Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PELAKSANAAN

SDIDTK (Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang)


DI POLI KLINIK ANAK RSD DR. SOEBANDI JEMBER

Oleh :

Yulia Agisni S.Kep


16 01032011

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2016
LEMBAR PENGESAHAN

Satuan Acara Pelaksaan Tumbung Kembang Anak di Poli Klinik Anak tanggal 29 Desember
2016 Di RSD dr. Soebandi Jember, Oleh:
Nama : Yulia Agisni, S.Kep.
NIM : 1601032011

Jember, 29 Desember 2016

Menyetujui

Pembimbing Klinik Pembimbing Akademik

Hj. Sri Suhartiningsih, AMK, S.Psi Ns. Zuhrotul Eka Yulis, S.Kep., M.Kes
NIP. 19621114 198307 2 001

Mengetahui,
Kepala Ruang

Hj. Sri Suhartiningsih, AMK, S.Psi


NIP. 19621114 198307 2 001
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

Topik : Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Sasaran : Anak usia 32 bulan

Hari/tanggal : Kamis ,29 Desember 2016

Jam : 12.00 s.d. 12.30 WIB

Waktu : 30 menit

Tempat : Ruang Poli Anak

A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah dilakukan SDIDTK orang tua dan keluarga mengerti perkembangan anaknya
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Orang tua dan keluarga, mampu mendemonstrasikan cara menstimulasi pertumbuhan dan

perkembangan anak usia 32 bulan.


B. MATERI
1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
2. Aspek pertumbuhan dan perkembangan
3. Pengertian SDIDTK
4. Tujuan SDIDTK
5. Alat atau instrument SDIDTK
6. Cara menggunakan SDIDTK
7. Interpretasi hasil SDIDTK
8. Intervensi SDIDTK

TUMBUH KEMBANG ANAK

A. Tahapan Perkembangan Anak


1. Usia 0-3 bulan
Bayi mulai belajar mengangkat kepala, Belajar mengikuti obyek dengan matanya,

Melihat ke muka seseorang dengan tersenyum, Berreaksi terhadap suara dan bunyi,

Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak, menahan

barang yang dipegangnya, mengoceh spontan atau berreaksi dengan mengoceh.


2. Usia 3-6 bulan
Bayi mulai bisa mengangkat kepala 90o mengangkat dada dengan bertopang tangan,

mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau diluar

jangkauannya, menaruh benda-benda di dalam mulutnya, berusaha memperluas

lapangan pandangan, tertawa dan menjerit gembira bila diajak bermain, mulai berusaha

mencari benda-benda yang hilang


3. Usia 6-9 bulan
Bayi mulai dapat duduk tanpa dibantu, dapat tengkurap dan berbalik sendiri, dapat

merangkak meraih benda atau mendekati seseorang, memindahkan benda dari satu

tangan ke tangan yang lain, memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk,

bergembira dengan melempar-lempar benda, mengeluarkan kata-kata tanpa arti,

mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang yang asing/lain, mulai

berpartisipasi dalam permaianan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian.

4. Usia 9-12 bulan


Bayi mulai dapat berdiri sendiri tanpa dibantu, dapat berjalan dengan dituntun,

menirukan suara, mengulang bunyi yang didengarnya, belajar menyatakan satu atau dua

kata, mengerti perintah sederhana dan larangan , memperlihatkan minat yang besar dalam

mengeksplorasi sekitarnya, ingin melihat semuanya, ingin menyentuh apa saja dan

memasukan benda-benda ke mulutnya, berpartisipasi dalam permainan.


5. Usia 12-18 bulan
Balita usia 12-18 bulan mulai dapat nerjalan mdan mengeksplorasi rumah serta keliling

rumah, menyusun 2 atau 3 kotak, dapat mengatakan 5- 10 kata, memperlihatkan rasa

cemburu dan rasa bersaing.


6. Usia 18-24 bulan
Pada usia ini, balita biasanya sudah bisa naik turun tangga, menyususn 6 kotak, menunjuk

mata dan hidungnya, menyususn dua kata, belajar makan sendiri, menggambar garis di

kertas atau pasir, mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil, menaruh
minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar, memperlihatkan

minat kepada apa yang anak lain kerjakan dan bermain-main dengan mereka.
7. Usia 2- 3 tahun
pada usia ini anak belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki, membuat

jembatan dengan 3 kotak, mampu menyususn kalimat, mempergunakan kata-kata saya,

bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya, menggambar lingkaran, bermain

dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain diluar eluarganya.
8. Usia 3-4 tahun
Pada usia ini anak sudan daoat berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangganya, berjalan

pada jari kaki, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri, menggambar garis

silang, menggambar orang hanya kepala dan badan, mengenal 2 atau 3 warna, bicara

dengan baik, menyebut namanya, jenis kelain dan umurnya, jenis kelamin dan umurnya,

banyak bertanya, bertanya bagaimana anak melahirkan, mengenal sisi atas, sisi bawah,

sisi muka dan sisi belakang, mendengar cerita-cerita bermain dengan anak lain,

menunjukan rasa sayang kepada saudara-saudaranya, dapat melaksanakan tugas-tugas

sederhana.
9. Usia 4-5 tahun
Pada usia ini sudah dapat melompat dan menari, meggambar orang dengan kepala lengan

dan badan, menggambar segitiga dan segiempat, pandai bicara, dapat menghitung jari-

jarinya, dapa menyebutkan hari-hari dalam minggu, mendengar atau mengulang hal-hal

penting dan cerita, minat kepada kata baru dan artinya, memprotes bila dilarang apa yang

diinginkannya, mengenal 4 warna, memperkirakan bentuk dan besarnya.


B. Beberapa Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak
1. Gangguan Bicara dan Bahasa
2. Cerebral Palsy
3. Sindrom Down
4. Perawakan Pendek
5. Gangguan Autisme
6. Retardasi Mental
7. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
C. Deteksi Dini Tumbuh Kembang
1. Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
a. Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan (BB/TB)
Alat yang digunakan yaitu dacin (timbangan gantung), dengan terlebih dahulu

menyeimbangkan dacin pada titik 0.


Pengukuran Panjang Badan atau Tinggi Badan
Panjang badan diukur bila anak belum bisa berdiri, dengan cara bayi dibaringkan

terlentang, kepala bayi menempel pada pembatas angka 0, lutut diluruskan, batas

kaki ditempelkan pada telapak kaki.


Tinggi Badan diukur dengan cara anak tidak memakai sandal sepatu, berdiri tegak

menghadap kedepan, punggung patat tumit menempel pada tiang pengukur, turunkan

batas atas sampai menempel di ubun-ubu, kemudian baca angka.


Gunakan Tabel Berat Badan / Tinggi Badan (BB/TB) untuk melihat status gizi pada

balita tersebut
Interpretasi :
Normal : -2 SD s/d 2 SD atau Gizi Baik
Kurus : < -2 SD s/d -3 SD atau Gizi Kurang
Kurus Sekali : <-3 SD atau Gizi Buruk
Gemuk : > 2 SD atau Gizi Lebih
Intervensi : Lihat pedoman tatalaksana Gizi Buruk di MTBS

b. Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA)


Alat ukur dilingkarkan pada kepala anak melewati dahi, menutupi alis mata di atas

kedua telinga, baca angka pada pertemuan angka nol. Catat hasil pada grafik

lingkaran kepala menurut umur dan jenis kelamin anak.


Interpretasi :
Bila lingkar kepala di jalur hijau, maka lingkar kepala normal, bila di atas yaitu

makrosefal, bila dibawah jalur hijau yaitu mikrocepal


Intervensi :
Bila ditemukan Makrocepal atau Microcepal segera rujuk ke Rumah Sakit
a. Tes Daya Dengar (TDD)
Tujuan tes daya dengar adalah untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini,

agar dapat segera ditindaklanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya dengar.


Jadwal TDD adalah setiap tiga bulan pada bayi umur kurang dari 12 bulan dan setiap 6

bulan pada bayi di atas 12 bulan


Pada anak umur kurang dari 24 bulan : semua anak harus dijawab oleh orang

tua/pengasuh
Pada anak di atas 24 bulan atau lebih pertanyaan berupa perintah melalui orang

tua/pengasuh.
Interpretasi
Bila ada jawaban TIDAK, kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran
Catat dalam buku KIA atau kohort bayi/balita
Intervensi
Rujuk ke Rumah Sakit bila tudak tertangani.
b. Tes Daya Lihat (TDL)
Tujuan tes daya lihat adalah untuk mendeteksi secara dini kelainan daya lihat agar

segera dapat dilakukan tindakan lanjutan sehingga kesempatan untuk memperoleh

ketajaman daya lihat menjadi lebih besar.


Jadwal tes daya lihat dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia prasekolah umur 36

sampai 72 bulan.
Cara melakukan pemeriksaan dengan poster E (untuk pemeriksa) dan kartu E untuk

anak.
Pemeriksaan dilakukan dalam jarak 3 meter
Tunjuk poster E dan suruh anak untuk mengarahkan kartu E sesuai yang kita tunjuk.
Lakukan secara bergiliran antara mata kiri dan kanan dengan cara menutup sebelah

mata dengan kertas


Jika sampai baris ketiga anak menjawab benar maka penglihatan anak normal, jika

sampai baris ketiga anak mengarahkan kartunya salah, kemungkinan anak mengalami

gangguan penglihatan.
Jika kemungkinan anak mengalami gangguan penglihatan, ulang peeriksaan pada 2

minggu berikutnya, jika hasilnya tetap sama, rujuk segera ke Rumah Sakit dengan

menuliskan mata yang mengalami gangguan.


2. Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional
Deteksi dini penyimpangan mental emosional adalah kegiatan/pemeriksaan untuk

menemukan secara dini adanya masalah mental emosional, autisme dan gangguan
pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak, agar dapat segera dilakukan

intervensi. Bila penyimpangan mental emosional terlambat diketahui, maka

intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan berpengaruh pada tumbh kembang anak.

Deteksi ini dilakukan oleh tenaga kesehatan.


Ada beberapa jenis alat yang digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya

penyimpangan mental emosional pada anak, yaitu :


a. Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMEE) : bagi anak umur 36 bulan sampai

72 bulan.
Dilakukan setiap 6 bulan sesuai dengan jadwal pemeriksaan perkembangan anak.

Tanyakan pertanyaan satu persatu pada ibu atau pengasuh. Jika ada 1 jawaban Ya

maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional. Jika jawaban Ya 1,

lakukan konseling kepada orang tua dan evaluasi setelah 3 bulan.


Jika jawaban Ya 2 atau lebih segera rujuk ke Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas

kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak.


3. Formulir deteksi dini Gangguan Pemusatan Pemusatan dan Hiperaktivitas (GPPH) bagi

anak umur 36 bulan keatas. Formulir terdiri dari 10 pertanyaan yang ditanyakan pada

orang tua/pengasuh.
Nilai 0 : Jika keadaan tersebut tidak ditemukan pada anak
Nilai 1 : Jika keadaan tersebut kadang-kadang ditemukan pada anak
Niali 2 : Jika keadaan tersebut sering ditemukan pada anak
Nilai 3 : Jika keadaan tersebut selalu ada pada anak.
Bila Nilai total 13 atau lebih anak kemungkinan GPPH.
Jika nilai total 13 Rujuk segera ke Rumah Sakit dengan fasilitas kesehatan

jiwa/tumbuh kembang anak.


Jika Nilai total kurang dari 13 jadwalkan pemeriksaan ulang 1 bulan kemudian. .
DAFTAR PUSTAKA

SetiawanHp, Dony. Dkk. 2014. Keperawatan anak dan tumbuh (pengkajian dan pengukuran.

Yogyakarta : Medical Book.