuda URR memiliki kriteria sesuai dengan yang diterangkan
di atas.
Atap pada kandang kuda lebih baik jika jaraknya semakin tinggi, karena
dapat menghasilkan sirkulasi udara yang baik. Ketersediaan udara yang baik
sangat dibutuhkan pada perkandangan kuda karena kuda mudah terkena penyakit
pernafasan. Udara yang bersih sangat penting untuk kesehatan dan kenyaman
kuda serta akan mempengaruhi kekuatan dari kuda tersebut. Ventilasi yang baik
adalah berbentuk puncak pada atapnya dan akan sangat berpengaruh pada
penangan masalah kuda. Jendela pada kuda juga harus berada pada posisi sejajar
dengan kepala kuda (McBane, 1991). Atap kandang hasil pengamatan juga sudah
sesuai dengan kriteria di atas,atap dibuat sangat tinggi dan jendela sejajar dengan
kepala kuda.

McBane (1991) menyatakan bagian kandang harus tersedia air bersih. Air
minum harus diperhatikan bagi kuda betina yang sedang menyusui, karena jika
kuda betina tersebut kekurangan air dalam kondisi menyusui maka air susu induk
akan berkurang pula. Kandang juga harus memiliki sistem pembuangan kotoran
yang baik dan adanya ketersediaan listrik untuk lampu, kipas, dan lain sebagainya.
Pada hasil pengamatan,air yang ada terlihat keruh,hal ini mungkin terjadi karena
saat kuda minum,pakan yang diambil dari bawah terjatuh ke dalam tempat
minum.

Kuda betina dan anaknya yang ditempatkan dalam satu kandang harus
memiliki ukuran kandang lebar agar anak kuda dapat bergerak bebas, sedangkan
kandang pejantan harus lebih kuat daripada kandang betina atau kandang anak.
Letak kandang jantan lebih jauh dari kandang betina agar kuda betina tidak
terganggu terutama saat merawat anaknya (Jacoebs,1994). Kandang kuda URR
yang diamati merupakan kandang untuk kuda dewasa atau bukan kuda betina
yang sedang menyusui. Untuk kuda betina yang punya anak,ditempatkan di
kandang tertentu.

Alas kandang kuda harus selalu dalam keadaan bersih dan lunak serta
beralaskan serbuk gergaji atau jerami. Alas yang lunak bertujuan agar melindungi
kuda ketika sedang berguling, memberikan kehangatan dan untuk kenyaman kuda
serta melindungi kaki kuda, terutama untuk kuda olahraga dan kuda pacu
(McBane,1994). Pada saat diamati,sekam atau alas untuk kuda terbuat dari serbuk
kayu yang diserakkan di lantai dalam jumlah banyak,sehingga aman dan nyaman
untuk kuda. Tetapi,ada sebagian tertentu sedikit basah atau lembab dan terdapat
kotoran. Mungkin kandang belum waktunya dibersihkan,sehingga alas terlihat
sedikit kotor.

Peternakan kuda lebih baik dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti


tempat penyimpanan peralatan, tempat penyimpanan pakan, ruang groom pada
setiap kandang sehingga memudahkan dalam pengawasan kuda (McBane,1994).
Di kandang kuda URR terdapat sebuah ruangan khusus yang dekat dengan
kandang yang digunakan sebagai tempat meletakkan pakan,dan peralatan lain
untuk kegiatan yang berhubungan dengan kuda.

Selain manajemen kandang dan pakan, hal lain yang tak kalah pentingnya,
bahkan mungkin hal utama yang harus diperhatikan adalah manajemen perawatan
kesehatan dan pemeliharaan ternak (kuda). Hal ini mencakup pemandian kuda,
penyikatan, penyisiran bulu dan ekor, pengepangan ekor (saat akan bertanding
polo), pemasangan dan penggantian tapal / sepatu kuda, pengolesan kuku dan
kulit, dan lain-lain. Pemandian dilakukan jika kuda berkeringat. Pemandian
dilakukan dengan sabun atau shampo atau detol (mengurangi kuman dan bakteri,
sekaligus desinfektan), dilanjutkan dengan pengeringan, penyikatan dan
penyisiran seluruh tubuh dan ekor, dan perawatan bulu (rambut) diantaranya
dengan penggunaan Unipred untuk menjaga kulit tidak gatal-gatal. Kuda adalah
hewan perasa yang sensitif, sehingga memerlukan sentuhan dan penyikatan yang
cukup sering, mereka pun dapat merasakan suasana hati pemilik atau
pengurusnya. Dengan kata lain, kuda senang diajak berbicara, mereka merasa
gembira saat mereka diperhatikan, disikat, disisir, ditepuk-tepuk, bahkan saat
diajak berbincang ketika kita berada di dekat mereka. Pemeriksaan kesehatan
ternak kuda dilakukan seminggu sekali oleh dokter hewan. Penyakit yang sering
menyerang ternak kuda adalah Kholik dan Thandom (seperti encok).

Kesehatan

Kandang kuda berkukuran 3 x 4M dengan lantai beralas serbuk gergaji


atau rumput kering (jerami).Sedapat mungkin mendapatkan sinar matahari pagi.
Kuda dikeluarkan dari kandang sehari dua kali yaitu pada pagi hari jam 07.00
sampai jam 09.00, kemudian jam 16.00 sampai jam 17.00. Setiap pagi kuda
dibersihkan bulunya dengan sikat dan sisir. Kuku kuda dibersihkan dari tanah
yang menempel dll. kuda diajak berjalan-jalan sepanjang minimum 2 KM untuk
kuda pacu, kegiatan ini disebut dengan "Stap" agar aliran darah lancar dan otot-
ototpun meregang. Setelah beristirahat sejenak dan keringatnya kering, kuda terus
dimandikan agar bersih dari kotoran. Bersihkan kuda seluruh tubuhnya dengan air
termasuk alat sekresi serta kelaminnya. Setelah dimandikan, Kuda dijemur sampai
bulu-bulunya kering benar.

Setelah itu dimasukkan dalam kandangnya. Didalam kandang kuda


diperintahkan untuk "buang air" sebelum diberi makanan rumput dan ransum.
Selama kuda berada diluar kandang, kandang dibersihkan dari kotoran. Kotoran
dibuang di tempat yang sudah disediakan untuk kemudian dipakai sebagai bahan
kompos, pupuk kandang. Pada sore hari, kuda cukup disikat agar bulu-bulu tua
rontok, jangan dimandikan karena akan susah kering diwaktu sore hari. Lakukan
aktivitas seperti dipagi hari meliputi: stap dan kebersihan kandang. Masukkan
kedalam kandang dan ulangi lagi perintah "buang air" sebelum kuda diberi rumput
dan ransum.

Amati kegiatan ini secara rutin, bila ada perubahan tingkah laku kuda
tersebut, sang perawat akan cepat mengetahuinya bahwa kuda sedang ada masalah
dengan kesehatannya. Ancaman yang paling serius terhadap kuda bila kuda
menderita sakit perut akibat gangguan pencernakan atau sebab lain. Yang biasa
disebut kolik (Cholic). Selain perawatan kesehatan badan kuda juga memerlukan
perawatan kaki dan kuku-kukunya. Bagi seekor kuda, kakinya adalah nyawa
keduanya. Karena bila salah satu kaki kuda bermasalah, maka hampir pasti kuda
tak akan bermanfaat lagi sampai kaki tersebut sembuh. Di alam bebas kaki kuda
dipakai untuk melarikan diri dari serangan predator, manusia membutuhkan kuda
karena tenaganya. Kalau salah satu kakinya bermasalah maka hampir pasti
predator akan memangsanya atau manusia akan membuangnya.

Makanan Kuda:

Makanan yang sehat bagi seekor kuda apabila memenuhi kebutuhan badan
sang kuda: karbohidrat, protein, air, vitamin dll. Oleh karena itu makanan yang
kita berikan harus mengandung unsur-unsur kebutuhan primer sang kuda. Untuk
memenuhi kebutuhan pokok makanan kuda bisa diberikan: 1. Rumput hijau atau
rumput kering yang bersih tidak berjamur 2. Bren dari biji gandum 3. Bekatul
padi yang berserat 4. Biji jagung kering yang sudah digiling 5. Biji kacang hijau
yang sudah lunak (direndam) 6. Air bersih . Komposisi per ransum: Total bobot
makanan per hari seekor kuda adalah 0.75 Kg untuk setiap 50 Kg berat badannya.
Sehingga kalau bobot kuda anda 400 Kg, maka dia membutuhkan makanan
seberat 6 Kg/hari.

Komposisi makanannya dengan takaran mempergunakan gayung air (dari


plastik) yaitu 2 bagian (2 gayung) Bren gandum, 2 bagian bekatul dan 1/2 bagian
biji jagung giling. Tambahkan biji kacang hijau yang sudah direndam satu malam
agar lunak. Tambahkan garam dapur 1 sendok makan, tambahkan calsium mineral
1 sendok makan. Tambahkan air secukuponya supaya makanan basah dan aduk
rata sebelum disajikan. Selalu sediakan satu ember air bersih didepan kandang
sehingga kuda bisa meminumnya sesuai kebutuhannya. Kuda membutuhkan air
minum sekitar 35 liter per hari. Ransum diberikan tiga kali sehari yaitu pada jam
09.00 pagi, Jam 15.00 sore serta jam 20.30 malam. Lakukan ini tepat waktu untuk
menghindari kolik.

Rumput pilihan diberikan setiap 1 jam sekali agar kuda selalu terisi
perutnya dengan jumlah sedikit-sedikit. Rumput yang disukai kuda adalah jenis
alfa-alfa atau timoti. Orang jawa biasanya menyebutnya dengan rumput
"grinting". Batang rumput terasa manis kalau kita gigit. Bila kuda anda sedang
bekerja berat seperti masa pacuan atau kerja yang lain, maka jumlah bekatul bisa
dikurangi dan diganti dengan "oats" atau makanan kuda dalam kemasan yang
sudah diperkaya dengan vitamin serta makanan berenergi Namun bila kuda anda
tidak dalam masa bekerja keras, makanan alami lokal sudah cukup baik untuk
menjaga kondisi badannya. Secara tradisional orang-orang jawa dan lainnya
memiliki resep yang cukup baik pula untuk mempertahankan kondisi sang kuda,
mereka mempergunakan bahan jamu-jamuan seperti telor ayam, madu lebah serta
ramuan lainnya.

Istirahat :

Kuda sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Untuk itu sang
perawat ataupun pelatih kuda harus membuat jadwal kapan kuda berlatih dan
kapan kuda beristirahat. Hal ini perlu dilksanakan secara disiplin untuk menjaga
kesehatannya serta emosinya.

KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa kandang kuda di URR
IPB berfungsi cukup baik dan sesuai dengan kriteria kandang yang seharusnya.
Sanitasi kandang kuda sangat berpengaruh terhadap kesehatan hewan tersebut.
Kandang yang bersih dan selalu dirawat, membuat kuda terhindar dari penyakit.
Pembersihan terhadap kandang kuda harus beraturan sesuai dengan ketentuan.
Sekam harus diganti apabila sudah terkana feses dan urin agar kandang bersih.

DAFTAR PUSTAKA
Jacoebs, T. N. 1994. Budidaya Ternak Kuda. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Soeharjono, O. 1990. Kuda. Jakarta: P.T Gramedia

McBane, S. 1991. Horse Care and Ridding a Thinking Approach. United


Kingdom: Paperback

McBane, S. 1994. Modern Stables Management. United Kingdom: Ward Lock