Anda di halaman 1dari 9

MENJADI WIRAUSAHAWAN YANG SUKSES

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.


Yang saya hormati bapak/ibu guru yang mengajar di kelas ini
dan yang saya sayangi teman teman sekalian.
Adapun tujuan saya berdiri disini adalah untuk menyampaikan pidato saya yang bertema
Menjadi Wirausahawan yang Sukses. Sebelum saya menyampaikan pidato saya marilah kita
ucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dimana berkat kasih-Nya kita dapat
berkumpul di tempat ini.

Baiklah teman teman, berbicara tentang sukses, pasti kita semua ingin menjadi orang
yang sukses. Namun untuk menjadi sukses tidaklah semudah membaliikan telapak tangan.
Ketika kita membangun usaha, kerap sekali kita mengalami kegagalan dan berbagai rintangan.
Namun hendaknya, kita janganlah menyerah apabila kegagalan menghampiri kita, malah
sebaliknya kita harus bangkit dan belajar dari kegagalan kegagalan yang kita alami. Karena
ketika kita gagal dan kita memilih berhenti pada kegagalan itu, maka menjadi wirausahawan
sukses itu hanyalah mimpi atau khayalan belaka,

Namun teman teman ku pada saat sekarang ini orang lebih banyak memilih berhenti
ketika kegagalan menghampiri mereka dari pada harus bangkit dan mengubah kegagalan itu
menjadi sebuah kesuksesan. Yang menjadi pertanyaan kepada kita masing masing adalah
apakah kita ingin menjadi wirausahawan yang berjuang untuk meraih sukses atau menjadi
wirausahawan yang berdiam di dalam kegagal kita, dan menjadikan sukses hanyalah sebatas
mimpi atau khayalan belaka?

Teman temanku, sesungguhnya kegagalan dan kesuksesan adalah 1 paket, jika kita
gagal kita harus memperbaikinya untuk meraih kesuksesan tersebut. Dan jangan pernah takut
untuk mencoba dan mencoba lagi, karena ketika kita berhenti mencoba itulah kegagalan yang
sesungguhnya.

Karena orang yang bodoh berkutit di dalam kegagalannya


Orang pintar belajar dari kegagalannya
Orang bijak belajar dari kegagalannya dan kegagaln orang lain.

Oleh sebab itu, tetaplah berpikir positif, optimis, tekun, dan bekerja keras, dan jangan
pernah takut gagal untuk menjadi wirausahawan yang sukses.

Teman temanku mimpi disertai usaha keras akan menghasilkan kesuksesan. Maka
teruslah bermimpi, teruslah berusaha, dan tetaplah sukses.

Saya harap dengan saya menyampaikan pidato singkat ini kita dapat bersungguh-sungguh
dalam mencari pekerjaan agar menjadi wirausahawan yang sukses.
Cukup sekian pidato dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Selamat pagi.
PIDATO
Assalamualaikum Wr. Wb

Salam sejahtera bagi kita semua yang ada ditempat ini. Pertama-tama dan

yang paling utama, marilah kita semua memanjatkan puja dan puji syukur atas segala

nikmat yang telah Allah S. W. T berikan kepada kita semua. Shalawat serta salam

marilah kita panjatkan kepada Nabi Muhammad S. A. W dan semoga limpahan

rahmatnya sampai kepada kita semua hingga akhir zaman.

Daripada Wira-wiri cari kerja, lebih baik wirausaha sebuah kalimat ilkan

yang memiliki arti yang dalam. Wirausaha ada suatu proses menciptakan lapangan

pekerjaan untuk rakyat dan membantu mengurangi jumlah pengangguran. Kita tau

bahwa jumlah pengangguran yang ada di Indonesia semakin lama semakin bertambah

banyak, terutama pada usia-usia produktif antara 18 25 tahun. Mereka seharusnya

bisa mendapatkan pekerjaan bila mereka kreatif dan inovatif dalam mencari atau

menciptakan lapangan pekerjaan. Semua orang pasti bisa berwirausaha asalkan ada

kemauan yang kuat dari dalam diri kita masing-masing. Sekarang juga sudah banyak

pengusaha-pengusaha muda yang sudah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan

dan bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Memang, berwirausaha itu

awalnya mungkin hanya iseng ataupun hanya mencoba-coba, tetapi jika kita bisa

mengelolanya dengan baik dan tepat, maka akan menjadi sebuah usaha yang benar-

benar bisa mendatangkan banyak rupiah.

Berwirausaha tidak selalu membutuhkan modal awal yang besar, asalkan kita kreatif,

barang yang biasa orang anggap sebagai sampah bisa berganti menjadi rupiah-supiah

laba yang dapat kita ambil.


Secara tidak langsung juga, wirausaha juga bisa melatih kita untuk menjadi

pribadi yang mandiri. Wirausaha bisa dimulai dari kapan saja, misalnya ketika kita

sekolah, kita bisa menjual sesuatu seperti kue, makanan, ataupun barang yang

lainnya. Jadi tidak harus setelah besar baru kita mulai belajar, tapi mulai saat ini

juga kita harus berani mencoba dan berani mengambil resiko dan juga kita harus

pintar-pintar mencari peluang usaha karena itulah yang paling penting.

Jadi apa salahnya untuk berwirausaha, jangan pernah malu menjadi wirausaha

tetapi banggalah karena mereka adalah para calon pemimpin masa depan yang berani

mengambil keputusan dan pintar mencari peluang. Dan juga merekalah yang

menciptakan lapangan-lapangan kerja baru bagi calon-calon pekerja ataupun

pengangguran.

Cukup sekian dari saya. Mohon maaf bila ada kesalahan kata, tingkah laku,

dan gaya bicara, karena manusia adalah tempatnya salah, dan kesempurnaan hanya

milik Allah S. W. T. mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa di ambil hikmahnya.

Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb .

Download PIDATO - Semangat Wirausaha Pada Generasi Muda

Transcript
Semangat Wirausaha pada Generasi Muda Assalamualaikum wr. wb. Pertama-tama, marilah kita
panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan di hari
berbahagia agar berkumpul di sini. Terimakasih karena saya telah diberi kesempatan untuk
berbagi pengalaman mengenai semangat wirausaha. Yang terhormat Bapak Suprayitno, dan
rekan-rekan sekalian yang saya hormati Seperti yang kita ketahui bahwa di dunia ini tidak
seorang pun yang ingin menjadi miskin. Namun apa yang terjadi bila semua orang menjadi
kaya? Di sinilah kecerdikan kita dibutuhkan mengingat persaingan di era yang akan datang
semakin ketat. Terlebih lagi di era globalisasi ini, di mana kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi semakin pesat, perlulah kita mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan di
masa depan tersebut. Ada beberapa hal yang harus kita tanamkan dan kita kembangkan untuk
kemudian hari. Pertama, kita harus berani untuk bermimpi. Mimpi membuat seorang manusia
menjadi hidup. Inilah semangat yang diusung pemilik Honda sehingga ia menjadikan The
Power of Dream sebagai jargon perusahaannya. Seseorang harus membayangkan terlebih dahulu
apa yang akan dia kerjakan untuk merealisasikan angannya kemudian. Namun, apa jadinya bila
seorang tidak punya mimpi? Akan sangat konyol jika keseluruhan hidup kita lalui tanpa
perencanaan yang matang. Betapa inginnya kita mempunyai mobil mewah dan rumah yang besar
bukan? Tentu ada cara agar kita mendapatkannya. Memiliki mobil, rumah, harta, atau hidup yang
nyaman kah? Ingin menjadi seorang duta besar, dokter, novelis, psikiater, atau seorang direktur
kah? Silakan dan selamat memilih ! Jangan pernah takut bila mimpi belum tercapai. Jika di
benak kita hanya ada kata takut maka kita akan gagal. Namun, bila kita bertekad agar sesuatu
menjadi kenyataan maka otak akan menggerakan seluruh anggota tubuh, bahkan alam semesta
untuk mengusahakan apa yang kita inginkan. Mengutip slogan yang sering digunakan oleh
legenda komedi Indonesia, Warkop DKI, bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang ! Rekan
sejawat yang saya sayangi, Kedua, di samping kita bebas bermimpi, juga diperlukan disiplin
yang tinggi serta fokus pada mimpi kita tersebut. Tidak jarang orang terlalu banyak bermimpi
tetapi lupa untuk menyiasatinya. Akan sangat menyenangkan jika dari hobi dan bakat kita bisa
menghasilkan sesuatu. Di sini, sama sekali tidak berlaku kata gengsi dan aji mumpung. Perlu
keberanian untuk tidak mengikuti mainstream. Kita harus siap untuk keluar dari kotak. Kita
harus cermat pada fokus tujuan kita dan memanfaatkan peluang apapun. Setelah mengetahui
potensi diri dan Penulis Naskah Pidato Andhika Arafah 4 fokus, kita harus berusaha mencapai
tujuan dengan konsisten dan disiplin. Konsisten yang saya maksud adalah menyelesaikan segala
sesuatu yang telah kita mulai dengan penuh komitmen. Kita sebagai rakyat Indonesia kaya akan
waktu tapi miskin akan kedisiplinan sehingga membuat bangsa ini masih tertinggal dari bangsa
yang lain. Kita harus membiasakan diri untuk disiplin. Datang dan menyelesaikan tugas tepat
waktu, belajar, mengatur waktu, dan istirahat yang cukup akan membuat pekerjaan menjadi lebih
efektif dan taktis. Ketiga, hal ini adalah yang paling dibutuhkan dalam masyarakat yaitu
kreativitas dan inovasi. Zaman semakin canggih tetapi sumber daya alam semakin sedikit karena
manusia telah mengeksploitasi segalanya. Di tangan seorang yang biasa suatu barang hanya
tingal nama, tetapi di jemari seorang yang kreatif sesuatu yang biasa itu menjadi luar biasa
bahkan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Di sinilah kita
harus memiliki keterampilan yang dan imajinasi yang tinggi untuk memproduksi barang atau
jasa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Di
saat orang sibuk mencari lowongan, kita sudah bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.
Jika hal ini terus kita kembangkan, terutama pada generasi muda maka tidak akan ada lagi
ketergantungan dengan importir asing. Produk Indonesia yang mampu bersaing dengan produk
asing mampu membuat Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dan yang keempat
adalah gigih atau pantang menyerah dalam usaha mencapai mimpi kita. Tidak selamanya jalan
hidup itu terasa mulus dan tidak selamanya rasa mangga itu manis. Jadi, suka dan duka dalam
kehidupan harus kita jalani dengan penuh kesabaran dan kegigihan, serta semangat pantang
menyerah. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kegagalan adalah proses menuju
keberhasilan dan bukan akhir dari segalanya. Maka, saya ingin menyampaikan bahwa kita
sebagai generasi muda ini, harus memiliki kegigihan dan semangat tekad membara demi
mewujudkan negeri Indonesia yang sejahtera, makmur, dan lebih maju. Rekan sepelajar yang
berbahagia, Dari apa yang saya sampaikan tadi, terlebih dulu kita sadari bahwa ke depan
persaingan akan semakin ketat dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Tetapi, itu juga
tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Tentu tidak akan sukses apabila kita hanya
menopang dagu di atas tangan kita, sedangkan tangan kita belum menopang beban di hidup kita.
Maka dari itu, kita harus memiliki semangat wirausaha seperti berani bermimpi, fokus pada
tujuan, disiplin, memilki jiwa kreatif, dan gigih dalam menghadapi tantangan ini. Dan sebelum
mencapai cita-cita, tercapai dahulu mendapat nilai ujian yang bagus dengan belajar dengan giat,
disiplin, dan gigih. Saya harap, teman-teman dapat mengambil pelajaran dari apa yang saya telah
sampaikan tadi. Dan Merah Putih akan terus berkibar untuk selamanya! Akhir kata saya ucapkan
terimakasih Penulis Naskah Pidato Andhika Arafah 4 atas perhatian dari bapak Suprayitno
serta kawan- kawan semua, dan mohon maaf apabila ada salah ucap atau perbuatan.
Wassalamualaikum wr. wb. Penulis Naskah Pidato Andhika Arafah 4

Sejak diakui sebagai warisan budaya dunia euforia penggunaan batik di Indonesia makin meluas.
Batik sekarang tidak hanya dimonopoli oleh Solo dan Pekalongan. Hampir setiap daerah
berlomba mengeluarkan ciri khas batik masing-masing daerah.

Lasem atau sering disebut sebagai tiongkok kecil juga memiliki ciri khas batik yang jarang
ditemui didaerah lain. Selain dikerjakan secara manual atau lebih dikenal sebagai batik tulis,
Batik Tulis Lasem juga banyak dipengaruhi oleh budaya dari negeri Tiongkok.

Menurut cerita, Lasem merupakan titik pertama pendaratan pelayar dan saudagar Tiongkok di
Pulau Jawa belasan abad silam. Seiring dengan maraknya kedatangan mereka di wilayah Lasem,
berkembanglah pemukiman Tiongkok di Lasem. Kini, bangunan-bangunan berarsitektur
Tiongkok bertebaran di kota yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Rembang ini.

Para imigran asal Tiongkok ini menularkan keahlian membatik mereka kepada warga setempat.
Hingga sampai sekarang motif batik tulis Lasem menjadi campuran ekspresi budaya Jawa dan
Tiongkok.

Plt Bupati Rembang H. Abdul Hafidz didampingi Sekretaris daerah Kabupaten Rembang H.
Hamzah Fatoni SH MKn mengatakan motif-motif batik seperti burung hong, naga dan tanaman
bambu merupakan motif ala tiongkok dipadu dengan motif khas lainnya yaitu motif Latoan dan
Watu (Batu) Pecah/Kricak.
Latoan adalah tanaman khas sejenis rumput laut yang banyak terdapat di sekitar pantai yang
dapat dimakan sebagai urap. Karena banyak terdapat di Lasem, maka motif ini digunakan
sebagai motif batik.

Selain latoan, terdapat motif batu pecah. Motif ini memiliki nilai sejarah. Pada zaman dahulu,
tepatnya ketika Gubernur Jenderal Belanda, Daendels membuat jalan dari Anyer sampai dengan
Panarukan sepanjang 1000 km, para bupati diminta menyerahkan para pemuda sebagai pekerja
paksa mereka. Mereka berfungsi sebagai tenaga kerja pemecah batu, dan pada zaman tersebut
juga terjadi epidemik malaria dan influenza yang menyerang Rembang yang menimbulkan
banyak kematian di Rembang dan Lasem. Dampak dari itu adalah kesedihan mendalam bagi
masyarakat Lasem. Kesedihan ini ditampilkan dalam bentuk motif batu pecah. Namun, karena
bagusnya motif ini maka banyak ditiru oleh daerah lain.

Warna khas dari Batik Lasem ini adalah warna getih pitik (merah darah ayam), hijau botol bir
dan warna biru tua. Selain itu, Batik Lasem ini juga dikenal dengan sebutan Batik Tiga Negeri.
Sebutan ini didapatkan dari proses pewarnaan batik. Terdapat tiga kali proses pewarnaan dalam
pembuatan Batik Tiga Negeri ini.

Sampai saat ini jumlah pengrajin batik Tulis Lasem semakin bertambah mencapai lebih dari 70
pengrajin. Itupun yang tercatat atau tergabung dalam koperasi batik Lasem yang diketuai oleh
Maksum pemilik Batik Tulis Dampoawang Art baru 70 pengrajin.

Untuk jumlah pembatiknya menurut data dari Bagian Perekonomian Setda Rembang hampir
mencapai 12 ribu pembatik, sekarang banyak remaja baik putra/putri yang tidak malu lagi kerja
menjadi pembatik, keterampilan membatik juga dimasukkan dalam muatan lokal sekolahan
sehingga generasi penerus batik tulis lasem tetap terjaga, ujar Plt Bupati.

Untuk lebih mempromosikan batik tulis lasem, Pemkab juga memfasilitasi beberapa pengrajin
batik untuk mengikuti pameran-pameran batik baik taraf lokal, regional, nasional maupun
internasional seperti di Jakarta, Solo, Semarang, Jogja bahkan di Kamboja pernah difasilitasi
oleh Pemkab Rembang.

Sedangkan untuk lokal Pemkab Rembang menggelar pameran Rembang Ekspo yang sebagian
diikuti oleh pengrajin lokal batik Lasem.

Strategi lainnya adalah dengan menitipkan batik Lasem kepada pengusaha Rembang yang
mengadakan pameran di luar negeri seperti Arifin pemilik UD Sasana Antiq yang bergerak
dibidang furniture setiap pameran diluar negeri dititipi batik Lasem untuk ikut dipromosikan.

Guna menjaga kekhasan batik tulis lasem, beberapa motif sudah dipatenkan dan memperoleh
HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Rembang yang mewajibkan PNS Pemkab menggunakan batik
sebagai seragam setiap hari rabu dan kamis turut menyumbang sebagai salah satu faktor
penggerak kebangkitan batik tulis lasem yang sempat terpuruk. Hal tersebut diakui Santoso
pemilik batik merek pusaka beruang.
Karyawan perusda juga kami himbau untuk menggunakan batik Lasem dan nantinya BUMN
yang ada di Rembang juga kita himbau menggunakan batik Lasem, tutur Plt Bupati

Saat ini motif batik tulis lasem dikembangkan oleh sesepuh masyarakat Tionghoa yang bernama
Sigit Wicaksono yang memiliki nama China, Nyo Tjen Hian. Beliau seorang pengusaha Batik
yang bermerek Batik Sekar Kencana.

Beliau mengembangkan motif baru yang menggunakan huruf Thionghoa. Proses penciptaan
motif ini adalah pada saat malam Tahun Baru China. Dalam perenungannya, beliau mendapatkan
semacam ilham untuk membuat motif yang baru dalam batik. Akhir dari proses perenungan ini
lahirlah motif baru. Motif tersebut adalah berupa kata-kata mutiara dalam aksara China. Filosofi
yang terkandung pada motif ini adalah empat penjuru samudera semuanya adalah sama, bakti
anak terhadap orang tua, murid kepada guru, dan rakyat kepada pemerintah. Agar bisa bergabung
dengan filosofi Jawa, Beliau menuliskan motif ini ke dalam sebuah batik yang bermotifkan Sekar
Jagat. Sekar jagat itu sendiri artinya adalah Bunga Dunia.

Batik Lasem dapat dikatakan sebagai bukti akulturasi antara masyarakat tiongkok dan pribumi.
Proses ini sudah berlangsung ratusan tahun dan karena akulturasi inilah maka Batik Lasem
menjadi populer, unik dan banyak diminati. (Bagian Humas Setda Rembang)

- See more at: http://rembangkab.go.id/batik-lasem-akulturasi-budaya-jawa-dan-


tiongkok/#sthash.iaH0amur.dpuf

Batik telah menjadi warisan dunia. UNESCO, 2 Oktober 2009, mengakui batik sebagai warisan
budaya dari Indonesia. Itu angin segar bagi para pengrajin batik di Indonesia. Mereka bisa lebih
bersemangat tanpa rasa tertekan akibat klaim dari negara tetangga seperti sebelumnya. Secara
umum ada dua macam batik, yakni batik tulis dan batik cap. Batik tulis terwariskan secara turun-
temurun dari nenek moyang. Batik tulis terbagi menjadi dua berdasar letak geografis pembuatan
di Jawa. Ada batik pesisiran, yang mencakup wilayah seperti Pekalongan, Kudus, Lasem,
Madura. Ada batik nonpesisiran yang meliputi Solo, Yogyakarta, dan Banyumas. Batik
nonpesisiran biasanya terjerat sistem pakem dari keraton. Itu berbeda dari batik pesisiran yang
tak terpengaruh pakem dan biasanya memakai motif lebih berani akibat pengaruh alam sekitar
dan interaksi dengan pendatang. Produksi batik pesisiran sekarang relatif maju, misalnya batik
pekalongan dan madura. Batik tersebut sudah memiliki nama dan lebih banyak berproduksi
ketimbang batik pesisiran lain. Akan tetapi dari sisi keaslian motif dan warna, batik-batik itu
kalah dari batik pesisiran yang dahulu memiliki nama tetapi sekarang meredup. Itulah batik
lasem, yang pengerjaannya ditulis secara manual dengan canting. Keunikan lain batik lasem
adalah pewarnaan yang khas dan tak bisa ditiru di tempat yang lain. Warna merah darah ayam
menjadi ciri khusus batik lasem. Warna itu terwarisi secara turun-temurun. Batik lasem juga
memilki motif unik, misalnya latohan dan watu pecah, yang terinspirasi oleh keadaan sosial,
ekonomi, dan budaya lokal. Kini, tinggal satu orang yang mempertahankan keunikan batik tulis
lasem. Dialah Sigit Witjaksono atau Nyo Tjoen Hian. Sigit Witjaksono lahir pada 1929. Lelaki
yang kini berusia 85 tahun itu mewarisi usaha batik dari sang ayah, Nyo Wat Dyiang, yang
berdiri pada 1923. Sigit menamakan usaha kerajinan batiknya Sekar Kencana. Usaha di Jalan
Babagan IV/4, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, itu merupakan kerajinan batik tertua di Lasem.
1403359418420103198 1403359418420103198 Saat saya temui, 8 Juni 2014, Sigit Witjaksono
mengungkapkan ada beberapa penyebab mengapa pengrajin batik lasem tidak maju dan kalah
bersaing dari pengrajin batik di daerah lain, meski batik lasem termasuk lima besar pada zaman
kolonial: Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Lasem, Banyumas. Pertama, pengrajin batik di Lasem
memiliki sikap individualistik dan tidak guyub. Akibatnya, tidak ada hubungan sinergis untuk
menelurkan formula bagi kemajuan batik lasem. Kedua, pemerintah tak berusaha membuat
organisasi, misalnya koperasi untuk mempersatukan para penguasaha batik pascakrisis moneter.
Ketiga, sifat dari motif batik tulis lasem konservatif tradisional; tak ada pembaruan dari zaman
ke zaman. Keempat, anak-anak muda tak mau memakai batik. Mereka memilih memakai
pakaian jadi dari pasar. Karena itulah, tak ada perusahaan yang mau mengembangkan usaha
batik tulis yang berdiri kukuh pada zaman kolonial tersebut. Alasan itu pula yang diajukan Sigit
Witjaksono saat ditanya istri Gubernur Jawa Tengah Supardjo Rustam, dulu. Saat itu Sigit
menceritakan kemunduran batik tulis lasem. Dia menuturkan pada era Orde Baru ada sekitar 120
pengusaha batik tulis. Namun setelah krisis moneter tinggal 12 pengusaha batik. Jadi tinggal 10
persen. Saat itu, istri Gubernur Jawa Tengah memotivasi Sigit agar mengembangkan usaha batik
tulis. Saat Salim menjadi Bupati Rembang, kata Sigit, pemerintah kabupaten acap mengadakan
studi banding. Para pengrajin batik di Rembang, khususnya dari Lasem, diberi subsidi untuk
berangkat ke Pekalongan, Solo, Yogyakarta, dan Madura. Pemerintah kabupaten juga
mengadakan pameran di berbagai kota besar, antara lain Jakarta dan Bandung, sehingga mereka
dikenal masyarakat secara luas sampai saat ini.Sigit mengakui berkat langkah Pemerintah
Kabupeten Rembang itulah usaha batik di Lasem hidup kembali setelah krisis moneter 1997-
1998. Itu tentu sangat membantu perekonomian warga yang menjadi bagian dari para pengrajin
batik di Lasem saat ini. Batik Lasem sebagai Warisan Budaya Lasem adalah kota kecamatan di
Kabupaten Rembang. Lasem merupakan kota yang dihuni cukup banyak orang Tionghoa.
Banyak bangunan khas Tionghoa menghiasi kota yang dijuluki The Little Beijing Town itu.
Lasem memiliki banyak kekhasan budaya, antara lain batik tulis. Batik tulis lasem sudah ada
sebelum Laksamana Cheng Ho datang ke Nusantara. Namun kedatangan Laksamana Cheng Ho
beserta para saudagar dari China dan Vietnam berpengaruh besar terhadap corak batik di Lasem.
Batik lasem paling terpengaruh oleh budaya China, misalnya motif burung, bunga krisan, bunga
teratai, dan kupu-kupu. Orang Jawa dan Tionghoa memiliki kesamaan filsafat, yang disebut
maqianalogi , yakni apa yang diucapkan sama dengan kejadian nyata. Contohnya, orang Jawa
bilang , Aja pisan-pisan kowe nandur anggur neng njaba, ngko marai nganggur wae. Atau,
Aja lali nggawe jangan kluweh supaya donyane luwah-luweh. Adapun orang China punya adat
memasang gambar kelelawar di dinding rumah, yang bahasa Tionghoanya bienfuk serta rezeki
yang bahasa Tionghoanya fukji. Jadi ada kesamaan dalam pengucapan. Bisa diartikan secara
sosiokultural Jawa dan Thionghoa mirip. Itulah pula yang terlukis pada kain batik lasem yang
penuh filosofi. Itulah pula yang menyebabkan pengaruh budaya dan filsafat China dalam
pembuatan batik tulis lasem berlangsung sangat mudah. Motif batik tulis lasem yang terkenal
adalah latohan dan watu pecah. Motif latohan berasal dari jenis rumput laut yang banyak
ditemukan di kawasan laut Lasem. Latoh termasuk makanan khas Lasem yang bisa dibuat urap
sebagai lauk. Bentuknya bulat-bulat kecil seperti anggur. Adapun watu pecah yang menjadi
primadona adalah motif yang berasal dari sejarah kelam Lasem, yakni saat Gubernur Jenderal
Herman Willem Daendels membuat jalan raya pos (Jalan Daendels) pada abad ke-18. Jalan itu
juga membelah Lasem, sehingga Bupati Rembang saat itu memerintah para buruh membuat jalan
sesuai dengan perintah Gubernur Jenderal. Saat itu para buruh kerja paksa tidak dibayar. Buruh
dipaksa memecah batu besar-besar menjadi kricak sebagai bahan pengeras jalan. Banyak pekerja
menderita penyakit malaria, influenza, serta kelaparan. Amarah warga sekitar itu diekspresikan
menjadi salah satu motif batik. Itulah motif watu pecah. Sigit Witjaksono menuturkan motif itu
laku keras di pasaran. Ciri khas lain batik tulis lasem adalah warna, yakni merah darah ayam.
Sigit Witjaksono mengemukakan warna itu tak bisa ditiru oleh pengrajin batik di wilayah lain.
Justru karena itulah warna merah darah ayam itu diperebutkan oleh para pengrajin dari Solo
karena keunikannya serta laku keras di pasaran. Sigit menuturkan air untuk mencampur pewarna
merah mengandung zat khusus dari Gunung Lasem, Argopuro. Jika air dari Lasem dicampur
dengan cat akan menghasilkan warna cerah yang berbeda dari yang lain. Itu tak bisa ditiru
pengrajin lain, karena merupakan pengaruh dari letak geografis Lasem. Dengan pengaruh
teknologi yang berkembang sekarang, Sigit menyesali banyak warna tiruan batik lasem dari
wilayah lain. Dia mengemukakan sekarang batik di Jawa saling memengaruhi. Batik pedalaman
memengaruhi batik pesisiran dan sebaliknya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/exsan/dinamika-batik-tulis-lasem-dalam-bingkai-
sejarah-1_54f6e779a33311635b8b4b3d