Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pada praktikum Operasi Teknik Kimia kali ini, akan dilakukan percobaan efflux time dimana
pada percobaan ini akan diamati waktu yang dibutuhkan dan volume yang didapat dari
pengosongan tangki yang dilakukan pada ketinggian tertentu.
Dalam bidang Teknik Kimia sangat dibutuhkan suatu kemampuan untuk
mengkuantifikasikan dari kelakuan suatu elemen proses atau proses itu sendiri. Kemampuan
tersebut dikenal dengan pemodelan. Untuk melakukan pemodelan digunakan prinsip reaksi
kimia, proses fisika, dan matematika untuk memperoleh suatu persamaan. Dengan
mempergunakan persamaan tersebut dapat diperkirakan suatu kejadian pada suatu hasil (produk)
dengan mengubah suhu, tekanan, ukuran alat dan sebagainya.
Tahap awal dari pembuatan model suatu proses adalah dengan melakukan analisa dari
proses tersebut. Tujuan analisa adalah mendapatkan gambaran dari kejadian secara fisik,
memprediksi kelakuan proses, membandingkan dengan kelakuan sebenarnya mengevaluasi
terhadap keterbatasan dari model yang telah dibentuk, dan kemudian dapat diteruskan dengan
perancangan alat atau unit proses yang diperlukan.

I.2 Tujuan Percobaan


Percobaan ini bertujuan untuk mencari nilai dari q/A melalui slope pada
grafik H vs t dan mencari persamaan ln q = ln k + n.ln H pada grafik ln q vs ln
H sehingga didapat nilai dari ln k dan n.

I.3 Manfaat Percobaan


Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari efflux time pada industri dan
dapat mengetahui variabel variabel yang dibutuhkan dalam efflux time melalui
perhitungan perhitungan yang dilakukan.

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 1


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara Umum


Efflux time adalah waktu yang di perlukan untuk penurunan cairan
dalam tangki melalui pipa vertikal pada dasar tangki karena gaya beratnya
sendiri.waktu penurunan cairan itu dapat di pikirkan dengan persamaan
teoritis yang kemudian di kalikan dengan suatu faktor koreksi untuk
mendapatkan waktu penurunan sesunggunya.
Tangki penampung cairan biasanya ditempatkan pada kantungan
tertentu sehingga untuk mengalirkan cairan cukup menggunakan gaya
beratnya sendiri,dengan cara ini maka dapat di lakukan penghematan pada
biyaya penggunaan pompa.
Apabila aliran fluida dengan kelipata yang sama mengalir masuk
ke dalam sebuah pipa maka pada dinding pipa akan terbentuk lapisan
batas.fluida yang mengalir dari ruang yang besar akan masuk kedalam
pipa kecil sehingga pada enterncc akan terjadi friksi antara fluida yang
mengalirdengan dinding pipa.
Pada aliran fluida dalam pipa faktor gesikan harus di perhatikan
faktor ini akan mempengaruhi untuk yang di perlukan zat cair untuk
melewati pipa dengan panjang tertent.friksi yang terjadi semakin lama
akan semakin besar dengan bertambahnya panjang pipa.friksi biasanya di
nyatakan dalam panjang ekivalen terhadap pipa lukus. (Mortom,1999)
Faktor yang mempengaruhi bilangan Reynold dan masa transisi
lamiler ke aliran turbulin adalah:
1. Tekanan aliran
2. Aliran turbalin bebas
3. Aliran terlalu cepat
4. Temperatur dinding di lakukan dinding.

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 2


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
Jenis aliran flida dapat di ketahui dengan menggunakan bilangan
peynold (Re).untuk aliran laminer (Re>400). Untuk aliran terbulen
Re>4000 dan dengan pipa kekasaran 0,000,005. (maryudi,2005)
Faktor yang bekerja sepanjang pipa,akan Menyebabkan penurunan
head(tenaga persatuan berat).fluida yang mengalir sepnjang pipa.rumus
penuruna head di ajukan ole Darchy sebagai berikut:

H=

Harga f tergantung dari jenis aliran yang terjadi di dlam pipa.untuk aliran
lenier
(Re >210) ............... (brown,1950)

f=

Dengan Re =

Untuk aliran turbulen,dengan Re>400 dan pipa dengan kekasaran


0,000005

F= ......... (brown,1950)

Adapun variabel -variabel Yang berpengaruh pada waktu


pengosongan tangki (t) adalah:
a. Tinggi cairan dalam tangki (h)
b. Panjang pipa (l)
c. Diameter tangki (Dt)
d. Diameter pipa (Dp)
e. Percepatan gravitasi (g)
f. Viseositas fluida
g. Densitas fluida ()

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 3


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
harga faktor karesi merupakan fungsi dari besaran-besaran yang
berpengaruh, besar peubah yang di tinju adalah L (panjang) dan D
(diameter). (martono,1999)
II.2 Secara Khusus
Dasar teori ini akan ditinjau contoh pemodelan suatu proses
sederhana seperti terlihat pada gambar yaitu suatu tangki dengan luas
penampang tetap (A), diisi dengan air pada ketinggian awal (h0). Kemudian
tangki tersebut dikosongkan dengan cara mengalirkan air melalui lubang
kecil (orifice) dibagian dasar tangki dengan luas penampang orifice (Ao).

?=densitas air
H0

Pertanyaan yang harus dibuktikan adalah :


1. Berapa lama waktu pengosongan tangki tersebut ?
2. Bagaimana perubahan ketinggian air terhadap waktu ?
3. Apakah laju alir cairan berubah dengan berubahnya waktu atau
ketinggian(h) ?
4. Apakah suhu cairan berubah selama proses pengosongan tangki tersebut ?
Untuk memperjelas situasi perlu ditetapkan symbol symbol berikut ini :

q= laju alir volume cairan dari tangki (ft3/detik, liter/detik, m3/detik)


2 2
A = Luas penampang tangki, (m , ft )
2 2 2
A0 = Luas penampang lubang kecil atau orifice, (m , cm , ft )

h0 = Ketinggian cairan pada awal waktu, (cm, m, ft)


h = Ketinggian cairan dalam tangki terhadap perubahan waktu, (ft, m, cm)

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 4


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
3
= Densitas cairan, (lb/ft , kg/liter)
t = Waktu, (detik)
Massa cairan yang keluar tangki sama dengan perubahan massa di
dalam tangki. Massa cairan adalah .A.h jadi perubahan massa
tersebut adalah d[.A.h]/dt.
Perubahan massa dalam tangki = - (laju air massa keluar tangki)
tanda negatif menyatakan bahwa aliran menghasilkan pengurangan massa
dalam tangki, dimana dan A adalah tetap (konstanta)
d Ah =q .............................................................................. (1)

dt

dH ............................................................................. (2)
= dq
dt

Persamaan (2) adalah satu persamaan yang mempunyai dua variabel


yang tidak diketahui yaitu tinggi cairan, h dan laju alir volume, q.
Karena satu persamaan memiliki dua variabel yang tidak diketahui maka
dibutuhkan satu persamaan lagi yang berhubungan.
Cairan dalam tangki dapat mengalir disebabkan adanya perbedaan
tekanan dalam tangki yaitu (lebih besar) dari tekanan luar, sehingga
persamaan tersebut : q = q (p). Penyebab perbedaan tekanan tersebut
adalah ketinggian cairan di dalam tangki, h. Sehingga besarnya laju alir
volume merupakan fungsi dari h. Bisa juga menggunakan persamaan :
q = k.hn .. (3)
ln q = ln k + n ln h.. (4)
Maka dari itu, untuk mendapatkan nilai ln k dan n digunakan grafik dengan
sumbu x adalah ln h dan sumbu y adalah ln q.

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 5


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
III.1 Bahan Yang Digunakan
1. Air Kran
2. Air Garam
III.2 Alat Alat Yang Digunakan
1. Stopwatch
2. Gelas ukur
3. Beaker glass
4. Spatula
5. Seperangkat alat efflux time
III.3 Gambar Alat

Beaker Glass Gelas


Ukur Stopwatch

Spatula

Alat Efflux Time

III.4 Prosedur
1. Siapkan alat
2. Tuangkan air pada ketinggian 15 cm (h0) pada tangki

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 6


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
3. Buka kran dan tampung air pada ember dan tutup kembali pada selisih
3cm sebanyak 5 kali
4. Ulangi percobaan di atas untuk 2 tangki lainny yang mempunyai diameter
pipa dan tinggi pipa yang berbeda beda.
5. Lakukan langkah diatas untuk air garam.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 7


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
IV.1 Hasil Pengamatan
IV.1.1 Tabel untuk Air Kran

TANGKI I
d=2.2 cm; l=44 cm
h (cm) t(s) V ( ml ) h (m)
10 4.45 1600 0.1
8 4.22 1450 0.08
6 4 1240 0.06
4 3.4 990 0.04
2 3.02 800 0.02

TANGKI II
d = 1.3 cm; l= 43 cm
h (cm) t(s) V ( ml ) h (m)
10 18.09 1000 0.1
8 20.39 1250 0.08
6 21.78 1400 0.06
4 22.49 1200 0.04
2 22.61 1150 0.02

TANGKI III
d=1 cm; l=68 cm
h (cm) t(s) V ( ml ) h (m)
10 19.99 1270 0.1
8 17.12 1250 0.08
6 17.07 1230 0.06
4 15.91 1170 0.04
2 14.09 1130 0.02

IV.I.2 Tabel untuk Air Garam

TANGKI I
d=2.2 cm;l=44 cm

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 8


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
h (cm) t (s) v (ml) h (m)
10 4.70 1350 0.1
8 3.24 1150 0.08
6 3.10 1000 0.06
4 2.40 970 0.04
2 2.02 920 0.02

TANGKI II
d= 1.3cm; l=43 cm
h (cm) t (s) v (ml) h (m)
10 25.99 1400 0.1
8 24.10 1370 0.08
6 23.57 1300 0.06
4 20.49 1220 0.04
2 19.32 1000 0.02

TANGKI III
d= 1cm; l= 68 cm
h (cm) t (s) v (ml) h (m)
10 20.08 1550 0.1
8 18.03 1400 0.08
6 17.54 1120 0.06
4 16.22 1000 0.04
2 15.03 970 0.02

IV.2 Hasil Perhitungan


IV.2.1 Tabel Luas (A) pada tangki
tangki A(m2)
0.000379
1 94
0.000132
2 665
0.000078
3 5
IV.2.2 Tabel Perhitungan pada Air Kran
TANGKI I
dh/dt ln h
(m/s) q ln q

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 9


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
0.022471 8.53798E- 11.670 2.3025
91 06 99 85
0.018957 7.20265E- 11.841 2.5257
35 06 06 29
5.6991E- 12.075 2.8134
0.015 06 2 11
0.011764 4.46988E- 12.318 3.2188
71 06 15 76
0.006622 2.51616E- 12.892 3.9120
52 06 78 23

TANGKI II
dh/dt ln h
(m/s) q ln q
7.33361E- 14.125 2.3025
0.005528 07 63 85
5.2051E- 14.468 2.5257
0.003923 07 46 29
3.65468E- 14.822 2.8134
0.002755 07 09 11
2.35954E- 15.259 3.2188
0.001779 07 63 76
1.17351E- 15.958 3.9120
0.000885 07 1 23

TANGKI III
dh/dt ln h
(m/s) q ln q
3.92696E- 14.750 2.3025
0.005003 07 23 85
3.66822E- 14.818 2.5257
0.004673 07 39 29
2.75923E- 15.103 2.8134
0.003515 07 15 11
1.9736E- 15.438 3.2188
0.002514 07 24 76
1.11427E- 16.009 3.9120
0.001419 07 9 23

IV.2.3 Tabel Perhitungan pada Air Garam

TANGKI I
dh/dt q ln q ln h

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 10


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
(m/s)
0.0212 8.08383E- 11.72564 2.302585
77 06 481 093
0.0246 9.38123E- 11.57679 2.525728
91 06 919 644
0.0193 7.35368E- 11.82031 2.813410
55 06 004 717
0.0166 6.33233E- 11.96984 3.218875
67 06 177 825
0.0099 3.76178E- 12.49061 3.912023
01 06 773 005

TANGKI II
dh/dt
(m/s) q ln q ln h
0.003847 5.10446E- 14.48798 2.3025
634 07 035 85
0.003319 4.40382E- 14.63562 2.5257
502 07 389 29
0.002545 3.37713E- 14.90106 2.8134
609 07 884 11
0.001952 2.58985E- 15.16649 3.2188
172 07 619 76
0.001035 1.37334E- 15.80084 3.9120
197 07 724 23

TANGKI III
dh/dt
(m/s) q ln q ln h
0.004980 3.90936E- 14.754 2.3025
08 07 72 85
0.004437 3.48308E- 14.870 2.5257
049 07 18 29
0.003420 2.68529E- 15.130 2.8134
753 07 31 11
0.002466 1.93588E- 15.457 3.2188
091 07 53 76
0.001330 1.04458E- 16.074 3.9120
672 07 48 23

IV.3 Grafik
IV.3.1 Grafik h terhadap t Pada air kran

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 11


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

Grafik IV.3.1.1 Hubungan h terhadap t pada tangki I

Grafik IV.3.1.2 Hubungan h terhadap t pada tangki II

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 12


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

Grafik IV.3.1.3 Hubungan h terhadap t pada tangki III

IV.3.2 Grafik q terhadap h pada air kran

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 13


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

Grafik IV.3.2.1 Hubungan q terhadap h pada Tangki I


Dari persamaan ln q = ln k + n ln h didapat nilai :
ln k = 9.944 dan n = 0.749

Grafik IV.3.2.2 Hubungan q terhadap h pada Tangki II


Dari persamaan ln q = ln k + n ln h didapat nilai :
ln k = 11.61 dan n = 1.119

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 14


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

Grafik IV.3.2.3 Hubungan q terhadap h pada Tangki III


Dari persamaan ln q = ln k + n ln h didapat nilai :
ln k = 12.83 dan n = 0.810

IV.3.3 Grafik h terhadap t Pada air garam

Grafik IV.3.3.1 Hubungan h terhadap t pada tangki I

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 15


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

Grafik IV.3.3.2 Hubungan h terhadap t pada tangki II

Grafik IV.3.3.3 Hubungan h terhadap t pada tangki III

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 16


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
IV.3.4 Grafik q terhadap h pada air garam

Grafik IV.3.4.1 Hubungan q terhadap h pada Tangki I


Dari persamaan ln q = ln k + n ln h didapat nilai :
ln k = 10.36 dan n = 0.524

Grafik IV.3.4.2 Hubungan q terhadap h pada Tangki II


Dari persamaan ln q = ln k + n ln h didapat nilai :
ln k = 12.59 dan n = 0.813

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 17


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time

Grafik IV.3.4.3 Hubungan q terhadap h pada Tangki III


Dari persamaan ln q = ln k + n ln h didapat nilai :
ln k = 15.28 dan n = 1.195

IV.4 Pembahasan
Pada percobaan efflux time yang telah dilakukan, telah didapat
pengamatan berupa waktu dan volume yang didapat dari 3 tangki yang berbeda.
Bila mengamati dari tabel pengamatan, dapat diambil suatu pembahasan bahwa
pada diameter pipa terbesar membutuhkan waktu lebih cepat untuk menurunkan
ketinggian air kran sebesar 3 cm, diameter terbesar itu terdapat pada tangki I yaitu
2.2 cm, namun pada tangki II sebesar 1.3 cm tidak lebih cepat dari tangki III yang
sebesar 1 cm, hal ini disebabkan karena panjang pipa juga mempengaruhi. Dilihat
kembali bahwa pada tangki III yang mempunyai diameter 1 cm mempunyai
panjang pipa sebesar 68 cm, yang merupakan panjang pipa terpanjang dari ketiga
tangki yang ada.
Untuk grafik hubungan h terhadap t dapat ditarik pembahasan bahwa
semua hasil grafik yang didapat adalah sama, baik itu air kran maupun air garam,
dan baik itu tangki I, atau tangki II, maupun tangki III. Grafik tersebut
mempunyai persamaan garis y = -0.02x + 0.12. Dari persamaan garis tersebut
dapat ditarik hasil bahwa nilai dari q/A adalah -0.02 dimana -0.02 adalah slope
yang didapat.
Untuk grafik hubungan antara q terhadap h dapat ditarik hasil mealui slope
untuk mendapatkan nilai dari ln k dan n, seperti yang telah ditulis pada bagian

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 18


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
IV.3 Grafik, dimana persamaan garisnya menjadi ln q = ln k + n ln h dimana
sumbu y adalah ln q, sumbu x adalah ln h, dan ln k adalah intersep dan n adalah
slope.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V. 1 Kesimpulan
Pada percobaan efflux time ini dapat diambil kesimpulan bahwa diameter
pipa dan panjang pipa mempengaruhi dalam waktu yang dibuthkan untuk
pengosongan tangki dan juga volume yang dibutuhkan pada saat pengosongan
tangki dilakukan. Hal ini terlihat dari waktu yang didapat untuk tangki II lebih
lama dibandingkan dengan tangki I karena diameter tangki II lebih kecil
dibandingkan dengan diameter tangki I, namun bila membandingkan antara tangki
II dengan tangki III, terlihat bahwa waktu pada tangki III lebih cepat
dibandingkan dengan tangki II, padahal diameter tangki II lebih besar dari tangki

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 19


Laporan Praktikum OTK I Percobaan Efflux Time
III. Hal ini disebabkan karena tangki III mempunyai panjang pipa yang lebih
panjang dibandingkan dengan tangki II.
Pada grafik h terhadap t terlihat bahwa semakin lama waktu maka
perbedaan ketnggian semakin kecil, dari grafik tersebut didapat persamaan garis
untuk tiap grafik sama, yaitu y=-0.02x+0.12. Dari persamaan garis tersebut
didapat nilai slope yang merupakan nilai q/A sebesar -0.02.
Pada grafik q terhadap h terlihat bahwa semakin besar nilai q maka diikuti
pula dengan semakin besar nilai h. Dari grafik ini pula didapat suatu persamaan
garis y=ax+b dimana persamaan yang ada dalam literatur adalah ln q = ln k + n ln
h dimana ln q sebagai sumbu y, ln h sebagai sumbu x, n sebagai slope, dan ln k
sebagai intersep.

V.2 Saran
1. Teliti dengan ketinggian air yan terlihat di kertas grafik di tangki.
2. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur 20