Anda di halaman 1dari 13

PRAKTIKUM Sabtu, 5 MARET 2016

TEKNIK PEMERIKSAAN KLINIS Dosen : Drh. Agus Wijaya, MSc., Ph.D.


Asisten : Bapak Khamidi
Bapak Dahlan

Teknik Pemeriksaan Klinis


(Anjing dan Kucing)
KELOMPOK V
ANGGRIAN NUGRAHA (J3P115032)
FADHILAH DHANI S F (J3P115018)
DWIKY RAMADHAN (J3P115009)
ZAHARA KADRI (J3P215045)
CITRA YUDESKA (J3P215060)

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
PENDAHULUAN

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis
memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat
dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan
diagnosis dan perencanaan perawatan pasien.Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara
sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak yaitu kaki. Pemeriksaan
secara sistematis tersebut disebut teknik Head to Toe. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa
dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan
seperti test neurologi. Dalam Pemeriksaan fisik daerah abdomen pemeriksaan dilakukan dengan
sistematis inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi.

Petunjuk yang didapat selama pemeriksaan riwayat dan fisik, ahli medis dapat menyusun
sebuah diagnosis diferensial, yakni sebuah daftar penyebab yang mungkin menyebabkan gejala
tersebut. Beberapa tes akan dilakukan untuk meyakinkan penyebab tersebut. Sebuah
pemeriksaan yang lengkap akan terdiri diri penilaian kondisi pasien secara umum dan sistem
organ yang spesifik. Dalam prakteknya, tanda vital atau pemeriksaan suhu, denyut dan tekanan
darah selalu dilakukan pertama kali.Pemeriksaan Klinis adalah pemeriksaan fisik dengan ruang
lingkup pemeriksaan terhadap keadaan khusus hewan (kelainan organ) meliputi: Selaput Lendir
(hidung, mulut, dll), Alat Gerak, Saluran Pernafasan, Saluran Pencernaan, Saluran Genital
/Perkencingan.

Hewan kesayangan merupakan hewan yang biasa dipelihara manusia untuk kesenangan
atau hobi. Contoh nya adalah kucing dan anjing. Anjing dipelihara selain untuk kesenangan juga
untuk menjaga keamanan rumah ataupun mencari jejak. Hewan kesayangan ini dapat dianggap
sebagai teman bagi manusia. Hewan kesayangan pada umumnya adalah hewan yang memiliki
karakter setia pada pemiliknya, memiliki penampilan yang menarik, memiliki suara yang indah,
betingkah lucu atau menggemaskan, unik dan dapat menghibur pemiliknya. Hewan kesayangan
yang populer dipelihara manusia.

Pada hewan kesayangan dikatakan sakit bila organ tubuh ataupun fungsinya mengalami
kelainan dari keadaan normal, kelainan tersebut dapat diketahui melalui pemeriksaan dengan alat
indra secara langsung atau menggunakan alat bantu contohnya terlihat adanya kemerahan dan
eksudat kental pada matanya, terlihat lepuh - lepuh pada lidahnya, diare pada saat defekasi dan
sebagianya. Tanda -tanda yang terlihat atau yang ditemui pada hewan kesayangan yang
menderita dinamakan sebagai gejala sakit atau symptom atau sering dinamakan gejala klinis.

Tujuan Pratikum
1. Untuk menentukan status kesehatan hewan,
2. Mengidentifikasi masalah hewan
3. Mengambil data dasar untuk menentukan rencana tindakan keperawatan.
ALAT DAN BAHAN

1. Pulpen
2. Kamera
3. Stetoskop
4. Termometer
5. Tali
6. Kertas Tugas
7. Kertas Catatan
8. Rantai
9. Timbangan
10. Kandang

PROSEDUR KERJA

1. Peganglah kucing dengan benar agar saat pemeriksaan kucing tidak memberontak. Untuk
anjing pakaikan rantai agar anjing tidak kabur.
2. Bacalah dan kerjakan kertas tugas yang diberikan oleh PJ teknik pemeriksaan klinis.
3. Kenali nama hewan, spesies dan tanda tanda khusus yang dimiliki kucing tersebut.
4. Timbang kucing dan anjing menggunakan timbangan.
5. Lakukan lah pemeriksaan sesuai dengan penuntun dikertas tugas dimulai dari bagian
kepala ( mata, telinga, mulut, lidah, )
6. Hitunglah berapa jumlah resprasi hewan tersebut dengan menggunakan stetoskop atau
jari tangan didekatkan dengan bagian hidung selama 1 menit.
7. Lakukanlah pemeriksaan sesuai dengan penuntun di kertas tugas selanjutnya di bagian
badan.
8. Hitunglah berapa frekuensi nadi yang dimiliki hewan tersebut dengan cara meraba atau
menekan nadi dibagian paha dalam dekat kloaka.
9. Lakukanlah pemeriksaan sesuai dengan penuntun di kertas tugas dibagian kaki belakang
atau ekor.
10. Lakukanlah pengecekan suhu dengan menggunakan thermometer yang dimasukan
kedalam kloaka selama 1 menit.
11. Setelah pengecekan sudah selesai dimulai dari bagian kepala dan bagian kaki belakang
selanjutnya lepaskan rantai dan masukkan kembali kucing dan anjing ke kandang masing-
masing.
12. Tidak lupa setiap pemeriksaan yang dimulai dari kepala sampai kaki belakang
dokumentasikanlah hal hal yang penting untuk dibuat dalam laporan.
13. Dan setiap pemeriksaan dari kepala sampai kaki belakng catat hasil dalam dalam kertas
catatan atau kertas tugas.

HASIL
Signalement hewan
Nama : 1. Kucing : Bambang
: 2. Anjing : Candy
Jenis hewan / spesies : 1. Kucing
: 2. Anjing
Ras / Breed : 1. Kucing : Putih , hitam , dan coklat
: 2. Anjing :Hitam , coklat muda
Jenis Kelamin : 1. Kucing : Betina
: 2. Anjing : Betina
Umur : 1. Kucing : 7 bulan
: 2. Anjing : 5-7 bulan
Berat Badan : 1. Kucing : 1,5kg
: 2. Anjing : 8kg
Tanda-tanda khusus : 1. Kucing : Belang tiga dibagian kepala dan punggung bagian
bawah berwarna putih
: 2. Anjing : Muka berwarna hitam , badan coklat
Anamnesis
Keadaan Umum
Perawatan : 1. Kucing : Sedang
: 2. Anjing : Baik
Temperamen : 1. Kucing : Jinak
: 2. Anjing : Jinak
Habitus : 1. Kucing : Tidak ada kelainan
: 2. Anjing : Tidak ada kelainan
Tingkah laku : 1. Kucing : Tenang
: 2. Anjing : Tenang
Gizi : 1. Kucing : Sedang
: 2. Anjing : Baik
Pertumbuhan badan : 1. Kucing : Baik
: 2. Anjing : Baik
Sikap berdiri : 1. Kucing : Tegak pada keempat kaki
: 2. Anjing : Tegak pada keempat kaki
Panas badan : 1. Kucing : 37c
: 2. Anjing : 37,7c
Frekuensi nadi : 1. Kucing : 74 kali/menit
: 2. Anjing : 95 kali/menit
Frekuensi napas : 1. Kucing : 38 kali/menit
: 2. Anjing : 92 kali/menit
Adaptasi lingkungan : 1. Kucing : Adaptif
: 2. Anjing : Adaptif
Kepala dan Leher
Inspeksi
Ekspresi wajah / facial : 1. Kucing : bereaksi/excited/ceria
: 2. Anjing : bereaksi/excited/ceria
Pertulangan kepala : Conformed / tegas
Posisi tegak telinga : Tegak keduanya
Posisi kepala : Tegak

Palpatio
Mata dan Orbita kiri
Palpebra : 1. Kucing : Membuka sempurna dan Reflex palpebral ada
: 2. Anjing : Membuka sempurna dan Reflex palpebral ada
Cilia : 1. Kucing : Keluar sempurna
: 2. Anjing : Keluar Sempurna
Konjunktiva : 1.Kucing : Pucat , licin mengkilat , basah , dan tidak ada
: 2. Anjing : Rose , licin mengkilat , basah , dan tidak ada
Membran nictitans : 1. Kucing : Tersembunyi
: 2. Anjing : Tersembunyi
Mata dan Orbita Kanan
Palpebra : 1. Kucing : Membuka sempurna dan Reflex palpebral ada
: 2. Anjing : Membuka sempurna dan Reflex palpebral ada
Cilia : 1. Kucing : Keluar sempurna
: 2. Anjing : Keluar sempurna
Konjunktiva : 1. Kucing : Pucat , licin mengkilat , basah , dan tidak ada
: 2. Anjing : Rose , licin mengkilat , basah , dan tidak ada
Membran nictitans : Tersembunyi
Bola Mata Kiri : Kucing dan Anjing
Sklera : Putih bening
Cornea : Bening
Iris : Ada perlekatan
Limbus : Tidak rata / menggembung
Pupil : Mengecil
Refleks Pupil : Ada
Vasa injection : Tidak ada
Bola Mata Kanan : Kucing dan Anjing
Sklera : Putih bening
Cornea : Bening
Iris : Ada perlekatan
Limbus : Bengkok / Menggembung
Pupil : Mengecil
Refleks Pupil : Ada
Vasa injection : Tidak ada
Hidung dan sinus-sinus : 1. Kucing : Simetris , Lubang meluas , Aliran udara bebas
: 2. Anjing : Simetris , Lubang meluas , Aliran udara bebas
Mulut dan Rongga Mulut
Rusak / Luka : Tidak ada
Mukosa : Rose , Licin mengkilat , basah kering , dan Tidak ada
Gigi Geligi
Insisivum : 1. Kucing : Atas 6 buah bawah 4 buah
: 2. Anjing : 6 Pasang
C : 1. Kucing : 4 Buah
: 2. Anjing : 4 Buah
PreMolar : 1. Kucing : 2 Pasang
: 2. Anjing : 2 Pasang
Molar : 1. Kucing :2 Pasang
: 2. Anjing : 2 Pasang
Foetor exore : tidak ada
Lubang keropos Gigi : Tidak ada

Lidah : Rose , Licin mengkilat , basah , dan Tidak ada


Ln.retropharingealis : Kucing dan Anjing
Ukuran : Kecil
Konsistensi : Kenyal
Lobulasi : Ada ( normal )
Perlekatan : Ada ( normal )
Panas : Sama dengan Suhu tubuh
Kesimetrisan : Simetris (kanan/kiri)
Ln.mandibularis : Kucing dan Anjing
Ukuran : Kecil
Konsistensi : Kenyal
Lobulasi : Ada ( normal )
Perlekatan : Ada ( normal )
Panas : Sama dengan Suhu tubuh
Kesimetrisan : Simetris (kanan/kiri)
Telinga : 1. Kucing : Tegak , Bau Khas Serumen , Daun telinga licin halus
: 2. Anjing : Tegak , Bau Khas Serumen , Daun telinga licin halus
Krepitalis : 1. Kucing : Tidak ada
: 2. Anjing : Tidak ada
Refleks panggilan : 1. Kucing : Tidak ada
: 2. Anjing : Tidak ada
Leher
Rata otot-otot teraba
Trachea teraba dan tidak ada batuk
Esofagus Teraba
1. Isi Makanan
2. Kosong

PEMBAHASAN

1. Signalement Hewan :
Pada pemeriksaan kali ini kelompok kami menggunakan jenis hewan kucing dan anjing.
Jenis breed kucing ini kucing garut, memiliki warna rambut dan kulit putih kecoklatan dan
hitam. Kucing yang dilakukan pemeriksaan berumur 6-12 bulan, jenis kelamin adalah betina
dengan berat badan 22-25 kg. Kucing ini memiliki tanda khusus yaitu disekitar mata terdapat
warna hitam dan kaki, badan bewarna putih. Anjing yang dilakukan pemeriksaan berumur 4-8
bulan, memiliki warna kulit dan rambut hitam dan putih. Jenis breed anjing ini adalah mix, jenis
kelamin betina dengan berat badan 10-15 kg. Memilki tanda khusus yaitu disekitar kepala,
leher, kaki depan bagian belakang berwarna hitam, terdapat pusaran rambut diantara tanduk.
2. Anamnesis :
Pada pemeriksaan kali ini kita tidak bisa mendapatkan informasi dan menanyakan
keluhan apa saja kepada pemilik kucing dan anjing, karena pemilik sedang tidak ada.
3. Status Present :
3.1. Keadaan Umum :
Kucing
Perawatan pada kucing ini baik, karena terlihat sehat dan cukup bersih. Untuk
temparemen, kucing ini termasuk jinak dan tingkah lakunya pun tenang. Gizi dan pertumbuhan
badan baik, pada habitusnya tidak memiliki kelainan, sikap berdiri tegak dan menggunakan
keempat kakinya. Panas badan atau suhu tubuh kucing ini 38,3C, kisaran suhu tubuh normal
kucing yaitu 39,5-40,5 C.
Suhu tubuh kucing ini normal, banyak faktor yang mempengaruhi suhu tubuh kucing.
Jenis, bangsa, umur, jenis kelamin, kondisi dan aktivitasnya bisa mempengaruhi suhu tubuh.
Rata-rata frekuensi nadi dan nafas kucing normal per menit yaitu 70-80 kali/menit dan 15-25
kali/menit. Pada kucing ini frekuensi nadi dan nafasnya yaitu 96 kali/menit dan 16 kali/menit.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan denyut nadi adalah umur, jenis kelamin, spesies,
kondisi ternak, lingkungan dan aktivitasnya. Sedangkan pada frekunsi nafas, jika kucing tersebut
ketakutan, lelah akibat bekerja berat dan kondisi yang terlalu panas maka frekuensi nafasnya pun
akan lebih cepat.
Anjing
Perawatan pada anjing ini baik, karena terlihat sehat dan cukup bersih. Untuk
temparemen, anjing ini termasuk buas atau agresif dan tingkah lakunya pun gelisah. Gizi dan
pertumbuhan badan baik, pada habitusnya tidak memiliki kelainan, sikap berdiri tegak dan
menggunakan keempat kakinya. Panas badan atau suhu tubuh anjing ini 40C, kisaran suhu
tubuh normal anjing yaitu 39-40,5 C.
Suhu tubuh anjing ini normal, faktor yang mempengaruhi suhu tubuh anjing. Jenis,
bangsa, umur, jenis kelamin, kondisi dan aktivitasnya bisa mempengaruhi suhu tubuh. Rata-rata
frekuensi nadi dan nafas anjing normal per menit yaitu 70-80 kali/menit dan 15-25 kali/menit.
Pada anjing ini frekuensi nadi dan nafasnya yaitu 69 kali/menit dan 17 kali/menit. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kecepatan denyut nadi adalah umur, jenis kelamin, spesies, kondisi ternak,
lingkungan dan aktivitasnya. Sedangkan pada frekunsi nafas, jika anjing tersebut ketakutan, lelah
akibat bekerja berat dan kondisi yang terlalu panas maka frekuensi nafasnya pun akan lebih
cepat.
3.2. Adaptasi Lingkungan :
Kucing
Kucing ini termasuk adaptif, karena dia dapat beradaptasi dengan cepat. Kucing sudah
terbiasa dengan keberadaan manusia.Karena kucing tenang dan tidak memberontak ketika
dilakukan pemeriksaan.
Anjing
Anjing ini kurang adaptif, karena ketika dilakukan pemeriksaan anjing memberontak dan
ketakutan. Terlihat gelisah dengan keberadaan manusia.
3.3. Kepala dan Leher :
3.3.1. Inspeksi :
Kucing
Ekspresi wajah atau facial kucing ini bereaksi/exited/ceria. Karena ketika kita akan
melakukan pemeriksaan kucing ini tidak takut. Pertulangan kepalanya adalah conformed atau
tegas, posisi kepalanya tegak dan posisi kedua telinganya pun tegak.
Anjing
Ekspresi wajah atau facial anjing adalah takut, cemas dan depresi. Ketika dilakukan
pemeriksaan anjing melakukan pemberontakan. Pertulangan kepalanya adalah maxilla panjang
dan mandibulla pendek. Posisi kepala dan kedua telinganya tegak.
3.3.2. Palpatio :
3.3.2.1. Mata dan Orbita kiri
Kucing
Pada mata sebelah kiri palpebra membuka sempurna dan reflex palpebra ada. Ketika
tangan kita akan menyentuh matanya secara tiba-tiba, palpebra pun langsung menutup. Cilia
kucing ini keluar sempurna. Lalu pada konjungtiva berwarna rose, bening mengkilat, basah, dan
tidak ada kerusakan pada permukaannya. Membran nictitans kucing ini tersembunyi
Anjing
Pada mata sebelah kiri palpebra membuka sempurna dan reflex palpebra ada. Ketika
tangan kita akan menyentuh matanya secara tiba-tiba, palpebra pun langsung menutup. Cilia
anjing ini keluar sempurna. Konjungtiva berwarna rose, bening mengkilat, basah, dan tidak ada
kerusakan pada permukaannya. Membran nictitans anjing ini tersembunyi.

3.3.2.2. Mata dan Orbitra Kanan


Kucing
Pada mata sebelah kanan, memiliki hasil yang sama seperti mata sebelah kiri. Palpebra
membuka sempurna dan reflex palpebra ada. Ketika tangan kita akan menyentuh matanya secara
tiba-tiba, palpebra pun langsung menutup. Cilia kucing keluar sempurna. Lalu pada konjungtiva
berwarna rose, bening mengkilat, basah, dan tidak ada kerusakan pada permukaannya. Membran
nictitans kucing ini tersembunyi.
Anjing
Pada mata sebelah kanan, memiliki hasil yang sama seperti mata sebelah kiri. Palpebra
membuka sempurna dan reflex palpebra ada. Ketika tangan kita akan menyentuh matanya secara
tiba-tiba, palpebra pun langsung menutup. Cilia anjing keluar sempurna. Lalu pada konjungtiva
berwarna rose, bening mengkilat, basah, dan tidak ada kerusakan pada permukaannya. Membran
nictitans anjing ini tersembunyi.
3.3.2.3. Bola Mata Kiri
Kucing
Kucing ini mempunyai sklera berwarna putih bening, kornea berwarna bening, terdapat
perlekatan pada iris, limbusnya tidak rata atau menggembung dan tidak memiliki vasa injectio.
Pupil kucing ini membuka lebar dan ada reflex pada pupilnya. Ketika cahaya disorotkan ke mata
kucing, pupil akan mengecil. Tapi jika cahaya tersebut berhenti disorotkan pupil akan kembali
membesar ke bentuk awal.
Anjing
Anjing mempunyai sklera berwarna putih bening, kornea berwarna bening, terdapat
perlekatan pada iris, limbusnya tidak rata atau menggembung dan tidak memiliki vasa injectio.
Pupil anjing ini membuka lebar dan ada reflex pada pupilnya. Ketika cahaya disorotkan ke mata
anjing, pupil akan mengecil. Tapi jika cahaya tersebut berhenti disorotkan pupil akan kembali
membesar ke bentuk awal.

3.3.2.4. Bola Mata Kanan


Kucing
Pada bola mata kanan kucing ini mempunyai sklera berwarna putih bening, kornea
berwarna bening, terdapat perlekatan pada iris, limbusnya tidak rata atau menggembung dan
tidak memiliki vasa injectio. Pupil kucing ini membuka lebar dan ada reflex pada pupilnya.
Ketika cahaya disorotkan ke mata kucing, pupil akan mengecil. Tapi jika cahaya tersebut
berhenti disorotkan pupil akan kembali membesar ke bentuk awal.
Anjing
Pada bola mata kanan anjing ini mempunyai sklera berwarna putih bening, kornea
berwarna bening, terdapat perlekatan pada iris, limbusnya tidak rata atau menggembung dan
tidak memiliki vasa injectio. Pupil anjing ini membuka lebar dan ada reflex pada pupilnya.
Ketika cahaya disorotkan ke mata anjing, pupil akan mengecil. Tapi jika cahaya tersebut berhenti
disorotkan pupil akan kembali membesar ke bentuk awal.

3.3.2.5. Hidung dan Sinus-Sinus


Kucing
Hidung kucing ini simetris, kedua lubang hidung meluas dan aliran udaranya bebas
keluar masuk. Terlihat dari dia bernafas, tidak ada penyumbatan sehingga dia bernafas dengan
normal.
Anjing
Hidung anjing ini simetris, kedua lubang hidung meluas dan aliran udaranya bebas keluar
masuk. Terlihat dari dia bernafas, tidak ada penyumbatan sehingga dia bernafas dengan normal.

3.3.2.6. Mulut dan Rongga Mulut


Kucing
Tidak terdapat luka pada bibir kucing ini. Mukosa berwarna rose, licin mengkilat, basah
dan tidak terdapat kerusakan pada permukaannya. Untuk gigi geligi, kucing ini hanya
mempunyai incisivus (gigi depan atau gigi seri) 4 pasang. Sedangkan untuk caninus (gigi taring)
tidak ada, premolar (gigi geraham depan) 12 buah dan molar (gigi geraham) 12 buah. Terdapat
foetor ex ore (sisa pakan) dan lubang atau keropos gigi.Lidah kucing ini berwarna rose, licin
mengkilat, basah dan tidak terdapat kerusakan permukaan atau lepuh-lepuh.
Limfonodus Retropharingealis dan Limfonodus Mandibularisnya berukuran kecil karena
kucing ini masih berumur 6-12 bulan. Konsistensinya fleksibel tapi sedikit keras, bentuknya
simetris antara kiri dan kanan, terdapat lobulasi yang artinya normal karena jika tidak terdapat
lobulasi berarti ln.retropharingealis dan ln.mandibularis terjadi pembengkakan. Lalu perlekatan
atau pertautannya normal, ln.retropharingealis dan ln.mandibularis bergerak jika sedang
menekan. Panas dari ln. retropharingealis dan ln.mandibularis pada kucing ini sama seperti suhu
tubuh dia, jadi tidak panas dan tidak juga dingin.
Anjing
Tidak terdapat luka pada bibir anjing. Mukosa berwarna rose, licin mengkilat, basah dan
tidak terdapat kerusakan pada permukaannya. Untuk gigi geligi, anjing ini hanya mempunyai
incisivus (gigi seri lateral) 1 pasang dan gigi seri lateral 1 pasang. Sedangkan untuk caninus (gigi
taring) tidak ada, premolar (gigi geraham depan) 3 buah dan molar (gigi geraham) 3 buah. Tidak
terdapat foetor ex ore (sisa pakan) , namun terdapat lubang atau keropos gigi.Lidah anjing ini
berwarna rose, licin mengkilat, basah dan tidak terdapat kerusakan permukaan atau lepuh-lepuh.
Limfonodus Retropharingealis dan Limfonodus Mandibularisnya berukuran kecil karena
anjing ini masih berumur 4-8 bulan, namun lebih besar dari kucing. Konsistensinya fleksibel
tapi sedikit keras, bentuknya simetris antara kiri dan kanan, terdapat lobulasi yang artinya normal
karena jika tidak terdapat lobulasi berarti ln.retropharingealis dan ln.mandibularis terjadi
pembengkakan. Lalu perlekatan atau pertautannya normal, ln.retropharingealis dan
ln.mandibularis bergerak jika sedang menekan. Panas dari ln. retropharingealis dan
ln.mandibularis pada anjing ini sama seperti suhu tubuh dia, jadi tidak panas dan tidak juga
dingin.

3.3.2.7. Telinga
Kucing
Kedua telinga kucing ini tegak, tidak terdengar krepitasi, daun telinga licin halus. Saat
telinga tersebut dicium, telinga tidak mengeluarkan bau tengik busuk melainkan mengeluarkan
bau khas serumen. Kucing ini mempunyai reflex panggilan, karena saat dia mendengar suara
yang cukup mengganggu dia akan menoleh.
Anjing
Kedua telinga anjing ini jatuh, karena daun telinga yang lebar, tidak terdengar krepitasi,
daun telinga licin halus. Saat telinga tersebut dicium, telinga tidak mengeluarkan bau tengik
busuk melainkan mengeluarkan bau khas serumen. Anjing ini mempunyai reflex panggilan,
karena saat dia mendengar suara yang cukup mengganggu dia akan menoleh.

3.3.2.8. Leher
Kucing
Saat kami meraba bagianleher, leher tersebut rata dan otot-ototnya teraba. Trachea dan
esofagus teraba , tidak ada batuk dan didalam esofagus terisi makanan. Karena saat pemeriksaan
kucing ini sedang makan.
Anjing
Saat kami meraba bagian leher, leher tersebut rata dan otot-ototnya teraba. Trachea dan
esofagus teraba , tidak ada batuk dan didalam esofagus tidak terdapat makanan. Karena saat
pemeriksaan anjing ini tidak sedang makan.

KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa anjing dan kucing
termasuk sehat. Tubuhnya berukuran sedang, tidak terlalu kurus dan tidak gemuk, anggota tubuh
bergerak aktif, berdiri dengan tegak, nafsu makan baik dan aktif menggerakkan kepala serta
ekornya. Tidak ditemukan gejala penyakit lain pada anjing atau domba tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Alex. 2012. Panduan Lengkap Memelihara Anjing dan Kucing. Pustaka Baru Press.
Yogyakarta. V,132

F. Chris Dian. 2013. Cara Sukses Memulai dan Menjalankan Usaha Ternak Kucing.
Trans Idea Publishing. Jogjakarta.

Saraswati Desi. 2009. Merawat Binatang Kesayangan. Penebar Swadaya. Jakarta : 6-12