Anda di halaman 1dari 9

Contoh 8.

4
Analisis waktu tunggal
Perusahaan RISKA sedang mempertimbangkan beberapa proyek
dengan kondisi sebagai berikut :
Proyek Keb Dana (jt) PI
A 200 1.12
B 250 1.15
C 150 1.22
D 300 1.09
E 200 1.10
F 100 1.07
G 150 0.98
Proyek B dan E bersifat mutuali exclusive, proyek C dan G bersifat
kontinjensi, sedangkan yang lainnya bersifat independen.
Dana tersedia Rp 900.000.000,-, Proyek-proyek mana saja yang sebaiknya
dipilih?
Untuk menentukan proyek-proyek mana saja yang sebaiknya dipilih,
maka perlu menyelesaikan dulu proyek-proyek yang mempunyai sifat
khusus. Proyek B dan E yang mempunyai sifat mutually exclusive dipilih
yang profitability indexnya lebih besar yakni proyek B, sedangkan proyek
E ditolak. Demikian pula proyek C dan G yang mempunyai hubungan
kontinjensi perlu dicari PI gabungannya, sebagai berikut :
Proyek Investasi PI PV
C 150.000.000 1,22 186.000.000
D 150.000.000 0,98 144.000.000
300.000.000 330.000.000

PI gabungan = 330.000.000/300.000.000 = 1,10


Dengan demikian PI untuk proyek C dan G adalah sebesar 1,10. Setelah
proyek-proyek yang mempunyai sifat khusus dianalisis, selanjutnya
proyek-proyek tersebut diranking berdasarkan PI seperti dibawah ini.
Ranking Keb Dana (jt) PI
Proyek
B 250 1.15
A 200 1.12
C+G 300 1.10
D 300 1.09
F 100 1.07

Dari ranking proyek dipilih proyek-proyek berdasar ranking tersebut di


atas dan berdasarkan keterbatasan dana yakni Rp. 900.000.000,-.
Alternative I, proyek B, A, C+G, dan F.
Proyek Investasi PI PV
B 250.000.000 1,15 287.500.000
A 200.000.000 1,12 224.000.000
C+G 300.000.000 1,10 330.000.000
F 100.000.000 1,07 107.000.000
850.000.000 948.500.000
PI gabungan = 948.500.000/850.000.000 = 1,12

Alternative II, proyek A, C+G, D, dan F


Proyek Investasi PI PV
A 200.000.000 1,12 224.000.000
C+G 300.000.000 1,10 330.000.000
D 300.000.000 1,09 327.000.000
F 100.000.000 1,07 107.000.000
900.000.000 988.000.000
PI gabungan = 998.000.000/900.000.000 = 1,10

Dari alternatif I diperoleh PI sebesar 1,12 dan masih ada sisa dana sebesar
Rp. 50.000.000,-. Dana ini bisa diinvestasikan pada proyek lain,
sedangkan alternatif II dengan semua dana yang tersedia sebesar RP.
900.000.000, menghasilkan PI sebesar 1,10. Dengan demikian sebaiknya
perusahaan memilih alternative I yakni memilih proyek B, A, C, G dan F.
Analisis Waktu Ganda

Bila proyek yang dipilih bisa ditunda pelaksanaanya, maka perlu dicari
PI bila dilaksanakan tahun ini dan PI bila proyek ditunda, selanjutnya dicari
selisih PI-nya. Proyek yang dipilih untuk dilaksanakan terlebih dulu adalah
proyek yang mempunyai selisih PI lebih besar, atau proyek yang ditunda
pelaksanaanya yang mempunyai selisih PI-nya paling kecil.

Contoh 8.5
Perusahaan ANDA mendapatkan proyek-proyek dengan karakteristik
sebagai berikut :
Proyek Keb Dana PI saat ini PI tahun
(juta depan
rupiah)
A 200 1.17 1.15
B 200 1.14 1.10
C 200 1.11 1.04
D 200 1.08 1.05

Dana tersedia saat ini hanya Rp 600 juta


Tahun depan tersedia dana Rp 200 juta
Proyek mana yang dipilih lebih dulu?

Untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu mencari selisih PI antara


bila dilaksanakan tahun ini dengan bila dilaksanakan tahun depan.

Proyek Keb Dana PI saat ini PI tahun Selisih


(juta rupiah) depan PI
A 200 1.17 1.15 0,02
B 200 1.14 1.10 0,04
C 200 1.11 1.04 0,07
D 200 1.08 1,05 0,03

Oleh karena itu selisih PI yang paling kecil adalah proyek A, maka
sebaiknya proyek yang ditunda adalah proyek A, buktinya adalah sebagai
berikut :

Proyek Investasi PI PV
B 200.000.000 1,12 224.000.000
C 300.000.000 1,10 330.000.000
D 300.000.000 1,09 327.000.000
A 100.000.000 1,07 107.000.000
900.000.000 988.000.000

PI gabungan = 896.000.000/800.000.000 = 1,12


Kita bandingkan bila ditunda proyek yang mempunyai selisih PI paling
besar yakni proyek C, maka PI-nya bisa dihitung.
Proyek Investasi PI PV
A 200.000.000 1,17 234.000.000
B 200.000.000 1,14 228.000.000
C 200.000.000 1,08 216.000.000
D 200.000.000 1,04 208.000.000
800.000.000 886.000.000
PI gabungan = 886.000.000/800.000.000 = 1,11

H. SOAL DAN PENYELESAIAN


Soal Satu
PT. ASTINAPURA sedang mempertimbangkan untuk mendirikan suatu
proyek investasi yang berlokasi di Yogyakarta. Total investasi diperkirakan
sebesar Rp 1.000.000.000,-, dimana Rp 1.000.000.000,- sebagai modal
kerja dan sisanya sebagai modal tetap. Investasi diperkirakan mempunyai
usia ekonomis 6 tahun dengan nilai residu Rp 240.000.000,-.
Proyeksi penjualan selama usia ekonomisnya diperkirakan sebagai berikut
:
Tahun Penjualan Tahun Penjualan
(ribu rupiah) (ribu rupiah)
1 700.000 4 820.000
2 740.000 5 860.000
3 750.000 6 900.000

Struktur biaya yang dikeluarkan adalah Biaya Variabel 45% dan biaya
selain penyusutan sebesar Rp 35.000.000,-. Pajak 30% dan tingkat
keuntungan diharapkan sebesar 20%.
Jawab :
Investasi Rp 1.000.000.000,- terdiri dari :
Modal kerja Rp 100.000.000,- dan Modal tetap Rp 900.000.000,- umur
ekonomis 6 tahun dengan nilai residu Rp 240.000.000,-.

900.000.000 240.000.000
Penyusutan = 6 = Rp 110.000.000,-
Biaya tetap selain penyusutan Rp 35.000.000,-. Biaya variable 45% dari
penjualan.

a. Menghitung Caschflow
KETERANGAN Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
1 2 3 4 5 6
PENJUALAN 700.00 740.00 780.00 820.00 860.00 900.0
0 0 0 0 0 00
Biaya Variabel 315.00 333.00 351.00 369.00 387.00 405.0
Bi. Tetap Non 0 0 0 0 0 00
Penyus 35.000 35.000 35.000 35.000 35.000 35.00
Biaya tetap 110.00 110.00 110.00 110.00 110.00 0
Penyusutan 0 0 0 0 0 110.0
00
TOTAL BIAYA 460.00 478.00 496.00 514.00 5332.0 550.0
0 0 0 0 00 00
Laba Sebelum 240.00 262.00 284.00 306.00 328.00 350.0
Pajak 0 0 0 0 0 00
Pajak 30% 72.000 78.600 85.200 91.800 98.400 105.0
00

EAT 168.00 183.40 198.80 214.20 229.60 245.0


Penyusutan 0 0 0 0 0 00
Nilai Residu 110.00 110.00 110.00 110.00 110.00 110.0
Modal Kerja 0 0 0 0 0 00
- - - - - 240.0
- - - - - 00
100.0
00
Cashflow 278.00 293.40 308.80 324.20 339.60 695.0
0 0 0 0 0 00

b. Accounting rate of return


(168.000 + 183.400 + 198.800 + 214.200 + 229.600 +
245.000) : 6
APR = 1000.000 + 240.000
2
= 33,31%
Karena tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 20%, maka
menurut merode ini proyek investasi ini layak, sebab ARR = 33,31%
lebih besar disbanding dengan return diharapkan.

c. Payback Period
Investasi 1.000.000,-
Cashflow tahun 1 278.000,-
722.000,-
Cashflow tahun 2 293.400,-
482,600,-
Cashflow tahun 3 308.800,-
119.800,-
Cashflow tahun 4 324.200,-

PBP = 3 tahun + 119.800 x 1 tahun


324.000
= 3,4 tahun
Apabila target kembalian investasi 4 tahun, maka investasi ini layak
sebab payback period-nya lebih kecil disbanding dengan target
kembalian investasi.

d. Metode Net Present Value r = 20%


Tahun Cash Flow Discount Preent Value of
Factor Cashflow
1 378.000.000 0,833 314.874.000
2 293.400.000 0,694 203.619.600
3 308.800.000 0,579 178.795.200
4 324.200.000 0,482 156.264.400
5 339.600.000 0,402 136.519.200
6 695.000.000 0,335 232.825.000
Total Present Value of Cashflow 1.222.897.400
Investasi 1.000.000.000
Net Present Value 222.897.400

Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar


20%, ternyata diperoleh NVP positif sebesar Rp 189.397.400,-, maka
proyek investasi ini layak untuk dilaksanakan.
e. Internal Rate of Return r = 30%
Tahun Cash Flow Discount Present Value of
Factor Cashflow
1 378.000.000 0,769 290.682.000
2 293.400.000 0,592 173.692.800
3 308.800.000 0,455 140.504.000
4 324.200.000 0,350 113.470.000
5 339.600.000 0,269 91.352.400
6 695.000.000 0,207 143.865.000
Total Present Value of Cashflow 953.586.200
Investasi 1.000.000.000
Net Present Value -46.413.800

Dengan demikian :
rr = 20%, TPVrr = Rp 1.222.897.400,- NPVrt = Rp 222.897.400,-
rt = 24% TPVrt = RP 953.586.200,-
222.897,400
IRR = 20% + x (30% - 20%)
1.222.897.400 953.586.200
= 28,28%
Karena IRRnya lebih besar disbanding dengan return yang diharapkan,
maka proyek ini layak.

Soal Dua
PT. ARGOWALU sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesinnya
yang dibeli dua tahun lalu dengan harga Rp 360.000.000,- umur ekonomis
6 tahun, dan nilai residu Rp 60.000.000,-; dengan mesin baru yang lebih
efisien yang mempinyai harga Rp 500.000.000,- umur ekonomis 4 tahun
dan nilai residu Rp 150.000.000,-. Mesin lama laku dijual dengan harga Rp
250.000.000,-.
Atas penggantian tersebut didapatkan penghematan tunai dari
efisiensi bahan baku dan biaya tenaga kerja sebesar Rp 75 juta per
tahun. Pajak 30% dan return yang diharapkan sebesar 17%, apakah
proyek penggantian ini layak?
360.000.000 - 60.000.000
Penyusutan Mesin Lama per tahun = = Rp 50.000.000
6
500.000.000 150.000.000
Penyusutan Mesin Lama per tahun = = Rp
87.500.000
4
a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama
Harga Beli Mesin Lama 360.000.000,-
Akumulasi Penyusutan = 2 x Rp 50.000.000 100.000.000,-
Nilai Buku 260.000.000,-
Harga Jual Mesin Lama 250.000.000,-
Rugi penjualan Mesin Lama 10.000.000,-
Pajak 30% 3.000.000,-
Rugi Bersih Penjualan Mesin Lama 7.000.000,-
b. Perhitungan Penerimaan Bersih dan investasi bersih
Nilai Buku Mesin Lama 260.000.000,-
Rugi Penjualan Mesin Lama 7.000.000,-
Penerimaan Bersih 253.000.000,-
Harga Beli Aktiva Tetap Baru 500.000.000,-
Investasi Bersih 247.000.000,-
c. Perhitungan Tambahan Cashflow
Penghematan Tunai 75.000.000,-
Tambahan Penyusutan :
Penyusutan Mesin Baru = 87.500.000,-
Penyusutan Mesin Lama = 50.000.000,-
37.500.000,-
Tambahan EBIT 37.500.000,-
Pajak 30% 11.250.000,-
Tambahan EAT 26.250.000,-
Tambahan Penyusutan 37.500.000,-
Tambahan Cashflow 63.750.000,-

Dengan demikian, penggantian tersebut menghasilkan tambahan


cashflow sebesar Rp 63.750.000,- dan NPV-nya dengan keuntungan
diharapkan 17%, sebesar :
PV dari tambahan cashflow tahun 1-4 = Rp 63.750.000.000 x 2,743 = Rp
174.866.250,-
PV dari nilai residu tahun 4 = Rp 150.000.000.000 x 0,534 = Rp
80.100.000,-
Total PV of Cashflow = Rp
254.966.250,-
Investasi = Rp
247.000.000,-
Net Present Value = Rp
7.966.250,-
Karena proyek penggantian ini menghasilakan NPV positif sebesar Rp
7.966.250,- maka proyek penggantian ini layak dilaksanakan.

I. SOAL SOAL LATIHAN

1. PT. NAKULA pada awal tahun 2000 mempertimbangkan sebuah proyek


yang membutuhkan dana sebesar Rp 1.250.000.000,-. Dana tersebut,
sebesar Rp 150.000.000,- diperuntukan sebgai modal kerja, sedangkan
sisanya sebagai modal tetap. Umur ekonomis proyek tersebut
diperkirakan 6 tahun dengan nilai residu Rp 200.000.000,-.
TAHUN PROYEKSI
PENJUALAN (RP)
2000 500.000.000
2001 600.000.000
2002 700.000.000
2003 800.000.000
2004 900.000.000
2005 1.000.000.000
Struktur biaya dari proyek ini adalah 40% merupakan biaya varibel.
Biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp 50.000.000,- per tahun.
Pajak 30% dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 16%.
Menurut anda apakah proyek ini layak?
2. PT. ELSHINTA sedang mempertimbangkan untuk mengganti
mesinnyayang dibeli dua tahun lalu dengan harga Rp 45% juta, umur
ekonomis 7 tahun, dan nilai residu Rp 100 juta ; dengan mesin baru
yang lebih efisien yang mempunyai harga Rp 600 juta umur ekonomis 4
tahun dan nilai residu Rp 200 juta. Mesin lama laku dijual dengan harga
Rp 370 juta
Atas penggantian tersebut didapatkan penghematan tunai dari efisien
bahan baku dan biaya tenaga kerja sebesar Rp 80 juta per tahun. Pajak
30% dan return yang diharapkan sebesar 20%, apakah proyek
penggantian ini layak?
3. PT. AL-IKHSAN sedang mendapatkan tawaran untuk mengerjakan suatu
proyek di daerah Yogyakarta Selatan, Proyek ini membutuhkan dana
sebesar Rp 450.000.000,- yang terdiri dari modal kerja Rp 50.000.000,-
dan lainnya modal tetap. Proyek ini mempunyai umur ekonomis 6 tahun
dan nilai residu Rp 40.000.000,-.
Proyeksi penjualan proyek ini selama umur ekonomisnya adalah ;

Tahun Penjualan
1 Rp 220.000.000
2 Rp 250.000.000
3 Rp 300.000.000
4 Rp 320.000.000
5 Rp 350.000.000
6 Rp 360.000.000
Biaya yang dikeluarkan terdiri dari Biaya Variabel 40% dan Biaya tetap
tunai selain penyusutan adalah sebesar Rp 15.000.000,-
Bila tingkat pajak 30% dan return yang diharapkan sebesar 17%,
apakah proyek ini layak?
4. Sebuah proyek dengan investasi Rp 750.000.000,- yang terdiri dari
modal kerja Rp 150.000.000,-, dan Rp 600.000.000,- sebagai modal
tetap yang mempunyai umur 5 tahun dan nilai residu Rp 100.000.000,-.
EBIT yang diperoleh Rp 160.000.000,- per tahu. Pajak 30%, return
diharapkan 18%. Apakah proyek layak?
5. Perusahaan ANTARIKSA sedang mempertimbangkan untuk memilih
beberapa alternative proyek sehubungan dengan keterbatasan dana
yang dimiliki. Perusahaan memiliki dana sebesar Rp 2.500.000.000,-
untuk mengerjakan proyek yang ditawarkan sebagai berikut :

Proyek Investasi PI
A 600.000.000 1,28
B 400.000.000 1,09
C 800.000.000 1,25
D 300.000.000 1,10
E 700.000.000 1,14
F 500.000.000 1,20
G 400.000.000 1,30
H 300.000.000 1,04
I 400.000.000 1,12
Proyek-proyek tersebut bersifat independen, kecuali proyek A dan C
bersifat mutually exclusive dan proyek G dan I bersifat kontijensi.
Proyek mana saja yang seharusnya dipilih sehubungan dengan
keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan?