Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH KEBUDILIHURAN

ETIKA DAN MORAL PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN


TUGAS SERTA TANGGUNG JAWAB SELAMA PRAKTEK
LAPANGAN DIRUANGAN IGD RUMAH SAKIT
Dr. MARSIDI JUDONO BELITUNG

DISUSUN OLEH:

NAMA : RIDHO FIDRAJAYA

NIM : C.0105.16.087

Kelas : Umum (Nonreg)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI

Jl. Kerkof, NO 243 Leuwi Gajah, Cimahi 40523, Jawa Barat-Indonesia

Tlp (022) 6674696/ Fax (022) 6670015


ETIKA DAN MORAL PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN
TUGAS SERTA TANGGUNG JAWAB SELAMA PRAKTEK
LAPANGAN DIRUANGAN IGD RUMAH SAKIT Dr. MARSIDI
JUDONO BELITUNG
Etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang bagaimana sepatutnya manusia hidup
di dalam masyarakat yang melibatkan aturan atau prinsip yang menentukan tingkah
laku yang benar. Sedangkan Moral adalah perilaku yang diharapkan oleh masyarakat
yang merupakan standar perilaku dan nilai yang harus diperhatikan bila seseorang
menjadi anggota masyarakat tempat ia tinggal.

A. ETIKA KEPERAWATAN
Etika Keperawatan dikaitkan dengan hubungan antar masyarakat dengan
karakter serta sikap perawat terhadap orang lain. Pengetahuan keperawatan diperoleh
melalui keterlibatan pribadi dan emosional dengan orang lain serta ikut terlibat dalam
masalah moral mereka, tentunya ini mempunyai prinsip prinsip etik yang sudah
dikemukakan oeh para ahli didalam praktik keperawatan sebagai berikut :
PRINSIP-PRINSIP ETIK
Menurut Code for Nurses with Interpretive Statement (ANA, 1985) dalam Poter Perry
(2005) dan PPNI (2003) dalam Sumijatun (2009), prinsip-prinsip etik meliputi:
1. Respek
Respek diartikan sebagai perilaku perawat yang menghormati klien dan
keluarganya. Perawat harus menghargai hak-hak klien.
2. Otonomi
Otonomi berkaitan dengan hak seseorang untuk mengatur dan membuat
keputusan sendiri, meskipun demikian masih terdapat keterbatasan , terutama
terkati dengan situasi dan kondisi, latar belakang individu, campu tangan hukum
dan tenaga kesehatan profesional yang ada.
3. Beneficience (kemurahan hati/maslahat)
Beneficience berkaitan dengan kewajiban untuk melakukan hal yang baik dan tidak
membahayakan orang lain.Apabila prinsip kemurahan mengalahkan prinsip
otonomi, maka disebut paternalisme. Paternalisme adalah perlakuan yang
berdasarkan pada apa yang dipercayai oleh profesional kesehatan untuk kebaikan
klien, kadang-kadang tidak melibatkan keputusan dari klien
4. Non-Maleficence
Prinsip ini berkaitan dengan kewajiban perawat untuk tidak menimbulkan kerugian
atau cidera pada klien.
5. Veracity (kejujuran)
Berkaitan dengan kewajiban perawat untuk mengatakan suatu kebenaran dan tidak
berbohong atau menipu orang lain.
6. Confidentiality (kerahasiaan)
Berkaitan dengan penghargaan perawat untuk merahasiakan semua informasi
tentang klien.
7. Fidelity (kesetiaan)
Berkaitan dengan kewajiban perawat untuk selalu setia pada kesepakatan dan
tanggung jawab yang telah dibuat.Perawat harusmemegang janji yang dibuatnya
pada klien.
8. Justice (keadilan)
Prinsip keadilan berkaitan dengan kewajiban perawat untuk berelaku adil pada
semua orang dan tidak memihak atau berat sebelah.

Dalam menjalankan praktek lapangan beberapa waktu yang lalu di ruangan IGD
Rumah sakit dr. Marsidi judono Belitung, saya saat itu sebagai mahasiswa yang sedang
belajar praktek lapangan, tentunya sudah dibekali teori tentang etika keperawatan,
salah satunya prinsip prinsip etik perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan
khususnya diruang IGD, saya dan teman-teman mahasiswa dalam praktik memang
mengacu terhadap prinsip-prinsip etik tersebut, namun tidak semua bisa saya terapkan
sekaligus.
Contohnya pada saat pasien datang ke IGD saya melakukan yang seharusnya
perawat lakukan, saya harus menghargai pasien dengan memenuhi hak-hak pasien,
seperti memberikan infus, obat, serta asuhan keperawatan yang tepat, dalam hal ini
dalam melakukan tindakan saya harus mengambil keputusan sendiri dengan arahan
perawat senior pada waktu itu.
Dalam praktik waktu itu juga saya harus jujur tentang kondisi pasien yang
sebenarnya, khususnya terhadap keluarga pasien dan tidak boleh pillih kasih terhadap
pasien, apalagi diruangan IGD yang semua pasiennya harus ditangani dengan cepat.

B. MORAL KEPERAWATAN
Moral pada praktek keperawatan berarti perawat bisa memberikan jawaban
bagaimana mereka meningkatkan, melindungi dan memenuhi kebutuhan kesehatan
sambil menghormati hak individu dalam menentukan pelayanan kesehatan sendiri.
Dalam keperawatan kesehatan masyarakat dimana penekanan yang terbesar atas
kelompok besar dan bukan atas individu klien akuntabilitas moral berarti bisa di jawab
bagaimana kesehatan dari orang banyak, bagaimana ditingkatkannya dilindungi dan di
penuhi kebutuhannya, Tentu dalam hal ini moral pada praktek keperawatan harus
sesuai dengan aturan, nilai dan perilaku masyarakat ditempat perawat tersebut praktek
Saat saya melakukan praktik lapangan diruangan IGD Rumah sakit dr. Marsidi
judono Belitung, dalam melakukan tindakan memang harus mengacu kepada prinsip-
prinsip etik keperawatan namun juga saat saya praktik lapangan saya harus melihat
kebiasaan masyarakat yang ada di Belitung pada waktu itu.

Contohnya saat saya ingin membantu pasien dalam melakukan BAB dengan
menggunakan pispot, pasien tidak mau dibantu oleh perawat, pasien hanya mau
dibantu oleh keluarga, dalam hal ini saya harus menghargai hak privasi pasien, karena
pandangan masyarakat Belitung tindakan ini merupakan hal yang tabu untuk dilakukan,
oleh karena itu saya memperbolehkan keuarga yang melakukannya tetapi sebeumnya
saya memberitahukan dulu cara untuk melakukan pemasangan pispot.

C. TANGGUNGJAWAB PERAWAT
Pada saat saya melakukan praktik lapangan waktu itu, tanggung jawab saya
sebagai perawat yang sedang praktik lapangan yaitu memberikan pelayanan kesehatan
yang baik terhadap semua pasien yang ada diruangan IGD dengan memberikan
asuhan keperawatan yang tepat sesuai kode etik yang berlaku, serta membantu
perawat senior dan dokter dalam memberikan tindakan.