Anda di halaman 1dari 7

Makalah Penelitian Proyek Due Like Batch III

SISTEM PENGENDALIAN TERPADU PADA RUMAH CERDAS

Achmad Hidayatno, ST, MT, Sumardi, ST, MT dan Budi Setiyono, ST, MT, Staf Pengajar TE UNDIP

Abstrak Rumah sebagai tempat tinggal merupakan satu diantara banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh
individu. Kondisi rumah yang nyaman dan aman merupakan idaman bagi setiap keluarga. Pengembangan rumah modern yang
cerdas mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pemiliknya. Sistem pintu otomatis yang menggunakan bar code tidak
akan memberikan kesempatan bagi pembobol rumah untuk mampu masuk ke dalamnya di samping sistem detektor gerakan serta
adanya kamera pengawas yang sangat sulit ditembus oleh pembobol rumah. Sistem pengaturan pencahayaan mampu
memberikan kenyamanan dengan penerangan yang sesuai untuk masing-masing kondisi ruangan yang ada. Rumah cerdas
dengan sistem pengendalian terpadu pada keamanan dan kenyamanannya merupakan sebuah rumah idaman bagi setiap
keluarga.

I. PENDAHULUAN
II. DASAR TEORI
I.1 Latar Belakang
Untuk mewujudkan sebuah rumah yang aman dan 2.1 Luminansi
nyaman maka diperlukan sistem keamanan yang mampu Suatu penerangan diperlukan oleh manusia untuk
memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi mengenali suatu obyek secara visual. Organ tubuh yang
pemiliknya baik saat berada di rumah maupun di luar mempengaruhi penglihatan, yaitu mata syaraf, dan pusat
rumah. Sistem keamanan terpadu yang diterapkan pada syaraf penglihatan di otak. Untuk memperoleh kualitas
rumah tersebut diharapkan akan mampu mengantisipasi penerangan yang optimal IES (Illumination Engineering
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemilik Society) menetapkan standar kuat penerangan untuk ruangan
rumah, seperti pencurian dan sebagainya, secara efektif dan Luminansi (L) merupakan besaran penerangan yang
efisien. kaitannya erat dengan kuat penerangan (E). Luminansi
Mikrokontroler merupakan sebuah sistem minimum adalah pernyataan kuantitatif jumlah cahaya yang
dari mikrokomputer, yang terdiri atas sebuah mikroprosesor, dipantulkan oleh permukaan pada suatu arah.
memori dan unit masukan keluaran. Pemakaian Satuan dari luminansi sama dengan satuan kuat penerangan
mikroprosesor telah meluas ke berbagai bidang kehidupan adalah (cd/m2) atau lux. Kuat penerangan akan menhasilkan
manusia, dan dalam penerapannya telah menimbulkan luminansi karena pengaruh faktor pantulan dinding maupun
perubahan yang sangat berarti dalam perancangan alat lantai ruangan.
maupun fungsi alat tersebut. Fungsi utama mikroprosesor
adalah sebagai alat pengontrol (controller) dan pengolah 2.2 Sensor Inframerah
data (computer). Dalam penerapannya kedua fungsi tersebut Radiasi inframerah tidak dapat dilihat tetapi dapat
dipakai sekaligus untuk melaksanakan fungsi sistem. dideteksi. Obyek-obyek yang menghasilkan panas juga
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut di menghasilkan radiasi inframerah dan obyek-obyek tersebut
atas, dalam penelitian ini, digunakan sistem pengendali meliputi antara lain hewan dan tubuh manusia.
berbasis mikrokontroler AT89C51 untuk pengendalian Sensor inframerah mendeteksi beda energi yang
luminansi, sistem keamanan ruangan dan monitoring dalam dipancarkan tubuh dengan lingkungan. Keluaran sensor
rumah. Mikrokontroler AT89C51 ini telah banyak akan diolah oleh pengkondisi sinyal sehingga dapat diterima
digunakan dalam dunia pendidikan dan industri. oleh pengontrol setelah terlebih dahulu melalui pengubah
sinyal analog ke sinyal digital. Hasil olah data oleh
I.2 Pembatasan Masalah pengontrol dipakai untuk mengendalikan alarm.
Batasan masalah dalam penelitian ini dalah:
Plant yang digunakan adalah ruangan pada sebuah 2.3 Sistem Kontrol ON-OFF
maket rumah yang terdiri dari ruang keluarga, Pada sistem kontrol ON-OFF, elemen pembangkit
ruang belajar dan kamar tidur. hanya memiliki dua posisi tertentu yaitu ON dan OFF.
Pengendalian luminansi pada ruangan dilakukan Kontrol ON-OFF memiliki karakteristik sinyal keluaran dari
dengan menggunakan fuzzy logic controller. kontroler u(t) tetap pada salah satu nilai maksimum atau
Simulasi sistem keamanan rumah berupa minimum tergatung apakan sinyal pembangkit kesalahan
otomatisasi pintu dengan menggunakan modul positif atau negatif. Gambar 2.1 menunjukkan blok
sensor kartu, kunci elektrik dan motor penggerak, kontroler ON-OFF dengan masukan e(t) dan keluaran u(t).
dan pendeteksi gerakan dalam ruangan. U 1
r(t) u (t)
Diasumsikan bahwa temperatur ruangan
relatif stabil, gerakan udara relatif tenang dan tidak U 2

ada sumber energi atau panas dalam ruangan


tersebut. Gambar 2.1 Diagram blok kontroler ON-OFF.
Monitoring ruangan menggunakan
komputer dengan tiga kamera.
1
2
U1 , e(t ) 0
u (t ) (2.1) 2.6.3 Presentasi Media
U 2, e(t ) 0 Sebagian besar time-based media adalah data audio
2.4 Pengendali Logika Fuzzy atau video yang dapat dipresentasikan melalui alat-alat
Pengendali logika Fuzzy merupakan suatu sistem output seperti speaker atau monitor. Alat-alat tersebut umum
kendali yang berdasarkan pada basis pengetahuan manusia dipakai sebagai tujuan dari output data media. Tujuan output
di dalam melakukan kendali terhadap suatu proses. Karena untuk data media seringkali disebut sebagai datasink.
pengendali ini tidak memerlukan model matematika dari
proses yang dikendalikannya, maka teori kendali ini dapat 2.6.4 Real-Time Media
diterapkan untuk berbagai macam proses bahkan pada Untuk mengirim dan menerima media atau
proses di mana teori kendali konvensional tidak mampu lagi melakukan konferensi video melalui Internet atau Intranet,
(tidak dapat diterapkan) karena kurangnya atau tidak adanya kita harus bisa melakukan transmisi dan penerimaan media
model matematik prosesnya. stream secara real time.

2.5 Mikrokontroler AT89C51 2.6.5Streaming Media


Mikrokontroler AT89C51 adalah sebuah sistem Ketika media content dikirimkan secara streaming
mikrokontroler 8 bit dan memiliki 4 Kbyte flash ke client dalam real-time, client dapat memulai memainkan
Programmable and Erasable Read Only Memory stream tanpa perlu menunggu hingga media stream komplet
(PEROM). Instruksiinstruksi maupun pin-nya kompatibel untuk didownload. Istilah streaming media digunakan untuk
dengan standar MCS51. Dengan jenis memori flash merujuk pada pengiriman data media melalui jaringan
memudahkan memori program untuk diprogram ulang secara real-time dan juga isi real-time media yang dikirim.
sistem.
AT89C51 memiliki beberapa kelebihan antara lain: 2.6.6Protokol Untuk Streaming Media
4 Kbyte flash memory, RAM 256 byte, 32 jalur input- Transmisi data media melalui net secara real-time
output, dua timer 16 bit, lima vector interupsi 2 level, port memiliki pendekatan yang berbeda dengan data statik
serial dua arah, rangkaian detak (clock), dan osilator seperti file, dimana pada data statik hal yang paling penting
internal. adalah semua data sampai pada tujuan. Pada real-time
media, kehilangan data lebih dapat ditoleransi daripada
2.6 Media menunggu semua data sampai secara lengkap tetapi
Karakteristik utama dari media berbasis waktu menimbulkan delay yang lama. Jadi, protokol yang
adalah bahwa pengiriman dan pengolahan data dilakukan digunakan untuk data statik tidak akan bekerja dengan baik
berdasarkan waktu. Maksudnya adalah sekali pengiriman untuk streaming media.
data media dimulai, ada batasan waktu yang harus dipenuhi
baik dalam penerimaan data maupun saat menampilkan data 2.6.7 Java Media Framework
media itu. Atas dasar itu, time-based media seringkali Java Media Framework menyediakan arsitektur
disebut juga streaming media atau media -yang datanya- terpadu dan protokol untuk mengatur akuisisi, pengolahan
mengalir. dan pengiriman data time-based media. JMF dirancang
untuk mendukung standar content type media seperti AIFF,
2.6.1 Akuisisi Media AU, AVI, GSM, MIDI, MPEG, QuickTime, RMF dan WAV
Media stream adalah data media yang diperoleh Dengan memanfaatkan kelebihan Java platform,
dari file lokal, dari jaringan, atau diambil dari kamera atau JMF memungkinkan kita menggunakan media seperti video
mikrofon. Media stream dapat berisi banyak kanal data yang dan audio dalam program Java yang platform independent
disebut track. Misalnya, file QuickTime dapat berisi baik atau "Write Once, Run Anywhere".
track audio maupun track video. Media stream yang berisi
banyak track disebut multiplexed (atau complex) media 2.7 Deteksi Gerakan
stream. Demultiplexing merupakan proses untuk mengurai Deteksi gerakan dilakukan dengan menghitung
kembali track-track yang ada dalam multiplexed media perbedaan antara dua frame yang berturutan. Untuk itu yang
stream. harus kita lakukan:
menyimpan frame dari video stream untuk
2.6.2 Pengolahan Media perbandingan dengan frame yang baru
Data dalam media stream diolah terlebih dulu membandingkan dua frame berturutan untuk
sebelum ditampilkan kepada user. Urutan operasi mendeteksi gerakan
pengolahan biasanya adalah sebagai berikut: memberitahu pengguna sistem jika ada gerakan
1. Jika stream adalah multiplexed, diekstrak dulu track- yang terdeteksi.
track didalamnya
2. Jika track terkompresi maka dilakukan decode
3. Jika diperlukan track dapat diubah ke format yang lain III. PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN
4. Filter efek dapat diterapkan pada track jika diinginkan PERANGKAT LUNAK
Track-track kemudian dikirim ke alat output.
3.1 Perancangan Perangkat Keras (Hardware)
Blok diagram sistem secara keseluruhan pada
perancangan alat ini dapat dilihat pada Gambar 3.1
3

Gambar 3.3 Desain modul sensor kartu.


3.1.3 Liquid Crystal Display (LCD)
Aplikasi berikut ini adalah antarmuka AT89C51
dengan LCD matrix 2x20. Potensio 10 k berfungsi untuk
mengatur tegangan pada kaki VLCD. Besarnya tegangan
pada kaki tersebut akan mempengaruhi ketajaman karakter
yang tampak pada LCD. Antarmuka ini menggunakan mode
antarmuka 4 bit. Mode ini selain lebih menghemat I/O juga
mempermudah proses pembuatan PCB yang lebih ringkas.

Gambar 3.1 Diagram sistem keamanan dan penerangan secara terpadu


Gambar 3.4 Antarmuka LCD matrix 2x20

3.1.1 Perancangan Pintu Otomatis 3.1.4 Sensor Inframerah Pyroelectric


Perancangan pintu otomatis diperlihatkan pada Pada perancangan penelitian ini, digunakan
Gambar 3.2. Solenoida seperti terlihat pada gambar detektor untuk mendeteksi gearakan tubuh manusia, yaitu
digunakan sebagai kunci elektronik. Pintu otomatis ini sensor inframerah pasif pyroelectric.
digerakkan oleh motor dc yang berputar dalam dua arah, Sensor ini memiliki beberapa kelebihan antara lain
yaitu arah putar ke kiri untuk membuka pintu, sedangkan ke adalah tidak mengeluarkan cahaya, sehingga dalam
kanan untuk menutupnya. Limit switch digunakan untuk operasinya tidak diketahui oleh orang yang terdeteksi, harga
menghentikan motor dc sesuai dengan pergeseran pintu. sensor relatif rendah, konsumsi daya rendah.

3.1.5 Dimmer

Gambar 3.5 Rangkaian Saklar Lampu

Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah jika keluaran


mikrokontroler adalah high (+5 V) maka tidak terjadi
Gambar 3.2 Perancangan pintu otomatis dilihat dari dalam rumah
pensaklaran atau dioda tidak menyala, tetapi jika keluaran
mikrokontroler adalah low maka terjadi pensaklaran
3.1.2 Modul Sensor Kartu
sehingga ada arus yang mengalir dan menghidupkan beban
Modul sensor kartu terdiri dari 8 sensor fotodioda
yang berupa lampu.
yang digabungkan menjadi satu sebagai pembaca kode
kartu, dan satu sensor fotodioda sebagai saklar otomatis
3.1.6 Analog To Digital Converter (ADC)
untuk menyalakan LED pada rangkaian pembaca kode
kartu. Modul ini memiliki 8 keluaran sehingga memiliki 28
konfigurasi yang dapat digunakan sebagai kode.
LED & Fotodioda saklar
otomatis
LED & Fotodioda pembaca
kartu

Kartu
Gambar 3.6 Rangkaian ADC0804

ADC0804 memerlukan sinyal denyut untuk


bekerja, sinyal denyut ini bisa diumpan dari luar ADC0804,
4
tapi bisa bisa pula dibangkitkan sendiri oleh ADC0804.
Dalam Gambar 3.6 rangkaian denyut tersebut dibangkitkan Error didefinisikan sebagai selisih antara nilai
lewat bantuan resistor R1 (terhubung pada kaki 19 dan 4) keluaran dengan nilai yang diinginkan (SV Setting Value).
dan kapasitor C4 (terhubung antara kaki 19 dan ground). Jika nilai keluaran berada di atas SV, maka error dikatakan
Waktu konversi tegangan analog menjadi besaran digital, Positif (P); jika sama dengan SV, maka Zero (Z);
sekitar 64 periode dari sinyal denyut di atas. sedangkan jika berada di bawahnya, maka Negatif (N).
Kemudian untuk error Negatif dibagi atas Negatif (N)
3.1.7 Zero Crossing Detector dan Negatif Sedang (NS). Demikian pula halnya dengan
Zero crossing detector ini digunakan untuk error Positif menjadi Positif (P) dan Positif
mendeteksi seberangan nol (zero crossing) pada gelombang Sedang(PS).
sinus AC 220 Volt dan diperoleh frekuensi sebesar dua kali
frekuensi dari gelombang sinus sumber. 3.2.1.3 Perubahan Error
Perubahan error ini diperoleh dengan
membandingkan antara nilai keluaran saat ini (current
Sinyal AC 220 Volt

output) dengan nilai keluaran sebelumnya (previous output),


atau yang merupakan laju perubahan keluarannya.
Perubahan error adalah Positif (P), jika nilai keluarannya
semakin meningkat (lebih besar dari nilai keluaran
Sinyal Keluaran Rangkaian Zero Crossing Detector sebelumnya), sebaliknya akan menjadi Negatif (N), jika
nilai keluarannya semakin menurun; dan Zero(Z), jika
Gambar 3.7 Sinyal keluaran rangkaian zero crossing detector tidak ada perubahanpada nilai keluaran (tetap).
3.1.8 Sensor LDR
3.2.1.4 Keluaran
Sensor kuat penerangan yang digunakan adalah
Peubah keluaran yaitu tundaan, digunakan untuk
dengan menggunakan LDR (Light Dependent Resistor).
mengatur lamanya lampu pijar aktif dengan perantaraan
Rangkaian sensor LDR sebagaimana pada gambar 3.8
saklar elektronik. Tundaan ini merupakan waktu tunda yang
berikut.
ditetapkan oleh bagian pengambilan keputusan (inference)
pengendali logika fuzzy dan digunakan untuk menentukan
lamanya saklar elektronik dalam kondisi on. Waktu tunda
dihitung mulai tejadinya sumber interupsi eksternal 0 yang
berasal dari rangkaian zero crossing detector (saklar
elektronik diaktifkan), sampai dengan terjadinya interupsi
Timer/Counter 0 (saklar elektronik dinonkatifkan) dalam
Gambar 3.8 sensor LDR mikrokontroler At89C51 yang dioperasikan pada mode 1.
Peubah keluaran yang berupa tundaan terbagi atas
Pada gambar di atas tampak bahwa rangakaian CS (Cepat Sekali), C (Cepat), S (Sedang), L (Lama) dan LS
sensor dibuat sederhana, yaitu dengan menseri resistor 4k7 (Lama Sekali)
ohm dengan LDR. Prinsip kerjanya jika ada cahaya maka
akan ada jatuh tegangan pada LDR. 3.2.2 Pengambilan Keputusan (Inference)
Metode yang digunakan dalam pengambilan
3.2 Perancangan Perangkat Lunak (Software) keputusan adalah metode Max-Product atau Max-Dot. Hal
Kerja dari perangkat lunak dalam perancangan ini disesuaikan dengan metode yang digunakan pada proses
tugas akhir ini secara garis besar adalah setelah eksekusi defuzzifikasi, yaitu metode Mean of Maximum, sehingga
program maka mikrokontroler akan menginisialisasi terlebih memudahkan.
dahulu sistem, kemudian mikrokontroler akan mengerjakan
secara berurutan perintah yang diberikan 3.2.3 Basis Aturan
Berdasarkan gambar 3.1 di atas terlihat bahwa Basis aturan yang digunakan adalah keseluruhan
sistem kendali yang digunakan adalah close loop control aturan dari kombinasi dua peubah masukan yang mungkin
system. Keluaran cahaya dari lampu diukur luminansinya (secara lengkap).
oleh sensor cahaya, kemudian diolah oleh mikrokontroler Aturan 1 : Error Negatif dan Perubahan Error adalah
sehingga akan mendapat nilai luminansi yang sesuai dengan Positif maka Tundaan adalah CS (Cepat Sekali).
nilai setpointnya. Aturan 2 : Error adalah Negatif Sedang dan
Perubahan Error adalah Positif, maka Tundaan S (Sedang).
3.2.1 Rancangan Pengendali Logika Fuzzy Aturan 3 : Error adalah Zero dan Perubahan Error
3.2.1.1 Fuzzifikasi adalah Positif, maka Tundaan adalah L (Lama).
Pengendali logika fuzzy ini mempunyai dua buah Aturan 4 : Error adalah Positif Sedang dan
peubah masukan dan satu peubah keluaran. Peubah-peubah Perubahan Error adalah Positif, maka Tundaan adalah LS
ini yaitu error dan perubahan error untuk peubah masukan, (Lama Sekali) dan seterusnya.
sedangkan tundaan untuk peubah keluaran.
3.2.4 Defuzzifikasi
3.2.1.2 Error Proses defuzzifikasi ini menggunakan metode
Mean of Maximum (MOM), dengan pertimbangan selain
5
lebih sederhana dan cepat dalam perhitungan, juga karena
dalam hal ini tidak diperlukan hasil yang dengan ketelitian yang akan diukur luminansinya. Hasilnya disajikan dalam
tinggi (presisi) seperti pada metode COA (Center of Area). bentuk grafik seperti pada Gambar 4.2.
IV. PENGUJIAN DAN ANALISA Pada gambar 4.2, karena gangguan cahaya luar baik
dari sinar matahari maupun karena cahaya lampu lain pada
4.1 Pengujian Sistem Keamanan saat t = 32 detik, keluaran sistem berangsur-angsur stabil
Dalam simulasi untuk keadaan ruangan kosong sehingga mencapai lonjakan maksimum. Sedangkan pada
tanpa penghuni, jika dalam ruangan dirangsang dengan gambar 5.6, untuk lampu 2, pada saat t = 32 detik menit,
gerakan yang dalam hal ini adalah gerakan melintas tangan keluaran sistem berangsur-angsur stabil. Begitu juga untuk
manusia, maka alarm akan berbunyi. Setelah push button lampu 3.
ditekan, alarm berhenti berbunyi.
Saat kartu yang sesuai dimasukkan ke dalam modul
sensor kartu, kemudian dimasukkan password yang benar
melalui keypad sebanyak empat digit dan diikuti dengan
menekan tombol tanda bintang (*), solenoida menjadi aktif
sehingga kunci pintu terbuka, kemudian motor
menggerakkan pintu geser otomatis sampai pintu terbuka
dan mengenai limit switch, kemudian motor mati sehingga
pergeseran pintu terhenti.
Jika tombol push button ditekan, pintu motor Gambar 4.2 Grafik tanggapan sistem pada setpoint 150 lux pada
menjadi aktif lagi tetapi dengan arah putaran yang lampu 1 gangguan cahaya matahari dan lampu
berlawanan dengan arah putaran sebelumnya yang
menyebabkan pintu tergeser sampai tertutup dan mengenai 4.4 Pengujian Video Capturer Untuk Pengawasan
limit switch yang kedua dan pergeseran pintu terhenti, Keamanan
kemudian solenoida mati sehingga pintu terkunci kembali. Pengawasan dapat segera kita lakukan dengan
Sebagai simulasi untuk membuka pintu dari dalam menekan tombol Video Capturer pada aplikasi utama.
rumah, dilakukan penekanan tombol push button. Pendeteksian, penambahan/pengurangan capture device
Penekanan push button menyebabkan kunci terbuaka dan dapat dilakukan melalui aplikasi konfigurasi JMF, JMF
pintu tergeser sampai terbuka, kemudian jika tombol tanda Registry, yang disediakan oleh JMF API. Dengan memilih
pagar (#) pada keypad ditekan, pintu tertutup dan terkunci capture device yang tidak sedang digunakan, aplikasi
kembali. Dalam keadaan ini, sensor pyroelectric tetap tidak berlanjut pada jendela dialog untuk mengatur format video
aktif sehingga tidak mendeteksi adanya gerakan tangan yang yang akan ditangkap oleh capture device ini.
melintas dalam ruangan. Setelah tombol tanda bintang (*) Video Capturer kemudian mulai melakukan
pada keypad ditekan, sensor pyroelectric menjadi aktif penangkapan data media video, mengolahnya dan
kembali sehingga dapat menedeteksi adanya gerakan tangan mempresentasikan pada layar monitor. Kita dapat
yang melintas yang dindikasikan dengan bunyi alarm. menangkap gambar pada video yang sedang ditampilkan
Dari hasil pengujian tersebut, maka perancangan dengan menekan tombol SnapShot. Gambar yang dihasilkan
sistem keamanan ruangan ini dapat berjalan dengan baik. dapat disimpan ke dalam file dengan format jpeg. Selain
menangkap gambar, klip video dapat juga kita rekam dan
4.2 Tanggapan Sistem Dengan Gangguan Cahaya simpan ke dalam file. Format video yang didukung dalam
Sinar Matahari aplikasi ini adalah MSVIDEO atau avi dan QuickTime
Pada grafik yang ditunjukkan pada Gambar 4.1. movie (*.mov) dilakukan dengan menekan tombol Record.

4.5 Pengujian Deteksi Gerakan


Suatu gerakan terdeteksi dengan membandingkan
secara terus-menerus dua buah frame video yang berurutan.
Jika perbedaan tersebut melebihi nilai ambang batas
tertentu, maka dapat dinyatakan suatu gerakan telah
terdeteksi.
Pada jendela pengaturan visualisasi, kita dapat
Gambar 4.1 Grafik tanggapan sistem pada setpoint 150 lux memilih apakah gerakan yang terdeteksi divisualisasikan di
layar video. Bentuk visualisasi gerakan adalah berupa kotak
Untuk setpoint 150 lux pada lampu 2 terlihat hasil persegi dengan empat macam warna yang mengikuti
pengaturannya stabil secara sempurna pada satu nilai yaitu gerakan yang terjadi tersebut. Ukuran kotak perseginya
nilai setpointnya. Terlihat pada grafik tersebut berosilasi dapat kita atur dimana ukuran kotak mengindikasikan
sebesar kira-kira 3 lux dari nilai setpointnya. pembagian area deteksi dari layar video.
Frame yang akan dibandingkan dibagi dalam
4.3 Tanggapan Sistem Dengan Gangguan Luar Dari bentuk area-area persegi yang ukurannya ditentukan dengan
Cahaya Matahari Dan Lampu cara yang telah disebutkan tadi supaya tidak membebani
Kestabilan sistem pada setpoint 150 lux, diganggu kinerja CPU.
dengan cara menambahkan cahaya luar ke dalam ruangan Ada empat tingkat nilai ambang batas yang dapat
kita berikan dengan warna yang berbeda. Pendeteksi
6
gerakan dapat mengambil langkah-langkah mekanisme
pengamanan jika gerakan terdeteksi. Ada tiga mekanisme menerima video dari banyak mesin pada port-port yang
yang disediakan yaitu menangkap frame dan menyimpannya berbeda.
sebagai gambar, memainkan file lagu atau membunyikan Kontrol yang disediakan adalah kontrol untuk
alarm dan merekam klip video pada saat gerakan terdeteksi. memulai dan menghentikan penerimaan serta kontrol untuk
Kita dapat memilih untuk mengaktifkan ataupun memonitor paket data RTCP yang diterima.
menonaktifkan penyimpanan gambar jika suatu gerakan
terdeteksi. Pada gambar yang akan disimpan informasi
tanggal dan waktu gerakan terdeteksi dapat ditambahkan.
Gambar yang disimpan jika gerakan terdeteksi disimpan
dengan nama file waktu dan tanggal saat gambar disimpan
secara otomatis ke dalam direktori yang telah ditentukan.

4.4 Tampilan video yang diterima oleh penerima video

Gambar 4.4 menunjukkan bahwa video yang dikirim


telah berhasil diterima dengan baik. Kita dapat pula
memantau paket data RTCP yang berfungsi sebagai kontrol
aliran paket data video. Pada sisi pengirim, diterima paket
Gambar 4.3 Visualisasi gerakan yang terdeteksi
RTCP berupa Receive Report (RR) dari sisi penerima yang
Mekanisme alarm diaktifkan melalui jendela mengindikasikan bahwa penerima video telah menerima
pengaturan suara. Langkah ketiga yang bisa diambil oleh paket data video yang dikirim.
pendeteksi gerakan adalah merekam klip video ke dalam
file. Jika gerakan terdeteksi, pendeteksi gerakan mengambil
langkah-langkah yang telah ditentukan seperti yang V. PENUTUP
disebutkan sebelumnya. Kotak-kotak persegi akan
ditampilkan layar video mengikuti gerakan yang terjadi 5.1 Kesimpulan
sesuai dengan tingkat nilai ambang pendeteksi gerakan. 1. Keterpaduan antara subsistem mampu berjalan
dengan baik..
4.6 Pengujian Pengiriman dan Penerimaan Video 2. Untuk mencapai kestabilan tanggapan sistem
Pengiriman dimulai dengan memilih Video yang maksimal diperlukan metode coba-coba untuk
Transmitter pada jendela utama aplikasi. Ini akan membawa mengubah basis aturan dan basis data pada
kita pada jendela pengirim video. Bagian atas dari jendela pengendali logika fuzzy.
aplikasi pengirim video adalah informasi alamat host 3. Pengendali logika fuzzy dapat bekerja dengan
pengirim video. Nilai yang harus dimasukkan adalah alamat cukup baik pada sistem pengaturan luminansi
IP atau IP address dari host pengirim video dan melalui port dengan toleransi osilasi 3 lux dari setpointnya.
mana data media video akan dikirimkan. Pengujian
dilakukan secara lokal sehingga alamat IP yang digunakan 4. Sistem keamanan berjalan dengan baik sesuai
adalah 127.0.0.1 yang merupakan alamat loopback yang dengan yang diharapkan
didedikasikan untuk pengujian. Nilai port yang diisi di atas 5. Pemantauan dapat menampilkan gambar yang
1024 karena port di bawah 1024 digunakan oleh sistem. diinginkan.
Bagian tengah berisi informasi target pengiriman 6. Komputer dapat mengambil data dari
video. Informasi yang dibutuhkan adalah alamat IP host mikrokontroler untuk deteksi orang dan luminansi.
tujuan dan port tujuan tempat penerima video menerima
data media video. Jumlah target pengiriman video dapat
5.2 Saran
lebih dari satu.
Dalam pembuatan penelitian ini, ada beberapa
Bagian bawah adalah bagian untuk mendefinisikan sumber
saran yang kami sampaikan
data media video yang akan dikirim dan kontrol transmisi.
1. Penggunaan motor dc yang memiliki rpm rendah
Untuk pengujian kita mengaktifkan juga penerima
tetapi memiliki torsi yang besar lebih dianjurkan
video. Dari jendela aplikasi utama kita memilih Video
untuk menggeser pintu otomatis.
Receiver. Informasi yang dibutuhkan penerima video adalah
2. Penggunaan lampu selain lampu pijar yang
informasi alamat IP dirinya, dan informasi pengirim. Bagian
memiliki efisiensi yang lebih baik sangat
atas jendela aplikasi penerima video terdapat kolom alamat
dianjurkan.
IP penerima video.
3. Penggunaan kamera bergerak akan lebih baik bila
Pada bagian tengah jendela aplikasi, informasi yang
dibandingkan dengan penggunaan kamera tetap.
harus diisi adalah alamat IP pengirim video, port yang
dipakai pengirim video dan port yang penerima video
gunakan untuk menerima data media video. Kita dapat
DAFTAR PUSTAKA
7
[1] Adi Susanto, Data Akuisisi Untuk Proses Perpindahan
Panas, Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik UGM,
1988/1989.
[2] Fitzgeral A.E., dkk, Dasar-dasar Elektronika,
diterjemahkan oleh: Pantur Silaban, Penerbit Erlangga,
Jakarta, 1993.
[3] Garland, Harry, alih bahasa Barmawi dan Tjia M.O,
Pengantar Mikriprosesor, Penerbit Erlangga, 1994.
[4] Malvino, Albert Paul, Prinsip-prinsip Elektronika, Edisi
Kedua, Erlangga Jakarta,1994.
[5] Moh. Ibnu Malik, Anistardi, Bereksperimen dengan
Mikrokontroler 8031, Elek Media Komputindo, Jakarta,
1997.
[6] Ogata, Katsuhiko, Teknik Kontrol Automatik, alih bahasa
Edi Laksono, Erlangga, Jakarta, 1997.
[7] Paulus Andi Nalwan, Panduan Praktis Teknik Antarmuka
dan Pemrograman Mikrokontroler AT89C51, PT Elex
Media Komputindo, Jakarta, 2003.
[8] Putra, Agfianto Eko, Belajar Mikrokontroler
AT89C51/52/55 (Teori dan Aplikasi), Penerbit Gava
Media, Yogyakarta, 2002.
[9] Rio S.R., Iida M., Fisika dan Teknologi Semikonduktor,
P.T. Pradnya Paramita, Jakarta, 1982. Rio S.R., Iida M.,
Fisika dan Teknologi Semikonduktor, P.T. Pradnya
Paramita, Jakarta, 1982.
[10] Slamet MB, Robot Dengan Kemampuan Mencari Jalur
Tujuan dan Mengingat Jalur yang Menjejakinya, Tugas
Akhir, Teknik Elektro Undip, 2003.
[11] Tocci, Ronald J., Digital System Principle and Aplication,
Prentice Hall international, Inc., United States of America,
1977.
[12] Zulkifli Faisal, Soft Braking System pada Roda Prototip
Kereta Api dengan Menggunakan Fuzzy Logic Controller,
Tugas Akhir, Teknik Elektro Undip, 2003.
[13] www.atmel.com/8051/at89c51
[14] www.caltron.co.id
[15] _________, Atmel Microcontroller Data Book, Atmel
Corporation, California, 1995.
[16] _________, Infrared Parts Manual, URL:
http://www.glolab.com, Glolab Corporation, 2002.