Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan zaman dan makin meningkatnya permintaan
akan pembangunan bangunan vertikal, maka banyak bermunculan bermacam
macam jenis bangunan vertikal sehingga banyak pula keanekaragaman struktur
dan kontruksinya, yang berakibat pada tingkat kerumitan desain dan bahan
bangunan dari bangunan tersebut.
Beranekaragamnya kebutuhan akan bangunan vertikal merupakan
dampak langsung dari beranekaragamnya kebutuhan manusia, seperti
kebutuhan akan refreshing maka developer berlomba lomba membangun
sebuah tempat wisata atau resort maupun hotel sebagai tempat penunjang dari
kegiatan tersebut, atau kebutuhan manusia akan pendidikan maka developer
berlomba lomba membangun sarana pendidikan seperti sekolah, tempat
bimbel, dll. Salah satu dampak langsung dari beranekaragamnya kebutuhan
manusia yaitu pembangunan Asrama Mahasiswa sebagai hunian atau tempat
tinggal sementara yang diperuntukkan bagi mahasiswa suatu universitas atau
perguruan tinggi dimana system pengelolaannya umumnya dikelola langsung
oleh pihak kampus dan dilengkapi oleh beberapa fasilitas penunjang seperti
kantin, tempat fotocopy, minimarket, warnet, dan fasilitas lainnya. Maka dari itu,
untuk memenuhi kebutuhan akan hunian/tempat tinggal sementara bagi
mahasiswa, maka penulis ingin merancang desain untuk asrama mahasiswa
beserta struktur dan kontruksinya.

B. Rumusan Masalah
1. Kebutuhan ruang apa saja yang dibutuhkan oleh suatu asrama mahasiswa?
2. Bagaimana desain penampilan bangunan asrama mahasiswa?
3. System struktur apa yang dipakai dalam pembangunan asrama mahasiswa?
4. Kebutuhan utilitas apa saja yang dibutuhkan pada asrama mahasiswa?

C. Sistem Penulisan
Sistematika penulisan ini di buat agar memudahkan pembaca memahami
tentang tugas ini. Sistematika penyusunan tersebut adalah sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan

1
Pada bagian ini di jelaskan mengenai nama proyek, maksud dan tujuan,
serta rumusan masalah

BAB II : pembahasan

Pada bagian ini menjelaskan tentang keseluruhan bangunan mulai dari


kebutuhan ruang, besaran ruang, struktur bangunan, dan utilitas.

DAFTAR PUSTAKA

Pada bagian ini terdapat berbagai sumber dari penulisan tugas ini

LAMPIRAN

Pada bagian ini dilampirkan gambar gambar sebagai acuan pembuatan


tugas ini.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kebutuhan Ruang
1. Nama Ruang
Penentuan ruang dikelompokkan berdasarkan kelompok ruang, yaitu :
a. Kelompok Ruang Administrasi
Ruang Informasi
Ruang Pimpinan
Ruang Staf

2
Ruang Rapat
Pantry
Lavatory

b. Kelompok Ruang Hunian


Asrama Putra
Ruang Tidur
Ruang Bersama
Lavatory (Kamar Mandi/WC dan Ruang Cuci & Jemur)
Dapur
Ruang Makan
Gudang

Asrama Putri
Ruang Tidur
Ruang Bersama
Lavatory (Kamar Mandi/WC dan Ruang Cuci & Jemur)
Dapur
Ruang Makan
Gudang
c. Kelompok Ruang Penunjang
Ruang Tamu
Klinik
Warnet
Toko ATK
Lavatory (pria & wanita)
Gudang
Lapangan Olahraga (semi Indor)

d. Kelompok Ruang Servis


Ruang ME
Ruang AHU
Pos Keamanan

2. Perincian tiap lantai


a. Lantai 1
Area parkir indoor
Lapangan Olahraga : standar luas lapangan 150 m 2
Gudang : standar luas ruang 12 m2
Ruang ME : standar luas ruang 9 m2
Ruang AHU : standar luas ruang 9 m2
Pos Keamanan : standar luas ruang 12 m2
b. Lantai 2

3
Warnet : standar luas ruang 20 m2
Toko ATK : standar luas ruang 20 m2
Klinik : standar luas ruang 15 m2
Lavatory :
Standar luas lavatory pria 11 m2
Standar luas lavatory wanita 13,6 m2
Gudang : standar luas ruang 12 m2

c. Lantai 3
Ruang Informasi : standar luas ruang 4,5 m2/orang
Ruang Pimpinan : standar luas ruang 15 25 m 2/orang
Ruang Staf : standar luas ruang 4,5 m2/orang
Ruang Rapat : standar luas ruang 1,6 2 m 2/orang
Pantry : standar luas ruang 6 m2/orang
Lavatory : standar luas ruang 3 m2/unit
d. Lantai 4
Ruang tamu : standar luas ruang 2,5 m2/orang
Lavatory (pria&wanita) : standar luas ruang 3 m 2/unit
e. Lantai 5 - 20
Asrama Putra
1) Ruang Tidur : standar luas ruang tidur 5,4 m2/orang
2) Ruang Bersama : standar luas ruang 0,2 0,4 m 2/orang
3) Lavatory :
Kamar mandi / WC : standar luas ruang 1,2 1,6 m 2
Ruang cuci dan jemur : standar luas ruang 16 m 2
4) Dapur : standar luas dapur 3 m2 dengan jumlah 2 dapur/lantai
5) Ruang Makan : standar luas ruang 0,2 0,4 m 2/orang
6) Gudang : standar luas ruang 12 m2
Asrama Putri
1) Ruang Tidur : standar luas ruang tidur 5,4 m2/orang
2) Ruang Bersama : standar luas ruang 0,2 0,4 m 2/orang
3) Lavatory :
Kamar mandi / WC : standar luas ruang 1,2 1,6 m 2
Ruang cuci dan jemur : standar luas ruang 16 m 2
4) Dapur : standar luas dapur 3 m2 dengan jumlah 2 dapur/lantai
5) Ruang Makan : standar luas ruang 0,2 0,4 m 2/orang
6) Gudang : standar luas ruang 12 m2

3. Gambar bentuk lantai


4. Penampilan Bangunan
linier
pola linier adalah jalan yg lurus yg dapat menjadi unsur pembentuk
utama deretan ruang. Tipe ruang ini biasanya menempatkan fungsi-fungsi
yang ada dalam satu tata atur yang menyerupai sebuah garis lurus yang

4
meneruskan fungsi dari ruang satu ke ruang yang lain sehingga terjadi
interaksi tatap muka langsung antar keduanya.

radial
Tipe Ruang radial merupakan perkembangan dari tipe ruang pertama
hanya saja pada tipe ini punggung saling berhadapan sehingga muka
mengarah keluar dan tidak ada akses masuk untuk kedalam.
Pada jenis tipe radial harus menentukan satu fungsi ruang yang akan
dijadikan pusat perhatian penghuni, dan ruang-ruang yang memiliki fungsi
lain akan selalu mengarah atau memusatkan pada ruang yang dijadikan
pusat. Bisa disebut juga pusat/center dari ruangam tersebut dimana
langkah sesorang akan otomatis mengarah pada ruangan itu.
spiral
Pola spiral adalah suatu jalan menerus yang bersasal dari titik pusat,
berputar mengelilinginya dan bertambah jauh darinya.

5
network
pola ini terdiri dari beberapa jalan yang menghubungkan titik-titik
terpadu dalam ruang.

campuran

pola ini dalah kombinasi dari sirkulasi pada suatu bangunan,


misalnya. Karenya terbentuk orientasi yang membingungkan.

B. Alternatif Struktur
1. Sub Struktur

Pondasi tiang digolongkan


berdasarkan kualitas bahan material
dan cara pelaksanaan. Menurut
kualitas bahan material yang

6
digunakan, tiang pancang dibedakan menjadi empat yaitu tiang pancang
kayu, tiang pancang beton, tiang pancang baja dan tiang pancang composite
(kayu beton dan bajabeton). Tiang Pancang Beton Tiang pancang beton
berdasarkan cara
pembuatannya dibedakan
menjadi dua macam yaitu :

- Cast in place (tiang beton


cor ditempat atau fondasi
tiang bor) dan
- Precast pile (tiang beton
dibuat ditempat lain atau
dibuat dipabrik).
Pondasi tiang pancang dibuat ditempat lain (pabrik, dilokasi) dan baru
dipancang sesuai dengan umur beton setelah 28 hari. Karena tegangan tarik
beton adalah kecil, sedangkan berat sendiri beton adalah besar, maka tiang
pancang beton ini haruslah diberi tulangan yang cukup kuat untuk menahan
momen lentur yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan
pemancangan. Pemakaian fondasi tiang pancang beton mempunyai
keuntungan dan kerugian antara adalah sebagai berikut ini :
Keuntungan nya yaitu :
1. Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kualitas ketat, hasilnya
lebih dapat diandalkan. Lebih lebih karena pemeriksaan dapat dapat
dilakukan setiap saat.
2. Prosedur pelaksanaan tidak dipengaruhi oleh air tanah
3. Daya dukung dapat diperkirakan berdasarkan rumus tiang pancang
sehingga mempermudah pengawasan pekerjaan konstruksi.
4. Cara penumbukan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung
vertikal.

2. Super Struktur
- Kolom

Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul
beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang

7
memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada
suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya
(collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse)
seluruh struktur
kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban
utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom
utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak
begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka
struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk
bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan
tulangan pokok 8d12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah
besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 10 cm maksudnya begel diameter 8
dengan jarak 10 cm).

Kolom Praktis berpungsi membantu kolom utama dan juga sebagai


pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau
pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut). Dimensi kolom praktis 15/15
dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8-20.

- Plat lantai
Pelat lantai adalah bagian dari eleman gedung yang berfungsi sebagai
tempat berpijak. Perencanaan elemen pelat lantai tidak kalah pentingnya
dengan perencanaan balok, kolom, dan pondasi. Pelat lantai yang tidak
direncanakan dengan baik bisa menyebabkan lendutan dan getaran saat
ada beban yang bekerja pada pelat tersebut.
- Balok
Balok akan menerima beban dari plat yang ada di atasnya dan dari berat
beton itu sendiri. Pembebanan pada sebuah balok menimbulkan tegangan
tarik, desak dan geser.
Balok terbagi 3 yaitu :
1. Balok Induk, adalah semua balok yang melintang tanpa topang pada
seluruh lebar bangunan dan pada kedua ujungnya bertumpu pada kolom.
(biasanya mempunyai bentang 3 meter).

8
2. Balok Anak, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada
balok induk, digunakan untuk memperkecil petak-petak lantai disetiap
ruangan. (biasanya mempunyai bentang 2 meter).
3. Balok Bagi, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada
balok anak atau balok induk atau pada salah satunya bertumpu pada
balok anak atau balok induk. Digunakan untuk memperkecil petak-petak
lantai disetiap ruangan. (biasanya mempunyai bentang 1 meter).

3. Elemen Struktur

Jenis-jenis elemen struktur dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Balok dan Kolom


Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku
horisontal di atas elemenkaku vertikal adalah struktur yang umum
dijumpai. Elemen horizontal balok" sering disebut sebagai elemen lentur
yaitu memikul beban yang bekerja secara transversaldari panjangnya dan
mentransfer beban tersebut ke kolom vertikal yang menumpunya.Kolom
dibebani beban secara aksial oleh balok kemudian mentransfer beban
tersebut ke tanah. Kolom yang memikul balok tidak melentur ataupun
melendut karena kolompada umumnya mengalami gaya aksial tekan saja.
2. Rangka
Rangka mempunyai aksi struktural yang berbeda dengan jenis
balok-tiang karenaadanya titik hubung kaku antara elemen vertikal dan
elemen horisontal. Kekakuan titik hubung ini memberikan banyak
kestabilan terhadap gaya lateral. Kekakuan titik hubungadalah salah satu
dari berbagi jenis hubungan yang ada di antara berbagai
elemenstruktur.'ada sistem rangka baik balok maupun kolom akan
melentur sebagai akibat adanya aksi beban pada struktur
3. Rangka Batang
Struktur rangka batang adalah struktur yang terdiri dari kumpulan
elemen batang yangdisambung untuk membentuk suatu geometri tertentu
sedemikian sehingga apabila diberi beban pada titik buhul !titik pertemuan
antar batang" maka struktur tersebut akanmenyalurkan beban ke tumpuan
melalui gaya aksial !tarik atau tekan" pada batangbatangnya.)itik buhul

9
dimodelkan berperilaku sebagai sambungan pin !engsel" sehingga tidak
bisamenahan atau menyalurkan momen ke batang yang lain.
4. Pelengkung
Pelengkung adalah struktur yang dibentuk oleh elemen garis yang
melengkung danmembentang di antara dua titik. 'ada umumnya terdiri
atas potonganpotongan kecil yang mempertahankan posisinya akibat
adanya tekanan dari beban.
5. Dinding dan pelat
Dinding dan pelat datar adalah struktur kaku pembentuk
permukaan. dinding pemikul beban biasanya dapat memikul baik beban
arah vertikal maupun beban lateral gempa, angin dan lain-lain. pelat
datar biasanya digunakan secara horisontal dan memikul beban sebagai
lentur#dan meneruskannya ke tumpuan. Struktur pelat biasanya terbuat
dari beton bertulangatau baja.
6. Cangkang Silindrikal dan terowongan
Cangkang contohnya adalah struktur pelat-satu-kelengkungan.
cangkang mempunyai bentang longitudinal dan lengkungannya tegak
lurus terhadap diameter bentang.Cangkang dibuat dari material kaku
misalnya beton bertulang atau baja". Terowongan berbeda dengan
cangkang yaitu struktur berkelengkungan tunggal yangmembentang
secara transversal. Terowongan dapat dipandang sebagai pelengkung
menerus.
7. Kubah dan Cangkang Bola
Kubah sangat efisien digunakan pada suatu bangunan dengan
bentang besar. Tingkat kesulitan perhitungan lebih rumit.
8. Kabel
kabel adalah elemen struktur fleksibel. Bentuknya sangat
tergantung pada besar danperilaku beban yang bekerja padanya. Kabel
dapat digunakan pada bentang yangpanjang. Biasanya digunakan pada
jembatan yang memikul dek jalan raya beserta lalulintas di atasnya.
9. Membran tenda dan Jaring
membran adalah lembaran tipis dan fleksibel. tenda biasanya
dibuat dari permukaanmembran. Bentuk yang sederhana maupun
kompleks dapat dibuat dengan menggunakan membran-membran. Jaring
adalah permukaan yang terbuat dari sekumpulan kabel lengkung yang

10
melintang. Jaring mempunyai analogi dengan kulitmembran. dengan
memungkinkan adanya
lubang saringan untuk
variasi sesuaikeperluan
maka sangat banyak
bentuk permukaan yang
dapat diperoleh. Salah
satu keuntungan
penggunaannya yaitu
penempatan kabel dapat
mencegah atap dari getaran akibat tekanan dan isapan angin. Selain itu
gaya tarik umumnya dapatdiberikan pada kabel dengan alat jacking
sehingga seluruh permukaan dapatmempunyai tahanan terhadap
getaran pada atap.

C. Kebutuhan Utilitas
1. Pencahayaan
Pencahayaan dalam asrama mahasiswa menggunakan pencahayaan
alami dan buatan. Untuk pencahayaan alami, bangunan menggunakan
bukaan bukaan atau jendela yang diatur sedemikian rupa sehingga
penempatannya penghuni asrama merasa nyaman. Pemilihan jenis kaca
yang akan digunakan sebagai akses cahaya masuk ke dalam ruangan juga
harus dipertimbangkan dengan baik. Pemasangan kaca sebgai elemen
pencahayaan alami juga harus dipertimbangkan, apakah menggunakan
frame atau tidak. System pemasangan dengan menggunakan frame agar
menjaga kaca pada tempatnya, juga berpengaruh pada tampilan bangunan.
Sementara system frameglass atau tanpa frame juga menjaga kaca pada
tempatnya yaitu dengan menjepit kaca pada bidangnya dengan menembus
kaca ke bidang sisi yang berbeda. System ini memiliki kekuatan yang lebih
besar karena tidak terbatas pada panjang dan lebar kaca.
Cahaya buatan diperoleh dari perusahaan pemerintah yang dikenal
dengan Perusahaan Listrik Negara(PLN) melalui suatu pembangkit tenaga.
PLN menyelenggarakan dan menyiapkan suatu tenaga pembangkit listrik

11
dengan system PLTU, PLTA, dan PLTD. Dari pembangkit ini listrik dialirkan
melalui kawat kabel bertegangan tinggi ke kota dan diubah menjadi tegangan
menengah yang berada di jalan jalan besar menuju ke gardu gardu PLN
tertentu dan disalurkan kepada bangunan bangunan yang memerlukan.
2. Penghawaan
Penghawaan pada bangunan asrama mahasiswa menggunakan
penghawaan alami dan buatan. Penghawaan alami dengan cara
mendapatkan udara segar dari alam dengan memberikan bukaan pada
daerah daerah yang diinginkan, dan memberikan ventilasi yang sifatnya
menyilang pada bangunan.
Untuk bangunan
asrama mahasiswa ini
menggunakan system
penyegaran udara saluran
tunggal sentral dan system
unit paket. Maksudnya
untuk mendinginkan asrama mahasiswa biasanya 1 atau 2 ruangan dilayani
oleh 1 alat pendingin atau system saluran tunggal sentral (AC Split atau multi-
split).
3. Kebutuhan Air Bersih
Untuk penyimpanan air bersih dari pompa atau PAM, volume air disesuaikan
dengan keperluan penghuni seluruhnya, dihitung per 8 jam. Air bersih pada
asrama mahasiswa dapat disimpan di ground reservoir dan tangki air. Untuk
bangunan berlantai banyak memerlukan ruangan besar untuk grown reservoir
dan untuk memenuhi persyaratan sebagai tempat penyimpanan air maka
digunakan bahan dari beton. Sementara itu untuk tangki air diusahakan
terbuat dari bahan yang ringan bukanbeton seperti fibre glass atau plat plat
baja yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk kotak dengan
ukuran yang dikehendaki.
4. Pembuangan Air Kotor
Untuk pembuangan air bekas cucian pakaian atau peralatan lainnya
menggunakan pipa pembuangan PVC yang diusahakan setiap 400 cm

12
dibuat sambungan dengan pipa pipa lain. Pembuangan air bekas cucian ini
dapat dialirkan ke saluran lingkungan kota.
Sementara untuk air limbah tidak boleh dibuang sembarangan ke seluruh
lingkungan, harus ditampung dalam bak penampungan. Saluran air limbah di
dasar bangunan dialirkan pada jarak sependek mungkin & tidak boleh
membuat belokan tegak lurus, dialirkan dengan kemiringan 0,5 1% ke
dalam bak penampungan(septic tank). Untuk bangunan asrama mahasiswa
harus menggunakan septic tank berukuran besar yang biasa disebut dengan
pengolah limbah/sewage treatment(STP). Limbah yang terkumpul diolah
secara mekanis, diaduk, diberi udara supaya bakteri bakteri dapat
memproses limbah tersebut dengan baik. Hasil pengolahan limbah diberi zat
pembersih sehigga air bekas limbah dapat dibuang melalui saluran kota. STP
diletakkan diluar gedung.
5. Sistem Transportasi dalam Bangunan
Alat transportasi dalam bangunan vertikal
berlantai banyak yaitu elevator atau yang
biasa disebut dengan lift. Untuk
menentukan criteria perancangan lift
penumpang perlu diperhatikan tipe dan fungsi dari bangunan, banyaknya
lantai, dan intervalnya. Dalam peraturan bangunan khususnya untuk lift
ketepatan berangkat dan berhentinya lift harus tanpa sentakan yang
mengganggu penumpang, untuk 20 s.d 50 lantai kecepatan lift 270 360
m/menit. Lift yang digunakan pada asrama mahasiswa ini berupa lift
penumpang yang transparan berbentuk segi empat, dimana lift yang
interiornya berupa kaca tembus pandang supaya dapat menikmati
pemandangan dari luar.
6. Sistem Keamanan
System keamanan pada bangunan asrama mahasiswa ini terdiri dari
system keamanan pencegahan kebakaran, system security dan CCTV, serta
system penangkal petir.
Pencegahan Kebakaran

Untuk menghidari terjadinya kebakaran pada suatu bangunan yang


dapat menimbulkan kerugian materi maupun manusia, serta kerusakan
13
lingkungan sekitar bangunan, maka system system peralatan Mekanikal
Elektrikal diusahakan terbuat dari bahan bahan yang tahan api. Selain
itu diperlukan alat untuk menutup lubang saat terjadi kebakaran sehingga
api dan asapnya tidak menjalar ke ruangan lain (Control ducting atau fire
damper) supaya asap dan api tidak menjalar akibat pengkondisian AC.
Selain itu, tangga darurat harus dilengkapi dengan pintu tahan api,
minimum 2 jam dengan arah bukaan pintu kea rah tangga dan dapat
menutup kembali secara otomatis, dilengkapi juga dengan lampu darurat
dan tanda petunjuk. Tangga darurat dalam kebakaran yang efektif
mempunyai jarak maksimum 25 meter dengan lebar tangga minimum 1,2
meter dan tidak boleh menyempit ke arah bawah.

Selain mengusahakan alat alat tersebut, juga harus menyediakan


hidran kebakaran, yaitu alat untuk memadamkan kebakaran yang sudah
terjadi dengan menggunakan alat baku air. Untuk memasang alat hidran
diperlukan syarat syarat seperti :

1. Sumber persediaan air hidran kebakaran harus diperhitungkan


pemakaian selama 30 60 menit dengan daya pancar 200
galon/menit.
2. Pompa pompa kebakaran & peralatan listrik lainnya harus
mempunyai aliran listrik tersendiri dari sumber daya listrik darurat
3. Selang kebakaran berdiameter antara 1,5 2 yang terbuat dari
bahan tahan panas, dengan panjang selang 20 30 meter.
4. Harus disediakan kopling penyambungan yang sama dengan kopling
unit pemadam kebakaran.
5. Penempatan hidran harus terlihat jelas, mudah dibuka, mudah
dijangkau, dan tidak terhalang oleh benda benda lain.

Jumlah pemakaian hidran kebakaran pada bangunan harus


ditentukan dari klasifikasi bangunan dan luas bangunan tersebut.
Untuk klasifikasi bangunan A(struktur utamanya harus tahan terhadap
api sekurang kurangnya 3 jam) = 1 buah/800m2, B(Struktur
utamanya tahan terhadap api sekurang kurangnya 2 jam) =

14
1buah/1000m2 dan C(struktur utamanya tahan terhadap api sekurang
kurangnya 1 jam) = 1buah/1000m2.

Sistem Security & CCTV

CCTV dipasang disetiap sudut


ruangan yang tersembunyi yang diinginkan
oleh bagian keamanan. CCTV bekerja 24
jam sesuai dengan kebutuhan. Dalam system ini peralatan yang
diperlukan yaitu : kamera, monitor televise, kabel coaxial,timelaps video
recorder, serta ruang sekuriti yaitu ruang untuk penempatan monitor
monitor dan dilengkapi fasilitas AC, toilet, serta penerangan tersendiri.

Penangkal petir

Penangkal petir dipasang di puncak bangunan tinggi dengan


system Sangkar Faraday. Batang runcing dari bahan copper spit dipasang
[aling atas dan dihubungkan dengan batang tembaga menuju elektroda
yang ditanahkan. Batang elektroda pentanahan dibuat bak control untuk
memudahkan pemeriksaan dan pengetesan. System ini dibuat
denganjangkauan yang luas.

7. Pembuangan Sampah
Limbah sampah baik kering
maupun basah perlu diberi tempat
khusus yang dapat menampung
sampah sementara sebelum
dibawa oleh truk truk
pengangkut sampah. Untuk
bangunan bangunan berlantai banyak perlu dipersiapkan boks boks
untuk tempat pembuangan sampah yang terletak di tempat tempat
bagian servis di setiap lantai dan boks penampungan di bagian paling
bawah berupa ruangan atau gudang dengan dilengkapi kereta kereta
bak sampah.

15
Masing masing boks setiap lantai dihubungkan dengan pipa
penghubung dari beton/PVC/asbes dengan diameter 10 14. Dinding
paling atas dilengkapi dengan kran air untuk pembersihan atau
pemadaman jika terjadi kebakaran serta diberi lubang untuk udara.
Sementara itu, gudang sampah harus berukuran besar serta harus dapat
dijangkau dengan mudah oleh kendaraan pengangkut sampah.

DAFTAR PUSTAKA

Manurung,Parmonangan,2012,Pencahayaan Alami Dalam Arsitektur,Penerbit ANDI :


Yogyakarta.

Tangoro,Dwi dkk,2005,Teknologi Bangunan,Penerbit Universitas Indonesia : Jakarta.

Tangoro,Dwi,2010,Utilitas Bangunan,Penerbit Universitas Indonesia : Jakarta.

https://www.academia.edu/6784018/Jenis-jenis_Elemen_Struktur

16
LAMPIRAN

17
18
19