Anda di halaman 1dari 4

PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS

GRAVIDARUM
Nomor : SOP/UKP/
No.Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 01/06/2016
Halaman : 1/

M. AMSOR, SKM
UPT Puskesmas Cibaliung
NIP.19641102 1987031 1008

1. Pengertian Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berkelebihan di saa


kehamilan yang menyebabkan dehidrasi, defesiensi nutrisi, penurunan bera
badan dan mengganggu aktifitas sehari hari
2. Tujuan a. Mengurangi rasa mual dan muntah
b. Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit

c. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu


3. Kebijakan Bidan, Perawat
4. Referensi Prawirohardjo S,Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo
5. Prosedur Persiapan alat :
Infus set
Cairan infus Dextrose 5 % atau sesuai instruksi Dokter.
Kapas alkohol, spuit 5 cc, 2,5 cc, bethadine cair, plester, dll
Nierbeken
Tissue makan / Tissue Rol dalam tempatnya
Persiapan penolong :
1 Memberikan penerangan tindakan apa yang akan dilakukan pada pasie
tentang kehamilannya, agar perasaan pasien tenang
2 Cara bekerja septik aseptik
6. Langkah-langkah Penatalaksanaan :
1 Menjelaskan pada pasien bahwa kehamilan dan persalinan merupaka
proses fisiologis
2 Menjelaskan pada pasien bahwa mual dan muntah adalah gejala yan
normal terjadi pada kehamilan muda, dan akan menghilang setelah usi
kehamilan 4 bulan.
3 Anjurkan untuk makan dalam jumlah yang sedikit tapi dengan frekuens
yang lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempa
tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan te
hangat.
4 Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak, dan makanan ata
minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
5 Makan makanan yang banyak mengandung gula dianjurkan untu
menghindari kekurangan karbohidrat
6 Defekasi yang teratur.
7 Pada pasien dengan muntah-muntah sering, pasien dipuasakan dalam 2
jam, kemudian di infus dextrose, 5% RL 2:1pada kolf I/IV diisi neurobio
5000 ui. Dan vitamin C 200 mg IV, kebutuhan cairan 3000 cc dalam 2
jam ( sebelumnya dalam pemberian obat-obatan kolaborasi dulu denga
Dokter yang merawat.
8 Intake dan output di catat tiap aplusan
9 Pemeriksaan laboratorium DL leucosit, LED, urine aceton, trombosit
10 Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital tiap aplusan
11 Pemberian obat-obatan anti muntah
12 Setelah pasien puasa 24 jam, boleh diberikan teh, biscuit bertahap setiap
jam, diet bubur tak merangsang, buah manis.
13 Bila pasien tidak muntah, jumlah dan macam makanan dapat d
tambah.
14 Jika kebutuhan cairan terpenuhi infus boleh diaf atau jika kebutuha
cairan belum terpenuhi infus di teruskan (sebelumnya kolaborasi denga
Dokter yang merawat)
Yang perlu diperhatikan :
1 Jika pasien tidak dapat turun dari tempat tidur pasien dapat di mandikan,
mobilisasi bertahap.
2 Kebersihan pasien dan lingkungan di jaga kebersihannya
3 Membantu memenuhi segala kebutuhan pasien.
Jika setelah perawatan & pengobatan baik, muntah berkurang atau pasien tida
muntah lagi pasien dapat dipulangkan, sebelumnya kolaborasi dengan Dokte
yang merawat
7. Unit terkait Pemeriksaan KIA, Kamar Bersalin
8. Diargam Alir

9. Rekaman Historis Perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan
PENATALAKSANAAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
Nomor : DT/UKP/
No.Revisi : 00
DAFTAR
Tanggal Terbit : 01/06/2016
TILIK
Halaman : 1/

M. AMSOR
UPT Puskesmas Cibaliung
NIP.19641102 1987031 1008

Unit : ...
Nama Petugas :
Tanggal Pelaksanaan :
No Langkah Kegiatan Ya Tidak TB
1
2
3
4
5
6
7
8
Jumlah
Compliance rate (CR) : .
Cibaliung, / /2016
Observer tindakan


NIP: .................