Anda di halaman 1dari 3

Relai Arus Gangguan Tanah

Relai ini mendeteksi gangguan tanah. Kumparan arusnya dari elemen arah dihubungkan
guna mendeteksi arus residu dari trafo arus dan kumparan tegangan dihubungkan pada tegangan
yang sesuai guna memberikan kopel yang sesuai.

Fuse Cu Out ( Pelebur)

Fuse Cut Out adalah alat pengaman yang paling banyak dipergunakan. Juga merupakan
alat pengaman yang paling handal, tahan lamanya 15 sampai 20 tahun tanpa perawatan.

Saklar Seksi Otomatis / Pole Mounted SF6 Gas Switch (PGS)

PGS atau disebut saklar seksi otomatis (SSO) atau Automatic Vacuum Switch (AVS)
aalah alat pemutus beban yang secara otomatis dapat melokalisasi gangguan yang terjadi pada
jaringan distribusi, sehingga seksi tetap sehat dan mendapat catu daya listrik.

Pemutus Tenaga (Circuit Breaker)

Pemutus tenaga (CB) adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan dan
memutuskan daya listrik. Dalam operasinya CB dilengkapi oleh relai relai pengaman yang
bertugas sebagaipendeteksi gangguan.

Pole Mounted Recloser atau PMR (Pemutus Balik Otomatis)

Recloser ( Reclosing Relay ) atau suatu penutup balik otomatis (PBO) adalah peralatan
pengaman yang dilengkapi dengan alat pengindera arus gangguan dan peralatan pengatur waktu
operasi yang punya kemampuan sebagai pemutus arus gangguan hubung singkat, serta dapat
membuka dan menutup balik kontak kontaknya secara otomatis untuk memberikan tegangan
kembali pada sistem sesuai dengan waktu dan urutan kerja yang telah ditentukan. Dan membuka
terkunci bila menghadapi gangguan permanen pada rangkaian di belakang recloser.

Prinsip Kerja Secara Umum

Pada sluran distribusi yang menggukanakan saluran udara hamper 80% sampai 90% gangguan
bersifat sementara. Dengan demikian dalam penyelenggaraan fungsi dari PMR ysngditempatkan
pada jaringan untuk menghindari pemutusan penyaluran tenaga listrik yang lama dalam sistem
distribusi yang diakibatkan oleh gangguan di samping itu juga untuk mempersempit daerah
gangguan.

PMR merupakan peralatan pengaman pada jaringan sistem distribusi yang dapat mendeteksi arus
lebih karena hubngsingkat antar fasaatau satu fasa ke tanah.Memutus arus dan mentupnya
kembali secara tomatis dengan selang waktu yang diatur, bila ternyata gangguan bersifa
permanen maka PMR selanjutna akan mengunci terbuka (lock out) sesudah beberapa
kalimembuka dan menutup rangkaian dengan setting sehingga bagian yang diamankan dapat
terisolisir.

Gambar 2.5.6 Urutan Kerja PMR

Keterangan :

A, B, dan C = waktu membuka /tripping time

D dan E = waktu menutup kembali /Recloser time

A + B + C+ D+ E = waktu untuk masuk aman kembali/ Reclain time

Apabila terjadi gangguan pada daerah yang diamankan oleh PMR maka akan membuka Circuit
Breaker dan dalam selang setting waktu akan menutup kembali. Dengan seting yang ada maka
urutan terbuka dan menutup yang kesekian kali sesuai setting.

Operasi PMR

Terdapat dua bagian utama :

Pemutus tenaga yaitu sebuah tangki yang melingkupi circuit breaker dan mekanisme dari gas
SF6.

Panel control yaitu didalampanl control dilengkapi pengontrol elektronik.

PMR pada jaringan juga dilengkapi relai proteksi yang berfungsi untuk mendeteksi aanya
gangguan, dimana relai bekerja akibat adanya rangsangan yang diterima oleh relai proteksi.
Adapun relai yang bekerja adalah relai arus lebih (phase trip) dan relai gangguan tanah (earth
fault).

Setting PMR

Pole Mounted Recloser mempunyai setting sebagai berikut :

Setting waktu

Trpping time (waktu jatuh / waktu tunda).

Dipilih agar lebih kecil dari waktu jatuh tunda relai yang terpasang di ruas JTM lebih hulu.

Reclosing time

Dilih harga yang tepat, ini dapat memberikan waktu bagi peralatan untuk dingin / normal
kembali.

Setting kurva
Pole Mounted Recloser member ketersediaan kurva definite dan inverse.Setting waktu fasa arus
lebih dan gangguan tanah mempunyai karakteristik kurva waktu inverse yang terdiri dari:

Karakteristik kurva standart inverse

Karakteristik kurva very inverse

Karakteristik kurva extremely inverse

Setting urutan penguncian (lock out)

Fasilitas urutan tripping (waktu / jatuh tunda) PMR ada 4 yaitu trippin 1, 2, 3, sampai 4. Untuk
memilih angka urutan tripping bila terdapat beberapa PMR harus mengikuti logika berfikir
sebagai berikut:

Jika recloser terletak di jaringan utama dapat dipilih 3 atau 4.Hal ini dilakukan agar dapat
memberikan kesempatan bagi PMR yang lebihhilir untuk mengunci terlebih dahulu, apabila
terdapat gangguan jauh dari gardu induk.

JikaPMR terletak di jaringan percabangan maka dipilih 2 kali trip saja sudah cukup. Hal
ini dilakukan agar dapat memberikan kesempatan bagi PMR yang terletak di hulu untuk tidak
mengunci.