Anda di halaman 1dari 5

SOAL BAHAS AKPEM

Akuntansi Kewajiban dan Investasi Pemerintah


Pernyataan no. 06 investasi pemerintah
Pernyataan no. 09 kewajiban pemerintah

1. Apa yang dimaksud dengan Investasi Pemerintah menurut PSAP 06?


Pengertian Investasi adalah kegiatan pemerintah menanamkan uangnya dalam bentuk penyertaan
modal atau pembelian surat utang dalam rangka memperoleh manfaat ekonomi atau sosial.
Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga,
dividen dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah
dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi investasi!


Investasi jangka pendek (dilakukan pada pasar uang)
Investasi ini adalah investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama
12 (dua belas) bulan atau kurang.
Investasi jangka pendek harus memenuhi karakteristik sebagai berikut,
1. Dapat segera diperjualbelikan/dicairkan;
2. Investasi tersebut ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya pemerintah dapat menjual
investasi tersebut apabila timbul kebutuhan kas;
3. Berisiko rendah.
Contoh:
1. Deposito berjangka waktu tiga sampai dua belas bulan dan atau yang dapat diperpanjang secara
otomatis (revolving deposits);
2. Pembelian Surat Utang Negara (SUN) pemerintah jangka pendek oleh pemerintah pusat
maupun daerah dan pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Investasi jangka panjang
Investasi ini merupakan investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (dua belas) bulan.
Menurut sifat kepemilikannya investasi jangka panjang dibedakan menjadi:
1. investasi nonpermanen yaitu investasi jangka panjang yang tidak dimaksudkan untuk dimiliki
secara berkelanjutan. Investasi nonpermanen pada suatu saat akan jatuh tempo atau selesai.
Pada saat jatuh tempo akan ditarik atau diperbaharui kembali.
Investasi nonpermanen yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain dapat berupa:
a. Pembelian obligasi atau surat utang jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki oleh
pemerintah sampai dengan tanggal jatuh tempo;
b. Penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga;
c. Dana yang disisihkan pemerintah dalam rangka pelayanan masyarakat seperti bantuan
modal kerja secara bergulir kepada kelompok masyarakat;
d. Investasi nonpermanen lainnya, yang sifatnya tidak dimaksudkan untuk dimiliki
pemerintah secara berkelanjutan, seperti penyertaan modal yang dimaksudkan untuk
penyehatan/penyelamatan perekonomian.
2. investasi permanen yaitu adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki
secara berkelanjutan atau tidak direncanakan untuk dijual kembali.
Investasi permanen yang dilakukan oleh pemerintah adalah investasi yang tidak dimaksudkan
untuk diperjualbelikan, tetapi untuk mendapatkan dividen dan/atau pengaruh yang signifikan
dalam jangka panjang dan/atau menjaga hubungan kelembagaan.
Investasi permanen ini dapat berupa:
a. Penyertaan Modal Pemerintah pada perusahaan negara/ daerah, badan internasional, dan
badan usaha lainnya yang bukan milik negara;
b. Investasi permanen lainnya yang dimiliki oleh pemerintah untuk menghasilkan pendapatan
atau meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

3. Jelaskan kriteria pengakuan investasi! Berikan contoh jurnalnya!


Suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah satu kriteria
berikut:
1. Kemungkinan manfaat ekonomis dan manfaat sosial atau jasa pontensial di masa yang akan
datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah;
2. Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable).
Pengeluaran untuk perolehan investasi jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas
pemerintah dan tidak dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran, sedangkan
pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang diakui sebagai pengeluaran
pembiayaan.
Jurnal Investasi Jangka Pendek
1 Maret 07 Investasi Jangka Pendek 15.000.000
Kas 15.000.000
Jurnal Investasi Jangka Panjang
1 April 07 Pengeluaran Pembiayaan-Penyertaan Modal Pemda 100.000.000
Kas 100.000.000
Penyertaan Modal Pemda 100.000.000
Diinvestasikan dlm Investasi Jk Panjang 100.000.000

4. Sebutkan empat dasar nilai untuk pengukuran Investasi! Bagaimanakan pengukuran untuk
investasi jangka pendek surat berharga?
Untuk beberapa jenis investasi, terdapat pasar aktif yang dapat membentuk nilai pasar, dalam hal
investasi yang demikian nilai pasar digunakan sebagai dasar penerapan nilai wajar. Sedangkan
untuk investasi yang tidak memiliki pasar yang aktif dapat dipergunakan:
1. nilai nominal,
2. nilai tercatat atau
3. nilai wajar lainnya
Pengukuran investasi jangka pendek surat berharga
1. Investasi jangka pendek dalam bentuk surat berharga, misalnya obligasi jangka pendek, dicatat
sebesar biaya perolehan yang meliputi:
(harga transaksi investasi+ komisi perantara jual beli, jasa bank dan biaya lainnya yang
timbul dalam rangka perolehan tersebut.)
2. Apabila investasi dalam bentuk surat berharga diperoleh tanpa biaya perolehan, maka investasi
dinilai berdasar nilai wajar investasi pada tanggal perolehannya yaitu sebesar harga pasar.
3. Apabila tidak ada nilai wajar, biaya perolehan setara kas yang diserahkan atau nilai wajar aset
lain yang diserahkan untuk memperoleh investasi tersebut.

5. Sebutkan tiga metode penilaian investasi!


Penilaian investasi pemerintah dilakukan dengan tiga metode yaitu:
1. Metode biaya;
Metode biaya adalah suatu metode penilaian yang mencatat nilai investasi berdasarkan harga
perolehan. Penghasilan atas investasi tersebut diakui sebesar bagian hasil yang diterima dan
tidak mempengaruhi besarnya nilai investasi pada badan usaha/badan hukum yang terkait.
2. Metode ekuitas;
Metode ekuitas adalah suatu metode penilaian yang mengakui penurunan atau kenaikan nilai
investasi sehubungan dengan adanya rugi/laba badan usaha yang menerima investasi (investee),
proporsional terhadap besarnya saham atau pengendalian yang dimiliki pemerintah.
Dengan menggunakan metode ekuitas, pemerintah mencatat investasi awal sebesar biaya
perolehan dan ditambah atau dikurangi sebesar bagian laba atau rugi pemerintah setelah tanggal
perolehan. Bagian laba yang diterima pemerintah akan mengurangi nilai investasi pemerintah.
Sedangkan dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham, tidak mempengaruhi nilai investasi
pemerintah karena pengakuan kenaikan nilai investasinya sudah dilakukan pada saat laba
dilaporkan. Penyesuaian terhadap nilai investasi juga diperlukan untuk mengubah porsi
kepemilikan investasi pemerintah, misalnya adanya perubahan yang timbul akibat pengaruh
valuta asing serta revaluasi aset tetap.
3. Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan;
Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan digunakan terutama untuk kepemilikan yang akan
dilepas/dijual dalam jangka waktu dekat.
Penggunaan metode tersebut di atas didasarkan pada kriteria sebagai berikut:
Kepemilikan kurang dari 20% menggunakan metode biaya;
Kepemilikan 20% sampai 50%, atau kepemilikan kurang dari 20% tetapi memiliki pengaruh
yang signifikan menggunakan metode ekuitas;
Kepemilikan lebih dari 50% menggunakan metode ekuitas;
Kepemilikan bersifat nonpermanen menggunakan metode nilai bersih yang direalisasikan.
Metode biaya dan metode ekuitas digunakan untuk pengukuran nilai investasi atas investasi
permanen, sedangkan metode nilai bersih yang dapat direalisasikan digunakan untuk pengukuran
nilai investasi nonpermanen.

6. Apa yang dimaksud dengan kewajiban pemerintah menurut PSAP 09? Sebutkan pula apa
yang dimaksud dengan kewajiban kontijensi!
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Dalam konteks pemerintahan,
kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan yang berasal dari
pinjaman. Pinjaman tersebut dapat berasal dari masyarakat, lembaga keuangan, pemerintah lain,
atau lembaga internasional. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai
yang bekerja pada pemerintah, kewajiban kepada masyarakat luas yaitu kewajiban tunjangan,
kompensasi, ganti rugi, alokasi/realokasi pendapatan ke entitas lainnya, atau kewajiban dengan
pemberi jasa lain. Kewajiban pemerintah dapat juga timbul dari pengadaan barang dan jasa dari
pihak ketiga yang belum dibayar pemerintah pada akhir tahun anggaran.

Kewajiban kontinjensi adalah kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan
keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya suatu peristiwa atau lebih
pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali suatu entitas. Misalnya
Pemerintah memberikan penjaminan atas tabungan masyarakat di lembaga perbankan, informasi
ini diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

7. Sebutkan Klasifikasi Kewajiban Pemerintah!


Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban yang diharapkan dibayar dalam waktu 12
(dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Beberapa kewajiban jangka pendek, seperti
utang transfer pemerintah atau utang kepada pegawai merupakan suatu bagian yang akan
menyerap aset lancar dalam tahun pelaporan berikutnya. Kewajiban jangka pendek lainnya.
Misalnya bunga pinjaman, utang jangka pendek dari pihak ketiga, utang Perhitungan Fihak
Ketiga (PFK), dan bagian lancar utang jangka panjang.
Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban jangka panjang merupakan kewajiban yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan. Jika
pada akhir periode akuntansi, pemerintah mempunyai utang jangka panjang, maka pemerintah
harus melakukan reklasifikasi kewajiban tersebut ke kewajiban jangka pendek dan kewajiban
jangka panjang.

8. Kapankah pengakuan kewajiban pemerintah berdasar PSAP 09? Apa yang menyebabkan
timbulnya kewajiban?
Kewajiban pemerintah diakui jika:
besar kemungkinan pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan
kewajiban yang ada sampai saat ini, dan
kewajiban tersebut dapat diukur dengan andal.
Prasyarat peristiwa masa lalu sangat penting dalam pengakuan kewajiban. Peristiwa tersebut
menimbulkan suatu konsekuensi keuangan terhadap suatu entitas. Peristiwa yang dimaksud
mungkin dapat berupa suatu kejadian internal dalam entitas seperti timbul kewajiban kepada
pegawai organisasi pemerintah akibat pemerintah belum membayar tunjangan pegawai, ataupun
dapat berupa kejadian eksternal yang melibatkan interaksi antara suatu entitas dengan
lingkungannya seperti adanya transaksi dengan entitas lain.

Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima dan/atau pada saat kewajiban timbul.
Kewajiban dapat timbul dari,
transaksi pertukaran (exchange transactions)
Suatu transaksi dengan pertukaran timbul ketika masing-masing pihak dalam transaksi
tersebut mengorbankan dan menerima suatu nilai sebagai gantinya. Terdapat dua arus
timbal balik atas sumber daya atau janji untuk menyediakan sumber daya. Dalam
transaksi dengan pertukaran, kewajiban diakui ketika satu pihak menerima barang
atau jasa sebagai gantinya pemerintah berjanji untuk memberikan uang atau sumber
daya lain di masa depan.

transaksi tanpa pertukaran (non-exchange transactions), dimana pemerintah belum


melaksanakan kewajibannya sampai akhir periode akuntansi;
Suatu transaksi tanpa pertukaran timbul ketika satu pihak dalam suatu transaksi
menerima nilai tanpa secara langsung memberikan atau menjanjikan nilai sebagai
gantinya. Hanya ada satu arah arus sumber daya atau janji. Untuk transaksi tanpa
pertukaran, kewajiban harus diakui atas jumlah terutang yang belum dibayar pada
tanggal pelaporan.
kejadian yang berkaitan dengan pemerintah (government-related events); dan
kejadian yang diakui pemerintah (government-acknowledged events).
Terdapat kewajiban pemerintah yang timbul bukan didasarkan pada transaksi namun
berdasarkan adanya interaksi antara pemerintah dan lingkungannya. Kejadian tersebut
mungkin berada di luar kendali pemerintah. Pengakuan kewajiban yang timbul dari
kejadian tersebut sama dengan kewajiban yang timbul dari transaksi dengan pertukaran.

9. Bagaimanakan pengukuran kewajiban?


Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan
dinyatakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs tengah bank
sentral pada tanggal neraca.
Nilai nominal atas kewajiban mencerminkan nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali
transaksi berlangsung seperti nilai yang tertera pada lembar surat utang pemerintah. Aliran
ekonomi setelahnya, seperti transaksi pembayaran, perubahan penilaian dikarenakan perubahan
kurs valuta asing, dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan
menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut.
Penggunaan nilai nominal dalam menilai kewajiban mengikuti karakteristik masing-masing pos.

10. Sebutkan biaya-biaya yaang berhubungan dengan utang pemerintah! Bagaimanakah


ketentuan kapitalisasi biaya pinjaman?
Bunga atas penggunaan dana pinjaman, baik pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang,
Amortisasi diskonto atau premium yang terkait dengan pinjaman,
Amortisasi biaya yang terkait dengan perolehan pinjaman seperti biaya konsultan, ahli hukum,
commitment fee, dan sebagainya
Perbedaan nilai tukar pada pinjaman dengan mata uang asing sejauh hal tersebut diperlakukan
sebagai penyesuaian atas biaya bunga,
Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan atau produksi suatu
aset tertentu (qualifying asset) harus dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset
tertentu tersebut.
Apabila bunga pinjaman dapat diatribusikan secara langsung dengan aset tertentu, maka biaya
pinjaman tersebut harus dikapitalisasi terhadap aset tertentu tersebut. Apabila biaya pinjaman
terebut tidak dapat diatribusikan secara langsung dengan aset tertentu, maka kapitalisasi biaya
pinjaman ditentukan berdasarkan penjelasan pada paragraf dibawah ini.
Dalam keadaan tertentu sulit untuk mengidentifikasikan adanya hubungan langsung antara
pinjaman tertentu dengan perolehan suatu aset tertentu dan untuk menentukan bahwa pinjaman
tertentu tidak perlu ada apabila perolehan aset tertentu tidak terjadi. Misalnya:
apabila terjadi sentralisasi pendanaan lebih dari satu kegiatan/proyek pemerintah.
Kesulitan juga dapat terjadi bila suatu entitas menggunakan beberapa jenis sumber
pembiayaan dengan tingkat bunga yang berbeda-beda.
Dalam hal ini, sulit untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang dapat secara langsung
diatribusikan, sehingga diperlukan pertimbangan profesional (professional judgement) untuk
menentukan hal tersebut.
Apabila suatu dana dari pinjaman yang tidak secara khusus digunakan untuk perolehan aset maka
biaya pinjaman yang harus dikapitalisasi ke aset tertentu harus dihitung berdasarkan rata-rata
tertimbang (weighted average) atas akumulasi biaya seluruh aset tertentu yang berkaitan selama
periode pelaporan.