Anda di halaman 1dari 78
Le ‘SALINAN Menimbang Mengingat PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA: MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, bahwa sebagal akbat perkeribangan kehidupan’masyarakat, Pedoman Umum jaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagalmana dlatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543e/U/1887, perlu disempumakan ‘kembali; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nas tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempumakan; Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasionat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4301); Peraturan Presiden Nomor ® Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tuges, Fungsi, Susunan Orgenisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008; Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007; ae MEMUTUSKAN : Menetapkan =: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Gjaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dipergunakan bagi Instans! pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempumakan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempumakan, dinyatakan tidak berlaku, Pasal 3 Peraturan Menteri in! mulel berfaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERT PENDIDIKAN NASIONAL, To BAMBANG SUDIBYO. Salinan sesval dengan aslinya, Biro Hukum dan Orpanisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Or. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM. NIP198%08281987031003 ade SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 34 JULI 2009 I. PEMAKAIAN HURUF A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan delam ejaan bahasa Indonesia terdiri ates huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Nama -——_ A a a B b be c c ee D 4 de E e e F f ef Q g ge H h he 1 i i J i je K k ke L 1 al M m em N n en ry ° ° P P Pe Q a wi R r er s 8 es T t te uU u a v v ve Ww w we x x ks Y y ye Zz 2 zt B, Ruruf Voll Huruf yang melambangkan vokel dalam bahasa Indonesia terdiri ates huruf a, eo, dan u. Voksl | Postst Awal | —,Poslsl [— a | api et | enak emas i fw o | oleh a wang Bimbinglah hambe-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat. Huruf kapitel dipakei sebagai huruf pertama nama gelar kenormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti name orang. Misalnya: . ‘Mahaputra Yamin ‘Sultan Hasanuddin: Haji Agus Salim imam Syafii Nabi Ibrahim . Huruf kapital tidak dipakei sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikut! nama orang, Misainya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan, Pada tahun ini die pergi naik haji. Imunya belum seberape, tetapi lagaknye sudeh seperti kiai. . Huruf kapital dipakei sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu, Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Jaksamana Muda Udara Husein Sastranegara ‘Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian ‘Gubernur Jawa Tengah . Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabaten atau nama inetansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya, Misalnya: ‘Sidang itu dipimpin olch Presiden Republik Indonesia. Sidang itu dipimpin Presiden. ‘Kegiaten itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, Kegiatan itu eudah direncanakan oleh Departemen, . Huruf kepital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu. Misalnye: Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jonderal. . Huruf kapitel dipaltai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang, Misainya: ‘Amit Hemzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Holim Perdenakusumah Ampere Catatan: (1)Huruf kepital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, var, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam name Jerman), atau da (dalam nama Portugal). Misalnya: JJ de Hollander J.P, van Bruggen H. van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2)Dalam nama orang tertentu, huruf kepital tidak dipakai untuk menulisken huruf pertama kata bin atau binti. Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b, Huruf kapital dipalcai sebagai huruf pertarma singkatan nama orang yang digunakan ‘eebugai nama jenis atau satuan ukuran, Misalnya: pascal second Pas J/K atau JK Joule per Kelvin N Newton c. Huruf kapitel tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunokan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, Miselnye: ‘mesin diesel 10 wit 5 ampere 7. «. Hurufkapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan behasa. Misalnya: bangsa Bskimo suku Sunda bahasa indonesia 'b, Huruf kepital tidak dipakei sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan scbagai bentuk dasar kata turunen, ‘pengindonesiaan kata asing ‘keinggris-inggriean kefawa-jawaan Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya. Misainya: tahun Afjriah tarikh Maschi bulan Agustus bulan Maulid hari Jumat hari Galungan hari Lebaran hari Natal b, Huruf kepital dipakai sebagai huruf pertame unsur-unsur nama per Misalnya: Perang Candu Porang Dunia 1 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ¢. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. Misalnya: Sockarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang chnia, 9. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geograli. Misalnya: Banyuwengi Asia Tenggara Grebon Amerika Serikat Bropa Jawa Barat , Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografl yang diikuti nama diri geografi. Misalnya: Bult Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro saairah Arab Ngarai Slanok Lembah Baliem ‘Selat Lombok Pegunungan Jayawijaya Sungei Musi Tanjung Herapan Teluk Benggala Terasan Suez ©. Hurufkapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografijilee kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. Misalnya: ultiran Jepara pempek Palembang tari Melayu sarung Mandar asinan Bogor sate Mak Ajad 4, Huruf kapitel tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti | oleh nama diri geografi Misalnya: berlayar ke teluk mandi di sungei menyeberangi selat berenang di danau ¢, Huruf kepital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan ‘sebagai penjelas nama jenis. Misalnya: nangka belanda kunci inggris petai cine pisang ambon 10. a, Huruf kepital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembage resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk. Misalnya: 11. 12. 13. Republik indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Keputusan Presiden Republik indonesia Nomor 57 Tahun 1972 ‘Badan Kesejahteraan fou dan Ansk b. Huruf kepital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama rosmi negara, lembage resmi, lembega Ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmni. Misainya: beberapa badan hukwn kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku Catatan: ‘Jika yang dimaksudkan jalah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. Misalnye: Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah. ‘Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. Surat itu telah ditandatangeni oleh Direktur. Huruf kepitul dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang, terdapat pada nama lembaga reami, lembaga ketatanegaraan, bedan. dokumen resmi, dan judul kerangan. Miseinya: Perserikatan Bangss-Bangsa Raneangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Amu-2mu Sosial Dasar-Dasar mu Pemerintahan, Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata, uulang eempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tuges seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya: Saya telah membaca buku Dar! Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Bacalah majaleh Bahasa dan Sastra. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. Ja menyelesaikan makeleh “Asas-Asas Hulum Perdata’. Huruf kepital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri, Misalnya: Dr. doktor SE. sarjana ekonomi SH. sarjana hukum Ss. sarjana sastra S.Kp. _—_sarjana keperawatan MA. master of aris M.Hum. — magister humaniora Prof. profesor KH, ial haji Th. tuan, Ny. nyonya ‘Sdr. saudare Catatant Qelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidilean dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993, 14, a, Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunekan dalam penyapaan atau pengacuen. Misalnya: Adil bertanya, "Itu apa, Bu?" Besok Famen akan datang. ‘Surat Saudara sudah saya terima. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. *Silakan duduk, Dike” kata orang itu. b. Huruf kepital ddak dipakai sebagsi huruf pertama kata penunjuk hubungan Kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan, Miselnya: Kita harus menghormat! bapak dan fbu kita, Semua kakak dan aiik saya sudeh berkeluarga. Din tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. 15. Huruf Kapital dipekei sebagai huruf pertama kata Anda-yang. digunekan dalam penyapsan, Misanya: ‘Sudahkah Anda tahu? Stapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan bail, 16. Hurufkepital dipakai sebagai huruf pertama pada kata, seperti kelerangan, oatatan, dan misainya yang didahulai oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berksaitan dengan pernyataan lengkap itu. (Lihat contoh pada iB, iC, IE, dan It F15). G. HurofMiring 1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untul menulisken nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan, Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. Majelah Bahasa dan Sastra diterbitken oleh Pusat Bahasa. Berita ity muncul dalam surat kaber Suara Merdeka. Catatan: Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk datem tutisan tidak ditulis dengan huruf miring, tetapi diapit dengan tanda petik. 2. Huruf miring dalam cetakan dipakni untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, agian kata, kata, atau kelompok kata. Misatnya: Huruf pertama kata abad adalah a. Dia oukan menipu, melainkan ditipu Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapitel. Buatlah kalimat dengan menggunaken ungkapan berlepas tangan. 3. a, Huruf miring dalam cetakan dipakal untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan behasa Indonesia. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana, Orang tua harus bersikep fut wuri handayani terhadap anak, - Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Weltanschauung dipadanken dengan ‘pandangan dunia’, * b. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia, Misainya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. Catatan: ‘Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kate yang akan dicctak miring digarisbawahi. H, Huruf Tebal 1. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isl, daftar tabel, daftar lambang, daltar pustaka, indeks, dan lampiran Misalnya: | Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG [ Bab BAB I PENDAHULUAN . Bagian bab: 1.1 Latar Belakang Masala 1.2 Tujuan Daftar, indeks, dan lampiren: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS ‘LAMPIRAN 2, Huruf tebal tidak dipakai dalam cetalan untuk menegasken atau mengkhususkan huraf, agian kata, keta, atau kelompok keta; untuk keperluan itu digunakan huruf miring, Misalnya: ‘Akhiran ~t Hdak dipenggal pada wung baris. Saya tidak mengambil bukumu Gabungan kata kerja aama ditulis terpisah. Scharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran ~£ tidak dipenggal pada ujung baris. Saya tidak mengambil bukumu ‘ Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. 3. Huruf tebal dalam cetaken kemus dipakei untuk menullskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambeng bilangan yang menyatakan polisemi. Misainya: kealah v 2 tidak menang ...2 kehilangan atau merugi ...; 3 tidak lulus ... ; 4 tidak menyamai ‘mengalah v mengaku kelah ‘mengalahkan v 1 menjadikan kalah ...; 2 menakdlulekan ...; 3 menganggep kalah ... terkalahlean v dapat dikalahkan ... Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis baweh ganda. 10 -age menjadi -ase percentage ctalage -al (Inggris), eet (Belanda), -aal (Belanda) menjadi -al structural, structuree! formal, formeel normal, normaal sant menjadi -an accountant informant persentase etalase struktural formal normal akuntan informan -archy, -archie (Belanda) menjadi arki anarchy, anarchie oligarchy, oligarchie ary, -air (Belanda) menjadi -er complementary, complementair primary, primair secondary, secundair anarki oligarki komplementer primer sekunder -(ation, -(ajtie (Belanda) menjadi -asi, -si action, actie publication, publicatie -eel (Belanda) menjadi -el ideget materieet moreet ein tetap -ein casein protein -i(Arab) tetap -i hagigi insani jasmani ~ic, ics, -ique, -iek, -ioa (Belanda) menjadi -ik, ika logic, logica phonetics, phonetiek physics, physica dialectics, dialektica technique, techniek ic, “isch (adjektiva Belanda) me: electronic, elektronisch mechanic, mechanisch ballistic, ballistisoh sical, -isch (Belanda) menjadi -is ‘economical, economisch practical, practisch aksi publikast ideet materiel morel kasein protein hakiki insani jasmani logika fonetik fisika dialektika teknik jadi -ik elektronik mekanik balistik ekonomis praktis “4 logical, logtsch logis «ile, el menjadi -it percentile, percentiel _—_persentil mobile, mobiel mobit ism, dome (Belanda) menjadi isms modernism, modernisme — moderisme communism, communisme Kkomunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist exois -ive, -ief (Belanda) menjadi if descriptive, descriptief destriptif demonstrative, demonstratief demonstratif -iyyah, -iyyat (Arab) menjedi -iah alaniyyah alamiah aliygah lich iimigyan imiah -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog logy, -logie (Belande) menjadi -logi technology, technologie tekmolog! physiology, physiologie Ssiolog! analogy, analogie anslogi toog (Belanda) menjadi -log anaioog analog epitoog epitog +oid, olde (Belanda) menjadi -old hominoid, hominoide hominoid anthropoid, anthropoide antropoid -oir{e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or, -eur (Belanda) menjadi -ur, «ir director, directeur direktur inspector, inspecteur inspektur amateur amatir formateur formatur -ortetap -or dictator diktator corrector korektor eit (Belanda) menjadi -tas university, universitet luniversitas quality, kwaliteit kualitas 4s structure, struktuur struistur premature, prematuur prematur | -ure, -uur (Belanda) menjadi -ur MENTERt PENDIDIKAN NASIONAL, TO BAMBANG SUDIBYO. Salinan sesual dengan aclinya Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, | Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H.,M.H., DFM. : NIP 196108281987031003 46 SALINAN Menimbang : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PLAGIAT DI PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! PENDIDIKAN NASIONAL, .. bahwa setiap perguruan tinggi mengemban misi untuk mencari, menemukan, mempertahankan, dan menjurjung tinggi kebenaran; bahwa untuk memenuni misi tersebut, mahasiswa/dosen! penelititenaga kependidikan yang berkarya di bidang akademik i perguruan tinggi memiliki otonomi keilmuan dan kebebasan akademik; . bahwa dalam melaksanakan otonomi kelimuan dan kebebasan akademik, mahasiswa/dosen/penelititenaga kependidikan walib menjunjung tinggi keJujuran dan etika akademik, terutama larangan untuk melakukan plagiat dalam menghasilkan kerya imiah, sehingga kreativitas dalam bidang akademik dapat tumbuh dan berkembang; |. bahwa berdasarkan pertimbangan dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Plagiat Di Perguruan Tinggi; Mengingat Menetapkan : re Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lemberan Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5007); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraen Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nemor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105); 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 ‘Tentang Pembentukan Dan Organisasi Kementerian Negara; 6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor @4/P ‘tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabjnet Indonesia Bersatu Il; MEMUTUSKAN : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PLAGIAT DI PERGURUAN TINGGI. BABI KETENTUAN UMUM Pasal 4 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilal untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya darvatau karya ilmiah plhak lain yang diakul sebagal karya limlahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadal. 2. Plagiator adalah orang perseorangan atau kelompok orang ‘pelaku plagiat, masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok atau untuk dan atas nama suatu badan. 3. Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang bertuluan agar tidak terjadi plagiat di lingkungan perguruan tingginya. 10. 1. 42: a) aos Perguruan Tinggi dengan menjatuhkan sanks! kepada plagiafor di lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas akademik perguruan tinggi yang bersangkutan. Gaya selingkung adalah pedoman tentang tata cara penulisaniatau pembuatan karya llmiah yang dianut oleh setiap bidang ilmu, teknologi, dan seni, Karya ilmiah adalah hasil karya akademik mahasiswa/dosen/penelititenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi, yang dibuat dalam bentuk tertulis balk cetak maupun elektronik yang diterbitkan darvatau dipresentasikan. Karya adalah hasil karya ekademik atau non-akedemik oleh orang perseorangan, kelompok, atau badan di tuar lingkungan perguruan tinggi, baik yang diterbitkan, dipresentasikan, maupun dibuat dalam bentuk tertulis. Perguruan tinggi adalah kelompok layanan pendidikan pada jalur formal yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, berbentuk Akademi, Paliteknik, Sekolah Tinggi, Institut, atau Universitas. 5 Pimpinan Perguruan Tinggi adalah pemimpin perguruan tinggi dan semua pejabat di bawahnya yang diangkat dar/atau ditetapkan : oleh pemimpin perguruan tinggi atau ditetapkan lain sesuai ketentuan. peratliran perundang- undangan. Pemimpin Perguruan Tinggi adalah pejabat yang memit pendidikan dengan sebutan rektor. untuk universitas atau it sekolah tinggi, direktur untuk politeknik/ akademi. Senat Akademik/organ lain yang sejenis adalah organ yang ménjalankan fungsi pengawesan bidang akademik pada aras perguruan tinggi atau;dapat pada ares, fakultas, Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional. Penenggulangan plaglat adelah tindakan represif yang a oleh Pimpinan en pengelolaan it, ketua urituk BABII LINGKUP DAN PELAKU Pasal 2 Plagiat meliputi tetap/ tidak terbatas pada : a, mengacu dan/atau mengutip istiiah, kata-kata dar/atau kalimat, data dan/atau Informs! dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadal; b, mengacu dar/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dar/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan darvatau tanpa menyatakan sumber secara memadai; c. menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadal; 4, merumuskan dengan kata-kata darvatau kalimat sendiri dari sumber kata-kata dar/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teor tanpa menyatakan sumber secara memadal; nae e.menyerahkan suatu sive limiah yang dihasilkan danvatau telah dipublikasikan oleit pihek lain sebagal Karya iimiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadal. (2) Sumber sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing bertindak untuk diri sendiri atau kelompok atau untuk dan atas nama suatu badan, atau anonim penghasil satu atau lebih karya dan/atau karya limiah yang dibuat, diterbitkan, dipresentasikan, atau dimuat dalam bentuk tertulis baik cetak maupun elektronik. (3) Dibuat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: 2, komposisi musik; . perangkat lunak komputer; «, fotografi; d. lukisan; e. sketsa; f. patung; atau ¢. hasil karya darvatau karya ilmiah sejenis yang tidak termasuk huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, atau huruf f (4) Diterbitkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: . buku yang diestak dan diedarkan oleh penerbit atau perguruar tinggi; . artikel yang dimuat dalam berkala ilmiah, majalah, atau surat Babar, . kertas kerja atau makalah profesional dari organisasi tertentu; |. is{ laman elektronik; atau . hasil karya dan/atau karya iimiah yang tidak termasuk huruf a, huruf b, hurut ¢, dan huruf d. (6) Dipresentasikan sebagalmana dimaksud pada ayat (2) berupa: 8. presentas dl depen khalayak umum atau terbatas; b. presentasi melalui radio/televisi/video/cakram padat/cakram video digital; atau c, bentuk atau cara fein sejenis yang tidek termasuk dalam huruf.a dan huruf b. (6) Dimuat dalam bentuk tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa cetakan danvatau elektronik. (7) Pemyataan sumber memadai apabila dilakukan sesual dengan tata cara pengacuan dan pengutipan dalam gaya selingkung setiap bidang limu, teknologi, dan seni, papgp Pasal 3 Plagiator di perguruan tinggi adalah: 2, satu atau lebih mahasiswa; b. satu atau lebih dosen/penelititenaga kependidikan atau; c. satu atau lebih dosen/penelitiftenaga kependidikan bersama satu atau lebih mahasiswa, BABII TEMPAT DAN WAKTU Pasal 4 Tempat terjadi plagiat: a di dalam lingkungan perguruan tinggi, antarkarya ilmiah mahasiswa, dosen/ penelititenaga kependidikan dan dosen terhadap mahasiswa atau sebeliknya. -5- dan dalam lingkungan perguruan tinggi terhadap karya ilmiah mahasiswa darvatau_dosen/pcnelit/tenaga. kependidikan dari perguruan tigi lain, karya darvatau kerya Ilmiah orang perseorangan dan/atau kelompok orang yang bukan dari kalangan perguruan tinggi, valk dalam maupun luar negeri; . di luar perguruan tinggi ketika mahasiswa dar/atau doservpenelititenage kependidikan dari perguruan tinggi yang bersangkutan sedang méngerjakan atau menjalankan tugas yang dlberikan oleh perguruan tinggi atau pejabat yang berwenang. Pasal 5 Waktu terjadi plagiat: a. selama mahasiswa menjalan! proses pembelajaran; b. sebelum dan setelah dosen mengemban Jabatan akademik asisten abli, lektor, lektor kepala, atau guru besar/profesor. c. Sebelum dan estelah penelit/tenaga kependidikar' mengemban jabatan fungsional dengan jenjang pertama, muda, madya, dan utama. BAB IV PENCEGAHAN Pasal 6 (1) Pimpinan Perguruan _Tinggl__mengawasi pelaksanaan’ kode tik mahasiswa/dosen/ penelititenaga kependidikan yang ditetapkan oleh senat perguruan tingglorgan lain yang sejenis, yang antara lain beris! kaldah pencegahan dan penanggulangan plagiat. (2) Pimpinan Perguruan Tinggi menetapkan dan mengawasi pelaksanaan gaya selingkung untuk setiap bldang imu, teknologi, dan seni yang dikembangkan oleh perguruan tinggl. (3) Pimpinan Perguruan Tinggi secara berkala mendiseminasikan kode etik mahasiswa/ dosen/penelititenaga kependidikan dan gaya selingkung yang sesual agar tercipta budaya antiplagiat. Pasal 7 (1) Pada setiap karya limiah yang dihasiikan di lingkungan perguruan tingg! harus dilampirkan pernyataan yang ditandatangani oleh penyusunnya bahwa: a, karya ilmlah tersebut bebas plagiat, b. apabila dl kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karyaillmiah tersebut, maka penyusunnya bersedla menerima sanksi sesual ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Pimpinan Perguruan Tinggi walib mengunggah secara elektrorfk semua karya llmiah mahasiswa/dosen/penelititenaga kependidikan yang ‘telah _dilampiri pemyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui portal, Garuda (Garba Rujukan Digital) sebagai titik akses terhadap karya ilmiah mahasiswa/dosen/ peneliti/tenaga kependidikan Indonesia, atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Pasal 8 i (1) Kaya timiah yang digunakan untuk pengangkatan awal atau kénelkan jabetan skademik dan Kenaikan pangkat doson eefan herue memenut fetoniusn Pasel 7 juga harus dilakuken penilalan sejawat eebldang (peer re ‘oleh edie 2 (dua) orang doeen yang memifki lbatan skademikidan kual skademik yang aoe sia leh treat darl Jabatan akademik , dan fue akademik (2) Penitaian comwee echideng ‘gobegaimana dimakeud pada yal (1) dilakukan pada saat usul pengangkatan awal atau kenalkan jebatan ekddemik tersebut diproses pada: | a that Jurusan/departemen/bagian, untuk Jabatari akademik geisten ahi dan b treet Jufusan/departemer/bagian, senat akademiWorgan tain yang sejenis ee. afas fakultas darvatau area perguruan ting! untuk Jabatan akademik ktor kepala dan guru besar/profesor. Oo} untie keneikan Jabaten akademik guru besariprofesor di pula penilaian meg sees oleh paling sod 2 ( 2 (dua) guru besar/profesor dari perguruan igi tain. Pasal® (4) Kerya fimlah yang digunakan untuk pengangkatan awal atdu kenaikan tan fungetonal dan kenalkan pangket penelititenaga kependidikan Sacre maemanuht tuan Pasel 7 juga harus dilakukan panilalan sdjawat sebidang (eer ree paling sedikkt 2 (dua) orang sejawat sobidany yond memiiki fungsional dan kualiffkas! akademik yang setera atau {ebth ting! dari itt gana dan kuallfikael akademik penelititenaga kependidikan yang (@ Penilaian sejawat sebidang sebegaimana dimaksud pada aygt (1) dilakukan pada saat usu! pengangkatan awal atau Kehelkan Jabatan fungsional tersebut diproses pada perguruan tinggi yang bereangkutan. BABV PENANGGULANGAN Pasal 10 (1) Dalam hel ciduga telah terjadi plagiat oleh ~mahbslswa, ketua jurusanidepartemen/ bagian membuat persandingan antara karya ilmish ‘mahesiswa dengan karya dervetau karya limiah yang diduga merupakan eumber yang tidak ‘cinysleken oleh mahasiewa. (2) Ketua jurusar/depertemen/baglan meminta seorang dosen sejawat sabidang untuk memberkkan kesakslan secara tertulls tentang kebenaran plagiat yang diduga telah dilakukan mahasiswa. (3) Mahasiswa ay diduga melakukan plagiat dibert Kevempatan melakukan jaan di hadapan ketua jurusan/departemervbagiar (4) Apable bo ‘berdasarkan persandingan dan kesakslan ‘ein terbukti terjadi plaglat, ketua Jurusan/deparlemen/bagian menjatuhken sanks! kepada mahasiewa cebevel plaglator. “Te (6) Apablla salah satu dari persandingan atau kesakslan, temyate. tidak dapat membuktiken terjadinya plaglat, maka sanksi tidak dapat dijatunkan kepada mahasiswa yang diduga melakukan plagiat. Pe "1 Dalam hal diduga telah terjadl plagiat oleh dosen/penelititenaga’ kopendidikan, Pimpinan Perguruan Tinggi membuat persandingan antara, kerya_limiah dosen/penelit/ tenaga kependidikan dengan karya dar/atau karya ilmiah yang diduga merupakan sumber yang tidak dinyatakan oleh dosen/penelititenaga kependidikan. (2) Pemimpin/Pimpinan Perguruen Tinggi meminta senat ekademik/organ lain yang sejenis untuk memberikan pertimbangen secara tertulis tentang kebenaran plagiat yang diduga telah dilakukan dosen/penelititenaga kependitikan. (3) Sebelum senat akademik/organ lain yang sejenis memberikan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), senat akademik/organ lain yang sejenis meminta komisi etik dari senat akademik/organ lain yang sejenis untuk melakukan telaah tentang: a. kebenaran plagiat; b. proporsi karya dérvatau arya ilmiah plhak lain yang diakul sebagai karya iimiah plaglator, yang diduga telah dilakukan dosen/penelititenaga kependidikan. (4) Senat akademik/orgen lain yang sejenis menyelenggarakan gidang dengan acara membahas hasil telaah komis! etik, dan mendengar pertimbangan para anggota sent akademik/organ lain yang sejenis, sarta. merumuskan pertimbangan yang akan disampalkan kepada PemimpivPimpinan Perguruan ¢ Tinga. f (5) Dosen/penelititenaga kependidikan yang diduga melakukan’ plagiat diberi kesempatan melakukan pembelaan di hadapan sidang senat akademik/organ lain yang sejenis. (6) Apabila berdasarkan persandingan dan hasil telaah telah terbukt terjadi plagiat, maka senat akademik/organ lain yang sejenis merekomendasikan sanksi untuk dosen/ penelititenaga kependidikan sebagai plagiator kepada Pemimpin/Pimpinan Perguruan Tinggi untuk dileksanakan. Apabila salah satu dari persandingan atau hasil telaah, ternyata tidak dapat membuktikan terjadinya plagiat, maka sanksl tidak dapat dijatuhkan kepada dosen/penelititenaga kependidikan yang diduga melakukan plagiat. @ BAB VI SANKSI Pasal 12 Sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiat sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 10 ayat (4), secara berurutan dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat, terdiri atas: a, teguran; b. peringatan tertulls; c. penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa; d. pembatalan nilal satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa; ¢ <8. . pemberhentian dengan hormat dar status sebagal mahasiswa; f. pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahadiswa; atau 9. pembatalan jjazah apablla mahasiswa telah ulus dari suatu program. (2) Sanksi bagi dosen/penelitiAenaga kependidikan yang terbukti mele‘ukan plagiat sebageimana dimaksudkan dalam Pasal 11 ayat (6), secara berurutan dari yang paling ringan sampai dengan yang paling beret, terdiri atas: . teguran; . peringatan tertulis; Penundaan pemberian hak dosen/penelititenaga kependidikan; |. penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional; Pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru beseriprofesor/ahli peneliti utama bagi yang memenuhi syarat; pemberhentidn dengan hormat dari status sebagai dosenipeneliitenaga kependidikan; &. pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai dosen/penelititenaga kependidikan; atau h, pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruen tinggi yang bersangkutan. (3) Apabila dosen/penelititenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f, huruf g, dan huruf h menyandang sebutan guru beser/profesor/ahli Peneliti utama, maka dosenvpenelit/) tenaga kependidikan tetsebut dijatuhi sanksi tambahan berupa pemberhentian dari Jabatan guru: besar/profesor/ahli Peneliti utama oleh Menteri atau pejabat yang berwenang atas ysul perguruan linggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau atas usul perguruan tinggl yang diselenggarakan oleh masyaraket melalui Koordinator Perguruan Tinggi Swasta; (4) Menteri atau pelabat yang berwenang dapat menolak usul untuk mengangkat Kembali dosen/penelititenaga —kependidikan dalam jabatan. guru besar/profesor/ahipeneliti utama atas usul perguruan tinggi’ lain, apabila dosen/penelititenaga kependidikan tersebut pemnah dijatuhi sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f atau huruf g serta dijatuhi sarks! tambahan berupa pemberhentian dari jabatan guru besar/profesor/ahli penelili utama. (5) Dalam hal pemimpin perguruan tinggi tidak menjatuhkan sanks!:sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), Menteri dapat menjatuhkan sanksi kepada plagiator dan kepada pemimpin perguruan tinggi yang tidak menjatuhkan sanksi kepada plaglator. (6) Sanks! kepada pemimpin perguruan tinggl sebagaimana dimaksud pada ayat (5) berupa: a. teguran; b. peringatan tertulis; ©. pemyataan Pemerintah bahwa yang bersangkutan tidak berwenang melakukan tindakan hukum dalam bidang akademik. pans Pasal 13 (1) Sanksi sebagalmana dimaksud dalam Pasel 12 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf ¢ dijatuhkan sesual dengan proporsi plagiat hasil telaah dan apabila dilakukan secara tidak sengala. : (2) Sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf d, huruf e, huruf f, dan huruf g, dijatuhkan sesual dengan proporsi plagiat hasil telaah dan apablia dilakukan secara sengaja dan/atau berulang. (3) Sanks! sebagaimana dimaksud dalarn Pasat 12 ayat (2) huruf a, furuf b, huruf., dan huruf d dijatuhkan sesual dengan proporsi plaglat hasil telgah dan apablla dilakukan secara tidak sengt . (4) Sanksi sebagaimana dimakeud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf e, hunef f, hurut 9, ‘dan huruf h, dijatuhkan segual dengan propors! plagiat hasll telash dan apablia. dllakukan secara sengaja dar/atau berulang, (6) Penjatuhan sanks| sebagalmana dimaksud dalam Pasal 12 tidak menghapuskan ‘sanks| lain sesual ketentuan peraturen perundang-undangan. BAB Vil PEMULIHAN NAMA BAIK Pasal 14 Dalam hal mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan tidak’ terbuktl melakukan plagiat, pemimpin perguruan tinggl melakukan pemutihan nara baik yang bersangkutan, BAB Vit KETENTUAN PENUTUP Pasal 18 Pareturan Menter int mulat beraku pada tanggal ditetapkan, t i Ditetapkan dl Jokerta =: pada tanggal 16 Agustus 2019 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, MOHAMMAD NUH ig Moenta, S.H., M.H., DFM. 98703 1 C03 PEDOMAN KHUSUS TATA ISTILAH DAN TATA NAMA KIRA Penerbit: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1984 PEDOMAN KHUSUS TATA ISTILAH DAN TATA NAMA KIMIA PRAKATA Peristilahan dalam behasa Indonesia untuk berbagai bidang ilmu dan teknologi perlu dikembangkan dan serep decompose - urai dissolve Iarut angle = sudut acid +m 3.2 Proses Pengimbuban Contoh: activity —- Keaktifan systematic - bersistem polarised —- terkutub 33 Frees Redupitvl dan Dofpurwa fone. + kacang-kacangan radius average - ‘rerata 34 Proses Istlah yang berupa gabungan kata sedapat-dapainya betbentuk singkat dan tidak menimbulkan arti yang ‘menyimpang. Contoh: chemical bond » ikatan kirnia free energy - energi bebas Meal gus = gas ideal sbungan kata yang mevajudka sah dapat dns mena tiga cr ber, sesua dengan ase jaan yang bertsku. 341 Kumpulan yang terplsah Jogam peralihan mckanike levantum oui kimia 342 Saran yng angina sav ta xanga cut dingpp ssh berseayor, ‘sistem tiga-komponen ‘wattsjam 343 nee maha ret su gorge cit lange sh been elekarokimata ‘3.5 Proses Peleburan Fonem yang Sama calibrate = tentulae (tent + ukur) heteropolyacid ~ asam gandaneka (ganda-aneks) 36 Proses Analogi Bentak Js baru dapat bent dengan menggunahan esas analog absorbent zat penyerap absorbate + -zatpeserap (ingat: surub-pesuruh) ‘nomenclature - tata nama (ingat: tata bahasa) ASPEK SEMANTIK PERISTILAHAN 41 TE ceennpeatny ‘peralihan 43 Perangka lta yang Beristem Deret onsep yang berksitan dilambangkan dengan pernngkat istleh yang strukiumya juga tmencernikan ben yng bee eer konsiten, ‘kotan ion; ttan elecrovalen; thatan kovalen;ikatan hidrogen; ikatan dwilcatub; ikaian kgaia; termocdinamitay,hidrodinarntka; eerodinamita; fannakodinarika, 4.4 Sonim dan Kesinoniman: ‘Dua kata atau lebih yang pada asasnya memapunyai makna yang sama, tetapi berlinan bentuk luarnya, discout sinonim Sekiya ada Kesinoniman, maka maloia dalam praltek pemaksian istilah pera dlivschiakan seleksi, Di dalam hubungan dengan kesinoniman ini, ada empat macem golongan ists. 441 Tega aia yrange Gn rept hin yen amaalenaya cara eget iste Son bbe lh, ‘Untuk substance diplih zat, bukan behen; bah dipalcai untuk ruateral, saaereni + pelestarian + pengawetan 442 Ei uci ya lh yng tnt ay ih se yg in istilah Indonesia secara bersama Baik istilah esing maupun istilah Indonesia itu dapat cielo ke dla sah yang izinan Stag Sonim sinh yng talon penyerapan, ebsorpsi, serapan adsorption = penjerapan, adsorpsi > pengevpan, sorpsi 443. Istilah sema makna yang dibedaken Sekumpulan kala atau ungkapan yang maknonya sama etau bemiripen dalam beberape stan sz spay Slap:-dapany dean eng sah ng bred eda, article - matier =~ met yea - once particle = = zarch substance - zat ‘hing = benda dense = rapat solid + padat compact - kompak compressed ~ mamipat 444 Tih yang ution, yl ial yang goin any, tpi yng mena ets prema dan pengistilahen, Karena itu, peu dit average} rerata (ratn-rets) ‘mean apparatus } vedas appliance } 445 Sinosimesing yng b benarbenar sara ereratican dengan au nh indonesia rile aiom = eae ia - See viscous. = ken'al ‘concentrated - pekat 45 Homonim dan Kehomoniman Homonim isleh kata yang sema jam dav/atan lafalnys, ttapi yang mengungkapkan mana yang becbeda-beda arena berasal dari surnber yang berlsinan. 45.1 Homograf Homograf alah bentuk istilah yang sama ejesnays,tetapi mungkin lin Infalnya: teras (teras keyu) 45.2 Hotness ein ne massa jal ia 4.6 Hponim dan Kehiponiman iiponim inlahistilah yang maknanya terangkur oleh makna yang lebih luas, veka superordinataya: (1) Tembaga, “va masing-masing merupakan hiponim, sedangkan logam adalah superordinainya, (2) Hidogen, nitrogen, oksigen, metana, cana masing-masing merupelom hiponim, sedangken gas 2) Kromatogradi, ekstreisi, distlasi mesing-masing merupskan hiponim, sedangkan “pemisahan” adalah superordinatnya. 4.7 Kepotisemian 4.7.1 Kepolisemian ialah istlah yang mempunyai makna yang berbeda-beda, tetmpi masih berkailan ‘menurut konteks penggunsannya. Contot: coll — sel (dalam konteks biologi) — sel (dalam konteks elekarokimia) — sel (dalam konteks spelaroskopi) — sel dalam konteks hristalografi) 4.7.2 Istilah asing yang polisemi harus diterjemahkan sesuai dengan artinya. Contoh: mathematical solution —~ penyelesaian matematis dilute solution — larutan encer ‘ground state — keadamn asal ‘ground glass — kava asah ‘ground numeg — pala bubub/serbuk 5. ISTILAH SINGKATAN LAMBANG 5.1 Daftar Nama dan Lambang Unsur-unsur Kimia ‘Behasa Asing Bahasa Indonesiz © Lambang — Nomor Atom Actintunt Aktinium Ac 89 Abarinian ‘Aluminium Al 13 Americium ‘Amerisium Am 95 Animony (Stibium) —_‘Stibium (Antimoni) Sb st Argon Argon Ar 18 Arsenic Arsenik As 3 Astatine Astatin At 85 Barium Barium Ba 56 Bercelium Berselium, Bk 7 Berylitan Berilium Be 4 Bisrruth Bismut Bi 3 Boron Boron B s Bromine Bromin Br 35 Caden Kedmium Cd a Calciuon Kalsum Ca 20 Californiusm Kaliforniom a 98 Carbon Karbon c 6 Cert Serum Ce 58 Costu Sesium Gs 35 Chlorine Klorin a 7 Chromizon Kromium co 24 Cobalt Kobalt Co 27 Copper (Cupram) Kuprum (Tembaga) cu 2» Curium Kurium Cn 96 Dysprostum Disprosium Dy 66 Elnsteinium Einsteinium Es 9 Erbium Ebium Er 68 Europiian Enropium Bu 63 Fermin Fennium Fm 100 Fluorine Fluorin F 9 Franchon Frnsium Fr 87 Gadoliniuan Gadoliniaam Ga a Gallium Galium Ga 31 Germantun ‘Germanium Ge 32 Gold (Aunan) ‘Aurum Emas) Au 9 Hof Hafaium HE n Heltum Helium He 2 Holmium Holmium Ho 6 Hydrogen Hidrogen H 1 Indian Indium in 49 lodine Todin 1 53 Iridium Iridium ir n Iron Ferrum) Ferum (Besi) Fe 26 i Kr 36 Kurchaovium Kurkstovium Ke 104 Lantharum Lantanum La 37 Lawrenciun Lawrensiu Lw 103 Lead (Plumbum) Plurnburn (Timbel) Pb 82 Lithium Liu Li 3 Bahasa Asing Bahasa Indonesia, ~ Lamberg Moai Ann Latetium, ‘Magnestum ‘Magnesium Mg 12 Mangan Mn 25 Mendeleviurn Mendeleviun Ma 101 Mercury Mericurium (Raksa) 80 n i Mo az Neodymium Neodinium Na 60. Neon Neon Ne 10 Neptuntum Neptunium Np 8 Nickel Niel Ni 2B Niobium Niobium Nb 41 Nitrogen Nitrogen N 7 Nobelium ‘Nobelium No 102 Osmtum Osmium Os 6 Oksigen ° 8 Palladium Patadium Pd 46 Fosforus P 15 Pletirum Platinum Pt cf Plutonium Plutonium Pu 4 Polonton Polonium Po u Potassium Kelium K 19 Praseodmntum Praseodimium Pr 39 Promethium Prometiun. Po 61 Protactinium Protalcinium, Pa 1 Radium Redium Re 39 Radon Redon Ro 86 Rhentn Renium Re 5 Rodin Rodium Rh 45 Rubidium Rubidium Rb 37 Ruthenium Rutenium Ru “4 Samarium Semariun Sm 62 Scandium Skendium. Se a Selenium Selen Se 34 Siticon Silikon Si 14 Silver (Argentam) —_—_Argentum (Perak) Ag a Sodium Na nN (Strontium ‘Strontium sr 38 Suiphur Sulfir) * Sulfur (Belerng) s 16 Tantalum Tantalum Te a Technettum Teknetiom Te a Telturhuns Telurium Te 2 Terbium erbium Tb 65 Thallium Tetum 7 a1 Thoriuun Torium Th 90 Traliu Tulium Tm Cy Tin (Stamumm) Stanum (Timah) Sa 30 Puantum Titanium Ti 2 ‘Tungsten Wolfram w 74 Uranium Uronium u 2 Vanadiem Vanadium v B Xenon Xenon my 4 Yuerbum erbiam Yb 70 Yarium Ttrium Y 39 Zinc Zink 2n 30 Zirconium Zirkonium a 40 ‘Catatan: (—) bermakna nama biasa balasa Indonesia. 52 Kusntitas Fisica, Satuan, Lambang, dan Blangan (Nomor) S21 ‘Satuan Sistem Internacional Dasar dan Tembahan Panjang ‘moter m massa kilogram wakn saat (detik) rus listrik ampere A temperatur termodinamik __derajat Kelvin K intensitas cahaya candela od bbanyaknya zat mol mol sudut datar radian red sudut rang steradian = ‘Satuan Sistem nternasional Turuman ‘meter persegi volume meter kubik frekuensi hertz, ingkar per seat rapeten kilogram per meter kubik ‘kecepatan ‘meter per saat kocepatan sudut radian per saat ‘Petoepatan ‘meter per saat persegi sudut radian per seat persegi Jaju air volumetrik ‘meter kubik per sast gaya, newton tegangan peemakasn ‘newton per meter, Joute per meter persegi tekanan ‘ewtox per meter persegi vViskositas dinamik ‘ewton saat per meter persegi viskositas kinematik meter persegi per saat kerja, torsi, energi, banyak ‘newtonmeter, wathsnat days, fluks kalor ‘att, joule per saat rapatan fluks kalor ‘watt per meter persegi Ij ‘ealor ‘watt per meter kubik pa pelepasen kkoefisien transfer (jenis) ‘watt per meter persegi saat Jaju kepasitas Watt per derajat daya hanter termal watt per meter saat Ieusntitas kelistrikan coulomb deve gen sik (ome ‘volt, watt per ampere suat medan listrie volt per meter tabanan listrik ohm hantarjenis listrik ampere per voltmeter ‘uks magnetik weber induktans henry (volt-saat per ampere) permeabilitas magnetik ‘henry per meter rapatan fuks megnetik tesla (weber per meter persegi) ‘cuat medan magnetik ampere per saat daya gerak magnetik ampere (gaya magnetomotif) fluks echaya lumen, candeta steradian juminans ‘candela per meter persegi ituminasi lux (lumen per meter persegi) Zee eee Bae ide a mE carts. Rog 5.2.3 Awalan wituk Satuan Sistem Internasional Pecahian Awalan Larbang Peaggandam Awalan Lambang ar) n 1 desi 2 3 mili 6 9 12 15 18 ao’ a 1 deka da 2 hekto fh 3 Kil k 6 mega M 9 ge 6G 2 wa oT 5.2.4. Pecahan dan Gandaan Satuan Sisters Internasional dengan Nama Khusus Nama Lambang ‘Kuantites Definisi engstrom A panjang 10° m mikon*) 4 panjang, 10m bam b Tuas 10% a? liter 1 volume 10° m? ton t massa 10° kg, dyne dyn gaya 10°N bar bar tekanen. 10°Nm? erg org enera wy stokes st viskosites kinematik 10“ ms! poise P viskositas dinarnik © 10" ken s *) sekarang lebih lazim nm daripade mp 525 Satuan Lain ‘NamaSatuan Lambang Definis! atm tekenan —101325Nm® torr Torr tekanan —101325/760 Nm? mnHg —tekenan 13,5951 x 980,665 x 107 Nm? kdlowet jam kWh energi 3,6x10°J kkalori temmokimia engi 4,18) dorajetCelsius °C temperatur $C=T°K-273,15 elektronvolt wv Energi 1,6021x 109 ‘satan massa atom sma massa = 1 sma= 1,66041 x 10” kg, 5.26. Tetapan dalam Kimla 52.6.1 Tetapan Terdefinisiken Tetapan Lambang ‘satuan massa atom u ‘mol mol percepatan gaya berat 8 fekenan udara am tiik gandatiga air ly kslori termokimia kal kelori Kulus intemasional kale inci in 52.62 Tetapen dengan Nilei Disarankan Kecepatan cehaya dalam hampa €2,997925 x 10” cms" Bilangan Avogadro 'N6,02252 x 10 10? molekulfmol ‘Tetapan Faraday F96487,0 coulomblekaiv, ‘Tetapan Planck 466256 x 10 exg.sP=0 ‘1 mol gas pada 0°C dan tekanan nol (PV) 2271,060°C Jmol” $2.63 Tetapan Terturunkan ‘Muatan elementer e= FN Tetapan gas R=ePnyr? OCITEC ‘Tetapan Boitzmann k=RIN ‘Tetapen radiasi kedua @=hclk ‘Tetapan Binstein (yang menghubungken Y= ¢ Tas jenghubungkan bilongan Z=Nhe ‘etapan yang mi a ‘gelombang dan energi 6 EJAAN DALAM PERISTILAHAN 6.1 Ejagn Fonemik Penulisen isilah peda wroumnya berdasarkan pada ejam fonemik: artinya hanya satuen bunyi yang berfimgsi dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan buruf, ‘Misalnya: 62 Ejaan Etimologi ‘sanksi Jawan, sangsi 63 Transtiterasi yang lan, lepas dari lafal bunyi keta yang sebenarnya, Hel ini, misalnya, ditetppkan pada luruf Arab, Moskva (Moskwa, Moskou) 64 Transkripsi ‘Pengubahan teks dari satu ejaan ko ejaan yang lain, dengan tyjuan menyaranka lafsl bunyi unsur bahasa Istlah asing, yang dipungut ke dalam bahasa Indonesia tanpa diterjemahken, pada umumnya ditanskripsi lebih dahulu, coup d'etat kudeta struktuur struknur 65 Ejoan Nama Bjam nama disi, yang di dalem bahasa aslinya ditulis dengan huruf Latin, tidak diubah. Nama diri yang Gitulis dengan huruf Iain ditulis menurut ejaan Inggris dengan penyesuaian seperlunya pada abjed Indonesia. Misainya: Cannizaro, Friedel & Craft Backman, Chichibabin 66 Peayesuaian Ejaan 6.1 Masih ta sing yang belum sopeninyatercrep ke dalam baba Indonesia ‘tersebut digunakan dalam bahasa Indonesia, tetepi pengucapannya dan penulisannya mash antina splenot xilenol xenon xenon sylose xxilosa sylene xilena posisi Jain, jadi ks * Toe ’ matrie mattiks experiment eksperimen text teks, exliation eksitasi extract ekstrak extusive eksklusif » jika lnfalnya y, tetap y Jengonin yangonin Yuccagenin ‘yukagenin pen yen x ik Laadnya jadi? so van amylase amilase vi enzyme cenzin erbium iterbium, meibyl metil ria itrium, tetapz azeotrope azeotrop zine eta zeta ‘zirconium Konsonan berulang dijadikan tunggal effect efek tellartom ‘telurium forum forum ‘hallnvon ‘alium keculi, ammine massa ‘massa (Kompleks logam) ‘Vokal berulang dikekatkan coordination koondinasi zoology moologi 7. GUGUS KONSONAN (KONSONAN RANGKAP) PADA AKHIR SUKU KATA, AKHIR: . Dalam penn sat ers Kons rngap meng aren yng bet 7 Mempertaankan Gugus Konsonan + oer ad 5 + ~ + amort cocovenenans _kokovenenens isotenn complex kompleks 7.2 Menanggalkan Konsonan Terakhir dari Gugus Konsonan ft ks t a + mtb s Contoh: text teks figand tigen absorbent absorben labyrinth lebirin test tes bomb bom ‘catalyst keatalis column kolom 7.3 Menambahkan vokal s atau edi Belakang Konsonan atu Meayerap Secara Unih Istiteh Asing dengan Penyesuuian Lafal Contot: rhythm ritme quarts urrsa pump Pompa prism prisma fact ‘falta & PENYESUAIAN IMBUHAN Imbuhan asing dapat dingeap bagien yang tak terpisablcan dari kata istiluh yong headak diserap schingga masuknya ke dalam bahasa Indonesia iidak sebegal imbuhan dan kata dasar, melainken bantuk itu diserap seutuhaye, misalaya aktf aks, direktorat, linear ipsa ban ing dapat ple abla scaglimbahan yong slays juga isa ‘untuk pembeatuken istilah iain. Sebegai contoh, oyramersh, prasejarah, semikonduktor, pascasarjana, superstraktur. ‘8.1 Awalan Asing: 81.1 Awalan asal Latin ‘contra. —konira- ~—contra-indication _—_Kkontraindlikasi den den, awa- — delyeration dehidrast at decolourize awawama desorption desorpsl atm pengaweerapan extra- eksira extranuclear anultiplet ‘multiplet amuttvalent smultivalen non tan non ‘ansir bukan- non-metal. ‘tanlogam non-electrolye ‘tanclektrolit pre pron predissoclation prndisosiasi predigestion prapencemaan precooling prapendinginan pro pro proenzyme proenzim semi- seme semiconductor semikonduktor ‘semipermeable semipemmeabel ‘semipolar semipolar sub-sube subclass subklas subtitle subjudul substructure super. super. superconductor BL2 trans. trans. fi- fri ura. ultra Avalan asal Yunant amphi. amp. anti- anti- apo apo awe auto da. a a, dwie dss dis endo- pie we hepta- —hepta- hetero» —_hetero- hrex(a)-—_heksa- iso iso- mono- — mono- homo hromo- toper- —biper Fypo- ——hipo- meta. meta» para pare penta. penta. perie pert supersonic: transtsorier transurantum mansstilbene trichloride trivalent ulvaraicroscope ultrasonic ultraviolet amphiprotic antibonding aniicathode antiftuoriie Aypochtoriie ‘metabolism metace ‘metacreso! paracellulose arachor ‘pentaatomic perihelion per perm poly Poli. prot. proto- pseudo. —pseudo- tele tele te othe spectroscople metode method speldtroskopik dnannies dinamika Rinettes Kinetike tes (imu) tha ——phystes fisika statistics ‘statistilea thermodynamics _termodinamike steal dalam -is ——_ecconontical ekonomis ata sift) logical logis ‘practical praktis tropical ‘opis 82.2 Akhinan yang Lain Pie shee des es soe Rn tad el dat aise Konsep yang sebaiknya diberi nama secara sama. Hal ini dapat dilakukan dengen menggunekan Sine pe day tg cloiias eas tei Di eet ta tele, eco ne, yang demikian, ance daya atau -ans absorbance wee absorbens capacitance ‘conductance fea Tanta; Kondukens resistance -daya tahan; resistans section (pe-an atau -as! atomization ‘pengabutan; atomisasi dissociation _disosiasi Inydrogenation —penghidrogenan tonization ‘pengionan, ionisasi polymerization pemnolimeran; polimerisasi ssubstiution _penukargantian, substitusi transformation tion stan —sion meter alatpe- atau -or ac.eleraor capaciior insulator reflecior stoikiometri spektromert: alat pencepat; akselerator kapasitor slat penyekat; isolotor ‘let pemantul; reflekior ald. (aldo-) allo. anhydro- antie Gelta-) (@- oF C)) pk lat pe- ot -er catonttzer alt pengabut computer ‘komputer stop spectroscope —spektroskop telescope teleskop BAGIANB PEDOMAN KHUSUS TATA NAMA KIMIA 1. AWALAN INGGRIS (TUPAC) ale (aldo-) alo- anhidro- 4 (delta-) deksiro- (@- ate CH op meryjuk pada eldehida. Miselnye, aldofsim, aldoheksosa nanan aan barge, isayshubunga ome Misty fokolesterol ‘menunjukken hilangnya satu moleial air (dus atom hidrogen dan sata atom oksigen). Misalnys, asam posisi ait, sebagai lawan posii sin- Awalan ini setara deagan awalan trans- pada isomer goometik > O=N- tertentu, Contoh: ZcSn, CHS" OH an-benzaldlsim atau ‘rans-benzaldoksim axa bers estas Yona a") dengan a ‘dinarunkan dati’. ‘Contob: spomorfina (oarunsn morfina) singatan nia erm kata aromatik. Misalnya, aril, aralkil. etal Gin alan nage cc Gig ON! Contoh: bis (m-nitrofenil) ‘gugus berada pada satu sisi, Misalnya,cis-tilbena se C8 Noa, metumjukken strakturlingkar. Misalaya, sitlopropana, ‘lihet desktro- ‘meounjukkan adanya hubungan struktuy, tanpa meryjuk pada areh sudut ‘putar optis. Contoh: D-glukosa suaty ator, misalnya dehidrokolesterol, ‘sam dehidroaskorbat, de-N-metil-morfina. Lihet juga nor- dan anhidro- hurufbesar Yunani ini merajok pada edanyaikatan rangkep: possi ditunjukkan oleh superskrip di belakang lambang ini. Misalnya ral =1,2- Azarsetina. ‘menunjukkan bahwa zat ini memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan. Misalnye, d-alukose ‘awalan Yunani yang menanjulken jembatan atau hubungan intramolekul, Contot: epikiorohidrin 20 meta gF ortho~ merujuk ke dua gugus identik yang terikat pada satu atom. Contoh: gem- dimetil pada 2,2-dimetilpropena, atau pada kamfor. awalan yang menunjukkan perbedaan, ketidaksamaan atan ‘keanekaragaman. ‘merujuk pada hidrogen, misalnya, 1,4-dihidronaftalens, asam hidroksamat. ‘menunjulan keadaan yang lebih rendah daripada senyava lain, raiselnya dalam hal bilangan oksidast stom utamanya, Misalnya, ‘iposulfit, hipofosfit, lihat iso- (Jarang digunakan) ‘menunjukkan isomer dari suatu senyawa lain, Misalnye, sobutana, ‘isoindol. smenujuk pad eton. Misalaye, ketoksim, ketoheksosa. ‘menunjukkan bahwa zat ini memutar bidang polarisasi cahaya ke kit. ‘Misalnya, -efedrina. ‘meniimjuka hubungan struktur, tanpa merujuk ke arch sudut puter pis tent Cont: f-lisraldehi, L-hukoss meurplian ei ‘antara’, digunaken untuk isomer takaktif optis karena cfek etem- atom karbon tak simetrissaling mematikan dalam molekul ina ‘Geompenses dale), . Conteh: asam mesotartarat Sarna dn bee Yona Goat tn, set) den sexnjukion antara | ) posisi 1,3 dalem cincin benzena, misalnya diklorsbenzena (1,3- iklorobenzena), (2) senyawa polimer, misalnya metaldchide, (3) asam yang kelcurangan molek! ais, aie net (@) turinan senyawaan kompleks, misalaya sagt “nor " misalnya: n-butanot, Tesmuglian (1) penghltagan gg meine dr sett, 2) ‘pengecilan cincin sebanyak sata -CHz, @) penggantian ‘oleh idrogen ean gugus mel pads sa asam nan oktgen vane mg ss drgan as angha pd Be iam barbon (edanya gugus keton) Misalnya: ‘asem oksomalonat, para awalan Yunani (di luar, berlaywenan) yang menunjukkan (1) posisi-1,4 pada cincin benzena, (2) polimerisasi, misalnya paraformaldehida, (3) ‘memunjukkan sun yng dung misnya asm papi (@) menuajukkan adanya hobungan, misalnya awalan Yunani (‘habis") yang menunjukkan (1) sang, t atau lebih dari bbiasa, misalnya perasidita, (2) di atas atau di lua, misalaya permanganat (per sebagai singkatan peroksi-). Awalan ini menunjukkan penukargantian maksimur, misalnya perfuoronaftalene Cif ‘menunjukkan adanya gugus perokside, misalnya asam peroksiasetat (CH;-COO0H) ‘menunjukian gabungan beberapa molecu atm fragmen meleku, yang ‘sama, misalnye potisekeride, ere pers senardan Keni opis karenn cmp ence bam lihat see singkatan ‘sender’, misalya sec-btil alkohol. eros ——peroksi- ~—-—_—berasal dari basa Latin (di wah, hampir atzu dckat) den digunaen untuk menunjulckan derajat oksidasirendah atau senyawa basa, dan poly. poli stenunjuldkn kekurangan atu radial yang dujok, Contok:subestat, racemic racemile —_singhatan‘simetil’, seperti pada sim-dikdoroetana (CICH-CH,C)) (d-aieu —(dl-qicu ~——_—berasal dar behasa Yuan (dengan bersara-sama) dan menandalan wy ay) persstuan, asosas! stax penumpulem, Dalam streoisomeriposisivin * * ‘menusjukkan kedekatan satu dengan yeng lain, dibandingkan dengan sec see poss enti. ub sub on snberatin Scan, Cots ~ Non Bo sim- Tihat cert 6) © singkatan unk tersier,sepet pada ter-butil alkohol on sire avalon yang berart! empat untuk gugus kommplls(uaruk gugus . sevderbuna: tetra). Lika bis- snp oer poo eg kei guy rene Som pe . —_kapal-kapal berang rakbuku = + —_rak-rak buku (2) Bentuk ulang gabungen kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulany unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda, Misalnya: orang besar + orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi > —_gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi 2. Awalan dan ekhiran ditulis serangka! dengan bentuk ulang. Misalnya: ‘Keelcanak-kenakan perundang-undangan melambei-lambaikan dibesar-besarken memata-matal (Lihat ketnggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7,) Catatan: ‘Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk kepertuan ichusus, seperti datam pembuatan catatan rapat atau Iulia, Misainya: Pemerintah sedang mempereiapkan rancangen undang? baru. Kami mengundang orang? yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampillan delam pameran itu adalah buts? terbiten Jalarta. Bajunya ke-merah?—an D, Gabungan Kata 1, Unsur-unsur gabungan kata yang lezim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit uum meja tui kereta api cepat luar biasa 2. Gabungan kata yang dapat menimbulken kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda bubung di antara unsur-unsumya untuk menegasken pertalian unsur yang, 13 Dersangkcutan. Misalnya: anak-istri Ali iburbapak kami bukwsejarah baru anak istri-Alt ibu bapak-kamd buku sejarah-bant 3. Gabungan kata yang dirasaken sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakelanya akhirulkalam alhamduliliah apalagi astagfiruliah bagaimans barangkali deasiswa belasungkawe bilamana bismilleh bumiputra daripada darmabakti E. Suku Kata darmasiswa darmawisata dukacita halalbihalel hutubalang Kecamata Kesatmata kepada kdlometer manakala manasuka matahari padahat peribahasa perilaku puspawama radioaktit saptamarga saputangan saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukerela 1. Pemenggalan kata pada kate dasar dilakukan scbagai berikut. e. Jika di tengah kata ada huruf vokel yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. . Misalnya: buch main neat saat b. Huruf diftong ai, au, dan of tidak dipenggal, Misalnya: pan-dai aula sau-da-ra, am-bot ©. Jilca di tengah kata dasar ada hurufkonsonan (termasuk gabungen hurufkensonen) di ‘antara dua buah huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum hurufkonsonan itu. de-ngan ke-ryang muta-khir mu-sya-wa-rah 4. dike di tengah ke.a dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakuken di antara kedua huruf konsonan itu. 4 . Jike di tengah kite dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antare huru! konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua, Misalnya: ultra infra ben-trok invstru-men Catatan: (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup (2) Pemenggalan kata tidak boleh menyebabkan munculnya satu huruf (vokal) di awal atau akhir baris. Miseinya: itu > itu setia + se-tia 2, Pemenggalan kata dengan awalan, akhiran, atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel itu. Misalnya: berjalan, mem-bantu dbarnbil terbawa per-buat maken-an letakk-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ‘ke-kuat-an Catatan: (t}Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasamya mengalami perubahan 15 dilakuker: neperti pada kata dasar. Misalnya: memnu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat Pe-no-long “ pemikir Pe-nga-rang penye-but Penge-tik (2) Alchiran -itidale dipisahkan pada pergantian baris, (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab It], Huruf B, Butir 2.) (3) Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada kata dasar. Misalnya: ge-lem-bung ge-mu-ruh ge-rigi si nam-bung te-lunjuk (4) Pemenggalan tidak dilakukan pada suku kata yang terdiri atas satu vokal, Misalnya: . Beberapa pendapat mengenai masaleh itu telah disampaiken Walaupun cuma-cuma, mereka tidak man ambil makenan itu, 5. dike sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya dilalukan di antara unsur-unesur ian Tsp-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab Ill, Huruf E, Butir 2.) Misalnya: blo-graft bi-o-gra-fi bio-data, di-o-da-ta foto-grafi fo-to-gre-fi foto-kopi fo-to-ko-pi intro-speksi intro-fekai kilo-gram Kilo-meter Pasca-panen Pas-ca-pa-nen Pasce-carjana Pas-ca-ser-ja-na 4, Nama orang, badan hukum, atau nama diri lain yang terdiri atas dua uneur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. : F. Kata Depan di, ke, dan dart Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam 16 gabungan kate yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, sepert! kepada dan daripada. {Lihat juga Bab Il, Huruf D, Butir 3.) Misainya: Bermalam sajalah di sini. Dimana dia sekarang? Kain itu disimpen di dalam lemari. Kawan-kawan bekterja didalam gedung, Dia berjalan-jeden di luar gedung. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Mari kita berangkat ke kantor. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Ja datang dari Surabaya kemarin. Saya tidak tahu dari mana dia berasal, Cincin itu terbuat dari emas. Catatan: Kata-kata yang diostak miring di dalam kelimat seperti di baweh ini ditulis aerangkai, Misalnye: Kemi percaya sepenuhnya kepadanya, Dia lebih tua daripada saya. Dia masuk, lalu keluar logi. Bawa kemari gambar itu, Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. @ Partike! 1, Partikel “lah, -kak, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya, Misainya: Bacaiah bulou itu baik-baikl Apakah yang tersirat dalam surat itu? Slapakah gerangan dia? Apatah gunanya bereedih hati? 2, Partikel pun ditulis terpisah dari Kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijakeana. Hendak pulang tenga malam pun sudah ada kendaraen. Jangenkan dua Kell, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku, vika Ayah membaca di teras, Adik pun membeca di tempat itu. Catatan: artikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangked dengan kata, yang mendahuluinya. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. Bagaimanapun juga, tugas itu aken disele ; Baik laki-leki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. Sekalipun belum sclesai, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Walaupun sedethana, rumah itu tampak asri, 3. Partikel per yang berarti ‘dem?, ‘tiap', atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. Harga kain itu RpS0.000,00 per helai, 7 Pogawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Catatan: Partikel per dalem bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. (Lihat Bab II, Huruf|, Butir 7.) H, Stngkatan dan Akronim 1, Singkaten islah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, nema gelar, sapeen, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. . Misalnya: AH. Nasution Abdul Haris Nasution H. Hamid Haji Hami Suman Hs. Suman Hesibuan W.R. Supratman Wage Rudolf Supratman MBA. master of business administration MHum. magister humaniora. MS magister sains SE sarjane ekonomi ‘S.Sos sarjana sosial S.Kom sarjana komunikasi S.E.M. sarjana kesehatan masyarakat Bpk. bapak Sar. saudera Koi. kolonel. , Singlatan nama reami lembaga pemerintah dan ketatancgaraan, badan atau i ferta nama dokumen resmi yang terdirl atae gabungan huruf awal kata ditulis dengan hurufkapital dan tidak diikuti dengan tande titik, Misainya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perscrikatan Bangsa-Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia Pr Perseroan terbatas sD ‘sckolah dasar KTP kkartu tanda penduduk © 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik, Misalnya: joi, jumleh pd. kepada tele tanggal him. halaman . ye yang di. dalam No. momor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: 18 all. dan lain-lain dsb. dan aebageinya ‘dst, dan seterusnya sda. sama dengan ates ybs. yang bersangkutan ‘Yth. Yang terhormat . Catatan: . Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kulieh. . d, Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunaken dalam surat- menyurat) masing-masing diilruti oleh tanda titik. Misalnya: an, atas nama da. dengen alamat wb. untuk beliau wp. untuk perhatian ¢, Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaren, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Misalnya: cu kuprum om sentimeter kg kilogram VA Kilovolt-ampere 1 liter Rp tupiah . our trinitrotoluene 2, Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah keta, . a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis ‘seluruknya dengan huruf kepital tanpa tande titik. Misalnya LPI Lembage Amu Pengetahuan indonesia LAN Jembaga Administrasi Negara PASI Pereatuan Atletik Seluruh indonesia SIM surat izin mengemudi ». Akronim name diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. Miseinya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi dkatan Wanita Fenguseha indonesia s Kowani Kongres Wanita indonesia ©. Akronim buken nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis : dengan huruf kecil, Misatnya: pemilu pemiihan umum iptek ‘mu pengetahuan dan texnologi 19 rapim rapat pimpinan rudal peluru kendall tilang bekti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembuntukan ekronim dianggep periu, hendaknya diperhatikan syarat-syarat ‘berlkut. (1) Jumiah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebth dari tiga suku kata). (2) Alronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang seauai dengan pola kaia bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapken dan diingat. Angka dan Bilangan Bilangen dapat dinyatakan dengan angkta atau kata, Angka dipakai sebagai lambang bilangan. ‘atau nomor. Di delam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab: 0, 1,2, 3, 4,5,6,7,8,9 ‘Angka Romawi : 1, 11, I. 1V,V, VI, VIL, VIII, IX, X,L (0), C(100), D (S00), 'M (1,000), V (5.000), M (1.000.000) 1, Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipekai secara berurutan seperti dalam perincian atau Paparan. Miselnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali, Kolekai perpustalaan itu mencapai due juta buku. Diantara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju, 1Sorang tidak setuju, dan S orang tidak membertkan suara, Kendaraan yang dipesan untuk engkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan, 2, Bilangan pada awal kelimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua keta, susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidek dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujien. Panitia mengundang 250 orang peserta. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu 3, Angka yang menunjulkan bilangan utuh beser dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misainya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman $50 miliarrupiah. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya, Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat {tu memerlukan biaya Rpl0 triliun. 4, Angka digunakan untuk menyatakan (a) uluran panjang, berat, luas, dan {si; (b) satuan ‘waktu; (c) nilai uang; dan (4) jumlah. 20 Misainya: 0,5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter peraegi 1 jam 20 menit 10 titer pukul 18.00 RpS.000,00 10 persen US$ 3,50* 27 orang £5,10" ¥100 2.000 rupish Catatan: {1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang {*) merupakan tanda desimal. (2) Penulisan lambang mata uang, seperti Rp, USS, £, dan ¥ tidak diaichiri dengan tanda titike dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya, kecuali di dalam tabel. 5. Angke digunakan untuk melambangkun nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar. Misalnya: Jalan Tanah Abeng I No. 15 dalan Wijaya No. 14 Apartemen No. 5 Hotel Mahameru, Kamar 169 6, Angka digunaken untuk menomori begien karangan atau ayat kitab’suci. Miselnya: Bab X, Pasa! §, halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 . 7. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berilcut. @, Bilangan utuh ‘Misalnya: dua belas (12) tiga puluh {30) lima ribu (5000) b, Bilangan pecahan Misalnya: ‘setengah Ofa) ‘seperenam belas Qf) tiga perempat Cf) dua persepuluh (0,2) atau.2/10) tiga dua pertiga (32/s) satu persen, (1%) satu permil (foo) Catatan: (1) Pada penutisan bilangan pecahan dengan mesin tik, spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecah: (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambeng bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan selah px agertian. 2 Misainye: 20 4/5 (dua puluh dua-pertiga) By (due-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 {dua puluh lima-belas pertujuh belas) 1507/) _(seratus lima puluh dua-pertiga} 152/4 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut, Misalnya: 8. pada awal abad XX (angka Romawai kapital) dalam kehidupan pade abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab) pada awal abad kedua pulvh (huruf) b, kantor di tingkat Igedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (hurus) 9. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab III, Huruf E, Butir 5). Misalnyes lima lembar ang 1.000-an (lima lembar uang seribuan) tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) wang 5,000-an (uang tima-ribuan} 10. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angla dan huruf sckaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi}. Misainye: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Kantor kami mempunyai dua puluh oreng pegawal. Rumah itu dijual dengan harga Rp125.000.000,00. 11, Jike bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Misalnya: ‘Saya lampirkan tanda terima wang sebesar Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen). Bukti pembelian barang scharga RpS.000.000, 00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilempirkan pada laporan pertanggungjawaban. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5,000.00 (tima ribu dolar), Catatan: (1) Angka Romawi tidek digunakan untuk menyatelcan juralah. (2) . Angke Romewi digunelan untuk menyatakan penomoran bab (delam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan, (3) Angka Romewi keeil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. Kata Gant! ku, kaw, -keu, mu, dan nya Kata ganti ku- dan xau-ditulis serangkai dengan kate yang mengilcutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misainya: Buku ini boleh kaubaca, Bukuky, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kate-kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nyo} dirangkaikan dengen tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diswali dengan huruf keapital. K. Kata ef dan sang Kata sidan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, Misainya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim, ‘Toko itu memberiken hadiah kepada si pembeli, Ibu itu membelikan sang suemi sebuah laptop. ‘Siti mematuhi nasihat sang kakak. ‘Catatan: Huruf awal sidan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri, Misalnya: Harimau itu marah eckali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta deri Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya. 23 Ill, PEMAKAIAN TANDA BACA A. Tanda Title ()) 1, Tanda titik dipakai pada akhir kelimat yang buken pertanyaan atau seruan. Misalnya: ‘Ayal tinggal di Solo, Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang, Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kelimat yang unsur akhimnya sudah bertanda tithk, (Lihat juga Bab Ill, Huruf 1.) Misalnya: Buku ita disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, deb. Dia mengatakan, "kaki suya sakit.” 2, Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. Misalnyat 8. I, Departemen Pendidikan Nasional A. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi “B, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1, Direaktorat Pendidikan Anak Usia Dini Down ®, 1, Patokan Umum -1 Isi Karangan Tustrasi 2.1 Gamber Tangan .2 Tabel 3 Grafik . Petoken Khusus 7 2 BE b bb PRPreee ee Catatan: Tanda titik tidak dipakei di belakeng angka atau huruf dalam suatu bagan atau ‘ikhtisar jika angka atau hurufitu merupakan yang teralthir dalam deretan angka atau hurnf. 3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukken walt, Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Cotatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut, (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misetnya: pukul 9.00 pagt 24 pukul 11.00 siang pukul 5,00 sore pulcul 8.00 malam 2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerluken keterangan pagi, siang, atau malam. Misainya: puleul 00.45 pukul 07.30 pulcul 11.00 pukul 17.00 pukul 22.00 4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan_ jangka waktu. Misalnya: 1.85.20 Jam (1 jam, 35 menit, 20 detik) 0.20.30 jam (20 menit, 30 det) 0.0.30 jam (30 detik) 5, Tanda titik dipakal dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit. Misalnya: Alwi, Hasan, Scenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, dan Anton Siregar, Merari. 1920, Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestalka. . Catatan: Uruten informasi mengensi daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. 6. Tanda tik dipekei untuk memisahkan bilangan ribuen atau kelipatannya yang menunjukken jumlah. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24.200 orang. ‘Siswa yang fulus masuk perguruan tinggi negeri 12.000 orang. Penduduk Jakarta lebih dari 11.000.000 orang, Catatan: (I) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatennya yang tidak menunjukkan jumlah. Miselnya: Dia lahir pada tahun 1956¢i Bandung. Lihat halaman 2345dan seterusnya, Nomor gironya 5645678. (2) ‘Tanda titik tidal dipakel pada akhir judul yang merupaken kepala kerangan atau Kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UD 1945) Salah Asuhan (3) Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) nama dan alamat penerima surat, (b) nama dan alamat pengirim surat, dan (c) di belakang tanggel surat. Misalnya: Yth, Kepala Kantor P-nempatan Tenaga 25 Jalan Cikini 71 Jakarta ‘Yth, Sdr, Moh. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegore 82 Jakarta 21 April 2008 (4) Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dan desimal dilakukan sebagai berilcat. Rp200.250,75 $50,000.50 8.750 m 8,750 m 7, Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab Il, Huruf H.) B, Tanda Kome (,) 1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan, Misalnya: ‘Saya membel! kertas, pena, dan tinta, Surat biasa, surat kilat, ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko. Satu, dua, ... tiga! ° 2, Tanda koma dipalei untuk memisahkan Kalimat cetera yang satu dari kalimat setara berilnutnya yang didahului dengan kata seperti tetapl, melainkan, sedangkan, dan kecuali. Misalnya; ‘Saya akan membelf bulu-buku puisi, tetapi kau yang memilihnya. Ini bukan buku saya, melainkan bulcu ayah saya. Dia senang membaca cerita pendek, sedangkan adiknye suka membaca puiei Semua mahasiswa harus hadir, kecuali yang tinggal di luar kota. 3, Tanda koma dipakai untuk momisahkan anak Kelimet dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendabului induk kelimatnya, Misalnya: Kalau ada undangan, saya akan datang. Karena tidak congkak, dia mempunyai benyak teman, Ager memilikd wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku. Catatan: ‘Tanda koma tidak dipakei untuk memisahkan anak kalimet deri induk kalimat jika anak kalimat ity mengiring! induk kalimatnya, Misainy Saya akan datang kalau ada undangen, Dia mempunyai banyak teman kerena tidak congkak, Kita harus membeca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. 4. Tanda koma dipakai di belakeng kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sekubungan dengan itu, dan meskipun begitu, Misainya: 26 ‘Anak itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajer di luar negeri, Anak {tu memang rajin membeca sejak keoll. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu, dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. Catatan: ‘Ungkapan penghubung antarkalimat, seperti olen karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun vegitu, tidak dipakai pada awal paragral, 5. Tanda koma dipal-si untuk memisahken kata seru, seperti o, ya, wah, aduh,dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kelimat. Misalnya: ©, begitu? Wan, bukan main! Hati-hati, ya, jalannya licin. ‘Mas, kapan pulang? Mengapa kamu diam, Dik? Kue ini enak, Bu. 6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian tain dalam kelimat. (Lihat juga pemakaian tanda petik, Bab III, Huruf J dan K.) Misalnye: Kata Ibu, "Saya gembira sokali.” "Saya gembire sekali,” kata !bu, "karena lulus yjian.” 7, Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petian langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu beralchir dengan tanda tanya atau tanda sera, Misalnya: "Di mana Saudara tinggel?” tanya Pak Guru. “Masuk ke Kelas sekerangl" perintahnya. 8. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, {b) bagian-bagian alamat, (o) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan, Mi ! Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta Surabaya, 10 Mei 1960 Tokyo, Jepang. 9. Tanda koma dipakei untuk memisahken bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Misalnya: Gunawan, Ilham, 1984, Kamus Politi Internasional, Jakerta: Restu Agung. Holim, Amran (Ed.) 1976. Politik Bahase Nasional. Jilid 1, Jakarta: Pusat Bahasa. Junus, H. Mahmud, 1973. Karus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran ‘Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakerta: Gramedia Pustaka Utama 27 10. Tanda konia dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau estatan akhir. Misalnya: Aligjahbana, S, Takdir, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesic. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), him. 25. Hilman, Hadikusuma, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adai Budaya Indonesia (Bandung: Alumni, 197), him, 12. Poerwadarminta, W.J.8, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1967), him. 4. 11. Tanda kome dipakai di antare nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakennya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marge. Misalnya: B. Ratulangi, S.E. ‘Ny. Khadijah, M.A, ‘Bambang Irawan, S.H. ‘Siti Aminah, S.E., M.M. Catatan: Bandingken Siti Khadijah, M.A. dengen Siti Khadijah M.A. (Sit! Khadijah Mas Agung). 12.Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataken dengan angke. Misalnya: 12,5 m 27,3 kg p500,50 750,00 Catatan: Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antera dolar dan sen. 13, Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambehan yang sifataya tidak ‘membatasi. (Lihat juga pemakeian tanda pisah, Bab II, Huruf F.) Misalnya: Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. Di deereh kami, misainya, masih banyak orang iaki-laki yang makan sirih. ‘Semua siswa, baik laki-Iaki maupun perempuan, mengikuti latihan paduan suara, Catatan: Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma. Misalnya: ‘Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. 14. Tanda koma dapat dipakai-untuk menghinderi salah baca/salah pengertion-ui belakang keterangan yang terdapat pada awal Kalimat. Misalnya: Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfeatkan bahesa-nahasa di kawasan nusantara ini. ‘Atas perhatian Saudara, kami ucapan terima kasth. Bandingkan dengan: Kita dapat memanfaatkan bahesa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam 28 pengembangan Kosakata, Kami ucapkan terima kesih atas perhatian Saudara. ©, Tanda Titik Kome (i) 1, Tanda titik kome dipakal sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setare di dalam kalimat majemuk setara. Misalnya: Hart sudah malam; anak-anak masih membace buku-buku yang beru dibeli ayahnys. Ayah mengurus tanamen di kebun; Ibu menulis mekelah di ruang Kerjanys membaca di terae depan; saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan pui penyair kesangenku. 2, Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perinclan dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian teralthir tidak perlu digunaken kata dan. Misalnya: ‘Syarat-syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembega ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia; (2) berijazah sarjana $1 sekurang-Kcurangnya; (3) berbadan sehat (4) dersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3, Tanda titik kome digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. Misalnya: Tou membell buku, penall, dan tinta;.baju, celana, dan kaos; pisang, opel, dan jeruk. ‘Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua, sckretaris, dan bendahara; penyusunan ‘anggeran dasar, anggeran rumah tangga, dan program kerja; pendataan anggota, dokumentasi, dan eset organisasi. D, Tanda Titik Dus (1) 1. Tanda titik due dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. Catatan: ‘Tanda titik dua tidak dipakei jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap ‘yang mengakhiri pernyatean, Misaloya: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. Fakultas itz mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian, Miselnya: a. Ketua — : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara: Aulia Arimbi b, Tempat Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acasa: Bambang 8. Hari, tanggal asa, 28 Oktober 2008 Waktu 19.00—10.30 29 3. Tanda titik dua dapat dipakei dalam naskeh drama sesudah kata yang menunjukkan Pelaku dalam percakapan, 4, Tanda titik dua dipakai di antara (.) jilid atau nomor den halaman, (b) bab dan ayat dalam Kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangen. Misalnya: Horison, XLII, No. 8/2008: 8 Surah Yasin: Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahase. B, Tanda Hubung (-) 1, Tanda hubung menyambung suku-ouku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga ca- ra bare wi. ‘Sebagaimana kata peribahasa, tak ade ga- ding yang takretak. 2, Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau ekhiran dengan begin kata yang mendehuluinya pada pergantian baris, Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk meng- ukur panas. Kukuran baru ini memudehken kita me- ngukur kelapa, ‘Senjata ini merupakan sarana pertahan- an yang canggih. 3, Tanda hubung diguneken untuk menyambung unsur-unsur kata ulang. Misalnya: anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4, Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu. 5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan (b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata. Misalnya: 30 ber-evolusi dué-puluh ribuen (20 x 1.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosiel dan Kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengejak anak-istri ke acara pertemuan besok. Bandingkan dengan: be-revolust dua-puluh-ribuan (1 x 20,000) tanggung jawab dan kesctiakewanan sosial 6, Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a, s¢-dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kepital, b, ke- dengan angka, ¢. angka dengan -an, 4. kata atau imbuhan dengan singketan berhuruf kapital, fe. kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan £ gebungen kata yang merupaken kesatuan, Misainys: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinarX mem-PHK-kan clptean-Nya atas rahmat-Mu Bandera Sukarno-Hatta alat pendeng-denger 7. Tenda hubung dipakai untuk merengkai uneur babasa Indonesia dengan unsur bahasa easing. Misalnye: di-smash di-markup pen-tacklean F. Tanda Pisah (-} 1. Tanda piseh dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kelimat, Misalnya: Kemerdekean itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu-saya yakin~dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2, Tanda pisah dipakai untuk menegasken adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingge Kelimat menjadi lebih jelas. Miselnya: Rangkalan temuan ini-evolusi, teori kenisbien, den kini juga pembelahan atom-telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia-amanat Sumpah Pemude-herus terus ditingkatkan, 3. Tanda pisah dipakei di antara due bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampei dengan’ atau ‘sampai ke’. 31 Misalnya: ‘Tahun 1928-2008 ‘Tanggal 5-10 April 2008 Jakarta-Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan. pada althir kelimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis-pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Beb Ill, Huruf D, kaidah 1.) @) Delam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. @. Tanda Tanya (?) 1. Tanda tanya dipakai pada althir kalimat tanya. Miselnye: ‘Kapan dis berangkat? ‘Saudara tahu, bukan? 2, Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Mis Dia dilehirkan pada tahun 1963 (*). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. . Tanda Seru (1) ‘Tanda seru dipakal untuk mengakhirl ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan ata Perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkeh indahnya taman laut inil Bersihian kamar itu sekarang jugel ‘Sampai hati benar dia meninggalkan istrinyal Merdekal Tanda ) 1, Tanda elipsis dipakei dalam kalimat yang terputus-putus. Misainya: Kalau bogitu ..,, mariah kita iaksanekan. vike Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjuickan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misainya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masth sangat terbatas. Catatan: (2) Tande elipsis itu didanului dan dilkuti dengan spasi. (2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk’ menandai penghilangen teks dan 1 tanda titik untuk ae menandai althir katimat. (@) Tanda elipsis pada alchir kelimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat 3, Tanda Pattie (" ") 1, Tanda petik dipakei untui mengapit petiken Iangsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi.” "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentart” 2, Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat, Misainya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman § buku itu. Saya sedang membaca “Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indoneia” dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Bacalah "Penggunaan Tanda Baca” dolam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Makalah "Pembetukan Insan Cerdas Kompetitif* menarik perhatian peserta seminar. 9, Tanda petik dipakei untuk mengepit jatilah imiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus, . Misalnye: Pekerjaan itu dilakeanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. Ny K Di berelane panjang yang langan remajedikenal dengan nama “outing. ) Catetan: al (1) Tanda petik penutup mengilcuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Misatnye: | v Kata dia, "Saya juga minta satu.” Dia bertanya, "Apaicah eaya boleh ilvut?* (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tenda potik yang mengapit kata atau ungkapen yang dipakai dengan arti khusus pada i Wung kalimat atau bagien kalimat. Misalnya: Bang Komar sering disebut “pahlawan’; ia sendiri tidak tahu ecbabnya. Karena warna kulitnya, die mendapat julukan "Si Hitam", (@) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. (4) Tanda petik (") dapat digunaken sebagai pengganti idem atau sda. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian yang berbentuk daftar. Misalnya: amen bukan — jaman asas " eras, plaza " plase Jadwal " Jadual ‘us bie 33 K. Tanda Petile Tunggal (' ') 1, Tanda petik tunggal dipakai untuk mengepit petiken yang terdapat di dalam petikan lain. Misalnye: ‘Tanya dia, "Kaudengar bunyi 'kring-kring’ tadi?* "Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang’, den rasa letihku lenyap seketike," war Pak Hamden, 2. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. Misalnya: terpandal ‘paling’ pandai retina ‘dinding mate sebelah dalam’ mengambil langkeh seribu ‘lari pontang-panting’ tinggi hati ‘sombong, angkub' 9. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa dacrah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung, Bab Ill, Huruf M) Misalny feed-back ‘beliken’ dress rehearsal _“geladi beraih’ tadutoko ‘panglime’ L, Tanda Kurang ({ )) 1. Tande icurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misetnya: Anak itu tidak memiliii KTP (kartu tanda penduduk). Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi) Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangen kertu tanda penduduk (KTP). KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperiuan. 2. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang buken bagian utama kalimat, Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pede tahun 1962. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukken arus perkembangan baru pasar dalam negeri. 3, Tanda kurung dipakai untuk mengepit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan, Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabay 4, Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keterangan, Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (¢} tenaga kerja. 34 Dia harus metengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran, (2) ijazah terakhir, dan (3) surat keterangan kesehatan. Catatan: ‘Tanda kurung tunggel dapat dipakai untuk mengiring! angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke baweh Miselnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku, 2) penail, dan 3) tas sekolah. Dia senang dengan mata pelajaren a) fisika, b) biologi, dan ¢) kimia, M. Tanda Kurung Stu {J 1, Tanda kurung siku dipakei untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai korekei atau tambahan pada kelimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain, Tanda seu menyetaban batrws Keanlahen atau helerangan itu memang terdapat di dalam naskah Misalnya: Sang Sapurba men|dJengar bunyi gemerisik. Ia memberiken uang [kepada] anaknya. Ulang tahun (hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. 2. Tanda kurung ailu dipskei untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misainyas Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab Il {lihat halaman 35-S8}} perlu dibentangkan di sini, N. Tanda Garis Mirtog (/) 1, Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. Mi : No. 7/PK/2008 Jalan Kramat II/10 tahun ajaran 2008/2009 2, Tanda garis miring dipakai sebagai penggenti kate atau, tap, dan ataupun. Misalnya: dikirimkan lewat derat/laut _‘dikirimkcan lewat darat atau lewat laut harganye Rp1.500,00/lember _‘harganya Rp1.500,00 tiap lember' tindakan penipuan dan/atau 'tindakan penipuan penganiayaan dan penganiayaan, iindakan penipuan, atau tindakan penganiayaan’ geris miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggelan- penggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah. as ©. Tanda Penyingkat atau Apostrof (') ‘Tanda penyingkat menunjulkkan penghilangan bagian kata atau bagian engka tahun, Misalnya: Dia ‘kan sudah kusurati, (‘kan: bukan) Melam "lah tiba, (ah: telah) 1 Januari '08 (08: 2008) 36 IV. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya, bahasa indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa, baik dari ‘bahasa dacrah maupun dari bahasa asing, seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapen dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenubnya terserap ke datem bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan de thonvne par thomme. Utisur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur eaing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengen kaidah behasa Indonesia, Dalam hal itu, diusehaken ejaannya disesuaiken dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asainya. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut. (ain Arab dengan a) menjadi ‘a ‘asc asar sa'h saat manfa‘eh manfaat “(ain Arab) di akkhir eulu kata menjadi & sayah rakyat mana * mana rukut rukuk aa (Belande) menjadi a padi pat baal bal octaat oktat ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerobe ‘aerob aerodinamics aerodinamika ae, jika bervariasi dengan e, menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trader trater caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autotroph autotrof tautomer tautomer hydraulic hidraudlik ‘caustic kaustik edi muka a, u, 0, dan konsonan menjadi k calomel kalome! construction Aonstruksi eabic kubik 37 og kup dassification Hasifikasi crystal Aristal edi muka ¢, ¢ o¢, dan y menjadi s central sentral ent sen eybernetics sibernetika reulation sirkulasi gflinder silinder oelom selom codi muka 9, u, dan konsonan menjadi k ‘accomodation akomedasi acculturation akulturas! acclimatization _aklimatisasi accumutation akumulasi acclamation akamasi cc di muka ¢ dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori vaccine vaksin ech daa ch di muka a, 0, dan konsonan menjadi k saccharin ‘sakerin charisma Karisma cholera iolera chromosome kromosom technique teknile ch yang lafainya sateu sy menjadi s ‘echelon esclon amachine mesin ch yang lafainya menjadi o chip dp voucher vocer China Gna ck menjadi k check cek ticket thet ¢ (Sanskertaj menjadi s gabda sabda castra sastra i (Arab) menjadi d darurat darurat fardu fardu hedir hadic etetap e effect efek description deskripsi 38 synthesis sinten's ea tetap ea idealist ideatis habeas habeas e¢ (Belanda) menjadi ¢ stratosfeer stratoster system sistem eitetap ef eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap €0 stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenol europium europium f (Arab) menjadi f fagir fakir mafhum mafhum sof saf Fretap f fanatic fanatik ‘factor ‘faktor ‘fossit ‘fost gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue sige he (Arab) menjadi A hakion akin tahmid tahmid rah roh ipada ewal suku kata di muka vokal tetap { jambus iambus ion ion iota iota ie (Belanda) menjadi {jika lafalnya i politiek politde riem rin ie tetap fe jike lafalnya bukan ¢ 39 variety varietas patient pasien efficient efisien kh (Arab) tetap kh ‘husus Khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik o¢ (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enclogi foetus fetus 00 (Belanda} menjadi o ‘komfoor kompor Provost, proves 0 (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf pool pul 90 (vokal ganda) tetap oo zoology xoologi coordination koordinasi ou menjadi u jike lefalnya u gowverneur gubernur coupon upon contour kontur ph menjadi f phase fase ‘phesiology ‘isiologi ‘Spectograph ‘spektograf ps tetap ps. pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic poikis psychosomatic —_psikosomatik pt tetap pt pierosaur plerosaur pieridology pteridologi ptyalin ptialin q menjadi aquarium akuerium frequency frekuensi equator ekuator q (Arab) menjadi k qlbu falbu hagigah hakkah hag bak rh menjadi r rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika 8 (Arab) menjadi s ‘salj salju asici asiri hadis hadis s (Arab) menjadi s ‘subh, subuh rousibah musibah Khusus kehusus sedi muka a, o, u, dan konsonan menjadi sk scandium skandium scotopia skotopia soutella skutela _ sderosis siierosia scriptic skripal sodi muke ¢, i, dan y menjadi s ‘sscenography senografl scyphistoma sifistoma sch di muke vokal menjadi sic schema skema schizophrenia skizofret scholasticism —_skolastisiome tdi muka { menjadi sjike lafalnya s ratio rasio actic aksi patient pasien ¢ (Arab) menjadi t ta‘ah faat mutlag mutlak Lut Lut th menjadi ¢ theocracy teokrasi orthography ortografi thiopental dopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode utetap u unit unit al nucleolus nukleolus structure strulktur institute institut wa tetap ua duatisme duatisme aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet udtetap ui equinox ekuinoks conduite Konduite uo tetap uo fluorescein Aluoresein quorum keuorum quota Kuota wu menjadi u ‘prematuar prematur vacuum valeur vtetap o . vitamin vitamin, television televisi cavalry kavaleri w (Arab) tetap w Jadwal Jadwal marwa merwa taqua takwa xpada awal kata tetap x zanthate zantat xenon zenon xylophone dlofon x pada posisi lain menjadi ke executive eksekutif tax take! exudation eksudest latex Iateks xedi muka edan imenjadl ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi ‘excitation eksitesi xedi muka a, 0, u, dan konsonan menjadi ksk ‘excavation ekskavasi excommunication ekskomnikesi excursive ekskursif exclusive ekskiusit 42 ytetap yjike lafalnya y ‘yekitort yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan xy menjadi ¢jika lnfalnya { yttrium itrium ‘dynamo dinamo propyl propil psychology psikolog! ztetap 2 zenith zenit zirconium airkonium : zygote: zigot (Arab) menjadi z zalim zalim hafiz hefiz Konsonan ganda menjadi tunggel, kecuali kalau dapat membingungkan. Misalnya: gabbro gabro ‘acca ak eject eftk commission komist feram feram salfeggio salfegio ‘ummat umet ‘tammat tamat Tetapi: mass massa Catatan: 1. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesual dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu fagi diubah, Misalnya: bengkel, kabar, nalar, paham, perlu, sirsak ekealipun dalam ejaan yang disempurnalcan huruf qdan xditerima sebagai bagian abjad bahesa Indonesia, unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yeng dipaparkan di atas. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja, seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. Di samping pegangen untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas, di bawah ini didaftarkan juga akhiran-akhiren asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia, Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. Kata seperti standandisasi, efeltif, dan implementasi discrap secara utuh di samping kata standar, ofek, dan implemen. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat a