Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM Nilai

GKP 0301 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 1 praktikum


(DASAR)
Laboratorium Sistem Informasi Geografis
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

ACARA 4: TOPOLOGY RULES

KELOMPOK HARI: SELASA PUKUL: 09.00


NUR MEDISYANNING KHOIRULUSWATI 15/377526/GE/07967

ASISTEN:
1. DZIMAR AKBARUR
2. FAJAR DEWANGGA
3. ANGGITO VENUARY S
4. AKBAR NANDATAMA

A. JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN SINGKAT DAN JELAS


SESUAI YANG ANDA PEROLEH DARI KEGIATAN PRAKTIKUM!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan topologi! [10]
Topologi adalah pendefinisian secara matematis untuk menjelaskan
hubungan antara objek objek spasial yang saling terkait (Valupi dan
Kurniati, 2015). Topologi dalam SIG disusun dalam suatu tabel secara
terstruktur dan sistematis, agar hubungan spasial antar objek dapat
diketahui. Tabel topologi terdiri dari tabel titik, garis dan area yang
memiliki rules atau aturan aturan tertentu.

(Valupi, Rizka dan Erna Kurniati. 2015. Modul Pelatihan


TechnoGIS, GIS Basic. Yogyakarta: TechnoGIS Indonesia)

2. Mengapa topologi diperlukan dalam pengelolaan data vektor? [10]


Topologi diperlukan dalam pengelolaan data vetor karena topologi
memiliki fungsi untuk memastikan mutu suatu objek secara spasial dan
mengidentifikasi adanya kemungkinan kesalahan kesalahan yang
terdapat pada data atau objek tersebut. Fungsi topologi dapat dilakukan
dengan menerapkan rules atau aturan aturan pada suatu feature,
seperti:
- Untuk poligon Must not overlap, Must not have gap, Must not
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar) ver 1 2016
I-1
intersect
- Untuk garis (arc) Must not overlap, Must not intersect, Must not
have dangles
- Untuk titik (node) Koreksi dilakukan dengan membiarkan atau
menghapus feature yang salah

3. Sebutkan tipe atau macam fungsi topologi yang Anda ketahui! [10]
Topologi dibedakan menjadi Map Topologi dan Geodatabase Topologi. Map
topologi hanya memberikan fasilitas kepada pengguna untuk melakukan
editing data, sedangkan Geodatabase topologi merupakan topologi yang
dibuat secara permanen didalam geodatabase dimana pengguna dapat
menerapkan rules atau aturan aturan yang diinginkan. Pengguna dapat
menggunakan tools untuk mengkoreksi, memvalidasi dan mengedit
feature.

B. HASIL PRAKTIKUM
1. Gambarkan diagram alir proses pembuatan topologi! [10]

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar) ver 1 2016
I-2
Input
ArcMap 10.2

Proses
Membuat topologi baru untuk feature class kerapatan
vegetasi

Proses
Menerapkan rule Must Not Have Dangles

Proses
Mengetahui kesalahan melalui tool error inspector

Proses
Memperbaiki kesalahan menggunakan opsi extend,
trim atau snap

Proses
Konversi feature polyline menjadi polygon

Output
Peta kerapatan vegetasi tipe poligon

2. Screen capture hasil topology rules untuk fitur kerapatan vegetasi


dan dialog box besarnya kesalahan fitur! [10]

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar) ver 1 2016
I-3
3. Topology rules apa yang anda terapkan untuk medapatkan hasil
yang maksimal pada data vektor dalam praktikum kali ini? Jelaskan
alasannya! [15]
Must not have dangles, yang mengandung perngertian bahwa
garis pada suatu layer kedua ujungnya harus menyentuh garis pada layer
yang sama. Dimana suatu garis yang tidak menyentuh garis lainnya
dianggap sebagai error. Rule ini hanya bisa diterapkan pada feature garis,
dan digunakan untuk peta kerapatan vegetasi karena peta tersebut
merupakan feature garis. Selain itu, peta kerapatan vegetasi yang semula
berupa polyline akan diubah menjadi tipe polygon, sehingga pada peta
tersebut tidak boleh terdapat dangles.

4. Berdasarkan penerapan rule tersebut, terdapat beberapa tempat


yang mengalami kesalahan. Sebutkan dan Jelaskan jenis perbaikan
yang dapat dilakukan! [15]

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar) ver 1 2016
I-4
Rule yang digunakan pada fitur garis pada praktikum ini adalah
Must Not Have Dangles. Dangles adalah endpoints dari sebuah
garis yang tidak menempel atau terhubung dengan garis lain di
dalam suatu feature class. Beberapa dangles harus diextend
mendekati suatu poligon, dangles lain yang overshoot (tidak
saling terhubung tapi saling berpotongan) harus di snap to dan
ada juga yang harus ditrim.
(http://desktop.arcgis.com/en/arcmap/10.3/manage-data/editing-
fundamentals/exercise-4b-using-geodatabase-topology-to-fix-
line-errors.htm)
Fungsi dari tools tersebut adalah:
Snap Menyatukan dangle ke garis terdekat.
Extend Menghubungkan satu garis ke garis yang lain atau
menyambungkan dangle pada ujung fitur garis ke fitur
didepannya.
Trim Memotong garis yang berpotongan dengan garis lain.

5. Dapatkah menggunakan rule tersebut untuk data lain yang sudah


dibuat misalnya, jalan dan sungai yang memiliki fitur sama!
Jelaskan! [10]
Ya, bisa. Karena rule must not have dangles hanya dapat diterapkan pada
fitur garis, selain itu pada objek jalan maupun sungai sering terdapat
dangles baik berupa garis overshoot atau undershoot.

6. Lakukan topology rules pada fitur jalan dan sungai (garis). Jelaskan
topology rules yang dipilih untuk memperbaiki kualitas data vector
tersebut! [10]
Topology rule yang cocok untuk fitur jalan dan sungai (line) antara lain:
Must not intersect atau must not overlap, karena sungai/jalan umumnya
berdekatan sehingga hasil didigitasi kedua objek tersebut sering terdeteksi
menjadi satu objek. Untuk mengatasi hal tersebut maka rule must not intersect
ataupun must not overlap digunakan agar objek atau garis garis tidak
bertampalan dan berpotongan.
Must not have dangles , digunakan untuk menyambungkan garis garis
yang terputus atau tidak terhubung pada layer yang sama

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar) ver 1 2016
I-5