Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada hakekatnya 70 % kebutuhuan manusia merupakan produk dari
hasil tambang. Salah satu nya pada sektor manufaktur sebagai bahan bakar
penggerak mesin dan sebagai bahan baku. Industri pertambangan merupakan
bidang usaha dengan keuntungan yang sangat menjanjikan, laju pertumbuhan
ekonomi berkembang dengan adanya perusahaan tambang pada daerah
tersebut.
Suatu bahan galian tidak sertamerta ditemukan begitu saja, harus melalui
beberapa tahap dengan tahap pendekatan eksplorasi untuk mengetahui
keberadaan bahan galian tersebut. Eksplorasi adalah ilmu yang dapat mencari
dan menemukan suatu bahan galian dengan mengetahui kualitas dan kuantitas
serta dimensi volume dan bentuk bahan galian pada suatu daerah tersebut. Dan
maka dari itu teknik eksplorasi sangat diperlukan oleh seorang mahasiswa Teknik
Pertambangan agar dapat menganalisa keterdapatan bahan galian pada suatu
tempat secara detail.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah untuk mengetahui konsep dasar
kegiatan eksplorasi yaitu suvei tinjau dan jenis endapan bahan galian.
1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan laporan awal ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui tentang citra satelit
2. Mengetahui Definisi Bentuk Lahan
3. Dapat mengetahui bentuk khusus lahan

1
2

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Citra Satelit


Citra merupakan masukan data atau hasil observasi dalam proses
penginderaan jauh. Penginderaan Jauh atau Remote Sensing didefinisikan
sebagai ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah
atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa
kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena tersebut.
Citra dapat diartikan sebagai gambaran yang tampak dari suatu obyek
yang sedang diamati, sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat
pemantau/sensor, baik optik, elektrooptik, optik-mekanik maupun elektromekanik.
Citra memerlukan proses interpretasi atau penafsiran terlebih dahulu dalam
pemanfaatannya.
Citra Satelit merupakan hasil dari pemotretan/perekaman alat sensor
yang dipasang pada wahana satelit ruang angkasa dengan ketinggian lebih dari
400 km dari permukaan bumi.
Jenis Citra Satelit berdasarkan tingkat resolusi sapasial
Kemampuan sensor dalam merekam obyek terkecil pada tiap pikselnya ini
disebut dengan resolusi spasial.
Berdasarkan tingkatan resolusinya citra satelit dibedakan menjadi 3
macam, yaitu :
Citra resolusi rendah, memiliki resolusi spasial antara 15 m s/d 30 m
(Citra satelit Landsat)
Citra resolusi sedang, memiliki resolusi spasial 2.5 m s/d 10 m (Citra
satelit SPOT)
Citra resolusi tinggi, memiliki resolusi spasial 0.6 m s/d 1 m (Citra satelit
Ikonos dan Quickbird)

2.2 Bentuk Lahan


Bentuk lahan merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan
masing-masing dari setiap satu kenampakan dari kenampakan secara
menyeluruh dan sinambung (multitudineous features) yang secara bersama-
sama membentuk permukaan bumi. Hal ini mencakup semua kenampakan yang
luas,seperti dataran, plato, gunung dan kenampakan-kenampakan kecil seperti
bukit,lembah, ngarai, lereng, dan kipas aluvial (Desaunettes,1977). Wiradisastra

2
3

et al. (1999) menambahkan bahwa bentuk lahan merupakan konfigurasi


permukaan lahan (land surface) yang mempunyai bentuk-bentuk khusus. Suatu
bentuk lahan akan dicirikan oleh struktur atau batuannya, proses
pembentukannya, dan mempunyai kesan topografi spesifik.
2.3.1 Bentuk Lahan Vulkanik
Bentuk lahan yang terbentuk dari aktivitas vulkanik adalah hasil dari dua
tenaga yang berlawanan, yaitu konstruktif dan destruktif. Tenaga konstruktif
menyebabkan deposisi dari lava dan muntahan lahan piroklastik.
Tenaga destruktif adalah hasil proses alami dari erosi (seperti angin, air,
dan pergerakan massa), atau aktifitas ledakan volkan itu sendiri. Bentuk lahan
volkanik ditentukan oleh proses geologi yang membentuknya dan terus
berpengaruh terhadapnya setelah terbentuk. Lalu bentuk lahan volkanik yang
terbentuk akan terbagi ke sifat-sifat material yang membentuknya, yang
tergantung aktifitas volkan tersebut sejak masa lampau. Volkan terbentuk dari
akumulasi produksi lava, bomb (aliran abu yang mengeras),dan tepra (abu
terbang dan debu).
2.3.2 Bentuk Lahan Struktural
Bentuk lahan struktural adalah bagian dari permukaan bumi yang
mempunyai morfologi tertentu yang dihasilkan oleh pergerakan diastrofik
(diastrophic movements).
Pergerakan berasal dari proses-proses endogen (endogenic processes)
dan mencakup gerakan-gerakan tektonik, magmatik,isostatik dan eustatik. Dari
keempat macam gerakan tersebut, gerakan-gerakan tektonik dan magmatik
merupakan bagian dari diastrofisme yang paling jelas dalam menyumbang
pembentukan struktur kulit permukaan bumi. Bentuk lahan yang dihasilkan oleh
proses-proses tektonik dan magmatik meliputi struktur-struktur horisontal,
homoklinal, kubah, lipatan, dan patahan.
2.3.3 Bentuk Lahan Fluvial dan Gerakan Massa
Pembentukan bentuk lahan yang terbentuk dari pergerakan air dijelaskan
sebagai bentuk lahan fluvial, untuk membedakan bentuk lahan yang terbentuk
karena pergerakan air dari bentuk lahan yang terbentuk dari pelaku fluvial lainnya
(es glasial, angin, gelombang). Proses fluvial menyebabkan
aktivitas geologi seperti erosi, transportasi dan deposisi.
Sebenarnya ada dua bagian besar dari bentuk lahan fluvial
yaitu bentuk lahan erosional dan bentuk lahan deposisional. Semua bentuk lahan
yang terbentuk karena terjadinya perpindahan progresif dari massa batuan induk

3
4

adalah bentuk lahan erosional. Bagian-bagian tanah, regolit,dan batuan induk


yang dipindahkan oleh pergerakan air kemudian terdeposisi ditempat lain
dinamakan bentuk lahan deposisional.
2.3.4 Bentuk Lahan Karst
Pada daerah tertentu pelarutan merupakan suatu proses dominan pada
perkembangan bentuk lahan yang berakhir pada pembentukan bentuk lahan
yang unik yang disebut karst. Kata karst merupakan istilah umum yang berlaku
baik pada batuan kapur maupun dolomit yang memiliki topografi khas, dan
dipengaruhi oleh pelarutan batuan dibawah permukaan tanah dan penyebaran
air tanah menjadi aliran sungai bawah tanah. Sebagian besar area karst adalah
daerah yang permukaannya tertutup oleh batu gamping walaupun di beberapa
tempat tertutup oleh dolomit dan limestone dolomit.
2.3.5 Bentuk Lahan Pantai
Adalah zona pertemuan antara daratan dan lautan dimana proses
perkembangan bentang lahannya pada zona ini sangat dinamis. Hal ini
dikarenakan proses - proses geomorfik dari daratan dan lautan bergabung
didalamnya. Kekuatan-kekuatan angin, gelombang, arus sepanjang pantai, arus
pasang surut serta suplai sedimen dari daratan melalui muara sungai bergabung
menghasilkan bentang-bentang lahan pantai dengan tingkat perkembangan dan
perubahan yang relatif cepat. Perkembangan dan perubahan dapat berubah
dengan penambahan daratan melalui proses deposisi maupun pengurangan
daratan (abration) melalui proses erosi pantai

2.4 Bentang Alam


Bentang alam adalah pemandangan alam atau daerah dengan aneka
ragam bentuk permukaan bumi yang sekaligus merupakan suatu kesatuan.
Bentang alam merupakan suatu unit geomorfologis yang dikategorikan
berdasarkan karakteristik seperti elevasi, kelandaian, orientasi, stratifikasi,
paparan batuan, dan jenis tanah. Jenis-jenis bentang alam antara lain adalah
bukit, lembah, tanjung, dan lain- lain, sedangkan samudera dan
benua adalah contoh jenis bentang alam tingkat tertinggi.
Beberapa faktor, mulai dari lempeng tektonik hingga erosi
dan deposisi dapat membentuk dan mempengaruhi bentang alam. Faktor biologi
dapat pula mempengaruhi bentang alam, contohnya adalah peranan tumbuh-
tumbuhan dan ganggang dalam pembentukan rawa serta terumbu karang.

4
5

Istilah - istilah bentang alam tidak hanya dibatasi bagi bentukan


dipermukaan bumi, melainkan dapat pula digunakan pada permukaan planet dan
obyek-obyek lain di alam semesta. Bentang alam sering disebut juga dengan
kenampakan alam.

5
BAB III
KESIMPULAN

1. Citra merupakan masukan data atau hasil observasi dalam proses


penginderaan jauh. Penginderaan Jauh atau Remote Sensing didefinisikan
sebagai ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek,
daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu
alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena tersebut.
2. Bentuk lahan merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan
masing-masing dari setiap satu kenampakan dari kenampakan secara
menyeluruh dan sinambung yang secara bersama-sama membentuk
permukaan bumi.
3. Bentuk lahan utama yaitu Vulkanik, Struktural, Fluvial, Karst, Lahan Pantai

6
DAFTAR PUSTAKA

1. David, Otnaidra, Omotu, 2012, Pengertian Bentuk Lahan


doomotu.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-bentuk-lahan-landform.html
Diakses pada 9 Maret 2017 (online)
2. Herman, 2011, Citra Satelit Quickbird, citrasatelit.blogspot.co.id/,
Diakses pada 9 Maret 2017 (online)
3. Huda, 2014, Pengertian Bentang Alam, pengertianpengertian.com /
2014/09/pengertian-bentang-alam.html, Diakses pada 9 Maret 2017
(online)