Anda di halaman 1dari 3

KARAKTERISTIK BETON RINGAN DENGAN MENGGUNAKAN TEMPURUNG

KELAPA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT KASAR


Oleh: I Wayan Suarnita
1. JUDUL (5%):
a. Kriteria Kuantitatif:
1) Judul sudah mencakup kriteria kuantitatif SPJ
2) Singkat: memenuhi syarat singkat karena tidak lebih dari 3 baris
3) Padat : memenuhi syarat padat karena setiap kata mengandung arti
4) Jelas : susunan kata pada judul tidak membingungkan dan mendua arti
b. Kriteria Kualititif
Inovatif. Karena limbah tempurung kelapa belum banyak dimanfaatkan dalam pembuatan beton.
Komentar:
Judul sudah memenuhi syarat kuantitatif maupun kualitatif, namun kurang menarik. Judul karya
tulis ilmiah harus menarik agar pembaca merasa penasaran dan ingin tahu isi dari karya tulis
tersebut.
Nilai judul = 5%

2. ABSTRAK (5%)
a. Kriteria Kuantitatif:
1) Terdapat abstrak dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris.
2) Hanya terdiri dari 2 alinea namun sudah menunjukkan tujuan, cara/metode pengerjaan, dan
hasil yang diproleh.
3) Jumlah kata kurang dari 200 kata
4) Terdapat 3 kata kunci OK.
b. Kriteria Kualititif
Tinggi - deskripsi abstrak sudah sesuai dengan isi teks
Komentar:
Deskripsi abstrak sudah sesuai dengan isi teks. Namun secara format penulisan masih belum
tepat.
Nilai Abstrak = 4%

3. BAB I: PENDAHULUAN (20%)


A. Latar Belakang Masalah
a. Kriteria Kuantitatif
- Latar belakang tidak dijelaskan secara eksplisit, namun secara implisit dapat ditemukan
keadaan saat ini (ada masalah/belum ideal), keadaan situasi yang lebih baik/ideal, dan solusi
yang ditawarkan
- Keadaan saat ini: Pada daerah tertentu di Indonesia, ada daerah yang karena kondisi
geologi dan struktur tanahnya, sangat sulit mendapatkan agregat, terbaca di halaman 2,
alinea ke 4, baris pertama pada pendahuluan.
- Keadaan yang diharapkan: Penggunaan limbah dominan sekitar daerah untuk menggantikan
agregat dalam pembuatan beton sehingga menghemat biaya pengadaan agregat dari luar
daerah. Tidak dijelaskan secara eksplisit namun dapat ditangkap secara implisit setelah
membaca.
- Solusi yang ditawarkan penggunaan tempurung sebagai pengganti agregat kasar dalam
pembuatan beton. Terbaca di hal 2 alinea ke 4 pada pendahuluan.
B. Batasan masalah secara eksplisit tidak ada tetapi secara implisit dapat dikenali dari penyebutan
daerah Sulawesi Tengah. Terbaca di halaman 2
C. Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat secara implisit dapat ditemukan pada pendahuluan.
Halaman 2, alinea terakhir dari pendahuluan.
Komentar :
Pendahuluan dapat ditemukan secara eksplisit karena dituliskan, namun bagian dari pendahuluan
seperti latar belakang, rumusan masalah tujuan dan manfaat tidak dituliskan secara eksplisit.
Perlu melakukan analisa terlebih dahulu untuk menemukannya. Secara umum pendahuluan sudah
baik namun penulis terlalu banyak menggambarkan kondisi saat ini. Ada baiknya jika penulis
menggambarkan nilai tambah dari teknologi yang diusulkan secara singkat.
Nilai BAB I : 15%

4. BAB II: PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH (20%)


a. Teori-teori yang mendasari
Sudah tertuang dalam TINJAUAN PUSTAKA, yaitu karakteristik beto ringan. Mulai dari
modulus elastisitas, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur dan kekuatan lekatan tuangan.
Namun belum ada tinjauan pustaka untuk tempurung kelapa (sifat, karakteristik dll)
b. Teknologi yang sudah ada di masyarakat
Penulis tidak menuliskan teknologi lain pengganti agregat yang sudah ada dimasyarakat.
Penulis hanya menjelasan teknologi beton ringan dengan agregat kasar yang biasa digunakan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penulis ingin membandingkan beton ringan dengan agregat
biasa dengan beton ringan agregat tempurung kelapa.
c. Deskripsi teknologi yang diusulkan
Tidak dijelaskan teknologi yang diusulkan.
Komentar:
Untuk bagian tinjauan pustaka sudah baik, namun terlalu fokus pada karakteristik beton ringan,
perlu dibahas mengenai karakteristik dari tempurung kelapa sebagai bahan pengganti agregat
beserta kelebihan, kekurangan, dan cara menyiasati kekurangan.
Nilai BAB II = 15%

5. BAB III: METODE PENELITIAN (20%)


a. Prosedur rancangan, sudah ada deskripsi Metode Penelitian. Sudah detail dan rinci sampai
dengan hasil uji coba labnya.
b. Alat dan peralatan yang diperlukan sudah dijelasakan secara rinci, alat dan peralatan yang
diperlukan dengan spesifikasinya.
c. Penjadwalan belum ada sehingga perlu ditambahkan
d. Analisis/Rancangan Biaya juga belum ada termasuk perlu didalamnya deskripsi break
evenpoinnya (nilai pengembalian modal yang telah dikeluarkan).
e. Prosedur rancangan sudah cukup rinci dalam BAB METODE PELAKSANAAN di halaman 7.
Komentar:
Penjelasan terlalu terfokus pada pengujian, tidak dijelaskan secara khusus mengenai cara
pembuatan dan komposisi campurannya.
Nilai BAB III= 12%

6. BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN (20%)


a. Hasil pengujian sudah dilampirkan dan dijelaskan secara jelas dan rinci. Namun belum
menjawab tujuan dan manfaat.
b. Pembasan: sudah dibandingkan dengan teori, rancangan/ produk yang telah ada.
Komentar :
Sudah dijelaskan secara rinci dan jelas.
Nilai BAB IV= 12%

7. BAB V: SIMPULAN DAN SARAN (10%)


a. Simpulan Simpulan belum menjawab nilai tambah dan manfaat terhadap masyarakat seperti
yang ditanyakan dalam rumusan masalah.
b. Saran tidak terdapat saran dalam karya tulis ilmiah ini.
Komentar:
Simpulan mencakup hasil pengujian dari beton. Kurang sesuai dengan rumusan masalah yang
ditanyakan pada BAB I Pendahuluan. Sebagiknya diber tambahan saran untuk penelitian
berikutnya.
Nilai BAB V= 5%
8. DAFTAR PUSTAKA (5%)
a. Kuantitas
Sudah sesuai dengan pedoman penulisan APA
b. Kualitas
Daftar buku : sudah sesuai dengan isi dan masalah yang dibahas.
Tingkat kepakaran penulis sudah memadai
Kemutakhiran : buku yang digunakan terlalu lama, sehingga kurang mutakhir.
Komentar:
Adabaiknya jika sumber yang digunakan adalah sumber terbaru agar lebih mutakhir.
Nilai Daftar Pustaka:3%