Anda di halaman 1dari 9

ILMU BEDAH VETERINER UMUM

CASTING PADA KUDA

Kelompok 4:

Ainun Rizki Amalia 1409005056


Jendra Krisna Apramada 1409005057
I Kadek Pradhana Putra 1409005058
I Made Adhi Kusuma D 1409005075
Meli Rizki Purwani 1409005078
Wulandari 1409005080
I Dewa Made Nurja Sadhi S 1409005081
I Gede Rajendra WD 1409005082
Roby Rohmandhani 1409005084

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan paper ini dapat diselesaikan.

Paper ini disusun penulis sebagai tugas dari mata kuliah Ilmu Bedah Veteriner Umum,
yang berjudul Casting pada Kuda. Melalui penulisan laporan ini, diharapkan mahasiswa
mampu memahami lebih dalam tentang bagaimana restrain pada burung.

Terima kasih penulis sampaikan kepada dosen mata kuliah Ilmu Bedah Veteriner Umum
yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi lancarnya dan terselesaikannya paper ini.

Demikianlah laporan ini saya susun semoga bermanfaat, dan dapat memenuhi tugas mata
kuliah Ilmu Bedah Veteriner Umum.

Denpasar, 16 Februari 2017

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kuda adalah hewan besar yang seringkali digunakan untuk pacuan ataupun sebagai
hewan kesayangan. Namun kuda bukanlah hewan yang mudah untuk ditangani karena
ukurannya yang besar dan kekuatannya. Karena itu tidak bisa sembarangan dalam menangani
kuda.
Casting adalah menguasai hewan dengan cara merebahkan hewan tersebut. Casting
diperlukan dalam beberapa kasus. Dalam melakukan casting kita perlu untuk membuat kuda
berbaring pada satu sisi. Contoh kasus dimana kita perlu untuk melakukan casting pada kuda
yaitu pada kasus kuda betina yang mengalami kesulitan melahirkan.
Selain casting, dokter hewan biasanya juga memberikan injeksi sedative. Casting
mungkin dilakukan jika seoarang dokter hewan tidak dapat mensedasi hewan tersebut.
Kebanyakan kuda akan panik ketika mereka dicasting. Kuda akan akan memberontak,
menendang dengan kaki mereka dan terkadang juga dengan kepala mereka. Karena itu
casting pada kuda tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Casting yang dilakukan
haruslah dengan baik dan benar serta tergantung dari situasi atau kondisi yang ada.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu pengertian dari casting?
2. Apa saja metode casting pada kuda?

1.3 TUJUAN PENULISAN


1. Mengerti dan memahami pengertian dari casting
2. Mengerti dan memahami metode casting pada kuda?

1.4 MANFAAT PENULISAN


Paper ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa agar dapat memahami cara
melakukan casting pada kuda yang baik dan benar.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Casting
Casting adalah cara menguasai hewan dengan cara merebahkan hewan untuk tujuan
pembedahan atau untuk menjatuhkan hewan tersebut, khususnya hewan besar.
Syarat-ayarat melakukan casting adalah:
1. Berhati-hati, jangan sampai melukai hewan.
2. Tempat cukup lapang, rata, empuk, dan jauh dari pepohonan, tembok, batu/benda
lain yang membahayakan. Alas dibuat dari jerami kering/rumput yang kering,
usahakan di tempat yang teduh.
3. Tali yang digunakan cukup besar dan panjang kurang lebih 10 m.
4. Sediakan tenaga manusia 4-5 orang, satu untuk mengarahkan jatuhnya kuda,
sedangkan yang lain sebagai penarik tali.
5. Setelah kuda rebah, cepat dikuasai agar tidak berusaha berdiri kembali.
2.2 Metode Casting pada Kuda
Sebelum melakukan casting/merebahkan kuda, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan
antara lain :
1. Sedikitnya lima orang: satu memegang kepala dan dua untuk menarik setiap tali.
2. Tali halter kuat atau head collar pada kuda.
3. Tali, panjang 15 meter dan tebal 1,0-1,5 cm, untuk cast hewan. tali bahan kapas
adalah yang terbaik, karena tidak membuat kulit iritasi dan kemerahan.
4. Tali dengan panjang sekitar 3 meter, untuk mengikat mengitari dada
5. Bandages untuk kaki.

Metode berikut digunakan untuk casting pada kuda:

a) Penggunaan Sidelines (tunggal maupun ganda)


Sideline juga bisa dipakai untuk mencegah tendangan atau mengangkat kaki belakang
untuk melakukan tindakan pada kaki. Jika memungkinkan tali menggunakan bahan kapas,
bukan tali nilon. tali bahan kapas lebih lembut dan lebih cenderung tidak membuat kulit
merah.

Single Sideline : Cotton web sangat ideal untuk single side line. Sebuah simpul meluncur
dibuat pada pastern single line kemudian diteruskan antara kaki depan, dan ujung bebas
diambil putaran pada leher, diikatkan di atas bahu ke sisi dekat, dan simpul diterapkan dekat
siku sehingga menarik kaki belakang sedikit ke depan.
Double side lines: Sebuah simpul meluncur dibuat di pastern dekat kaki belakang ,
simpul berada di luar. Sideline kemudian diteruskan antara kaki depan dan diberi giliran.
Ujung bebas kemudian dilewatkan pada bawah pergantian sebelumnya dari garis samping
dan melewati bahu ke sisi luar. Side line kemudian digulung mengitari tungkai depan luar
dengan cara yang sama seperti yang dilakukan di sisi dekat, dan kemudian dilewatkan sekitar
pastern dan simpul diikat di luar. Kedua kaki belakang dibawa sedikit ke depan selama
operasi.
b) Penggunaan Hobbles
Casting dengan Hobbles
1. Pertama Kuda harus dibuat berdiri dengan keempat kaki berdekatan.
2. Hobbles dipasangkan pada kakinya kemudian diikat dengan tali, harus ada satu
orang yang menjadi acuan yang berdiri didepan hobble.
3. Kemudian pasangkan master hobble secara berlawanan pada kaki depan dimana
kuda akan di casting.
4. Tali kemudian ditarik secara bersama-sama oleh 3-4 orang.
5. Tahan kepala kuda dan sedikit ditekan ke tanah. Pada bagian kepala tanah
diusahakan ada sedikit rumput.
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Casting adalah cara menguasai hewan dengan cara merebahkan hewan untuk tujuan
pembedahan atau untuk menjatuhkan hewan tersebut, khususnya hewan besar. Metode casting
pada kuda ada dua yaitu:

a) Penggunaan Sidelines (tunggal maupun ganda)


Sideline juga bisa dipakai untuk mencegah tendangan atau mengangkat kaki belakang
untuk melakukan tindakan pada kaki.
b) Penggunaan Hobbles
Pada casting ini hobbles dipasangkan pada kakinya

3.2 SARAN

Melakukan casting pada kuda sebaiknya dilakukan dengan baik dan benar agar
mengurangi resiko cedera yang didapat dari kuda.
DAFTAR PUSTAKA

Hadrill, David. 2002. Horse Healthcare - A Manual for Animal Health Workers
and Owners. ITDG Publishing.

Anda mungkin juga menyukai