Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Di era modern sekarang ini semua pekerjaan dan kebutuhan manusia
sudah dilakukan dengan berbagai macam teknologi. Kebutuhan manusia mulai
dari kebutuhan primer, sekunder serta tersier tidak luput dari yang namanya
teknologi. Salah satu disiplin ilmu yang berperan penting dalam kemajuan
teknologi ini adalah Teknik Kimia. Teknik Kimia adalah disiplin ilmu yang
mempelajari tentang proses pengolahan bahan mentah menjadi sesuatu yang dapat
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sarjana Teknik Kimia sangat dibutuhkan disetiap industri proses kimia.
Berbagai bidang ilmu Teknik Kimia terdapat di dalam sebuah Industri proses
kimia. Penggolongan bidang ilmu teknik kimia didasarkan pada produk yang akan
dihasilkan oleh industri tersebut. Maka sangat diharapkan lulusan Teknik Kimia
benar-benar paham dengan ilmu yang dipelajarinya. Karena pengaplikasian ilmu
teknik kimia itu sangat luas. Salah satu diantaranya adalah dalam proses
pembuatan dry ice.
Oleh sebab itu pada makalah ini kami akan menjelaskan mengenai Industri
Proses Kimia dan proses pembuatan CO2 dan es kering (dry ice).

I.2. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1. Apakah defenisi dari CO2?
2. Bagaimana Proses Pembuatan CO2 dan diagram alirnya?
3. Apa saja manfaat dari CO2?
4. Bagaimana blok diagram proses kimia dan diagram alir proses (flowsheet)?
5. Apakah defenisi dry ice?
6. Bagaimana proses dan pemrosesan dalam industry kimia pembuatan dry ice?
7. Apakah alat-alat industri proses yang digunakan dalam produksi dry ice?
8. Bagaimana reaksi yang terjadi pada industry kimia yang memproduksi dry
ice?

1
I.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah :
1. Mengetahui defenisi CO2.
2. Mengetahui proses pembuatan CO2.
3. Mengetahui manfaat dari CO2.
4. Mengetahui blok diagram proses kimia dan diagram alir proses (flowsheet).
5. Mengetahui defenisi dry ice
6. Mengetahui proses dan pemrosesan dalam industri kimia pembuatan dry ice
7. Mengetahui alat-alat industri proses yang digunakan dalam produksi dry ice
8. Mengetahui reaksi yang terjadi pada industry kimia yang memproduksi dry
ice.

I.4. Manfaat
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan
mengenai aplikasi ilmu teknik kimia di Industri CO2 dan es kering.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Defenisi Karbon Dioksida ( CO2 )


Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang adalah sejenis
senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen
dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan
tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida
di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume, walaupun jumlah ini
bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas
rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.
Karbon dioksida tidak mempunyai bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1
atm namun langsung menjadi padat pada temperatur di bawah -78 C. Dalam
bentuk padat, karbon dioksida umumnya disebut sebagai es kering. CO2 adalah
oksida asam. Larutan CO2 mengubah warna lakmus dari biru menjadi merah
muda.

II.2 Proses Pembuatan CO2 dari Hasil Sintesis Gas Ammonia


Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hidrogen ditemukan oleh
Fritz Haber (1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri
pembuatan amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl
Bosch, seorang insinyur kimia juga dari Jerman.
Berdasarkan prinsip kesetimbangan kondisi yang menguntungkan untuk
ketuntasan reaksi ke kanan (pembentukan NH3) adalah suhu rendah dan tekanan
tinggi. Akan tetapi, reaksi tersebut berlangsung sangat lambat pada suhu rendah,
bahkan pada suhu 500 oC sekalipun. Dilain pihak, karena reaksi ke kanan
eksoterm, penambahan suhu akan mengurangi rendemen.
Proses Haber-Bosch semula dilangsungkan pada suhu sekitar 500 oC dan
tekanan sekitar 150-350 atm dengan katalisator, yaitu serbuk besi dicampur
dengan Al2O3, MgO, CaO, dan K2O. Seiring dengan kemajuan teknologi,
digunakanlah tekanan yang jauh lebih besar, bahkan mencapai 700 atm. Untuk
mengurangi reaksi balik, maka amonia yang terbentuk segera dipisahkan. Mula-

3
mula campuran gas nitrogen dan hidrogen dikompresi (dimampatkan) hingga
mencapai tekanan yang diinginkan. Kemudian campuran gas dipanaskan dalam
suatu ruangan yang bersama katalisator sehingga terbentuk amonia. Diagram alir
dari proses Haber-bosch untuk sintesis amonia :

Langkah pertama dalam proses ini adalah untuk membuat kapur dari batu kapur :
CaCO3 + panas CaO + CO2
ini kemudian dipanaskan dengan batu bara dalam lingkungan anoxic untuk
membuat Calcium Carbide :
CaO + 3C + panas CaC2 + CO

4
Penetapan nitrogen yang sebenarnya berasal dari reaksi Kalsium Carbide dengan
Nitrogen murni , sehingga proses ini menjadi industri praktis itu diperlukan proses
Linde fraksinasi dari udara cair . Reaksi berlangsung pada 2atm atau ~ 0.2MPa ,
dipanaskan dengan melalui pemanasan ohmik dari batang Carbon :
CaC2 + N2 CaCn2 + C
Akhirnya dalam upaya untuk membuat Amoniak, Kalsium sianamida dicampur
dengan air dan NaOH ( sebagai katalis ) untuk hidrolisis :
CaCn2 + H2O 2NH3 + CaCO3
Kalsium Karbonat dapat dengan mudah dipisahkan karena merupakan solid, dan
Amonia dapat disuling , memungkinkan NaOH untuk didaur ulang kembali untuk
lebih hidrolisis . Kontras ini dengan proses Haber - Bosch untuk membuat
Amonia , yang pada saat itu diperlukan mahal seperator udara cair yang sama
serta seperator elektrolit untuk menghasilkan hidrogen dan tekanan yang lebih
tinggi katalitik reaktor :

Dengan hanya melihat itu kita melihat bahwa , sebagai cara untuk membuat
Amoniak , proses Haber - Bosh adalah jauh lebih sederhana . Karena tidak
memerlukan beberapa tungku dan langkah-langkah perantara memproduksi
sianamida biaya operasional harus lebih rendah ( dengan asumsi satu memiliki
sistem elektrolisis efisien untuk hidrogen ) . Tentu saja reaktor amoniak
membutuhkan katalis dan recycle sistem mahal karena single pass tidak terlalu
efisien.

II.3 Manfaat dari CO2


Adapun maanfaat dari CO2 adalah sebagai berikut :
a. Pada proses Fotosintesis
Tak dipungkiri lagi bahwa CO2 sangat berperan pada proses fotosintesis
yang dilakukan oleh tumbuhan dan yang sangat diperlukan oleh seluruh
makhluk hidup. Fotosintesis memerlukan CO2 dan air agar dapat
menghasilkan karbohidrat, yang dapat di lihat dari persamaan berikut:
6 CO2 + 6 H2O --> C6H12O6 + O2

5
b. Industri makanan dan minuman
Manfaat CO2 juga dapat kita jumpai pada proses pembuatan roti
yang berfungsi sebagai pengembang roti dengan bantuan ragi. Pada saat roti
yang dicampur soda kue atau ragi kita panaskan maka gas CO2 akan
dibebaskan dan akan tertangkap oleh kantung gluten yang terdapat pada
tepung yang akan menyebabkannnya dapt mengembang. Selain itu
CO2padat (es kering) juga digunakan untuk mendinginkan es krim. Pada
produk minuman khususnya yang bersoda. Gas tinbul pada minuman
tersebut adalah CO2yang membebaskan diri.
c. Bahan pemadam kebakaran
Karbon dioksida yang disemburkan pada api melalui selang
pemadam kebakaran tersebut akan segera menyelimuti api, sehingga api
tidak akan terkena kontak dengan oksigen sehingga pembakaran akan
terhenti, karena pembakaran terhenti, maka api dapat segera padam.
d. Industri Logam
Karbon dioksida digunakan dalam pembuatan cetakan pengecoran
untuk meningkatkan kekerasan mereka .
e. Manufaktur dan Konstruksi
Karbon dioksida digunakan dalam skala besar sebagai gas perisai di
MIG / MAG welding , dimana gas melindungi genangan las terhadap
oksidasi oleh udara sekitarnya . Campuran argon dan karbon dioksida
umum digunakan saat ini untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi las dan
mengurangi kebutuhan untuk perawatan pasca las.
f. Dry ice pellet
digunakan untuk mengganti sandblasting ketika menghapus cat dari
permukaan. Hal ini membantu dalam mengurangi biaya pembuangan dan
pembersihan
g. Kimia , Farmasi dan Industri Petroleum Penggunaan :
Jumlah yang cukup besar digunakan sebagai bahan baku dalam
industri proses kimia , terutama untuk metanol dan urea produksi .

6
h. Karbon dioksida digunakan dalam sumur minyak untuk ekstraksi minyak
dan menjaga tekanan dalam formasi
Ketika CO2 dipompa ke dalam sumur minyak , itu sebagian
dilarutkan ke dalam minyak , rendering itu kurang kental , sehingga
minyak yang akan diekstrak lebih mudah dari batuan dasar . Jauh lebih
banyak minyak dapat diekstraksi dari melalui proses ini .
i. Industri Karet dan Plastik
Flash dihapus dari benda-benda karet dengan jatuh mereka dengan
hancur es kering dalam drum berputar .
j. Kesehatan
Karbon dioksida digunakan sebagai aditif untuk oksigen untuk
penggunaan medis sebagai stimulan respirasi .
k. Penggunaan lingkungan :
Digunakan sebagai propelan dalam kaleng aerosol , menggantikan
lebih banyak alternatif merepotkan lingkungan .

II.4 Defenisi Dry Ice


Dry ice yaitu karbondioksida yang dibeku-kan sehingga bisa digunakan
sebagai pengganti es batu. Es kering ini tidak mencair namun menguap menjadi
gas. Menggunakan es kering tidak akan menyebabkan wadah menjadi basah atau
lembab. Es kering memiliki temperatur yg lebih rendah dari es biasa, yaitu -79 C
(yaitu 79 C dibawah titik nol). Es kering dibuat di pabrik yang khusus membuat
itu, yaitu dengan cara memasukkan cairan karbondioksida ke ruangan yang
bertekanan tinggi. Pada saat tekanan dikeluarkan, karbondioksida cair itu akan
berubah menjadi butir-butir padat yang kemudian dibentuk menjadi dry ice alias
es kering.
Sumber karbon dioksida banyak terdapat dialam namun secara komersil
dapat diperoleh dari :
a) Gas hasil pembakaran yang mengandung Hidro karbon dimana
kandungannya 10 sampai 18 %.

7
b) Hasil samping proses kalsinasi batu kapur dimana kandungan karbon
dioksida 10 samapai 40 %.
c) Hasil samping proses fermentasi dimana kandungan CO2 lebih kurang
99 %.
Dry ice banyak dibutuhkan untuk industri yang memerlukan pendinginan,
terutama industri ice Cream dan makanan. Di Negara industri banyak
membutuhkan dry ice sebagai pendingin pada pembuatan peralatan-peralatan
berat dan logam yaitu pendingin pada waktu pembelahan logam.
Di Indonesia dry ice banyak digunakan untuk pendingin makanan,
pembuatan ice cream dan sedikit digunakan untuk :
Keperluan rumah sakit
Untuk pembuatan gas buatan pada pentas seni
Pengisi minuman

II.5 Proses dan Pemrosesan dalam Industri Kimia pembuatan dry ice.
1. Dimulai dengan produksi gas yg mengandung konsentrat CO2 (karbondioksida)
tinggi. Gas-gas ini dapat berupa produk sampingan dari proses produksi gas-
gas lain, misal gas amonia dan nitrogen dari gas alam cair maupun dari proses
fermentasi skala besar.
2. Gas yg kaya karbondioksida ini kemudian dimampatkan dan diturunkan
suhunya sampai -78,5 C sehingga berubah wujud menjadi cair (uap air yg
terkena suhu dingin akan berubah menjadi cair).
3. Tekanan/pemampatan kemudian dikurangi. Ketika ini terjadi, sebagian kecil
CO2 menguap, dan kemudian suhu turun dengan cepat di CO 2 cair yg tersisa.
Temperatur yg benar-benar dingin membuat CO 2 cair ini mengeras menjadi
seperti salju dan akan tetap seperti itu.

8
Skala Industri:

Gambar a. Diagram Alir Produksi Dry Ice (S.S Lab Asia)

Untuk menghasilkan jumlah besar es kering, pendinginan evaporatif


diperlukan. Karbon dioksida cair diproduksi dengan mengompresi gas karbon
dioksida. Karena suhu zat meningkat saat dikompresi, gas harus didinginkan
selama proses kompresi untuk mendorong pembentukan cairan. Jika gas di dalam
tangki sudah mencapai suhu kamar, pencairan mulai terjadi ketika tekanan
mencapai sekitar 6.000 kilopaskal. Jika keran tabung karbon dioksida cair dibuka,
sebagian diantaranya akan berusaha melarikan diri, menyebabkan momentum
rata-rata molekul serta suhunya menjadi turun. Setelah semua panas lingkungan
menguap, suhu cairan turun di bawah titik beku dan muncullah karbon dioksida
padat yang disebut es kering. Es kering biasanya disimpan dalam kontainer
terisolasi. Bila terkena udara, es ini segera melepaskan gas karbon dioksida.
Karena perbedaan suhu antara es kering dan lingkungan cukup besar, maka
perubahan fasa terjadi langsung dari padat ke gas, tanpa melalui fase cair.
Salah satu Industri yang memanfaatkan limbah CO2 hasil proses
fermentasi adalah PT Molindo Raya. PT. Molindo Raya yang bergerak dalam
industri fermentasi adalah produsen utama Ethanol di Indonesia. Dengan kapasitas
terpasang sebesar 40.000 Kl/hari (330 hari kerja pertahun), operating capacitynya
saat ini adalah 35.000 Kl/tahun. PT Molindo Raya memanfaatkan hasil samping
proses fermentasi untuk diolah menjadi dry ice.
Bahan Pendamping untuk proses pembuatan dry ice dari hasil samping
proses fermentasi antara lain, kalium bikarbonat, sodium karbonat, asam sulfat,
oil, air, karbon aktif dan steam.

9
Proses pembuatan dry ice adalah gas CO2 yang didapatkan dari hasil
samping fermentasi dipekatkan dari 99,5% menjasi 99,9%. Gas dimasukkan
absorber secara counter current dengan alcohol encer. Setelah itu dimasukkan
srubber. Larutan dari srubber dikembalikan ke fermentor sedang gas dimasukkan
ke gas holder. Dari gas holder CO2 ditekan sampai 75 psi abs, dengan kompresor 1
stage, sehingga dapat dialirkan ke absorber yang memakkai potassium bichromat
sebagai absorbent. Di dalam scrubber H2S di absorsi (mengoksidai kotoran dari
gas) dan H2S dikembalikan ke fermentor dan gas dari scrubber 3 dipisahkan lagi
menggunakan larutan sodium carbonat dan terakhir gas dimasukkan ke oil
scrubber untuk mengambil minyak dari compressor. CO2 yang sudah dimurnikan
masuk stage dua dan ditekan sampai 400 psi, lalu didinginkan sampai 0F dalam
Brine collr dan dilewatkan stage tiga sehingga tekanan menjadi 900 sampai 1020
psi. Akhirnya CO2 didinginkan secara cepat sampai -40F dan tekanan 147 psi.
Gas yang dikondensasi secara perlahan-lahan dengan amoniak dicampur
dengan CO2 yang didinginkan mendadak sehingga diperoleh dry ice.

II.6 Alat-alat Industri Proses yang digunakan dalam Produksi Dry Ice
Untuk pembuatan dry ice dalam skala kecil atau skala rumahan, dapat
digunakan serbuk padat CO2 yang terdapat pada tabung pemadam kebakaran.
Namun untuk skala pabrik diperlukan alat-alat seperti :
1. Kompressor
Kompressor ini digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tekanan gas
CO2
2. Dryer
Dryer berfungsi untuk mengeringkan kadar air yang terbawa oleh gas
CO2.
3. Refrigerator
Refrigerator berfungsi untuk menurunkan suhu gas yang naik akibat
terjadinya penurunan tekanan.
4. Liquifier
Liquifier berfungsi sebagai tempat terjadinya pencairan gas CO2.
5. Liquid storage

10
Liquid storage berfungsi sebagai tempat penyimpanan cairan CO2

BAB III

11
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Salah satu gas yang di gunakan dalam indutri adalah karbondioksida.
Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa
kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan
sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan
standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di
atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume, walaupun jumlah ini bisa
bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah
kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.
Karbon dioksida dapat di peroleh dari hasil samping dari proses
pembuatan sintesis gas amonia. Pembuatan gas amonia menggunakan proses
menurut haber-bosch. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah : .
Adapun manfaat dari gas CO2 ialah di gunakan dalam industri makanan, karet dan
plastik, manufacture, alat pemadam kebakaran dan fotosintesis.
Es kering adalah karbondioksida yang dibekukan sehingga bisa digunakan
sebagai pengganti es batu.

12
DAFTAR PUSTAKA

Fathurrochman. 2013. Industri Proses Kimia. http://fathurrochman21.


blogspot.com/2013/01/industri-proses-kimia.html. Diakses pada tanggal 11
September 2014.
Juwita, Desi. 2014. Defenisi Es Kering, Sifat, Kegunaan, dan Pembuatannya.
http://www.amazine.co/. Diakses pada 13 September 2014.
Magnetoice. 2012. Defenisi-Defenisi Dangerous Goods. http://magnetoice
wordpress. com/. Diakses pada 13 September 2014.
Maulana, Toni. 2012. Membaca Diagram Alir Proses. http://tonimaulan.
blogspot.com/. Diakses pada tanggal 11 September 2014.

13