Anda di halaman 1dari 1

PENATALAKSANAAN GIGITAN ULAR

BERBISA

No. Kode :

Terbitan :

SOP Ditetapkan Oleh Kepala


No. Revisi : Puskesmas Manding

Tgl. Mulai Berlaku :

dr. Fatimatul Insyoniah


Halaman : NIP : 19750804 200501 2 009

Pengertian Suatu keadaan yang disebabkan oleh gigitan ular berbisa


Tujuan
Kebijakan
Referensi Sentra Informasi Keracunan Nasional Badan POM
Prosedur 1. Tenangkan pasien dan immobilisasi bagian tubuh yang terkena gigitan ular
berbisa, karenakontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa kedalam
aliran darah dan getah bening.
2. Cuci tangan
3. Mengatur posisi
4. Bersihkan luka dengan cairan NaCl 0,9%
5. Buat sayatan silang pada luka sehingga mudah untuk membersihkan bekas
gigitan.
6. Sedot darah dari suction atau alat sedot pada bekas gigitan.
7. Tutup luka dengan kasa sterile.
8. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun
elastis/kasa, yang dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh yang tergigit,
mulai dari ujung jari kaki sampai bagian yang terdekat dengan gigitan.
Bungkus rapat dengan perban seperti membungkus kaki yang terkilir, tetapi
ikatan jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu.
9. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi
penatalaksanaan jalan nafas; penatalaksanaan fungsi pernafasan;
penatalaksanaan sirkulasi; penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan
bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock, shock
perdarahan, kelumpuhan saraf pernafasan, kondisi yang tiba-tiba
memburuk akibat terlepasnya penekanan perban, hiperkalaemia akibat
rusaknya otot rangka, serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal.
10. Pemberian suntikan antitetanus, atau bila korban pernah mendapatkan
toksoid maka diberikan satu dosis toksoid tetanus.
11. Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat
mati/panik
12. Pemberian serum antibisa (Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila
terdapat kerusakan jaringan lokal yang luas)
13. Catat kegiatan dan hasil observasi.
14. Pasien dirapikan.
15. Alat dibereskan dan dibersihkan.
16. Cuci tangan.
17. Observasi 3x24 jam di puskesmas jika keadaan memburuk rujuk rumah
sakit.
Unit Terkait 1. UGD
2. Rawat Inap