Anda di halaman 1dari 9

Mini Riset

Pengaruh Fee audit terhadap independensi

Mata kuliah
Filosifi Auditing

Oleh :
Merie Satya Angraini
Faih Ramadhan

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2016
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan profesi auditor tidak terlepas dari perkembangan perekonomian suatu
negara. Semakin maju isuatu negara maka semakin lengkap bentuk bisnis yang ada. Laporan
keuanganlah yang merupakan kebutuhan dari beberapa pihak dari bisnis untuk mengambil
sebuah keputusan atas kepentingannya. Agar laporan keuangannya dapat berguna dan bebas
dari hal-hal yang menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Adanya konflik kepentingan
antara pengguna laporan keuangan dan pembuat laporan keuangan adalah sesuatu yang
sangat sering terjadi. Untuk mencegah hal tersebut di perlukan suatu profesi penjamin dari
laporan keuangan, atau biasa di sebut dengan jasa assurance. Jasa assurance berupa kantor
akuntan publik atau auditor. Auditor melakukan peeriksaan laporan keuangan klien
berdasaarkan perikatan dan penugasan. Diperikatanan ada sebuah penentuan fee yang
ditetapkan oleh auditor kepada klien. Klien biasanya lebih menginginkan laporan hasil audit
dengan opini yang sangat bagus, biasanya klien menggap semakin tinggi fee yang akan
dibayar maka akan membuat kantor akuntan menjadi segan untuk menentang kehendak klien
sedangkan fee yang kecil dapat menyebabkan waktu dan biaya untuk melaksanakan prosedur
audit terbatas (Ananta 2015). Didalam penugasan sering terjadi hal yang tidaak sesuai dengan
etika dari seorang auditor. Seperti halnya independensi, dimana klien mengiginkan laporan
keuangannya memperoleh opini yang baik. Tetapi auditor sebagai pelaksana tugas harus
melaksanakan tugas sesuai etika dengan mempertahankan independensi. Memburukya suatu
independensi auditor karena kondisi klien yang memburuk, tetapi klien mengiginkan kondisi
laporan keuangannya tetap di buat opini baik. Dari situlah bisa terjadi independensi yang
tidak bisa dipertahankan.
Rumusan Masalah
adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini:
1; Untuk mengetahui penentuan Fee?
2; Untuk mengetahui fenomena Fee?
3; Bagaiman pengaruh independensi auditor terhadap praktek fee?
4; Bagaimana penilaian auditor terhadap efektifitas audit?

Tujuan
1; Untuk mengetahui penentuan Fee?
2; Untuk mengetahui fenomena Fee?
3; Untuk mengetahui pengaruh independensi auditor terhadap praktek fee?
4; Untuk mengetahui penilaian auditor terhadap efektifitas audit?
TINJAUAN PUSTAKA
Fee Audit
Menurut Gammal (2012) dalam (Margi 2014) bahwa fee audit dapat didefinisikan sebagai
jumlah biaya (upah) yang dibebankan oleh auditor untuk proses audit kepada perusahaan
(auditee). Penentuan fee audit biasanya didasarkan pada kontrak antara auditor dan auditee
sesuai dengan waktu dilakukannya proses audit, layanan, dan jumlah staf yang dibutuhkan
untuk proses audit. Fee audit biasanya ditentukan sebelum memulai proses audit.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia Nomor :
KEP.024/IAPI/VII/2008 tentang kebijakan penentuan fee audit yaitu dalam menetapkan
imbal jasa (fee) audit, Akuntan Publik harus mempertimbangkan hal-hal berikut : kebutuhan
klien; tugas dan tanggung jawab menurut hukum (statutory duties); independensi; tingkat
keahlian (levels of expertise) dan tanggung jawab yang melekat pada pekerjaan yang
dilakukan, serta tingkat kompleksitas pekerjaan; banyak waktu yang diperlukan dan secara
efektif digunakan oleh Akuntan Publik dan stafnya untuk menyelesaikan pekerjaan; dan basis
penetapan fee yang disepakati.

Independensi
Independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh
orang lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi dapat juga diartikan adanya
kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang
obyektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya.
Dalam melaksanakan proses audit, akuntan publik memperoleh kepercayaan dari
klien dan para pemakai laporan keuangan untuk membuktikan kewajaran laporan keuangan
yang disusun dan disajikan oleh klien. Oleh karena itu, dalam memberikan pendapat
mengenai kewajaran laporan keuangan yang diperiksa, auditor harus bersikap independen
terhadap kepentingan klien, para pemakai laporan keuangan, maupun terhadap kepentingan
akuntan publik itu sendiri.

Efektifitas Audit
Efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan. Menurut Audit Commission (1986),
efektivitas berarti menyediakan jasa-jasa yang benar sehingga memungkinkan pihak yang
berwenang untuk mengimplementasikan kebijakan dan tujuannya.
Tujuan audit efektivitas adalah untuk:
1; Menentukan tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan
2; Menentukan kesesuaian hasil dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya
3; Menentukan apakah entitas yang diaudit telah mempertimbangkan alternatif lain yang
memberikan hasil yang sama dengan biaya yang paling rendah

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian
Jenis penelitian yang kami lakukan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu
dengan peninjauan langsung keobjek penelitian yaitu KAP BUNTARAN DAN LISAWATI.
Deskriptif

Metode penelitian yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif, dengan merumuskan dan menafsirkan data yang diperoleh, menyusun dan
mengaplikasikan serta menganalisis dan menginterprestasikannya sehingga memberikan
gambaran yang jelas mengenai fee dan independensi KAP.
Tehnik pengumpulan data

Wawancara (interview)
Selama observasi dilakukan kami juga melakukan wawancara dan komunikasi
dengan staf di KAP. Tetapi dengan kesepakatan owner dan auditor-auditor yang lain
maka disepakati bahwa seluruh auditor KAP memperwakilkan Supervisior saja untuk
diwawancarai.

PEMBAHASAN
Profil Responden
KAP yang menjadi objek penelitian adalah KAP BUNDARAN DAN LISAWATI
yang terdapat disurabaya jl. Undaan Wetan no. 66 Surabaya. Yang menjadi responden adalah
seorang supervaisor di KAP tersebut. Yang sudah memiliki pengalaam bekerja lebih dari 10
tahun menjadi auditor. Dan responden masih bekerja sekitaran 2 tahun di KAP tersebut.
Etika independensi auditor
Menurut dari responden etika auditor adalah etika yang diatur di SPAP, yang
didalamnya terdapat independensi, menjaga kerahasiaan klien yng telah di audit, bersifat
objektif yang brdasarkan PSAK. Tapi yeng terpenting dalam objek penelitian ini adalah
independensi. Jadi independensi tanpa terpengaruh dari pihak klien baik itu klien lama
maupun baru. Yang terpenting kita harus melakukan prosedur audit itu dengan benar.
Tetapi di KAP lainnya itu biasanya ada auditor yang dibayar tanpa menjalankan
prosedur audit. Tapi untuk responden sendiri menanggapi bahwa auditor memiliki kode etik
sendiri dalam menjalannkan penugasan. Ketika terdapat hal seperti itu biasanya dapat teguran
oleh IAPI. Jika ada KAP yang sudah melanggar dari kode etik biasanya KAP lain yang
mengetahui langsung memberitahu ke IAPI. Dan jika IAPI memiliki bukti yang
menunjukkan, maka IAPI bisa menegur, membekukan dan sampai mencabut izin.. Di
surabaya saja sudah ada beberapa KAP yang dibekuakan. Bisa dilihat di depkeu daftar KAP
yang dibekukan. Bagaimana cara melihat KAP yang melanggar? Contohnya di setiap auditor
memiliki KAP yang biasanya tanpa melihat auditnya tiba-tiba main tanda tangan, dan
prosedur auditnya tidak dijalankan tiba-tiba terdapat masalah di dalam akunnya. Kemudian
dengan permasalah tersebut sampai di bawa keranah hukum, nanti dapat
dipertanggungjawabkan perdasarkan opini, tetapi opininya berdasarkan apa? Padahal setiap
opini audit berdasarkan prosedur audit dan kertas kerja audit. Yang jelas dalam audit kita
harus benar-benar melakukan audit ada masing-masing akun sehingga hasilnya rill. Dan kita
harus yakin dengan apa yang kita audit. Karena opini audit adalah keyakinan dari seorang
auditor. Jika auditor yakin bahwa hasil kerja audit klien itu wajar maka auditor bisa
memberikan opini wajar dengan dokumen-dokumen pendukung. Dalam general audit tidak
semuanya ketahuan semua fraud, karena general audit itu ada batasan amaterialitas. Tetapi
kadang klien main disitu, agar tingkat memasuki kedalam hal yang materialitas, sehingga
auditor tidak bisa memberikan hal yang materialitas, jiak auditor sengaja memberikan opini
wajar tetapi seorang auditor itu mengetahuinya maka ancamannya dibekukan atau dicabut.
Maka seharusnya independensi tidak terpenggaruh terhadap fee audit.
Penentuan fee
Penentuan fee biasanya ditentukan diawal sebelum penugasan adanya negosiasi, cara
mengukur tingkat fee biasanya dengan cara mensurvei klien, mengetahui tingkat
kesulitannya. Maka dari itu kita dapat menentukan fee audit, dengan tingkat kesulitannya
yang tinggi otomatis feenya lebih tinggi. jika perusahaannya menengah dan dalam jangka
waktu pengerjaannya itu selesai dalam waktu yang tidak lama maka feenya lebih murah.
Fenomena fee
Audit sebagai Lahan bisnis? Kita kerja itu bukan hanya cari uang tetapi kita itu punya
tanggung jawab moral dan tuhan. Jika kita main nakal sebenarnya kita tahu jika kita main
nakal. Nakal maksudnya bisa dibayar, KAP yang menjunjung kreadibilitas yang tinggi
tidak akan mau dibayar. Dalam segi bisnis menurut respondeen seperti halnya auditor KAP
yang hanya tanda tangan saja tanpa prosedur audit sebagai formalitas dibank itu sudah
banyak, Tapi responden tidak mau. Untuk mendapatkan uang di KAP itu gampang jika mau
nakal jadi tidak usah audit bisa dapet uang. Sebagai auditor mestinya harus menjaga
martabat seorang auditor. Jika nakal seperti itu maka auditor akan memandang rendah auditor
sebagai auditor penampilan. Tapi jika kita ngerti PSAK dan PSAP dan menjalankannya maka
kelihatan jika sangat idialisme sebagai profesi auditor yang harus dijaga. Jangan samapi
orang mengangap auditor itu bisa dibayar. Banyak KAP yang memiliki idealisme yg tinggi.
Fee tergatung negosiasi klien dan KAP, bagaimana jika fee tinggi permintaan klien tinggi
dengan resiko yang lebih tinggi ?
Jika sudah tau resiko tinggi maka kita berikan tarif fee tinggi. Jika sanggup bayar fee
tinggi, cara tolak kami yang kedua yaitu dengan meminta menyediakan data-data yang
sekiranya tidak mampu menyediakan. Biasanya jika klien itu abal-abal yang jelas data-data
yang dimiliki tidak mungkin lengkap, jika tidak bisa menyediakan maka KAP akan mundur.
Atau tidak akan diberikan opini. tetapi jika kita sudah masuk ke dalam perikatan ternyata
didalamnya kita ketahui bahwa datanya bal-abal tetapi klien mau menyogok auditor, maka
auditor bsa mundur dari perikatan.
Batasan pengukuran resiko untu menolok klien?
Pertama harus mewawancara klien, dan meminta data file yang lengkap untuk
mengetahui penyelesaian audit. Telah di survei di lapangan maka kita bisa tentukan
resikonya. Selama mengaudit yang kami tolak karena bermasalah dengan tax amnesti dan
litigasi hukum resikoya. Jika diukur presentasi tidak bisa di presentasekan. Jika masuk kita
bisa tau tungkat resikonya. Tetapi jika masuk ternyata resikonya banyak. Maka kita beri surat
pernyataan, jika sangat parah kita mundur.
Pernahkan hasil audit di lapangan tidak sesuai dengan opini yang dikeluarkan oleh partner?
Selama ini masih belum pernah, kami ada batasan sampai berapa persen batasan
trubel erornya kaloa dibahbawah trubel eror kita kita ok sja jika di atas trubel eror kita gk bisa
kami menyarankan untuk pindah KAP dipersilahkan. Karena tanggung jawab laporan
keuangna adalah manajemn dan tanggung jawab auditor hanyalah opini. jika opini yang
dikeuarkan klien tidak menerima maka kita akan menjelaskan kapada klien. Pada saat kita
justment dengan tingkat signifikan yang tinggi yang akan mempengaruhi terhadap akunlain
kita harus bisa mempertahankan opini. jika jusmentx tidak mempengaruhi akun akun yang
lain mungkin tidak menjadi masalah.
Pengaruh Fee terhadap independensi
Harusnya tidak kita bekerja profesional kita bekerja bukan karena fee, kita harus
profesional. perusahaan kecilpun yng feenya kecil kita tetep indpendensi. Karena kita kerja
profesional bukan kita kerja karena fee kadang responden bekerja pada klien yang feenya
besar dan kecilpun independensinya sama. Cuman jika klien besar maka fee juga besar dan
sebaliknya. Harusnya tidak berpegaruh tetapi tergantung orangnya. Orang lain bisa
mempengaruh, ada juga yang jual opini. Seperti halnya dokter ada yang auditor mal praktek
dan ada juga yang benar- benar dokter. KAP disini benar-benar KAP karena kita audit harus
ada kertas kerja dan prosedur audit jika tidak indipenden seprti apa hasilnya. Apa lagi ada ibu
Lia beliau seorang anggota IAPI jadi tidak bisa main-main harus lebih ketat. Biasanya
ketidak independensian auditor itu bisa dari KAP yang merangkap menjadi konsultan di klien
dan mengaudit si klien jadi merangkap menjadi dua. Berdasarkan standart tidak boleh. Jika
fee dari itu yang menyebabkan ketidak independensian dapet 2 income dari konsultan dapet
dari audit dapet. Dan lebih parahnya lagi konsultan yang merangkap menjadi auditor yang
bisa menutup2pin kejelekan klien.
Cara mengatasi ketidak independensian
Turn overnya tinggi setiap tahun auditornya berubah yang akan memberikan tingkat
independensi tinggi. Seperti contoh sulhan dia seorang junior auditor jika dia mengaudit
disitu terus selama 5 tahun mungkin bisa tidak independent mungkin sudah diberi kue coklat
dan jalan-jalan. Biasanya kita itu menganti auditor setiap 2 tahun sekali. Jadi dengan
bergantinya auditor klien mesti harus berdekatan lagi jadi sulit untuk tidak independensi.
Pernah ada sogok dr klien. Tapi dr pihak auditor tidak mau karena kita punya tanggung jawab
moral dan tanggung jawab kepada allah. Responden percaya saja kepada auditor yang terjun
ke lapangan bahawa mereka berpegang teguh pada independensi. Karena sebelum ke
lapangan mereka harus tandatanggan form untuk indpendensi. Hasil dari auditor di berikan
kepada supervaisor dan ke pada partner untuk memberikan opini. Jadi auditor itu ujung
tombak dari KAP yang akan menyaring dari hasil audit yg partner. Jadi ujung2 independensi
ya partner independensi atas opini. Parner ya tetep independensi selama responden bekerja.
Krediabilitas terhadap fee
Jika kamu yakin dengan kemampuanmu maka bisa jual mahal dan sebaliknya. Jika
klien kita sudah lama, membutuhkan kita dengan hal yang tidak semestinya dilakukan
auditor, apakah kita tetap mempertahankan kreadibilitas. Jika klien mengotot minta seperti itu
auditor akan membuat surat pernyataan, dan biasanya kita hanya bisa mengarahkan saja dan
memberitahu akibatnya dan resiko yang akan diperolehnya. Jika tetap memaksa klien harus
tetap tanda tangga pernyataan. Takut suatu ketika kita dapat tuntutan hukum KAP di bekukan.
Kita harus bisa menjelaskan posisikita dan harus bantu seperti apa? Jika menabrak jangan
sama halya kita bunuh diri. Kiata haruss liat materialitas dan resiko dan menjuruskepidana
atau idak kita harus nolak. Banyak klien kita yang banyak kita beri tahu kesalahannya, kita
ngejustmen tetapi taahun depan bisa diubah sehingga bisa sesuai dengan PSAk smakin tahun
semakin bangus laporan keuangannya. Secara tidak langsung kita bisa ngedukasi klien.
Penilaian auditor terhadap kualitas audit
Auditor menggapa selama auditor bekerja maka kualitas audit itu tergantung pada prosedur
pengerjaain dengan etikat etika yang harus dipegang teguh. Jika dalam pengerjaannya auditor
sesuai prosedur dan dengan hati yang beretika maka kualitas audit akan bagus. Jadikualitas
audit itu dapat mencerminkan suatu didalam pekerjaan dan etika audit.
Hasil Analisa
Bahwa penentuan fee terganatung dari perikatan yang telah ditentukn oleh klien dan
auditor. Sebelum menentukan auditor harus bisa menntukan tingkat kesulitan dan resiko yang
akan dihadapi, semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi pula feenya, dan sebaliknya.
Etika auditor sangat perlu di junjung tinggi. Audit bisa dikatakan lahan bisnis ada yang
mengatakan tidak, tetapi menurut responden ini bahwa audit yang dilakukan dengan benar
bukanlah lahan bisnis. Yang dikatan bisnis bagi KAP yang perlakuannya nakal tanpa
prosedur audit bisa memberikan opini dan menandatanganinya. Dengan fenomena tersebut
maka perlulah etika auditor di junjung tinggi. Seperti halnya independesi auditor itu sangatlah
berpengaruh terhadap kuliatas dan efektifitas audit. Semakin tidak indepndensi semakin jelek
kualitas audit. Independensi tidak semuanya di pengaruhi dengan fee. Yang dapat dipengaruhi
dengan fee mungkin auditor maupun KAP yang nakal. karena bekerja bukan mengangap
karena fee tapi karena tanggung jawab yang harus bisa di pertanggung jawabkan bukan hanya
moral tapi kepada tuhan. Selama mengaudit kita harus bisa independensi karena independensi
yang akan memberikan hasil audit. Mekipun banyak auditor yang tidak independensi kerena
klien yang sudah lama menjadi custemernya istilahnya, maka klen bisa meminta berbagai hal
yang melanggar dari prosedur audit. Tetapi auditor harus bissa tetap indipenden, karena klien
tetap memaksan auditor hanya bisa justment dan memberikan surat pernyataan. Pada KAP ini
untuk menjaga independensi auditor diganti setia 2 tahun sekali jadi klien yang lama harus
selalu berdekatan dengan berbagai orang yang terus berganti bukan dengan auditor yang tetap
dan sama. Sedangkan untuk independesi dari seorang partnet biasanya selalu independensi
dan sesuai dengan apa yang telah di peroleh atau hasil dat para auditor dilapangan. Jadi fee
bisa berpengaruh terhadap independensi tergantung dari setiap individu yang ingin
melakukan nakal. beretika independesi tersebutlah yang akan mencerminkan bentuk dari
kualitas dan efektifitas audit. Auditor haru berpegang teguh pada etika audit yang sudah di
atur oleh IAPI.
PENUTUP
Kesimpulan
Tetapi auditor harus bissa tetap indipenden, karena klien tetap memaksan auditor
hanya bisa justment dan memberikan surat pernyataan. Pada KAP ini untuk menjaga
independensi auditor diganti setia 2 tahun sekali jadi klien yang lama harus selalu berdekatan
dengan berbagai orang yang terus berganti bukan dengan auditor yang tetap dan sama.
Sedangkan untuk independesi dari seorang partnet biasanya selalu independensi dan sesuai
dengan apa yang telah di peroleh atau hasil dat para auditor dilapangan. Jadi fee bisa
berpengaruh terhadap independensi tergantung dari setiap individu yang ingin melakukan
nakal. beretika independesi tersebutlah yang akan mencerminkan bentuk dari kualitas dan
efektifitas audit. Auditor haru berpegang teguh pada etika audit yang sudah di atur oleh IAPI.
Saran
Berdasarkan simpulan yang telah diuraikan, maka dapat disampaikan beberapa saran
yaitu agar seorang auditor dapat berprilaku sesuai dengan kode etik profesi, dan menghindari
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi independensinya.

DAFTAR PUSTAKA
Aditama ananta 2015. Pengaruh audit fee, non-audit services dan audit tenure pada
independensi auditor, fakultas ekonomi dan bisnis, E-jurnal Akuntansi Univeritas
Udayana. Bali
Kurniasih margi 2014. pengaruh fee audit, audit tenure, dan rotasi audit terhadap kualitas,
program sarjana fakultas ekonomi univeritas di penogoro. Semarang.
Surat Keputusan Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia Nomor :
KEP.024/IAPI/VII/2008 tentang kebijakan penentuan fee audit.