Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PUSKESMAS DASAN LEKONG


Alamat: Jl.. Raya Masbagik Dasan Lekong Telp. (0376) 23861 Kode Pos 83652

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA PUKESMAS DASAN LEKONG
Nomor :

TENTANG
MENYATAKAN KAPAN REAGENSIA TIDAK TERSEDIA (BATAS BUFFER STOCK UNTUK
MELAKUKAN ORDER)

KEPALA PUSKESMAS DASAN LEKONG

Menimbang : a. Bahwa reagensia esensial dan bahan-bahan lain yang diperlukan sehari-hari
harus selalu tersedia dan dievaluasi untuk memastikan akurasi dan presisi hasil.
b. Bahwa ketersediaan reagensi esensia dan bahan-bahan lain tersebut untuk
menjamin pelayanan laboratorium bagi pasien sehingga perlu ditetapkan
pernyataan kapan reagensia tidak tersedia (batas buffer stock untuk melakukan
order).
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud huruf a dan b, maka perlu
menetapkan Keputusan Kepala Pusksesmas Dasan Lekong tentang Menyatakan
Kapan Reagensia Tidak Tersedia (Batas Buffer Stock Untuk Melakukan Order).

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik


2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat.

M E M U T U S K AN
Menetapkan :
Pertama : Menetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Dasan Lekong tentang
Menyatakan Kapan Reagensia Tidak Tersedia (Batas Buffer Stock Untuk
Melakukan Order).
Kedua : Bahwa ketetapan mengenai Menyatakan Kapan Reagensia Tidak Tersedia (Batas
Buffer Stock Untuk Melakukan Order) tertuang dalam lampiran dan keputusan ini.
Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini akan diadakan
perbaikan dan perubahan kembali sebagaimana mestinya.
DITETAPKAN DI : DASAN LEKONG
PADA TANGGAL : November 2015
Kepala Puskesmas Dasan Lekong,

dr. H. Samsul Bahri


NIP. 19681126 199903 1 003

Tembusan disampaikan dengan hormat kepada:


1.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur di Selong
2. Camat Sukamulia di Sukamulia
3. Arsip
Lampira : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS DASAN LEKONG KABUPATEN
n LOMBOK TIMUR
: /1.8/P.Gns/VI/2016
Nomor : KEWAJIBAN MENGIDENTIFIKASI HAMBATAN BUDAY, BAHASA,
Tentang KEBIASAAN DAN HAMBATAN LAIN DALAM PELAYANAN

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab UKP dan penanggung jawab
UKM dan pelaksana kegiatan dalam memberikan pelayanan wajib
mengidentifikasi hambatan budaya, bahasa, kebiasaan dan hambatan lain dalam
pelayanan.
2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam mengidentifikasi dan mencari
solusi dalam mengatasi hambatan budaya, bahasa, kebiasaan dan hambatan lain
dalam pelayanan yang diselenggarakan di seluruh unit pelayanan puskesmas.
3. Dalam mengatasi hambatan budaya, bahasa, kebiasaan dan hambatan lain
dalam pelayanan maka perlu adanya Perencanaan perbaikan mutu layanan yang
disusun oleh seluruh jajaran Puskesmas Dasan Lekong dengan lebih
mengedepankan etika moral, pendekatan multidisiplin, dan dikoordinasikan oleh
tim Manajemen Mutu.
4. Perencanaan yang disusun dalam mengatasi hambatan budaya, bahasa dan
kebiasaan dan hambatan lain dalam pelayanan berisi paling tidak :
a. Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil monitoring dan
evaluasi indicator, maupun keluhan pasien/keluarga/staf dengan
mempertimbangkan kekritisan, resiko tinggi dan kecenderungan terjadinya
masalah.
b. Salah satu area prioritas adalah hal yang menyangkut kenyamanan dan
keselamatan pasien
c. Kegiatan-kegiatan dalam mengatasi hambatan budaya, bahasa, kebiasaan dan
hambatan lain dalam pelayanan haruslah terkoordinasi dari semua unit
pelayanan.
d. Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untunk menyampaikan
permasalahan, tindak lanjut, dan kemajuan tindak lanjut yang dilakukan.
e. Rencana monitoring dan evaluasi terhadap hambatan budaya, bahasa,
kebiasaan dan hambatan lain dalam pelayanan.
5. Kegiatan didalam mengidentifikasi dan mencari solusi dalam mengatasi
hambatan budaya, bahasa, kebiasaan dan hambatan lain dalam pelayanan harus
didokumentsikan.
6. Tim Manajemen mutu wajib melaporkan hasil identifikasi dan solusi dalam
mengatasi hambatan budaya, bahasa, kebiasaan dan hambatan lain dalam
pelayanan kepada Kepala Puskesmas.
7. Berdasarkan pertimbangan hasil keluhan pasien/keluarga dan staf, serta
mempertimbangkan kekritisan, resiko tinggi, dan potensial bermasalah, maka era
prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam identifikasi hambatan budaya,
bahasa, kebiasaan dan hambatan lain dalam pelayanan adalah :
a. Kendala bahasa ; penggunaan bahasa daerah (bahasa sasak)
b. Budaya ; budaya tertib antri masyarakat, adanya kepercayaan terhadap
mitos-mitos dan lain-lain.
c. Kebiasaan ; kebiasaan lamanya pengambilan keputusan dari keluarga
terhadap persetujuan tindakan medic yang akan dilakukan terhadap pasien,
kebiasaan tidak disiplin dalam membuang sampah, pengunjung/keluarga yang
membusuk beramai-ramai, dan lain-lain.
d. Hambatan lain ; sarana prasarana penunjang pelayanan.