Anda di halaman 1dari 26

1

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM


PENGENALAN MIKROSKOP DAN ALAT-ALAT LABORATORIUM

Oleh :

NAMA : SHAFWAN HAMIDI


NIM : 1610712210014
KELOMPOK : II (DUA)
ASISTEN : AMINAH

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
BANJARBARU
2016

1
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah Swt. karena dengan rahmat, taufik
dan hidayah-Nya praktikan dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan
baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Praktikan mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini
terutama kepada dosen pengampu mata kuliah Biologi Umum dan kakak-kakak
asisten sekalian yang telah memberikan bimbingan, pengarahan dan memberikan
bantuan serta teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan
laporan ini.
Praktikan menyadari bahwa laporan ini belum sempurna oleh karena itu
Praktikan mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan laporan ini.
Demikian yang dapat praktikan sampaikan, akhir kata semoga laporan ini
bermanfaat bagi kita semua.

Banjarbaru, November 2016

Praktikan

1
2

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ................................................................................ i


DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................. iv
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. v
BAB 1. PENDAHULUAN ...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1
1.2 Tujuan Praktikum ...................................................................... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 3
BAB 3. METODE PRAKTIKUM ........................................................... 6
3.1 Waktu dan Tempat ..................................................................... 6
3.2 Alat-Alat Laboratorium ............................................................. 6
3.3 Prosedur Kerja ........................................................................... 3
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 7
4.1 Hasil .......................................................................................... 7
4.2 Pembahasan ............................................................................... 12
BAB 5. PENUTUP ..................................................................................... 17
5.1 Kesimpulan ............................................................................... 17
5.2 Saran .......................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

2
3

DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

1. Tabel 1. Pengenalan Bagian-Bagian Mikroskop.......................... 7


2. Tabel 2. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium .............................. 7

3
4

DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman

1. Mikroskop Monokuler.. 7
2. Gelas Ukur. 7
3. Rak Tabung Reaksi 7
4. Tabung Reaksi... 8
5. Gelas Beaker. 8
6. Pinset. 8
7. Pipet Seukuran.. 8
8. Pipet Ukur. 8
9. Hot Plate 8
10. Labu Dasar Rata 9
11. Cawan Petri... 9
12. Cover Glass... 9
13. Object Glass.. 9
14. Pembakar Spiritus. 9
15. Pipet Tetes 10
16. Spatula.. 10
17. Kaki Tiga.. 10
18. Bunsen.. 10
19. Labu Erlenmeyer.. 10
20. Corong. 11
21. Kaca Arloji 11
22. Buret 11
23. Cawan Penguapan. 11
24. Cawan Krus 11

4
5

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Halaman

1. Lembar Laporan Sementara..

5
1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hampir 50% dari mahasiswa baru bukan berasal dari SMA jurusan MIPA,
artinya sebagian besar mahasiswa baru tidak pernah mengikuti praktikum di
laboratorium. Hal ini menjadi hambatan dalam proses pembelajaran yang
mengharuskan mahasiswa melakukan uji laboratorium. Praktikum ini bertujuan
untuk mengenalkan laboratorium mahasiswa baru.
Mahasiswa di perguruan tinggi selain dituntut menguasai materi teoritis
yang di dapat di perkuliahan juga dituntut memiliki keterampilan. Praktikum di
laboratorium ini sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa,
yang kedepannya akan berguna untuk menunjang mata kuliah yang memerlukan
uji laboratorium.
Penggunaan mikroskop adalah salah satu keterampilan di Biologi karena
dapat meningkatkan kemampuan untuk mengamati dibandingkan dengan mata
telanjang. Sebelum mulai melakukan praktikum di laboratorium, praktikan harus
mengenal dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa
digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan K3 di laboratorium.
Panca indera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas.
Oleh karena itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan
diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat
bantu yang sering dipakai dalam pengamatan, terutama dalam bidang biologi
adalah Mikroskop.
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah
sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut
mikroskopik, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh
mata. Dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup
yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang,
sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan
mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi.

1
2

Salah satu penemu sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah Antonie


Van Leeuwenhock (1632-1723) . Tahun 1675 Antonie membuat mikroskop
dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa
sehingga ia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang
menggenang dan air jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan
gigi.
Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan
penggunaan tertentu dan dengan berbagai macam kelengkapannya pula.
Mikroskop yang sering digunakan dalam biologi adalah mikroskop cahaya, Baik
yang berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan mikroskop monokuler, maupun
yang berlensa okuler ganda atau yang disebut mikroskop binokuler. Benda atau
organisme yang akan diamati dengan mikroskop cahaya harus berukuran kecil dan
tipis, agar dapat ditembus oleh cahaya.

1.1. Tujuan
1. Mengenal dan mengetahui alat-alat laboratorium yang digunakan pada
praktikum selanjutnya.
2. Dapat menggunakan alat secara baik dan benar sesuai dengan fungsinya.

2
3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Panca indera manusia mempunyai kemampuan yang sangat terbatas,


sehingga banyak masalah mengenai organisme hanya dapat dipecahkan dengan
bantuan alat-alat. Salah satu alat yang sering digunakan adalah mikroskop, yang
memungkinkan pengamatan objek dan gerakan yang sangat halus yang tidak
dapat diamati dengan mata bugil (Muslimin dan Shahabuddin 2013).
Mikroskop sebagai alat utama dalam melakukan pengamatan dan
penelitian dalam bidang Biologi, untuk mempelajari struktur benda-benda yang
kecil. Ada dua prinsip dasar yang berbeda pada miroskop, yang pertama
Mikroskop Optik dan yang kedua Mikroskop Elektron. Mikroskop Optik, lebih
sering digunakan dan sudah dimiliki oleh sebagian besar laboratorium di
Indonesia. Dari mikroskop optik ini perlu dibedakan antara mikroskop biologi dan
mikroskop stereo (Muslimin dan Shahabuddin 2013).
Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda tipis dan
transparan. Jika yang diamati tebal misalnya jaringan, harus dibuat sayatan yang
tipis. Benda yang diamati biasanya diletakan diatas kaca objek, dalam medium air,
dan ditutup dengan kaca penutup yang tipis (cover glass). Dapat juga diamati
preparat awetan dalam medium balsem kanada. Kemudian penyinaran diberikan
dari bawah oleh sinar alam atau lampu (Muslimin dan Shahabuddin 2013).
Peralatan Laboratorium sederhana yang biasa digunakan di Laboratorium
Kimia Dasar, umumnya terdiri dari peralatan gelas yang sering digunakan dan
sangat diperlukan sebagai sarana dan alat bantu untuk melakukan percobaan
sederhana (Tim Penyusun Praktikum Institut Pertanian Bogor 2016).
Salah satu keterampilan penting dalam Biologi adalah penggunaan
mikroskop, karena dapat meningkatkan kemampuan untuk mengamati benda-
benda berukuran kecil (Junitha et al. 2013).
Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan
di laboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulangulang. Alat yang
digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu
laboratorium, seperti pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama
(Purwanti 2009).

3
4

Mikroskop ditemukan pertama kali oleh Antony Van Leuwenhoek (1632-


1723) seorang ahli mikrobiologi yang berkebangsaan Belanda. Beliau membuat
mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih
banyak lensa sehingga ia bisa mengamati mikroorganisme yang lebih kecil dan
tak kasat mata.
Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua
lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler
(dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran
yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut
gagang putar.
Terdapat berbagai tipe mikroskop yang masing-masing mempunyai tujuan
penggunaan tertentu dan dengan berbagai macam kelengkapannya pula. Benda
atau organisme yang akan diamati dengan mikroskop harus brukuran kecil dan
tipis agar dapat ditembus oleh cahaya.
Macam-macam mikroskop, yaitu :
a. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali.
Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat
berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa
objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak
pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk
lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop
terdapat tempat dudukan lensa objektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih.
Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat
preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk
menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
b. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan
untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai
perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat
terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama
dengan mikroskop cahaya.

4
5

c. Mikroskop Pendar
Mikroskop pendar ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau
antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknik ini
protein antibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya
rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi antibodi-
antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akan terjadi apabila antigen yang
dimaksud ada dan dilihat oleh antibodi yang ditandai dengan pewarna pendar.
d. Mikroskop Medan Gelap
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati bakteri hidup, khususnya
bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas daya pisah mikroskop
majemuk.
e. Mikroskop Fase Kontras
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati benda hidup dalam keadaan
alaminya, tanpa menggunakan bahan pewarna. Pada bawah meja objeknya dan
pada lensa objektifnya terpasang perlengkapan fase kontras.
f. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron
digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe,
yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi
(TEM). SEM digu nakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur
renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan
untuk mengamati struktur detil internal sel.
g. Mikroskop Elektron Pemayaran
Mikroskop ini menggunakan berkas elektron, tetapi yang seharusnya
ditransmisikan secara serempak ke seluruh medan elektron difokuskan sebagai
titik yang sangat kecil dan dapat digerakkan maju mundur pada spesimen.

BAB III. METODE PRAKTIKUM

5
6

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 November 2016
pukul 16.00-16.50 WITA di Laboratorium Kualitas Air dan Hidro-Bioekologi
Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

3.2 Alat
Alat yang diperkenalkan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Mikroskop 13. Object glass
2. Gelas ukur 14. Pipet tetes
3. Rak tabung reaksi 15. Pembakar spiritus
4. Tabung reaksi 16. Corong
5. Gelas beaker 17. Bunsen
6. Pinset 18. Labu erlenmeyer
7. Pipet seukuran 19. Kaca arloji
8. Hot plate 20. Buret
9. Labu dasar rata 21. Cawan penguapan
10. Cawan petri 22. Cawan krus
11. Pipet ukur 23. Spatula
12. Cover glass 24. Kaki tiga

6
3.2 Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1. Alat-alat laboratorium ditunjukkan dan dijelaskan oleh kakak pembimbing
2. Mendengarkan serta memerhatikan kakak pembimbing yang sedang
mengenalkan alat-alat laboratorium
3. Menggambar alat-alat laboratorium yang telah diperkenalkan oleh kakak
pembimbing di lembar laporan sementara
4. Menuliskan fungsi dari alat-alat laboratorium yang telah dijelaskan oleh kakak
pembimbing di lembar laporan sementara
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Hasil yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai
berikut:
Tabel.1 Pengenalan Bagian-Bagian Mikroskop
Gambar Keterangan
1. Lensa okuler
2. Tabung mikroskop
3. Revolver
4. Gagang mikroskop
5. Lensa objektif
6. Meja mikroskop
7. Penjepit objek
8. Pengatur kasar
9. Pengatur halus
10. Kondensor
11. Cermin
12. Kaki mikroskop

Tabel 2. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium


No Gambar Nama alat Fungsi
.
1. Gelas ukur Untuk mengukur
volume cairan
2. Rak tabung Untuk menyimpan
reaksi tabung reaksi yang
sedang dipakai

No. Gambar Nama alat Fungsi


3. Tabung reaksi Untuk
mereaksikan zat
kimia dalam
jumlah sedikit

4. Gelas beaker Untuk


menampung
cairan atau
larutan

5. Pinset Untuk menjepit


alat praktikum
yang tidak dapat
disentuh
langsung oleh
tangan

6. Pipet seukuran Untuk mengambil


sejumlah volume
cairan dengan
tepat
7. Pipet ukur Untuk mengukur
volume larutan.

8. Hot plate Untuk


memanaskan
bahan kimia

No Gambar Nama alat Fungsi


.
9. Labu dasar rata Penyimpanan zat
cair saat destilasi

10 Cawan petri Penyimpan zat


. kecil dalam
jumlah kecil, juga
digunakan untuk
membiakkan sel.

11 Cover glass Untuk menutup


. objek glass
12 Objek glass Untuk meletakkan
. objek yang akan
diamati

13 Pembakar Pembakar zat


. spiritus kimia

No Gambar Nama alat Fungsi


.
14 Pipet tetes Untuk
. meneteskan atau
mengambil
larutan dengan
jumlah yang kecil

15 Spatula Untuk mengambil


. zat padat dalam
botol
16 Kaki tiga Penyangga benda
. yang akan
dipanaskan

17 Bunsen Mempercepat
. reaksi dengan
cara pemanasan

18 Labu erlenmeyer Untuk menampung


. larutan yang akan
dititrasi.

No Gambar Nama alat Fungsi


.
19 Corong Untuk
. memasukkan
cairan ke tempat
yang bagian
permukaannya
lebih kecil,
misalnya ke
dalam botol.
20 Kaca arloji Digunakan untuk
reaksi atau penguapan
sederhana, juga
sebagai tempat
penyimpan padatan
yang akan ditimbang

21. Buret Untuk melakukan


titrasi

22. Cawan penguapan Untuk menguapkan


larutan

23. Cawan krus Untuk menguapkan


zat cair, dilanjutkan
pemijaran zat
padatnya

4.2 Pembahasan
Mikroskop sebagai alat utama dalam melakukan pengamatan dan
penelitian dalam bidang biologi, untuk mempelajari struktur benda-benda yang
kecil. Ada dua prinsip dasar yang berbeda pada miroskop, yang pertama
mikroskop optik dan yang kedua mikroskop elektron. Mikroskop optik, lebih
sering digunakan dan sudah dimiliki oleh sebagian besar laboratorium di
Indonesia. Dari mikroskop optik ini perlu dibedakan antara mikroskop biologi dan
mikroskop stereo.
Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda tipis dan
transparan. Jika yang diamati tebal misalnya jaringan, harus dibuat sayatan yang
tipis.Benda yang diamati biasanya diletakan diatas kaca objek, dalam medium air,
dan ditutup dengan kaca penutup yang tipis (cover glass). Dapat juga diamati
preparat awetan dalam medium balsem kanada. Kemudian penyinaran diberikan
dari bawah oleh sinar alam atau lampu.
Pembesaran yang sering terdapat pada mikroskop biologi adalah
sebagai berikut:
Lensa objektif 4x, lensa okuler 10x, perbesaran total 40x.
Lensa objektif 10x, lensa okuler 10x, perbesaran total 100x.
Lensa objektif 40x, lensa okuler 10x, perbesaran total 400x.
Lensa objektif yang paling kuat untuk mikroskop optik adalah 100x, yang disebut
dengan objektif minyak emersi. Cara penggunaannya harus dipelajri secara
khusus.
Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak
terlalu halus atau kecil, dapat tebal maupun tipis, transparan maupun tidak.
Mikroskop stereo mempunyai sifat sebagai berikut :
a) Mempunyai dua lensa objektif dan dua lensa okuler, agar didapatkan
bayangan tiga dimensi dari pengamatan dua mata.
b) Perbesaran tidak terlalu kuat, tetap lebih diutamakan adalah
medan pandang yang luas dan jarak kerja yang panjang.
Dengan demikian benda yang diamati cukup jauh sehingga
mikroskop jenis ini dapat dipakai untuk pembedahan.
Mikroskop stereo yang lebih umum dijual atau disediakan adalah dengan
meja pengamatan putih. Kadang-kadang keping bulat pada meja tadi tidak dapat
dibalik dan berwarna hitam. Mikroskop stereo semacam ini sesuai untuk
pengamatan dengan penyinaran dari atas, dengan menggunakan lampu. Bila
dipesan secara khusus penjual akan melengkapi mikroskop stereo dengan meja
pengamatan yang tinggi dan dapat dibuat dari kaca yang bening. Di bagian bawah
dari kaca bening tadi ada cermin sehingga mikroskop stereo tadi dapat digunakan
untuk pengamatan dengan penyinaran dari atas maupun penyinaran dari bawah.
Dapat pula dipesan dari penjual mikroskop stereo yang telah dilengkapi dengan
lampu, untuk penyinaran dari atas maupun penyinaran dari bawah.
Benda yang diamati dapat kering atau dalam medium air, dapat tebal maupun
tipis. Pada mikroskop stereo yang dipesan khusus , penyinaran dapat diatur dari
atas maupun dari bawah.
Mikroskop stereo yang sering dipakai mempunyai pembesaran :
Lensa objektif 1x atau 2x.
Lensa objektif 10x atau 15x.
Mikroskop memiliki kaki yang dibuat berat dan kokoh agar mikroskop
dapat berdiri stabil. Mikroskop memiliki tiga sistem lensa obyaktif, lensa okuler,
dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler pada kedua ujung tabung
mikroskop. Tabung mikroskop bisa lurus dan bisa berkepala monokuler binokuler.
Diujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa
dipasangi tiga atau lebih lensa obyektif. Dibawah tabung mikroskop terdapat
tempat dudukan tempat preparat atau meja mikroskop. Sistem lensa ketiga adalah
kondensor. Sistem lensa untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop.
Pada mikroskop modern terdapat alat penerang yang dipasang pada bagian
dasar mikroskop, berfungsi untuk menerangi spesimen. Pada mikroskop yang
tanpa alat penerang mempunyai cermin datar dan cekung yang terdapat dibawah
kondensor, berfungsi untuk mengarahkan cahaya yang berasal dari sumber cahaya
luar kedalam kondensor.
Lensa-Lensa Mikroskop
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan yang pertama yakni
menentukan banyaknya struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada
bayangan akhir.
Ciri yang penting pada lensa obyektif selain pembesarannya (misal 40x)
adalah nilai Apertur (NA) yaitu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan
menentukan daya pisah spesimen yakni kemampuan lensa obyektif untuk
menunjukkan struktur-struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.
Lensa okuler berfungsi memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa
obyektif. Pembesarannya berkisar antara 4 x 25 x.
Kondensor berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada
obyek yang akan difokus sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya
pisah yang maksimal. Jika daya pisah berkurang, dua benda nampak menjadi satu
dan tidak lagi nampak sebagai dua benda yang terpisah. Pembesaran akan kurang
bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik. Cermin cekung digunakan
jika memakai cahaya matahari atau bila tanpa kondensor.
Peralatan Laboratorium sederhana yang biasa digunakan di Laboratorium
Kimia Dasar, umumnya terdiri dari peralatan gelas yang sering digunakan dan
sangat diperlukan sebagai sarana dan alat bantu untuk melakukan percobaan
(sederhana). Beberapa peralatan yang umum dipakai di laboratorium adalah:
1. Gelas kimia (beaker glass), berbagai ukuran yang ditulis di bagian luar,
ukuran ini sesuai dengan kapasitas penampungannya. Digunakan untuk
menampung cairan atau larutan, juga memanaskan nya, terbuat dari gelas
bahan kuat pemanasan misalnya Pyrex.
2. Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask), seperti halnya gelas kimia, karena
berbentuk labu erlenmeyer ini bisa digunakan untuk mengaduk cairan melalui
pengocokan, juga bisa untuk melakukan titrasi. Untuk titrasi ini ada labu yang
disebut labu titrasi, yang bentuknya mirip erlenmeyer hanya lehernya lebih
lebar.
3. Gelas ukur (graduated cylinder) atau labu ukur adalah alat untuk mengukur
volume cairan yang terdapat di dalamnya (berukuran), oleh karena itu skala 0
(dalam millilitre, mL) akan terletak di bagian bawah. Masukkan jumlah zat
cair yang akan diukur volumenya, lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai
skala yang diinginkan. Yang penting di sini adalah cara membaca skala harus
dibaca garis singgung skala dengan bagian bawah miniskus cairan. Miniskus
adalah garis lengkung (untuk air akan cekung) permukaan cairan akibat
adanya gaya adhesi atau kohesi zat cair dengan gelas.. Juga terdiri dari
berbagai macam ukuran/kapasitas.
4. Pipet (pipette), untuk mengukur volume cairan yang kita ambil atau perlukan.
Ada beberapa macam, pertama pipet seukuran (volumetric pipette) yang hanya
bisa mengambil sejumlah volume (dengan tepat) cairan, kedua pipet
berukuran (graduated measuring) yang bisa mengatur jumlah volume (dengan
teliti) cairan yang kita ambil, ketiga pipet tetes (medicine dropper/Pasteur
pipette) yang bisa mengambil sejumlah kecil cairan.
5. Buret, sama seperti pipet berukuran, bedanya buret mempunyai kran untuk
mengatur keluarnya cairan, kita tidak perlu membaca setiap waktu ukurannya.
Alat ini digunakan untuk melakukan titrasi.
6. Tabung reaksi (Test Tube), terbuat dari gelas, berbagai macam ukuran yang
menunjukkan kapasitasnya, digunakan untuk melakukan reaksi kimia dalam
jumlah sedikit.
7. Kaca arloji (watch glass), terbuat dari gelas bening, berbagai ukuran
diameternya, digunakan untuk reaksi atau penguapan sederhana
8. Corong (funnel), terbuat dari gelas atau porselen, digunakan untuk menyaring
secara gravitasi, ada corong tangkai panjang dan pendek.
9. Corong buchner, jenis corong juga yang terbuat dari porselen, bedanya corong
ini digunakan untuk penyaringan cepat dengan cara penyedotan (suction)
melalui pengisap/vakum, juga dilengkapi dengan labu isapnya. Banyak
digunakan di laboratorium kimia organik.
10. Corong pisah (separating funnel), terbuat dari gelas, digunakan untuk
memisahkan dua lapisan cairan atau lebih, dalam cara pemisahan ekstraksi.
11. Cawan penguapan (evaporating Dish), terbuat dari porselen, berbagai ukuran
kapasitas, digunakan untuk menguapkan larutan.
12. Cawan krus (crucible), seperti cawan poreselen, hanya ukurannya lebih tinggi,
digunakan untuk menguapkan dilanjutkan dengan pemijaran zat padatnya.
13. Spatula, dengan berbagai ukuran, terbuat dari besi dan gelas, gunanya untuk
mengambil zat padat.
14. Batang pengaduk, terbuat dari gelas, digunakan untuk mengaduk larutan
dalam labu.
15. Kasa asbes (wire gauze/screen with asbestos center), kawat yang dilapisi
asbes, gunanya untuk menahan dan menyebarkan panas yang berasal dari api
bunsen.
16. Kaki tiga (tripod stand), terbuat dari besi yang menyangga ring, digunakan
untuk memanaskan.
Ada beberapa macam pembakar yang biasa digunakan di laboratorium,
antara lain pembakar Bunsen, Meeker dan Fisher (lihat gambar di samping), dan
pada prinsipnya memiliki prinsip yang sama. Alat ini di desain agar efisien dan
efektif dalam penggunaannya, karena kuantitas dan kualitas panas yang
dihasilkannya bisa diatur yaitu dengan kran penyalur gas (kuantitas) dan keping
udara (kualitas panas).

BAB V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Praktikan dapat mengenal tentang bagian-bagian mikroskop dan alat-alat
laboratorium. Contoh alat-alat laboratorium tersebut diantaranya yaitu : Gelas
ukur, Rak tabung reaksi, Tabung reaksi, Gelas beker, Pinset, Pipet
ukur, Glass beads, Ose, Cawan petri, Pipet, Cover glass, Objek
glass.
Mikroskop monokuler digunakan untuk mengamati detail didalam sebuah
sel. Bagian-bagian dari mikroskop yaitu lensa okuler, tabung mikroskop, revolver,
lensa objektif perbesaran lemah, lensa objektif perbesaran kuat, meja mikroskop,
klip, kaki mikroskop, cermin, diafragma, lengan mikroskop, pemutaran halus dan
pemutaran kasar. Cara menggunakan mikroskop dengan meletakkan preparat atau
objek kecil yang akna diamati dengan baik pada meja tepat di bagian lubang
preparat, pastikan sudah tertahan dengan penjepit objek, untuk mendapatkan
pembesaran yang optimal dengan menggunakan pemutar kasar sekaligus melihat
dari lensa okuler. Kemudian untuk memperoleh hasil pengamatan yang lebih
tajam dapat menggunakan pemutar halus.
Alat-alat laboratorium yang telah diperkenalkan yaitu: kaca pembesar,
penjepit kayu, corong, pipet ukur, mikro pipet, batang pengaduk, sprayer, tabung
reaksi, ose lengkung, rak tabung reaksi, gelas ukur, erlenmeyer, gelas beaker,
pinset, spatula, pipet tetes, cawan petri, dan gelas arloji. Salah satu cara
menggunakan alat laboratorium yaitu Erlenmeyer, berfungsi untuk mencampur zat
atau menghomogenkan bahan-bahan komposisi media.

5.2. Saran
Perhatikan baik-baik apa yang disampaikan oleh kakak pembimbing.
Pahami betul-betul fungsi dari peralatan laboratorium yang akan digunakan untuk
praktikum selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Junitha IK, Pharmawati M, Astiti PA, Wirasiti N, Suaskara IBM, Suartini NM.
2013. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. [Online]. [Diakses 14 November
2016]

Purwanti WH. 2009. Alat dan Bahan Kimia dalam Laboratorium IPA. Makalah
Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium IPA; 2009 Feb 21-22;
Yogyakarta. [Online]. [Diakses 14 November 2016]

Tim Penyusun Program Tahap Persiapan Bersama Institut Teknologi Bandung.


2016. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. [Online]. [Diakses 14
November 2016]
Muslimin, Shahabuddin. 2013. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Unit
Pelaksana Teknis Laboratorium Dasar, Universitas Tadulako. [Online].
[Diakses 14 November 2016]

Anda mungkin juga menyukai