Anda di halaman 1dari 64

KATA PENGANTAR

Marilah kita panjatkan puji serta syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan karunianya laporan lengkap praktikum CAD ini dapat diselesaikan.

Dengan adanya praktek ini telah menambah wawasan dalam hal teknologi teknik mesin
yang sangat dibutuhkan oleh seorang mahasiswa agar menjadi seorang mahasiswa yang mampu
bersaing di dunia industri.

Penyusun juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan praktek ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama kepada
saudara I Gusti Agung Indra sebagai pembimbing praktek.

Untuk itu penyusun mohon maaf bila dalam laporan ini masih banyak kekurangan. Saran
dan kritik yang membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir
kata penyusun berharap agar laporan ini berguna bagi semua pihak dalam memberi informasi.

Depok, 18 Mei 2015

Penyusun

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pro/Engineering, PTC dari parametric, terpadu 3D CAD / CAM / CAE solusi,
digunakan oleh produsen untuk discrete mechanical engineering, desain dan produksi. Dibuat
oleh Dr Samuel P. Geisberg di pertengahan tahun 1980-an, Pro/Engineering adalah industri
pertama parametric, 3D CAD pemodelan sistem. parametric modeling menggunakan
pendekatan parameter, dimensi, dan memiliki hubungan yang ditujukan untuk menangkap
perilaku produk dan membuat resep yang memungkinkan otomatisasi dan desain optimasi
desain dan proses pengembangan produk. Ini kuat dan kaya pendekatan desain yang
digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang produk strategi adalah keluarga atau berbasis
platform-driven, di mana desain menentukan strategi sangat penting untuk keberhasilan proses
desain teknik embedding kendala dan hubungan dengan cepat mengoptimalkan desain, atau di
mana geometri yang dihasilkan mungkin kompleks atau berdasarkan equations.
Pro/Engineering menyediakan lengkap desain, analisis dan kemampuan manufaktur pada satu,
integral, scalable platform.

Kemampuan ini, termasuk solid model, surfacing, rendering, Data interoperabilitas,


dialihkan desain sistem, simulasi, analisis toleransi, dan hiasan yang dibuat dengan alat NC
dan Desain. Beberapa perusahaan di aerospace dan pertahanan, otomotif, teknologi tinggi dan
elektronik, peralatan industri, alat medis, dan industri lain menggunakan

Pro/engineering lengkap untuk membuat 3D digital model produk mereka. Pro/


engineering keluaran terdiri dari 2D dan 3D solid model data yang juga dapat digunakan di
hilir terbatas elemen analisis,prototyping cepat, hiasan yg dibuat dgn alat desain dan CNC
manufaktur. Semua data dan asosiatif yg dpt antara CAD, CAM dan CAE modul tanpa
konversi. Semua data dan asosiatif yg dpt antara CAD, CAM dan CAE modul tanpa konversi.
Sebuah produk dan seluruh Bill of Material (BoM) dapat model akurat asosiatif dengan penuh
rekayasa gambar,dan informasi kontrol revisi. Kemampuan ini memungkinkan yg berbarengan
teknik - desain, analisis dan insinyur yang bekerja di manufaktur paralel - streamlines
pengembangan produk dan proses Pro/Engineering adalah bagian integral dari pembangunan
yang lebih luas produk sistem yang dikembangkan oleh PTC.

1
2

1.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari dibuatnya laporan akhir praktikum CAD gambar mesin ini
adalah sebagai berikut :

1. Sebagai akhir dari praktikum CAD gambar mesin.


2. Agar penyusun laporan lebih mengerti dan memahami lagi cara menggunakan
fungsi-fungsi yang ada pada software Pro Engineer.
3. Sarana bagi penyusun laporan agar dapat mengembangkan kemampuan
komunikasi melalui tulisan.
4. Sarana bagi pembaca laporan untuk belajar software Pro Engineer.

1.3 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dari laporan praktikum antara lain :

1. BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang, tujuan, dan sistematika penulisan.
2. BAB II LANDASAN TEORI
Teori dasar dari CAD yang berisikan tentang pengertian mesin CAD, jenis-jenis tool
pada Auto Cad
3. BAB III ANALISA PRAKTIKUM
Terdiri dari maksud dan tujuan, alat dan bahan, langkah kerja praktikum, kesimpulan,
gambar benda hasil praktikum.
4. BAB IV ANALISA UJIAN
Terdiri dari soal-soal UTS dan UAS beserta pembahasannya.
5. BAB V PENUTUP
Terdiri dari kesimpulan dan daftar pustaka

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 CAD/CAM
CAD ( Computer Aided Design ) adalah program computer yang memungkinkan
seorang perancang untuk mendesain gambar rekayasa dengan mentransformasikan
gambar geometris secara cepat. Sedangkan CAM ( Computer Aided Manufacturing )
adalah system manufaktur yang mengoptimalkan kemampuan program komputer
untuk menterjemahkan disain rekayasa yang dibuat oleh CAD sehingga dapat
mengontrol mesin NC ( Numerical Controlled Machine ). Sistem CAD/CAM sendiri
terjadi apabila spesifikasi disain secara langsung diterjemahkan ke dalam spesifikasi
manufaktur. Jadi CAD/CAM merupakan penggabungan disain rekayasa dan instruksi
manufaktur.

Mesin NC sendiri adalah mesin yang peralatannya dikontrol oleh komputer dengan
sistem CAD/CAM. Untuk orang awam CAD/CAM dianggap alat gambar elektronik
saja yang dapat mempercepat proses menggambar, tetapi kenyataannya kemampuan
CAD/CAM jauh melebihi anggapan tersebut dimana CAD/CAM mempunyai fungsi
utama dalam disain, analisa, optimasi dan manufaktur. CAD/CAM biasa melakukan
analisa elemen hingga ( finite element analysis ), analisa transfer panas ( heat transfer
analysis ), analisa tekanan ( stress analysis ), simulasi dinamis dari mekanik ( dynamic
simulation of mechanisms ), analisa cairan dinamis ( fluid dynamic analysis ) dan lain-
lain.

2.2 Menu-Menu Dalam Pro-engineer


Di dalam Pro Engineer untuk membuat sebuah benda kerja maka kita harus
mengetahui menu-menu apa saja yang harus digunakan. Di bawah ini akan dijelaskan
menu apa saja yang ada di dalam software Pro Engineer.
2.2.1 Datum Plane
Fitur ini digunakan untuk membuat suatu bidang datum tambahan sebagai
referensi dalam pembuatan fitur/part dan assembly.
Prosedur Datum Planes:
1. Aktifkan datum plane tool.
2. Masukkan bidang referensinya dengan meng-klik datum yang telah ada seperti
planes, permukaan, edges (sisi), points, atau sumbu.
3
4
3. Untuk metode penempatan datum yang baru ada beberapa metode seperti:
a) Through:
Datum baru ditempatkan pada reference yang telah dipilih.
b) Offset :
Datum baru ditempatkan dengan jarak referensi yang telah dipilih.
c) Parallel:
Datum baru ditempatkan parallel terhadap referensi yang telah dipilih.
d) Normal:
Datum baru ditempatkan normal terhadap referensi yang telah dipilih.
4. Pilih OK
5. Untuk memasukan bidang referensi lebih dari satu tekan tombol CTRL pada
waktu memilih bidang referensi yang lain.
6. Untuk memasukkan bidang referensi lebih dari satu, tekan tombol CTRL pada
waktu memilih bidang referensi yang lain.
2.2.2 Datum Axis
Fitur ini sama seperti datum planes, datum axis berguna sebagai referensi
tambahan untuk pembuatan objek. Datum axis digunakan untuk membuat datum
planes, menempatkan objek yang membutuhkan garis tengah dan untuk membuat
sumbu.
1. Aktifkan Datum Axis Tools.
2. Masukan bidang referensi untuk datum axis yang baru.
3. Metode penempatan datum axis terdapat beberapa pilihan :
a. Normal :
Untuk menempatkan datum axis yang memepunyai jarak dengan
memasukkkannya di kotak offset reference.
b. Through :
Datum axis ditempatkan melewati bidang referensi yang telah dipilih.
4. Pilih OK untuk mengakhiri.

2.2.3 Extrude Tool


Fitur ini merupakan metode pembuatan yang mengijinkan kita untuk membuat
objek solid atau permukaan dan untuk menambahkan atau membuang material.
Prosedur pembuatan extrude :
1. Aktifkan extrude tools.
5
2. Klik create a section.
3. Pilih bidang gambar (datum) sebagai referensi.
4. Pilih sketch toolbar untuk menggambar secara 2D.
5. Klik continue.
6. Tentukan nilai kedalaman extrude.
7. Pada menu option terdapat pilihan :
Blind : Nilai ketebalan dimasukkan secara manual.
Symetric : Extrude dilakukan di bidang referensi yang telah dipilih
secara sama.
To Select : Objek di extrude dengan batasan yang telah kita pilih.
8. Click Apply icon.
9. Untuk extrude objek menjadi dua bagian dengan nilai yang berbeda, masukkan nilai
depth di side dua.
10. Remove Material : Berfungsi untuk membuang objek extrude.

2.2.4 Revolve Tool


Fitur ini berfungsi untuk membuat objek yang mempunyai sumbu putar di
center line berupa solid atau permukaan dan menambah atau membuang material.
Prosedur Revolve :
1. Aktifkan Revolve Tools.
2. Pilih create a section.
3. Pilih bidang referensi (datum reference).
4. Pilih sketchuntuk menggambar secara 2D.
5. Buat center lines untuk arah perputarannya.
6. Pilih continue.
7. Masukkan nilai sudut putar.
8. Pilih apply feature untuk menyelesaikannya.

2.2.5 Hole Tool


Fitur ini digunakan untuk membuat lubang pada objek solid. hole tools terdiri
dari dua tipe yaitu straight hole dan standard hole. Pada straight hole kita hanya dapat
menentukan diameter lubang dan kedalaman lubang, sedangkan pada standard hole
diameter lubang ditetapkan berdasarkan ISO dan UNC.
Prosedur pembuatan lubang :
6
1. Aktifkan hole tools.
2. Pilih tipe hole yang diinginkan yaitu straight hole dan standard hole.
3. Tentukan cara peletakan lubang ( Placement).
Linear : Letak lubang berdasarkan dua bidang.
Coaxial : Letak lubang bedasarkan sumbu dan bidang.
Radial : Letak lubang berdasarkan bidang yang berputar.
4. Isi diameter dan kedalaman lubang.
5. Tentukan jenis kedalaman pelubangan.
Blind : Mengisi nilai kedalaman.
Symetric : Membagi sama besar jarak kedalaman lubang pada suatu
bidang.
To Next : Kedalaman lubang sampai pemukaaan bidang berikutnya.
Through All : Kedalaman lubang sampai permukaan paling akhir.
Through Until : Kedalaman lubang sampai bidang batas yang ditentukan.
To Selected : Kedalaman lubang ditentukan sampai bidang permukaan
obyek.
2.2.6 Shell Tool
Fitur ini digunakan untuk merubah bentuk suatu objek solid menjadi bentuk
padat dengan ketebalan tertentu dimana salah satu permukaannya dapat dihilangkan.
Prosedur pembuatan shell :
1. Aktifkan Shell Tools.
2. Pilih permukaan benda yang akan dihilangkan (reference surface to be remove).
3. Masukkan nilai ketebalan di kolom thickness.
4. Click apply icon.
2.2.7 Draft Tool
Fitur ini digunakan utuk membuat suatu permukaan yang rata menjadi miring
berdasarkan suatu bidang tertentu ( draft hinges ).
Prosedur pembuatan draft :
1. Aktifkan Draft Tools.
2. Pilih bidang referensi :
- Pilih permukaan yang akan dihilangkan di draft surface.
- Pilih bidang yang akan di draft things.
- Masukkan sudut draft.
3. Split Option berfungsi untuk membagi bidang draft.
2.2.8 Round Tool
Fitur ini digunakan untuk membulatkan pertemuan dua bidang berdasarkan
radius tertentu.
Tipe round tool :
Edge : Dengan memilih sisi hasil pertemuan dua bidang/permukaan.
Surface Edge : Dengan memilih permukaan dan sisi yang terbentuk.
Surface-surface : Dengan memilih bidang-bidang yang akan dibentuk round.
Full Round : Untuk membuat round pada dua sisi hasil pertemuan tiga
bidang.

2.2.2 Chamfer Tool


Fitur ini digunakan untuk membuat sudut patah pada ujung siku hasil
pertemuan dua bidang yang hanya dapat ditentukan jaraknya.
Tipe chamfer tool :
DxD : Jarak patahan pada dua sisi sama besar.
D1 x D1 :Jarak patahan ditentukan berdasarkan panjang satu sisi dan sudut.
D x 45 :Jarak patahan ditetukan berdasarkan panjang sisi dan sudut 45.

2.2.3 Sweep Tool


Fitur ini digunakan untuk membuat suatu profil baik itu ekstrusi ( solid )
maupun berbentuk suatu potongan ( cut ) berdasarkan suatu alur ( path ) yang
ditentukan.
Prosedur sweep :
1. Pilih Insert>Sweep>Protrusion>Sketch traj.
2. Tentukan bidang referensi pada setup plane.
3. Pilih Okay>Default.
4. Buat lintasan trajectory, plih continue with untuk mengakhiri.
5. Buat objek di perpotongan garis centerline, pilih continue with untuk
melanjutkannya.
6. Pilih OK.

2.2.4 Blend Tool


Fitur ini digunakan untuk menghubungkan paling sedikit dua bidang yang
tersambung pada sisi-sisinya dengan permukaan transional.

8
Tipe Blend :
- Protusion : Untuk obyek solid
- Thin Protusion: Untuk obyek bedinding tipis
Prosedur pembuatan blend :
1. Aktifkan tool blend melalui Insert Blend pada menu bar. Pilih tipe blend yang
diinginkan. Maka akan tampil jendela Blend Opts.
2. Pilih salah satu option pada jendela Blend Opts, lalu klik Done.
Parallel : Semua bagian blend terletak pada bidang secara parallel pada
satu bagian sketsa.
Rotational : Bagian blend berotasi terhadap sumbu-Y, sampai sudut
maksimum 120. Setiap bagian dibuat secara individual dan
aligned menggunakan sistem koordinat.
General : Bagian-bagian pada general blend dapat berputar atau
bertranslasi sepanjang sumbu X, Y, dan Z. Setiap bagian dibuat
secara individual dan aligned menggunakan sistem koordinat.
Regular Sec : Fitur ini menggunakan bidang sketsa.
Project Sec : Fitur ini menggunakan proyeksi pada bagian permukaan yang
dipilih. Option ini hanya digunakan untuk parallel blend.
Select Sec : Pilih bagian entity. Option ini tidak digunakan pada parallel
blend.
Sketch Sec : Skets bagian entity.
3. Pada menu Attributes, pilih jenis tampilan blend :
Straight : Sisi-sisi yang terbentuk tidak beradius.
Smooth : Sisi-sisi yang terbentuk beradius/halus.
4. Pada menu Setup plane, pilih bidang referensi
Plane : memilih bidang yang sudah ada.
Make datum : Membuat datum baru.
Quit plane : Lalu klik Done untuk mengakhiri pilihan.
5. Pada tampilan menu SETUP SK PLN, pilih setup new dan pilih arah
pembuatan blend pada menu Direction.
Flip : Untuk merubah arah.
Okay : Untuk menerima arah.
6. Pada tampilan menu sketch view, pilih default.
- Tentukan bidang-bidang yang akan dijadikan referensi.
- Buat Sketsa gambar pertama, setelah jadi klik kanan dan pilih Toggle section
untuk membuat skets kedua. Lalu ulangi kembali untuk membuat gambar skets
ketiga jika diperlukan. Jumlah sisi-sisi antara gambar pertama, kedua,ketiga,
dan seterusnya harus sama.
- Tentukan titik Start Point pada masing-masing sketsa.
- Setelah gambar sketsa selesai klik icon continue
BAB III

ANALISA PRAKTIKUM
3.1 Latihan Connecting Rod

1. Buat new dengan nama connecting_rod.prt


2. Gunakan extrude tool dengan bidang gambar di front.
3. Buat sketch seperti gambar berikut.

Gambar 3.1 Sketch connecting rod

4. Setelah selesai sketch, pilih potions dan symmetric ekstrude dengan nilai 2,5
5. Buat datum axis, crank pin untuk lingkaran 9,75 dan piston pin lingkaran 6.75
6. Gunakan extrude tool dengan bidang gambar di front
7. Pilih sketched dan pilih semua referensi
8. Pilih connecting circle untuk membuat lingkaran.
9. Setelah selesai sketch, pilih options symmetrical extrude dengan nilai 8
10. Lalu ok, kemudian Simpan file.

10

Gambar 3.2 Connecting rod

3.2 Latihan Piston

Gambar 3.3Langkah 1 set working directory

1. Sebelum memulai latihan jangan lupa untuk klik file >Set Working Directory>ok.
Gambar 3.4Langkah 2 new

12
2. Lalu klik file >new> ketik judul latihan yang diinginkan lalu unchecklist use default
template> lalu ok > lalu setelah itu di new file option pilih mmns_parts_solid lalu ok.
3. Buat dua datum axis baru yaitu:

4. Datum axis piston pin, klik tool bar datum axis tool pilih datum top dan front sebagai
referensinya.
5. Pilih datum axis cylinder, klik tool bar datum axis tool pilih datum front dan right
sebagai referensinya.

Gambar 3.5 Datum axis

6. Buat cylinder di datum plane top berdiameter 30.5 dengan menggunakan fitur extrude,
side 1 blind 14 dan side 2 blind.
7. Guunakan fitur revolve untuk membuat kurva di bagian atas silinder.
8. Revolve tool >sketch > pilih plane front> sketch.
9. Pada tampilan sketch pilih sisi kiri atas dan sisi kanan silinder sebagai garis referensi,
dan buat center lines vertikal pada bagian tengah silinder.
10. Pilih continue with, dan masukan nilai angle 360 derajat.

13

Gambar 3.6 Kurva atas piston


11. Buat seperti gambar dibawah dengan menggunakan fitur extrude dan bagian
referensinya bagian bawah silinder, dengan kedalaman 25, lalu remove material.
Gambar 3.7 Lubang piston
12. Gunakan fitur ekstrude dengan bidang gambar front buat sketch seperti gambar
gunakan remove material, set kedalaman dengan metode thru all untuk side 1 dan
side 2.

14

Gambar 3.8 Potongan piston


13. Buat lubang dengan menggunakan fitur hole tools, letakan di pin piston dengan
bidang gambar front, diameter 8, depth throught all untuk side 1 dan side 2 .
14. Buat ring piston dengan menggunakan fitur revolved dengan bidang gambar front,
buat sketch pada gambar front seperti gambar.

Gambar 3.9 Lubang piston

15
15. Gunakan fitur extrude pada bidang front untuk membuat sketch seperti gambar
dibawah ini, dengan thrugh all pada side 1 dan side 2.

Gambar 3.10 Potongan

16. Buat potongan seperti pada gambar diatas.


Gambar 3.11 Piston
17. Jadilah benda Piston

3.3 Latihan Crankshaft

1. Buat new part dengan nama crenkshaft.prt


2. Gunakan fitur datum axis tool untuk membuat axis crank dan axis crank pin dengan
jarak 8.5

Gambar 3.11Datum

3. Buat datum plane offset 12,5 dari front plane dengan nama lobe front .
4. Buat datum plane offset -12,5 dari front plane dengan nama lobe rear .

Gambar 3.12 Sketch crankshaft

17
5. Buat sketch datum curve di front plane, seperti gambar.

Gambar 3.13 Sketch datum curve

6. Buat dua sketch datum curve berbentuk lingkaran untuk pin dan crank seperti pada
gambar
7. Ubah nama untuk diameter 5,5 menjadi pin_dia.
8. Ubah nama untuk diameter 8,5 menjadi crank_dia.
9. Gunakan extrude tool dan pilih diameter crank_dia sebagai bidang gambar.
10. Pilih continue untuk melanjutkan.
11. Pada menu options pilih blind untuk side 1 dan side 2 dengan nilai extrude 46,5 dan
73,5.
12. Klik datum curve lobe dan gunakan fitur extrude tool.
13. Pilih options dan gunakan to selected untuk side 1 dan side 2.
14. Bidang batasan untuk side 1 adalah lobe front.
15. Bidang batasan untuk side 2 adalah lobe rear.
16. Gunakan extrude tool dan pilih curve pin diameter.
17. Pada menu options, pilih extrude symmetrically dan isikan nilai 5.
18. Pada menu options, pilih extrude symetricelly dan isi kan 5. Gunakan remove material
dan flip arah material.

Gambar 3.14 Crankshaft


3.4 Latihan Assembly

Gambar 3.15 Assembly piston

1. Buat file baru dengan tipe assembly, hilangkan centang use default template dan beri
nama crank_assembly.prt
2. Pada tampilan awal assembly, terlihat datum-datum standar namun ada keterangan
asm di depannya.
3. Buat datum 2 buah datum axis dengan datum pertama top dan right sebagai
referensinya dan datum kedua front dan right sebagai referensinya.

Gambar 3.16 Datum

4. Masukkan komponen pertama yaitu crankshaft menggunakan assembletool.


5. Pada kondisi default, koneksi standarnya adalah user defined. Ubahlah menjadi pin.
6. Kemudian sambungkan axis crank dengan datum axis horizontal, dan datum front
crank disambungkan dengan datum asm_front sebagai translasinya.

Gambar 3.17 Crankshaft

7. Kemudian masukkan komponen kedua yaitu connecting rod.


8. Ubah kembali tipe koneksinya menjadi pin, dengan axis crank_pin pada connecting
rod disambungkan pada axis crank_pin pada crankshaft, dan datum front connecting
rod disambungkan dengan datum front crankshaft.

21

Gambar 3.18 Assembly

9. rod disambungkan dengan datum front crankshaft.


10. Kemudian masukkan komponen terakhir yaitu piston dengan cara yang sama.
11. Jangan lupa ubah koneksinya menjadi pin, sambungkan axis piston_pin pada piston
dengan axis piston_pin pada connecting rod, dan datum front piston disambungkan
dengan datum front connecting rod.
12. Setelah itu, tambahkan satu buah koneksi lagi, yaitu slider, pada piston. Sambungkan
axis vertikal pada piston dengan axis vertikal assembly, dan datum right piston
disambungkan dengan datum right assembly.
22

Gambar 3.19 Assembly

13. Jika sudah, klik menu applications lalu mechanism.


14. Tambahkan satu fungsi servo motor pada axis crank dan isi profile lalu pilih tipe
magnitude ramp lalu isi A = 36 dan B = 10.
15. Klik apply dan ok, maka servo motor sudah terintegrasi.
16. Selanjutnya pilih tool mechanism analysis, lalu klik run lalu ok.
17. Pilih tool playback untuk melihat ulang animasi/simulasi yang sudah dibuat.
18. Klik capture pada menu playback untuk menyimpan animasi tersebut dalam format
film pendek untuk dokumentasi.

3.5 Format kertas gambar

1 Mengklik ikon new pada toolbar kotak dialog new akan muncul pilih Type
dengan Format masukkan nama baru pada kolom name masukkan nama Kepala
Gambar klik OK.

23
Gambar 3.20 Menu format
2 Kotak dialog new format akan muncul specify template pilih empty
orientation pilih landscape dengan standard size A4 klik OK.

Gambar 3.21 Tipe format kertas

3 Lalu akan muncul tampilan seperti ini :


Gambar 3.23 Tampilan format
4 Membuat garis tepi, maka Offset Ent Chain

Gambar 3.24offset

5 Klik kiri pada garis-garis tersebut, klik enter isi kolom -10 klik ceklis
Gambar 3.25 Garis tepi
6 Dan akhirnya akan menjadi seperti ini.

Gambar 3.26 Garis tepi

26
7 Untuk pembuatan table, klik table insert table
Gambar 3.26 Table
8 Pilih accending, leftward, by lenght, dan vertex. Lalu pilih pojok kanan bawah dari
garis tepi yang dibuat sebagai referensi.

Gambar 3.27 Menu manager table


9 Masukan ukuran lebar kolom terlebih dahulu 16 enter 20 enter 64 enter 20
enter 20 enter 30 enter, setelah selesai klik enter lagi pada keyboard lalu
masukan tinggi dari kolom, 10 enter 5 enter 5 enter 5 enter, lalu klik enter
lagi.

27
Gambar 3.28 Memasukkan ukuran table
10 Apabila tabel ingin di gabung, klik tabel yang akan digabung, lalu table, marge cells

Gambar 3.29 Marge cells


11 Hasil dari penggabungan table tersebut

Gambar 3.30 Hasil dari marge cells

12 Apabila ingin mengisi table tersebut dengan tulisan, dengan cara klik kiri 2 kali, lalu
ketik di kolom text, dan rubah style tulisan dengan text style.
Gambar 3.32Text di table

13 Hasil dari table tersebut.

Gambar 3.33 Hasil text

29
14 Gambar simbol pandangan dengan menggunakan line dan circle.
Gambar 3.33 Pembuatan garis sumbu untuk tipe pandangan
15 Lalu klik kanan tahan, dan pilih line style. Pada style pilih centerline. Klik apply lalu
close. Selanjutnya buat lingkaran menggunakan circle dan trapezium seperti pada
gambar.

Gambar 3.34 Proyeksi Amerika

3.6 Drawing

1 Klik ikon new pada toolbar kotak dialog new akan muncul pilih type dengan
drawing masukkan nama baru pada kolom name masukkan nama drawing
klik OK.

Gambar 3.35 Drawing


2 Pilih empty with format, lalu pilih gambar yang akan di masukkan, dan format kertas
yang akan dibuat.
Gambar 3.37New Drawing
3 Klik di sembarang tempat, lalu pilih front.

Gambar 3.38Front
4 Maka akan muncul gambar seperti ini.

Gambar 3.39 Tampilan layar


5 Proyeksikan gambar dengan cara klik kanan pada gambar insert projection view.
Gambar 3.40 insert projection view

6 Maka akan muncul gambar seperti ini.

Gambar 3.41 Tampilan layar


7 Apabila ingin merubah menjadi rangka, klik kanan pada gambar properties. Klik
View display display syle diisi yang no hiddenOK.

Gambar 3.42No hidden


8 Maka akan muncul gambar seperti ini.
Gambar 3.43Tampilan layar

9 Apabila ingin membuat garis ukur, klik new reference.

Gambar 3.44new reference

10 Klik pada bagian yang ingin diberi garis ukur, sampai berwarna merah, lalu klik
scrool tengah.

Gambar 3.45 Garis ukur


11 Maka akan muncul gambar seperti ini.
Gambar 3.46 Tampilan layar

12 Apabila ingin membuat arsiran, maka klik kanan pada gambar, lalu klik properties.
Pilih Section2D cross section dan klik +. Klik Create newdone.

Gambar 3.47 Cara membuat arsiran


13 Isi pada kolom enter name for cross section(quit): yaitu A.

Gambar 3.48enter name for cross section


14 Klik Front.
Gambar 3.49Front

15 Maka akan muncul gambar seperti ini.

Gambar 3.50 Tampilan layar


16 Apabila gambar ingin di detail lebih jelas, klik insert drawing viewdetailed.

Gambar 3.51Detailed
17 Klik bagian yang ingin di detail.
Gambar 3.52Detailed

18 Lingkari bagian yang ingin di detail.

Gambar 3.53Lingkaran Detailed


19 Klik di bagian atas, lalu akan muncul tampilan seperti ini.

Gambar 3.54 Tampilan layar


20 Apabila arsiran ingin diganti, klik pada arsiran lalu klikProperties.
Gambar 3.55Properties

21 Klik Angle untuk merubah sudut arsiran done.

Gambar 3.56Angle
22 Untuk merubah jenis arsiran, klikretrieve.

Gambar 3.57Retrieve
23 Lalu pilih jenis arsirannya open

Gambar 3.58 Jenis arsiran

24 Maka akan muncul gambar seperti ini.


Gambar 3.59 Tampilan layar

BAB IV

ANALISA UJIAN
4.1 UTS

4.1.1 Soal 1

Gambar 4.1 Soal 1

1 Buat newfilepartnamafile Soal 1ok.


2 Buat sketsa seperti berikut dengan menggunakan fitur revolve.

Gambar 4.2Sketch revolve

3 Editinternalsketch.klik ceklis lalu klik play. Revolve kembali model dengan


menggambar sketch ke dua dengan edit internal sketch.
Gambar 4.3 sketch revolve ke 2
4 Hasil revolvekeseluruhan.

Gambar 4.4 Hasil akhir revolve

4.1.2 Soal 2

Gambar 4.5 Soal 2

40
1 Buat filepart dengan nama gambar.
2 Pilih menu extrude lalu sketch.
Gambar 4.6Sketch extrude
3 Klik ceklis. Buat ketebalan 30 mm.
4 Dengan menggunakan protrusion untuk membuat bangun atasnya. Buat seperti
sketch berikut.

Gambar 4.7 Sketch pada protrusion

5 Maka hasilnya akan seperti ini.


Gambar 4.8Hasil benda

4.1.3 Soal 3

Gambar 4.9 Soal 3


1 Buat filepartdengan nama gambar.
2 Pilih menu extrudelalu sketch.

Gambar 4.10Sketch extrude


3 Buat ketebalannya 30 mm.
4 Lalu extrude klik kanan tahanedit internal sketch.
Gambar 4.11Sketch extrude untuk membuat lubang
5 Ceklis tarik arah vektor hingga menembus permukaan remove materialdone.
6 Maka hasil gambar seperti ini.

Gambar 4.12 Hasil benda


4.1.4 Assembly
1. Mengklik ikon Newpada toolbar kotak dialog New akan muncul pilih
Typedengan Assembly masukkan nama baru pada kolom Name masukkan nama
asm0001 pilih ukuran mmns_asm_design klik OK.
2. Klik Datum Axis ( ) Membuat 2 Datum Axis seperti gambar di bawah ini.
3. Lalu klik ASM_FRONT alt+ klik ASM_Top lalu klik ok pada tabel seperti ini dan
klik ASM_FRONT alt + klik ASM_RIGHT lalu ok.

Gambar 4.13 Sketch datum axis


4. Menekan Crtl + Alt + klik kanan untuk memindahkan crankshaft dari garis translasi

dan agar menghilangkan datum yang ada di gambar klik plane display supaya
memudahkan kita assembly.
5. Mengklik kemudian hubungkan sumbu AA_2 pada datum axis ke crank,
lalu hubungkan sisi Front dengan Asm_front seperti pada gambar di bawah ini.
6. Setelah itu mengklik ikon , maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini

Gambar 4.14connection complete

7. Setelah part 1 selesai maka klik untuk memasukan Part 2 seperti gambar di
bawah ini.

Gambar 4.15 Part 2


8. Mengklik kemudian hubungkan sumbu AA_8 pada datum A_1 lalu
hubungkan sisiTop dengan Front maka muncul ukuran,lalu kita kasih ukuran yaitu
seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.16 Memberi ukuran


9. Setelah itu mengklik ikon , maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar 4.17 Hasil akhir

10. Setelah part 2 selesai maka klik untuk memasukan Part 3 seperti gambar di
bawah ini.

Gambar 4.18 Part 3


11. Mengklik kemudian hubungkan sumbu AA_8 pada datum A_1 lalu
hubungkan sisiTop dengan Front maka gambar berwarna kuning berarti connection
complete seperti gambar di bawah ini.

Gambar 4.19connection complete


12. Maka, inilah hasilnya

Gambar 4.20Hasil akhir


4.2 UAS
4.2.1 Drawing base
Langkah Kerja :
1 Buka Pro-Engineer, klik fileset working directorylalu save di DATA :Dok.
2 Setelah itu klik New Filepilih drawinglalu pilih partyang kita inginkan dan juga
ukuran kertasnya.

(a) (b)
Gambar 4.21 (a) Table New File dan (b) Ukuran kertas

3 Lanjut kita klik kanan maka akan muncul table seperti ini pilih Insert General
View.
Gambar 4.22 Insert General View

4 Lalu klik kiri agarpart yang kita pilih muncul dan langsung keluar table seperti
ini agar memilih pandanganya yaitu Frontklik Apply.

Gambar 4.23 Drawing View

5 Lalu ulangi perintah No.3sampai ke-tiga pandangan selesai.

Gambar 4.24 Semua Pandangan

6 Lanjut Blocksemua agar cepat pengerjaannya lalu klik kanan maka muncul table ini
agar semua Part jadi hidden.
Gambar 4.25 Part Hidden

7 Setelah itu klik untuk memberi ukuran pada benda.

Gambar 4.26 Ukuran Benda

8 Setelah itu klik kiri 2 kali maka akan muncul tablelalu milih Sections Show 2D
cross-sections klik + donemaka kita beri nama potongan A-A.
Gambar 4.27 Arsiran

9 Maka ini hasilnya.

Gambar 4.28 Hasil Arsiran


51
10 Apabila kita ingin mengganti material pada part ini yang kita pilih, klik kanan pada
arsiran maka akan muncul table ini.

Gambar 4.29 Menu manager


11 Pilh retrieve zinc maka arsirannya akan berubah sesuai material yang di pilih
apabila kita mengganti derajat maka pilih angle dan akan muncul derajat yang
diinginkan. Setelah itu kita ingin melihat celah sempit maka kita klik insert
drawing view detailed gambar ini.
Gambar 4.30 Detailed

52
12 Lalu klik di daerah yang kita ingin perbesar, lalu klik mengitari daerah yang kita tuju
lalu klik scroll di daerah yang di lingkari, setelah itu klik kiri di samping pandangaan
depan seperti gambar ini.

Gambar 4.31 Hasil akhir


4.2.2 DrawingYoke
Langkah Kerja :
1 Buka Pro-Engineer, klik file set working directory lalu save di :D ok.
2 Setelah itu klik New File pilih drawing lalu pilih part yang kita inginkan dan juga
ukuran kertasnya.
(a) (b)
Gambar 4.32 (a) Table new file dan (b) Ukuran kertas

53
3 Lanjut kita klik kanan maka akan muncul table seperti ini pilih insert general
view.

Gambar 4.33 insert general view


4 Lalu klik kiri agar part yang kita pilih muncul dan langsung keluar table seperti
ini agar memilih pandanganya yaitu front klik apply.

Gambar 4.34 Drawing view


5 Lalu ulangi perintah No.3 sampai ketiga pandangan selesai.
Gambar 4.35 Semua pandangan

54
6 Lanjut block semua agar cepat pengerjaannya lalu klik kanan maka muncul
table ini agar semua part jadi hidden.

Gambar 4.36 Hasilnya

7 Setelah itu klik untuk memberi ukuran pada benda.

Gambar 4.37 Ukuran benda


55
8 Setelah itu klik kiri 2 kali lalu memilih sections Show 2D cross-sections klik
+ done maka kita beri nama potongan A-A.

Gambar 4.38 Arsiran


9 Maka ini hasilnya.
Gambar 4.39 Hasil arsiran

56
10 Apabila kita ingin mengganti material pada part ini yang kita pilih, klik kanan
pada arsiran maka akan muncul table ini.

Gambar 4.40 Menu Manager


11 Pilh retrieve plastic maka arsirannya akan berubah sesuai material yang di
pilih apabila kita mengganti derajat maka pilih angle dan akan muncul derajat
yang diinginkan. Setelah itu kita ingin melihat celah sempit maka kita klik Insert
Drawing View detailed gambar ini.
Gambar 4.41 Detailed

57
12 Lalu klik di daerah yang kita ingin perbesar, lalu klik mengitari daerah yang kita
tuju lalu klik scroll di daerah yang di lingkari,setelah itu klik kiri di samping
pandangaan depan seperti gambar ini.

Gambar 4.42 Hasil akhir


4.2.3 Drawing Jaw

Langkah Kerja :
1 Buka Pro-Engineer, klik file set working directory lalu save di system C ok.
2 Setelah itu klik new file pilih drawing lalu pilih part yang kita inginkan dan juga
ukuran kertasnya.

(a) (b)
Gambar 4.43 (a) Table new file dan (b) Ukuran kertas.

58
3 Lanjut kita klik kanan maka akan muncul table seprti ini pilih insert general
view.

Gambar 4.44 Insert general view


4 Lalu klik kiri agar part yang kita pilih muncul dan langsung keluar table seperti
ini agar memilih pandanganya yaitu front klik apply.

Gambar 4.45 Drawing view


5 Lalu ulangi perintah No.3 sampai ketiga pandangan selesai.

Gambar 4.46 Semua pandangan

59
6 Lanjut block semua agar cepat pengerjaannya lalu klik kanan maka muncul
table ini agar semua part jadi hidden.
Gambar 4.47 Hasilnya

7 Setelah itu klik untuk memberi ukuran pada benda.

Gambar 4.48 Ukuran


60
8 Setelah itu klik kiri 2 kali lalu milih sections Show 2D cross-sections klik +
done maka kita beri nama potongan A-A.
Gambar 4.49 Arsiran
9 Maka ini hasilnya.

Gambar 4.50 Hasil arsiran

61
10 Apabila kita ingin mengganti material pada part ini yang kita pilih, klik kanan
pada arsiran maka akan muncul table ini.
Gambar 4.51 Menu manager
11 Pilh retrieve zinc maka arsiran ya akan berubah sesuai meterial yang di pilih
apabila kita mengganti derajat maka pilih angle dan akan muncul derajat yang
diinginkan.
12 Setelah itu kita ingin melihat celah sempit maka kita klik insert drawing view
detailed gambar ini.

Gambar 4.52 Detailed

62
13 Lalu klik di daerah yang kita ingin perbesar, lalu klik mengitari daerah yang kita
tuju lalu klik scroll di daerah yang di lingkari, setelah itu klik kiri di samping
pandangan depan seperti gambar ini.
Gambar 4.53 Hasil akhir

4.2.4 Drawing Jig

1. Buka Pro-Engineer, klik file set working directory lalu save di system D ok.
2. Setelah itu klik new file pilih drawing lalu pilih part yang kita inginkan dan juga
ukuran kertasnya.

(a) (b)
Gambar 4.54 (a) Table new file dan (b) Ukuran kertas.

63
3. Lanjut kita klik kanan maka akan muncul table seperti ini pilih insert general view.
Gambar 4.55 Insert general view

4. Lalu klik kiri agar part yang kita pilih muncul dan langsung keluar table seperti ini
agar memilih pandanganya yaitu front klik apply.

Gambar 4.56 Drawing view


5. Lalu ulangi perintah No.3sampai ketiga pandangan selesai.

Gambar 4.57 Semua pandangan

64
6. Lanjut block semua agar cepat pengerjaan ya lalu klik kanan maka muncul table ini
agar semua part jadi hidden.
Gambar 4.58 Hasilnya

7. Setelah itu klik untuk memberi ukuran pada benda.

Gambar 4.59 Ukuran benda

65
8. Setelah itu klik kiri 2 kali maka akan muncul table seperti lalu milih sections
show 2D cross-sections klik done maka kita beri nama potongan A-A.
Gambar 4.60 Arsiran
9. Maka ini hasilnya

Gambar 4.61 Hasil akhir