Anda di halaman 1dari 6

VOLUME 02 NOMOR 01 MARET 2014

KARAKTERISTIK PANDUAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA BERVISI-SETS


UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS

Fitria Fatichatul Hidayah


Pendidikan Kimia, Universitas Muhammadiyah Semarang
fitriafatichatul@gmail.com

Abstrak
Panduan praktikum merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan pedoman mahasiswa
melaksanakan praktikum. Selama ini, pelaksanaan praktikum Kimia Fisika Jurusan Tadris Kimia
Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dilakukan dengan cooking book, yaitu petunjuk praktikum mulai
dari tujuan, alat bahan, cara kerja dan hasil pengamatan telah tertuang dalam buku tersebut. Panduan
tersebut kurang menumbuhkan semangat menggali pengetahuan. Untuk mencapai kompetensi calon
guru kimia, peneliti ingin meningkatkan keterampilan proses sains dengan menerapkan panduan
kegiatan bervisi SETS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik panduan praktikum
Kimia Fisika bervisi-SETS dan pengaruh penggunaan terhadap keterampilan proses sains sehingga
dapat digunakan sebagai acuan dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan praktikum melalui
model penelitian dan pengembangan (R & D). Materi elektrokimia yang digunakan meliputi:
persamaan Nernst; elektrolisis; elektroplating. Penggunaan panduan kegiatan bervisi-SETS ada 16
dari 21 mahasiswa memperoleh nilai 70. Panduan kegiatan bervisi-SETS dapat meningkatkan
keterampilan proses sains mahasiswa dengan rerata N-gain 0,6 (sedang).

Kata Kunci: Pengembangan, Panduan Kegiatan, SETS, Keterampilan Proses Sains, elektrokimia.

PENDAHULUAN memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh


Standar Kompetensi Guru (SKG) melaui jalur SETS; selalu memiliki pikiran
yang harus dimiliki oleh calon guru yaitu alternatif, produktif dan berwawasan SETS;
menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat menerima masukan positif untuk
hitung untuk meningkatkan pembelajaran meningkatkan kualitas belajar dan pembinaan
kimia di laboratorium dan lapangan, karier berkenaan dengan bidang yang
merancang eksperimen kimia untuk keperluan dipelajari. Hasil penelitian yang dilakukan
pembelajaran atau penelitian, melaksanakan Yoruk (2009) menyimpulkan bahwa
eksperimen kimia dengan cara yang benar Pendidikan kimia bervisi-SETS akan
(Depdiknas, 2007 dan Hamalik, 2009). mengarahkan peserta didik untuk memilih
bidang karir masa depan dan memberi efek
Salah satu pendekatan yang dapat
terhadap hasil belajar peserta didik. Selain
digunakan untuk mencapai Standar
itu, pada pendekatan bervsis-SETS
Kompetensi Guru dalam menerapkan hukum
menggunakan alat evaluasi belajar berbentuk
hukum kimia dengan teknologi dalam
pembuatan peper, artikel, proposal kegiatan
kehidupan sehari-hari adalah SETS (Science,
sains, kegiatan eksperimen dan pengembangan
Environment, Technology, and Society).
konsep dalam teknologi sederhana. Penilaian
Pendekatan SETS diharapkan dapat
menurut Binadja (2006c) didasarkan pada
mempermudah mahasiswa dalam memahami
kejelasan pada keterkaitan secara jelas antara
materi pelajaran, sehingga mahasiswa dapat
informasi pada masing-masing unsur SETS
mencapai pemahaman yang kompeten,
yang dikembangkan oleh mahasisiwa.
membantu mahasiswa untuk memiliki
kemampuan memandang sesuatu secara Binadja (1999a) menyatakan bahwa
intregatif dengan memperhatikan keempat pengajaran SETS (Science, Environment,
unsur SETS (Binadja, 2002b). Peran Technology, and Society) dapat membuat
mahasiswa dalam pembelajaran SETS antara mahasiswa melakukan penyelidikan untuk
lain: berusaha untuk selalu berwawasan SETS mendapatkan pengetahuan yang berkaitan
dalam belajar, berfikir dan bertindak; dengan sains, lingkungan, teknologi, dan
berpartisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat yang saling berintegrasi. Kegiatan
berwawasan SETS; berfikir tentang cara labalatorium dapat membangkitkan minat

Jurnal Pendidikan Sains 20


Universitas Muhammadiyah Semarang
VOLUME 02 NOMOR 01 MARET 2014

belajar dan memberikan bukti-bukti bagi mahasiswa Jurusan Tadris Kimia IAIN
kebenaran teori atau konsep-konsep yang telah Walisongo, panduan praktikum yang
dipelajaqri mahasiswa sehingga teori atau digunakan berupa cooking book. Mahasiswa
konsep tersebut menjadi lebih bermakna pada hanya terpaku dengan judul, dasar teori atau
struktur kognitif mahasiswa. Selain itu, konsep, alat bahan dan cara kerja yang
kegiatan laboratorium merupakan sarana untuk tertuang dalam buku panduan. Hasil praktikum
mengembangkan dan menerapkan dibuat dalam bentuk laporan tetapi tidak
keterampilan proses sains. didiskusikan, hal ini tidak memberikan
kesempatan kepada para mahasiswa untuk
Keterampilan proses sains merupakan
mengkomunikasikan dan mendiskusikan apa
keterampilan dalam pembelajaran sains
yang didapatkan melalui praktikum. Setiap
meliputi: mengamati, menafsirkan,
percobaan diawali dengan kegiatan pretes dan
meramalkan, menggunakan alat dan bahan,
pelaporan tetapi mahasiswa belum mengetahui
menerapkan konsep, merencanakan percobaan
kebenaran praktikum yang sudah dilaksanakan
dan mengkomunikasikan hasil percobaan
karena tidak ada evaluasi setelah praktikum.
(Wartono, 1999; Akinbobola, 2010).
Selain itu, buku panduan praktikum yang
Keterampilan proses sains menonjol dan
digunakan belum memuat konsep sains
penting untuk mengajarkan capaian
menghubungkaitkan terhadap permasalahan di
pengetahuan. Mahasiswa membutuhkan
lingkungan menggunakan teknologi yang
keterampilan proses untuk melakukan
diciptakan sehingga bermanfaat bagi
penyelidikan ilmiah dan juga selama proses
masyarakat.
belajar mereka (Taconis, Ferguson-Hessler &
Salah satu strategi yang digunakan
Broekkamp, 2000 dalam Karsli, 2009).
untuk meningkatkan keterampilan proses sains
Keterampilan proses sains merupakan
adalah dengan metode eksperimen bervisi-
sarana untuk memahami dan menguasai ilmu
SETS. Panduan kegiatan bervisi-SETS pada
pengetahuan, keterampilan proses sains
praktikum matakuliah Kimia Fisika di Jurusan
dianggap memiliki tujuan utama untuk ilmu
Tadris Kimia IAIN Walisongo dapat
pengetahuan pendidikan dan pengaturan
membantu mahasiswa melaksanakan
laboratorium. Kegiatan pre-laboratorium
praktikum dengan melibatkan mahasiswa
merupakan hal penting untuk mempersiapkan
secara langsung dalam merumuskan masalah,
kemampuan mahasiswa memahami konsep-
membuat hipotesis, merancang eksperimen,
konsep ilmu pengetahuan dan berlatih
mengumpulkan dan menganalisis data serta
keterampilan proses sains yang diperlukan
mengintegrasikan terhadap sains, lingkungan,
untuk kemajuan pendidikan sains (Rezba et
teknologi, dan masyarakat. Salah satu upaya
al., 2002;, 32-35 dalam Hassan Abd El-Aziz
untuk meningkatan kompetensi mahasiswa
El-Sabagh, 2011).
dapat dilakukan dengan penyempurnaan
Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan
pelaksanaan praktikum Kimia Fisika, yaitu
laboratorium Kimia Fisika diharapkan dapat
menggunakan panduan kegiatan bervisi-SETS
berfungsi untuk meningkatkan pemahaman
dengan mengukur keterampilan proses sains
mahasiswa terhadap konsep-konsep Kimia
dan juga produk sains.
Fisika, dapat meningkatkan penguasaan
Manfaat yang dihasilkan dari penelitian
keterampilan proses sains sehingga dapat
ini yaitu (1). Memberi informasi tentang:
menjadi bekal bagi mahasiswa pada saat
karakteristik buku panduan praktikum Kimia
pelaksanaan kegiatan laboratorium untuk
Fisika bervisi SETS; (2) Panduan kegiatan
kepentingan penelitian. Pada mata kuliah ini,
bervisi-SETS dapat mengaitkan atau
mahasiswa diberikan kesempatan untuk
menghubungkan antara sains, lingkungan,
melakukan percobaan sendiri di laboratorium
teknologi dan masyarakat, sehingga
sehigga berkaitan dengan aspek psikomotorik.
mahasiswa memiliki pola berfikir aktif,
Menurut Nani Dahniar (2006), keterampilan
terintegrasi, kritis, kreatif dan membentuk
motorik berhubungan dengan anggota tubuh
sikap peduli terhadap lingkungan; (3)
atau tindakan yang memerlukan koordinasi
Memberikan kontribusi model eksperimen
antara syaraf dan otot sehingga dapat
kepada mahasiswa dan perguruan tinggi.
meningkatkan keterampilan proses sains.
Berdasarkan hasil field study pada
bulan September-Oktober 2012 terhadap

Jurnal Pendidikan Sains 21


Universitas Muhammadiyah Semarang
VOLUME 02 NOMOR 01 MARET 2014

METODE PENELITIAN berlangsung belum bervisi-SETS dan belum


mengajak mahasiswa untuk mengaplikasikan
Jenis penelitian yang digunakan adalah konsep yang telah diajarkan dalam
penelitian dan pengembangan (Research and memecahkan masalah di kehidupan sehari-
Development). Pengembangan panduan hari, metode praktikum yang digunakan hanya
kegiatan bervisi-SETS dikembangkan metode verivikatif, serta buku panduan
menggunakan model Borg dan Gall yang kegiatan yang digunakan masih bersifat resep
meliputi beberapa tahapan yaitu: penelitian maknan sehingga belum mengajak mahasiswa
dan pengumpulan data; perencanaan; untuk mengaplikasikan konsep dalam konteks
pengembangan; uji coba; uji coba terbatas; uji nyata.
coba luas; revisi uji coba luas. Desain Pada penelitian ini, praktikum materi
penelitian yang digunakan yaitu one group pre elektrokimia menggunakan panduan kegiatan
test-post test design, dimana hasil penelitian bervisi-SETS dilaksanakan melalui
dilihat dari perbedaan pre test maupun post pendekatan inkuiri dengan porsi
test. pembimbingan rendah, diskusi anlisis SETS,
Subyek uji coba adalah mahasiswa dan dilaksanakan diskusi pemecahan masalah,
semester IV mata kuliah Praktikum Kimia untuk meningkatkan keterampilan proses
Fisika di Jurusan Tadris Kimia IAIN sains. Selain itu, pada kegiatan pembelajaran
Walisongo. Instrumen yang digunakan selalu mengkondisikan mahasiswa untuk
meliputi instrumen tes berupa soal penguasaan selalu aktif berpikir, menekankan
konsep terintegrasi keterampilan proses sains pembelajaran yang berpusat pada aktivitas
dan instrumen non tes berupa angket penilaian mahasiswa selama pengembangan
kualitas panduan kegiatan, lembar validasi keterampilan proses sains serta pemberian
panduan kegiatan, lembar validasi soal, lembar tugas individu dan kelompok untuk
observasi kinerja mahasiswa, lembar observasi meningkatkan keterampilan proses sains
presentasi mahasiswa, lembar observasi mahasiswa.
diskusi perluasan SETS, lembar penilaian Karakteristik lain dari panduan
penulisan laporan dan angket respon kegiatan praktikum bervisi-SETS terlihat pada
mahasiswa. setiap percobaan praktikum yang
dikembangkan selalu dikaitkan dengan
HASIL DAN PEMBAHASAN aplikasi dalam kehidupan nyata dan
Observasi langsung diharapkan dapat menghubungkaitkan unsur SETS. Praktikum
mengetahui secara langsung kegiatan didesain untuk meningkatkan keterampilan
praktikum yang dilaksanakan oleh mahasiswa. proses sains (pengenalan alat dan bahan,
Observasi langsung dilaksanakan dengan penentuan hiptesis, penentuan variabel,
lembar observasi dan angket. Berdasarkan penerapan konsep, serta desain percobaan)
hasil observasi awal kinerja mahasiswa yang dikembangkan bagi mahasiswa. Pada
diperoleh rendahnya keterampilan proses sains setiap kegiatan penutup akhir pembelajaran
(penggunaan alat dan bahan, desain praktikum, selalu dilakukan evaluasi penulisan laporan,
interpretasi data, serta pemahaman konsep). pembahasan anlisis perluasan SETS serta
Dari hasil analisis angket diperoleh temuan pemberian tugas latihan untuk mendesain
bahwa kemampuan mahasiswa dalam praktikum sehingga meningkatkan
menghubungkaitkan antara konsep Sains keterampilan proses sains mahasiswa.
dengan unsur lingkungan, teknologi, Hal yang membedakan antara
masyarakat serta aplikasi dalam kehidupan petunjuk praktikum tradisioanl dengan
sehari-hari sangat rendah. Kemampuan panduan kegiatan adalah: a) Petunjuk
mahasiswa dalam mengaplikasikan konsep praktikum pada penelitian ini memuat tujuan
elektrokimia dalam memecahkan percobaan. Tetapi tujuan percobaan ini
permasalahan di kehidupan sehari-hari juga disesuaikan sendiri oleh mahasiswa
sangat rendah. berdasarkan permasalahan yang diajukan. b)
Analisis proses pembelajaran kimia Petunjuk praktikum pada penelitian ini tidak
dilaksanakan melalui metode wawancara memuat cara kerja. Cara kerja disusun sendiri
dengan dosen matakuliah Kimia Fisika. oleh mahasiswa berdasarkan prinsip percobaan
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa dan pengenalan alat percobaan. c) Petunjuk
pembelajaran praktikum kimia fisika yang praktikum pada penelitian ini mengharuskan

Jurnal Pendidikan Sains 22


Universitas Muhammadiyah Semarang
VOLUME 02 NOMOR 01 MARET 2014

mahasiswa menentukan variabel, membuat lain dalam penyelesaian tugas, dan mahasiswa
hiptesis, serta membuat rangkaian percobaan menyampaikan hasil diskusi dan memberikan
dan mengujinya melalui suatu percobaan. tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan
Pada praktikum menggunakan oleh mahasiswa dalam kelompok lain.
panduan kegiatan bervisi-SETS, mahasiswa Hasil kinerja mahasiswa dalam
diberi kesempatan untuk mendesain prosedur melaksanakan praktikum pada kategori sangat
praktikum, menentukan alat dan bahan serta tinggi. Hal ini dikarenakan pembelajaran
rangkaian alat. Menurut Roestiyah (1985) menggunakan panduan kegiatan bervisi-SETS
bahwa metode eksperimen melatih mahasiswa melatih mahasiswa dalam merencanakan
untuk mengalami sendiri, mengikuti suatu penelitian untuk mendapatkan bukti dalam
proses, mengamati suatu objek, menganalisis, merespon pertanyaan, melakukan percobaan,
membuktikan dan menarik kesimpulan. Dalam mengkomunikasikan prosedur dan penjelasan
metode eksperimen mahasiswa dapat aktif ilmiah, membuat hubungan antar variabel,
mengambil bagian dalam berbuat untuk diri menjelaskan penyebab dari perisitiwa yang
sendiri. Dengan demikian mahasiswa dapat terjadi, menghubungkan kejadian di sekitar
memperoleh kepandaian yang diperlukan dan mahasiswa dengan konsep yang telah diterima
langkah-langkah berfikir ilmiah (Tim dalam proses pembelajaran, dan menjadikan
Didaktik, 1995). hasil praktikum sebagai sumber ajar. Dengan
Panduan kegiatan bervisi-SETS pembelajaran ini, mahasiswa menjadi lebih
memuat beberapa aplikasi atau manfaat materi terbiasa dalam melaksanakan kegiatan-
elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan yang melatih keterampilan sehingga
mahasiswa diajak untuk mencari lebih lanjut keterampilan proses sains meningkat, dan
informasi tentang aplikasi dan isu-isu secara tidak langsung hasil belajar mahasiswa
permasalahan yang ada di lingkungan terkait menjadi lebih baik.
materi elektrokimia. Dengan demikian, Dalam pembelajaran menggunakan
mahasiswa harus lebih aktif dalam panduan kegiatan bervisi-SETS, mahasiswa
mengumpulkan informasi serta dituntut untuk dibiasakan bekerja secara kolaboratif dan
berfikir bagaimana merancang teknologi untuk aktif, penilaian dilakukan secara autentik, dan
memanfaatkan atau menyelesaikan sumber belajar dapat sangat berkembang. Hal
permasalahan yang ada di lingkungan. Selain ini berbeda dengan praktikum konvensional
itu, mahasiswa diminta untuk merinci, yang terbiasa dengan situasi praktikum
mendiskripsikan, kemampuan prosedural, penilaian lebih dominan pada
mengidentifikasi dan kemampuan aspek hasil daripada proses, dan sumber
menyimpulkan hubungan sains, teknologi, belajar cenderung stagnan. Penerapan
masyarakat dan lingkungan. pembelajaran dengan panduan kegiatan berisi-
Partisipasi mahasiswa dalam SETS telah menunjukan bahwa pendekatan
kelompok dirasakan juga lebih meningkat tersebut sanggup membuat mahasiswa
dibandingkan pada pembelajaran mengalami proses pembelajaran yang
konvensional. Hal ini dikarenakan bermakna, yaitu pembelajaran yang
pembelajaran menggunakan panduan kegiatan dikembangkan berdasarkan faham
bervisi-SETS dilaksanakan melalui konstruktivisme. Mahasiswa diberi
pendekatan inkuiri porsi pembimbingan kesempatan untuk menggali sendiri informasi
rendah, serta diskusi aplikatif dan kegiatan melalui membaca materi dan mencari di
praktikum yang dilaksanakan oleh siswa internet dari berbagai sumber ilmiah dan
secara berkelompok. Pada kegiatan inkuiri merancang serta melaksanakan percobaan
porsi terbimbing rendah mahasiswa dilatuh secara mandiri, membuat presentasi untuk
untuk mandiri dan mencari informasi dari luar orang lain, mengkomunikasikan hasil
kemudian disahkan oleh dosen. Kemandirian aktivitas, bekerja dalam kelompok, dan
ini menjadikan kuatnya solidaritas kelompok memberikan gagasan untuk orang lain
dengan pembagian tugas masing-masing, (Nurohman, 2008). Akibatnya hasil belajar
mulai rangkaian alat, bon bahan dan alat. Pada mahasiswa mengalami peningkatan.
pendekatan diskusi analisis SETS mahasiswa Kegiatan praktikum dan diskusi
dilatih untuk berbagi tugas dengan anggota aplikatif sains di lingkungan sekitar
kelompok lain dalam menyelesaikan tugas merupakan upaya untuk membawa
kelompok, membantu kesulitan mahasiswa mahasiswa pada pembelajaran kontekstual

Jurnal Pendidikan Sains 23


Universitas Muhammadiyah Semarang
VOLUME 02 NOMOR 01 MARET 2014

sehingga mahasiswa dapat belajar secara --------------.2006c. Panduan Praktis


langsung dalam dunia nyata, dan pada Pengembangan Bahan Ajar
akhirnya mampu menghasilkan pemahaman Pembelajaran Berdasar KBK Bervisi dan
konsep yang kuat. Hal ini sesuai dengan Berpendekatan SETS. Bahan
penelitian Morrison dan Estes (2007) bahwa Pembelajaran Penerbitan Khusus Media
aplikasi skenario dunia nyata merupakan MIPA UNNES. Semarang: Laboratorium
strategi yang efektif untuk mengajarkan ilmu SETS UNNES.
kimia sebagai proses. Wright (2001) juga Dahniar, Nani. 2006. Pertumbuhan Aspek
mengungkapkan bahwa mahasiswa akan Psikomotorik dalam Pembelajaran Fisika
mudah memahami suatu materi ketika dia Berbasis Observasi Gejala Fisis pada
melakukan suatu aktivitas untuk Mahasiswa SMP. Jurnal Pendidikan
mempelajarinya, hal ini akan membuat Inovatif Vol 1 No 2 Maret 2006.[Akses
mahasiswa menikmati proses pembelajaran tanggal 28 September 2012]
dan akhirnya akan dihasilkan keterampilan Dahniar. 2006. Science Project sebagai salah
proses sains siswa yang baik. satu alternatif dalam meningkatkan
keterampilan proses sains siswa SMP.
SIMPULAN DAN SARAN Jurnal Pendidikan Inovative 2 (1),
Penggunaan panduan kegiatan bervisi- September 2006. .[Akses tanggal 28
SETS ada 16 dari 21 mahasiswa memperoleh September 2012]
nilai 70. Panduan kegiatan bervisi-SETS Departemen Pendidikan Nasional. 2007.
dapat meningkatkan keterampilan proses sains Peraturan Mentri Pendidikan Nasional
mahasiswa dengan rerata N-gain 0,6 (sedang). Republik Indonesia Nomor 16 Tahun
Saran yang dapat diberikan pada 2007 tentang Staandar Kualifikasi
penelitian ini adalah: (1) Penggunaan panduan Akademik dan Kompetensi Guru: Jakarta.
kegiatan bervisi-SETS sebaiknya diterapkan Depdiknas.
pada praktikum kimia lain; (2) Penerapan El-Sabagh, Hassan Abd El-Aziz. 2011. The
penilaian aspek psikomotorik dan afektif Impact of a Web-Based Virtual Lab on
dilakukan dalam diskusi, presentasi, penulisan the Development of Students' Conceptual
laporan praktikum; (3) Pemilihan materi Understanding and Science Process
bersifat aplikatif dan menghubungkaitkan Skills. Dissertation. Philosophy
unsur SETS sehingga lebih bermakna dan Educational Technology Department
berdaya guna tinggi. Faculty of Education Dresden University
of Technology. [Akses tanggal 01
DAFTAR PUSTAKA Desember 2012].
Hamalik, Oemar. 2009. Pendidikan Guru
Akinbobola, A. Olufunminiyi. dan Afolabi, Berdasarkan Kompetensi. Jakarta: Bumi
Folashade. 2010. Analysis of Science Aksara.
Process Skills in West African Senior Johnstone dan A. Al-Shuaili, 2009. Learning
Secondary School Certificate Physics in the laboratory; some thoughts from the
Practical Examinations in Nigeria. literature University Chemistry
American-Eurasian Journal of Scientific Education. The Higher Education
Research 5 (4): 234-240, 2010. ISSN chemistry journal of the Royal Society of
1818-6785. [Akses tanggal 02 Desember Chemistry. November 2001 Volume 5,
2012]. Issue No 2 ISSN 1369-5614 Pages 42
Binadja, A. 1999a. Hakekat dan Tujuan 91.[Akses tanggal 20 September 2012].
Pendidikan SETS dalam Konteks Karsli, F. dan i dem ahin. 2009.
Kehidupan dan Pendidikan Yang Ada. Developing worksheet based on science
Makalah Seminar Lokakarya pendidikan process skills: Factors affecting
SETS. SEAMEO RECSAM dan UNNES solubility. Giresun University, Education
Semarang. Faculty, Department of Elementary
------------. 2002b. SETS (Science, Science Education 28200, Giresun atau
Environment, Technology, and Society) TURKEY. Asia-Pacific Forum on
dan Pembelajaran. Semarang: PPS Science Learning and Teaching, Volume
UNNES. 10, Issue 1, Article 15, p.1 (Jun.,
2009).[Akses tanggal 05 Juni 2012].

Jurnal Pendidikan Sains 24


Universitas Muhammadiyah Semarang
VOLUME 02 NOMOR 01 MARET 2014

Morrison, JA, dan Estes, JC. 2007. Using


Scientist and Real-World Scenario in
Professional Development for Middle
School Science Teacher. Journal of
Science Teacher Education. 18 (2): 165-
184
Nurohman, Sabar. 2008. Penerapan Seven
Jump Method (SJM) Sebagai Upaya
Peningkatan Keterampilan Proses Sains
Mahasiswa. FMIPA Universitas Negeri
Yogyakarta.
Roestiyah, N., K. 1985. Masalah Pengajaran
Sebagai Suatu Sistem. Jakarta:
Penertbit Bina Aksara.
Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP
Surabaya. 1995. Pengantar
Didaktik Kurikulum PBM.
Jakarta: Penerbit Raja Grafindo
Persada.
Wartono. 1999. Strategi Belajar Mengajar
Fisika. Malang : Universitas Negeri
Malang.
Wright, T. 2001. Karen in Motion the Role of
Physical Enactment in Developing an
Understanding of Distance, Time, and
Speed. The Journal of Mathematical
Behavior. 20 (2): 145-162.[Akses tanggal
25 Juni 2013]
Yoruk, N. et al. 2009. The effect of science,
technology, society and environment
(STSE) education on students career
planning. Education Review.[Akses
tanggal 2 September 2012

Jurnal Pendidikan Sains 25


Universitas Muhammadiyah Semarang