Anda di halaman 1dari 26

Managing International Business

BAB I
1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

“Ganyang Malaysia”, mungkin pernyataan tersebut tidak asing lagi bagi warga
Indonesia. Penyataan tersebut kembali menghangat setelah Malaysia kembali "mengklaim"
salah satu seni budaya Indonesia. Tari pendet yang asli produk seni bangsa Indonesia tiba-
tiba diakui sebagai milik negeri jiran itu. Pengakuan terbaru tersebut menambah daftar
panjang klaim secara sepihak dari Malaysia atas aset seni dan budaya kita. Sebelumnya,
angklung dan batik telah diklaim sebagai warisan budaya Malaysia. Bukan hanya aset seni
dan budaya yang dijadikan sasaran empuk untuk dicaplok. Belum lama berselang, klaim
Malaysia atas Ambalat telah menjadikan hubungan dua negara tersebut menuju ke medan
perang.

Hubungan antara Indonesia dan Malaysia sebenarnya telah berlangsung jauh


sebelum kolonialisme Eropa menginjakkan kaki di Asia Tenggara. Hubungan keduanya
diikat dalam bingkai Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Setelah periode kolonialisme,
keduanya terpisah; Indonesia dijajah Belanda, sedangkan Malaysia menjadi jajahan Inggris.
Meski sudah berlangsung lama, hubungan negara serumpun itu seiring mengalami pasang-
surut. Hal tersebutlah yang membuat Malaysia menjadi bahan kajian yang menarik, oleh
karenanya maka penulis akan mencoba menyajikan beberapa informasi terkait Malaysia.
Yang mana kajian ini hanya membahas informasi non-ekonomi dari negeri jiran ini.

B. Tujuan Penulisan

Dapat memberikan informasi tentang informasi non ekonomi dari Malaysia yang mana
akan dapat berguna dalam melakukan hubungan bisnis internasional dengan Malaysia.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

BAB II
2

MALAYSIA

Nama : Malaysia

Ibukota Negara : Kuala Lumpur

Kemerdekaan : 31 Agustus 1957 (dari Inggris)

Secara etimologi nama "Malaysia" diadopsi pada 1963 ketika Federasi Malaya,
Singapura, Sabah, dan Sarawak membentuk federasi dengan 14 negara bagian. Tetapi nama
itu sendiri pernah membingungkan ketika dipakai untuk merujuk wilayah-wilayah di Asia
Tenggara. Sebuah peta yang diterbitkan pada 1914 di Chicago menampilkan nama
Malaysia pada wilayah tertentu di Nusantara. Bangsa Filipina pernah menghendaki
penamaan negara mereka sebagai "Malaysia", tetapi Malaysia yang pertama mengadopsi
nama itu pada 1963 sebelum Filipina bertindak lebih jauh tentang masalah itu, terkait kasus
Sabah. Nama lain pernah dianjurkan untuk federasi 1963. Di antaranya adalah Langkasuka
(Langkasuka adalah sebuah kerajaan kuno yang berada di bagian hulu Semenanjung
Malaya pada milenium pertama masehi). Bahkan mundur lebih jauh lagi, seorang etnolog
Inggris, George Samuel Windsor Earl, di dalam jilid IV Jurnal Kepulauan India dan Asia
Timur pada 1850 mengusulkan untuk menamai kepulauan Indonesia sebagai Melayunesia
atau Indunesia, kendati dia lebih menyukai yang terakhir.

Malaysia adalah sebuah negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian
dan tiga wilayah persekutuan di Asia Tenggara dengan luas 329.847 km persegi.
Ibukotanya adalah Kuala Lumpur, sedangkan Putrajaya menjadi pusat pemerintahan
persekutuan. Jumlah penduduk negara ini melebihi 27 juta jiwa. Negara ini dipisahkan ke
dalam dua kawasan, Malaysia Barat dan Malaysia Timur, oleh Laut Cina Selatan. Malaysia

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

berbatasan dengan Thailand, Indonesia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Negara ini terletak
3
di dekat khatulistiwa dan beriklim tropika. Kepala negara Malaysia adalah Yang di-Pertuan
Agong dan pemerintahannya dikepalai oleh seorang Perdana Menteri. Model pemerintahan
Malaysia mirip dengan sistem parlementer Westminster.

Malaysia termasuk negara persekutuan mulai tahun 1963. Sebelumnya, sekumpulan


koloni didirikan oleh Britania Raya pada akhir abad ke-18, dan setengah barat Malaysia
terdiri dari beberapa kerajaan yang terpisah-pisah. Kumpulan wilayah jajahan itu dikenal
sebagai Malaya Britania hingga pembubarannya pada 1946, ketika kumpulan itu disusun
kembali sebagai Uni Malaya. Karena semakin meluasnya tentangan, kumpulan itu lagi-lagi
disusun kembali sebagai Federasi Malaya pada tahun 1948 dan kemudian meraih
kemerdekaan pada 31 Agustus 1957. Singapura, Sarawak, Kalimantan Utara, dan Federasi
Malaya bergabung membentuk Malaysia pada 16 September 1963. Tahun-tahun permulaan
persekutuan baru diganggu oleh konflik militer dengan Indonesia dan keluarnya Singapura
pada 9 Agustus 1965.

Bangsa-bangsa di Asia Tenggara mengalami ledakan ekonomi dan menjalani


perkembangan yang cepat di penghujung abad ke-20. Pertumbuhan yang cepat pada
dasawarsa 1980-an dan 1990-an, rata-rata 8% dari tahun 1991 hingga 1997, telah
mengubah Malaysia menjadi negara industri baru. Karena Malaysia adalah salah satu dari
tiga negara yang menguasai Selat Malaka, perdagangan internasional berperan penting di
dalam ekonominya. Pada suatu ketika, Malaysia pernah menjadi penghasil timah, karet dan
minyak kelapa sawit di dunia. Industri manufaktur memiliki pengaruh besar bagi ekonomi
negara ini. Malaysia juga dipandang sebagai salah satu dari 18 negara berkeanekaragaman
hayati terbesar di dunia. Suku Melayu menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia.
Terdapat pula komunitas Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa
Melayu dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara. Malaysia
adalah anggota perintis ASEAN dan turut serta di berbagai organisasi internasional, seperti
PBB. Sebagai bekas jajahan Inggris, Malaysia juga menjadi anggota Negara-Negara
Persemakmuran. Malaysia juga menjadi anggota D-8.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

4
A. POLITIK & PEMERINTAHAN

Tipe Pemerintahan : monarki konstitusional

Eksekutif

Kepala negara : Raja - Sultan Mizan Zainal Abidin

Kepala pemerintahan : Perdana Menteri Mohamed Najib bin Abdul Razak

Legistatif : Parlemen bikameral atau Parlimen terdiri dari Senat atau


Dewan Negara (70 kursi, 44 ditunjuk oleh raja, 26 dipilih
oleh 13 negara pembentuk undang-undang; masa jabatan tiga
tahun) dan Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Rakyat
(222 kursi; anggota dipilih melalui pemilu; masa jabatan
hingga lima tahun)

Ibukota Negara

Nama : Kuala Lumpur

Koordinat geografis : 3 10 N, 101 42 E

Perbedaan waktu : UTC +8 (13 jam depan Washington, DC saat Standard


Time)

Administrative Divisions : Johor, Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang,


Perak, Perlis, Pulau Pinang, Sabah, Sarawak, Selangor, dan
Terengganu; dan satu wilayah federal (Wilayah Persekutuan)
dengan tiga komponen, kota Kuala Lumpur, Labuan, dan
Putrajaya

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Sistem Hukum : didasarkan pada hukum umum Inggris; hukum Islam


5
diterapkan untuk umat Islam dalam hal hukum keluarga dan
agama; belum menerima jurisdiksi wajib ICJ

Hak Pilih : 21 tahun

Partisipasi Organisasi Internasional: ADB, APEC, APT, ARF, ASEAN, BIS, C, CP,
EAS, FAO, G-15, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, ICC,
ICRM, IFAD, IFC, IHO, ILO, IMF, IMO, IMSO,
ISO, ITSO, ITU, MINURSO, NAM, OIC, OPCW,
PCA, UNCTAD, UNESCO, UNWTO, UPU,
WCL, WCO, WCO, WHO, WIPO, WMO, WTO

Federasi Malaysia adalah sebuah monarki konstitusional. Kepala negara


persekutuan Malaysia adalah Yang di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia. Yang di-Pertuan
Agong dipilih dari dan oleh sembilan Sultan Negeri-Negeri Malaya, untuk menjabat selama
lima tahun, sedangkan empat pemimpin negeri lainnya, yang bergelar Gubernur, tidak turut
serta di dalam pemilihan. Sultan yang memimpin semua negara bagian Semenanjung
Malaysia diangkat atas dasar turun-temurun kecuali Melaka dan Pulau Pinang (Penang),
mereka bersama dua negara bagian Sabah dan Sarawak di malaysia Timur memiliki
gubernur yang ditunjuk oleh pemerintah. Kekuasaan pemerintah negara dibatasi oleh
konstitusi federal di bawah persyaratan federasi. Dalam sistem pemerintahan Sabah dan
Sarawak mempertahankan hak prerogatif konstitusional tertentu (misalnya, hak untuk
mempertahankan mereka kontrol imigrasi sendiri).

Sistem pemerintahan di Malaysia berbentuk sistem parlementer Westminster,


warisan Penguasa Kolonial Britania. Tetapi di dalam praktiknya, kekuasaan lebih terpusat
di eksekutif daripada di legislatif. Sejak kemerdekaan pada 1957, Malaysia diperintah oleh
koalisi multipartai yang disebut Barisan Nasional (pernah disebut pula Aliansi). Kekuasaan
legislatur dibagi antara legislatur persekutuan dan legislatur negeri. Parlemen bikameral

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

terdiri dari dewan rendah, Dewan Rakyat (mirip "Dewan Perwakilan Rakyat" di Indonesia)
6
dan dewan tinggi, Senat atau Dewan Negara (mirip "Dewan Perwakilan Daerah" di
Indonesia). 222 anggota Dewan Rakyat dipilih dari daerah pemilihan beranggota-tunggal
yang diatur berdasarkan jumlah penduduk untuk masa jabatan terlama 5 tahun. 70 Senator
bertugas untuk masa jabatan 3 tahun, dimana 26 di antaranya dipilih oleh 13 majelis negara
bagian (masing-masing mengirimkan dua utusan), dua mewakili wilayah persekutuan
Kuala Lumpur, masing-masing satu mewakili wilayah persekutuan Labuan dan Putrajaya,
dan 40 diangkat oleh raja atas nasehat perdana menteri. Pemilihan umum parlemen
dilakukan paling sedikit lima tahun sekali, dengan pemilihan umum terakhir pada Maret
2008. Pemilih terdaftar berusia 21 tahun ke atas dapat memberikan suaranya kepada calon
anggota Dewan Rakyat dan calon anggota dewan legislatif negara bagian (namun di
beberapa negara bagian saja). Voting tidak diwajibkan.

Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh kabinet yang dipimpin oleh perdana


menteri, konstitusi Malaysia menetapkan bahwa perdana menteri haruslah anggota dewan
rendah (Dewan Rakyat), yang direstui Yang di-Pertuan Agong dan mendapat dukungan
majoritas di dalam parlemen. Kabinet dipilih dari para anggota Dewan Rakyat dan Dewan
Negara dan bertanggung jawab kepada Dewan Rakyat. Sedangkan kabinet merupakan
anggota parlemen yang dipilih dari Dewan Rakyat atau Dewan Negara. Pemerintah negara
bagian dipimpin oleh Menteri Besar di negeri-negeri Malaya atau Ketua Menteri di negara-
negara yang tidak memelihara monarki lokal, yakni seorang anggota majelis negara bagian
dari partai majoritas di dalam Dewan Undangan Negeri. Di tiap-tiap negara bagian yang
memelihara monarki lokal, Menteri Besar haruslah seorang Suku Melayu Muslim,
meskipun penguasa ini menjadi subjek kebijaksanaan para penguasa. Kekuasaan politik di
Malaysia sangat konsen dalam memperjuangkan kewajiban dan hak. Oleh karena itu
kekuasaan memainkan peranan yang amat penting dalam melakukan perubahan.

B. GEOGRAFI

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

7
Lokasi : Asia Tenggara, semenanjung berbatasan dengan Thailand dan sepertiga bagian
utara pulau Kalimantan, berbatasan dengan Indonesia,
Brunei, dan Laut Cina Selatan, selatan Vietnam

Geographic coordinates : 2 30 N, 112 30 E

Peta referensi : Asia Tenggara

Area total : 329.847 sq km

Tanah : 328.657 sq km

Air : 1.190 sq km

Batas tanah : 2.669 km

Negara perbatasan : Brunei 381 km, Indonesia 1.782 km, Thailand 506 km

Pantai : 4.675 km (Semenanjung Malaysia 2.068 km, Malaysia


Timur 2.607 km)

Klaim maritime :

Laut Territorial : 12 nm

Zona Ekonomi Eksklusif : 200 nm

Continental Shelf : 200 m kedalaman atau ke kedalaman eksploitasi; ditentukan


batas di Laut Cina Selatan

Iklim : tropis

Elevation Ekstrem:

Titik terendah : Samudra Hindia 0 m

Titik tertinggi : Gunung Kinabalu 4.100 m

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Sumber Daya Alam : timah, minyak bumi, kayu, tembaga, bijih besi, gas alam,
8
bauksit

Malaysia adalah negara berpenduduk terbanyak ke-43 dan negara dengan daratan
terluas ke-66 di dunia, dengan jumlah penduduk kira-kira 27 juta dan luas wilayah melebihi
320.000 km2. Malaysia terdiri atas dua kawasan utama yang terpisah oleh Laut Cina
Selatan. Keduanya memiliki bentuk muka bumi yang hampir sama, yaitu dari pinggir laut
yang landai hingga hutan lebat dan bukit tinggi. Puncak tertinggi di Malaysia (dan juga di
Kalimantan) yaitu Gunung Kinabalu setinggi 4.095,2 meter di Sabah. Iklim lokal adalah
tropis dan dicirikan oleh angin muson barat daya (April hingga Oktober) dan timur laut
(Oktober hingga Februari).

Tanjung Piai, terletak di selatan negara bagian Johor, adalah tanjung paling selatan
benua Asia. Selat Malaka, terletak di antara Sumatera dan Semenanjung Malaysia, jalur
pelayaran terpenting di dunia. Kuala Lumpur adalah ibukota resmi dan kota terbesar di
Malaysia. Putrajaya dikenal sebagai ibukota administratif pemerintahan persekutuan
Malaysia. Meskipun banyak cabang eksekutif dan judikatif pemerintahan persekutuan telah
pindah ke Putrajaya (untuk menghindari kemacetan yang tumbuh di Kuala Lumpur), tetapi
Kuala Lumpur masih dipandang sebagai ibukota legislatif Malaysia karena di sanalah
beradanya kompleks gedung Parlemen Malaysia. Kuala Lumpur juga merupakan pusat
perdagangan dan keuangan Malaysia. Kota utama lainnya adalah Ipoh, George Town, Johor
Bahru, Kuching, Kota Kinabalu, Miri, Alor Star, Kota Melaka, dan Petaling Jaya.

Malaysia diberkati dengan sumber daya alam seperti sektor pertanian, kehutanan,
dan pertambangan. Di sektor pertanian, Malaysia adalah salah satu pengekspor terbesar
karet alam dan minyak sawit, dammar, kayu gelondongan, kakao, lada, nenas, dan
tembakau. Minyak sawit merupakan komoditi utama perdagangan internasional Malaysia.
Kini, ditaksir 59% daratan Malaysia masih berupa hutan. Perluasan industri damar yang
cepat, khususnya setelah era 1960-an, telah menghasilkan masalah erosi di hutan-hutan
negara ini. Tetapi, dengan adanya komitmen pemerintah untuk melindungi lingkungan dan

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

sistem ekologi, sumber daya hutan dikelola pada landasan yang berkelanjutan, hal ini
9
berdampak pada menurunnya laju penebangan pohon. Sebagai tambahan, sejumlah wilayah
yang substansial dimanfaatkan sebagai hutan produksi (silvikultur) dan upaya penghutanan
kembali terhadap lahan hutan sudah dilakukan. Pemerintah Malaysia merencanakan
pengayaan tanah seluas 312,30 kilometer persegi dengan rotan di bawah kondisi hutan
alami dan di sela-sela tanaman karet alami sebagai komoditas panen perantara. Untuk terus
memperkaya sumber-sumber hutan pemerintah memiliki kebijakan untuk menanam spesies
damar yang cepat-tumbuh seperti meranti tembaga, merawan dan sesenduk. Karet, pernah
menjadi komoditi utama ekonomi Malaysia, namun kini digantikan oleh minyak sawit
sebagai komoditas ekspor utama pertanian Malaysia.

Timah dan minyak bumi adalah dua sumber daya mineral utama yang menjadi
penyokong ekonomi utama Malaysia. Malaysia pernah menjadi penghasil timah terbesar di
dunia hingga runtuhnya pasar timah di permulaan tahun 1980-an. Pada abad ke-19 dan ke-
20, timah memainkan peran dominan di dalam ekonomi Malaysia. Pada 1972 minyak bumi
dan gas alam mengambil alih timah sebagai komoditas utama sektor pemurnian mineral.
Sementara itu, kontribusi timah semakin menurun. Penemuan minyak bumi dan gas alam di
ladang minyak lepas pantai Sabah, Sarawak, dan Terengganu memiliki sumbangan penting
bagi ekonomi Malaysia. Mineral lain menurut tingkat kepentingan dan keberartiannya
adalah tembaga, bauksit, besi, dan batu bara bersama-sama dengan mineral industri seperti
tanah liat, kaolin, silika, batu gamping, barit, fosfat, dan bebatuan dimensi seperti granit
juga blok dan lempengan marmer. Sejumlah emas dengan kadar minimalis juga diproduksi.
Pada 2004, seorang menteri di Departemen Perdana Menteri, Mustapa Mohamed,
menyatakan bahwa cadangan minyak bumi Malaysia berada pada kisaran
Templat:Convert/Goilbbl sedangkan cadangan gas alam bertambah menjadi 89 triliun kaki
kubik (2,500 km³). Ini merupakan penaikan sebesar 7,2%. Pada 1 Januari 2007, Petronas
melaporkan bahwa cadangan minyak dan gas di Malaysia berkisar pada ekuivalensi
Templat:Convert/Goilbbl.

Pemerintah Malaysia menaksir bahwa pada laju produksi terkini, Malaysia akan
mampu menghasilkan minyak sampai 18 tahun dan gas sampai 35 tahun ke muka. Pada

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

2004, Malaysia menduduki peringkat ke-24 menurut cadangan minyak dunia dan ke-13
menurut cadangan gas. 56% dari cadangan minyak ada di Semenanjung sedangkan 19% di 10
Malaysia Timur. Pemerintah memberikan royalti minyak sebesar 5% kepada negara bagian
dan sisanya dikelola pemerintah persekutuan. Tiap-tiap negara bagian memelihara hak
untuk menguasai sumber-sumber daya alam di dalam wilayahnya. Tetapi, pemerintah
persekutuan menguasai minyak dan gas. Negara bagian yang memiliki minyak dan gas
diberi royalti.

C. DEMOGRAFI

Jumlah Penduduk : 25.715.819 (Juli 2009 est)

Struktur Umur

0-14 tahun : 31.4% (laki-laki 4.153.621 / perempuan 3.914.962)

15-64 tahun : 63,6% (laki-laki 8.210.373 / perempuan 8.143.043)

65 tahun ke atas : 5% (569.245 laki-laki / wanita 724.575) (2009 est)

Rata-rata Umur : 24,9 tahun

Laki-laki : 24,3 tahun

Perempuan : 25,6 tahun (2009 est)

Tingkat Pertumbuhan Penduduk : 1,723% (2009 est)

Tingkat kelahiran : 22,24 kelahiran / 1,000 penduduk (2009 est)

Tingkat Kematian : 5,02 kematian / 1,000 penduduk (perkiraan Juli 2009)

Urbanisasi

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Penduduk perkotaan : 70% dari total penduduk (2008)


11
Tingkat urbanisasi : 3% laju perubahan tahunan (2005-10 est)

Rasio Jenis Kelamin

Pada saat kelahiran : 1.07 laki-laki / wanita

Di bawah 15 tahun : 1,06 laki-laki / wanita

15-64 tahun : 1,01 laki-laki / wanita

65 tahun ke atas : 0,79 laki-laki / wanita

Total populasi : 1,01 laki-laki / female (2009 est)

Angka Kematian Bayi : 15,87 kematian / 1,000 kelahiran hidup

Laki-laki : 18,32 kematian / 1,000 kelahiran hidup

Wanita : 13,24 kematian / 1,000 kelahiran hidup (2009 est)

Tingkat Harapan Hidup : 73,29 tahun

Laki-laki : 70,56 tahun

Perempuan : 76,21 tahun (2009 est)

Tingkat Kesuburan Total : 2,95 anak yang lahir / perempuan (2009 est)

Kelompok Etnis : Malay 50,4%, Cina 23,7%, pribumi 11%, India


7,1%, lainnya 7,8% (2004 est)

Agama : Islam 60,4%, Budha 19.2%, Kristen 9,1%, Hindu


6,3%, Konfusianisme, Taoisme, agama cina
tradisional lainnya 2,6%, atau tidak diketahui lainnya
1,5%, none 0.8% (2000 census)

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Bahasa : Bahasa Malaysia (resmi), Inggris, Cina (Kanton,


Mandarin, Hokkian, Hakka, Hainan, Foochow), 12
Tamil, Telugu, Malayalam, Punjab, Thailand (di
malaysia Timur ada beberapa bahasa pribumi; paling
banyak digunakan adalah Iban dan Kadazan)

Harapan Hidup Sekolah : 13 tahun

Laki-laki : 12 tahun

Perempuan : 13 tahun (2005)

Anggaran Pendidikan : 6,2% dari PDB (2004)

Penduduk Malaysia terdiri dari berbagai kelompok suku, dengan Suku Melayu
sejumlah 50,4% menjadi ras terbesar dan bumiputra/suku asli (aborigin) di Sabah dan
Sarawak sejumlah 11% dari keseluruhan penduduk. Menurut definisi konstitusi Malaysia,
orang Melayu adalah Muslim, menggunakan Bahasa Melayu, yang menjalankan adat dan
budaya Melayu. Oleh karena itu, secara teknis, seorang Muslim dari ras manapun yang
menjalankan kebiasaan dan budaya Melayu dapat dipandang sebagai Melayu dan memiliki
hak yang sama ketika berhadapan dengan hak-hak istimewa Melayu seperti yang
dinyatakan di dalam konstitusi. Penduduk local/Bumiputra non-melayu menjadi kelompok
dominan di negara bagian Sarawak (30% adalah Iban), dan mendekati 60% penduduk
Sabah (18% adalah Kadazan-Dusun, dan 17% adalah Bajaus). Bumiputra non-Melayu itu
terbagi atas puluhan kumpulan ras tetapi memiliki budaya umum yang sama. Hingga abad
ke-20, kebanyakan dari mereka mengamalkan kepercayaan tradisional tetapi kini telah
banyak yang sudah memeluk Kristen atau Islam. Masuknya ras lain sedikit banyak
mengurangi persentase penduduk pribumi di kedua negara bagian itu. Juga terdapat
kelompok aborigin dengan jumlah sedikit di Semenanjung, mereka biasa disebut Orang
Asli. 23,7% penduduk adalah Tionghoa-Malaysia, sedangkan India-Malaysia sebanyak
7,1% penduduk. Sebagian besar komunitas India adalah Tamil (85%), tetapi berbagai

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

kelompok lainnya juga ada, termasuk Malayalam, Punjab, dan Gujarat. Sebagian lagi
penduduk Malaysia berdarah campuran Timur Tengah, Thailand, dan Indonesia. Keturunan 13
Eropa dan Eurasia termasuk Britania yang menetap di Malaysia sejak zaman kolonial, dan
komunitas Kristang yang kuat di Melaka. Sejumlah kecil orang Khmer dan Vietnam
menetap di Malaysia sebagai pengungsi Perang Vietnam.

a. Suku

1. Suku Melayu

Suku Melayu, kelompok terbesar, didefinisikan sebagai Muslim di dalam Konstitusi


Malaysia. Suku Melayu memainkan peran dominan secara politis dan digolongkan sebagai
salah satu bumiputra. Bahasa aslinya adalah Bahasa Melayu, dan dijadikan bahasa nasional
Malaysia. Di masa silam, Suku Melayu menulis di dalam bahasa Sanskerta atau
menggunakan alfabet berbasis bahasa Sanskerta. Setelah abad ke-15, tulisan Jawi (berbasis
bahasa Arab) menjadi popular. Tidak lama kemudian, tulisan romawi mengambil alih peran
Sanskerta dan Jawi sebagai tulisan dominan. Ini umumnya dikarenakan pengaruh sistem
pendidikan kolonial, yang mengajari anak-anak tulisan romawi daripada tulisan Arab.

2. Bumiputra non-Melayu

Bumiputra non-Melayu terbesar adalah Iban dari Sarawak, yang jumlahnya


melebihi 600.000 jiwa. Beberapa Suku Iban masih menetap di perkampungan hutan
tradisional di dalam rumah panjang di sepanjang Sungai Rajang dan Lupar dan daerah
aliran mereka, kendati banyak dari Suku Iban pindah ke kota. Suku Bidayuh, berjumlah
kira-kira 170.000 jiwa, berpusat di barat daya Sarawak. Suku asli terbesar di Sabah adalah
Kadazan. Mereka umumnya petani yang menganut Kristen. 140.000 Orang Asli, atau
aborigin, terdiri dari sejumlah komunitas suku yang berbeda-beda yang menetap di
Malaysia Barat. Biasanya menjadi pemburu, peladang berpindah, dan petani, banyak dari
mereka kemudian menetap dan sebagiannya berbaur ke dalam Malaysia modern.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

3. Kaum Tionghua
14
Kaum Tionghoa di Malaysia umumnya menganut Buddha (dari sekte Mahayana)
atau juga menganut Tao. Tionghoa di Malaysia mampu berbicara di dalam beberapa dialek
bahasa Tionghoa, termasuk Mandarin, Hokkien, Kanton, Hakka, dan Teochew. Majoritas
Tionghoa di Malaysia, terkhusus mereka dari kota-kota besar seperti Kuala Lumpur,
Petaling Jaya, dan Penang mampu berbahasa Inggris pula. Terdapat pula sejumlah
Tionghoa yang semakin bertambah generasi Tionghoa baru yang memandang bahasa
Inggris sebagai bahasa ibu mereka. Tionghoa di Malaysia berdasarkan sejarah telah
menjadi dominan di dalam komunitas perdagangan Malaysia.

4. Suku Hindu Tamil

Suku India-Malaysia utamanya Tamil Hindu dari India selatan yang bahasa aslinya
adalah bahasa Tamil, juga ada komunitas India yang berbahasa Telugu, Malayalam, dan
Hindi, menetap terutama di kota-kota besar di pesisir barat semenanjung. Banyak kalangan
India menengah-atas di Malaysia juga berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Sejumlah
komunitas Tamil Muslim dengan 200.000 jiwa juga tumbuh sebagai kelompok sub-budaya
yang mandiri. Juga terdapat komunitas Tamil Kristen di kota-kota besar. Juga ada
komunitas Sikh di Malaysia melebihi 83.000 jiwa. Sebagian besar India-Malaysia mulanya
bermigrasi dari India sebagai pedagang, guru, atau tenaga ahli lainnya.

Orang Eurasia, Kamboja, Vietnam, Thai, Bugis, Jawa, dan suku-suku asli ikut
memperkaya keanekaan penduduk Malaysia. Sejumlah kecil orang Eurasia, campuran
Portugis dan Melayu, berbahasa kreol berbasis-bahasa Portugis, disebut bahasa Kristang.
Juga terdapat orang Eurasia campuran Filipino dan Spanyol, yang sebagian besar terdapat
di Sabah. Beberapa kaum imigran dari Filipina berbahasa Chavacano (satu-satunya bahasa
kreol berbasis-bahasa Spanyol di Asia). Orang Kamboja dan Vietnam terutama pemeluk
Buddha (Kamboja: sekte Theravada, Vietnamese: sekte Mahayana). Orang Thai-Malaysia
adalah kelompok besar di negara-negara bagian Perlis, Kedah, Penang, Perak, Kelantan,
dan Terengganu. Di samping berbahasa Thai, sebagian besar mereka menganut Buddha,
merayakan Songkran (festival air) dan dapat berbahasa Hokkien tetapi sebagian dari

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

mereka adalah Muslim dan berbahasa Melayu dialek Kelantan. Orang Bugis dan Jawa
menjadi bagian penduduk di Johor. Sebagai tambahan, ada juga banyak orang asing dan 15
ekspatriat yang menjadikan Malaysia sebagai rumah kedua mereka, akan tetapi mereka
tetap berkontribusi menjadi penduduk Malaysia.

Sebaran penduduk sangat tidak merata, dengan lebih dari 17 juta penduduk menetap
di Malaysia Barat, sedangkan tidak lebih dari 7 juta menetap di Malaysia Timur. Karena
tumbuhnya industri padat tenaga kerja, Malaysia memiliki 10% sampai 20% pekerja
imigran dengan jumlah pekerja illegal yang cukup besar, terutama berasal dari Indonesia.
Negara bagian Sabah sendiri memiliki hampir 25% dari 2,7 juta penduduknya terdaftar
sebagai pekerja imigran ilegal menurut sensus terakhir. Tetapi, gambaran 25% ini diduga
kurang dari setengah gambaran yang diperkirakan oleh lembaga-lembaga swadaya
masyarakat. Sebagian besar orang Malaysia diberikan kewarganegaraan oleh lex soli.
Kewarganegaraan di negara bagian Sabah dan Sarawak di Malaysia Timur berbeda dengan
kewarganegaraan di Malaysia Barat untuk tujuan imigrasi. Setiap warga negara diberi
selembar kartu identitas biometric smart chip, yang biasa disebut MyKad, pada umur 12
tahun, dan harus membawa kartu itu kapanpun.

Sebagai tambahan, menurut World Refugee Survey 2008, yang diterbitkan oleh
Komisi Pengungsi dan Imigran Amerika Serikat, Malaysia menampung pengungsi dan
pencari suaka mendekati angka 155.700. Dari jumlah ini, hampir 70.500 pengungsi dan
pencari suaka berasal dari Filipina, 69.700 dari Myanmar, dan 21.800 dari Indonesia.
Komisi Pengungsi dan Imigran Amerika Serikat menamai Malaysia sebagai salah satu dari
sepuluh tempat terburuk bagi pengungsi karena adanya praktik diskriminasi negara kepada
pengungsi. Petugas Malaysia dilaporkan memulangkan pendatang secara langsung kepada
penyelundup manusia pada 2007, dan Malaysia menugaskan RELA, milisi sukarelawan,
untuk menegakkan undang-undang imigrasi negara itu.

b. Agama

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Malaysia adalah masyarakat multi-agama dan Islam adalah agama resminya.


Menurut gambaran Sensus Penduduk dan Perumahan 2000, hampir 60,4 persen penduduk 16
memeluk agama Islam; 19,2 persen Buddha; 9,1 persen Kristen; 6,3 persen Hindu; dan 2,6
persen Agama Tionghoa tradisional. Sisanya dianggap memeluk agama lain, misalnya
Animisme, Agama rakyat, Sikh, dan keyakinan lain; sedangkan 1,1% dilaporkan tidak
beragama atau tidak memberikan informasi. Semua orang Melayu dipandang Muslim
(100%) seperti yang didefinisi pada Pasal 160 Konstitusi Malaysia. Statistik tambahan dari
Sensus 2000 yang menunjukkan bahwa Tionghoa-Malaysia sebagian besar memeluk agama
Buddha (75,9%), dengan sejumlah signifikan mengikuti ajaran Tao (10,6%) dan Kristen
(9,6%). Sebagian besar orang India-Malaysia mengikuti Hindu (84,5%), dengan sejumlah
kecil mengikuti Kristen (7,7%) dan Muslim (3,8%). Kristen adalah agama dominan bagi
komunitas non-Melayu bumiputra (50,1%) dengan tambahan 36,3% diketahui sebagai
Muslim dan 7,3% digolongkan secara resmi sebagai pengikut agama rakyat.

Konstitusi Malaysia secara teoretik menjamin kebebasan beragama. Tambahan lagi,


semua non-Muslim yang menikahi Muslim harus meninggalkan agama mereka dan beralih
kepada Islam. Sementara, kaum non-Muslim mengalami berbagai batasan di dalam
kegiatan-kegiatan keagamaan mereka, seperti pembangunan sarana ibadah dan perayaan
upacara keagamaan di beberapa negara bagian. Muslim dituntut mengikuti keputusan-
keputusan Mahkamah Syariah ketika mereka berkenaan dengan agama mereka. Jurisdiksi
Mahkamah Syariah dibatasi hanya bagi Muslim menyangkut Keyakinan dan Kewajiban
sebagai Muslim, termasuk di antaranya pernikahan, warisan, kemurtadan, dan hubungan
internal sesama umat. Tidak ada pelanggaran perdata atau pidana berada di bawah
jurisdiksi Mahkamah Syariah, yang memiliki hierarki yang sama dengan Pengadilan Sipil
Malaysia. Meskipun menjadi pengadilan tertinggi di negara itu, Pengadilan-Pengadilan
Sipil (termasuk Pengadilan Persekutuan, pengadilan tertinggi di Malaysia) pada prinsipnya
tidak dapat memberikan putusan lebih tinggi daripada yang dibuat oleh Mahkamah Syariah,
biasanya Pengadilan-Pengadilan Sipil segan untuk memimpin kasus-kasus yang melibatkan
Islam di dalam wilayah atau pertanyaan atau tantangan terhadap autoritas Mahkamah
Syariah. Hal ini menyebabkan masalah-masalah yang cukup mengemuka, khususnya yang

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

melibatkan kasus-kasus perdata di antara Muslim dan non-Muslim, di mana pengadilan


17
sipil telah memerintahkan non-Muslim untuk mencari pertolongan dari Mahkamah Syariah.

c. Pendidikan

Sebagian besar anak-anak Malaysia mulai bersekolah pada usia tiga sampai enam
tahun, di Taman Kanak-Kanak. Sebagian besar taman kanak-kanak dijalankan pihak
swasta, tetapi ada sedikit taman kanak-kanak yang dijalankan pemerintah. Anak-anak mulai
bersekolah dasar pada usia tujuh tahun selama enam tahun. Terdapat dua jenis utama
sekolah dasar yang dijalankan atau berbantuan pemerintah. Sekolah berbahasa asli (Sekolah
Jenis Kebangsaan) menggunakan bahasa Cina atau bahasa Tamil sebagai bahasa pengantar.
Sebelum melanjutkan ke tahap pendidikan sekunder, siswa-siswi di kelas 6 dipersyaratkan
untuk mengikuti Ujian Prestasi Sekolah Dasar (Ujian Pencapaian Sekolah Rendah, UPSR).
Sebuah program yang disebut Penilaian Tahap Satu, PTS digunakan untuk mengukur
kemampuan siswa-siswi yang cerdas, dan memungkinkan mereka naik dari kelas 3 ke kelas
5, meloncati kelas 4. Tetapi, program ini dihapus pada 2001.

Pendidikan tahap dua di Malaysia dilaksanakan di dalam Sekolah Menengah


Kebangsaan (setara SMP + SMA di Indonesia) selama lima tahun. Sekolah Menengah
Kebangsaan menggunakan bahasa Malaysia sebagai bahasa pengantar. Khusus mata
pelajaran Matematika dan Sains digunakan bahasa non-Melayu, ini berlaku mulai tahun
2003, sebelumnya semua pelajaran non-bahasa diajarkan di dalam bahasa Malaysia. Di
akhir Form Three, yaitu kelas tiga, siswa-siswi diuji di dalam Penilaian Menengah Rendah,
PMR. Di kelas lima pendidikan tahap dua (Form Five), siswa-siswi mengikuti ujian Ijazah
Pendidikan Malaysia (Sijil Pelajaran Malaysia, SPM), yang setara dengan bekas British
Ordinary pada tahapan 'O'. Sekolah tertua di Malaysia adalah Penang Free School, juga
sekolah tertua di Asia Tenggara. Pendidikan tahap dua nasional Malaysia dibagi ke dalam
beberapa jenis, yaitu National Secondary School (Sekolah Menengah Kebangsaan),
Religious Secondary School (Sekolah Menengah Agama), National-Type Secondary
School (Sekolah Menengah Jenis Kebangsaan) yang juga disebut Mission School (Sekolah

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Dakwah), Technical School (Sekolah Menengah Teknik), Sekolah Berasrama Penuh, dan
MARA Junior Science College (Maktab Rendah Sains MARA). Juga terdapat 60 Chinese 18
Independent High School di Malaysia, yang sebagian besar di antaranya berbahasa
pengantar bahasa Cina. Chinese Independent High School dipantau dan distandardisasi oleh
United Chinese School Committees' Association of Malaysia (UCSCAM, lebih lazim
disebut di dalam bahasa Cina, Dong Zong), tetapi, tidak seperti sekolah pemerintah, tiap-
tiap sekolah independen bebas menentukan keputusan. Belajar di sekolah independen
memerlukan waktu 6 tahun untuk tamat, terbagi ke dalam Tahap Junior (3 tahun) dan
Tahap Senior (3 tahun). Siswa-siswi akan mengikuti uji standardisasi yang diadakan oleh
UCSCAM, yang dikenal sebagai Unified Examination Certificate (UEC) (Ijazah Pengujian
Bersama) di Menengah Junior 3 (setara Penilaian Menengah Rendah) dan Menengah
Senior 3 (setara tahap A). Sejumlah sekolah independen mengadakan kelas-kelas berbahasa
Malaysia dan berbahasa Inggris selain berbahasa Cina, memungkinkan siswa-siswi
mengikuti Penilaian Menengah Rendah dan Sijil Pelajaran Malaysia juga. Sebelum
perkenalan sistem matrikulasi, siswa-siswi yang hendak memasuki universitas publik harus
menyelesaikan 18 bulan tambahan sekolah sekunder di Form Six (kelas 6) dan mengikuti
Sijil Tinggi Persekolahan Malaysia (STPM) yang setara British Advanced atau tahap 'A'.
Karena perkenalan program matrikulasi sebagai alternatif bagi STPM pada 1999, siswa-
siswi yang menamatkan program 12 bulan di perkuliahan matrikulasi (kolej matrikulasi di
dalam bahasa Malaysia) dapat mendaftar di universitas lokal. Tetapi, di dalam sistem
matrikulasi, hanya 10% dari bangku yang tersedia bagi siswa-siswi non-Bumiputra dan
sisanya untuk siswa-siswi Bumiputra.

Terdapat universitas publik seperti Universitas Malaya, Universitas Sains Malaysia,


Universitas Putra Malaysia Universitas Teknologi Malaysia, Universitas Teknologi Mara,
dan Universitas Kebangsaan Malaysia. Universitas swasta juga mendapatkan reputasi yang
cukup untuk pendidikan bermutu internasional dan banyak siswa-siswi dari seluruh dunia
berminat memasuki universitas-universitas itu. Misalnya Multimedia University,
Universitas Teknologi Petronas, dan lain-lain. Sebagai tambahan, empat universitas
bereputasi internasional telah membuka kampus cabangnya di Malaysia sejak 1998. Sebuah

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

kampus cabang dapat dilihat sebagai ‘kampus lepas pantai’ dari universitas asing, yang
memberikan kuliah dan penghargaan yang sama seperti kampus utamanya. Siswa-siswi 19
lokal maupun internasional dapat meraih kualifikasi asing identik ini di Malaysia dengan
biaya rendah. Kampus cabang universitas asing di Malaysia adalah: Monash University
Malaysia Campus, Curtin University of Technology Sarawak Campus, Swinburne
University of Technology Sarawak Campus, dan University of Nottingham Malaysia
Campus. Siswa-siswi juga memiliki opsi untuk mendaftar di lembaga tersier swasta setelah
menamatkan pendidikan sekunder. Sebagian besar universitas di Malaysia memiliki
kerjasama pendidikan dengan universitas-universitas asing dari Amerika Serikat, Britania
Raya, dan Australia, sehingga memungkinkan mahasiswa menghabiskan periode
perkuliahannya dengan mendapatkan kualifikasi internasional. Satu contoh adalah SEGI
College yang bermitra dengan University of Abertay Dundee. Mahasiswa Malaysia belajar
di luar negara seperti di Indonesia, Britania Raya, Amerika Serikat, Australia, Selandia
Baru, Kanada, Singapura, Jepang dan negara-negara di Timur-Tengah seperti Yordania dan
Mesir. Ada juga mahasiswa Malaysia di beberapa universitas di Korea Selatan, Jerman,
Perancis, Republik Rakyat Cina, Irlandia, India, Rusia, Polandia, dan Republik Ceko.

Untuk Kurikulum Nasional Malaysia, Malaysia memiliki sekolah internasional.


Sekolah internasional memberi para siswa kesempatan untuk mempelajari kurikulum dari
negara lain. Sekolah-sekolah ini utamanya dibuka karena bertambahnya penduduk
ekspatriat di negara ini. Sekolat internasional termasuk: Sekolah Indonesia (kurikulum
Indonesia), Australian International School, Malaysia (kurikulum Australia), Alice Smith
School (kurikulum Britania), elc International school (kurikulum Britania), Garden
International School (kurikulum Britania), Lodge International School (kurikulum
Britania), International School of Kuala Lumpur (kurikulum Amerika dan Sarjana Muda
Internasional), Japanese School of Kuala Lumpur (Kurikulum Jepang), The Chinese Taipei
School, Kuala Lumpur and The Chinese Taipei School, Penang (Kurikulum Cina-Taipei),
International School of Penang (Kurikulum Britania dan Sarjana Muda Internasional),
Lycée Français de Kuala Lumpur (Kurikulum Perancis), dan lain-lain.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

d. Kesehatan
20
Masyarakat Malaysia sangat konsen pada perluasan dan pengembangan kesehatan
terlihat dari 5% anggaran pembangunan sektor sosial pemerintah adalah untuk kesehatan
masyarakat (merupakan 47% besar dari periode sebelumnya). Ini berarti terdapat anggaran
kesehatan sebesar 2 miliar ringgit Malaysia (lebih dari 6,5 triliun rupiah). Tujuan
menaikkan tingkat harapan hidup dan pertambahan penduduk, dilakukan pemerintah
Malaysia dengan memperbaiki banyak sektor, termasuk perbaikan rumah sakit yang ada,
membangun dan melengkapi rumah sakit baru, pertambahan jumlah klinik umum, dan
perbaikan pelatihan dan perluasan pelayanan jarak jauh (telehealth). Bertahun-tahun lalu
pemerintah telah memperkuat usaha untuk menigkatkan sistem kedokteran dan menarik
lebih banyak investor asing.

Sistem kesehatan Malaysia mengatur agar para dokter yang berasal dari Negara ini
melaksanakan tugas tiga tahun pelayanan di rumah sakit umum, hal ini dilakukan untuk
meyakinkan sumber daya manusia rumah-rumah sakit itu tetap terjaga. Baru-baru ini
dokter-dokter asing juga ditugaskan untuk bekerja untuk membantu di rumah sakit umum.
Namun masih terjadi kekurangan tenaga medis, khususnya yang berpengalaman spesialis,
hasilnya pelayanan dan perawatan kesehatan tertentu hanya ada di kota-kota besar. Upaya-
upaya terbaru untuk menghadirkan banyak fasilitas ke kota-kota lain dihambat oleh
kurangnya ahli untuk menjalankan peralatan yang tersedia dari para investor. Sebagian
besar rumah sakit swasta berada di perkotaan, dan tidak seperti banyak rumah sakit umum,
diperlengkapi dengan fasilitas diagnosis dan visualisasi terbaru. Rumah sakit swasta
umumnya tidak dilihat sebagai investasi ideal, sedikitnya perlu waktu sepuluh tahun
sebelum investor meraih untung. Namun, situasi itu kini berubah dan perusahaan kini
melihat wilayah ini lagi, terkhusus memperhatikan kenaikan minat orang asing yang datang
ke Malaysia untuk tujuan perawatan kesehatan dan fokus pemerintah terbatu untuk
membangun industri pariwisata kesehatan.

D. INFRASTRUKTUR

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

21
Jumlah Bandara : 118

Bandara (dengan landasan beraspal) : 38

Lebih dari 3.047 m :7

2.438 m sampai 3.047 m : 10

1.524 m sampai 2.437 m :6

914 m samapai1.523 m :8

di bawah 914 m :7

Bandara (dengan landasan pacu tak beraspal): 80

914 sampai 1.523 m :7

di bawah 914 m : 73 (2009)

Heliport :2

Pipelines

Kondensat : 3 km

Gas : 1.965 km

Minyak : 31 km

Produk olahan : 114 km

Railways : 1.849 km

Jalan Raya : 98.721 km

Beraspal : 80.280 km (termasuk 1.821 km dari jalan tol)

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Tidak beraspal : 18.441 km (2004)


22
Waterways : 7.200 km

Pelabuhan dan Terminal : Bintulu, Johor Bahru, Kuantan, Labuan,


George Town (Penang), Port Kelang,
Tanjung Pelepas

Malaysia memiliki jalan-jalan besar yang menghubungkan semua kota besar di


pesisir barat Semenanjung Malaysia. Pada 2006, panjang keseluruhan Sistem Jalur Cepat
Malaysia adalah 1.471,6 kilometer. Jalan-jalan itu menghubungkan semua kota besar dan
sekitarnya, seperti Klang Valley, Johor Bahru, dan Penang. Jalur motor utama (E1 dan E2,
E1 adalah bagian Utara Kuala Lumpur, sedangkan E2 adalah bagian selatan), terentang dari
ujung utara dan selatan Semenanjung Malaysia, masing-masing di Bukit Kayu Hitam dan
Johor Bahru. Jalur itu bagian dari Jaringan Jalur Cepat Asia, yang juga menghubungkan
Thailand dan Singapura. Jalan di Malaysia Timur dan pesisir timur Semenanjung Malaysia
relatif kurang terbangun. Semua itu berupa jalan yang sangat berliku-liku melewati
pegunungan dan belum dilapisi aspal, masih berkerikil. Akibatnya, sungai masih menjadi
jalur transportasi penting, di samping pesawat udara sebagai modus utama atau alternatif
transportasi bagi penduduk pedalaman.

Jasa kereta api di Malaysia Barat dioperasikan oleh Keretapi Tanah Melayu dan
memiliki rel cukup banyak yang menghubungkan semua kota besar dan kota kecil di
semenanjung, bahkan sampai ke Singapura. Juga ada rel pendek di Sabah yang
dioperasikan oleh Sabah State Railway yang utamanya mengangkut komoditas. Pelabuhan
besar adalah Port Klang dan Tanjung Pelepas di Johor. Pelabuhan penting lainnya dapat
ditemukan di Tanjung Kidurong, Kota Kinabalu, Kuching, Kuantan, Pasir Gudang, Penang,
Miri, Sandakan, and Tawau.

Bandar Udara dapat ditemukan disetiap negara bagian. Bandar Udara Internasional
Kuala Lumpur (KLIA) adalah bandar udara terbesar di Malaysia. Bandar udara penting

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

lainnya termasuk Bandar Udara Internasional Kota Kinabalu, Bandar Udara Internasional
Penang, Bandar Udara Internasional Kuching, Bandar Udara Internasional Langkawi, dan 23
Bandar Udara Internasional Senai. Juga ada bandar udara di kota-kota kecil, juga pelabuhan
udara perintis domestik di kawasan perkotaan Sabah dan Sarawak. Terdapat jasa
penerbangan harian Timur dan Barat Malaysia, satu-satunya pilihan yang tepat bagi
konsumen perjalanan dari dua belahan negara ini. Malaysia adalah rumah bagi maskapai
udara murah di kawasan ASEAN yaitu AirAsia. AirAsia berbasis di Kuala Lumpur dan
memelihara penerbangan ke Asia Tenggara dan Cina. Di Kuala Lumpur, AirAsia
mengoperasikan Low Cost Carrier Terminal (LCCT) di KLIA.

Jasa telekomunikasi antarkota di Malaysia Barat diprovide oleh riley radio


gelombang pendek. Telekomunikasi internasional disediakan melalui kabel bawah laut dan
satelit. Salah satu perusahaan telekomunikasi terpenting dan terbesar di Malaysia adalah
Telekom Malaysia (TM), yang menyediakan produk-produk dan pelayanan dari sambungan
tetap, sambungan bergerak, juga jasa akses Internet dial-up dan broadband. TM memiliki
semi-monopoli jasa sambungan telepon tetap di negara ini.

Pada Desember 2004, Menteri Energi, Air, dan Komunikasi Lim Keng Yaik
melaporkan bahwa hanya 0,85% atau 218.004 orang di Malaysia menggunakan jasa
broadband. Tetapi, angka ini didasarkan pada banyaknya pelanggan, sedangkan satuan
persentase rumah tangga mencerminkan situasi lebih akurat. Ini menggambarkan kenaikan
0,45% di tiga triwulan. Dia juga melaporkan bahwa pemerintah menargetkan penggunaan
5% pada 2006 dan berlipat dua menjadi 10% pada 2008. Lim Keng Yaik mendorong
perusahaan-perusahaan telekomunikasi lokal dan penyedia jasa untuk membuka mil
terakhir dan harga lebih murah agar menguntungkan pengguna.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

BAB III
24

KESIMPULAN

Malaysia adalah sebuah negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian
dan tiga wilayah persekutuan di Asia Tenggara dengan luas 329.847 km persegi.
Ibukotanya adalah Kuala Lumpur. Federasi Malaysia adalah sebuah monarki
konstitusional. Kepala negara persekutuan Malaysia adalah Yang di-Pertuan Agong, biasa
disebut Raja Malaysia. Sistem pemerintahan di Malaysia berbentuk sistem parlementer
Westminster, warisan Penguasa Kolonial Britania. Tetapi di dalam praktiknya, kekuasaan
lebih terpusat di eksekutif daripada di legislatif. Pemilihan umum parlemen dilakukan
paling sedikit lima tahun sekali, dengan pemilihan umum terakhir pada Maret 2008.
Pemilih terdaftar berusia 21 tahun ke atas dapat memberikan suaranya kepada calon
anggota Dewan Rakyat dan calon anggota dewan legislatif negara bagian juga, di beberapa
negara bagian.

Malaysia adalah negara berpenduduk terbanyak ke-43 dan negara dengan daratan
terluas ke-66 di dunia, dengan jumlah penduduk kira-kira 27 juta dan luas wilayah melebihi
320.000 km2. Malaysia diberkati dengan sumber daya alam seperti sektor pertanian,
kehutanan, dan pertambangan. Di sektor pertanian, Malaysia adalah salah satu pengekspor
terbesar karet alam dan minyak sawit, dammar, kayu gelondongan, kakao, lada, nenas, dan
tembakau. Timah dan minyak bumi adalah dua sumber daya mineral utama yang menjadi
penyokong ekonomi utama Malaysia.

Penduduk Malaysia terdiri dari berbagai kelompok suku, dengan Suku Melayu
sejumlah 50,4% menjadi ras terbesar dan bumiputra/suku asli (aborigin) di Sabah dan
Sarawak sejumlah 11% dari keseluruhan penduduk. Malaysia adalah masyarakat multi-
agama dan Islam adalah agama resminya. Menurut gambaran Sensus Penduduk dan
Perumahan 2000, hampir 60,4 persen penduduk memeluk agama Islam; 19,2 persen
Buddha; 9,1 persen Kristen; 6,3 persen Hindu; dan 2,6 persen Agama Tionghoa tradisional.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

Masyarakat Malaysia sangat konsen pada perluasan dan pengembangan kesehatan terlihat
dari 5% anggaran pembangunan sektor sosial pemerintah adalah untuk kesehatan 25
masyarakat (merupakan 47% besar dari periode sebelumnya). Ini berarti terdapat anggaran
kesehatan sebesar 2 miliar ringgit Malaysia (lebih dari 6,5 triliun rupiah).

Malaysia memiliki jalan-jalan besar yang menghubungkan semua kota besar di


pesisir barat Semenanjung Malaysia. Jasa kereta api di Malaysia Barat dioperasikan oleh
Keretapi Tanah Melayu dan memiliki rel cukup banyak yang menghubungkan semua kota
besar dan kota kecil di semenanjung, bahkan sampai ke Singapura.

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)


Managing International Business

DAFTAR PUSTAKA
26

Ensiklopedia Geografi untuk Pelajar Umum: Jilid 3 (Eropa Selatan, Balkan, Kaukasus, dan
Asia Kecil- Asia). 2006. PT Lentera Abadi: Jakarta.

Ensiklopedi Indonesia Seri Geografi : Asia. 1990. PT Intermasa: Jakarta.

Lands and Peoples : Asia. 1987. Grolier Incorporated.

Oxford Ensiklopedi Pelajar : Jilid 4 (Jerapah-Lipan). 2004. PT. Widyadara:Jakarta


Departemen Statistik. Malaysia. Quarterly Balance of Payments Performance October –
December. 2005. Departemen Statistik: Kuala Lumpur

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/my.html

http://www2.unesco.org/wef/countryreports/malaysia/rapport_1.html

MALAYSIA (oleh: I Gede Putu Anggara Diva)