Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM Sabtu, 5 MARET 2016

TEKNIK PEMERIKSAAN KLINIS Dosen : Drh. Agus Wijaya, MSc., Ph.D.


Asisten : Bapak Khamidi
Bapak Dahlan

Teknik Pemeriksaan Klinis


(Moar Sapi)
KELOMPOK V
ANGGRIAN NUGRAHA (J3P115032)
FADHILAH DHANI S F (J3P115018)
DWIKY RAMADHAN (J3P115009)
CITRA YUDESKA (J3P215000)
ZAHARA KADRI (J3P215045)

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
PENDAHULUAN

ALAT DAN BAHAN

1. Pulpen
2. Kamera
3. Stetoskop
4. Termometer
5. Tali
6. Kertas Tugas
7. Kertas Catatan

PROSEDUR KERJA

Kelompok kami melakukan berbagai uji dan pemeriksaan pada hewan sapi perah,
pertama melakukan pemeriksaan pada sekitar badan sapi. Periksa dibagian os costae, ditekan
semua dibagian tengah os costae, apakah sapi itu merasakan sakit atau tidak. Selanjutnya
melalukan pemeriksaan status present atau keaadaan umum. Kedua melakukan pemeriksaan kulit
dan rambut, periksa bagian disekitar kulit dan rambut seperti warna kulit, ada luka atau tidak dan
aspek rambutnya. Ketiga melakukan pemeriksaan pada sistem pernapasan pada sapi. Seperti
memeriksa bagian Inspeksi,Palpasi, dan Auskultasi. Periksa juga pada alat peredaran darah
seperti Inspeksi,Palpasi,dan Auskultasi. Setelah memeriksa bagian peredaran darah, lalu
melakukan uji Gumba dengan cara di tekan bagian atas sapi. Keempat melakukan uji Gumba
dengan cara menggunakan kayu / besi, saat mengangkat sapi dengan uji Alu lihat dan perhatikan
tingkah laku sapi apakah sapi itu merasakan kesakitan atau tidak saat di uji Alu.

HASIL
1.1 Anamnesis :-

1.2 Signalement Hewan

Nama : 0018
Jenis Hewan : Sapi
Ras/Breed : Friesian Holstein
Warna rambut / kulit : Hitam dan Putih
Jenis kelamin : Betina
Umur : 2 tahun
Berat Badan : 200 kg
Tanda-tanda khusus : Dibagian telinga terdapat ear tag

1.3 Status present


Keadaan umum
Gizi / Perawatan : Baik
Temperamen : Jinak
Habitus / Sikap : Tidak ada kelainan
Cara Berjalan : Normal, berjalan menggunakan keempat kaki
Adaptasi Lingkungan : Adaptif
Suhu Tubuh / Ragawi : 37,8 C
Frekuensi Pulsus / Nadi : 82 kali / menit
Frekuensi Napas : 20 kali / menit
1.4 Kulit dan Rambut
Warrna Kulit : Hitam dan Putih
Suhu Kulit : 37,8 C
Permukaan Kulit : Halus
Lesio / Luka : Terdapat luka di bagian kaki belakang sebelah kiri
Aspek Rambut : Halus, tidak kusam
Turgor Kulit : Normal ( ketika ditarik kulit kembali ke bentuk semula)
TORAKS
A. Sistem Pernafasan
a. Inspeksi
Bentuk rongga thoraks : Simetris antara kiri dan kanan
Type Pernafasan : Abdominal
Rhitme : Teratur
Intensitas : Sedang, tidak terlalu dangkal maupun dalam
Frekuensi : 20 kali / menit
b. Palpasi
Palpasi Intercostal
1. Superficial : Normal
1. Profundal : Normal
2.
c. Auskultasi
Suara Pernafasan : Teratur, dengan intensitas sedang tidak terlalu dangkal
maupun dalam
Suara Ikutan : Tidak Ada
Antara Inspirasi dan Ekspirasi: Tidak ada

B. Alat Peredaran Darah

d. Inspeksi
Ictus Cordis : Tidak Terlihat
e. Palpasi
Lapangan Jantung : Normal
Palpasi Intercostal : Normal
f. Auskultasi
Frekuensi : 82 kali / menit
Intensitas : Sedang, tidak terlalu cepat maupun lambat
Ritme : Teratur
Suara Sistolik dan Distolik : Ada, suara teratur
Ekstrasistolik : Tidak Ada
Besar Jantung : Normal
(Lapangan Jantung)
Antara Pulsus dan : Sinkron
Denyut Jantung
g. Uji-Uji Lain
Uji Alu : Normal
Uji Gumba : Normal

PEMBAHASAN

1.1 Anamnesis :
Pada pemeriksaan kali ini kita tidak bisa mendapatkan informasi dan menanyakan
keluhan apa saja kepada pemilik sapi, karena pemilik sedang tidak ada.

1.2 Signalement :
Pada pemeriksaan kali ini kelompok kami menggunakan jenis hewan sapi dengan eartag
0018. Jenis breed sapi Friesian Holstein, memiliki warna rambut dan kulit hitam dan putih. Sapi
yang dilakukan pemeriksaan berumur 2 tahun, jenis kelamin adalah betina dengan berat badan
200 kg. Sapi ini memiliki tanda khusus yaitu disekitar bagian telinga terdapat eartag dengan
nomor 0018.

2. Status Present :
2.1. Keadaan Umum :
Sapi
Perawatan pada sapi ini baik, karena terlihat sehat dan cukup bersih. Untuk temparemen,
sapi ini termasuk jinak dan tingkah lakunya pun tenang. Gizi dan pertumbuhan badan baik, pada
habitusnya tidak memiliki kelainan, sikap berdiri tegak dan menggunakan keempat kakinya.
Panas badan atau suhu tubuh sapi ini 37,8C, kisaran suhu tubuh normal sapi yaitu 36,1-39,2 C.
Suhu tubuh sapi ini normal, banyak faktor yang mempengaruhi suhu tubuh sapi. Jenis,
bangsa, umur, jenis kelamin, kondisi dan aktivitasnya bisa mempengaruhi suhu tubuh.Pada sapi
ini frekuensi nadi dan nafasnya yaitu 82 kali/menit dan 20 kali/menit. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kecepatan denyut nadi adalah umur, jenis kelamin, spesies, kondisi ternak,
lingkungan dan aktivitasnya. Sedangkan pada frekunsi nafas, jika sapi tersebut ketakutan, lelah
akibat bekerja berat dan kondisi yang terlalu panas maka frekuensi nafasnya pun akan lebih
cepat.
Sapi ini termasuk adaptif, karena dia dapat beradaptasi dengan cepat. Sapi sudah terbiasa
dengan keberadaan manusia.Karena sapi tenang dan tidak memberontak ketika dilakukan
pemeriksaan.
2.2. Kulit dan rambut :
Pada pemeriksaan kali ini sapi ini memiliki warna kulit hitam dan putih dengan suhu
tubuh 37,8 C. Permukaan kulit pada sapi ini cenderung halus. Terdapat luka di bagian kaki
belakang sapi sebelah kiri.Sapi ini juga memiliki aspek rambut halus dan tidak kusam. Turgor
kulit pada sapi ini juga normal maksudnya ketika ditarik kulit sapi maka kulit sapi akan kembali
ke tempat semula.
3.TORAKS
3.1 Sistem Pernafasan
a. Inspeksi
Pada pemeriksaan kali ini kami melakukan pengamatan secara langsung atau
inspeksi dengan melihat bentuk rongga toraks simetris antara kiri dan kanan, dan memiliki tipe
pernafasan abdominal dengan ritme yang teratur dan intensitas sedang artinya tidak terlalu
dangkal atau terlalu dalam. Frekuensi nafas pada sapi ini 20 kali/menit.
b. Palpasi
Pada pemeriksaan kali ini kami akan melakukan palpasi atau perabaan. Palpasi
sendiri dibagi menjadi dua yaitu palpasi superficial dan profundal. Perbedaanya terletak pada
jika superficial hanya meraba tetapi kalau profundal sedikit ditekan.Kami melakukan palpasi
superfisian pada bagian intercostal dan hasilnya normal dan melakukan palpasi profundal pada
bagian intercostal dan hasilnya juga normal atau tidak ada kelainan.
c. Auskultasi
Auskultasi adalah mendengarkan oragan dengan bantuan alat contohnya
stetoskop. Pada pemeriksaan kali ini suara pernafasan sapi ini teratur dengan intesitas sedang
tidak terlalu dangkal dan terlalu dalam. Tidak ada suara ikutan dalam suara pernafasan.Suara
inspirasi dan ekspirasi normal atau tidak berbarengan tidak ada kelainan dalam suara pernafasan
dengan metode auskultasi.

3.2 Alat peredaran darah


a. Inspeksi
Pada pemeriksaan kali ini tidak terlihat Ictus Cordis.
b. Palpasi
Pada pemeriksaan kali ini kami akan melakukan palpasi atau perabaan. Palpasi
sendiri dibagi menjadi dua yaitu palpasi superficial dan profundal. Perbedaanya terletak pada
jika superficial hanya meraba tetapi kalau profundal sedikit ditekan.Kami melakukan palpasi
pada bagian lapangan jantung dan hasilnya normal sedangkan palpasi intercostal juga normal
tidak ada kelainan yang menonjol
c. Auskultasi
Auskultasi adalah mendengarkan oragan dengan bantuan alat contohnya
stetoskop. Pada pemeriksaan kali ini system peredaran darah memiliki frekuensi nadi 82 kali/
menit dengan intensitas sedang tidak terlalu cepat maupun lambat dan ritme juga teratur.
Terdapat Suara sistolik dan distolik dengan teratur. Tidak memiliki ekstrasistolik. Besar lapangan
jantung termasuk normal dan antara pulsus dengan denyut jantung sinkron

KESIMPULAN
Perawatan pada sapi dirasa cukup baik karena sapi terlihat sehat dan bersih. Ritme
pernafasan dan suara pernafasan juga terdengar normal. Selain itu tidak terdapat ictus cordis.
Setelah dilakukan pengamatan fisik sapi, maka dapat disimpulkan bahwa sapi tersebut berada
dalam kondisi sehat atau normal karena tidak ditemui gejala-gejala penyakit pada sapi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Akoso, T. B. 1996. Kesehatan Sapi. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.


Subroto. 1985. Ilmu Penyakit Ternak I. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai