Anda di halaman 1dari 8

Hubungan Antara Body Mass Index Dan Karies Gigi

Pada Populasi Anak Usia 3-6 Tahun Di Iran


Leila Shafie Bafti,1 Maryam Alsadat Hashemipour,2
Hamidreza Poureslami,1 and Zeinab Hoseinian3

1
Department of Pediatric Dentistry and Kerman Oral and Dental Disease
Research Center, Kerman Dental School, Kerman 7618759689, Iran
2
Kerman Oral and Dental Disease Research Center, Kerman Dental School,
Kerman 7618759689, Iran
3
Department of Pediatric Dentistry, Bandar Abbas Dental School, Bandar Abbas,
Iran
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara BMI dan
karies gigi pada populasi anak-anak Iran. Penelitian ini merupakan penelitian
cross-sectional deskriptif / analitis, 1482 anak dipilih dari TK dan pusat-pusat
prasekolah di Kerman,Iran. Anak menjalani pemeriksaan gigi sulung
(menggunakan indeks DMFT) setelah penentuan tinggi dan berat badan untuk
perhitungan BMI. Hubungan antara BMI (setelah penyesuaian untuk usia) dan
DMFT ditentukan dengan menggunakan model regresi Poisson. Rerata DMFT
pada anak-anak dengan BMI yang normal adalah 1,5 kali lipat pada subjek dengan
kelebihan berat badan. Usia signifikan terhadap DMFT. Selain itu, DMFT lebih
tinggi terjadi pada anak laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat karies gigi sulung pada anak 3-6 tahun
menurun dengan peningkatan berat badan.

1. Pendahuluan
Obesitas adalah hasil dari tidak seimbangnya antara asupan makanan dan
pengeluaran energi. Penelitian telah menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak
yang kelebihan berat badan karena asupan makanan rendah serat dan juga karena
tinggi lemak dan makanan yang tinggi karbohidrat dan gaya hidup yang menjadi
kebiasaan; di samping itu, beberapa faktor sosial ekonomi juga terlibat. Obesitas
terdiri dari kelompok penyakit yang sangat kompleks dan mungkin ditandai
sebagai syndrome. Etiologi yang berkontribusi terjadinya obesitas dan dapat
dimodifikasi termasuk pola diet dan olahraga, hormon endokrin dan metabolisme

1
penyakit, faktor genetik, faktor lingkungan, faktor keluarga dan etnis, stres, obat-
obatan, dan pengaturan berat badan abnormal atau lemak tubuh [1-4]. Selama
lebih 15 tahun, telah ada kecenderungan yang terus meningkat dari kenaikan berat
badan pada anak-anak Iran [5]. Penelitian ini telah menunjukkan hubungan antara
diet dan karies gigi. Tampaknya faktor resiko umum seperti asupan makanan yang
kaya karbohidrat mempengaruhi kejadian karies gigi dan obesitas [3-5]. Hal ini
jelas bahwa beberapa kebiasaan diet atau malnutrisi mempengaruhi tingkat karies
karena efek yang tak terbantahkan pada sekresi dan komposisi air liur [5-7].
Kehadiran variabel perancu seperti diet atau status sosial ekonomi atau variabel
latar belakang individu termasuk usia, kebersihan diri dan banyaknya fluoride
dalam diet, telah mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengemukakan
pendapat yang kuat dalam hal tersebut. Beberapa studi sampai saat ini telah
menilai hubungan antara karies gigi dan obesitas, namun hasil yang didapat selalu
berbeda dan kadang bertentangan.[8-14].
Sejauh ini belum ada penelitian yang dilakukan pada anak-anak prasekolah
Iran dan juga karena ada pertentangan dalam hasil studi yang dilakukan di tempat
lain di dunia, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara karies
gigi sulung dan BMI pada populasi anak-anak usia 3-6 tahun di Iran.

2. Bahan dan Metode


Penelitian deskriptif/analitis Cross-sectional ini dilakukan dengan
pemeriksaan klinis dan kuesioner yang diisi oleh pemeriksa. Subyek terdiri dari
anak usia 3-6 tahun di 23 taman kanak-kanak dan pusat prasekolah di Kerman,
timur selatan Iran, pada 2009-2010. Data yang dikumpulkan melalui pemeriksaan
intra oral, penilaian antropometri, dan kuesioner yang terstruktur untuk menilai
kondisi sosial ekonomi (tingkat pendidikan dan pekerjaan). Sebanyak 1.482 anak
diperiksa dan data yang terkait dengan penilaian sosial ekonomi yang berbeda
ditentukan sebanyak 763 dari subyek. Ukuran sampel diperkirakan menurut
penelitian sebelumnya (dihitung = 0,05, koefisien kepercayaan 99%). Kriteria
inklusi adalah usia 3 tahun dan gigi sulung erupsi penuh (20 gigi). Anak-anak
dengan kondisi yang mempengaruhi berat badan atau karies gigi, termasuk

2
diabetes, hipertiroidisme, hipotiroidisme, keganasan, dan penyakit ginjal, dan
anak yang memiliki gigi permanen selain molar pertama pada rongga mulut
dikeluarkan dari penelitian.
Daftar pertanyaan yang dimasukan dalam penelitian ini telah disediakan oleh
Departemen Pendidikan Umum dan Organisasi Kesejahteraan dan Kesehatan
Masyarakat di Kerman. Metode cluster sampling digunakan untuk memilih taman
kanak-kanak dan pusat prasekolah dari daftar yang tersedia. Sebelum pemeriksaan
klinis, persetujuan diperoleh dari orang tua untuk anak mereka masuk dalam
penelitian. Pemeriksaan ini dilakukan satu jam setelah sarapan, yang termasuk
sepotong keju, sepotong roti, dan secangkir susu. Tinggi anak-anak ditentukan
dalam ukuran meter menggunakan Laika (Taiwan) dinding pita pengukur. Sebuah
timbangan digital otomatis Microlife (Jepang) digunakan untuk menentukan berat
badan anak-anak saat mereka mengenakan pakaian berwarna cerah tanpa
menggunakan sepatu. BMI dihitung dengan menggunakan rumus ini:

massa(kg)
BMI =
[ height ( m ) ] 2 (1)s

Formulir khusus telah telah diselesaikan untuk anak-anak, yang termasuk


data pribadi, usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan nomor telepon.
Dalam penelitian di antaranya dievaluasi status sosial ekonomi, status pendidikan
orang tua, pekerjaan orang tua, dan jumlah anggota keluarga juga dicatat dalam
formulir. BMI persentil ditentukan dengan menggunakan tabel standar
berdasarkan usia dan jenis kelamin. BMI telah diklasifikasikan sebagai berikut
[5,7,15]:
(1) BMI persentil <5: berat badan di bawah normal,
(2) BMI persentil 5 atau <85: normal,
(3) BMI persentil 85 atau <95: berisiko obesitas,
(4) BMI persentil > 95: obesitas.
Pada tahap berikutnya, gigi diperiksa untuk karies, restorasi, dan ekstraksi
berdasarkan DMFT menggunakan kaca mulut sekali pakai di bawah cahaya 100
W berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh WHO. Seorang mahasiswa

3
pascasarjana Pediatric Dentistry, yang telah dilatih selama satu minggu di
Departemen Pediatric Dentistry di Fakultas oleh asisten yang terlatih sebelum
pemeriksaan, langkah-langkah prosedural seluruhnya dilakukan dan dihitung.
Pemeriksa diuji sampai kesalahan intraexamination menurun. Berdasarkan
protokol penelitian, definisi WHO digunakan untuk mendiagnosa karies dan
menentukan karies gigi (dt) berikut bentuk klinis yang dianggap sebagai lesi
karies: white spot, daerah perubahan warna atau daerah dengan permukaan kasar;
gigi dengan tambalan sementara; dan gigi dengan bentuk material restoratif
dengan tanda-tanda karies [15,16]. Frekuensi dan persentase dari variabel kategori
dilaporkan. Selain itu, rata-rata SD untuk indeks DMFT dan variabel
komponennya dilaporkan. Model Regresi Poisson digunakan untuk mengevaluasi
efek dari BMI dan berbagai variabel sosial ekonomi pada DMFT. Regresi Poisson
digunakan untuk model pengamatan jumlah seperti DMFT. Sebuah prosedur
backward stepwise digunakan untuk mengeluarkan variabel independen dari
model yang disesuaikan. Model akhir hanya berisi faktor yang signifikan pada
nilai 0,05. Rasio rate (RR) dan taraf kepercayaan yang dilaporkan dalam
kaitannya dengan model poisson yaitu 95% sesuai dengan indeks DMFT. Data
dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.

3. Hasil
Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Dari 1.482 anak-anak
yang dievaluasi, 257 (17,4%) berada dikisaran 3-4 tahun, 451 (30,4%) berada
dikisaran 4-5 tahun, dan 774 (52,2%) berada dikisaran 5-6 tahun (Table 1). Table
2 menampilkan DMFT dan nilai-nilai BMI dengan tiga komponen d, m, dan f dari
DMFT secara terpisah berdasarkan kelompok usia. Model Regression Poisson
menunjukkan bahwa setelah penyesuaian usia, BMI memiliki dampak yang
signifikan terhadap DMFT pada anak-anak ( = 0,0001), dengan hubungan
terbalik antara kedua variabel. Secara keseluruhan, nilai rata-rata dmft anak
dengan BMI normal antara 1.5 kali lipat lebih tinggi dari anak yang kelebihan
berat badan. Selain itu, usia memiliki dampak yang signifikan pada DMFT ( =
0,0001). Dalam hal ini, dengan kenaikan satu tahun usia, rata-rata dari DMFT
adalah 1,3 kali lipat lebih tinggi (Tabel 2). Berbagai variabel sosial ekonomi

4
dievaluasi didapatkan hanya 763 subyek karena orang tua tidak memberikan
jawaban atas beberapa pertanyaan. Dalam klasifikasi BMI subyek terbagi menjadi
tiga kelompok, tidak terdapat subyek pada kelompok dengan berat badan di
bawah normal; 83,8% subjek pada kelompok dengan berat badan normal dan
12,1% subjek pada kelompok kelebihan berat badan (BMI persentil lebih dari 85)
dan 4,1% memiliki BMI persentil lebih dari 95. Model regresi Poisson tidak
memperlihathan pengaruh yang signifikan dari tingkat kelahir ( = 0,7), status
pendidikan ibu ( = 0,26), dan status pekerjaan ayah '( = 0,5) pada DMFT anak.
Namun, beberapa variabel lainnya, seperti status pendidikan ayah dan pekerjaan
ibu, memiliki efek yang signifikan pada DMFT anak (Table3). Selain itu,
pengaruh dari jenis kelamin pada DMFT adalah signifikan ( = 0,0001). Dalam
konteks ini, rata-rata DMFT anak laki-laki adalah 1,19 kali lipat dari pada anak
perempuan (Table3). Prevalensi anak bebas karies dalam penelitian ini adalah
38,3% dan terdapat anak yang lebih bebas karies pada anak dengan kelebihan
berat badan (41,2%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara BMI dan status
pekerjaan orang tua.

4. Diskusi
Insiden karies gigi antara anak-anak dan remaja iran meningkat. Azizi et al.
melaporkan prevalensinya sebesar 20,8% untuk obesitas pada anak-anak usia 3-9
tahun di Iran berdasarkan dari BMI. Selain itu, prevalensi DMFT di Iran pada
anak usia 3-9 dilaporkan menjadi 1,9-3,6 [17]. Hubungan antara berat badan dan
karies gigi selalu menjadi isu perdebatan. Hal ini kemungkinan bahwa asupan
makanan manis mungkin secara bersamaan menghasilkan pertambahan berat
badan dan peningkatan resiko karies. Tentu saja, ketika mengkonsumsi makanan
rendah gula, BMI kembali normal tapi karies gigi terus berlanjut, yang mana pada
beberapa penelitian ada hubungan yang signifikan antara BMI dan DMFT. Tidak
diragukan DMT / nilai dmt (gigi karies dan gigi hilang) dihitung sepanjang hidup
dengan menghitung semua gigi, tetapi BMI ditentukan untuk setiap individu
dengan cara cross-sectional pada interval waktu tertentu. Namun dapat
disimpulkan keterbatasan pada penelitian scross-sectional ini tidak adanya

5
hubungan sebab-akibat. Selain itu umumnya penelitian retrospectif dilakukan
pada komunitas yang berbeda dengan budaya yang berbeda. Mengingat
pentingnya efek yang merugikan dari obesitas saat dewasa, penelitian ini
dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara BMI dan keries gigi pada anak
usia 3-6 tahun di TK dan pusat prasekolah di Kerman selama tahun 2009-2010.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan dari BMI pada
DMFT anak-anak, dengan hubungan terbalik antara kedua variabel, sesuai dengan
hasil penelitian lain yang telah dilakukan [7,12,18-20]. Sebaliknya, beberapa
penelitian melaporkan hubungan langsung antara BMI dan DMFT [11,13,21-25].
Dengan kata lain, melaporkan bahwa meningkatnya DMFT anak meningkat pula
dengan terjadinya peningkatan BMI.
Alasan perbedaan hasil antara berbagai penelitian mungkin dievaluasi dari
berbagai aspek seperti berikut.
Usia subyek. Usia subyek pada penelitian ini menunjukkan bahwa usia
memiliki dampak yang signifikan terhadap DMFT dengan kata lain rata-rata
DMFT pada anak-anak meningkat 1,5 kali dengan kenaikan satu tahun usia: rata-
rata DMFT meningkat sebesar 32% dengan kenaikan satu tahun usia. Sebagian
besar penelitian telah dilakukan pada subyek dengan usia lebih dari 6 tahun [6,11-
14,16,22,25,26]. Namun, penelitian ini dilakukan pada anak usia 3-6 tahun.
Perubahan pertumbuhan dan berat pada anak-anak terjadi dengan cepat pada usia
ini dan obesitas dapat dengan cepat terjadi setelah perubahan diet pada anak-anak
usia ini. Oleh karena itu, jika seorang anak memiliki karies gigi, diet adalah salah
satu faktor etiologi.
Baru-baru ini acuan Child Growth Standards Reference dari WHO, digunakan
untuk menilai status nutrisi. Acuan pertumbuhan ini dianjurkan untuk anak-anak
sejak lahir sampai usia 5 tahun dan menyediakan alat ukur terpercaya secara
ilmiah yardstick of childrens growth dibawah pencapaian yang diinginkan dan
kondisi gizi dan menetapkan ASI sebagai aturan model terhadap semua metode
pengukuran alternatif cara pemberian makan dalam hal pertumbuhan, kesehatan,
dan perkembangan; namun tidak direkomendasikan untuk penelitian ini karena
usia anak [27].

6
Karies gigi dan obesitas. Karies gigi dan obesitas keduanya dianggap
kesatuan multifaktorial dengan predisposisi genetik dan kondisi lingkungan dan
keduanya menunjukan sebagai kondisi penyakit yang tidak mungkin terpisah.
Selain diet, beberapa faktor perancu yang terlibat dalam karies gigi adalah
mikroflora rongga mulut, usia, penggunaan fluoride, dan status sosial ekonomi.
Efek dari semua faktor tersebut belum dievaluasi dalam setiap penelitian sampai
saat ini. Anak-anak yang memiliki berat badan rendah lebih rentan terhadap
penyakit menular seperti karies gigi karena sistem kekebalan tubuh. Selain itu,
keluarga dengan anak-anak yang rentan terhadap obesitas berhati-hati terhadap
diet anak-anak mereka dan orang tua menyediakan makanan rendah gula dan
makanan pencuci mulut, menyebabkan prevalensi yang karies gigi yang rendah
pada anak-anak ini. Hasil studi di Turki (2011) menunjukkan bahwa BMI
meningkatkan pada anak-anak dengan berat badan rendah setelah menerima
perawatan gigi [28]. Meskipun obesitas disebabkan oleh faktor-faktor seperti
asupan makanan cepat saji dan karies gigi telah dikaitkan dengan konsumsi
berlebihan dari makanan manis, etiologi sebenarnya belum diketahui secara pasti
karena etiologinya kompleks dan multifaktorial. Faktor terbesar yang terlibat
dalam obesitas dan karies gigi dapat diketahui dari gaya hidup dan faktor
lingkungan seperti perubahan pola aktivitas fisik dan pelayanan gizi yang
diberikan di sekolah-sekolah [10-13,29,30].
Hasil penelitian pada subyek dilihat dari kondisi sosial ekonomi menunjukkan
bahwa variabel seperti status pendidikan ayah dan pekerjaan ibu memiliki efek
yang signifikan pada DMFT anak-anak. Pekerjaan ibu signifikan terhadap
perubahan status karies dan anak dari ibu dengan pekerjaan yang lebih tinggi
mengalami sedikit karies; sebanding dengan hasil yang telah diamati pada
penelitian sebelumnya [31-33]. Status pendidikan ayah signifikan mempengaruhi
terjadinya karies. Sebuah tinjauan mengenai faktor resiko karies gigi pada anak
terkait dengan pendidikan ayah dan pendidikan ibu yang rendah dengan
prevalensi karies yang tinggi, sama dengan penelitian yang dilakukan oleh
Luepker [29].

7
Marshall et al. (2007) melaporkan bahwa status sosial ekonomi yang rendah
menghasilkan terjadi peningkatan kejadian karies dan obesitas. Sebagai tambahan
hasil penelitian oleh Cinar dan Murtomaa (2011) di Turki menunjukkan bahwa
tingkat DMFT lebih tinggi pada anak-anak berhubungan dengan status sosial
ekonomi orang tua [13, 28-35]. Para peneliti percaya bahwa tidak ada hubungan
yang signifikan antara BMI dan status sosial ekonomi keluarga karena dalam
status sosial ekonomi yang lebih tinggi BMI tinggi mungkin karena asupan tinggi
protein dan pada status sosial ekonomi yang rendah tingginya BMI mungkin hasil
dari asupan karbohidrat yang tinggi. Dalam penelitian ini rerata DMFT pada anak
laki-laki lebih tinggi dibanding pada anak perempuan. Dalam konteks ini, rata-rata
dmft pada anak laki-laki 1.9 kali lipat dari pada anak perempuan. Prevalensi anak
bebas karies dalam penelitian ini adalah 37,1% dan lebih banyak ditemukan anak
yang bebas karies pada kelompok obesitas, sesuai dengan hasil studi oleh
Sadeghi dan Alizade pada tahun 2007 [15].

5. Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat karies gigi anak usia 3-6 tahun
menurun dengan meningkatnya berat badan. Secara keseluruhan, nilai rata-rata
dmft untuk anak dengan BMI normal adalah 1,5 kali lipat dari anak-anak yang
kelebihan berat badan. Kehilangan gigi dan obesitas merupakan kondisi
multifaktorial dan saling berhubungan dengan gizi setiap orang yang telah
terbentuk, asupan glukosa, kehilangan gigi, dan obesitas harus dievaluasi dalam
berbagai penelitian. Karena itu, meskipun hubungan terbalik antara karies gigi dan
BMI dalam penelitian ini, pencegahan karies gigi dan obesitas harus lebih
dipertimbangkan dari sebelumnya; di samping itu, analisis diet 3-hari pada anak-
anak harus dipertimbangkan dalam penelitian di kemudian hari. Tidak ada
hubungan sebab-akibat yang dapat disimpulkan dari desain penelitian cross-
sectional ini. Desain longitudinal akan meningkatkan pengetahuan tentang faktor
penentu karies gigi.