Anda di halaman 1dari 173

1

BAB I
RINGKASAN EKSEKUTIF

Penelitian ini mencoba menggambarkan persepsi pemangku kepentingan baik itu


pemerintah kecamatan, desa maupun warga penerima langsung manfaat program
CSR ConocoPhillip dalam periode 2010-2015. Riset ini dilaksanakan di wilayah
Grissik Area yang meliputi tiga desa, yakni Simpang Tungkal, kecamatan Tungkal
Jaya serta Desa Mangsang dan Muara Merang yang berlokasi di kecamatan
Bayung Lencir. Responden penelitian ini berjumlah 75 orang, sedangkan
informan penelitian 15 orang. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada 16
November 2015 s/d 21 November 2015.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa COPI merupakan perusahaan yang


paling popular dimata masyarakat yang berdomisili di Grissik Area. Penyebab
popularitas itu antara lain dengan kehadiran COPI menciptakan lapangan kerja
bagi penduduk sekitar, serta COPI peduli dengan beragam persoalan masyarakat
sekitar dengan kemudian menghadirkan program CSR. Program-program CSR ini
sangat membantu bagi masyarakat sekitar, tapi tidak jarang juga memunculkan
sinisme atau pandangan negative bagi mereka.

Penelitian ini juga merhasil menggali beberapa unsur program yang bisa
diagendakan oleh COPI dalam bentuk program CSR dimasa mendatang. Karena
unsur-unsur program ini berbasi bottom-up program sehingga mereka semakin
merasakan dari manfaat yang mereka butuhkan.
2

BAB II
ANALISA DATA PENELITIAN
2.1 KARAKTERISTIK RESPONDEN
Wilayah Grissik Area yang menjadi fokus dalam penelitian ini meliputi tiga
desa, yakni Simpang Tungkal, Muara Merang dan Mangsang.
Grafik 2.1
Usia Responden

Usia Responden
46%
38%
24%24% 24% 27%
19%
16% 12% 13%17% 17%
8% 4% 4% 8%

0%Simpang Tungkal 0% Muara Merang Mangsang


<= 15 thn 16 - 25 thn 26 - 35 thn
36 - 45 thn 46 - 55 thn > 55 thn

Berdasarkan grafik 2.1 diketahui bahwa masyarakat di Desa Simpang Tungkal


didominasi pada kelompok umur remaja dan dewasa sebanyak 62%, sedangkan di
Desa Muara Merang didominasi oleh kelompok umur dewasa tua sebanyak 46%
dan di Desa Mangsang didominasi pada kelompok umur dewasa muda sebanyak
38%.
Grafik 2.2
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Responden
67%
60% 58%
40% 44%
33%

S impang Tungkal Muara Merang Mangs ang


Laki-Laki Perempuan

Berdasarkan grafik 2.2 diketahui bahwa umumnya masyarakat berjenis kelamin


laki-laki di Desa Simpang Tungkal (60%), di Desa Muara Merang (67%), dan di
Desa Mangsang (58%).
3

Grafik 2.3
Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat Pendidikan Responden


40% 42%
28% 27%23%
21%20%
8% 8%0.04 12%12% 13%13% 12% 8%
4%0.08

S impang Tungkal Muara Merang Mangs ang


Tdk S ekolah Tdk Lulus S D / S ederajat Tamat S D
Tamat S MP Tamat S MA Diploma
S2

Berdasarkan grafik 2.3 diketahui bahwa tingkat pendidikan di Desa Simpang


Tungkal pada umumnya tamat SMA, sedangkan di Desa Muara Merang dan Desa
Mangsang pada umunya hanya menyelesaikan pendidikan SD.

Grafik 2.4
Status Pernikahan Responden
Status Pernikahan Responden
88% 88%

12% 14% 0.04 13% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Belum Menikah Menikah Janda / Duda

Berdasarkan grafik 2.4 diketahui bahwa pada umumnya responden berstatus


sudah menikah di ketiga desa tersebut.karena hamper 90% responden sudah
menikah.
Grafik 2.5
Pekerjaan Utama Responden
4

Pekerjaan Utama Responden


Petani Pedagang / Wiras was ta PNS Karyawan S was ta
31% Ibu Rumah Tangga

21%
19%
Buruh S ecurity Guru Paramedis Pelajar / Mahas is wa
16% 16%
16% 17% 17%

12% 12% 12% 12%


8% 8% 8% 8%
Pejabat
4%
Des a 4%
Tidak
4%
Bekerja
4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Berdasarkan grafik 2.5 diketahui bahwa pada umumnya masyarakat di Desa


Simpang Tungkal berprofesi sebagai petani, security, dan pelajar atau mahasiswa
sebanyak 48%, sedangkan di Desa Muara Merang pada umumnya bekerja sebagai
pedagang (wiraswasta) sebanyak 21% dan di Desa Magsang pada umumnya
bekerja sebagai petani kelapa sawit dibeberapa perusahaan perkebunan yang ada
di desa tersebut.
Grafik 2.6
Jumlah Penghasilan Responden
Penghasilan per Bulan Responden
76% 73%
63%

38%
24% 23%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


> UMR kab. Muba < UMR kab. Muba

Berdasarkan grafik 2.6 mengenai penghasilan per bulan responden, diperoleh


informasi bahwa penghasilan per bulan responden di 3 desa kabupaten Muba
yaitu Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang umumnya lebih besar dari
UMR kabupaten Muba yaitu Rp. 2.066.926,-. Di desa Simpang Tungkal 76%,
Muara Merang 63% dan di desa Mangsang 73% responden yang memiliki
penghasilan per bulan > UMR Muba.

Grafik 2.7
Pengeluaran per Bulan Responden
5

Pengeluaran per bulan Responden


31%
28% 28% 27%
25%25%

16% 17% 15%


12% 12% 13% 13% 12%12%
8%
4%

S impang Tungkal Muara Merang 0% Mangs ang

< 1.000.000 1.000.000 - 2.000.000 2.100.000 - 3.000.000


3.100.000 - 4.000.000 4.100.000 - 5.000.000 > 5.000.000

Berdasarkan grafik 2.7 mengenai pengeluaran per bulan responden diperoleh


informasi bahwa sebagian besar responden di desa Simpang Tungkal pengeluaran
per bulan responden berada pada kisaran 2.100.000-3.000.000 (28%) dan
>5.000.000 (28%). Di Muara Merang, sebagian besar responden memiliki
pengeluaran pada kisaran 1.000.000-2.000.000 (25%) dan 2.100.000-3.000.000
(25%). Sedangkan di desa Mangsang pengeluarannya per bulan berkisar
1.000.000-2.000.000 (27%) dan 2.100.000-3.000.000 (31%).

2.2 PENGETAHUAN TENTANG PERUSAHAAN


COPI merupakan perusahaan yang paling popular dimata masyarakat yang
berdomisili di Grissik Area. Penyebab popularitas itu antara lain dengan
kehadiran COPI menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitar, serta
COPI peduli dengan beragam persoalan masyarakat sekitar dengan kemudian
menghadirkan program CSR.

Grafik 2.8
Pengetahuan Responden tentang Conoco Philips
6

Mengetahui keberadaan COPI di desa


96% 96%

54% 46%

4% 4%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Ya Tidak

Grafik 2.8 tentang Pengetahuan Responden tentang Conoco Philips diperoleh


informasi bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang Conoco
Philips. Di desa Simpang Tungkal 96%, Muara Merang 54%, dan Desa Mangsang
96% responden yang mengetahui keberadaan COPI di Desa.

Grafik 2.9
Pengetahuan Responden tentang identitas COPI

Mengetahui identitas COPI


92% 88%
79%

21%
8% 12%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Ya Tidak

Berdasarkan grafik 2.9 diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden


mengetahui tentang identitas COPI4. Di desa Simpang Tungkal sebesar 92% dan
di desa Mangsang sebesar 88% responden mengetahui tentang identitas COPI
sedangkan di desa Muara Merang sebagian besar responden tidak mengetahui
tentang identitas COPI yaitu sebesar 79% responden.

Grafik 2.10
7

Responden Pernah Berhubungan dengan COPI

Pernah berhubungan dengan COPI


83%
69%
56%
44%
31%
17%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Ya Tidak

Berdasarkan grafik 2.10 diketahui bahwa sebagian besar responden di 3 desa


Kabupaten Muba tidak pernah berhubungan dengan COPI yaitu 56% di desa
Simpang Tungkal, 83% di desa Muara Merang, dan 69% di desa Mangsang. Desa
yang respondennya paling banyak pernah berhubungan dengan COPI yaitu desa
Simpang Tungkal yaitu sebesar 44%.

Grafik 2.11
Sifat Kepentingan Berhubungan dengan COPI

Kepentingan berhubungan di COPI


100% 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Informal

Dari responden yang pernah berhubungan dengan COPI semua responden (100%)
menyatakan bahwa kepentingan berhubungan dengan COPI bersifat formal 5.
Tidak ada responden yang menyatakan mempunyai kepentingan hubungan dengan
COPI dalam bentuk informal6.
Grafik 2.12
Anggota Keluarga Bekerja di COPI
8

Anggota keluarga bekerja di COPI


100%
84% 73%

16% 27%

Simpang Tungkal Muara


0% Merang Mangsang
Ya Tidak

Berdasarkan grafik 2.12 diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden


tidak mempunyai keluarga yang bekerja di COPI. Di desa Simpang Tungkal
terdapat 16%, Muara Merang tidak ada (0%) dan Mangsang 27% responden yang
memiliki anggota keluarga bekerja di COPI. Desa Mangsang memiliki persentase
paling besar memiliki keluarga bekerja di COPI di bandingkan desa lainnya.

Grafik 2.13
Hubungan Kekerabatan dengan Karyawan COPI

Hubungan Kekerabatan dengan karyawan COPI


0.75 0.71

0.25 0.29

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Keluarga Inti Extended Family

Sebagian besar responden di desa Simpang Tungkal dan desa Mangsang yang
memiliki anggota keluarga bekerja di COPI, anggota keluarga tersebut sebagian
besar extended family bukan termasuk keluarga inti. Sebesar 25% responden di
Simpang Tungkal menyatakan bahwa anggota keluarga mereka yang bekerja di
COPI merupakan keluarga inti sedangkan di desa Mangsang sebesar 29%
responden yang memiliki keluarga inti bekerja di COPI.

Grafik 2.14
Bagian Pekerjaan Anggota Keluarga yang Bekerja di COPI
9

Pekerjaan di COPI
50% 50% 43% 43%
14%

an
i

is

is
as

kn
kn

an
tr

Te

-Te
is

am
in

on
an
m

Ke
N
gi
Ad

Ba

an

an
Muara Merang Mangsang
an

gi

gi
Ba
gi

Ba
Ba

Dari grafik 2.14 diperoleh informasi bahwa responden yang memiliki anggota
keluarga bekerja di COPI di desa Simpang Tungkal sebagian besar bekerja di
bagian teknis (50%) dan non teknis (50%). Sedangkan responden di desa
Mangsang sebagian besar bekerja di bagian non teknis (43%) dan keamanan
(43%).
Grafik 2.15
Lama Anggota Keluarga yang Bekerja di COPI

1 1 1
Lama Bekerja di COPI 3
2 2 2 3 3
0.75

0.43

0.250.29 0.29

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

3 thn 1 bln - 4 thn 4 thn 1 bln - 5 thn > 5 Tahun

Berdasarkan grafik 2.15 diketahui bahwa dari responden yang mempunyai


anggota keluarga bekerja di COPI di desa Simpang Tungkal sebagian besar telah
bekerja > 5 tahun (75%) sedangkan di desa Mangsang sebagian besar 3 tahun 1
bulan-4 tahun (43%)

Grafik 2.16
Perusahaan Lain yang Ada di Desa
10

Perusahaan lain yang ada di desa


88% 92%
75%
50% 54%
0.32
0.28
0.16 12%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Promits SMB PGN PWS Lonsum Indofood

Berdasarkan grafik 2.16 diperoleh informasi bahwa selain perusahaan Conoco


Philips terdapat perusahaan lain yang berdiri di 3 desa di Kabupaten Muba. Di
desa Simpang Tungkal, sebagian besar didominasi oleh PT. Promits (32%), di
desa Muara Merang sebagian besar didominasi oleh PT Pinang Witmas Sejati
(88%) sedangkan di desa Mangsang didominasi oleh PT.PP London Sumatera
Indonesia, Tbk (92%).

PT. PROMITS
Grafik 2.17
Anggota Keluarga Bekerja di PROMITS

Anggota Keluarga bekerja di PROMITS


100% 100%
88%

12%

Simpang Tungkal Muara


0% Merang 0%
Mangsang
ya tidak

Dari grafik diatas diketahui bahwa hanya 12% responden di desa Simpang
Tungkal yang menyatakan bahwa memiliki anggota keluarga yang bekerja di
PROMITS sedangkan di desa Muara Merang dan desa Mangsang tidak ada
responden yang menyatakan memiliki anggota keluarga yang bekerja di PT
PROMITS.
Grafik 2.18
Jenis Pekerjaan Anggota Keluarga Yang Bekerja Di PT.Promits
11

Jenis pekerjaan di PROMITS


0.67
Bagian Administrasi Bagian Teknis Bagian Non-Teknis

0.33

Bagian Keamanan

Simpang
0 Tungkal
0 Muara Merang Mangsang

Dari 14% responden yang menyatakan memiliki anggota keluarga yang bekerja di
PT PROMITS di desa Simpang Tungkal sebagian besar bekerja di bagian teknis
sebesar 67%.

PT. SENTOSA MULIA BAHAGIA


Grafik 2.19
Anggota Kelaurga Bekerja di PT.SMB

Ada keluarga bekerja di PT. SMB


100% 100% 100%

Simpang
0% Tungkal Muara
0% Merang 0%
Mangsang
ya tidak

Dari sejumlah responden yang diwawancarai, tidak ada responden yang


menyatakan memiliki anggota keluarga yang bekerja di PT Sentosa Mulia
Bahagia pada ketiga desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mungsang

PT. PGN
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sebagian besar masyarakat
tidak mempunyai anggota keluarga yang bekerja di PT Perusahaan Gas Negara
(PT.PGN). Hanya terdapat 12% masyarakat di desa Simpang Tungkal yang
menyatakan mempunyai anggota keluarga yang bekerja di PT PGN. (lihat grafik
2.20)
12

Grafik 2.20
Anggota Kelaurga Bekerja di PT. PGN

Ada anggota keluarga bekerja di PGN


100% 100%
88%

12%

Simpang Tungkal Muara


0% Merang 0%
Mangsang
ya tidak

.
Dari 12% masyarakat di desa Simpang Tungkal yang menyatakan mempunyai
anggota keluarga yang bekerja di PT PGN, 100% anggota keluarga tersebut
bekerja di bagian keamanan.
Grafik 2.21
Jenis pekerjaan Anggota Keluarga yang Bekerja di PT. PGN

Keluarga bekerja di PGN sebagai


100%

0%
Simpang
0% 0%Tungkal 0%
Muara
0% Merang
0% 0% 0% Mangsang
0% 0% 0%
Bagian Administrasi Bagian Teknis
Bagian Non-Teknis Bagian Keamanan

PT. PWS
Grafik 2.22
Anggota Kelaurga Bekerja di PT. PWS

Ada anggota keluarga bekerja di PT. PWS


100% 96% 96%

4% 4%

Simpang
0% Tungkal Muara Merang Mangsang
ya tidak
13

Berdasarkan grafik diatas, dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat tidak
mempunyai anggota keluarga yang bekerja di PT PWS. Hanya terdapat 4%
masyarakat di desa Muara Merang dan 4% masyarakat di desa Mangsang yang
memiliki anggota keluarga yang bekerja di PT.PWS.
Grafik 2.23
Jenis Pekerjaan Kelaurga Yang Bekerja di PT. PWS

Jenis pekerjaan di PT. PWS


100%
61%
35%
4%

0%
Simpang Tungkal 0%
Muara
0% Merang Mangsang
Bagian Adminis tras i Bagian Teknis
Bagian Non-Teknis Bagian Keamanan

Dari 4% masyarakat yang menyatakan memiliki anggota keluarga yang bekerja di


PT.PWS sebagian besar bekerja pada sektor non teknis (61%) sedangkan dari 4%
masyarakat yang menyatakan memiliki anggota keluarga yang bekerja di PT
PWS, 100% bekerja pada sektor keamanan.

PT. INDOFOOD AGRI


Grafik 2.24
Anggota Keluarga Bekerja di PT. INDOFOOD AGRI

Ada anggota keluarga bekerja di PT. Indofood


100% 100%
83%

17%

Simpang
0% Tungkal Muara Merang 0%
Mangsang
ya tidak

Berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat diketahui bahwa sebagian


besar masyarakat tidak mempunyai anggota keluarga yang bekerja di PT
Indofood. Hanya terdapat 17% masyarakat di desa Muara Merang yang
menyatakan memiliki anggota keluarga bekerja di PT. Indofood. Sedangkan di
14

desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang tidak ada masyarakat yang memiliki
anggota keluarga yang bekerja di PT. Indofood.
Grafik 2.25
Jenis Pekerjaan Kelaurga Yang Bekerja di PT. INDOFOOD AGRI

1 Keluarga bekerja
2 di PT. Indofood 3
sebagai
50% 50%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Bagian Teknis Bagian Keamanan

Dari 17% masyarakat Muara Merang yang menyatakan memiliki anggota


keluarga yang bekerja di PT Indofood sebesar 50% bekerja dibagian teknis dan
sisanya 50% bekerja di bagian non-teknis.

PT. LONSUM
Grafik 2.26
Anggota Kelaurga Bekerja di PT. LONSUM

Ada anggota keluarga bekerja di PT. Lonsum


100% 92%
69%
31%
8%

Simpang
0% Tungkal Muara Merang Mangsang
ya tidak

Berdasarkan gambar diatas, diperoleh informasi bahwa masyarakat kebanyakan


tidak mempunyai anggota keluarga yang bekerja di PT. Lonsum. Hanya terdapat
8% masyarakat Muara Merang dan 31% masyarakat di Mangsang yang
menyatakan memiliki anggota keluarga yang bekerja di PT. Lonsum.

Grafik 2.27
Jenis Pekerjaan Kelaurga Yang Bekerja di PT. LONSUM
15

Keluarga di PT. Lonsum bekerja sebagai


75%
Bagian Administrasi Bagian Teknis Bagian Non-Teknis
50% 50%

Bagian Keamanan 13% 13%

0%
Simpang Tungkal
0% Muara
0% Merang Mangsang

Dari 8% masyarakat Muara Merang yang memiliki anggota keluarga yang bekerja
di PT. Lonsum 50% bekerja di bagian teknis dan 50% bekerja di bagian non-
teknis. Sedangkan di desa Mangsang, dari 31% masyarakat yang memiliki
anggota keluarga yang bekerja di PT. Lonsum 75% bekerja di bagian non-teknis.

2.3 PERSEPSI TERHADAP PT. CONOCO PHILLIPS


Berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal,
Muara Merang, dan Mangsang, diketahui bahwa sebagian besar masyarakat
memiliki persepsi yang baik terhadap COPI.

PERSEPSI TERHADAP PERUSAHAAN COPI


Grafik 2.28
Persepsi Terhadap COPI

Persepsi terhadap COPI


60% 62%
50%
29% 35%
20% 20% 17%
4% 4%

Simpang Tungkal
0% 0% Muara Merang0% Mangsang
0% 0%
Sangat Baik Baik Biasa Saja
Buruk Sangat Buruk

Dari table dan grafik diatas, terdapat 60% masyarakat di Simpang Tungkal, 50%
masyarakat Muara Merang, dan 62% masyarakat Mangsang yang memiliki
persepsi baik terhadap COPI. Persepsi buruk hanya ditemukan di desa Muara
Merang dengan persentase sebesar 4%.

Tabel 2.1
Tingkat Persepsi Terhadap COPI di Desa Simpang Tungkal
16

Persepsi terhadap Alasan


perusahaan
Sangat baik - Kalau tidak ada COPI masyarakat simpang tungkal
bisa jadi masyarakat tertinggal
- Banyak membantu kesejahteraan warga sekitar
Baik - Setiap ada kegiatan suka dibantu dan rutin
- Membuka lapangan kerja bagi masyarakat
- Peduli dengan masyarakat sekitar
- Perlindungan keselamatannya diutamakan
- Program perusahaan banyak bermanfaat
Biasa saja - Semuanya melalui subkon, sehingga kita tidak
punya prioritas
- Sering terdengar bantuan dari perusahaan tapi tidak
tahu ke mana
- Untuk dusun IV tidak ada yang bekerja di sana
Buruk - Untuk bekerja di sana melalui jasa orang dalam dan
dimintai uang pelicin

Tabel 2.2
Tingkat Persepsi Terhadap COPI di Desa Muara Merang
Persepsi terhadap Alasan
perusahaan
Sangat baik - Segala yg diperlukan warga diberikan dalam bentuk
bantuan
- Cara kerja teratur, perhatian dengan karyawan
- Bertanggung jawab dengan masyarakat sekitar
- Karena sudah dibantu
Baik - Kalau ada proposal warga cepat dibantu
- Suka memberikan bantuan
- Banyak bantuan
- Sering membantu warga
- Memberi beasiswa untuk anak sekolah
- Ada rutinitas menyalurkan CSR sejak masih
honorer, pembinaan, tunjangan kuliah
- Apa yang diajukan ditanggapi
Biasa saja - Kurang bermitra dg masyarakat
- Belum pernah dapat bantuan
- Tidak terlalu tahu
- Tidak menguntungkan secara pribadi
- Tidak terlalu banyak dibanding PWS
- Tidak pernah berhubungan
- Karena tidak kerja di perusahaan dan tidak pernah
17

berhubungan
Buruk - Kepeduliannya kurang, tidak bisa lewat jalan
conoco

Tabel 2.3
Tingkat Persepsi Terhadap COPI di Desa Mangsang
Persepsi terhadap Alasan
perusahaan
Sangat baik - Selalu membantu rakyat
Baik - Ada bantuan kerjasama untuk sekolah, ke
masyarakat bagus
- Peduli dengan kondisi masyarakat
- Suka membantu dan banyak memberikan bantuan
- Banyak orang yang dibina dan diberikan bantuan
- Terbuka dengan masyarakat
- Tidak mengganggu masyarakat
- Sudah dibantu banyak oleh perusahaan
Biasa saja - Urusan langsung ke warga kurang diperhatikan
- Tidak ada urusan dengan perusahaan
- Bantuan yang diberikan sedikit
- Tidak mengetahui, karena tidak pernah ke sana dan
tidak bekerja di sana.
- Manfaat perusahaan bagi warga sekitar masih
kurang
- Tidak merasakan dampak dari adanya COPI
- Biasa saja.

PERSEPSI TERHADAP KARYAWAN COPI


Grafik 2.29
Persepsi Terhadap Karyawan COPI

Persepsi terhadap karyawan COPI


52% 54% 54%

40% 38%
33%
Sangat Baik Baik Biasa Saja Buruk Sangat Buruk

13%
8%
4% 4%

S impang Tungkal0% Muara Merang


0% 0% Mangs ang
0% 0%

Berdasarkan hasil wawancara kepada masyarakat, diperoleh informasi bahwa di


desa Simpang Tungkal dan Muara Merang, masyarakat sebagian besar memiliki
18

persepsi biasa saja terhadap karyawan COPI dengan persentase di Simpang


Tungkal sebesar 52% dan di Muara Merang sebesar 54%. Sedangkan di desa
Mangsang sebagian besar masyarakat mempersepsikan baik terhadap karyawan
COPI dengan persentase 54%. Persepsi buruk hanya ditemukan di desa Simpang
Tungkal dengan persentase sebesar 4%.

Tabel 2.4
Tingkat Persepsi terhadap karyawan COPI di Desa Simpang Tungkal
Persepsi terhadap Alasan
karyawan COPI
Sangat baik - Sangat disiplin
Baik - Disiplin
- Saling membantu dan kerjasama
- Bermasyarakat
- Banyak orang lokal
Biasa saja - Tidak ada yang kenal
- Tidak terbuka dengan warga sekitar
Buruk - Tidak terbuka

Tabel 2.5
Tingkat Persepsi terhadap karyawan COPI di Desa Muara Merang
Persepsi terhadap Alasan
karyawan COPI
Sangat baik - Fasilitasnya mewah
- Semangat kerja, gajinya tinggi
- Tidak tahu, tidak pernah berinteraksi, tapi pernah dengan
humas
Baik - Ramah dan membantu
- Cara mereka bicara bagus
- Kurang tahu, tidak berhubungan langsung
- Cukup terbuka dan sering ngobrol, tidak tertutup
- Baik, tapi kurang tahu karena tidak banyak berhubungan
dengan mereka
Biasa saja - Tidak tahu
- Tidak kenal karyawan COPI
- Jarang bertemu karyawan COPI
- Tidak pernah bertemu karyawan COPI
- Penerimaan karyawan tidak ada
- Tidak pernah berkomunikasi dengan karyawan COPI

Tabel 2.6
19

Tingkat Persepsi terhadap karyawan COPI di Desa Mangsang


Persepsi terhadap Alasan
karyawan COPI
Sangat baik - Karyawan COPI ramah
Baik - Karyawan COPI ramah
- Bagus, tidak ada keluhan dari masyarakat
- Tidak sombong
- Rapi dan tertib
- Cukup terbuka dengan warga sekitar
- Tingkah laku karyawan COPI baik
- Sopan dan peduli lingkungan sekitar
Biasa saja - Kurang banyak tahu, tetapi karyawan COPI terkesan
eksklusif
- Tidak mengenal karyawan COPI
- Jarang bertemu karyawan COPI
- Jarang berinteraksi dengan karyawan COPI
- Hanya bertemu selintas saja
- Tidak pernah berurusan dengan karyawan COPI
PERSEPSI TERHADAP BANTUAN COPI
Grafik 2.30
Persepsi Terhadap Bantuan COPI

Persepsi terhadap bantuan COPI


65%
46%
40%
32% 29%
24% 25% 19%
12%
4% 4%

S impang Tungkal0% Muara Merang


0% 0% Mangs ang 0%
S angat Baik Baik Bias a S aja
Buruk S angat Buruk

Berdasarkan hasil wawancara masyarakat terhadap persepsi bantuan yang telah


diberikan COPI, masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan
Mangsang sebagian besar mempersepsikan baik dan sangat baik terhadap bantuan
COPI dengan persentase 64% di desa Simpang Tungkal, 71% di Muara Merang,
dan 77% di desa Mangsang. Persepsi buruk terhadap bantuan COPI hanya
ditemukan di desa Simpang Tungkal sebesar 4% dan desa Mangsang sebesar 4%.

Tabel 2.7
Tingkat Persepsi Terhadap Bantuan COPI Desa Simpang Tungkal
Persepsi terhadap Alasan
20

bantuan COPI
Sangat baik - Sangat terbantukan dan bantuannya rutin
Baik - Bantuannya banyak dan bermanfaat
- Rutin membantu
- Lebih baik dibandingkan perusahaan lain
Biasa saja - Tidak tahu bantuannya apa saja
- Bantuannya banyak tapi kadang kurang tepat sasaran
Buruk - Tidak menyentuh masyarakat secara keseluruhan

Tabel 2.8
Tingkat Persepsi Terhadap Bantuan COPI Desa Muara Merang
Persepsi terhadap Alasan
bantuan COPI
Sangat baik - Proposal cepat direspons.
- Banyak memberikan bantuan pada warga desa.
- Selalu menyalurkan bantuan ke Muara Merang
- Sudah membantu gedung sekolah
Baik - Selalu memberi bantuan
- Semua sarana dan produksi karet dibantu
- Sering membantu warga, warga yang mengajukan proposal
dibantu dengan baik.
- Selalu ada bantuan tahunan ke masjid misalnya kurban sapi
dan alat-alat masjid.
- Membantu pendanaan, meringankan beban
- Cukup terbantu, tiap tahun tidak pernah tertinggal
- Bantuan tidak dihambat
Biasa saja - Hanya bantuan untuk hari besar Islam
- Tidak merasakan bantuan
- Tidak menguntungkan
- Tidak banyak bantuan, sekolah-sekolah di desa ini tidak
diperhatikan
- Dulu diberikan bantuan, sekarang tidak. Sementara kebutuhan
meningkat.
- Mungkin ada bantuan tetapi tidak menyeluruh
- Bantuan perusahaan tidak sampai ke masyarakat.

Tabel 2.9
Tingkat Persepsi Terhadap Bantuan COPI Desa Mangsang
Persepsi terhadap Alasan
bantuan COPI
Sangat baik - Selalu memberi bantuan pada warga
- Semua diberi bantuan
- Banyak bantuan dari COPI
21

Baik - COPI membantu membangun sekolah


- Peduli dengan masyarakat
- Dibandingkan perusahaan lain, hanya COPI yang banyak
memberikan bantuan
- Mengenai sasaran
- Bantuan pernah terdengar tetapi tidak menerima dan
merasakan. Hanya yang dekat dengan kepala desa yang
mendapatkan bantuan.
- Bantuan yang diberikan bermanfaat jangka panjang
- Perusahaan rajin memberikan bantuan
- Diberi bantuan kurban pada hari raya
- Bantuan/proposal yang diajukan biasanya
diterima/dikabulkan.
- Bantuan untuk masyarakat banyak dan bermanfaat.
Biasa saja - Agak tepat sasaran
- Biasanya baru dibantu jika ada proposal
- Bantuan tidak menyeluruh
- Tidak menikmati bantuan
- Baru diberi bantuan satu kali
Buruk - Tidak pernah mendapatkan bantuan

PENGETAHUAN TENTANG BANTUAN YANG DIBERIKAN COPI


Grafik 2.31
Pengetahuan Tentang Bantuan Yang Diberikan COPI

Mengetahui bantuan yang diberikan COPI


92% 96% 96%

8% 4% 4%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Ya Tidak

Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di


3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang mengetahui tentang
bantuan yang diberikan COPI dengan persentase di Simpang Tungkal sebesar
92%, di Muara Merang sebesar 96%, dan di desa Mangsang sebesar 96%.

JENIS BANTUAN YANG DIBERIKAN COPI


22

Tabel 2.10
Jenis Bantuan COPI Yang Diketahui Masyarakat
Bantuan yang diberikan Simpang Muara Mangsan
COPI Tungkal Merang g
Perlengkapan Sekolah 6 4 4
Bibit Karet & saprodi 7 11 8
Beasiswa 6 2 7
Sarana Olahraga 9 1 12
Sarana Ibadah 3 12 5
Sarana Air Bersih 1 4 15
Sarana Kesehatan 3 0 3
Donasi Sosial 10 17 12
Keterampilan Pemuda 3 4 2
Pembinaan Kelompok Tani 1 1 2
Pelatihan / Kursus-Kursus 3 0 5
Perlengkapan Peralatan Desa 3 0 0

Tabel diatas memberikan informasi mengenai bantuan pihak COPI yang dirasakan
masyarakat. Di Simpang Tungkal, masyarakat banyak menerima bantuan jenis
donasi sosial, sarana olahraga, bibit karet dan saprodi, perlengkapan sekolah dan
beasiswa. Di Muara Merang, masyarakat banyak merasakan bantuan pihak COPI
dari jenis donasi sosial, sarana ibadah dan bibit karet dan saprodi. Sedangkan di
desa Mangsang, jenis bantuan yang banyak dirasakan masyarakat adalah sarana
olahraga, sarana air bersih, bibit karet dan saprodi serta donasi sosial
2. 4 MANFAAT PROGRAM CSR COPI DI MASYARAKAT
Tabel 2.32
Manfaat Bantuan Yang Dirasakan Masyarakat

Menerima/Merasakan Manfaat Bantuan COPI


92%
76% 79%

24% 21%
8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Ya Tidak

Masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang sebagian


besar merasakan manfaat dari bantuan COPI dengan persentase sebesar 76% di
desa Simpang Tungkal, 79% di desa Muara Merang, dan 92% di desa Mangsang.

2.5 MANFAAT PROGRAM CSR PER PROGRAM


23

BANTUAN BEASISWA
Grafik 2.33
Jumlah Penerima Bantuan Beasiswa

Beasiswa
77%
60% 67%
40% 33%
23%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Salah satu jenis bantuan COPI adalah beasiswa, masyarakat yang paling banyak
menerima bantuan berupa beasiswa adalah masyarakat di desa Simpang Tungkal
dengan persentase 40% sedangkan masyarakat dengan penerima bantuan beasiswa
terendah adalah masyarakat Mangsang dengan persentase 23%. Sedangkan di
desa Muara Merang sebesar 33% masyarakat yang menerima bantuan berupa
beasiswa.

Grafik 2.34
Penerima Bantuan Beasiswa

Penerima bantuan beasiswa


75%
60%
50%
40%
Seluruh Penduduk Desa Sekelompok Orang Keluarga Perorangan
33%Lainnya
25%
17%

0%
Simpang
0%Tungkal
0% 0%Muara0%
Merang0% Mangsang
0% 0%

Dari masyarakat yang menerima beasiswa COPI, diakui masyarakat sebagian


besar penerima beasiswa sifatnya perorangan dengan persentase 60% di desa
Simpang Tungkal, 75% di desa Muara Merang. Sedangkan di desa Mangsang,
penerima beasiswa kebanyakan bersifat sekelompok orang dengan persentase
50%.
24

Grafik 2.35
Waktu Menerima Bantuan Beasiswa

Kapan menerima bantuan beasiswa


90% 83%
70%
S etiap Bulan 50%
2 thn yg lalu 4 thn yg lalu 5 thn yg lalu Lainnya
25%
13%13% 0.1 0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat yang menerima bantuan beasiswa COPI menyatakan


bahwa penerimaan beasiswa diterima setiap tahun dengan persentase di desa
Simpang Tungkal 90% di desa Muara Merang 50%, di desa Mangsang 83%
masyarakat menyatakan menerima bantuan beasiswa setiap tahun.

Grafik 2.36
Frekuensi Menerima Bantuan Beasiswa

Frekuensi menerima bantuan beasiswa


100%
70% 63%
20%10% 38%

0%
Simpang Tungkal
0% 0%
Muara0%
Merang
0% 0% Mangsang
0% 0% 0%
Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Dari masyarakat yang menerima bantuan beasiswa dari COPI sebagian


masyarakat menyatakan bahwa frekuensi menerima beasiswa dari COPI cukup
sering dengan persentase 70% masyarakat Simpang Tungkal, 63% masyarakat
Muara Merang, dan 100% masyarakat Mangsang menyatakan sering menerima
bantuan berupa beasiswa dari COPI.

Tabel 2.37
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Beasiswa
25

Tingkat kepuasan penerima beasiswa COPI


60%
50% 50%
38% 33%
20% 17%
10% 10% 13%

Simpang Tungkal
0% 0%Muara Merang0% 0% Mangsang 0%
Sangat Puas Puas Biasa Saja
Tidak Puas Sangat Tidak Puas

Berdasarkan hasil pengukuran kepuasan dari penerima beasiswa COPI sebagian


besar masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang
menyatakan puas dan sangat puas dengan persentase di Simpang Tungkal sebesar
70%, di Muara Merang sebesar 50%, dan di desa Mangsang sebesar 50%.
Masyarakat yang menyatakan kurang puas terhadap bantuan beasiswa sebesar
10% di desa Simpang Tungkal, 13% di desa Muara Merang dan 17% di desa
Mangsang.
Tabel 2.11
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Beasiswa
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 1 - Meringankan biaya pendidikan
Puas 6 - Membantu biaya pendidikan bagi yang tidak
mampu
Biasa Saja 2 - Kadang dapat 300rb kadang 200rb, dulu dapat
sekarang tidak lagi
Tidak Puas 1 - Belum pernah dapat
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 4 - Puas dengan nominal yang diberikan, membantu
biaya sekolah
Biasa saja 3 - dapat membantu biaya sekolah
- berterima kasih atas bantuannya
Tidak puas 1 - tidak merata, terkesan pilih kasih
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 3 - Membantu secara ekonomi
- Perusahaan lain tidak ada yang membantu
padahal hal itu meringankan perekonomian warga
26

Biasa saja 2 - Bantuan tidak dirasakan secara langsung,


mekanismenya kurang jelas
Tidak puas 1 - Bantuan yang diberikan seperlunya
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.38
Tepat Guna Bantuan Beasiswa

Beasiswa tepat guna?


80% 88%
67%
33%
10% 10% 13%

Simpang Tungkal
0% 0% 0%Muara Merang
0% 0% Mangsang
0% 0% 0%
Sangat Tepat Tepat Biasa Saja
Tidak Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat yang menerima bantuan beasiswa merasakan bahwa


beasiswa tersebut sudah tepat guna dengan persentase di Simpang Tungkal
sebesar 80%, di Muara Merang sebesar 88%, dan di desa Mangsang sebesar 67%.

Grafik 2.39
Tepat Sasaran Bantuan Beasiswa

Beasiswa tepat sasaran


88% 100%
80%

10% 10% 13%

Simpang 0%
Tungkal 0%
Muara Merang
0% Mangsang
Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang sebagian


besar mempersepsikan bahwa bantuan beasiswa sudah tepat sasaran dengan
persentase di Simpang Tungkal sebesar 80%, di Muara Merang sebesar 88%, dan
di desa Mangsang sebesar 100%. Masyarakat yang mempersepsikan bahwa
beasiswa masih tidak tepat terdapat 10% di desa Simpang Tungkal dan 13% di
desa Muara Merang.
Grafik 2.40
27

Tepat Kelola Bantuan Beasiswa

Beasiswa tepat kelola?


100%
88%
70%

10% 10% 10% 13%

Simpang Tungkal 0%
Muara Merang
0% Mangsang
S angat Tepat Tepat
Bias a S aja S angat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa mempersepsikan bahwa bantuan beasiswa


COPI sudah tepat kelola dengan persentase sebesar 70% di desa Simpang
Tungkal, 88% di desa Muara Merang, dan 100% di desa Mangsang. Sedangkan
masyarakat yang mempersepsikan bahwa kelola beasiswa masih tidak tepat
terdapat 10% di desa Simpang Tungkal dan 13% di desa Muara Merang.

Grafik 2.41
Tepat Waktu Bantuan Beasiswa

Bantuan beasiswa tepat waktu?


88% 100%
70%
20% 10% 13%

Simpang
0%Tungkal
0% 0%
Muara0%
Merang
0% Mangsang
Sangat Tepat Tepat Biasa Saja
Tidak Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa mempersepsikan bahwa bantuan beasiswa


COPI sudah tepat waktu dengan persentase sebesar 70% di desa Simpang
Tungkal, 88% di desa Muara Merang, dan 100% di desa Mangsang. Sedangkan
masyarakat yang mempersepsikan bahwa beasiswa masih tidak tepat waktu
terdapat 10% di desa Simpang Tungkal dan 13% di desa Muara Merang.

PEMBANGUNAN PAUD
Grafik 2.42
Jumlah Penerima Bantuan Pembangunan PAUD
28

Bantuan PAUD
100%
88%
76%

24%
13%

Simpang Tungkal Muara Merang 0%


Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Salah satu jenis bantuan dari COPI yaitu pembangunan PAUD. Masyarakat yang
menerima bantuan pembangunan PAUD didesa Simpang Tungkal sebesar 24% di
desa Muara Merang sebesar 13% sedangkan di desa Mangsang masyarakat tidak
menerima bantuan berupa pembangunan PAUD. Di desa Simpang Tungkal, COPI
memberikan bantuan terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berupa tape,
lemari, alat peraga, permainan out-door seperti jungkit-jungkit. Di desa Muara
Merang COPI memberi bantuan permainan out-door untuk PAUD di desa
tersebut.
Grafik 2.43
Penerima Bantuan Pembangunan PAUD

Penerima bantuan PAUD


100%
67%
33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Dari masyarakat yang menerima bantuan berupa pembangunan PAUD, di desa


Simpang Tungkal penerima bantuan berupa sekelompok orang yaitu sebesar
100% dan di desa Muara Merang penerima bantuan pembangunan PAUD berupa
seluruh penduduk desa dengan persentase 67%.

Grafik 2.44
Waktu Menerima Bantuan Pembangunan PAUD
29

1 1
Kapan menerima
2 2
bantuan PAUD
3 3

67%

50% 50%

1 thn yg lalu 5 thn yg lalu


33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Masyarakat yang menyatakan menerima bantuan pembangunan PAUD


mengatakan bahwa mereka menerima bantuan 1-2 tahun yang lalu. Di desa
Simpang Tungkal 50% menerima bantuan 1 tahun yang lalu dan di desa Muara
Merang 67% menerima bantuan 1 tahun yang lalu.

Grafik 2.45
Frekuensi Menerima Bantuan Pembangunan PAUD

Frekuensi menerima bantuan PAUD


100%
0.5
0.1717%0.17

0
Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang
Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Masyarakat di desa Simpang Tungkal sebagian besar menyatakan sering


menerima bantuan dengan persentase sebesar 50% sedangkan masyarakat di
Muara Merang 100% menyatakan bahwa jarang menerima bantuan PAUD.

Grafik 2.46
Tingkat Kepuasan Menerima Bantuan Pembangunan PAUD
30

Tingkat kepuasan penerima bantuan PAUD


83%
67%
33%
17%

0%
Simpang Tungkal
0% 0% 0%Muara Merang
0% 0% Mangsang
Sangat Puas Puas Biasa Saja
Tidak Puas Sangat Tidak Puas

Dari masyarakat yang menerima bantuan berupa pembangunan PAUD sebagian


besar menyatakan puas dengan persentase di desa Simpang Tungkal 83% puas
dan didesa Muara Merang 67% merasa puas.

Tabel 2.12
Alasan Tingkat Kepuasan Menerima Bantuan PAUD
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 5 - Anak-anak bisa belajar dan sekolah pada usia dini
Biasa Saja 1 - Jangan hanya dibantu fisik saja, tenaga honorer
juga dibantu
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 2 - Untuk pendidikan anak sekolah
Biasa saja 1 - Tidak menikmati bantuan tersebut
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.47
Tingkatan Tepat Guna Bantuan PAUD
31

Bantuan PAUD
2 tepat guna? 3
1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Simpang Tungkal dan Muara Merang yang menerima
bantuan Paud mempersepsikan bahwa bantuan PAUD sudah tepat guna.

Grafik 2.48
Tingkatan Tepat Sasaran Bantuan PAUD

Bantuan PAUD
2 tepat sasaran3
1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Simpang Tungkal dan Muara Merang yang menerima
bantuan Paud mempersepsikan bahwa bantuan PAUD sudah tepat sasaran.

Grafik 2.49
Tingkatan Tepat Kelola Bantuan PAUD

Bantuan PAUD
2 tepat kelola? 3
1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Simpang Tungkal dan Muara Merang yang menerima
bantuan PAUD mempersepsikan bahwa bantuan PAUD sudah tepat kelola.
32

Grafik 2.50
Tingkatan Tepat Waktu Bantuan PAUD

Bantuan PAUD
2 tepat waktu?3
1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Simpang Tungkal dan Muara Merang yang menerima
bantuan Paud mempersepsikan bahwa bantuan PAUD sudah tepat waktu.

BANTUAN BIBIT DAN SAPRODI KEBUN KARET


Grafik 2.51
Jumlah Penerima Bantuan Bibit dan Saprodi Karet

Bantuan Bibit Karet


84%
69%
58%
Menerima 42% Tidak Menerima
31%
16%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Berdasarkan hasil wawancara masyarakat terhadap bantuan dari COPI berupa


bantuan bibit karet diketahui bahwa desa dengan penerima bantuan paling banyak
adalah desa Muara Merang dengan persentase 58% sedangkan desa dengan
penerima bantuan bibit karet paling sedikit adalah desa Simpang Tungkal yaitu
16% sedangkan di desa Mangsang penerima bantuan bibit karet sebanyak 31%.

Grafik 2.52
Waktu Menerima Bantuan Bibit dan Saprodi Karet
33

Kapan menerima bantuan bibit karet


100%

1 thn yg lalu
0.63
2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 57%
4 thn yg lalu 5 thn yg lalu Lainnya

21%21% 0.25
0.13

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal 100% masyarakat menyatakan bahwa bantuan bibit


karet diberikan 5 tahun yang lalu, di desa Muara Merang sebagian besar juga
menyatakan 5 tahun yang lalu yaitu 57%. Sedangkan di desa Mangsang sebagian
besar masyarakat menyatakan menerima bantuan bibit karet 4 tahun yang lalu
yaitu 63%.
Grafik 2.53
Frekuensi Menerima Bantuan Bibit dan Saprodi Karet

1 Frekuensi menerima
2 bantuan bibit
3 karet
75%

50%
43% 43%
Sering 38%
Kadang-Kadang Jarang Sangat Jarang
0.25
14% 13%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan


Mangsang yang menerima bantuan bibit karet menyatakan bahwa frekuensi
bantuan bibit karet cukup sering dengan persentase 75% masyarakat di desa
Simpang Tungkal, 43% masyarakat Muara Merang, dan 50% masyarakat
Mangsang yang menyatakan sering.
Grafik 2.54
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Bibit dan Saprodi Karet
34

Tingkat Kepuasan penerima bantuan bibit karet


100%

64%
Sangat Puas Puas Biasa Saja Sangat Tidak Puas
50%
33%
14% 14% 17%
7%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat merasa puas dengan bantuan bibit karet yaitu 100% di
desa Simpang Tungkal, 64% di desa Muara Merang, dan 50% di desa Mangsang.
Persentase tidak puas masyarakat terhadap bantuan bibit karet terdapat di desa
Muara Merang 14% dan didesa Mangsang 17%.

Tabel 2.13
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Bibit dan Saprodi Karet
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 4 - Membantu perekonomian, apalagi bagi yang
punya lahan tapi tidak ada biaya
Biasa Saja 0
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 2 - Menghasilkan sampai sekarang dan meningkatkan
perekonomian
Puas 9 - Bibitnya bagus.
- Warga bisa menanam karet
Biasa saja 1 - Hasilnya tidak terlihat
Tidak puas 2 - Tidak merata
- Tidak ada tindak lanjut dalam hal pemeliharaan
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 3 - Meningkatkan perekonomian, berhasil panen
Biasa saja 2 - Orang yang dipilih untuk menerima bantuan
adalah mereka yang dekat dengan kades, bukan
penerima langsung
- Bantuan tidak transparan, banyak yang tidak tahu
35

Tidak puas 1 - Bantuan tidak merata dan pilih-pilih


- Bantuan tidak berlanjut
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.55
Tepat Guna Bantuan Bibit dan Saprodi Karet

Bantuan bibit karet tepat guna?


75.0%
57.1% 62.5%
35.7%
25.0% 25.0%
7.1% 12.5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa bantuan bibit karet sudah sangat
tepat dan tepat guna dengan persentase di Simpang Tungkal 100%, di desa Muara
Merang 92,9% dan di desa Mangsang sebesar 75%.

Grafik 2.56
Tingkatan Tepat Sasaran Bantuan Bibit dan Saprodi Karet

Bantuan bibit karet tepat sasaran?


71.4%
50.0%
50.0%
37.5%
25.0%
14.3%0.130.13 14.3% 12.5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Biasa Saja
Tidak Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa bantuan bibit karet sudah sangat
tepat dan tepat sasaran dengan persentase di Simpang Tungkal 100%, di desa
Muara Merang 85,7% dan di desa Mangsang sebesar 50%. Terdapat beberapa
masyarakat yang menyatakan bantuan bibit karet masih tidak tepat sasaran yaitu
25% masyarakat di desa Mangsang.

Grafik 2.57
Tepat Kelola Bantuan Bibit dan Saprodi Karet
36

Bantuan bibit karet tepat kelola?


78.6% 75.0%
50.0%50.0%

7.1% 7.1% 7.1% 12.5% 12.5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa bantuan bibit karet sudah sangat
tepat dan tepat kelola dengan persentase di Simpang Tungkal 100%, di desa
Muara Merang 85,7% dan di desa Mangsang sebesar 87,5%. Persepsi tidak tepat
sasarn terhadap bantuan bibit karet terdapat sebesar 7,1% masyarakat di desa
Muara Merang.
Grafik 2.58
Tingkatan Tepat Waktu Bantuan Bibit dan Saprodi Karet

Bantuan bibit karet tepat waktu?


92.9%
75.0%
62.5%
0.25 25.0%
7.1% 0.13

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa bantuan bibit karet sudah


sangat tepat dan tepat waktu dengan persentase di Simpang Tungkal 100%, di
desa Muara Merang 92,9% dan di desa Mangsang sebesar 75%.
Di desa Muara Merang, Arpani, penerima CSR. Berhubungan dengan
pihak COPI, semula karena dibina sebagai petani karet. Berhubungan dengan
pihak perusahaan melalui Kepala Desa. Pembinaan yang dilakukan perusahaan
cukup panjang sejak persiapan sampai pemasaran.
Informasi tentang bantuan diterima melalui Kepala Desa. Selanjutnya
disampaikan persyaratan yaitu memiliki lahan sendiri dengan luas area tertent.
Setelah memenuhi persyaratan secara data di atas kertas, mereka daftarkan dan
dilakukan cek ke lapangan. Apabila memenuhi persyaratan, prosesnya berlangung
pertama pelatihan membuka lahan yang diselenggarakan di Simpang Gas,
37

selanjutnya praktek membuka lahan. Setelah lahan dibuka diberi pagar berupa
kandang kawat. Dilanjutkan dengan pelatihan tanam di Balai Latihan Sumbawa
sekaligus diberi bibit. Lalu ditanam. Dalam masa menunggu panen, perusahaan
membantu pula dengan tanaman sela beberapa gelombang seperti pisang. Tim dari
perusahaan terus mendampingi dan memonitor sampai panen dan pemasaran.
Pemasaran pun mereka yang bimbing. Menurut beberapa responden, tim dari
COPI rutin memeriksa kebun karet mereka.
Di Muara Merang, sebagian besar penerima bantuan bibit dan saprodi
kebun karet berhasil mengembangkan kebunnya. Setelah panen pun, masih di
observasi oleh orang conoco. Namun warga merasa perlu adanya perpanjangan
bantuan bibit karet untuk warga lain. Menurut responden, ada juga yang gagal.
Menurut beberapa responden, mereka gagal karena mereka mengharapkan hasil
yang instan. Misalnya, bantuan dari COPI untuk memagari kebun mereka malah
dipergunakan untuk keperluan lain. Ada juga penerima bantuan yang menjual
bibit karet yang telah diberikan pada mereka.

PELATIHAN KOPERASI
Grafik 2.59
Jumlah Penerima Bantuan Pelatihan Koperasi

Bantuan Pelatihan Koperasi


95.8% 88.5%
88.0%

Menerima Tidak Menerima

12.0% 11.5%
4.2%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Salah satu jenis bantuan dari COPI yaitu bantuan pelatihan koperasi. Masyarakat
di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang tidak terlalu banyak
menerima bantuan pelatihan koperasi. Hanya sebesar 12% masyarakat Simpang
Tungkal, 4,2% masyarakat Muara Merang, dan 11,5% masyarakat Mangsang
yang menerima bantuan berupa pelatihan koperasi.

Grafik 2.60
38

Penerima Bantuan Pelatihan Koperasi

Penerima bantuan pelatihan koperasi


100%
0.67 0.67
0.33 0.33

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Seluruh Penduduk Desa Keluarga
Perorangan

Dari masyarakat yang menyatakan menerima bantuan berupa pelatihan koperasi


mengatakan bahwa di desa Simpang Tungkal 67% penerima berupa sekelompok
orang, di desa Muara Merang 100% penerima berupa perorangan, dan di desa
Mangsang 67% penerima berupa sekelompok orang.

Grafik 2.61
Waktu Menerima Bantuan Pelatihan Koperasi

Kapan menerima
2 bantuan
2 2 pelatihan
3 3koperasi
3
1 1 1100%1

0.67
4 thn yg lalu 5 thn yg lalu Lainnya

0.33

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Waktu menerima bantuan pelatihan koperasi di desa Simpang Tungkal dikatakan


masyarakat 5 tahun yang lalu, di desa muara merang 2 tahun yang lalu, sedangkan
di desa Mangsang 33% menjawab 5 tahun yang lalu dan sisanya menjawab
lainnya.
Grafik 2.62
Frekuensi Menerima Bantuan Pelatihan Koperasi
39

Frekuensi menerima
2 bantuan pelatihan
3 koperasi
1 100.0%
0.67
0.33 0.3333.3% 33.3%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sering
Kadang-Kadang Sangat Jarang

Masyarakat di Simpang Tungkal menjawab sama rata untuk frekuensi bantuan


pelatihan koperasi yaitu 33,3% sering, 33,3% kadang, dan 33,3% jarang. Di desa
Muara Merang 100% masyarakat menjawab jarang menerima bantuan pelatihan
koperasi, sedangkan di desa Mangsang 66,7% menjawab kadang-kadang
menerima bantuan pelatihan koperasi.

Grafik 2.63
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pelatihan Koperasi

Tingkat kepuasan penerima


2 bantuan pelatihan
3 koperasi
1 100.0%
0.67 66.7%
Puas Biasa Saja Sangat Tidak Puas
0.3333.3%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Masyarakat di desa Simpang Tungkal sebagian besar merasa puas dengan bantuan
pelatihan koperasi (66,7%) dan sisanya 33,3% merasa tidak puas, di desa Muara
Merang 100% tidak puas dengan bantuan pelatihan koperasi. Sedangkan di desa
Mangsang sebesar 66,7% masyarakat tidak puas dengan bantuan pelatihan
koperasi.
Tabel 2.14
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pelatihan Koperasi
40

Tingkat kepuasan Jumlah Alasan


DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 2 - Anggota bisa lebih terampil lagi biar usaha jadi
lebih baik
- Menggerakkan usaha kecil dan pinjaman modal
Biasa Saja 0
Tidak Puas 1 - Kecewa
- Tidak jalan lagi
- Banyak yang tidak membayar hutang
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 1 - Tidak ada kelanjutan
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 0 -
Biasa saja 1 - Koperasi masih berjalan tetapi tidak jelas
Tidak puas 2 - Bantuan tidak merata
- Bantuan hanya satu kali
Sangat tidak puas 0
Grafik 2.64
Tingkatan Tepat Guna Bantuan Pelatihan Koperasi

Bantuan pelatihan
2 koperasi tepat 3
guna?
1 100% 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat yang diwawancara mengenai ketepatan guna bantuan pelatihan


koperasi, 100% masyarakat di 3 desa menjawab sudah tepat.

Grafik 2.65
Tingkatan Tepat Sasaran Bantuan Pelatihan Koperasi
41

Bantuan Pelatihan koperasi


2 sudah tepat
3 sasaran?
1 100.0%
66.7% 66.7%
0.33 0.33

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan


Mangsang menyatakan bantuan pelatihan koperasi sudah tepat sasaran yaitu
sebesar 66,7% di desa Simpang Tungkal, 100% di desa Muara Merang, dan 66,7%
di desa Mangsang. Hanya terdapat 33,3% masyarakat di desa Mangsang yang
menyatakan bantuan pelatihan koperasi masih tidak tepat.

Grafik 2.66
Tingkatan Tepat Kelola Bantuan Pelatihan Koperasi

Bantuan pelatihan
2 koperasi tepat3 kelola?
1 100.0%
66.7% 0.67
0.33 33.3%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di desa Simpang Tungkal sebagian besar menyatakan bantuan


pelatihan koperasi masih tidak tepat yaitu 66,7% di Muara Merang 100%
menyatakan masih tidak tepat, sedangkan di desa Mangsang 33,3% menyatakan
bantuan pelatihan koperasi tidak tepat.

Grafik 2.67
Tingkatan Tepat Waktu Bantuan Pelatihan Koperasi
42

Bantuan pelatihan
2 koperasi tepat3 waktu?
1 100% 100%
67%
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat
0.33

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat di 3 ketiga desa Simpang Tungkal, Muara


Merang, dan Mangsang menyatakan bahwa bantuan pelatihan koperasi sudah
tepat waktu. Hanya 33% masyarakat di desa Mangsang yang menyatakan bantuan
pelatihan koperasi masih tidak tepat waktu.
Di desa Mangsang, pada awalnya koperasi berjalan dengan cukup baik.
Salah satu contoh sukses adalah Jumari yang berhasil mengembangkan bengkel
dari modal pinjaman dari koperasi. Namun, Jumari merasa kecewa karena setelah
berhasil mengembalikan pinjaman ke koperasi, jaminan yang diberikan ke
koperasi sampai saat ini tidak dikembalikan. Menurut beberapa responden,pada
saat koperasi masih dikelola oleh yayasan Mitayani, koperasi masih berjalan
dengan baik. Namun pada saat diserahkan untuk dikelola oleh warga desa,
koperasi tidak lagi berjalan dengan baik.

PENDAMPINGAN BISNIS LOKAL


Grafik 2.68
Jumlah Penerima Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Bantuan bisnis lokal


96.0% 87.5% 96.2%
Menerima Tidak Menerima

4.0% 12.5% 3.8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal,


Muara Merang, Mangsang hanya sebagian kecil masyarakat yang menerima
bantuan bisnis lokal yaitu 4% di desa Simpang Tungkal, 12,5% di desa Muara
Merang, dan 4% desa Mangsang.
43

Grafik 2.69
Penerima Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Penerima bantuan
2 bisnis lokal
3
1 100% 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Lainnya

Dari masyarakat yang menerima bantuan berupa pendampingan bisnis lokasl


100% menyatakan bahwa penerima bantuan pendampingan bisnis lokal adalah
sekelompok orang.

Grafik 2.70
Waktu Menerima Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Kapan menerima bantuan bisnis lokal


1 1
67%
33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S etiap Bulan S etahun Yang Lalu
2 thn yg Lalu 5 thn yg lalu

Dari masyarakat yang menyatakan menerima bantuan pendampingan bisnis lokal


dari COPI, 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal menyatakan menerima
bantuan 3 tahun yang lalu, masyarakat di Muara Merang 67% menyatakan
meneriman bantuan 2 tahun yang lalu, sedangkan masyarakat di desa Mangsang
100% menyatakan meneriman bantuan pendampingan bisnis lokal setiap tahun.

Grafik 2.71
Frekuensi Menerima Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal
44

Frekuensi menerima
2 bantuan bisnis
3 lokal
1 1 100%

33%33% 33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Dari masyarakat yang menyatakan menerima bantuan pendampingan bisnis lokal


dari COPI, 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal menyatakan menerima
bantuan dengan frekuensi kadang-kadang, masyarakat di Muara Merang 33,3%
menyatakan kadang-kadang, jarang dan sangat jarang sedangkan masyarakat di
desa Mangsang 100% menyatakan meneriman bantuan pendampingan bisnis lokal
diberikan dengan frekuensi sering.

Grafik 2.72
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Tingkat kepuasan penerima bantuan bisnis lokal


1 1
33% 33% 33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Puas Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang 100% menyatakan


puas terhadap bantuan pendampingan bisnis lokal sedangkan di desa Muara
Merang 33% masyarakat sangat puas sedangkan sisanya 66% menjawab biasa
saja dan tidak puas.
Tabel 2.15
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 0
Biasa Saja 0
Tidak Puas 0
45

Sangat tidak puas 0


DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 1 - Bantuan tidak cocok
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas
Puas 1 - Membantu perekonomian warga
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.73
Tingkat Tepat Guna Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Bantuan bisnis
2 lokal tepat guna?
3
1 100% 100%

33% 33% 33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang 100% menyatakan


bantuan pendampingan bisnis lokal sudah tepat guna sedangkan di desa Muara
Merang 33% masyarakat merasa sudah tepat sedangkan sisanya 66% menjawab
biasa saja dan tidak tepat.
Grafik 2.74
Tingkat Tepat Sasaran Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Bantuan bisnis
2 lokal tepat sasaran?
3
1 1 100% 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat Sangat Tidak Tepat
46

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang 100% menyatakan


bantuan pendampingan bisnis lokal sudah tepat sasaran sedangkan di desa Muara
Merang 100% masyarakat merasa biasa saja terhadap ketepatan sasaran bantuan
pendampingan bisnis lokal.
Grafik 2.75
Tingkat Tepat Kelola Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Bantuan bisnis
2 lokal tepat kelola?
3
1 1 100% 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang 100% menyatakan


bantuan pendampingan bisnis lokal sudah tepat kelola sedangkan di desa Muara
Merang 100% masyarakat menyatakan tidak tepat kelola.

Grafik 2.76
Tingkat Tepat Waktu Bantuan Pendampingan Bisnis Lokal

Bantuan bisnis
2 lokal tepat waktu?
3
1 1 100% 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang 100% menyatakan


bantuan pendampingan bisnis lokal sudah tepat waktu sedangkan di desa Muara
Merang 100% masyarakat menyatakan tidak tepat waktu.
47

PENDAMPINGAN USAHA KREATIF PEMUDA DAN KELOMPOK


PEREMPUAN
Grafik 2.77
Jumlah Penerima Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan

Bantuan usaha kreatif


100% 96%
84%

16%
4%

Simpang Tungkal Muara


0% Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Salah satu bantuan dari pihak COPI adalah bantuan usaha kreatif untuk pemuda
dan perempuan. Desa yang paling banyak menerima bantuan usaha kreatif adalah
desa Simpang Tungkal dengan persentase 16% sedangkan desa Mangsang hanya
4% penerima dan Muara Merang 0%.

Grafik 2.78
Penerima Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan

Penerima bantuan
2 usaha kreatif
3
1 1 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Keluarga Lainnya

Masyarakat yang menyatakan menerima bantuan usaha kreatif di desa Simpang


Tungkal 100% masyarakat menyatakan bahwa penerima bantuan adalah
sekolompok orang sedangkan di desa Mangsang 100% menyatakan bahwa
penerima bantuan adalah perseorangan.
48

Grafik 2.79
Waktu Menerima Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan

Kapan menerima bantuan usaha kreatif


1

Setiap Bulan 2 thn yg lalu 4 thn yg lalu Lainnya


0.25 0.25 0.25 0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Masyarakat di desa Simpang Tungkal menjawab bervariasi terhadap frekuensi


menerima bantuan usaha kreatif yaitu dari setiap tahun sampai 5 tahun yang lalu
sedangkan di desa Mangsang 100% menjawab menerima bantuan 3 tahun lalu.
Grafik 2.80
Frekuensi Menerima Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan

Frekuensi menerima
2 bantuan usaha
3 kreatif
1 1
0.5
0.25 0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sering
Kadang-Kadang Sangat Jarang

Masyarakat di desa Simpang Tungkal sebagian besar 50% menyatakan bahwa


menerima bantuan usaha kreatif dengan frekuensi sering dan di desa Mangsang
100% menjawab sering menerima bantuan usaha kreatif.

Tabel 2.81
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan
Pendampingan Usaha Kreatif Pemuda dan Kelompok Perempuan
49

Tingkat kepuasan penerima


2 bantuan usaha
3 kreatif
1 1
0.75

0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal (75%) dan Mangsang


(100%) merasa puas dengan bantuan usaha kreatif. Hanya 25% masyarakat di
desa Simpang Tungkal yang merasa tidak puas dengan bantuan usaha kreatif yang
diberikan COPI.
Tabel 2.16
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 3 - Melatih pemuda / Perempuan meningkatkan
kemampuan
- Memiliki pengetahuan
Biasa Saja 1 - Sebaiknya disediakan tempat khusus untuk
pelatihan
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 1 - Memajukan kelompok perempuan
Biasa saja
Tidak puas
Sangat tidak puas

Grafik 2.82
Tingkat Tepat Guna Bantuan
50

Pendampingan Usaha Kreatif Pemuda dan Kelompok Perempuan

Bantuan usaha kreatif tepat guna?


1
0.75
0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat yang menerima bantuan usaha kreatif sudah merasakan bahwa
bantuan usaha kreatif oleh COPI ini sudah tepat guna.

Grafik 2.83
Tingkat Tepat Sasaran Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan

Bantuan usaha kreatif


2 tepat sasaran?
3
1 1 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat yang menerima bantuan usaha kreatif sudah merasakan bahwa
bantuan usaha kreatif oleh COPI ini sudah tepat sasaran.

Grafik 2.84
Tingkat Tepat Kelola Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
51

Pemuda dan Kelompok Perempuan

Bantuan usaha
2 kreatif tepat kelola?
3
1 1
0.75

0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal (75%) dan desa Mangsang
(100%) mempersepsikan bahwa bantuan usaha kreatif sudah tepat kelola. Hanya
terdapat 25% masyarakat di desa Simpang Tungkal yang masih mempersepsikan
bahwa bantuan usaha kreatif masih belum tepat kelola.

Grafik 2.85
Tingkat Tepat Waktu Bantuan Pendampingan Usaha Kreatif
Pemuda dan Kelompok Perempuan

Bantuan usaha
2 kreatif tepat waktu?
3
1 1
0.75

0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal (75%) dan desa


Mangsang (100%) mempersepsikan bahwa bantuan usaha kreatif sudah tepat
waktu. Hanya terdapat 25% masyarakat di desa Simpang Tungkal yang masih
mempersepsikan bahwa bantuan usaha kreatif masih belum tepat waktu.
52

Di desa Simpang Tungkal, usaha sablon didirikan dengan nama Baung


Muba kreatif. Penerima CSR, Dessy Silawati mengetahui keberadaan COPI dan
semakin paham setelah terlibat dalam kegiatan CSR yaitu pada bidang industri
kreatif (pembuatan sablon).
Proses turun bantuan, adalah pengumuman melalui Karang Taruna dan
rekrutmen bagi yang berminat. Yang minat banyak sekali, tapi karena alasan
menikah dan ada yang mendapatkan pekerjaan tidak sedikit yang tak dapat aktif.
Narasumber terus bertahan, karena optimis dengan usaha ini. Meski nanti sudah
berkeluarga.
Besarannya tidak dapat dihitung, karena bantuan berupa pelatihan
disediakan guru dari Astra Tama, materi pelatihan, pertama selama seminggu
sambil diberikan perangkat kerja, lalu beberapa bulan dilatih lagi sampai mahir
dari proses desain di komputer sampai pencetakan. Juga pelatihan manajemen.
Meski fokus pada bidang masing-masing, peserta memiliki kemampuan dasar:
bagian kreatif, bagian administrasi, dan bagian produksi. (Responden fokus pada
administrasi, yaitu bendahara). Sudah memproduksi, ikut pameran produk pada
Expo di Sekayu. Produknya adalah grafis pada cangkir, kaos, ID-Card, pin, dan
lain-lain. Pihak COPI berani pesan produk dalam jumlah besar.
Usaha ini membuka pikiran ke depan, dan optimis dapat dikembangkan
menjadi bisnis yang menguntungkan sekaligus menanggulangi pengangguran.
Masalahnya adalah pemasaran, yang kiranya masih memerlukan strategi yang
lebih tepat. Sampai saat ini masih aktif mengelolanya sebagai usaha mikro
industri rumahan. Akhir tahun ini, dijadwalkan akan ada pertemuan
pengembangan usaha pihak perusahaan bersama pengrajin dan industri kreatifnya.

PELATIHAN KETERAMPILAN PEMUDA


Grafik 2.86
Jumlah Penerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Pemuda
53

Bantuan keterampilan pemuda


76%
58% 54%
42% 46%
24%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat diperoleh informasi bahwa desa


yang paling banyak menerima bantuan keterampilan pemuda yaitu desa
Mangsang sebesar 46%, desa Muara Merang sebesar 42% sedangkan desa
Simpang Tungkal sebesar 24%.

Grafik 2.87
Penerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Pemuda

Penerima bantuan keterampilan pemuda


92%
70%
50% 50%
30%
0.08

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Seluruh Penduduk Desa Keluarga
Perorangan

Sebagian besar penerima bantuan keterampilan pemuda di ketiga desa adalah


perorangan. 50% masyarakat di Simpang Tungkal, 70% masyarakat di Muara
Merang, dan 92% masyarakat di Mangsang menyatakan bahwa penerima bantuan
keterampilan pemuda adalah perorangan

Grafik 2.88
Waktu Menerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Pemuda
54

Kapan menerima bantuan keterampilan pemuda


40% 0.42
0.33
S etiap Tahun 33%
S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 33%
3 thn yg lalu

20% 20%
17% 17% 17%
4 thn yg lalu 5 thn yg lalu 10%
Lainnya 10% 8%

0%Simpang
0 0% Tungkal 0 Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal 66% masyarakat menyatakan bahwa menerima bantuan


antara 1 tahun yang lalu dan 4 tahun yang lalu. Di desa Muara Merang sebagian
besar masyarakat 40% menyatakan menerima bantuan 3 tahun yang lalu
sedangkan di desa Mangsang 75% menyatakan menerima bantuan 5 tahun yang
lalu atau lebih.
Grafik 2.89
Frekuensi Menerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Pemuda

Frekuensi menerima bantuan keterampilan pemuda


80.0%
0.67
50.0%
16.7% 16.7% 20.0% 25.0%
0.08 0.08 8.3%

0.0%
Simpang Tungkal 0.0%
Muara Merang Mangsang
Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Dari grafik diatas diketahui bahwa di desa Simpang Tungkal, sebagian besar
responden menyatakan frekuensi menerima bantuan keterampilan pemuda adalah
kadang-kadang (66,7%), di desa Muara Merang responden menjawab sering
menerima bantuan keterampilan pemuda dengan persentase 80%, sedangkan di
desa Mangsang masyarakat menyatakan frekuensi bantuan keterampilan pemuda
jarang (50%).

Grafik 2.90
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Pemuda
55

Tingkat kepuasan penerima bantuan keterampilan pemuda


83%
70%
46%
25% 15% 15%23%
10% 10% 10%

Simpang Tungkal
0% Muara0%
Merang Mangsang
Sangat Puas Puas Biasa Saja
Tidak Puas Sangat Tidak Puas

Sebagian besar masyarakat di 3 desa yaitu Simpang Tungkal, Muara Merang, dan
Mangsang menyatakan puas dengan bantuan keterampilan pemuda yang diberikan
COPI dengan persentase kepuasan 83% di desa Simpang Tungkal, 80% didesa
Muara Merang, dan 61% di desa Mangsang.

Tabel 2.17
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Pemuda
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 5 - Bisa mandiri secara ekonomi
- Kalau ada kerusakan ringan bisa dibawa ke sini
saja
- Alat-alat juga dibantu
Biasa Saja 1 - SDM masih kurang
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 1 - Memberdayakan kaum muda

Puas 7 - Masih dibantu sampai sekarang, menambah


keterampilan dan memajukan desa
Biasa saja 0
Tidak puas 1 - bengkel jalan, tapi bantuan lain tidak berjalan
Sangat tidak puas 1 - tidak ada kelanjutan
DESA MANGSANG
Sangat puas 2 - Untuk meningkatkan kegiatan desa
- Menambah keterampilan
- Kebutuhan kelengkapan salon dibantu
Puas 6 - Minimal ada tempat untuk servis motor
- Menambah wawasan
- Kalau mau ke bengkel tidak perlu keluar desa lain
- Membantu perkembangan bengkel
56

Biasa saja 2 - Membantu membuka usaha sendiri


Tidak puas 3 - Bantuan tidak adil
- Bantuan hanya satu kali
- Peralatan ditentukan oleh COPI, peserta tidak bisa
memilih
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.91
Tingkat Tepat Guna Bantuan Keterampilan Pemuda

Bantuan keterampilan pemuda tepat guna?


83% 75%
60%
30% 25%
17% 10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa yaitu Simpang Tungkal, Muara Merang, dan
Mangsang menyatakan bantuan keterampilan pemuda yang diberikan COPI sudah
tepat guna dengan persentase masyarakat yang menyatakan tepat guna 83% di
desa Simpang Tungkal, 93% didesa Muara Merang, dan 100% di desa Mangsang.

Grafik 2.92
Tingkat Tepat Sasaran Bantuan Keterampilan Pemuda

Bantuan keterampilan pemuda tepat sasaran?


100% 92%
60%
30%
10% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa yaitu Simpang Tungkal, Muara Merang, dan
Mangsang menyatakan bantuan keterampilan pemuda yang diberikan COPI sudah
tepat sasaran dengan persentase 100% di desa Simpang Tungkal, 90% didesa
Muara Merang, dan 100% di desa Mangsang.
57

Grafik 2.93
Tingkat Tepat Kelola Bantuan Keterampilan Pemuda

Bantuan keterampilan pemuda tepat kelola?


91.7%
80.0%
50.0%
16.7% 16.7% 0.17 10.0% 10.0% 8.3%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa yaitu Simpang Tungkal, Muara Merang, dan
Mangsang menyatakan bantuan keterampilan pemuda yang diberikan COPI sudah
tepat kelola dengan persentase 66,7% di desa Simpang Tungkal, 90% didesa
Muara Merang, dan 100% di desa Mangsang.

Grafik 2.94
Tingkat Tepat Waktu Bantuan Keterampilan Pemuda

Bantuan keterampilan pemuda tepat waktu?


80%
67% 67%
0.33 25%
10% 10% 8%

0%
Simpang 0%
Tungkal Muara Merang Mangsang
Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa yaitu Simpang Tungkal, Muara


Merang, dan Mangsang menyatakan bantuan keterampilan pemuda yang
diberikan COPI sudah tepat waktu dengan persentase 67% di desa Simpang
Tungkal, 90% didesa Muara Merang, dan 75% di desa Mangsang. Terdapat 33%
masyarakat di desa Simpang Tungkal yang menyatakan bahwa bantuan
keterampilan pemuda masih tidak tepat waktu.

Penerima CSR, Elfatria Rora berhubungan dengan perusahaan sejak


mengikuti pelatihan dasar kecantikan. Tidak mengetahui berapa jumlah biaya
bantuan karena hanya mengikuti pelatihan tentang dasar-dasar kecantikan.
58

Berlangsung selama tiga hari. Ia mengembangkan keterampilannya dalam rangka


usaha rias pengantin.

Proses keterlibatan dalam CSR, pertama pihak perusahaan ke Kades


meminta tiga warga desa yang berminat dan berbakat untuk dilatih dasar-dasar
kecantikan. Kepala Desa menyampaikan dan menyeleksi warga sesuai kriteria
minat dan bakat juga sudah mempunyai basic. Pelatihan diselenggarakan di
Sungai Lilin, dan seluruh biaya ditanggung perusahaan. Setelah pelatihan,
membuka salon dan berjalan. Setahun kemudian pihak COPI datang memeriksa
usaha, tidak ada masalah. Selanjutnya, sudah setengah tahun belum ada
pemeriksaan lagi. Usaha khusus salon saat ini justeru kurang aktif, tetapi yang
dikembangkan adalah usaha rias pengantin. Kegiatan ini tetap memanfaatkan
kemampuan dasar kecantikan yang diperoleh dari kursus di Lilin itu.

Selain pelatihan dasar kecantikan, warga Mangsang mendapatkan pula


keterampilan seperti perbengkelan yang sudah berkembang, dan pelatihan service
HP.

Salah satu pemilik bengkel, Jumari sudah berhasil mengembangkan


bengkelnya dengan omzet sekitar Rp. 1.000.000,- per hari. Ia juga sudah
membuka lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan dua orang karyawan di
bengkelnya.

PELATIHAN KETERAMPILAN DASAR MIGAS BAGI MASYARAKAT


Grafik 2.95
Jumlah Penerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas Bagi Masyarakat

Keterampilan dasar migas


24
19 20

6 6

Simpang Tungkal Muara


0 Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Salah satu bantuan yang diberikan dari pihak COPI kepada masyarakat adalah
bantuan berupa pelatihan keterampilan dasar migas bagi masyarakat. Masyarakat
59

di desa Simpang Tungkal yang menerima bantuan sebesar 24%, di desa Mangsang
sebesar 23% sedangkan masyarakat di desa Muara Merang tidak ada yang
menerima bantuan pelatihan dasar migas dari COPI (0%).

Grafik 2.96
Penerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas Bagi Masyarakat

Penerima bantuan keterampilan migas


0.67 0.67

0.33 0.33

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Desa yang menerima bantuan pelatihan dasar migas yaitu Simpang Tungkal dan
desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan ini diterima oleh seluruh penduduk
desa dengan persentase 67% di desa Simpang Tungkal dan desa Mangsang.

Grafik 2.97
Waktu Menerima Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas Bagi Masyarakat

Kapan menerima bantuan keterampilan dasar migas


0.5

0.33 0.33 0.33


S etiap Bulan 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu Lainnya
0.17 0.17 0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal, sebagian besar responden (50%) menyatakan bahwa


bantuan keterampilan migas ini diterima setiap tahun sedangkan di desa
Mangsang sebagian menjawab setiap tahun menerima bantuan 33% namun
sebagian lain menjawab lainnya (33%).
60

Grafik 2.98
Frekuensi Menerima Bantuan
Pelatihan Keterampilan Dasar Migas Bagi Masyarakat

Frekuensi menerima bantuan keterampilan dasar migas


0.5
0.33 0.33 0.33 0.33
0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Sering Sering
Kadang-Kadang Sangat Jarang

Masyarakat di desa Simpang Tungkal sebagian besar menjawab bahwa frekuensi


bantuan keterampilan migas yang diberikan sering dengan persentase 50% namun
33% masyarakat menjawab jarang. Sedangkan di desa Mangsang sebagian
masyarakat 33,3% menjawab sangat sering namun sisanya menjawa kadang-
kadang dan jarang.
Grafik 2.99
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan
Pelatihan Keterampilan Dasar Migas Bagi Masyarakat

Tingkat kepuasan
1 penerima
2 bantuan keterampilan
3 dasar migas
0.67
0.5
0.33 0.25 0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Sebagian besar masyarakat di desa yang menerima bantuan berupa pelatihan


keterampilan dasar migas menyatakan puas dengan bantuan sebesar 67%
masyarakat di desa Simpang Tungkal dan 50% masyarakat di desa Mangsang
menyatakan puas.
Tabel 2.18
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan
Pelatihan Keterampilan Dasar Migas Bagi Masyarakat
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
61

DESA SIMPANG TUNGKAL


Sangat Puas 0
Puas 4 - Dapat ilmu, pengalaman dan wawasan dari
pelatihan itu, karena mendidik, apalagi gas ini
berbahaya, jadi lebih waspada
Biasa Saja 2 - Jarang diadakan.
- Kalaupun terampil tidak bisa bekerja di COPI
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas
Puas 2 - Mengetahui bahaya migas
- Banyak manfaatnya
Biasa saja 1 - Tidak mengikuti secara langsung
Tidak puas 1 - Pelatihan seperti ini harus sering diadakan agar
masyarakat ingat
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.100
Tingkat Tepat Guna Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas

Bantuan keterampilan
2 dasar migas tepat
3 guna?
1 1 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Simpang Tungkal dan desa Mangsang yang menerima
bantuan pelatihan keterampilan dasar migas menyatakan bahwa bantuan sudah
tepat guna.
62

Grafik 2.101
Tingkat Tepat Sasaran Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas

Bantuan keterampilan2dasar migas tepat


3 sasaran?
1 1 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Simpang Tungkal dan desa Mangsang yang menerima
bantuan pelatihan keterampilan dasar migas menyatakan bahwa bantuan sudah
teapt sasaran.
Grafik 2.102
Tingkat Tepat Kelola Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas

Bantuan keterampilan
2 dasar migas tepat
3 kelola?
1 1
0.83

0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal dan desa Mangsang yang
menerima bantuan pelatihan keterampilan dasar migas menyatakan bantuan sudah
tepat kelola sebesar 83% di desa Simpang Tungkal dan 100% di desa Mangsang.

Tabel 2.103
Tingkat Tepat Waktu Bantuan Pelatihan Keterampilan Dasar Migas

Bantuan keterampilan
2 migas tepat3 waktu?
1 1
0.83
Tepat Sangat Tidak Tepat

0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


63

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal dan desa Mangsang yang
menerima bantuan pelatihan keterampilan dasar migas menyatakan bantuan sudah
tepat waktu sebesar 83% di desa Simpang Tungkal dan 100% di desa Mangsang.

PEMBANGUNAN JALAN DESA


Grafik 2.104
Jumlah Penerima Bantuan Pembangunan Jalan Desa

Pembangunan jalan desa


100% 96%
77%

23%
4%

Simpang
0% Tungkal Muara Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

COPI juga memberikan bantuan berupan pembangunan jalan desa. Dari


responden yang did wawancara diketahui bahwa 4% masyarakat di desa Muara
Merang dan 23% masyarakat di desa Mangsang yang merasa menerima bantuan
pembangunan jalan desa. Sedangkan desa Simpang Tungkal tidak menerima
bantuan pembangunan jalan desa.

Grafik 2.105
Penerima Bantuan Pembangunan Jalan Desa

Penerima bantuan pembangunan jalan desa


100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Lainnya

Seluruh masyarakat yang menerima bantuan pembangunan jalan desa menyatakan


bahwa bantuan ini diberikan dan diterima oleh seluruh penduduk desa.

Grafik 2.106
Waktu Menerima Bantuan Pembangunan Jalan Desa
64

Kapan menerima bantuan


2 2 2 2 2pembangunan
2 3 3 3 jalan
3 3 3desa
1 1 1 1 1 1 1
0.83
5 thn yg lalu Lainnya

0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat yang menerima bantuan pembangunan jalan desa


menyatakan bahwa bantuan diterima sekitar 5 tahun yang lalu. 100% masyarakat
di desa Muara Merang dan 83% masyarakat di desa Mangsang menyatakan ini.

Grafik 2.107
Frekuensi Menerima Bantuan Keterampilan Migas

Frekuensi menerima bantuan


2 pembangunan
3 jalan desa
1 100%

Sering Kadang-Kadang
50% Sangat Jarang
0.33
0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Bantuan pembangunan jalan desa yang diterima sekitar 5 tahun yang lalu
sehingga masyarakat mempersepsikan bantuan ini dengan frekuensi kadang-
kadang diterima dengan persentase menjawab kadang-kadang adalah 100% di
desa Muara Merang dan 50% di desa Mangsang.

Grafik 2.108
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Jalan Desa

Tingkat kepuasan penerima


2 bantuan pembangunan
3 jalan desa
1 100%

50%
0.33
0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas
65

Sebagian besar masyarakat di desa Muara Merang dan Mangsang menyatakan


puas dengan bantuan pembangunan jalan desa dengan persentase puas 100% di
desa Muara Merang dan 50% di desa Mangsang.

Tabel 2.19
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Jalan Desa
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 0
Biasa Saja 0
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 1 - Melancarkan transportasi warga
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 3 - Bisa memperlancar perekonomian warga
- Memperlancar transportasi warga
Biasa saja 2 - Sekarang jalan sudah agak rusak
Tidak puas 1 - jalan sudah rusak
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.109
Tingkat Tepat Guna Bantuan Pembangunan Jalan Desa

Bantuan pembangunan jalan tepat guna?


100%
0.83
Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


66

Sebagian besar masyarakat di desa Muara Merang dan desa Mangsang


menyatakan bahwa bantuan pembangunan jalan desa sudah tepat guna dengan
persentase 100% di desa Muara Merang dan 83% di desa Mangsang.

Grafik 2.110
Tingkat Tepat Sasaran Bantuan Pembangunan Jalan Desa

Bantuan pembangunan
2 jalan desa tepat
3 sasaran?
1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di desa Muara Merang dan desa Mangsang menyatakan bahwa
bantuan pembangunan jalan desa sudah tepat sasaran.

Grafik 2.111
Tingkat Tepat Kelola Bantuan Pembangunan Jalan Desa

Bantuan pembangunan
2 jalan desa tepat
3 kelola?
1 100%
67%
0.17 0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di desa Muara Merang dan Mangsang menyatakan


bahwa pembangunan jalan desa sudah tepat kelola dengan persentase 100%
masyarakat di desa Muara Merang dan 66,7% di desa Mangsang.

Grafik 2.112
Tingkat Tepat Waktu Bantuan Pembangunan Jalan Desa
67

Bantuan pembangunan
2 jalan desa tepat
3 waktu?
1 100.0%
66.7%

0.17 0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Bias a S aja S angat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di desa Muara Merang dan Mangsang menyatakan


bahwa pembangunan jalan desa sudah tepat waktu dengan persentase 100%
masyarakat di desa Muara Merang dan 66,7% di desa Mangsang.

PEMBANGUNAN SARANA OLAHRAGA


Grafik 2.113
Jumlah Penerima Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Bantuan sarana olahraga


71%
56% 58%
44% 42%
29%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Berdasarkan grafik diatas diperoleh informasi bahwa sebagian besar masyarakat


di 3 desa merasakan bantuan dari pihak COPI berupa bantuan sarana olahraga.
Sebesar 56% masyarakat Simpang Tungkal, 29% di desa Muara Merang dan 58%
di desa Mangsang menyatakan menerima bantuan berupa sarana olahraga.

Grafik 2.114
Penerima Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Penerima bantuan sarana olahraga


79% 86% 87%

21% 14% 13%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya
68

Sebagian besar masyarakat di 3 desa menyatakan bahwa bantuan sarana olahraga


diberikan dan diterima oleh seluruh penduduk desa dengan persentase 79% di
desa Simpang Tungkal, 86% di desa Muara Merang dan 87% di desa Mangsang.

Grafik 2.115
Waktu Menerima Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Kapan menerima bantuan sarana olahraga


86%
S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu

50% 43%
0.36 0.36
5 thn
7% yg lalu Lainnya
0.07 0.07 14%
0.14

Simpang Tungkal
0 Muara 0Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal sebagian besar masyarakat 50% menyatakan bahwa


bantuan diterima 1 tahun yang lalu, didesa Mangsang 43% juga menyatakan
menerima bantuan 1 tahun yang lalu. Sedangkan di desa Muara Merang 86%
masyarakat menyatakan menerima bantuan setiap tahun.

Grafik 2.116
Frekuensi Menerima Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Frekuensi menerima bantuan sarana olahraga


71% 60%
50%
14% 0.1421%0.14 0.2 14%0.13
7%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan desa Muara Merang sebagian besar
menyatakan bahwa bantuan sarana olah raga tergolong sering diberikan dengan
persentase di Simpang Tungkal 50% dan Muara Merang 71% sedangkan
masyarakat di desa Mangsang sebagian besar menyatakan jarang dengan
persentase 60%.
69

Grafik 2.117
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Tingkat kepuasan penerima


2 bantuan sarana
3 olahraga
1 100.0%
78.6% 69.2%
0.07 0.14 0.15 0.15

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Masyarakat di 3 desa sebagian besar merasakan puas dengan bantuan sarana


olahraga dari pihak COPI terdapat 78,6% masyarakat di Simpang Tungkal, 100%
masyarakat di Muara Merang, dan 69,2% masyarakat di desa Mangsang
menyatakan puas dengan bantuan sarana olahraga yang telah diberikan.

Tabel 2.20
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 11 - Perlengkapan dan sarana olahraga jadi lebih
lengkap dan bagus
- Pemuda jadi lebih punya kegiatan positif dengan
berolahraga dan berkumpul
- Bisa dipakai seluruh masyarakat untuk
kebersamaan di acara-acara tertentu
Biasa Saja 1 - Lapangan futsal untuk laki-laki saja, perempuan
tidak bisa
Tidak Puas 2 - Diambil alih oleh pribadi, masyarakat mesti bayar
ke pribadi saja
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 7 - Meningkatkan prestasi olahraga
- Membantu kalau ada pertandingan
- Warga dapat menonton warga bermain
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
70

Puas 9 - Anak-anak bisa berolahraga


- Warga menjadi sehat
- Bermanfaat untuk yang hobi berolahraga
- Pemuda bisa memanfaatkan sarana olahraga
- Warga rajin berolahraga dan punya kegiatan
Biasa saja 2 - Tidak semua orang dapat menggunakan lapangan
olahraga tersebut
- Lapangan futsal tidak ada atap. Jadi kaki
kepanasan, kalau hujan mengelupas
Tidak puas 2 - Orangyang mengelola lapangan tersebut tidak
benar
- Peralatan masih kurang
- Tidak ada lampu untuk bermain di malam hari
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.118
Tingkat Tepat Guna Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Bantuan sarana olahraga tepat guna?


100.0%
85.7%
64.3%

0.07 0.07 0.07 0.14 0.14

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa menyatakan bahwa bantuan sarana olahraga


sudah tepat guna dengan persentase 86,7% di desa Simpang Tungkal, 100% di
desa Muara Merang, dan 78,6% di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan
sudah tepat guna.
Grafik 2.119
Tingkat Tepat Sasaran Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Bantuan sarana
2 olahraga tepat sasaran?
3
1 100%
79% 79%

0.07 0.14 0.07 0.14

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat
71

Sebagian besar masyarakat di 3 desa menyatakan bahwa bantuan sarana olahraga


sudah tepat sasaran dengan persentase 79% di desa Simpang Tungkal, 100% di
desa Muara Merang, dan 79% di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan
sudah tepat sasaran.

Grafik 2.120
Tingkat Tepat Kelola Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Bantuan sarana
2 olahraga tepat3kelola?
1 100%
50% 0.36 43%
0.14 0.29 0.29

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa menyatakan bahwa bantuan sarana olahraga


sudah tepat kelola dengan persentase 50% di desa Simpang Tungkal, 100% di
desa Muara Merang, dan 43% di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan
sudah tepat kelola.
Grafik 2.121
Tingkat Tepat Waktu Bantuan Pembangunan Sarana Olahraga

Bantuan sarana
2 olahraga tepat 3waktu?
1 100% 86% 71%
14% 0.07 21%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa menyatakan bahwa bantuan sarana


olahraga sudah tepat waktu dengan persentase 100% di desa Simpang Tungkal,
86% di desa Muara Merang, dan 71% di desa Mangsang menyatakan bahwa
bantuan sudah tepat waktu.
72

Di desa Simpang Tungkal, lahan tempat berdirinya lapangan futsal berada


di tanah milik bapak Matjuni. Menurut bapak Matjuni, ia sudah mewakafkan
lahan tersebut. Saat ini, apabila ada yang ingin bermain futsal di malam hari harus
membayar uang pengganti biaya solar untuk mesin genset agar lampu bisa
menyala. Menurut bapak Matjuni, biaya penggantian solar tersebut seikhlasnya
saja. Sementara jika bermain pada siang hari tidak ada biaya apa pun.
Di desa Mangsang, warga tidak bisa bermain di malam hari karena tidak
ada lampu penerangan. Sehingga mereka lebih memilih untuk bermain di siang
hari meskipun kepanasan ataupun kehujanan karena lapangan ini tidak memiliki
atap.

RENOVASI POSKESDES
Grafik 2.122
Jumlah Penerima Bantuan Pembangunan Renovasi Poskesdes

Renovasi Poskesdes
96% 92% 100%

4% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang 0%


Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Bantuan dari pihak COPI berupa renovasi poskesdes hanya diterima oleh sebagian
kecil masyarakat di 3 desa. Hanya 3% masyarakat Simpang Tungkal, 8%
masyarakat Muara Merang yang merasa menerima bantuan renovasi poskesdes
sedangkan masyarakat Mangsang tidak menerima bantuan berupa renovasi
poskesdes.

BANTUAN KURSI UNTUK GEDUNG SERBAGUNA


Grafik 2.123
Jumlah Penerima Bantuan Kursi Untuk Gedung Serbaguna
73

Bantuan Kursi untuk gedung serbaguna


96% 96% 100%

4% 4%

Simpang Tungkal Muara Merang 0%


Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Bantuan dari pihak COPI berupa kursi untuk gedung serbaguna hanya diterima
oleh sebagian kecil masyarakat di 3 desa. Hanya 4% masyarakat Simpang
Tungkal, 4% masyarakat Muara Merang yang merasa menerima bantuan kursi
untuk gedung serbaguna sedangkan masyarakat Mangsang tidak menerima
bantuan berupa kursi untuk gedung serbaguna.

BANTUAN PENERANGAN JALAN UMUM


Grafik 2.124
Jumlah Penerima Bantuan Penerangan Jalan Umum

Bantuan penerangan jalan umum


100% 96% 100%

4%

Simpang
0% Tungkal Muara Merang 0%
Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Bantuan dari pihak COPI berupa penerangan jalan umum hanya diterima oleh
sebagian kecil masyarakat di 3 desa. Hanya 4% masyarakat Muara Merang yang
merasa menerima bantuan sedangkan masyarakat Simpang Tungkal dan
Mangsang tidak menerima bantuan berupa penerangan jalan umum.

PERTEMUAN RESMI DENGAN PIHAK COPI


Grafik 2.125
Pertemuan Resmi Dengan COPI
74

Pertemuan Resmi dengan COPI


68% 73%
67%

32% 33%
27%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Sebagian masyarakat di 3 desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang


menyatakan pernah mendapat pertemuan resmi dengan pihak COPI. Sebanyak
32% masyarakat di Simpang Tungkal, 33 % masyarakat Muara Merang, dan 27%
masyarakat Mangsang menerima pertemuan resmi dengan pihak COPI.

Grafik 2.126
Jumlah Pertemuan Resmi Dengan COPI

Peserta pertemuan resmi dengan COPI


87.5%0.86
0.63
37.5%
12.5%0.14

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a S ekelompok Orang
Keluarga Lainnya

Di desa Simpang Tungkal sebagian besar masyarakat (62,5%) menyatakan peserta


pertemuan dengan COPI adalah sekelompok orang. Di desa Mangsang juga
masyarakat 85,7% menyatakan bahwa peserta pertemuan dengan COPI adalah
sekelompok orang. Sedangkan di desa Muara Merang sebagian besar masyarakat
(87,5%) menyatakan bahwa peserta pertemuan dengan COPI adalah seluruh
penduduk desa.
Grafik 2.127
Waktu Pertemuan Dengan Pihak COPI
75

Kapan menghadiri pertemuan resmi COPI


0.5
S etiap
0.43 Tahun S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu

29% 29% 29%


25%
25%

4 thn yg lalu 14% 0.14


5 thn yg lalu 14%14%
Lainnya 14%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal sebagian besar masyarakat (50%) menyatakan bahwa


pertemua dengan pihak COPI diadakan setiap tahun. Di desa Mangsang sebagian
besar masyarakat (43%) menyatakan bahwa pertemuan resmi dengan COPI
diadakan setiap bulan. Sedangkan di desa Muara Merang, masyarakat
memberikan jawaban yang bervariasi, persentase paling tinggi yaitu 3 tahun yang
lalu dan menjawab lainnya (29%).

Grafik 2.128
Frekuensi Pertemuan Dengan COPI

Frekuensi menghadiri pertemuan resmi COPI


62.5% 57.1%
37.5%
50.0% 42.9%
0.13 12.5%
12.5% 12.5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal (50%) dan di desa


Mangsang (57,1%) menyatakan bahwa frekuensi pertemuan dengan pihak COPI
adalah kadang-kadang. Sedangkan di desa Muara Merang sebagian besar
masyarakat menyatakan sering (62,5%) menghadiri pertemuan resmi COPI.

Grafik 2.129
Tingkat Kepuasan Pertemuan Resmi Dengan COPI
76

Tingkat
1 Kepuasan peserta
2 pertemuan
3 resmi COPI
87.5%
75.0% 66.7%

12.5%0.13 12.5%0.17 16.7%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa penelitian merasakan puas dengan


adanya acara pertemuan resmi dengan pihak COPI. Sebesar 75% masyarakat di
Simpang Tungkal, 87,5% masyarakat di Muara Merang dan 66,7% masyarakat di
desa Mangsang menyatakan puas.

Tabel 2.21
Alasan Tingkat Kepuasan Pertemuan Resmi Dengan COPI
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 6 - Dengan bertemu bisa memecahkan masalah,
menyampaikan keluhan
- Mengetahui program perusahaan
- Sebagai ajang silaturahmi
- Memperbanyak pengalaman
- Masyarakat jadi dapat motivasi
Biasa Saja 1 - Jarang mengikuti
Tidak Puas 1 - Masih bingung mau bertemu siapa dan kemana
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas
Puas 7 - Akomodasi dijamin
- Dapatbersilahturahmi
- Dapat mengetahui program COPI
- Ada pembinaan dan sambutan yang baik
Biasa saja 1 - Tidak tahu
Tidak puas
Sangat tidak puas
DESA MANGSANG
Sangat puas
Puas 4 - Mendapat ilmu
- Memberi pengarahan selama ada di lapangan
- Dapat memecahkan masalah yang ada
77

- Bisa mengetahui program COPI


- Bisa bersilaturahmi
Biasa saja 1 - Bisa mengetahui program COPI
Tidak puas 1 - Pertemuan ini sifatnya hanya untuk kepentingan
perusahaan dan bukan untuk kepentingan warga
Sangat tidak puas

Grafik 2.130
Tingkat Tepat Guna Pertemuan Resmi Dengan COPI

Pertemuan Resmi dengan COPI tepat


83%
guna?
75% 63%
25% 25% 0.17 13%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa penelitian merasakan adanya acara


pertemuan resmi dengan pihak COPI sudah tepat guna. Sebesar 75% masyarakat
di Simpang Tungkal, 63% masyarakat di Muara Merang dan 83% masyarakat di
desa Mangsang menyatakan sudah tepat guna.

Grafik 2.131
Tingkat Tepat Sasaran Pertemuan Resmi Dengan COPI

Pertemuan Resmi dengan COPI tepat sasaran?


100.0%
75.0% 62.5%
12.5% 12.5%
12.5% 12.5% 12.5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa penelitian merasakan adanya acara


pertemuan resmi dengan pihak COPI sudah tepat sasaran. Sebesar 75%
masyarakat di Simpang Tungkal, 62,5% masyarakat di Muara Merang dan 100%
masyarakat di desa Mangsang menyatakan sudah tepat sasaran.

Grafik 2.132
78

Tingkat Tepat Kelola Pertemuan Resmi Dengan COPI

Pertemuan resmi COPI tepat kelola?


100.0%
75.0% 75.0%

12.5% 12.5% 12.5% 12.5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa penelitian merasakan adanya acara


pertemuan resmi dengan pihak COPI sudah tepat kelola. Sebesar 75% masyarakat
di Simpang Tungkal, 75% masyarakat di Muara Merang dan 100% masyarakat di
desa Mangsang menyatakan sudah tepat kelola.

Grafik 2.133
Tingkat Tepat Waktu Pertemuan Resmi Dengan COPI

Pertemuan resmi COPI tepat waktu?


100.0%
75.0% 62.5%
12.5% 12.5% 12.5% 25.0%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa penelitian merasakan adanya acara


pertemuan resmi dengan pihak COPI sudah tepat waktu. Sebesar 75% masyarakat
di Simpang Tungkal, 62,5% masyarakat di Muara Merang dan 100% masyarakat
di desa Mangsang menyatakan sudah tepat guna.

KEGIATAN SOSIALISASI DARI COPI


Grafik 2.134
Kegiatan Sosialisasi Dari COPI
79

Sosialisasi COPI
56.0% 62.5% 57.7%
44.0% 37.5% 42.3%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Sebagian masyarakat di ketiga desa tempat penelitian menerima sosialisasi dari


pihak COPI. Berdasarkan hasil wawancara terdapt 44% masyarakat Simpang
Tungkal, 37,5% masyarakat Muara Merang dan 42,3% masyarakat di desa
Mangsang yang menerima sosialisasi dari COPI.

Grafik 2.135
Penerima Kegiatan Sosialisasi Dari COPI

Peserta Sosialisasi COPI


73%
56% 55%
0.45 44%
27%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a S ekelompok Orang Lainnya

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal (73%) dan masyarakat


Muara Merang (56%) menyatakan bahwa sosialisasi dari COPI diberikan untuk
seluruh penduduk desa. Sedangkan di desa Mangsang 55% masyarakat
menyatakan bahwa sosialisasi COPI diberikan untuk sekelompok orang.

Grafik 2.136
Waktu Menerima Kegiatan Sosialisasi Dari COPI
80

Kapan menghadiri sosialisasi COPI


63.6%
S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu
50.0%
44.4%

25.0%
0.25
22.2% 22.2%
5 thn yg lalu11.1%Lainnya
0.090.09 9.1% 9.1%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa tempat penelitian menyatakan bahwa


sosialisasi COPI diadakan dan dihadiri setiap tahun. Berdasarkan hasil
wawancara, sebanyak 50% masyarakat Simpang Tungkal, 44,4% masyarakat
Muara Merang, dan 63,6% masyarakat Mangsang menyatakan menghadiri
sosialisasi COPI setiap tahun.
Grafik 2.137
Frekuensi Menerima Kegiatan Sosialisasi Dari COPI

1 70%Frekuensi menghadiri
2 89% sosialisasi
3 COPI 73%
0.3 0.1 11%0.09 18%

Simpang
0%Tungkal Muara Merang Mangsang
Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa sering mendapat


sosialisasi dari pihak COPI. Sebanyak 70% masyarakat di Simpang Tungkal, 89%
masyarakat Muara Merang, dan 73% masyarakat Mangsang yang menyatakan
sering menghadiri sosialisasi dari COPI.
Grafik 2.138
Tingkat Kepuasan Penerima Kegiatan Sosialisasi Dari COPI

1 Tingkat kepuasan
2 peserta Sosialisasi
3 91%COPI
73% 67%
18% 9% 22% 11% 9%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas
81

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa puas mendapat


sosialisasi dari pihak COPI. Sebanyak 73% masyarakat di Simpang Tungkal, 67%
masyarakat Muara Merang, dan 91% masyarakat Mangsang yang menyatakan
puas menghadiri sosialisasi dari COPI.

Tabel 2.22
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Kegiatan Sosialisasi Dari COPI
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 8 - Mendapatkan informasi dari perusahaan
berkenaan apa yang disosialisasikan
- Mendapat hadiah
- Dengan kegiatan ini terlihat kalau perusahaan
peduli dengan masyarakat sekitar tidak hanya ada
saja di sini
- Demi kepentingan bersama di masyarakat itu
sendiri
Biasa Saja 2 - Jarang diadakan
Tidak Puas 2 - Sosialisasinya sebentar, jadi kurang jelas apa yang
disampaikan
- Sering terjadi perselisihan antar anggota PKK
pada saat sosialisasi
- Masalah jadwal sosialisasi.
- Datang kesini ketika mau sosialisasi saja, jadi
terkesan datang ketika ada maunya saja
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 6 - dapat belajar dari apa yang disosialisasikan dan
bersilahturahmi dengan orang COPI
Biasa saja 2 - Jarang mengikuti
Tidak puas 1 - sebaiknya diperbanyak
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas
Puas 11 - Bisa menambah wawasan dan ilmu
- Bisa mengerti apa yang dilakukan atau kebaikan
COPI
- Ada amplop untuk warga yang hadir
- Bisa mengetahui gas dan bahayanya
- COPI selalu melakukan sosialisasi di masyarakat
- Sistemnya giliran diatur oleh kades
82

- Untuk melaporkan kondisi masyarakat


- Silaturahmi menyampaikan aspirasi
- Bisa mengambil manfaat dari apa yang
disosialisasikan
Biasa saja -
Tidak puas 1 - Hanya untuk kepentingan perusahaan
Sangat tidak puas

Grafik 2.139
Tingkat Tepat Guna Sosialisasi COPI

Sosialisasi COPI tepat guna?


100%
82% 67%
11% 9% 0.09 22%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa sosialisasi dari


pihak COPI sudah tepat guna. Sebanyak 82% masyarakat di Simpang Tungkal,
67% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat Mangsang yang
menyatakan sosialisasi dari COPI sudah tepat guna.

Grafik 2.140
Tingkat Tepat sasaran Sosialisasi COPI

Sosialisasi COPI tepat sasaran?


91% 100%
56%
11% 22% 9% 11%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa sosialisasi dari


pihak COPI sudah tepat sasaran. Sebanyak 91% masyarakat di Simpang Tungkal,
56% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat Mangsang yang
menyatakan sosialisasi dari COPI sudah tepat sasaran.
83

Grafik 2.141
Tingkat Tepat Kelola Sosialisasi COPI

Sosialisasi2COPI tepat kelola?


3
1 100% 100%
75%
0.25

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa sosialisasi dari


pihak COPI sudah tepat kelola. Sebanyak 75% masyarakat di Simpang Tungkal,
100% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat Mangsang yang
menyatakan sosialisasi dari COPI sudah tepat kelola.

Grafik 2.142
Tingkat Tepat Waktu Sosialisasi COPI

Sosialisasi COPI tepat waktu?


89% 100%
73%
11% 0.18 0.09

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa sosialisasi dari


pihak COPI sudah tepat waktu. Sebanyak 73% masyarakat di Simpang Tungkal,
89% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat Mangsang yang
menyatakan sosialisasi dari COPI sudah tepat sasaran.

DONASI SOSIAL
Grafik 2.143
Jumlah Bantuan Donasi Sosial
84

Donasi Sosial
76% 88%
50% 50%
24% 13%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian mendapat bantuan berupa


donasi sosial. Sebanyak 76% masyarakat di desa Simpang Tungkal, 88%
masyarakat di desa Muara Merang dan 50% masyarakat di desa Mangsang yang
menerima bantuan donasi sosial.

Grafik 2.144
Penerima Bantuan Donasi Sosial

Penerima donasi sosial


79% 76%
62%

21% 15% 23%


5% 5% 5% 10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a S ekelompok Orang Keluarga
Perorangan Lainnya

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal (79%) dan masyarakat di


desa Mangsang (62%) menyatakan bahwa bantuan berupa donasi sosial diberikan
untuk seluruh penduduk desa. Sedangkan di desa Muara Merang sebagian besar
masyarakat (76%) menyatakan bahwa bantuan donasi sosial di berikan ke
sekelompok orang.
Grafik 2.145
Waktu Menerima Bantuan Donasi Sosial

Kapan menerima donasi sosial


84% 81% 85%

S etiap Tahun S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 4 thn yg lalu Lainnya

5%5%11%
0.085% 5% 5% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


85

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan bahwa


bantuan donasi sosial diterima masyarakat setiap tahun. 84% masyarakat di desa
Simpang Tungkal, 81% masyarakat di Muara Merang, dan 85% masyarakat di
desa Mangsang menyatakan bahwa menerima bantuan donasi sosial setiap tahun.

Grafik 2.146
Frekuensi Menerima Bantuan Donasi Sosial

Frekuensi menerima donasi sosial


92%
68% 71%
11% 16% 5% 5% 14% 5% 5% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang 0% Mangsang


Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan bahwa


bantuan donasi sosial diterima masyarakat dengan frekuensi sering. 68%
masyarakat di desa Simpang Tungkal, 71% masyarakat di Muara Merang, dan
92% masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa menerima bantuan donasi
sosial dengan frekuensi sering.

Grafik 2.147
Tingkat Kepuasan Bantuan Donasi Sosial

Tingkat kepuasan penerima donasi sosial


68% 75%
62%

21% 14% 14% 10%


5% 5% 8% 8% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Puas Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan puas dengan


bantuan donasi sosial diterima masyarakat. 68% masyarakat di desa Simpang
Tungkal, 62% masyarakat di Muara Merang, dan 75% masyarakat di desa
Mangsang menyatakan bahwa puas menerima bantuan donasi sosial.
86

Tabel 2.23
Tingkat Kepuasan Bantuan Donasi Sosial
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 1 - Sering diberi donasi dan sumbangan
Puas 13 - Kegiatan jadi terbantu
- Acara-acara yang diadakan bisa terlaksana,
misalnya, acara pengajian dan HUT RI
- Hadiah yang akan diberikan jadi banyak
Biasa Saja 1 - Pembagiannya kurang merata
Tidak Puas 4 - Proposal sering tidak ada kabar lagi
- Bantuan yang diberikan kadang tidak sesuai
dengan permintaan.
- Yang mengajukan hanya pak RT, dan sering tidak
tepat sasaran
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 3 - Setiap permohonan disetujui dan cepat direspon
Puas 13 - Banyak bantuan yang bermanfaat
- Membuat suasana meriah
Biasa saja 3 - Tidak terlalu paham
- Tidak tahu proposal apa saja yang disetujui
Tidak puas 2 - Bantuan yang diberikan tidak langsung dan
belumtentu dibantu
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 1 - Membantu masyarakat
Puas 9 - Meringankan beban desa dengan adanya hadiah
- Hiburan untuk masyarakat
- Membantu masyarakat
- COPI selalu memberi bantuan pada perayaan hari
besar
- Warga turut bergembira
- Warga ikut menikmati bantuan
- Warga merasa diperhatikan oleh perusahaan
- Peringatan HUT RI meriah
Biasa saja 1 - Secara pribadi tidak terlalu menikmati
Tidak puas 1 - Seharusnya perusahaan tahu kebutuhan warga
tanpa perlu ada proposal
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.148
Tepat Guna Bantuan Donasi Sosial
87

Donasi sosial tepat guna? 92%


74% 86%

5% 16% 0.05 5% 10% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan bantuan


donasi sosial diterima masyarakat sudah tepat guna. Sebanyak 74% masyarakat di
desa Simpang Tungkal, 86% masyarakat di Muara Merang, dan 92% masyarakat
di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan donasi sosial sudah tepat guna.

Grafik 2.149
Tepat Guna Bantuan Donasi Sosial

Donasi Sosial
95%tepat sasaran?92%
68%

0.11 16% 0.05 5% 0.08

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan bantuan


donasi sosial diterima masyarakat sudah tepat sasaran. Sebanyak 68% masyarakat
di desa Simpang Tungkal, 95% masyarakat di Muara Merang, dan 92%
masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan donasi sosial sudah
tepat sasaran.
Grafik 2.150
Tepat Guna Bantuan Donasi Sosial

Donasi Sosial
90% tepat kelola? 92%
72%
0.11 17% 0.08 10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


0%
Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat
88

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan bantuan


donasi sosial diterima masyarakat sudah tepat kelola. Sebanyak 72% masyarakat
di desa Simpang Tungkal, 90% masyarakat di Muara Merang, dan 92%
masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan donasi sosial sudah
tepat kelola.

Grafik 2.151
Tepat WaktuBantuan Donasi Sosial

Donasi sosial tepat waktu?


90% 100%
68%
0.11 16% 0.05 10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di 3 desa tempat penelitian menyatakan bantuan


donasi sosial diterima masyarakat sudah tepat waktu. Sebanyak 68% masyarakat
di desa Simpang Tungkal, 90% masyarakat di Muara Merang, dan 100%
masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa bantuan donasi sosial sudah
tepat waktu.

PEMBANGUNAN MASJID
Grafik 2.152
Jumlah Bantuan Pembangunan Masjid

Pembangunan masjid
64% 71%
50% 50%
36% 29%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima
89

Salah satu bentuk bantuan yang diberikan pihak COPI yaitu bantuan
pembangunan masjid. Berdasarkan hasil wawancara kepada masyarakat, diketahui
bahwa di desa Simpang Tungkal 36% masyarakat merasa menerima bantuan
pembangunan masjid, di desa Mangsang 50% masyarakat menerima bantuan
pembangunan masjid sedangkan di mUara Merang 71% masyarakat menyatakan
menerima bantuan pembangunan masjid.

Grafik 2.153
Penerima Bantuan Pembangunan Masjid

Penerima bantuan pembangunan masjid


100% 100%
89%

0.11

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal, Muara Merang dan


Mangsang menyatakan bahwa penerima bantuan pembangunan masjid adalah
seluruh penduduk desa dengan persentase 89% masyarakat di Simpang Tungkal
dan 100% masyarakat di Muara Merang dan Mangsang.

Grafik 2.154
Waktu Menerima Bantuan Pembangunan Masjid

Kapan menerima bantuan pembangunan masjid


29% 29% 31%31%
Setiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu
22% 22%22%22%
18%
15%
11% 12%
Lainnya 6% 6% 8% 8% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


90

Masyarakat menjawab cukup bervariasi terhadap waktu penerimaan bantuan


pembangunan masjid. Di desa Simpang Tungkal masyarakat ada yang menjawab
setiap tahun hingga 4 tahun yang lalu. Di desa Muara Merang sebagian
masyarakat menjawab setiap tahun dan 1 tahun yang lalu dan didesa Mangsang
juga menjawab sebagian besar setiap tahun dan 1 tahun yang lalu.

Grafik 2.155
Frekuensi Bantuan Pembangunan Masjid

Frekuensi menerima bantuan pembangunan masjid


0.67
47% 46%
22% 24% 29% 23% 31%
11%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Sering Sering
Kadang-Kadang Sangat Jarang

Sebagian besar masyarakt di 3 desa tempat penelitian menyatakan menerima


bantuan berupa pembangunan masjid dengan frekuensi sering. Di desa Simpang
Tungkal sebanyak 89%, di desa Muara Merang 47%, dan di desa Mangsang
sebanyak 46% yang menjawab sering menerima bantuan pembangunan masjid.

Grafik 2.156
Tingkat Kepuasan Menerima Bantuan Pembangunan Masjid

Tingkat kepuasan penerima


94%
bantuan pembangunan masjid
89%
54%
6% 0.11 0.23 15% 0.08

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Puas Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas
91

Sebagian besar masyarakat menyatakan puas dengan bantuan pembangunan


masjid yang diberikan oleh COPI. Sebanyak 89% masyarakat di desa Simpang
Tungkal, 94% masyarakat di desa Muara Merang, dan 54% masyarakat di desa
Mangsang yang menyatakanpuas dengan bantuan pembangunan masjid oleh
COPI.
Tabel 2.24
Alasan Tingkat Kepuasan Menerima Bantuan Pembangunan Masjid
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 8 - COPI sering membantu, masyarakat jadi nyaman
beribadah, peralatan jadi lengkap
Biasa Saja 1 - Jarang dibantu
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 1 - Permintaan bantuan dipenuhi
Puas 16 - Kenyamanan dalam beribadah
- Masjid jadi lebih baik
Biasa saja
Tidak puas
Sangat tidak puas
DESA MANGSANG
Sangat puas 2 - Sarana beribadah jadi lebih baik
- COPI mudah membantu warga dan tepat waktu
Puas 7 - Dulu lantai biasa sekarang keramik
- Untuk sarana beribadah
- Kenyamanan beribadah
- Desa tidak perlu mengeluarkan dana untuk
material
- Material untuk bangunan masjid disediakan COPI
- COPI paling banyak membantu untuk masjid
Biasa saja 1 - Bantuan masih kurang
Tidak puas 3 - Bantuan tidak lancar
- Bantuan tidak merata
Sangat tidak puas

Grafik 2.157
Tepat Guna Bantuan Pembangunan Masjid
92

Pembangunan masjid tepat guna?


89% 85%
65%
35%
0.11 0.15

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bantuan pembangunan masjid yang


diberikan oleh COPI sudah tepat guna. Sebanyak 89% masyarakat di desa
Simpang Tungkal, 35% masyarakat di desa Muara Merang, dan 100% masyarakat
di desa Mangsang yang menyatakan bantuan pembangunan masjid oleh COPI
sudah tepat guna.

Grafik 2.158
Tepat Sasaran Bantuan Pembangunan Masjid

Pembangunan masjid tepat sasaran?


100%
85%
59%
35%
6% 15%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bantuan pembangunan masjid yang


diberikan oleh COPI sudah tepat sasaran. Sebanyak 100% masyarakat di desa
Simpang Tungkal, 94% masyarakat di desa Muara Merang, dan 100% masyarakat
di desa Mangsang yang menyatakan bantuan pembangunan masjid oleh COPI
sudah tepat sasaran.
Grafik 2.159
Tepat Kelola Bantuan Pembangunan Masjid
93

Pembangunan masjid tepat kelola?


100%
65% 77%
24% 6% 6% 15% 8%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bantuan pembangunan masjid yang


diberikan oleh COPI sudah tepat kelola. Sebanyak 100% masyarakat di desa
Simpang Tungkal, 89% masyarakat di desa Muara Merang, dan 92% masyarakat
di desa Mangsang yang menyatakan bantuan pembangunan masjid oleh COPI
sudah tepat kelola.
Grafik 2.160
Tepat Waktu Bantuan Pembangunan Masjid

Bantuan pembangunan
82%
masjid tepat85%
waktu?
78%

12% 0.11 11% 8% 0.08 6%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat menyatakan bantuan pembangunan masjid


yang diberikan oleh COPI sudah tepat waktu. Sebanyak 78% masyarakat di desa
Simpang Tungkal, 82% masyarakat di desa Muara Merang, dan 85% masyarakat
di desa Mangsang yang menyatakan bantuan pembangunan masjid oleh COPI
sudah tepat waktu.
Di desa Simpang Tungkal, Fisik masjid dibangun masa Gulf, lalu disusul
bantuan pelengkap dari COPI seperti pagar, peralatan jam dinding, ambal
(karpet), salon (sound-system). Melalui BDI dibangunkan pula Taman Pendidikan
Al-Quran (TPA) yang dipakai pada sore hari, sedangkan pagi untuk PAUD. Pada
bulan puasa ada Safari Ramadan, dan Idul Adha ada kurban. Prosesnya diminta
mengajukan proposal, mereka melakukan cek ke lapangan dan meminta untuk
didampingi agar terarah.
94

Di desa Mangsang, dahulu tidak ada masjid karena yang lama tinggal
puing-puing. Diusulkan pembuatan mushalla pada Kepala Desa, Kepala Desa
mengusulkan kepada perusahaan yang kemudian mengabulkannya. Selanjutnya
atas bantuan perusahaan, mushalla diperluas menjadi masjid, juga dengan
pagarnya. Perusahaan membantu pula menyemarakkan kegiatan bulan puasa
dengan Safari Ramadan yang semua biaya ditanggung perusahaan. Perusahaan
juga memasang fasilitas air untuk masyarakat desa di dekat masjid.
Setiap lebaran Idul Adha ada bantuan berupa kurban yang dimanfaatkan
oleh seluruh warga desa. Bantuan seperti masjid, adalah usulan dari warga melalui
Kepala Desa yang meneruskannya ke pihak perusahaan. Selanjutnya, untuk
kontrol terhadap pembangunan sampai selesai dilakukan oleh pihak perusahaan.
Sekarang masjid dipakai warga desa. Karyawan perusahaan di sekitar sini juga
memanfaatkan masjid itu.
Di desa Muara Merang, masjid mendapat bantuan material pembangunan,
dan terakhir mendapatkan seperangkat sound-system.

PEMBANGUNAN GORONG-GORONG
Grafik 2.161
Jumlah Penerima Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

Pembangunan gorong-gorong
100% 100%
81%

19%

Simpang
0% Tungkal Muara
0% Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Desa tempat penelitian yang menerima bantuan pembangunan gorong-gorong


adalah desa Mangsang dengan 19% masyarakat yang menyatakan menerima
95

bantuan berupa pembangunan gorong-gorong. Sedangkan desa Simpang Tungkal


dan Muara Merang tidak menerima bantuan pembangunan gorong-gorong.
Grafik 2.162
Penerima Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

Penerima bantuan pembangunan gorong-gorong


0.8

0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Sebanyak 80% masyarakat desa Mangsang yang menerima bantuan berupa


pembangunan gorong-gorong menyatakan bahwa bantuan pembangunan gorong-
gorong diberikan dan diterima oleh seluruh penduduk desa.

Grafik 2.163
Waktu Menerima Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

Kapan
1 1menerima
1 1 bantuan
2 2 2pembangunan
2 3 3gorong-gorong
3 3
0.4 0.4

0.2 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu 5 thn yg lalu

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat 80% di desa Mangsang menyatakan menerima


bantuan pembangunan gorong-gorong sekitar 3-4 tahun yang lalu.

Grafik 2.164
Frekuensi Menerima Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong
96

Frekuensi
1 menerima bantuan
1 2 2 pembangunan
3 gorong-gorong
3
0.6
0.4

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Kadang-Kadang Sangat Jarang

Masyarakat desa Mangsang yang menyatakan menerima bantuan pembangunan


gorong-gorong dengan frekuensi jarang (60%).

Grafik 2.165
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

Tingkat kepuasan
1 penerima bantuan
2 pembangunan
3 gorong-gorong
0.8

0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Puas Sangat Tidak Puas

Sebanyak 80% masyarakat di desa Mangsang menyatakan kepuasan yang biasa


saja dari bantuan pembangunan gorong-gorong.

Tabel 2.25
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 0
Biasa Saja 0
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 0
97

Sangat tidak puas 0


DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 1 - Sangat bermanfaat untuk jalan umum warga
Biasa saja 4 - Secara estetika menarik
- Untuk saluran air
- Gorong-gorong hanya di dekat perusahaan
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.166
Tepat Guna Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

Pembangunan gorong-gorong tepat guna?


0.6

0.2 0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 80% masyarakat di desa Mangsang menyatakan pembangunan gorong-


gorong sudah tepat guna.
Grafik 2.167
Tepat Sasaran Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

Pembangunan gorong-gorong tepat sasaran?


0.4 0.4

0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 80% masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa pembangunan


gorong-gorong sudah tepat sasaran.

Grafik 2.168
Tepat Kelola Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong
98

1Pembangunan gorong-gorong
2 tepat
3 kelola?
0.8

0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 80% masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa pembangunan


gorong-gorong sudah tepat kelola.

Grafik 2.169
Tepat Waktu Bantuan Pembangunan Gorong-Gorong

1Pembangunan gorong-gorong
2 tepat
3 waktu?
0.8

0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 80% masyarakat di desa Mangsang menyatakan bahwa pembangunan


gorong-gorong sudah tepat waktu.

PEMBANGUNAN SUMUR AIR BERSIH


Grafik 2.170
Jumlah Penerima Bantuan Pembangunan Sumur Air Bersih

Sarana air bersih


80% 77%
58%
42%
20% 23%

Simpang tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima
99

Masyarakat desa yang paling banyak merasakan menerima bantuan berupa sarana
air bersih dari COPI yaitu desa Mangsang 77% sedangkan masyarakat desa yang
paling sedikit menerima bantuan sarana air bersih adalah desa Simpang Tungkal
sebesar 20%. Sedangkan di Muara Merang sebanyak 58% masyarakat yang
menerima sarana air bersih.
Grafik 2.171
Penerima Bantuan Pembangunan Sumur Air Bersih

Penerima bantuan sarana air bersih


93% 89%
60%
40%

0.05 7% 5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Perorangan Lainnya

Di desa Muara Merang dan Mangsang sebagian besar masyarakat menyatakan


bahwa seluruh penduduk desa yang diberikan dan menerima bantuan sarana air
bersih dengan persentase 93% di desa Muara Merang dan 89% di desa Mangsang.
Sedangkan di desa Simpang Tungkal lebih banyak masyarakat yang menyatakan
bahwa penerima bantuan sarana air bersih adalah sekelompok orang (60%).

Grafik 2.172
Waktu Menerima Bantuan Pembangunan Sumur Air Bersih

Kapan menerima bantuan sarana air bersih


64%
60%
S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu

35%

20%20%
14%
5 thn yg lalu 0.15
Lainnya 15% 14%
7% 10%10%10%
0.05

Simpang
0% Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal dan Muara Merang sebagian besar masyarakat


menyatakan menerima bantuan berupa sarana air bersih sekitar 5 tahun yang lalu.
100

Sedangkan di desa Mangsang sebagian besar menyatakan menerima bantuan


sekitar 1-2 tahun yang lalu.
Grafik 2.173
Frekuensi Menerima Bantuan Pembangunan Sumur Air Bersih

1Frekuensi
60%
menerima
2 bantuan
64%
sarana
3 air bersih
50%
0.2 20%29% 0.25 20%
7% 5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Di desa Simpang Tungkal, 60% masyarakat menyatakan menerima bantuan


dengan frekuensi kadang-kadang sedangkan di desa Muara Merang 69%
masyarakat menyatakan jarang dan di desa Mangsang sekitar 50% masyarakat
menyatakan jarang menerima bantuan sarana air bersih ini.

Grafik 2.174
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Sumur Air Bersih

Tingkat kepuasan penerima bantuan sarana air bersih


71% 60%
40%40%
0.2 25%
7% 5% 14% 7% 10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Puas Puas Biasa Saja
Tidak Puas Sangat Tidak Puas

Masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Mangsang sebagian besar


merasa puas dengan bantuan sarana air bersih dengan persentase 40% di desa
Simpang Tungkal dan 60% di desa Mangsang sedangkan di desa Muara Merang
sebagian besar masyarakat merasa tidak puas yaitu sebesar 71%.

Tabel 2.26
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pembangunan Sumur Air Bersih
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 2 - Tersedianya fasilitas air bersih
101

Biasa Saja 2 - Pembagian lokasi tidak merata


Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 1 - Sumurnya sedikit dan sudah rusak
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 1
Puas 2 - Tidak berjalan
Biasa saja 1 - Tidak terawat
Tidak puas 10 - Mesin pompa air hilang
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 1 - Memenuhi kebutuhan air bersih warga
Puas 12 - Masyarakat bisa menggunakan air bersih
- Bermanfaat untuk masjid
- Masyarakat sekitar terbantu untuk mandi dan
mencuci
- Warga terbantu pada saat musim kemarau
- Dimanfaatkan masyarakat banyak
- Warga tidak sulit mencari air bersih
- Warga bisa berwudhu
Biasa saja 2 - Sumur tidak berfungsi meskipun dibutuhkan
warga
- Kualitas air masih kurang
Tidak puas 5 - Sumur tidak berfungsi
- Airnya kuning
- Sumur bor masih kurang untuk penduduk desa
- Air tidak mencukupi bagi kebutuhan seluruh
warga
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.175
Tepat Guna Bantuan Pembangunan Sarana Air Bersih

Sarana air bersih tepat guna?


80%
60%
35% 24%
12% 12% 20% 20%
5% 15%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa bantuan sarana air
bersih sudah tepat guna dengan persentase 80% masyarakat Simpang Tungkal
102

yang menyatakan, 47% masyarakat Muara Merang dan 80% masyarakat di desa
Mangsang.

Grafik 2.176
Tepat Sasaran Bantuan Pembangunan Sarana Air Bersih

Sarana air bersih tepat sasaran?


60% 57% 65%
40%
14% 14% 15% 14% 15%
5%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa bantuan sarana air
bersih sudah tepat sasaran dengan persentase 60% masyarakat Simpang Tungkal
yang menyatakan, 71% masyarakat Muara Merang dan 80% masyarakat di desa
Mangsang.
Grafik 2.177
Tepat Kelola Bantuan Pembangunan Sarana Air Bersih

Sarana air bersih tepat kelola?


71%
60%
40% 40%
30%
20% 21%
7% 5% 5%

Simpang 0%
Tungkal Muara Merang
0% Mangsang
Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa bantuan sarana air
bersih sudah tepat kelola dengan persentase 80% masyarakat Simpang Tungkal
yang menyatakan, 29% masyarakat Muara Merang dan 65% masyarakat di desa
Mangsang. Namun, di desa Muara Merang lebih banyak masyarakat yang
menyatakan bahwa bantuan sarana air bersih masih tidak tepat kelola sebanyak
71%.
103

Grafik 2.178
Tepat Waktu Bantuan Pembangunan Sarana Air Bersih

Bantuan sarana air bersih tepat waktu?


80% 79% 74%

20% 14% 5% 16%


0.05 7%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat
Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa bantuan


sarana air bersih sudah tepat waktu dengan persentase 80% masyarakat Simpang
Tungkal yang menyatakan, 79% masyarakat Muara Merang dan 74% masyarakat
di desa Mangsang.
Di desa Muara Merang, bantuan yang paling dibutuhkan warga adalah
bantuan sarana air bersih. Memang sempat diadakan sarana air bersih, namun
bantuan tersebut tidak dipergunakan lagi karena mesin pompa air hilang sehingga
warga tidak bisa mempergunakan bantuan tersebut.
Di desa Mangsang, bantuan bersih ditempatkan hanya di beberapa titik,
diharapkan keberadaan sumur lebih banyak lagi sehingga warga tidak kekurangan
air bersih. Bagi pengguna sumur bor, di jalan sosial, dikenakan infaq sebesar Rp.
1.000,- per jeriken, dimaksudkan untuk biaya pengelolaan air bersih. Di Jalan
Sosial, debit dan kualitas air dari sumur bor menurun sejak tiga bulan dikelola
oleh warga.Sejak dikelola warga, pihak ConoCOPIllips tidak lagi memeriksa
sumur bor tersebut.
Di dusun 1, sudah ada bantuan sumur air bersih tetapi kualitas airnya jelek.
Sehingga warga jarang mempergunakan bantuan tersebut. Menurut warga,
bantuan PAM berupa pipa ke rumah-rumah warga dianggap lebih bermanfaat.
104

RENOVASI GEDUNG SEKOLAH


Grafik 2.179
Jumlah Penerima Bantuan Renovasi Gedung Sekolah

Renovasi gedung sekolah


60% 54% 62%
40% 46% 38%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Menerima Tidak Menerima

Pihak COPI juga memberikan bantuan berupa renovasi gedung sekolah. Sebanyak
40% masyarakat desa Simpang Tungkal, 46% masyarakat Muara Merang, dan
38% masyarakat Mangsang menyatakan menerima bantuan renovasi gedung
sekolah dari COPI.
Grafik 2.180
Penerima Bantuan Renovasi Gedung Sekolah

Penerima bantuan renovasi sekolah


55% 60%
50% 50% 45% 40%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Sebagian besar masyarakat di ketigas desa menyatakan bahwa bantuan renovasi


sekolah diberikan kepada seluruh penduduk desa.

Grafik 2.181
Waktu Mnerima Bantuan Renovasi Gedung Sekolah
105

Kapan menerima bantuan renovasi sekolah


70%
S etiap Bulan 1 thn yg lalu 2 thn yg lalu 3 thn yg lalu 4 thn yg lalu
55%
40%
0.3
20% 18%0.2
5 thn yg lalu Lainnya
9% 0.1 9%9% 10%

Simpang
0% T0%
ungkal Muara Merang Mangsang
0% 0%

Sebagian besar masyarakat diketiga desa menyatakan menerima bantuan renovasi


gedung sekolah sekitar 1 tahun yang lalu denga persentase masyarakat yang
menyatakan 70% masyarakat desa Simpang Tungkal, 55% masyarakat Muara
Merang, dan 40% masyarakat Mangsang.

Grafik 2.182
Frekuensi Menerima Bantuan Renovasi Gedung Sekolah

Frekuensi menerima bantuan renovasi sekolah


55%50% 50%40%
30%20% 27%18%
10%

Simpang Tungkal
0% Muara Merang
0% Mangsang
Sangat Sering Sering Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang

Di desa Simpang Tungkal (50%) dan Muara Merang (55%) sebagian besar
masyarakat menyatakan sering menerima bantuan renovasi gedung sekolah
sedangkan di desa Mangsang 90% masyarakat menyatakan kadang-kadang dan
jarang.
Grafik 2.183
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Renovasi Gedung Sekolah

Tingkat kepuasan penerima bantuan renovasi sekolah


100%
91% 89%

Sangat Puas Biasa Saja Sangat Tidak Puas

9% 0.11

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


106

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa tempat penelitian merasa puas dengan
bantuan renovasi sekolah dengan persentase 100% masyarakat Simpang Tungkal,
91% masyarakat Muara Merang, dan 89% masyarakat Mangsang menyatakan
puas dengan bantuan yang diberikan.

Tabel 2.27
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Renovasi Gedung Sekolah
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 10 - Anak-anak mendapatkan fasilitas pendidikan
yang aman dan nyaman saat belajar
- Sekolah jadi layak pakai
Biasa Saja 0
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 1 - Meningkatkan pendidikan di sekolah
Puas 10 - Bermanfaat untuk siswa
- Sekolah jadi lebih baik
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 8 - Bantuan bagus, tetapi jika terus-terusan
pemerintah jadi lalai
- Berguna untuk sarana belajar masyarakat
- Sekolah jadi bagus
- Menambah fasilitas pendidikan
- Anak bersekolah merasa aman dan nyaman
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.184
Tepat Guna Bantuan Renovasi Gedung Sekolah
107

Bantuan renovasi sekolah tepat guna?


90% 90%
73%
27%
10% 10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa tempat penelitian merasa bantuan


renovasi sekolah sudah tepat guna dengan persentase 100% masyarakat Simpang
Tungkal, 100% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat Mangsang
menyatakan bantuan yang diberikan sudah tepat guna.

Grafik 2.185
Tepat Sasaran Bantuan Renovasi Gedung Sekolah

Bantuan renovasi sekolah tepat sasaran?


90% 100%
73%

27%
10%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa tempat penelitian merasa bantuan


renovasi sekolah sudah tepat sasaran dengan persentase 100% masyarakat
Simpang Tungkal, 100% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat
Mangsang menyatakan bantuan yang diberikan sudah tepat sasaran.

Grafik 2.186
Tepat Kelola Bantuan Renovasi Gedung Sekolah
108

Bantuan renovasi sekolah tepat kelola?


90% 82% 90%

10% 0.1 18%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa tempat penelitian merasa bantuan


renovasi sekolah sudah tepat kelola dengan persentase 100% masyarakat
Simpang Tungkal, 100% masyarakat Muara Merang, dan 90% masyarakat
Mangsang menyatakan bantuan yang diberikan sudah tepat kelola.

Grafik 2.187
Tepat Waktu Bantuan Renovasi Gedung Sekolah

Bantuan renovasi sekolah tepat waktu


90% 100%
82%

10% 18%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa tempat penelitian merasa bantuan


renovasi sekolah sudah tepat waktu dengan persentase 100% masyarakat
Simpang Tungkal, 100% masyarakat Muara Merang, dan 100% masyarakat
Mangsang menyatakan bantuan yang diberikan sudah tepat waktu.

PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU SEKOLAH


Grafik 2.188
Jumlah Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah
109

Pelatihan keterampilan guru


92% 92% 96%

8% 8% 4%
Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Sebagian masyarakat di ketiga desa tempat penelitian merasa menerima bantuan


pelatihan keterampilan guru. Di desa Simpang Tungkal sebanyak 8%, di desa
Muara Merang 8% dan di desa Mangsang sebanyak 4 % yang menerima bantuan.

Grafik 2.189
Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Penerima bantuan 2pelatihan keterampilan


3 guru
1 100% 100%

50% 50%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Keluarga Lainnya

Di desa Simpang Tungkal yang menerima bantuan pelatihan keterampilan guru


alah 100% sekelompok orang sedangkan di desa Mangsang menyatakan 100%
perorangan. Di desa Muara Merang sebagian masyarakat menyatakan sekelompok
orang dan sisanya perorangan.
Grafik 2.190
Waktu Menerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Kapan menerima bantuan


2 2 2 pelatihan
2 keterampilan
3 3 3 3 guru
1 1 1 1 1100%1

4 thn yg lalu 5 thn yg lalu Lainnya

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


110

Di desa Simpang Tungkal 100% masyarakat menyatakan menerima bantuan


pelatihan keterampilan guru 3 tahun yang lalu, di desa Muara Merang menerima
bantuan 5 tahun yang lalu, sedangkan di desa Mangsang 100% menjawab lainnya.

Grafik 2.191
Frekuensi Menerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Frekuensi menerima bantuan


2 2 pelatihan keterampilan
3 3 guru
1 1 1

50% Kadang-Kadang
50% 50% Jarang
50% Sangat Jarang

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal, Muara Merang, dan Mangsang sebagian besar


masyarakat menerima bantuan pelatihan keterampilan guru dengan frekuensi
kadang-kadang dan jarang.

Grafik 2.192
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Tingkat kepuasan penerima bantuan pelatihan keterampilan guru


100% 1
0.5 0.5

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Puas Puas
Biasa Saja Sangat Tidak Puas

Di desa Simpang Tungkal dan Muara Merang masyarakat kebanyakan merasa


puas dengan bantuan pelatihan keterampilan guru sedangkan di desa Mangsang
100% masyarakat tidak puas dengan bantuan pelatihan keterampilan guru.

Tabel 2.28
111

Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah


Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 1 - Meningkatkan mutu dan keterampilan guru
Biasa Saja 1 - Anak buta aksara, masyarakat tidak bisa membaca
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 2 - Menambah wawasan dan keterampilan
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 0
Biasa saja 0
Tidak puas 1 - Sebaiknya diadakan secara rutin agar ilmu yang
didapat bertambah
Sangat tidak puas 0

Grafik 2.193
Tepat Guna Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Bantuan keterampilan guru tepat guna?


100% 1 1

Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Semua masyarakat yang menjadi responden penelitian menyatakan bahwa


bantuan pelatihan keterampilan guru sudah tepat guna.

Grafik 2.194
Tepat Sasaran Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah
112

Bantuan pelatihan keterampilan guru tepat sasaran?


100% 1 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat yang menjadi responden penelitian menyatakan bahwa


bantuan pelatihan keterampilan guru sudah tepat sasaran.

Grafik 2.195
Tepat Kelola Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Pelatihan keterampilan guru tepat kelola?


1 1

0.5 0.5

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Tepat Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di desa Muara Merang dan di desa Mangsang yang menjadi


responden penelitian menyatakan 100% bahwa bantuan sudah tepat kelola.
Sedangkan di desa Simpang Tungkal hanya 50% masyarakat yang menyatakan
bantuan sudah tepat kelola.

Grafik 2.196
Tepat Waktu Penerima Bantuan Keterampilan Guru Sekolah

Pelatihan Keterampilan guru tepat waktu?


100% 1
0.5 0.5

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Biasa Saja Sangat Tidak Tepat

Masyarakat di desa Muara Merang dan di desa Mangsang yang menjadi


responden penelitian menyatakan 100% bahwa bantuan sudah tepat waktu.
113

Sedangkan di desa Simpang Tungkal hanya 50% masyarakat yang menyatakan


bantuan sudah tepat waktu.

KAMPANYE KESEHATAN DAN SADAR GIZI


Grafik 2.197
Jumlah Penerima Bantuan Kampanye Kesehatan dan Sadar Gizi

Kampanye kesehatan dan sadar gizi


96% 81%
76%
24% 19%
4%
Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Pihak COPI juga melakukan kampanye kesehatan dan sadar gizi di 3 desa tempat
penelitian. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa 24% masyarakat di
desa Simpang Tungkal, 4% masyarakat di desa Muara Merang dan 19%
masyarakat di desa Mangsang yang menyatakan menerima kampanye kesehatan
dan sadar gizi dari COPI.

Grafik 2.198
Jumlah Penerima Bantuan Kampanye Kesehatan dan Sadar Gizi

Penerima kampanye sadar gizi dan kesehatan


1 100%
0.5 50%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Di desa Simpang Tungkal, 100% masyarakat menyatakan bahwa penerima


bantuan adalah seluruh penduduk desa, di desa Muara Merang 100% menyatakan
penerima adalah sekelompok orang sedangkan di desa Mangsang sebagian
menjawab seluruh penduduk desa dan sebagian menjawab sekelompok orang.
114

Grafik 2.199
Jumlah Penerima Bantuan Kampanye Kesehatan dan Sadar Gizi

Kapan menerima kampanye sadar gizi dan kesehatan


Setiap Bulan 1 thn yg 100%
lalu 2 thn yg lalu 4 thn yg lalu 5 thn yg lalu

33% 0.33 0.4


Lainnya0.170.20.17 0.2 20%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal, masyarakat menyatakan menerima kampanye sehat


dan sadar gizi setiap tahun dan sekitar 1 tahun yang lalu (66%), di desa Muara
Merang masyarakat menjawab setiap tahun, sedangkan di desa Mangsang
masyarakat menjawab bervariasi dari setiap tahun hingga lainnya.

Grafik 2.200
Jumlah Penerima Bantuan Kampanye Kesehatan dan Sadar Gizi

Frekuensi menerima kampanye


2 sadar gizi
3 dan kesehatan
1 100%

60%
50%Sering Kadang-Kadang Jarang Sangat Jarang

0.170.170.17 0.2 0.2

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat di ketiga desa menyatakan bahwa menerima


kampanye sehat dan sadar gizi dari pihak COPI dengan frekuensi sering.
Persentase masyarakat menjawab sering 50% di desa Simpang Tungkal, 100% di
desa Muara Merang, dan 60% di desa Mangsang.

Grafik 2.201
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Kampanye Kesehatan dan Sadar Gizi
115

Tingkat kepuasan penerima kampanye kesehatan dan sadar gizi


0.83 0.8

0.2 0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Puas Puas Sangat Tidak Puas

Sebagian besar masyarakat merasa puas dengan kampanye sehat dan sadar gizi
dari pihak COPI dengan persentase 83% masyarakat di Simpang Tungkal dan
80% masyarakat di desa Mangsang.

Tabel 2.29
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Kampanye Kesehatan dan Sadar Gizi
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas -
Puas 5 - Selain kampanye, juga dibantu alat kesehatannya juga
- Bertambahnya ilmu pengetahuan tentang kesehatan bagi
masyarakat
- Masyarakat jadi lebih waspada dini dalam menjaga
kesehatan
- Terciptanyalingkungan yang sehat
Biasa Saja 1 - Jarang diadakan
Tidak Puas
Sangat tidak puas
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 1 - Baik bagi kesehatan warga
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MANGSANG
Sangat puas 1
Puas 5 - Banyak diajarkan ilmu kesehatan
- Menambah wawasan masyarakat
- Kampanye tentang kabut asap dan pembagian masker
Biasa saja 0
Tidak puas 0
Sangat tidak puas 0
116

Grafik 2.202
Tepat Guna Penerima Bantuan Kampanye Sehat Dan Sadar Gizi

Kampanye kesehatan dan sadar gizi tepat guna?


100% 100%
83%

0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di ketiga desa tempat penelitian menyatakan bahwa kampanye


sehat dan sadar gizi dari COPI sudah tepat guna.

Grafik 2.203
Tepat Sasaran Penerima Bantuan Kampanye Sehat Dan Sadar Gizi

Kampanye sadar gizi dan kesehatan


100% 100%
83%

0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat di ketiga desa tempat penelitian menyatakan bahwa kampanye


sehat dan sadar gizi dari COPI sudah tepat guna

Grafik 2.204
Tepat Kelola Penerima Bantuan Kampanye Sehat Dan Sadar Gizi
117

Kampanye sadar
2 gizi dan kesehatan
3
1 100% 100%
83%
Tepat Sangat Tidak Tepat
0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal, Muara Merang dan


Mangsang menyatakan bahwa kampanye sehat dan sadar gizi sudah tepat kelola
dengan persentase masyarakat yang menyatakan 83% masyarakat Simpang
Tungkal, 100% masyarakat Muara Merang, 100% masyarakat Mangsang.

Grafik 2.205
Tepat Waktu Penerima Bantuan Kampanye Sehat Dan Sadar Gizi

Kampanye sadar
2 gizi dan kesehatan
3
1 100% 100%
67%
Tepat Biasa Saja Sangat Tidak Tepat
0.17 0.17

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebagian besar masyarakat di desa Simpang Tungkal, Muara Merang dan


Mangsang menyatakan bahwa kampanye sehat dan sadar gizi sudah tepat waktu
dengan persentase masyarakat yang menyatakan 83% masyarakat Simpang
Tungkal, 100% masyarakat Muara Merang, 100% masyarakat Mangsang.

PELATIHAN PEMADAM KEBAKARAN


Grafik 2.206
Jumlah Penerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Pelatihan pemadam kebakaran


96% 96% 100%

4% 4%

Simpang Tungkal Muara Merang 0%


Mangsang
Menerima Tidak Menerima
118

Hanya sebagian kecil masyarakat di ketiga desa yang menerima bantuan pelatihan
pemadam kebakaran. Sebanyak 4% masyarakat di Simpang Tungkal dan 4%
masyarakat di Muara Merang sedangkan di desa Mangsang tidak menerima
bantuan pelatihan pemadam kebakaran.
Grafik 2.207
Penerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Penerima pelatihan pemadam kebakaran


1 100%

S eluruh Penduduk Des a Lainnya

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Bantuan pelatihan pemadam kebakaran di desa Simpang Tungkal diberikan dan


diterima seluruh penduduk desa sedangkan di desa Muara Merang diterima oleh
sekelompok orang.
Grafik 2.208
Waktu Menerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Kapan menerima pelatihan pemadam kebakaran


100% 1

1 thn yg lalu 5 thn yg lalu

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Di desa Simpang Tungkal bantuan diberikan sekitar 2 tahun yang lalu sedangkan
di desa Muara Merang bantuan diberikan setiap tahun.

Grafik 2.209
Frekuensi Menerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran
119

Frekuensi menerima2pelatihan
2 pemadam
3 kebakaran
3
1 1 100% 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Kadang-Kadang Sangat Jarang

Masyarakat kebanyakan menganggap bantuan pelatihan pemadam kebakaran ini


diberikan kadang dan jarang oleh pihak COPI.

Grafik 2.210
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Tingkat kepuasan penerima


2 pelatihan pemadam
3 kebakaran
1 1

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Puas

Sebanyak 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal menyatakan puas dengan


bantuan pelatihan pemadam kebakaran.

Tabel 2.30
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas 0
Puas 1 - Bisa mengetahui cara-cara memadamkan api yang
benar
Biasa Saja 0
Tidak Puas 0
Sangat tidak puas 0
DESA MUARA MERANG
Sangat puas 0
Puas 1 - Menambah wawasan warga mengenai
pemadaman api
Biasa saja 0
Tidak puas 0
120

Sangat tidak puas 0


DESA MANGSANG
Sangat puas 0
Puas 0 -
Biasa saja 0 -
Tidak puas 0 -
Sangat tidak puas 0
Grafik 2.211
Tingkat Tepat Guna Penerima Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Pelatihan pemadam
2 kebakaran tepat
3 guna?
1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Muara Merang
yang diwawancarai menyatakan bahwa pelatihan pemadam kebakaran sudah tepat
guna.
Grafik 2.212
Tepat Sasaran Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Pelatihan pemadam 2kebakaran tepat 3sasaran?


1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Muara Merang
yang diwawancarai menyatakan bahwa pelatihan pemadam kebakaran sudah tepat
sasaran.
Grafik 2.213
Tepat Kelola Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran
121

Pelatihan pemadam2 kebakaran tepat3 kelola?


1 100% 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Muara Merang
yang diwawancarai menyatakan bahwa pelatihan pemadam kebakaran sudah tepat
kelola.
Grafik 2.214
Tepat Waktu Bantuan Pelatihan Pemadam Kebakaran

Pelatihan pemadam2 kebakaran tepat3 waktu?


1 100% 100%

Sangat Tidak Tepat

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebanyak 100% masyarakat di desa Simpang Tungkal dan di desa Muara Merang
yang diwawancarai menyatakan bahwa pelatihan pemadam kebakaran sudah tepat
waktu.

BANTUAN BUKU DAN TAS SEKOLAH


Grafik 2.215
Jumlah Penerima Bantuan Buku dan Tas Sekolah

Bantuan buku dan tas sekolah


100% 100%
88%
Menerima Tidak Menerima

13%

Simpang
0% Tungkal Muara Merang 0%
Mangsang

Hanya terdapat 13% masyarakat di desa Muara Merang yang menerima bantuan
berupa buku dan tas sekolah dari pihak COPI.
122

Grafik 2.216
Penerima Bantuan Buku dan Tas Sekolah

1 Bantuan buku2 dan seragam sekolah


3
67%
33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Keluarga Lainnya

Masyarakat yang menerima bantuan berupa buku dan tas sekolah di desa Muara
Merang menyatakan bahwa penerima bantuan adalah sekelompok orang dan
perorangan.
Grafik 2.217
Waktu Menerima Bantuan Buku dan Tas Sekolah

Kapan
1 1 1menerima bantuan
2 2 2 buku dan3 tas
3 sekolah
3
67%

3 thn yg lalu Lainnya


33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Masyarakat di desa Muara Merang yang menerima bantuan buku dan tas sekolah
menyatakan menerima bantuan 2-4 tahun yang lalu.

Grafik 2.218
Penerima Bantuan Buku dan Tas Sekolah

Frekuensi menerima
1 1 33%33%33% 2 bantuan
2 buku dan
3 3tas sekolah

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Kadang-Kadang
Jarang Sangat Jarang
123

Sebagian besar masyarakat di desa Muara Merang menyatakan bahwa mereka


menerima bantuan buku dan tas sekolah dengan frekuensi kadang dan jarang.

Grafik 2.219
Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Buku dan Tas Sekolah

Tingkat kepuasan penerima


2 bantuan buku dan
3 tas sekolah
1 100%

Sangat Tidak Puas

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Semua masyarakat yang menerima bantuan buku dan tas sekolah di desa Muara
Merang merasa puas dengan bantuan yang diberikan.

Tabel 2.31
Alasan Tingkat Kepuasan Penerima Bantuan Buku dan Tas Sekolah
Tingkat kepuasan Jumlah Alasan
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sangat Puas -
Puas -
Biasa Saja -
Tidak Puas -
Sangat tidak puas
DESA MUARA MERANG
Sangat puas
Puas 3 - Kualitas tas dan seragam baik
- Anak memiliki tas baru
Biasa saja
Tidak puas
Sangat tidak puas
DESA MANGSANG
Sangat puas
Puas -
Biasa saja -
Tidak puas -
Sangat tidak puas

Grafik 2.220
124

Tepat Guna Penerima Bantuan Buku Dan Tas Sekolah

Bantuan buku dan tas sekolah tepat guna?


67%

33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tepat Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat yang menerima bantuan buku dan tas sekolah di desa Muara
Merang merasa bantuan yang diberikan sudah tepat guna.

Grafik 2.221
Tepat Sasaran Penerima Bantuan Buku Dan Tas Sekolah

1 Bantuan buku tas


2 sekolah tepat sasaran?
3
67%
33%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Tepat Sangat Tidak Tepat

Sebanyak 67% masyarakat di desa Muara Merang yang mendapat bantuan buku
dan tas sekolah menyatakan bahwa bantuan ini sudah tepat sasaran.

Grafik 2.222
Tepat Kelola Penerima Bantuan Buku Dan Tas Sekolah

Bantuan buku dan 2tas sekolah tepat3kelola?


1 100%

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang


Sangat Tidak Tepat

Semua masyarakat yang menerima bantuan buku dan tas sekolah di desa Muara
Merang merasa bantuan yang diberikan sudah tepat kelola.

Grafik 2.22
Tepat Waktu Penerima Bantuan Buku Dan Tas Sekolah
125

Bantuan
1 buku dan2 tas sekolah tepat
3 waktu?
67%

33% Tepat Sangat Tidak Tepat

Simpang Tungkal Muara Merang Mangsang

Sebanyak 67% masyarakat di desa Muara Merang yang mendapat bantuan buku
dan tas sekolah menyatakan bahwa bantun ini sudah tepat sasaran.

BANTUAN ALAT MUSIK


Grafik 2.220
Jumlah Penerima Bantuan alat Musik

Bantuan alat musik


96% 100% 100%

4%
Simpang Tungkal Muara
0% Merang 0%
Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Hanya sebagian kecil masyarakat yang menerima bantuan alat musik dari COPI
yaitu 4% masyarakat di desa Simpang Tungkal.

TUNJANGAN GURU NGAJI


Grafik 2.221
Jumlah Penerima Bantuan Tunjangan Guru Ngaji
126

Tunjangan guru ngaji


100% 100% 96%

4%

Simpang
0% Tungkal Muara
0% Merang Mangsang
Menerima Tidak Menerima

Hanya sebagian kecil masyarakat yang menerima bantuan tunjangan guru ngaji
dari COPI yaitu 4% masyarakat di desa Mangsang.

2.6 PERSEPSI POSITIF DAN NEGATIF DARI BANTUAN


Tabel 2.32
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Beasiswa
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Untuk membantu masyarakat, 17 Terlalu banyak syarat yang 1
terutama masyarakat kurang harus diurus, misalnya: SKCK,
mampu surat sehat, dll. Sementara itu
semua sudah butuh biaya yang
banyak
Minat belajar jadi bertambah 4 Uang beasiswa tidak 5
karena syarat mendapatkan dipergunakan untuk keperluan
beasiswa nilainya harus tinggi sekolah siswa
Informasi kurang transparan 2
Orang tua banyak berfikir 1
ortodoks, apalagi kalau anaknya
perempuan
Kecemburuan sosisal 1
Desa Muara Merang
127

Membantu biaya pendidikan 14 Kecemburuan sosial 8


siswa yang kurang mampu dan
meringankan beban orang tua
Dapat dipergunakan untuk 1 Beasiswa yang diberikan berupa 1
keperluan sekolah perlengkapan sekolah bukan
dalam bentuk uang
Desa Mangsang
Membantu siswa tidak mampu 9 Kecemburuan sosial 11
yang ingin bersekolah
Meringankan biaya sekolah 4 Beasiswa tidak tepat sasaran 4
Untuk meningkatkan pendidikan 2
anak-anak
Siswa menjadi semakin rajin dan 2
bersemangat ke sekolah
Agar generasi muda menjadi 1
lebih cerdas
Dapat digunakan untuk 1
kepentingan masyarakat

Tabel 2.33
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pembangunan PAUD
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Ada gedung dan siswa tidak 5 Minim fasilitas 1
perlu menumpang belajar lagi
Anak-anak sudah bisa belajar 11 Pemerintah tidak merasa 2
sejak usia dini bertanggung jawab
Anak-anak sudah pandai 3 Perlu tambahan masuk PAUD 3
sebelum masuk SD
Desa Muara Merang
Anak dapat bersekolah / belajar 16 Menambah pengeluaran untuk 1
sejak dini masuk PAUD
Anak-anak mendapatkan 2 Banyak anak yang tidak mau 1
pengajaran sebelum masuk SD bersekolah
Anak jadi cerdas dan mudah 1
128

mengerti
Desa Mangsang
Sarana usia dini sebelum masuk SD 14 Biaya SPP mahal 2
Meningkatkan pendidikan anak 3 PAUD yang sudah ada tidak 1
sedari dini dimanfaatkan
Anak-anak yang masuk SD sudah 2 1
Masuk PAUD perlu biaya
bisa baca, tulis, berhitung dan
tambahan lagi
berinteraksi
Meningkatkan dan mencerdaskan 1 PAUD dialihfungsikan menjadi 1
prestasi anak-anak TPA
Membantu warga memenuhi 1 Orangtua repot mengantar 1
persyaratan masuk SD jemput anak
Anak-anak tetap tidak 1
bersekolah
Uang jajan yang dikeluarkan 1
orangtua menjadi lebih banyak
Terjadi perselisihan antar ibu- 1
ibu di PAUD

Tabel 2.34
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan bibit dan sarana produksi kebun karet
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Menambah penghasilan 14 Pengurusan agak susah karena 2
masyarakat, meningkatkan aturannya ketat
perekomian
Pemanfaatan lahan tidur 2 Bantuan hanya diberikan 4
kepada yang memiliki lahan
yang layak
Penghijauan 1 Bantuannya tidak sampai 2
kecuali ke orang-orang tertentu
saja
129

Mengurangi pengangguran 3 Kecemburuan social 4


Bisa menularkan ilmu ke warga 1
lain
Desa Muara Merang
Meningkatkan perekonomian 10 Adanya kecemburuan sosial 5
dan menyejahterakan warga karena pembagian bantuan tidak
merata
Menghemat biaya untuk 2 Bantuan disalahgunakan 2
membuka kebun karet
Menambah penghasilan jangka 1 Terjadi kegagalan dalam 2
panjang membuka kebun
Tidak tertata 1
Desa Mangsang
Masyarakat bisa berkebun 5 Kecemburuan sosial 7
Membantu meningkatkan taraf Ada pembakaran lahan
4 1
hidup masyarakat
Menambah penghasilan Pemberian bantuan kurang
4 1
transparan
Warga tidak mampu dapat Ada masyarakat tidak
2 1
mengelola kebun karet mendapatkan bantuan
Kebun warga bisa berkembang Penerima bantuan tidak
1 1
mengembalikan bantuan
Untuk kesejahteraan keluarga 1
Bisa membuka lahan 1

Tabel 2.35
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pelatihan koperasi
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Mendapatkan ilmu pengetahuan 7 Jarang diadakan 1
tentang koperasi
Warga bisa mendirikan koperasi 2 Koperasinya tidak jalan 2
secara mandiri
Bisa meminjam modal 9 Kalau salah pemanfaatan, bisa- 1
130

bisa uang dibawa kabur


Bisa menabung 3 Tidak ada kepastian dari 1
masyarakat kapan bisa
mengembalikan pinjaman
Mempermudah masyarakat yang 1 Banyak syarat untuk jadi 3
bertani dalam memasarkan anggota
produknya
Masyarakat suka rusuh dengan 1
petugas koperasi
Kecemburuan sosial 2
Desa Muara Merang
Warga meminjam uang untuk 5 Harga barang mahal 1
modal usaha
Warga bisa membeli sembako 2 Kecemburuan sosial 1
murah
Warga dapat mendirikan 2 Koperasi tidak dikelola dengan 3
koperasi mandiri desa baik
Bisa menjalin kerjasama 2 Sudah ada koperasi dari PT lain 1
Menambah pengetahuan tentang 1 Pedagang warung merasa 1
koperasi tersaingi
Meningkatkan kualitas pengurus 1 Resiko ada yang susah 1
koperasi membayar iurannya
Koperasi hanya papan nama 3
Tergantung pelaksanaannya 1
terkoordinir atau tidak
Desa Mangsang
Warga bisa menyimpan dan 6 Uang yang dipinjam warga 2
meminjam uang di koperasi tidak dikembalikan dan warga
tidak mau membayar hutang
Meningkatkan kesejahteraan 3 Tidak pernah tahu 2
masyarakat
Warga bisa mendapatkan 3 Koperasi tidak berjalan/tidak 2
pinjaman modal usaha ada kegiatan
Bisa membina kelompok 2 Masyarakat tidak bisa 2
ekonomi lemah meminjam uang
Warga bisa mendirikan koperasi 2 Pengelola koperasi tidak pas 1
secara mandiri dan tidak transparan
Menambah wawasan warga 1 Kecemburuan sosial akibat 1
dalam pengelolaan keuangan ketidakadilan dalam penyaluran
dan tentang koperasi pinjaman
Pengelolaan keuangan menjadi 1 Riber mengurusi uang yang 1
lebih teratur tidak ada
Masyarakat menjadi maju 1 Bunga koperasi lebih besar dari 1
bank
131

Tabel 2.36
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pendampingan bisnis lokal
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Membantu peningkatan 15 Pelatihan jarang diadakan 5
pendapatan masyarakat setempat sehingga seringkali gagal atau
tidak berjalan
Menjaga silaturahim dan 1 Banyak masyarakat kurang 1
kekompakan warga paham tekniknya
Masyarakat jadi mandiri 2 Kecemburuan Sosial 4
Membantu jalan terbukanya 7 Pendampingan tidak tepat 2
usaha mandiri sasaran
Desa Muara Merang
Meningkatkan perekonomian 11 Kecemburuan sosial 5
warga
Memberdayakan warga dan 5 Bisnis lokal tidak berjalan 2
membuka lapangan kerja
Meningkatkan kreatifitas 2 Tidak maju karena air di desa 1
ekonomi warga asam (ternak lele)
Terbantu modal 1 Waktu terbuang untuk pelatihan 1
Tidak perlu keluar desa lagi 1 Terbatas. Jika sudah dapat, tidak 1
untuk membeli barang tersebut boleh dapat bantuan lain
Bantuan tidak cocok 1
Desa Mangsang
Menambah kegiatan dan 6 Kecemburuan sosial 6
penghasilan warga
Warga bisa membuka usaha 5 Jika terjadi kegagalan, biaya 1
sendiri tidak kembali
Memberdayakan masyarakat dan 4 Terjadi kesalahpahaman ketika 1
mengurangi pengangguran ada warga yang mendapatkan
bantuan dan ada yang tidak
mendapatkan bantuan
Menunjang perekonomian warga 3 Bibit ikan yang diberikan mati 1
Desa menjadi maju 1 Bantuan tidak tepat sasaran 1
Pembeli di desa tidak usah jauh- 1 Tidak semua warga 1
jauh membeli barang tersebut mendapatkan bantuan
Menambah pengetahuan warga 1 Merepotkan 1

Tabel 2.37
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan
Pendampingan usaha kreatif pemuda dan kelompok perempuan
132

Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla


h h
Desa Simpang Tungkal
Menambah pendapatan dan 6 Modal usaha kurang dan sering 1
kualitas kreatifitas pemuda gagal
Masyarakat mandiri & 2 Sering tidak dimanfaatkan 3
kemandirian desa dengan baik
Memajukan kelompok pemuda 3 Perempuan tidak bisa mengatur 2
dan perempuan waktu antara didalam dan luar
rumah
Mengurangi pengangguran 2 Jika semua orang memiliki 1
usaha yang sama, tidak ada
yang akan menjadi
konsumennya
Menciptakan SDM yang kreatif 5 Kecemburuan sosial 1
Menghasilkan karya yang kreatif 2
Menciptakan lapangan kerja 1
baru
Desa Muara Merang
Menambah keterampilan 4 Dianggap untuk kepentingan 1
pribadi
Menambah penghasilan dan 5 Kecemburuan sosial 4
membuka lapangan kerja
Mengembangkan kelompok 2 Menambah kesibukan 2
perempuan perempuan
Mengurangi pengangguran 2 Adanya pro dan kontra 1
Meningkatkan kreatifitas kaum 4 Jarang ada yang menggunakan 1
pemuda jasa sablon
Desa Mangsang
Mengembangkan keterampilan 6 Ada kecemburuan sosial 3
dan keahlian pemuda dan misalnya ada yang mendapat
kelompok perempuan dan ada yang tidak
mendapatkan bantuan
Mengurangi pengangguran dan 5 Pengguna jasa tidak ada di desa 1
membuka lapangan pekerjaan tersebut
Kelompok muda dan perempuan 4 Kesibukan perempuan jadi 1
jadi mandiri bertambah
Pemuda jadi kreatif 2 Sudah dibantu ternyata usaha 1
tidak berjalan
Meningkatkan ekonomi 2 Ada persaingan antara pemuda 1
masyarakat dan kelompok perempuan
dalam membuka usaha
133

Tabel 2.38
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pelatihan keterampilan pemuda
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Perbaikan ekonomi 1 Pengawasan kurang, sering 1
gagal
Pemuda jadi mandiri dan 3 Bantuan sering tidak 3
berkegiatan positif termanfaatkan
Meningkatkan keterampilan dan 5 Kecemburuan sosial 3
keahlian
Usaha mandiri dan menciptakan 10 Jika semua orang memiliki 1
lapangan kerja baru usaha yang sama, tidak ada
yang akan menjadi
konsumennya
Desa Muara Merang
Warga bisa memperbaiki motor 2 Kecemburuan sosial 5
di bengkel desa
Membuka lapangan kerja dan 5 Bantuan tidak merata 1
menambah penghasilan
Pemuda memiliki keterampilan 5
Warga bisa memanfaatkan jasa 1
tersebut
Desa Mangsang
Menambah pengetahuan, 6 Kecemburuan sosial 3
keahlian dan keterampilan
Membuka lapangan kerja dan 6 Ada persaingan usaha antar 1
bisa membuka usaha sendiri pengelola usaha yang sama
Meningkatkan ekonomi 3 Bengkel merusak lingkungan 1
masyarakat dan menyebabkan polusi udara
Bisa memperbaiki barang sendiri 1
Memajukan warga 1
Pemuda bisa mandiri 1
134

Tabel 2.39
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan
Pelatihan keterampilan dasar migas bagi masyarakat
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Masyarakat jadi mengetahui Percuma dilatih kalau tidak 6
tentang keselamatan dan lebih dipekerjakan, hanya
waspada menjanjikan dan memenuhi
harapan tapi tidak terpakai. Jadi
sia-sia saja kalau tidak
termanfaat
Meningkatkan & melatih Warga malah mencuri minyak 2
keterampilan
Potensi SDM sangat
termanfaatkan
Menghindari bahaya sedini
mungkin
Desa Muara Merang
Menambah pengetahuan dan 11 Bantuan disalahgunakan 1
wawasan warga
Meningkatkan keterampilan 4 Tidak dimanfaatkan dengan 1
baik
Mengetahui area yang ada 1 Negatif, jika tidak dipekerjakan 1
sumur gas di perusahaan
Warga ada kesibukan 1 Tergantung dari yang 2
memanfaatkan
Tidak banyak yang 1
menggunakan gas
Kendala jarak yang jauh 1
Bisa berbahaya 2
Desa Mangsang
Warga mendapatkan 8 Kecemburuan sosial 2
pengetahuan dan keterampilan
tentang dasar migas
Bisa mengantisipasi bahaya 2 SDM belum siap 1
yang ditimbulkan minyak dan
gas
Warga mendapatkan pekerjaan 2 Sudah dilatih tetapi tidak ditarik 1
untuk bekerja
Bagus untuk keamanan warga 1 Salah pengelolaa bisa meledak. 1
135

sendiri COPI dan masyarakat sama-


sama rugi
Warga bisa mendapatkan 1 Bisa membahayakan 1
penghasilan lingkungan sekitar

Tabel 2.40
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pembangunan jalan desa
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Cepat dalam pendistribusian 1 Pemerintah abai terhadap 1
hasil bumi masyarakat tanggungjawab mereka
Jalan jadi bagus dan tidak rusak 9 Kalau dilewati mobil 1
lagi berkapasitas besar nanti cepat
rusak
Kendaraan tidak susah lewat, 10 Banyak yang kebut-kebutan 1
akses transportasi lancar
Mengurangi kecelakaan 1 Dusun di dalam tidak 2
diperhatikan
Membantu masuk ke areal 1
perkebunan
Harga tanah meningkat 1
Daerah bisa berkembang 1
Jumlah penduduk bertambah 1
Desa Muara Merang
Jalan jadi bagus, transportasi 19 Anak muda kebut-kebutan 4
lancar membahayakan anak-anak
Kendaraan mudah melintas 2 Mengambil tanah milik warga 1
Jangkauan bisa cepat 1 Rebutan proyek 1
Kejahatan bisa masuk desa 1
Jalan desa sudah bagus 1
Desa Mangsang
Kelancaran transportasi desa 11 Kebut-kebutan 9
Jalan menjadi bagus (tidak 6 Mengganggu yang lewat 1
berdebu, becek, berlumpur dan
berlubang)
Meningkatkan ekonomi 1 Jalan yang sudah diperbaiki 1
masyarakat tidak dirawat
Warga bisa beraktivitas dengan 1 Ada penyelewengan dana oleh 1
lancar pengelola
Orang sakit dan melahirkan 1
tidak terhambat di jalan
136

Tabel 2.41
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pembangunan sarana olahraga
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Meningkatkan prestasi olahraga 2 Lebih bagus per dusun jangan 1
per desa
Menjadi wadah untuk 2 Jika kualitas bangunannya tidak 1
berkegiatan positif bagus maka akan cepat rusak
Warga jadi lebih rajin 5
berolahraga dan jadi lebih sehat
Menggali potensi generasi muda 2
Desa Muara Merang
Warga bisa berolahraga dan 14 Menggagalkan pekerjaan 1
punya kegiatan
Meningkatkan prestasi olahraga 1 Tawuran 1
Ramai 1 Resiko tidak tepat kelola 1
Polusi suara 1
Desa Mangsang
Anak-anak bisa berolahraga 5 Terjadi pertengkaran/tawuran
untuk kesehatan dan bisa
menjadi sehat
Anak-anak dan pemuda 3 Anak-anak lupa waktu dan lupa
memiliki tempat untuk belajar karena asyik bermain
berolaharaga
Anak-anak bisa merasakan 1 Anak-anak merusak fasilitas
berolahraga di lapangan yang yang sudah ada
sesungguhnya
Meningkatkan prestasi olahraga 1 Lapangan yang sudah dibuat
anak-anak tidak dipergunakan
Bermanfaat untuk anak muda 1
Anak muda memiliki kegiatan 1
Anak-anak bisa belajar olahraga 1
di tempat tersebut
137

Warga bisa berjualan di tempat 1


tersebut

Tabel 2.42
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Renovasi pos kesehatan desa
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Masyarakat berbondong- 2 Alat-alat juga dilengkapi, 1
bondong datang memeriksakan percuma renovasi gedung kalau
kesehatan kalau alatnya lengkap tidak ada alatnya
Tidak susah kalau mau berobat 3 Poskesdes jarang dipergunakan 1
Meningkatkan fasilitas 18 Tidak ada info dari bidan atau 1
kesehatan masyarakat sehingga pihak puskes
jadi nyaman
Keluarga jadi sehat 1
Desa Muara Merang
Warga bisa mudah untuk berobat 7 Kecemburuan sosial antar bidan 1
Berobat dengan nyaman 6 Dana tidak terarah 1
Melengkapi fasilitas pelayanan 1 Bidan kurang aktif 1
kesehatan
Masyarakat tidak jauh jika mau 5 Poskesdes masih baru belum 1
berobat perlu di renovasi
Kesejahteraan masyarakat 1
masih kurang
Poskesdes tidak terawat 1
Desa Mangsang
Warga bisa berobat dengan aman 8 Jumlah fasilitas kesehatan 1
dan nyaman masih kurang
Fasilitas dan poskesdes menjadi 5 Paramedis tidak ada di tempat 1
lebih baik
Sarana pengobatan masyarakat 4 Poskesdes digunakan untuk 1
menjadi lebih dekat kepentingan lain
Tempat pelayanan kesehatan 3 Bidan lama merasa tersaingi 1
138

Diperlukan oleh warga 1


Tempat menjadi baik dan tidak 1
kumuh

Tabel 2.43
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Dukungan prasana kursi gedung serbaguna
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Mempermudah, tidak perlu lagi 2 Dicuri 6
sewa, rapat jadi nyaman
Memfasilitasi musyawarah, 8 Rusak 6
Tidak duduk lesehan pakai tikar
lagi
Bisa digunakan ketika ada acara 12 Pengelolaan yang buruk 3
keramaian
Sarana balai desa jadi lebih 2
lengkap
Desa Muara Merang
Bisa digunakan warga untuk 18 Resiko hilang atau rusak 4
hajatan dan berbagai kegiatan
lain
Dapat digunakan untuk 2 Gedungnya tidak ada 2
musyawarah dan rapat desa
Bantuan tidak dirawat 2
Dana tidak terarah 1
Desa Mangsang
Warga bisa mempergunakan 11 Risiko kursi rusak atau hilang 3
kursi untuk pertemuan di gedung
serbaguna dan untuk acara-acara
di desa
Membantu kalau ada warga yang 9 Pengelolaan tidak teratur dan 2
139

memiliki hajatan tidak ada yang bertanggung


jawab mengawasi kursi-kursi
tersebut
Bantuan berlebih karena 1
sebelumnya sudah ada bantuan
dari pemkab
Bantuan tidak dimanfaatkan 1
dengan maksimal

Tabel 2.44
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Penerangan jalan umum
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Jalan tidak gelap lagi, apalagi 15 Tiap tahun bayar pajak 1
malam sehingga untuk berjalan penerangan jalan tapi lampu
jadi nyaman dan bisa beraktifitas penerangannya tidak ada
malam hari
Tidak ragu untuk melewati jalan 2 Tidak ada yang memperbaiki 2
tersebut apalagi di desa terpencil kalau lampunya rusak
Menghindari jalan berlubang 4 Kampung terlihat gelap 1
dan kecelakaan
Tindak kriminalitas berkurang 4 Daya listrik tidak stabil 1
Tiangnya roboh 2
Desa Muara Merang
Merasa aman jika keluar pada 18 Kebakaran akibat korsleting 1
malam hari listrik
Penerangan jalan 2 Berpengaruh terhadap daya 1
listrik pemakaian warga
Sempurnakan yang sudah ada 1 Tidak terkoordinasi 1
Sering dicuri warga 1
Tidak perlu, listrik sudah 1
dibantu PT. PWS
Tergantung dari yang 1
140

memanfaatkannya
Desa Mangsang
Menerangi jalan 15 Anak muda nongkrong di 3
malam hari
Warga tidak takut keluar di 3 Masih banyak yang tidak 1
malam hari menghidupkan lampu
kendaraan
Memudahkan warga bepergian 2 Kalau terang, yang naik motor 1
di malam hari ada yang kebut-kebutan
Jalan menjadi lebih aman 2 Bapak-bapak keluyuran di 1
malam hari
Mengurangi kecelakaan di 1 Biaya lampu jalan ditanggung 1
malam hari masyarakat
Aktivitas di malam hari lebih 1 Anak-anak melempari lampu 1
lancar jalan

Tabel 2.45
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pertemuan resmi dengan pihak COPI
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Bisa mengetahui secara pasti 7 Yang bisa ikut pertemuan hanya 4
program COPI orang-orang tertentu saja,
dipilih-pilih
Aspirasi masyarakat bisa 6 Masyarakat seolah menjadi 2
tersalurkan penonton saja karena pertemuan
resmi jarang diadakan COPI
Ada keterbukaan antara COPI 1
dan masyarakat
Silaturahmi terjalin, Warga jadi 3
mengenal dan tahu karyawan
COPI
Desa Muara Merang
Bisa mengetahui kegiatan dan 4 Menghabiskan waktu 1
program COPI
Menyampaikan aspirasi 3 Kecemburuan sosial 4
Menambah pengalaman dan 3 Curiga, karena kurangnya 1
pengetahuan pengetahuan
141

Silahturahmi dengan pihak 2 Capek 2


COPI
Tidak perlu 1
Desa Mangsang
Menambah pengetahuan dan 5 Menyita waktu 3
wawasan
Bisa menyampaikan aspirasi dari 5
masyarakat secara langsung
Bisa lebih dekat dengan Conoco 3
Phillips
Bisa memecahkan masalah yang 1
ada di lapangan
Masyarakat bisa mengetahui 1
program Conoco Phillips

Tabel 2.46
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Kegiatan sosialisasi dari COPI
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Warga mengetahui program 7 Ada sosialisasi ketika mereka 1
perusahaan dan bisa sharing butuh saja
lebih banyak
Masyarakat bisa menyampaikan 7 Terjadi selisih paham antar 1
aspirasinya anggota PKK
Desa Muara Merang
Bisa mengetahui kegiatan dan 2 Hilang waktu 1
program conocophillips
Bisa mengajukan permintaan ke 1 Cuma sekedar datang tidak ada 1
conocophillips bantuan
Menambah pengalaman dan 3 Tidak perlu 1
pengetahuan
Silahturahmi 1
Memenuhi undangan 1
142

Desa Mangsang
Warga bisa mengetahui 5 Menyita waktu 3
kegiatan-kegiatan Conoco
Phillips
Warga mengetahui prosedur 4 Menghabiskan dana 1
keamanan di Conoco Phillips,
terutama soal pipa gas
Warga bisa mengenal karyawan 2 Ada kecemburuan sosial dari 1
Conoco Phillips warga yang tidak diundang
Mengantisipasi bahaya pipa gas 1

Tabel 2.47
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Donasi Sosial
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Warga bisa mendapat bantuan 3 Harus melalui perangkat desa, 1
sesuai proposal yang diajukan tidak bisa langsung
Banyak membantu, kegiatan 2 Sering tidak dipenuhi 2
bisa berjalan dengan lancar permintaannya
Kegiatan karang taruna jadi 1 Jarang ada tanggapan kecuali 1
lebih aktif kalau dikejar-kejar terus
proposalnya
Memasukkan proposal 1
prosedurnya berbelit-belit
Terjadi penyalahgunaan dana 1
Desa Muara Merang
143

Ada hiburan 3 Kecemburuan sosial ada warga 1


yang tidak bisa menikmati
bantuan
Warga bisa berkumpul dan 1 Proposal tidak dipenuhi 2
mendapatkan hadiah
Warga tidak perlu mengeluarkan 3
biaya untuk perayaan hari besar
Membantu apa yang dibutuhkan 1
warga
Desa Mangsang
Kegiatan menjadi lebih meriah 4 Ada kecurigaan akibat 2
pengelolaan dana tidak
transparan
Membantu pelaksanaan kegiatan 4 Hanya orang tertentu yang 1
warga desa mendapatkan bantuan
Bantuan bisa dimanfaatkan 3 Warga yang tidak dilibatkan 1
masyarakat menggerutu
Silaturahmi warga desa dengan 1 Ada kecemburuan sosial 1
Conoco Phillips semakin dekat
Melancarkan saluran air yang 1 Terjadi keributan antar suporter 1
mampet
Ada perayaan bersama warga 1
Warga mendapatkan hadiah 1
yang berguna

Tabel 2.48
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pembangunan masjid
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Masyarakat menjadi nyaman 8 Jarang dibantu, 1
beribadah pembangunannya swadaya
Masyarakat memiliki fasilitas 7 Perawatan harus rutin, 4
ibadah sementara yang merawat tidak
ada
Memperbaiki akhlak masyarakat 1 Tidak ada dampak negatif 11
Desa Muara Merang
Memudahkan warga untuk 7 Masjid masih bagus 1
144

sarana ibadah
Masjid jadi lebih baik 3
Desa Mangsang
Warga dapat beribadah 6 Masjid yang sudah dibangun 1
tidak dipergunakan warga
Masjid menjadi bagus dan 4 Kecemburuan sosial dari warga 1
fasilitasnya lengkap desa/dusun lain yang tidak
mendapatkan bantuan masjid
Semangat warga untuk shalat 1 Kecurigaan terhadap 1
berjamaah bertambah pengelolaan dana
Ibadah menjadi nyaman 1
Warga mendapatkan tempat 1
yang dekat untuk beribadah
berjamaah
Masyarakat tidak terbebani 1
membangun masjid

Tabel 2.49
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pembangunan gorong-gorong
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Ada drainase sehingga tidak 11 Kalau tidak dirawat bisa hancur 1
banjir ketika hujan apalagi digenangi air
Air bisa mengalir sehingga jalan 14 Lebih baik dibuat parit daripada 2
tidak becek pada saat hujan gorong-gorong
Banyak jentik-jentik nyamuk 1
Warga buang sampah di 1
145

gorong-gorong
Desa Muara Merang
Melancarkan aliran air 9 Mengambil tanah warga 1
Menghindari banjir 10 Menyusahkan anak-anak untuk 1
bermain
Menghindari luapan sungai saat 1 Tidak ada tempatnya 1
pasang
Tergantung penggunaannya 1
Dana tidak terarah 1
Desa Mangsang
Menghindari banjir 12 Warga membuang sampah di 2
gorong-gorong
Air mengalir lancar terutama 7 Bisa merusak jalan dan 2
pada saat hujan lingkungan
Jalan tidak kebanjiran 2 Anak-anak bermain di gorong- 1
gorong mengganggu lingkungan
sekitar

Tabel 2.50
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pembangunan sarana air bersih
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Tidak susah lagi akan air bersih 7 Banyak tangan, mudah rusak 2
apalagi musim kemarau
Tidak susah lagi ke sungai yang 1 Pembangunannya tidak merata 4
jauh antar dusun, ada kecemburuan
146

sosial
Pemenuhan kebutuhan air bersih 12 Sumur bor bisa mengeluarkan 1
untuk MCK minyak dan gas
Desa Muara Merang
Warga bisa mendapatkan air 6 Pengaturan tidak merat 1
bersih akibatnya ada perdebatan
Menghemat biaya untuk 2 Bantuan tidak merata 1
pembelian air minum galon
Membantu warga di musim 1 Resiko tidak tepat sasaran dan 1
kemarau tidak tepat kelola
Pelanggan air minum galon jadi 1
menurun
Desa Mangsang
Warga bisa mendapatkan air 5 Terjadi kericuhan berebut 1
bersih antrian air
Membantu warga di musim 2 Sumur agak jauh dari 1
kering pemukiman warga sehingga
warga tidak bisa memperbaiki
sumur tersebut
Warga dapat menggunakan air 2 Ada antrian untuk mendapatkan 1
bersih untuk minum, masak dan air bersih
mencuci
Warga tidak kekurangan air 1 Sumur tidak dikelola secara 1
benar sehingga sumur tidak bisa
dimanfaatkan

Tabel 2.51
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Renovasi gedung sekolah
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Simpang Tungkal
Proses belajar mengajar jaid 10
147

nyaman dan lancar


Tersedianya lokal yang cukup 4
sehingga siswa tidak perlu
berbagi waktu belajar pagi dan
sore
Belajar jadi lebih semangat 1
Desa Muara Merang
Siswa merasa aman dan nyaman 7 Dana tidak terarah 1
bersekolah
Anak-anak giat belajar dan 3 Gedung sekolah sudah bagus 1
sekolah jadi lebih baik
Mencerdaskan siswa 1 Kecemburuan sosial 1
Gedung sekolah baru 1
Desa Mangsang
Siswa belajar lebih nyaman dan 4 Jika diberikan dana secara 1
betah di sekolah langsung, dikhawatikan dana
tersebut bisa menguap
Sekolah jadi lebih bagus 3 Kecemburuan antar sekolah di 1
dusun/desa lain
Siswa dapat belajar dengan baik 3 Kecurigaan terhadap 1
pengelolaan dana
Anggaran sekolah bisa dialihkan 1
untuk keperluan lain
Sarana pendidikan terpenuhi 1
Anak-anak bisa bersekolah 1
Sekolah bisa berdiri 1
Gedung yang rusak diperbaiki 1

Tabel 2.52
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Pelatihan peningkatan keterampilan guru
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
148

Desa Simpang Tungkal


Tersedianya guru berkualitas 21 Kalau tidak dimanfaatkan 5
sehingga terampil &punya skill menjadi sia-sia
yang mumpuni
Menghasilkan murid dan alumni 2 SDM Kurang 1
yang berkualitas
Desa Muara Merang
Menambah keterampilan guru 4 Murid kurang paham 1
Menambah pengalaman dan 9 Jika tidak dimanfaatkan dengan 3
pengetahuan guru baik
Guru jadi termotivasi 1 Banyak guru yang jualan di 3
sekolah bukan fokus mengajar
Siswa jadi lebih pintar 1
Menghemat biaya untuk 1
pendidikan formal bagi guru
Desa Mangsang
Meningkatkan kemampuan, 14 Tidak profesional dalam 1
wawasan dan keterampilan guru pengelolaan pelatihan
untuk mengajar
Guru menjadi lebih kreatif, 4 Hasil pelatihan tidak diterapkan 1
cerdas dan profesional dalam proses belajar mengajar
Siswa menjadi lebih cerdas 2 Sekolah kosong atau diliburkan 1
karena guru mengikuti pelatihan
Guru lebih up-to-date dalam 1
pelaksanaan proses belajar
mengajar

Tabel 2.53
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Kampanye kesehatan dan sadar gizi
149

Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla


h h
Desa Simpang Tungkal
Tingkat kesadaran masyarakat 11
bertambah
Bisa mencegah lebih awal jika 3
diberitahu dari awal
Perilaku sehat masyarakat 5
tumbuh sehari-hari
Desa Muara Merang
Warga jadi lebih sehat 4 Tidak ada kunjungan rutin 2
dokter
Masyarakat waspada terhadap 1 Tidak terarah 1
penyakit
Masyarakat kurang mampu bisa 1 Jarang ada kampanye 1
terbantu
Membantu masyarakat agar 4
berperilaku sehat
Menambah informasi kesehatan 6
Mengontrol kesehatan 2
masyarakat
Desa Mangsang
Masyarakat lebih paham 5
manfaat gizi dan menjaga
kesehatan
Anak-anak lebih sehat 4
Warga sehat dan tidak mudah 2
terkena penyakit
Perbaikan gizi anak 1
Warga bisa belajar tentang 1
perilaku hidup sehat
Menambah pengetahuan ibu 1
hamil dan kesehatan anak
Lebih waspada dalam 1
pencegahan penyakit
Anak gizi buruk terbantu 1

Tabel 2.54
Persepsi Positif dan Negatif Bantuan Bantuan seragam dan tas sekolah
Akibat positif Jumla Akibat negatif Jumla
h h
Desa Muara Merang
Menghemat pengeluaran 1
Siswa memiliki peralatan sekolah yang lebih baik 1
150

Anak-anak mendapatkan tas dan seragam baru 1


2.7 SARAN UNTUK BANTUAN DARI COPI
Tabel 2.55
Saran Untuk Bidang Ekonomi
Jenis Bantuan Kelompok Sasaran Mekanisme Penyaluran
DESA SIMPANG TUNGKAL
Usaha Kreatif Masyarakat Langsung ke Masyarakat
Simpang Gas
Rekrutmen karyawan Seluruh masyarakat Rekrutmen terbaik oleh
desa COPI
Balai latihan lapangan kerja Seluruh masyarakat Langsung oleh COPI
desa kerjasama dengan
perangkat desa
Sembako murah per bulan Masyarakat tidak Langsung ke masyarakat
mampu
Pembibitan (Karet & Sawit) Masyarakat miskin Dikoordinasikan melalui
kelompok tani
UKM / Industri kecil Masyarakat miskin Dikoordinasikan melalui
pemerintah desa
Pinjaman modal lunak Seluruh masyarakat Pinjaman modal melalui
desa COPI
Koperasi BUMDES (Badan Melalui pihak ke tiga
Usaha Milik Desa)
Pembinaan peternakan Kelompok tani Didampingi dan dilatih
oleh COPI
Pembinaan tani Kelompok tani Didampingi dan dilatih
oleh COPI
DESA MUARA MERANG
Langsung, gelar pasar
Sembako Murah Masyarakat miskin murah
Bantuan Modal Usaha Seluruh masyarakat Langsung dari conoco
UKM Kelompok dagang Langsung dari conoco
Pembibitan dan sarana Seluruh masyarakat
produksi (sawit & karet) Langsung dari conoco
Pembinaan perikanan Kelompok Pembinaan dari ahlinya
perikanan langsung
Pelatihan salon, jahit dan Kelompok Fasilitas dan pelatihan
kerajinan tangan perempuan langsung
Bantuan Ternak Semua warga Bantuan langsung dari
conoco
Bantuan Alat Pertukangan Kelompok buruh Bantuan langsung dari
conoco
Koperasi Kelompok Langsung dari conoco
masyarakat
151

menengah ke
bawah
Keterampilan Usaha pemuda Kelompok pemuda Sosialisasi langsung dan
audit setelah berjalan
DESA MANGSANG
Modal usaha Perorangan yang Bantuan kredit lunak
berminat
Pembinaan peternakan Kelompok tani, Bantuan kelompok
masyarakat yang usaha, pelatihan,
tidak bekerja pemberian hewan ternak,
disertai pembinaan,
pemasaran dan bantuan
langsung
bantuan bibit dan saprodi Kelompok tani Langsung kepada
(karet dan sawit) daerah kelompok tani yang
bersangkutan
Bantuan usaha mikro, kecil Kelompok Pemberian modal
dan menengah perempuan, langsung
masyarakat yang
tidak bekerja
Koperasi Wargadesa Melalui koperasi
mangsang
Rekrutmen tenaga kerja Warga desa Melalui kepala desa
mangsang
Pelatihan untuk Warga miskin Langsung pada penerima
pengembangan usaha tanpa melalui perantara
Ekonomi Kreatif Warga yang Bantuan langsung dari
berminat COPI
Bazar sembako murah Warga desa Langsung kepada
mangsang masyarakat melalui
pasar murah
Latihan keterampilan dan Kelompok pemuda Langsung dari COPI
pembinaan usaha (servis HP,
perbengkelan)

Tabel 2.56
Saran Untuk Bidang Pendidikan
Jenis Bantuan Kelompok Sasaran Mekanisme Penyaluran
DESA SIMPANG TUNGKAL
Bangunan SMA Pelajar Langsung dibangun oleh
COPI
Bis Sekolah Pelajar Dikelola oleh karang
taruna
152

Beasiswa Pelajar Langsung melalui


sekolah
Lembaga kursus Pelajar Langsung melalui
sekolah
Pelatihan guru Guru PAUD & TK Pelatihan melalui COPI
Pelatihan keterampilan kerja Pemuda COPI memfasilitasi
balai pelatihan
Bantuan laptop & komputer Sekolah Langsung melalui
sekolah
Bantuan buku Sekolah Langsung melalui
sekolah
Alat-alat olahraga di sekolah Sekolah Langsung melalui
sekolah
Atribut sekolah (seragam) Pelajar yang tidak Dikoordinir oleh sekolah
mampu
Fasilitas belajar (lemari, Sekolah Langsung melalui
papan, dan lain-lain) sekolah
DESA MUARA MERANG
Renovasi Gedung SMP Kelompok siswa Langsung ke sekolah
dan guru
Beasiswa Kelompok siswa Langsung dari conoco
Pelatihan Guru Kelompok guru Langsung dari conoco
Pembangunan SMA Semua masyarakat Material dan dana
langsung dari conoco
Taman dan Ruang Baca Siswa Material dan dana
langsung dari conoco
Pendidikan Agama Semua masyarakat Sarana dan prasarana
(Madrasah & Tempat Ibadah fisik
Syiar Agama Islam Semua masyarakat Conoco memfasilitasi
kedatangan mubaligh
Pengadaan Guru Tetap Guru Sarana dan prasarana
dipikirkan
Pembangunan TPA Kelompok anak- Langsung bangunan
anak fisik
DESA MANGSANG
Beasiswa Siswa berprestasi Langsung pada yang
bersangkutan
Gedung SMA di Mangsang Warga desa Koordinasi dengan
mangsang masyarakat, bantuan
fisik bangunan
Renovasi gedung sekolah Gedung sekolah Langsung ke sekolah
Sarana pendidikan (lapangan Sekolah Langsung ke sekolah
olahraga di sekolah, sound
system, meubeler, ATK dll)
153

PAUD dan TK Warga desa Berupa bantuan fisik


mangsang
Beasiswa bagi guru yang Guru di desa Melalui perguruan tinggi
masih kuliah mangsang yang
masih kuliah
Pendidikan agama (TPA dan Anak-anak dan Bantuan langsung dari
kelompok pengajian) remaja COPI
sekolah di daerah Sungai Anak-anak suku Bantuan langsung ke
Bangsa anak dalam SAD
Bantuan perlengkapan Pelajar tidak Langsung ke sekolah
sekolah (seragam, tas, alat mampu
tulis dll)
Pelatihan keterampilan guru Guru Langsung dari COPI
Bantuan internet dan Sekolah Langsung dari COPI
komputer di sekolah

Tabel 2.57
Saran Untuk Bidang Sosial
Jenis Bantuan Kelompok Sasaran Mekanisme Penyaluran
DESA SIMPANG TUNGKAL
Mobil pemadam kebakaran Seluruh masyarakat COPI bersedia
desa meminjamkan mobil
tersebut jika dibutuhkan
dengan mudah
Mobil ambulance Seluruh masyarakat
desa
Perbaikan rumah Keluarga miskin Dikoordinir oleh RT
Pelatihan keterampilan Ibu-ibu Pelatihan langsung oleh
kerajinan tangan COPI
Pelatihan kelompok jahit Ibu-ibu Melalui PKK
Kelompok rebana Ibu-ibu pengajian Melalui Masjid
Penyuluhan /pembinaan Pemuda/kelompok Melalui karang taruna /
binaan ketua masing2
Pemberdayaan masyarakat Seluruh masyarakat Melalui pelatihan-
desa pelatihan oleh COPI
Fasilitas untuk difabel Penyandang difabel Langsung ke yang
bersangkutan
Pengajian rutin Seluruh masyarakat Diumumkan, ditentukan
desa waktu & hari
Pelatihan senam Ibu-ibu Instruktur didatangkan
oleh COPI
Penyuluhan kesehatan Seluruh masyarakat Langsung melalui
desa kerjasama puskesmas
154

Pemberian alat-alat kesehatan


Seluruh masyarakat Melalui puskesmas
desa
DESA MUARA MERANG
Kelompok karang
Pembinaan Karang Taruna taruna langsung dari conoco
Masyarakat yang conoco memfasilitasi
kurang sehat, kunjungan rutin dokter
Program Kesehatan terutama difabel ke desa
Bantuan Alat Memasak dan
kursus Kelompok PKK langsung dari conoco
Hiburan Rakyat seluruh masyarakat difasilitasi oleh conoco
Kelompok ibu-ibu
Senam Bersama desa pelatihan langsung
Pengurusan dan Pemakaman Seluruh masyarakat Fasilitas
Jenazah
Ambulance Seluruh masyarakat Langsung dari conoco
Langsung ke pengurus
Hewan Qurban Seluruh masyarakat masjid
Langsung ke pengurus
Bantuan untuk Masjid Seluruh masyarakat masjid
Langsung ke pelaksana
Donasi dan hadiah-hadiah Seluruh masyarakat
DESA MANGSANG
Penghijauan lingkungan Rumah tangga yang Pemberian bibit tanaman
dengan tanaman produktif ada di mangsang (mangga, jambu dll)
langsung dari COPI
Bantuan pengurusan jenazah Warga desa Koordinasi dengan
mangsang aparat desa
Klinik kesehatan yang Warga desa Penyediaan sarana dan
difasilitasi perusahaan mangsang prasarana yang mandiri
Pelatihan dukun beranak Dukun beranak Pelatihan
Pelayanan kesehatan Lansia sakit dan Kunjungan rutin dokter
tidak mampu ke desa
Buka bersama COPI di bulan Warga desa Langsungdi desa
puasa mangsang
Kurban pada idul Adha Warga yang kurang Melalui pengurus masjid
mampu
Bantuan alat musik (orgen) Kelompok rebana Melalui kepala desa
untuk kelompok rebana
Perbaikan rumah (bedah Warga miskin Langsung dari COPI
rumah)
Pembagian sembako Warga desa Langsung dari COPI
mangsang
155

Tabel 2.58
Saran Untuk Bidang Infrastruktur
Jenis Bantuan Kelompok Sasaran Mekanisme Penyaluran
DESA SIMPANG TUNGKAL
Sarana olahraga Dusun 2 Simpang Melalui kepala dusun
Tungkal
Gorong-gorong Seluruh masyarakat Melalui perangkat desa
desa
Sarana perlengkapan masjid Seluruh masyarakat Melalui perangkat
desa masjid
Jalan antar dusun Seluruh masyarakat Langsung oleh COPI
desa
Pembersihan jalan ke COPI Seluruh masyarakat Pembersihan bersama
desa warga & COPI
Penerangan jalan Seluruh masyarakat Langsung oleh COPI
desa
Gedung serbaguna Seluruh masyarakat Melalui perangkat desa
desa
Pos kamling Seluruh masyarakat Langsung oleh COPI
desa
Flagman untuk mengatur Pengguna jalan Langsung oleh COPI
jalan (rambu-rambu u untuk raya
mengantisipasi kecelakaan)
DESA MUARA MERANG
Pembangunan jalan desa Seluruh masyarakat Material dan dana
langsung dari conoco
Listrik desa Seluruh masyarakat Material dan dana
langsung dari conoco /
penambahan daya
Sarana Air Bersih Seluruh masyarakat Bangunan fisik langsung
Lampu Jalan Seluruh masyarakat Pemasangan lampu jalan
langsung
Balai pertemuan Seluruh masyarakat Sarana dan prasarana
fisik
Mushola Seluruh masyarakat Dana dan material
langsung
Gudang Logistik Desa Seluruh masyarakat Dana dan material
langsung
Gedung Serbaguna Seluruh masyarakat Melalui aparat desa
Sarana olahraga Seluruh masyarakat Langsung dibangun
DESA MANGSANG
Perbaikan jalan desa Warga desa Langsung dari COPI
mangsang
Penerangan jalan (lampu Warga desa Langsung dari COPI
156

jalan) mangsang
Bantuan penyaluran air Warga desa Langsung dari COPI
melalui pipa air bersih ke mangsang
seluruh rumah
sumur bor (air bersih) Warga desa Langsung dari COPI
mangsang
lapangan olahraga yang Pemuda Langsung dari COPI
sesuai

Tabel 2.59
Saran Untuk Bidang Lainnya
Jenis Bantuan Kelompok Sasaran Mekanisme Penyaluran
DESA SIMPANG TUNGKAL
Pengadaan tenaga teknisi Kelompok pemuda Kursus2 / pelatihan oleh
COPI
tindak lanjut proposal Masyarakat ring 1 Adanya campur tangan
COPI ke subkon
Lowongan kerja tanpa syarat Masyarakat ring 1 Masalah
yang sulit ketenagakerjaan. Kalau
bisa subkon jangan
diutamakan minrag
(ex.chekup yang mahal)
DESA MUARA MERANG
Pensiun dini dari perusahaan Seluruh masyarakat materiil
157

BAB III
CATATAN PEWAWANCARA
Catatan ini dibuat berdasarkan komentar dari para narasumber, yang
dirangkum sebagai catatan di luar item kuesioner, tetapi masih relevan dengan
penelitian ini.

3.1 DESA SIMPANG TUNGKAL


1. Bantuan dari COPI sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi yang menyangkut
langsung ke masyarakat miskin dan penyandang cacat. Selama ini kelompok
masyarakat tersebut masih kurang merasakan bantuan yang diberikan.
2. Bantuan selama ini sudah ada, dan sudah dirasakan masyarakat. Walaupun
banyak yang terkesan kurang maksimal, baik sasaran maupun pengelolaannya.
3. Banyak bantuan yang tidak dirasakan masyarakat, mereka merasakan bahwa
bantuan-bantuan tersebut hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.
4. Informasi dari perangkat desa sering tidak transparan. Kalau bisa, bantuan dari
COPI yang menyentuh langsung ke masyarakat itu langsung disalurkan ke
masyarakat saja. Tidak usah lagi melalui perangkat desa, karena sering putus
ditengah.
5. Masyarakat di dusun-dusun yang jauh dari pusat desa sering tidak merasakan
manfaat bantuan dari COPI. Kalaupun ada bantuan yang datang, itu juga tidak
tahu bantuan dari mana, apakah dari COPI, pemerintah atau perusahaan lain.
Masyarakat terima-terima saja. Kedepan, kalau bisa bantuan juga menyentuh
ke dusun-dusun, tidak hanya terpusat di desa saja. Apalagi antar dusun di desa
ini jauh-jauh.
6. Bantuan kalau bisa jangan sekali pakai langsung habis, tapi lebih baik yang
bersifat jangka panjang. Agar manfaatnya jauh lebih lama dirasakan
masyarakat. Ibaratnya COPI memberikan bantuan kail, bukan ikan. Tapi yang
bersifat jangka pendek dan mendesak tidak apa-apa dilanjutkan. Ini hanya
158

semata untuk kemandirian dan peningkatan ekonomi masyarakat jangka


panjang.
7. Setiap akan bantuan, diharapkan didampingi oleh COPI, karena bantuan-
bantuan itu sering gagal kelola yang disebabkan SDM masyarakat masih
kurang.
8. COPI diharapkan oleh masyarakat sering-sering untuk bersilaturahim dan
berkomunikasi dengan masyarakat di desa ini.
9. Untuk perusahaan COPI sendiri dimata masyarakat sudah terlihat baik, tetapi
untuk subkontraknya masih terkesan tidak baik. Apalagi dalam hal penerimaan
karyawan. Sering tidak terbuka dan beredar kabar hanya orang yang punya
jaringan dengan orang dalam saja yang bisa diterima kerja disana. Untuk
masyarakat lokal terkesan dipersulit.
10. Masyarakat desa masih sangat butuh training dan pelatihan yang diadakan
oleh COPI, karena sangat membantu sebagai bekal untuk jadi terampil
sehingga ketika mau mendaftar kerja atau mau buka usaha sudah ada
keterampilan yang dijadikan bekal.
11. Penyuluhan dan pendampingan ekonomi dan kewirausahaan untuk pemuda
dan masyarakat desa sering-sering digalakkan lagi. Karena mereka
mengharapkan pemuda dan masyarakat yang sudah punya bakat missal
sablon, counter HP, bengkel, dan lain-lain bisa mandiri serta mengurangi
angka pengangguran. Semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.
12. Pendampingan distribusi produk yang dilatih oleh COPI sangat diharapkan
oleh penerima, misal keterampilan sablon, penerima masih bingung dalam
pendistribusian produk yang dibuat. Sementara ini baru COPI dan masyarakat
local yang memakai jasanya
13. Penyuluhan narkoba diharapkan oleh masyarakat disini untuk memberantas
peredarannya. Karena di masyarakat desa, kelas 6 SD pun sudah ada yang
mengkonsumsi barang haram tersebut. Sangat memprihatinkan untuk generasi
muda penerus bangsa.
14. Bantuan Air Bersih sangat diharapkan oleh masyarakat. Kalau bisa
diperbanyak, tidak terpusat di beberapa titik saja.
159

3.2 DESA MUARA MERANG


1. Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk mengelola bantuan yang
diberikan (maunya yang instan)
2. Terkesan mubazir jika bantuan tidak tepat sasaran.
3. Masyarakat yang mendapat bantuan ada yang maju, yang lain sering merasa
iri (kecemburuan sosial).
4. Bagi yang tidak mendapat bantuan, sering terjadi pro dan kontra, hal ini
memusingkan perangkat desa
5. Masalah akses kerja di perusahaan, penerimaan karyawan harus melalui
kepala desa
6. Warga meminta peran pemerintah untuk mengumpulkan para petinggi
perusahaan yang ada di sekitar desa untuk pembangunan jalan desa sebagai
bentuk pertanggung jawaban dari perusahaan-perusahaan tersebut
7. Bantuan dari ConocoPhllips ada, tetapi sosialisasi ke masyarakat tidak
menyeluruh, sehingga masyarakat sendiri kurang mengetahui bantuan yang
diberikan oleh perusahaan
8. Kurangnya bantuan yang berkenaan dengan kesehatan warga seperti
sosialisasi mengenai kesehatan, kunjungan rutin dokter ke desa dan pengadaan
fasilitas kesehatan
9. Perlunya pemberdayaan kelompok perempuan agar lebih mandiri
10. Bantuan banyak, tapi masyarakat tidak tahu cara memanfaatkannya
11. Masalah rekrutmen perusahaan, warga mengeluhkan tidak adanya putra
daerah yang bekerja di ConocoPhllips

3.3 DESA MANGSANG


1. Bantuan baik adalah bantuan yang sifatnya dapat memperbaiki kesejahteraan
masyarakat dan kondisi pedesaan terkait dengan aspek ekonomi, infrastruktur,
kehidupan sosial, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui
pendidikan.
160

2. Bantuan yang diberikan, menurut warga sebaiknya disalurkan secara langsung


maupun transparan. Bantuan yang diberikan itu sebaiknya direncanakan dan
disampaikan kepada kelompok masyarakat yang memang benar-benar
membutuhkan. Misalnya gedung SD bagi kelompok SAD di dusun Bangsa Rt.
05 Desa Mangsang.
3. Ada yang menyampaikan persepsi bahwa ConocoPhllips agak pelit karena
sumur bor ditutup, padahal warga sangat membutuhkan untuk pasokan air
bersih. Kenyataannya di dusun 1, terdapat 2 unit sumur bor yang ternyata
sekarang airnya kuning dan ini terjadi setelah pengelolaannya diserahkan
kepada masyarakat. Di tangan masyarakat, pemanfaatan sumur bor yang
berlokasi di Jalan sosial dibebankan biaya tertentu.
4. Seluruh perusahaan yang melewati jalan desa, diundang Kepala Desa dan
berbagi tanggungjawab untuk pembuatan dan perawatan jalan desa.
5. Tidak ada transparansi oleh pejabat dan perangkat desa mengenai usulan
maupun penerimaan bantuan dari perusahaan, sehingga ada penilaian dari
warga bahwa Kepala Desa dan perangkatnya tidak terbuka kepada warga
mengenai bantuan yang ada.
6. Dalam hal bantuan untuk perorangan, dan kelompok, subyek atau kelompok
penerima bantuan dipilih oleh pihak perangkat Desa. Ada persepsi dari
beberapa pihak bahwa yang dipilih adalah mereka yang dekat dengan dengan
lingkaran Kades dan elit perangkat desa. Perbengkelan, dipilih oleh pejabat
dan perangkat desa. Banyak yang dilatih, dan sukses. Bantuan untuk masjid
selama ini dikelola oleh pengurus masjid, dan belum terdengan ada keluhan
masyarakat, sementara para buruh merasa tidak tersentuh melalui program
khusus.
7. Beberapa bantuan dari ConocoPhllips mengalami kegagalan dalam
pengelolaan dan pengembangannya lebih lanjut (bertanam jahe dan ternak
ayam). Sementara itu, persyaratan pembinaan karet mengharuskan tersedianya
lahan dalam jumlah tertentu dan yang tidak bermasalah, adalah efektif untuk
mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari. Hal ini
perlu disosialisasikan agar tidak terjadi salah paham dan timbul kesan bantuan
yang tidak adil.
161

8. Pada sisi lain, selama ini ConocoPhllips menyelenggarakan bantuan


perkebunan antara lain dengan memberikan sarana produksi, juga bantuan
infrastruktur dan bangunan dengan memberikan material; itu memang langkah
cukup kritis untuk mengatasi penyimpangan, tetapi nampaknya masih perlu
memperketat sistem kontrol terhadap bantuan seperti material bangunan
maupun bibit untuk perkebunan untuk menghindari penyalahgunaan sarana
produksi dan bahan material itu.

3.4 CATATAN LAIN


Catatan lain, yang secara parsial dapat dinukilkan dari komentar para
narasumber adalah:
- Warga desa yang bekerja di perusahaan sub-kontraktor adalah hanya mereka
yang dekat Kepala Desa dan Perangkat Desa lainnya.
- Perbaikan jalan, diminta diutamakan
- Sosialisasi hanya dilakukan pada saat rawan saja, yaitu pada peristiwa
kebakaran hutan dan asap. Selain dari itu, sosialisasi dilakukan hanya sebatas
perangkat desa.
- Pemerintah desa merasa sudah melakukan sosialisasi terhadap bantuan yang
diterima
- Banyak bantuan ConoCOPIllips yang kurang tepat penyalurannya, dan
informasi tentang itu hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja.
- Proposal tahun 2007 dikabulkan tahun 2008
- Informasi tentang bantuan CSR dari perusahaan sering terlambat disampaikan
oleh pihak desa
- Pihak ConoCOPIllips dirasakan kurang memberikan sosialisasi tentng
kegiatan mereka
162

BAB IV
LAPORAN KUALITATIF

4.1 DESA SIMPANG TUNGKAL


Para narasumber umumnya mengenal COPI lebih dekat daripada
perusahaan lain yang ada di sekitar desa saat ini. Kepala Desa, Endang Asmadi
mengakui bahwa hubungan dengan COPI dalam rangka kedinasan terkait CSR.
Dirasakan hubungan dengan COPI bersifat formal dalam rangka kedinasan, dan
tidak dimintakan secara khusus untuk penjagaan keamanan. Lagi pula,
menurutnya hal ini tidak diperlukan. Tentang usaha untuk meningkatkan
hubungan, adalah sering berkomunikasi. Pernah mengajukan proposal, tetapi tidak
dikabulkan. Ia melihat kemungkinan ini terjadi karena kebijakan bantuan ada di
Jakarta, sedangkan di sini hanya tempat masuk permohonan. Kita sering
mendongkrak dari sini, tapi mereka (pihak perusahaan di lokasi ini) tidak ada
yang berani. Berbeda dengan Gulf pada masa sebelumnya, selagi di bawah 1
miliar, diputuskan di sini.

Adapun CSR yang diturunkan bukan berdasarkan usulan warga; namun


Pemerintah Desa mengetahui karena mereka mengumumkan. Dalam
penyelenggaraan CSR pada umumnya melibatkan pihak desa, kecuali ada bantuan
yang tanpa laporan ke Kepala Desa seperti bangunan SMP Belido klarifikasi
legalitas pelaporan bangunan dan bantuan (apakah ada pemalsuan
tandatangannya).

Kontribusi perusahaan dalam rangka CSR, belum dirasakan benar karena


bukan berdasar kebutuhan yang sangat urgen. Menurut Kepala Desa adalah:

- Workshop untuk membekali pemuda-pemudi dengan skill yang siap pakai.

- Ambulan. Berobat ke Sekayu jaraknya jauh dan kendaraan pribadi tidak semua
orang punya. Juga untuk pemakaman yang jaraknya berjauhan dari yang
diminati penduduk.
163

- Kebersihan desa meliputi kendaraan angkut, honorarium pekerja didanai


perusahaan.
Sementara menurut ibu Siti Kholilah, proses bantuan terlebih dahulu ada
pemberitahuan dari perusahaan untuk mengajukan proposal, dari PKK ke Kepala
Desa, diajukan ke perusahan lalu disurvei ke lapangan. Dipenuhi sesuai proposal.
Juga bantuan pembangunan gerbang sekolah atau kegiatan lain seperti
perlengkapan senam. Prosesnya lancar. Untuk monitoring dilakukan oleh orang
perusahaan yang meninjau ke lapangan. Untuk program ibu-ibu yang kurang
berhasil ialah kursus menjahit, didatangkan guru, didatangkan mesin beberapa
unit. Tetapi tidak jalan. Mungkin lantaran jangkauan terhadap bahan.
KH Muhyiddin Tokoh agama yang berasal dari Ponorogo sudah menetap
sejak 40 tahun lalu membandingkan antara perusahaan JGC, Gulf, dan Cophi
merasakan yang lebih dekat lagi adalah Gulf.
Pihak perusahaan mengingatkan untuk terus menerus menjaga situasi yang
baik untuk kebersamaan. Bantuan yang diketahui adalah yang melalui pengurus
masjid, diluar itu tidak begitu paham. Fisik masjid dibangun masa Gulf, lalu
disusul bantuan pelengkap dari Cophi sepertipagar, peralatan jam dinding, ambal
(karpet), salon (sound-system). Melalui BDI dibangunkan pula Taman Pendidikan
Al-Quran (TPA) yang dipakai pada sore hari, sedangkan pagi untuk PAUD. Pada
bulan puasa ada Safari Ramadan, dan Idul Adha ada kurban. Prosesnya kita
diminta mengajukan proposal, mereka melakukan cek ke lapangan dan meminta
untuk didampingi agar terarah. Tentang perusahaan yang banyak membantu
daerah nampaknya Gulf, sedangkan JGC belum. Cophi ada bantuan juga.
Sebenarnya, kalau meminta niscaya dikabulkan tetapi merasa segan. Pernah akan
diserahi uang Rp. 160.000.000,- untuk pembangunan masjid tapi menolak karena
tidak ahli mengelolanya.
Untuk perubahan di desa, banyak terjadi lantaran perusahaan sawit yang
menyita lahan desa. Ke depan, bantuan yang perlu diperbanyak adalah beasiswa,
sedangkan pelatihan diseleksi lagi.
Tokoh LSM Amppad1, Ari Widadi mengenal COPI karena pernah bekerja
pada Subkon pada bagian ROW berurusan dengan jalur pipa. Setelah tidak lagi

1 Aliansi Masyarakat-Pemuda Peduli Aset Daerah


164

bekerja, masih memantau hubungan perusahaan-perusahaan dengan masyarakat


desa.
Mengetahui adanya bantuan dari COPI, prosesnya diusulkan melalui
proposal terhadap program yang ditawarkan. Bagaimana mulanya bantuan itu
muncul, tidak diketahui karena tiba-tiba saja bantuan itu diprogramkan. Terkesan
tertutup. Selanjutnya, bagaimana pelaporannya juga tidak diketahui persis.
Bantuan lebih cenderung pada kepemudaan seperti sarana olahraga, alat band,
keterampilan sablon. Ada bantuan perkebunan dari persiapan sampai panen. Tapi
hanya kelompok itu saja, tidak terdengar berkembang pada kelompok baru.
Desa Muara Merang
Pada umumnya, perusahaan yang lebih dikenal masyarakat, menurut
narasumber adalah Pinang Witmas, sedangkan COPI menjadi lebih populer karena
keramahan dan sopan-santun karyawan selain CSR.
Zulfakar, Perangkat Desa. Berhubungan dengan COPI, terutama ketika
mewakili Kepala Desa pada waktu yang bersangkutan tidak di tempat. Juga
diundang pertemuan di Hotel Horison Palembang. Yang hadir adalah camat, lurah,
kades dan perangkat desa lain. Tapi nampaknya belum ke masyarakat. Dalam
pertemuan itu dijelaskan tentang pengamanan pipa. Hubungan dengan
perusahaan terakhir adalah waktu mendampingi pada waktu penyerahan hewan
kurban kepada masyarakat pada waktu hari raya Idul Adha yang lalu.
Untuk mendapat bantuan, terlebih dahulu menyerahkan proposal. dan
waktu diturunkan, ada pertemuan dengan masyarakat desa. CSR untuk warga
berupa pompa air, perkebunan, dan pelatihan. bantuan masjid, dan beasiswa. Ada
pula bantuan untuk gedung sekolah. Pihak perusahaan melakukan pengecekan
terus menerus terhadap binaan, diperiksa ada masalah apa, ada kekurangan apa
lalu mereka bantu. Yang berkembang, selain perkebunan, juga bengkel, pelatian
Bantuan datang berdasar program perusahaan. Ada program yang tidak berjalan
mulus, yaitu program air bersih. Ke depan, yang sangat diperlukan untk
masyarakat di desa ini adalah penambahan bantuan untuk bidang keagamaan baik
dalam kegiatan maupun dalam hal prasarana perlengkapannya. Agama adalah
kunci untuk kesejahteraan masyarakat.
165

Menurut Fitriana, Anggota PKK, yang penting lagi adalah ke depannya


bantuan berupa pagar sehingga anak-anak luar tidak masuk apalagi pada waktu di
luar jam belajar. Pada jam belajar, anak-anak tidak berkeliaran. Untuk bantuan,
perusahaan meminta proposal terlebih dahulu. Setelah menerima proposal yang
sudah sempurna, barulah bantuan diturunkan. Sebelum bantuan diturunkan, ada
pemberitahuan melalui HP, dan masyarakat dikumpulkan untuk melakukan
pemeriksaan bersama-sama. Ini lebih bagus daripada kumpul dulu merembug
bantuan, nanti bantuan tidak datang atau terlambat, masyarakat menggerutu.
Bantuan yang ada antara lain perkebunan, pelatihan-pelatihan, pada setiap
17 Agustus-an ada bantuan kegiatan, juga pada waktu hari raya Idul Adha ada
bantuan berupa hewan kurban. Masjid adalah bangunan swadaya masyarakat,
tetapi COPI juga memberikan bantuan berupa bahan material. Untuk PKK ada
bantuan berupa uang untuk kegiatan memasak dan langsung dibelikan
perlengkapan seperti panci dan perlengkapan lain. Perlengkapan itu dipergunakan
untuk keperluan desa atau apabila ada warga yang menyelenggarakan hajatan.
Bantuan yang tidak terealisir dengan baik adalah bantuan berupa air bersih.
Mungkin salah dalam memperhitungkan panjang pipa sekitar satu setengah kilo
meter, padahal desa ini panjangnya sekitar dua kilo. Akhirnya berebutan agar
mesin dipasang di dekat rumahnya.
Warga PKK membuat kerajinan terutama tikar pandan untuk dipasarkan
di Palembang atau berdasar pesanan. Untuk pelaporan, setelah dikabulkan masih
ada pemberitahuan bahwa ini diterima, atau sudah dilaksanakan, dijelaskan
kondisinya. Pelaporan dibuat tertulis, tetapi selanjutnya pihak perusahaan
melakukan pengecekan di lapangan. Masalah lainnya, bantuan terkadang tidak
tepat sasaran, bahkan orang yang baru bermukim di sini mendapat bantuan
sedangkan yang sudah lama, malah terlewatkan.
166

4.2 DESA MANGSANG


Para narasumber merasa lebih dekat dengan COPI daripada perusahaan
lain yang ada di sekitar desa saat ini.
Perangkat desa Usman Nazaruddin, mengakui memiliki hubungan dengan
perusahaan dalam rangka dinas, dan cukup akrab dengan orang perusahaan.
Pernah diundang ke Jambi dan Palembang di Hotel Abdi. Mereka yang diundang
termasuk pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang pada
pertemuan itu diberi selembar kertas berisi pertanyaan tentang pelayanan selama
ini, dan program apa yang baik ke depan. Pada forum itu disampaikan pula
harapan bersama menjaga keamanan.
Kerjasama yang cukup sering terjadi dalam penyelenggaraan program
bantuan Setiap bantuan diketahui oleh pemerintah desa. Keberadaan bantuan,
semula diumumkan, nanti pemerintah desa yang melakukan seleksi dan
mengarahkan agar sesuai dengan minat dan bakat. Melalui pemerintahan desa,
perusahaan mengumpulkan warga. Diadakanlah forum pertemuan, dengan agenda
tanya jawab, kepentingan warga dikumpulkan perusahaan, dicatat, dan ditampung.
Selanjutnya, mengenai pelaporan bantuan, tidak diketahui mungkin ada bidang
lain yang khusus menangani hal ini.
Ada beberapa usulan yang sampai sekarang belum terpenuhi seperti
- perbaikan masjid, renovasi jalan yang kini mulai rusak.
- Pada waktu pertemuan di Jambi itu ada permintaan untuk jalan-jalan ke Bali.
Sampai sekarang tidak ada ceritanya.
Ke depan, bentuk bantuan yang paling dibutuhkan sesuai dengan kondisi
masyarakat di sini adalah Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) untuk
penjagaan keamanan desa. Selain itu, diperlukan pula dermaga desa untuk
kepentingan bersama warga.
COPI memberikan bantuan seragam untuk PKK, berganti setiap tahun
juga memberikan bantuan terhadap kegiatan PKK. Kegiatan simpan pinjam
diselenggarakan kerjasama dengan koperasi. Ada bantuan untuk Pusat Kesehatan
167

Pembantu (Pustu) Desa dari COPI setiap tanggal 13 untuk bayi, juga ada bantuan
perlengkapan rebana. Setiap Jumat PKK mengadakan arisan, sekaligus pengajian,
diselingi oleh hiburan berupa rebana. Ada lima kelompok rebana di setiap dusun.
Bantuan itu datang dari COPI disampaikan ke PKK melalui pemerintahan desa.
Seluruh bantuan untuk PKK, dilaporkan ke Pemerintah Desa, dan dilaporkan ke
perusahaan.
Hubungan pihak perusahaan dengan warga cukup baik, mereka sering
mengundang kumpulan dan bertanya kebutuhan warga. Warga mengajukan
usulan.
Suwarno, tokoh LSM Aman2 mengetahui keberadaan perusahaan yang
beroperasi di wilayah ini waktu berdiri dan bidang kerjanya masing-masing
seperti perkebunan,pertambangan Migas dan batubara. Merasa lebih dekat dengan
COPI karena pernah bekarja sebagai Sekuriti (2005) selama dua tahun delapan
bulan, dan berhenti secara baik-baik lantaran usia.
Mengakui perusahaan yang paling banyak memberikan bantuan terhadap
masyarakat adalah COPI. Bantuan itu bahkan bersifat insidental dari karyawan
kepada warga ketika ada yang ditimpa musibah seperti peristiwa kematian.
Bantuan terprogram, ialah sumur bor, lapangan futsal, perlengkapan kantor, siswa
dan rehab bangunan sekolah. Yang diketahui bantuan perlengkapan siswa ada 5
RT. Bantuan ke sekolah diusulkan pihak sekolah melalui Kepala Desa, setelah
dipenuhi pihak Kepala Desa memanggil Kepala Sekolah. Pelaporan dari pihak
sasaran kepada Kepala Desa lalu diteruskan kepada perusahaan. Dicek.
Nampaknya tidak ada masalah.
Bangunan jalan sudah rusak, belum diperbaiki tapi sudah dilaporkan.
Mereka juga sudah mengetahui. Sejauh ini COPI memiliki citra yang baik
dibanding perusahaan lain yang sering kena demo lantaran menyerobot lahan.
Sementara bagi Elfatria Rora, penerima langsung CSR, berhubungan
dengan perusahaan sejak mengikuti pelatihan dasar kecantikan. Tidak mengetahui
berapa jumlah biaya bantuan karena hanya mengikuti pelatihan tentang dasar-
dasar kecantikan. Berlangsung selama tiga hari. Ia mengengembangkan
keterampilannya dalam rangka usaha rias pengantin.

2 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara


168

Proses keterlibatan dalam CSR, pertama pihak perusahaan ke Kades


meminta tiga warga desa yang berminat dan berbakat untuk dilatih dasar-dasar
kecantikan. Kepala Desa menyampaikan dan menyeleksi warga sesuai kriteria
minat dan bakat juga sudah mempunyai basic. Pelatihan diselenggarakan di
Sungai Lilin, dan seluruh biaya ditanggung perusahaan. Setelah pelatihan,
membuka salon dan berjalan. Setahun kemudian pihak Cophi datang memeriksa
usaha, tidak ada masalah. Selanjutnya, sudah setengah tahun belum ada
pemeriksaan lagi. Usaha khusus salon saat ini justeru kurang aktif, tetapi yang
dikembangkan adalah usaha rias pengantin. Kegiatan ini tetap memanfaatkan
kemampuan dasar kecantikan yang diperoleh dari kursus di Lilin itu.
Selain pelatihan dasar kecantikan, warga Mangsang mendapatkan pula
keterampilan seperti perbengkelan yang sudah berkembang, dan salon. Ibu-ibu
mendapatkan pelatihan kerajinan.
Sedangkan Abdul Hamid, tokoh agama yang sudah menetap di Mangsang
dari tahun 1996 ini tidak pernah berhubungan dengan perusahaan maupun
karyawan secara pribadi, kecuali dalam hubungan formal. Hubungan itu adalah
dala rangka pengurusan bantuan terhadap masjid, juga dengan karyawan yang
sering berjalan-jalan di desa. Tahu persis kondisi sejak awal dibuat. Dahulu, tidak
ada masjid karena yang lama tinggal puing-puing.
Diusulkan pembuatan mushalla pada Kepala Desa, Kepala Desa
mengusulkan kepada perusahaan yang kemudian mengabulkannya. Selanjutnya
atas bantuan perusahaan, mushalla diperluas menjadi masjid, juga dengan
pagarnya. Perusahaan membantu pula menyemarakkan kegiatan bulan puasa
dengan Safari Ramadan yang semua biaya ditanggung perusahaan. Perusahaan
juga memasang fasilitas air untuk masyarakat desa di dekat masjid. Sebelumnya
warga banyak yang mengambil air di sekitar fasilitas perusahaan, mungkin repot,
maka mereka membuatkan fasilitas bagi warga desa.
Setiap lebaran Idul Adha ada bantuan berupa kurban yang dimanfaatkan
oleh seluruh warga desa. Bantuan seperti masjid, adalah usulan dari warga melalui
Kepala Desa yang meneruskannya ke pihak perusahaan. Selanjutnya, untuk
kontrol terhadap pembangunan sampai selesai dilakukan oleh pihak perusahaan.
169

Sekarang masjid dipakai warga desa. Karyawan perusahaan di sekitar sini juga
memanfaatkan masjid itu.

4.3 DESA MUARA MERANG


Pada umumnya, perusahaan yang lebih dikenal masyarakat disini menurut
narasumber adalah Pinang Witmas, sedangkan Cophi menjadi lebih populer
karena keramahan dan sopan-santun karyawan selain CSR.
Zulfakar, Perangkat Desa. Berhubungan dengan Cophi, terutama ketika
mewakili Kepala Desa pada waktu yang bersangkutan tidak di tempat. Juga
diundang pertemuan di Hotel Horison Palembang. Yang hadir adalah camat, lurah,
kades dan perangkat desa lain. Tapi nampaknya belum ke masyarakat. Dalam
pertemuan itu dijelaskan tentang pengamanan pipa. Hubungan dengan
perusahaan terakhir adalah waktu mendampingi pada waktu penyerahan hewan
kurban kepada masyarakat pada waktu hari raya Idul Adha yang lalu.
Untuk mendapat bantuan, terlebih dahulu menyerahkan proposal. dan
waktu diturunkan, ada pertemuan dengan masyarakat desa. CSR untuk warga
berupa pompa air, perkebunan, dan pelatihan. bantuan masjid, dan beasiswa. Ada
pula bantuan untuk gedung sekolah. Pihak perusahaan melakukan pengecekan
terus menerus terhadap binaan, diperiksa ada masalah apa, ada kekurangan apa
lalu mereka bantu. Yang berkembang, selain perkebunan, juga bengkel, pelatian
Bantuan datang berdasar program perusahaan.Ada program yang tidak berjalan
mulus, yaitu program air bersih.Ke depan, yang sangat diperlukan untk
masyarakat di desa ini adalah penambahan bantuan untuk bidang keagamaan baik
dalam kegiatan maupun dalam hal prasarana perlengkapannya. Agama adalah
kunci untuk kesejahteraan masyarakat.
Hubungan dengan masyarakat sangat baik, karyawannya sangat ramah dan
sopan. Yang paling akrab adalah Haji Abdullah dan Edi Junaidi, juga Pak Agung.
Mereka ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Apabila mengetaui ada
masalah dengan pipa, kami bisa langsung kontak beliau.
Fitriana, Anggota PKK. Mengenal Cophi melalui bantuan permainan
untuk PAUD, juga biaya untuk lomba rias, kuliner, keterampilan, dan lain-lain.
170

Untuk PAUD dibantu permainan out-door, dan ternyata yang penting lagi adalah
ke depannya bantuan berupa pagar sehingga anak-anak luar tidak masuk apalagi
pada waktu di luar jam belajar. Pada jam belajar, anak-anak tidak berkeliaran.
Untuk bantuan, perusahaan meminta proposal terlebih dahulu. Setelah menerima
proposal yang sudah sempurna, barulah bantuan diturunkan. Sebelum bantuan
diturunkan, ada pemberitahuan melalui HP, dan masyarakat dikumpulkan untuk
melakukan pemeriksaan bersama-sama. Ini lebih bagus daripada kumpul dulu
merembug bantuan, nanti bantuan tidak datang atau terlambat, masyarakat
menggerutu.
Bantuan yang ada antara lain perkebunan, pelatihan-pelatihan, pada setiap
17 Agustus-an ada bantuan kegiatan, juga pada waktu hari raya Idul Adha ada
bantuan berupa hewan kurban. Masjid adalah bangunan swadaya masyarakat,
tetapi Cophi juga memberikan bantuan berupa bahan material. Untuk PKK ada
bantuan berupa uang untuk kegiatan memasak dan langsung dibelikan
perlengkapan seperti panci dan perlengkapan lain. Perlengkapan itu dipergunakan
untuk keperluan desa atau apabila ada warga yang menyelenggarakan hajatan.
Bantuan yang tidak terealisir dengan baik adalah bantuan berupa air bersih.
Mungkin salah dalam memperhitungkan panjang pipa sekitar satu setengah kilo
meter, padahal desa ini panjangnya sekitar dua kilo. Akhirnya berebutan agar
mesin dipasang di dekat rumahnya.
Warga PKK membuat kerajinan terutama tikar pandan untuk dipasarkan
di Palembang atau berdasar pesanan. Untuk pelaporan, setelah dikabulkan masih
ada pemberitahuan bahwa ini diterima, atau sudah dilaksanakan, dijelaskan
kondisinya. Pelaporan dibuat tertulis, tetapi selanjutnya pihak perusahaan
melakukan pengecekan di lapangan. Masalah lainnya, bantuan terkadang tidak
tepat sasaran, bahkan orang yang baru bermukim di sini mendapat bantuan
sedangkan yang sudah lama, malah terlewatkan.
Bantuan yang paling bermanfaat, yang kemarin adalah untuk olah raga dan
masjid. Ke depan, diharapkan bantuan diperbanyak untuk pendidikan seperti
PAUD, SD, SMP.
171

Sementara Mahasan, tokoh agama yang berhubungan dengan Cophi


biasanya karena urusan bantuan ke masjid, kurban, karyawannya juga sering
shalat di sini. Pernah diundang untuk pertemuan tentang CSR dan keamanan.
Selaku pengurus masjid, berhubungan dengan perusahaan pada waktu
menyampaika bantuan untuk masjid dan kegiatan keagamaan. Termasuk waktu
menyerahkan hewan kurban. Bantuan itu diberi karena memang diminta.
Permintaan disampaikan dalam proposal lengkap. Masjid mendapat bantuan
material pembangunan, dan terakhir ini adalah seperangkat sound-system.
Perusahaan juga membantu masyarakat berupa beasiswa, berkebun, latihan
keterampilan dan bengkel. Juga membantu material membangun gedung sekolah.
Selaku tokoh agama, pernah bersama tokoh masyarakat lain mengikuti pertemuan
yang diundang perusahaan itu di Palembang. Pembicaraa berkisar tetang masalah
di desa ini. Pertama yang pokok adalah mengawasi karyawan mereka apabila
mengganggu. Sebenarnya karyawan Cophi itu bila di desa ini baik serta ramah.
Sering bertemu di jalan dan mengenali mereka dari pakaian seragamnya berwana
merah bata. Tetapi untuk mengenali berdasar namanya, selalu lupa. Tidak bisa
mengingat satu persatu. Mereka sering naik dari sungai melalui pangkalan
(tempat naik, dermaga) di sekitar rumah.
Untuk bantuan, yang selama ini nampak paling bermanfaat adalah kebun
karet karena langsung membantu perekonomian warga. Ke depan, bantuan seperti
perkebunan itu sangat penting. Selain itu, perlu juga membuatkan pagar serta
membuatkan dermaga di dekat masjid, sehingga dapat dipergunakan untuk umum.
Untuk kebutuhan seperti ini, merasa seganmenghadap dan memohonkan ke
perusahaan.
Sedangkan Muhammad Syukur, tokoh LSM PMPB3, mengetahui
keberadaan Cophi tetapi tidak pernah berhubungan secara langsung. Relasi
dengan Cophi melalui perangkat desa, dan pada peristiwa Kurban dan acara 17
Agustus-an. Untuk hubungan dengan perangkat desa, secara pribadi mereka
sangat baik. Tetapi menyangkut bantuan dari perusahaan terutama Cophi,
sepertinya tidak ada musyawarah tahu-tahu diundang ada bantuan. Berkaca

3 Perkumpulan Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Anak Cabang


Muara Merang
172

dengan kehidupan warga di tempat lain, seperti Karang Agung seharusnya di desa
ada musyawarah perangkat desa dengan pihak pemuda. Di Karangagung, bila
akan meminta bantuan perusahaan dilakukan dengan musyawarah tentang apa
yang dibutuhkan, lalu melalui Kepala Desa diajukan ke perusahaan. Tidak seperti
di Karangagung, di sini tiba-tiba saja ada bantuan perusahaan. Sebagian besar
warga hanya mengetahui bantuan karen informasi sambil lalu. Ada mendengar
bantuan bangunan sekolah, masjid dan beasiswa. Beasiswa diseleksi, kabarnya
berdasar tingkat kesejahteraan. Warga desa ini sama, tidak ada yang lebih kaya
dari yang lain. Jadi seharusnya mendapatkan beasiswa semua. Selain Cophi, di
sini ada perusahaan Pinang Witmas. Mereka membantu penerangan jalan.
Karyawan mereka juga banyak dari desa ini.
Hubungan dengan perusahaan secara resmi tidak ada. Yang ada justeru
dengan karyawannya yang sering bertemu bila shalat Jumat. Pada waktu lebaran
mereka datangbertandang silaturahmi ke rumah-rumah penduduk.
Sementara itu bagi Arpani yang merupakan salah satu penerima langsung CSR.
Berhubungan dengan pihak Cophi, semula karena dibina sebagai petani karet.
Berhubungan dengan pihak perusahaan melalui Kepala Desa. Pembinaan yang
dilakukan perusahaan cukup panjang sejak persiapan sampai pemasaran.
Informasi tentang bantuan diterima melalui Kepala Desa. Selanjutnya
disampaikan persyaratan yaitu memiliki lahan sendiri dengan luas area tertent.
Setelah memenuhi persyaratan secara data di atas kertas, mereka daftarkan dan
dilakukan cek ke lapangan. Apabila memenuhi persyaratan, prosesnya berlangung
pertama pelatihan membuka lahan yang diselenggarakan di Simpang Gas,
selanjutnya praktek membuka lahan. Setelah lahan dibuka diberi pagar berupa
kandang kawat. Dilanjutkan dengan pelatihan tanam di Balai Latihan Sumbawa
sekaligus diberi bibit. Lalu ditanam. Dalam masa menunggu panen, perusahaan
membantu pula dengan tanaman sela beberapa gelombang seperti pisang. Tim dari
perusahaan terus mendampingi dan memonitor sampai panen dan pemasaran.
Pemasaran pun mereka yang bimbing.
Bantuan lain adalah beasiswa, pelatihan, material bangunan masjid dan
sekolah, pelatihan elektronik, dan usaha bengkel. Bengkel sampai sekarang masih
173

berjalan. Yang mengalami kegagalan sepertinya adalah program air bersih, karena
perlengkapannya tidak dapat difungsikan.
Merasa akrab dengan perusahaan dan karyawannya. Sering diundang pada
pertemuan resmi dalam rangka pengamanan dan tawaran CSR, selain hubungan
sebagai petani binaan. Ia menilai, lantaran sopan santun pihak perusahaan,
masyarakat desa ini menaruh respek yang tinggi terhadap Cophi.