Anda di halaman 1dari 25

PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU

JAKARTA SELATAN

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN


PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG
UNDERPASS PASAR MINGGU TAHAP-2
JAKARTA

A. PENJELASAN UMUM
I. PENDAHULUAN

Proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Pasar Minggu Jakarta
Selatan, yang merupakan Proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang dari
Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dibangun untuk
menanggulangi beban volume kendaraan yang melintasi Pertigaan Pasar Minggu untuk arah
Pancoran Depok maupun sebaliknya.

Paket Underpass Ps. Minggu yang ditenderkan ini merupakan kelanjutan dari tahap I, sehingga
tahap II ini juga merupakan tahap penyelesaian dari Underpass Pasar Minggu. Dengan selesainya
paket pekerjaan ini maka Underpass Pasar Minggu akan dapat berfungsi penuh sesuai yang
direncanakan.

Underpass Pasar Minggu ini terdiri dari 2 bagian besar, yaitu :

1. Underpass pada Pertigaan Jl. Ps. Minggu Jl. Ragunan, yang terletak tepat pada
Pertigaan Ps. Minggu Ragunan, untuk melayani lalu lintas dari 2 arah Pancoran
Depok atau sebaliknya, dengan masing-masing arah terdiri dari 2 lajur. Sedangkan lalu
lintas dari dan ke arah Jl. Ragunan akan berada di atas underpass tersebut.

2. Underpass pada Persilangan Kereta Api di pintu KA Pasar Minggu, untuk melayani lalu
lintas 1 arah Pancoran Depok yang terdiri dari 2 lajur. Lalu lintas dari arah Jl. Ragunan
setelah melewati bagian atas underpass pada pertigaan Ps. Minggu Ragunan, juga akan
mendapat akses masuk ke dalam underpass pada persilangan KA ini.

Perusahaan kami, PT.Waskita Karya adalah kontraktor yang melaksananakan Proyek UP Pasar
Minggu Tahap I, sehingga perusahaan kami mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan
dengan kontraktor lain, antara lain :

- Sudah menguasai kondisi lapangan dan lokasi pekerjaan,


- Sudah berpengalaman menangani sebagian dari volume pekerjaan keseluruhan, yang akan
dilaksanakan sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya.
- Mempunyai pemahaman dan gambaran yang lebih lengkap dan detail tentang item-item
pekerjaan yang akan dilaksanakan,
- Telah menguasai sebagian besar fasilitas lapangan yang akan digunakan,
- Telah mempunyai akses dan menjalin hubungan baik dengan otoritas / institusi yang telah
dan akan terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan,
- Telah menguasai sebagian besar sumberdaya yang akan digunakan,
- Sudah siap dengan tim lapangan yang solid dan memahami kondisi lapangan,
- Mempunyai pemahaman secara utuh tentang jenis pekerjaan konstruksi underpass yang
akan dibangun.

PT. WASKITA KARYA halaman 1


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Keunggulan tersebut akan sangat bermanfaat untuk menangani pekerjaan kedepan, karena tidak
diperlukan lagi orientasi lapangan, persiapan lapangan, pemahaman pekerjaan, membangun
jaringan kerja, belajar tentang proyek yang sudah dilaksanakan, dan belajar mengenai pekerjaan
kedepan.

Waktu pelaksanaan pekerjaan proyek ini direncanakan selama 180 (seratus delapan puluh) hari
kalender.

Dengan waktu pelaksanaan yang sedemikian ketat, jika kontraktor baru yang masuk maka waktu
1-2 bulan pertama akan tersita untuk tahap persiapan. Jika Waskita Karya yang memenangkan
tender maka, waktu tersebut bisa diperkecil atau bahkan dihilangkan.

Lokasi pekerjaan dapat dilihat pada gambar dibawah :

LOKASI PROYEK
UP PASAR MINGGU

II. LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan sesuai dengan daftar kuantitas yang ada telah mengcover keseluruhan rencana
pekerjaan sampai dengan selesai. Namun sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, kami akan
melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa rencana yang ada dapat dilaksanakan sesuai
dengan kondisi lapangan.

Item pekerjaan yang ada di BoQ sebagai dokumen tender adalah sebagai berikut :

PT. WASKITA KARYA halaman 2

Sumber Jakarta/Jabotabek street Atlas ISBN 3-88445-323-1


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

MATA
URAIAN PEKERJAAN
PEMBAYARAN

PT. WASKITA KARYA halaman 3


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

BAB I PERSYARATAN UMUM


1,2 Mobilisasi
1,8 Pengaturan dan pengendalian lalu-lintas
BAB II DRAINASE
2,2 Pasangan batu kali, adukan 1 PC : 3 Psr
2.3. (1) Steel gratting (tutup koker), plat baja tebal 5 cm dengan
lebar 100 cm, lengkap dengan angkur, baut, galvanizing
dan kelengkapan lain yang diperlukan
2.3. (2) Saluran beton pre-cast ukuran 40 x 60 cm lengkap dengan
tutup saluran dan urugan pasir
2.3. (3) Saluran beton pre-cast ukuran 60 x 60 cm
2.3. (4) Saluran beton pre-cast ukuran 60 x 60 cm lengkap dengan
tutup saluran dan urugan pasir
2.3. (5) Saluran gorong-gorong kotak bertulang pre-cast ukuran
60 x 60 cm, lengkap dengan urugan pasir
2.3. (6) Pengadaan dan pemasangan pipa beton bertulang diameter
dalam 1200 mm dengan metode galian terbuka, termasuk
galian tanah, timbunan kembali dan kelengkapan lain yang
Diperlukan
2.3. (7) Pengadaan pipa beton metode Jacking, diameter dalam
1200 mm
2.3. (8) Pemasangan pipa beton bertulang, diameter dalam 1200 mm
dengan metode Jacking, termasuk pekerjaan starting pit,
arriving pit dan kelengkapan lain yang diperlukan.
2,4 Subdrain dengan 2 buah PVC-AW dia. 4", lengkap dengan
urugan batu, geotextile dan kelengkapan lain yang diperlukan
BAB III PEKERJAAN TANAH
3.(3).ss.a Urugan tanah merah untuk pengisi pot bunga
3.(3).ss.b Urugan pasir pasang padat
3.(3).ss.d Urugan sirtu, dipadatkan
3.5(1)a Penggalian struktural pada bahan biasa dalam s/d 1 m
3.5(1)b Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 1 s/d 2 m
3.5(1)c Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 2 s/d 3 m
3.5(1)d Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 3 s/d 4 m
3.5(1)e Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 4 s/d 5 m
3.5(1)f Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 5 s/d 6 m
3.5(1)g Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 6 s/d 7 m
3.5(1)h Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 7 s/d 8 m
3.5(1)i Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 8 s/d 9 m
3.5(2) Penggalian struktural pada bahan-bahan batuan
3.5(2).ss.a Bongkar aspal tebal 10 cm + angkut
3.5(2).ss.b Angkutan tanah ex.galian dengan truk kap 5-7 m jarak s/d 20 km
3.5(2).ss.c Bongkar beton
3,6 Persiapan/pemadatan tanah dasar
BAB VI LAPISAN PERMUKAAN
6.1.(2) Lapis Pengikat ( 0.7 Kg / M. Persegi )
6.3.(2) Laston / hotmix tebal 5 cm, density lapangan 97 - 100%
6.4.(1) Perkerasan jalan beton rigid pavement, beton readymix K-400
tebal 30 cm, tidak termasuk dowel dan tulangan wire mesh

PT. WASKITA KARYA halaman 4


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

6.4.(1).a Perkerasan jalan beton K-350 (Pelebaran badan jalan), t = 30 cm


BAB VII STRUKTUR
7.1.(4)a Beton tak bertulang kelas K-Bo
7.1.(4)b Beton tak bertulang kelas K-225 + bekisting ringan untuk trotoar
7.1.(4).ss.d Beton struktur K-300 + bekisting balok jembatan exposed
multiplek t = 15 mm untuk dinding retaining wall
7.1.(4).ss.e Beton struktur K-300 + bekisting beton jepit, sloof, ring balok
untuk pondasi retaining wall, man hole, capping beam, pondasi
steel gratting.
7.1.(4).ss.f Beton struktur K-350 + bekisting beton jepit, sloof, ring balok
untuk plat lantai jembatan
7.1.(5) Pot bunga dengan beton readymix K-300 precast exposed
termasuk baja tulangan dan kelengkapan lain yang diperlukan
7.2.(1) Baja tulangan polos U-24
7.2.(2) Baja tulangan berprofil U-40
7.3.(1) Pondasi tiang bor primary pile, secondary pile (Secant pile wall),
dia. 880 mm, kedalaman 16 m, termasuk baja tulangan.
7.3.(2) Pondasi tiang bor primary pile, secondary pile (Secant pile wall),
dia. 880 mm, kedalaman 12 m, termasuk baja tulangan.
7.3.(3) Pondasi tiang bor primary pile, secondary pile (Secant pile wall),
dia. 880 mm, kedalaman 10 m, termasuk baja tulangan.
7.13.1 Pengadaan, Transportasi dan Installasi Pre-cast Diaphragm Wall
Prestress, dimensi 0.40 x 1.00 x 8.00 m
7.13.1.(a) Pengadaan Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.40 x 1.00 x 8.00 m
7.13.1.(b) Transportasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.40 x 1.00 x 8.00 m
7.13.1.(c) Instalasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.40 x 1.00 x 8.00 m, termasuk pekerjaan guide wall, cement
bentonite dan kelengkapan lain yang diperlukan.
7.13.2 Pengadaan, Transportasi dan Installasi Pre-cast Diaphragm Wall
Prestress, dimensi 0.40 x 1.00 x 10.00 m
7.13.2.(a) Pengadaan Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.40 x 1.00 x 10.00 m
7.13.2.(b) Transportasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.40 x 1.00 x 10.00 m
7.13.2.(c) Instalasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.40 x 1.00 x 10.00 m, termasuk pekerjaan guide wall, cement
bentonite dan kelengkapan lain yang diperlukan.
7.13.3 Pengadaan, Transportasi dan Installasi Pre-cast Diaphragm Wall
Prestress, dimensi 0.60 x 1.00 x 12.00 m
7.13.3.(a) Pengadaan Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.60 x 1.00 x 12.00 m
7.13.3.(b) Transportasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.60 x 1.00 x 12.00 m
7.13.3.(c) Instalasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.60 x 1.00 x 12.00 m, termasuk pekerjaan guide wall, cement
bentonite dan kelengkapan lain yang diperlukan.
7.13.4 Pengadaan, Transportasi dan Installasi Pre-cast Diaphragm Wall

PT. WASKITA KARYA halaman 5


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Prestress, dimensi 0.60 x 1.00 x 15.00 m


7.13.4.(a) Pengadaan Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.60 x 1.00 x 15.00 m
7.13.4.(b) Transportasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.60 x 1.00 x 15.00 m
7.13.4.(c) Instalasi Pre-cast Diaphragm Wall Prestress, dimensi
0.60 x 1.00 x 15.00 m, termasuk pekerjaan guide wall, cement
bentonite dan kelengkapan lain yang diperlukan.
7.14.(a) Pengadaan dan Pemasangan permanen Ground Anchor type 14
panjang 37.50 m (Free Length = 29.50 m, Bond Length = 8.00 m
Strand 7 S 05)
7.14.(b) Pengadaan dan Pemasangan permanen Ground Anchor type 15
panjang 38.50 m (Free Length = 29.50 m, Bond Length = 9.00 m
Strand 8 S 05)
7.14.(c) Pengadaan dan Pemasangan permanen Ground Anchor type 16
panjang 40.50 m (Free Length = 29.50 m, Bond Length = 11.00 m
Strand 9 S 05)
7.14.(d) Pengadaan dan Pemasangan permanen Ground Anchor type 17
panjang 41.00 m (Free Length = 29.00 m, Bond Length = 12.00 m
Strand 10 S 05)
7.14.(a) Pengadaan dan Pemasangan permanen Ground Anchor type 21
panjang 35.00 m (Free Length = 29.00 m, Bond Length = 6.00 m
Strand 6 S 05)
BAB VIII PEKERJAAN LAIN-LAIN
8.2.(1) Pasang rangka baja untuk panel beton pre-cast pada dinding
bore pile
8.2.(2) Panel beton pre-cast ukuran 60 x 60 cm dipasang di dinding
bore pile
8.2.(3) Portal masuk underpass ukuran 4.40 m x 7.75 m
8.4.(1) Marka perkerasan jalan
8.6.(1) Bougenvilea Hawai
8.6.(3) Pupuk kandang ( ukuran kecil )
8.7.(1) Kerb, kerb penghalang dan garis pengarah beton portland cement
pra-cetak
8.8.(4) Pemasangan beton sikat / koral hias dia. 1 - 1.5 cm

BAB IX PEKERJAAN DIAREAL PJKA


A Pekerjaan Persiapan
A.3 b. Modifikasi Jaringan Listrik Aliran Atas

B Pekerjaan membuat Underpass Pasar Minggu, Uk. (7.5 x 5.2m)


Panjang 43 m, melintasi Jalur Kereta Api Stasiun Pasar Minggu
B.1 Penyanggaan dan Pemasangan jembatan Darurat
B.1.1 Meratakan tanah dalam pagar
B.1.2 Membobok bingkai beton 2 (dua) jalur

B.1.3 Penyanggaan, memasang jembatan darurat 18 buah


dengan bentang 10.5 m untuk pengaman operasi KA di
Underpass Pasar Minggu

PT. WASKITA KARYA halaman 6


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

B.1.3.(1) Transportasi Material


Transportasi Material baja dan jembatan darurat bentang 10.5 m
dengan truk, jarak 25 km
B.1.3.(2) Fabrikasi
Fabrikasi penyanggaan sesuai gambar (bahan baja rental)
B.1.3.7 Memancang Stage Post H. 300 x 300 x 10 x 15
B.1.3.7 (b) Membuat galian suntikan utilitas, tiap lokasi ukuran 3.0 m x1.5 m
B.1.3.7 (c) Memancang H. 300 x 300 x 10 x 15, panjang 12 m sebanyak
76 batang, di malam hari pada window time dekat areal rel KA
B.1.3.8 Memasang perlintasan sementara di ujung jembatan darurat
di jalur I dan IV

B.1.4 Membuat penyanggaan sementara di dekat Stage Post di


titik 1, 2, 3 dan 4
B.1.4.(1) Menggali tanah keras untuk memasang cross beam
B.1.4.(2) Memasang penyangga sementara untuk menggali tanah di
Stage Post, memasang cross beam dan adjusting beam

B.1.5 Memasang Cross Beam


B.1.5.(1) Menggali tanah di stage post sampai kedalaman 3.20 m
B.1.5.(2) Memasang Cross Beam
B.1.5.(3) Memasang Adjusting beam
B.1.5.(4) Angkat Lestreng

B.1.6 Memasang bracing secara bertahap sesuai kedalaman galian

B.1.7 Bongkar penyanggan sementara

B.1.8 Memasang skur

B.2 Membongkar penyanggaan


B.2.1 Membongkar penyanggaan
B.2.2 Membongkar 8 set jembatan darurat bentang 10,5 m dan 2 set
bentang 5m
B.2.3 Chipping beton K-350 tebal 4cm untuk memotong stage post dan
adjusting beam
B.2.4 Grouting dengan sika top 122 HB pada box culvert bekas stage
post dan adjusting beam
B.2.5 Transport kembali baja-baja bekas penyanggaan dan 10 set
Jembatan
B.2.6 Mengganti baja yang tidak dapat dibongkar/tertanam dalam beton

B.3 Shoring
B.3.1 Transport material dengan truck jarak 25 km
B.3.2 Membuat konstruksi shoring untuk menahan sheet pile
B.3.3 Pemasangan wales dan strut penahan sheet pile, termasuk
Mengelas
B.3.4 Membongkar strut dan wales, kecuali strut III yang tertanam di
bawah box culvert

PT. WASKITA KARYA halaman 7


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

B.3.5 Chipping beton K-350 untuk memotong strut II


B.3.6 Grouting dengan sikatop 122 HB pada box culvert bekas
B.3.7 Penggantian baja yang tidak dapat dibongkar/ tertanam dlm beton
B.3.8 Transport kembali baja-baja bekas shoring
B.3.9 Kayu penahan tanah, pasang dan bongkar

B.4 Pekerjaan Tanah


B.4.1 Menggali tanah keras / ballast berbatu dibawah rel kereta api
B.4.2 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 1 - 2 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.3 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 2 - 3 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.4 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 3 - 4 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.5 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 4 - 5 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.6 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 5 - 6 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.7 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 6 - 7 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.8 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 7 - 8 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.9 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 8 - 9 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.10 Penggalian struktural pada bahan biasa dalam 9 - 10 m dan
penimbunan di stock yard
B.4.11 Angkutan tanah ex galian, dengan truck kapasitas 5-7 m3 jarak
sampai dengan 20 km

B.5 Pekerjaan Box Culvert


B.5.1 Lapisan sirtu dibawah box culvert
B.5.2 Pasangan batu kosong (coble stone)
B.5.3 Beton tak bertulang kelas B0
B.5.4 Beton struktur K-350 bekisting beton jepit sloof ring balok
B.5.5 Beton struktur K-350 bekisting balok beton bertulang exposed,
multiplek tebal 15mm
B.5.6 Beton struktur K-350 bekisting berat plat beton bertulang
exposed, multiplek tebal 15mm + scafolding support tinggi < 6m
B.5.7 Baja tulangan polos U-24
B.5.8 Baja tulangan berprofil U-40
B.5.9 Waterproofing type bitutene ex WR Grace Membrance shelt
Adhesive system tebal 1,5 mm
B.5.10 Subdrain dari PVC 4" termasuk elbow, tee dan melubangi PVC
B.5.11 Mengurug sirtu di belakang box culvert dan bekas main beam di
service road dan antara ujung box culvert dan track
B.5.12 Pipa GIP dia 3" untuk hand railing
B.5.13 Ballast batu pecah di ujung box culvert dan antara track
B.5.14 Memasang ballast dan tamping di track
B.5.15 Angkat Lestreng

PT. WASKITA KARYA halaman 8


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

B.5.16 Waterstop dinding luar bagian atas dan bawah


B.5.17 Membongkar perlintasan sementara di ujung jembatan
B.5.18 Memasang kansten di antara track 1 dan 2
B.5.19 Geotextile
B.5.20 Tanah urug dan pemadatan

B.6 Pekerjaan Lain-lain


B.6.1 Perkerasan aspal hotmix tebal = 5cm, density lapangan 97-100%
B.6.2 Perkerasan aspal ATB tebal = 7cm density lapangan 97 - 100%
B.6.3 Track coating emulsi (1 kg/m2) di daerah box culvert dan saluran
B.6.4 Maintenance service road

B.7 Pekerjaan finishing


B.7 Pekerjaan finishing / demobilisasi

III. MANAJEMEN PROYEK

Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani oleh tenaga-tenaga trampil yang
sudah terlibat pada tahap I dan ditambah dari tenaga Waskita Karya lainnya yang telah berpengalaman
dalam penanganan proyek-proyek sejenis. Dengan demikian keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan
benar-benar terjamin, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak. Penambahan tenaga
dimaksudkan sebagai antisipasi volume pekerjaan tahap II yang jauh lebih besar dibanding tahap I
dan waktu pelaksanaan yang sangat mendesak.

Struktur Organisasi

Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala Proyek, dibantu oleh
beberapa tenaga staf, dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan beserta pembantu-pembantunya.
Kepala Proyek bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi Prasarana Transportas

Kepala proyek memimpin seluruh kegiatan di proyek, baik di bidang administrasi, teknik, maupun
kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Untuk masalah teknik engineering dan quality control, Kepala Proyek dibantu oleh bagian
teknik beserta stafnya.
Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian Personalia dan
Keuangan beserta stafnya.
Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.
Kepala Lapangan dan para pelaksana memimpin jalannya pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerja-sama yang baik dengan
pihak pengawas, maka pelaksanaan proyek akan berjalan dengan baik dan sesuai yang disyaratkan.

Sub Kontraktor

PT. WASKITA KARYA halaman 9


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Dalam pelaksanaan proyek ini, Kontraktor Utama akan dibantu oleh beberapa Sub Kontraktor
spesialis yang akan ditentukan kemudian.

Sebagian pekerjaan ada yang akan dilaksanakan oleh Nominated Sub Contractor, yaitu pekerjaan-
pekerjaan yang memerlukan alat khusus, pekerjaan yang dapat membahayakan kepentingan umum,
atau yang diperlukan pengalaman yang sejenis dan diharuskan mempunyai sertifikat dari instansi
tertentu. Para NSC biasanya sudah didaftar oleh instansi terkait. Pada paket ini pekerjaan yang perlu
di-NSC-kan yaitu pekerjaan pengamanan atau konstruksi yang menyangkut pengamanan perjalanan
Kereta api, untuk keperluan tersebut kami akan memilih partner dari NSC yang ditawarkan oleh
instansi terkait.

Untuk pelaksanaan beberapa pekerjaan lain yang memerlukan keahlian maupun peralatan secara
khusus, kami akan bekerja sama dengan beberapa sub spesialis sesuai dengan bidangnya, antara lain
untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan Diafragma Wall, pekerjaan Secant Pile, pekerjaan
ground anchor, dan lain-lain. Sedankan untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya kami juga akan bekerja
sama dengan para mitra supplier, sub kontraktor, maupun mandor borong yang berkompeten sesuai
dengan bidangnya.

Meskipun banyak pihak yang akan terlibat selama proses pelaksanaan pekerjaan, PT. Waskita Karya
tetap akan melakukan proses koordinasi dan pengawasan secara intensif, dan menjamin sepenuhnya
bahwa produk yang dihasilkan akan sesuai dengan standar PT. Waskita Karya.

IV. METODA PENCAPAIAN PENYELESAIAN PROYEK

Untuk menjamin sistem manajemen dapat berlangsung dengan baik, Manajemen telah mengeluarkan
kebijakan mutu. Sistem mutu tersebut dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-sarana lain,
berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali, dan perangkat keras (hardware) yang
berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan.

Tenaga Kerja

Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan sebagai personel
inti dalam organisasi proyek.

Tenaga Kerja terampil akan dipilih dan akan didatangkan dari daerah setempat dan dari luar daerah.
Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas,
Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek termasuk site engineer.
Tenaga operasional lapangan : pelaksana (supervisor), mekanik dan operator.
Pekerja (mandor, tukang, pekerja).

Methode Pengendalian Proyek

Proses pengendalian meliputi proses berulang, pengendalian meliputi


- pengendalian pada saat pengadaan material, alat dan tenaga kerja
- pengendalian proses produksi baik pada saat pabrikasi maupun dalam proses akhir.
- Pengendalian mutu mencakup test material, kontrol pada saat proses dan test hasil
Dasar pengendalian adalah dokumen tender terutama spesifikasi dan peraturan-peraturan dan manual
perusahaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Methode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini:

PT. WASKITA KARYA halaman 10


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

PROYEK PERUSAHAAN EKSTERNAL


Rencana Mutu terdiri dari: - Standard Peraturan
Methode Konstruksi Manual/prosedur Keppres, Kepmen, Perda,
Instruksi Kerja Administrasi dll
Jadwal Waktu Pelaks. Prosedur kerja
Prosedur Kerja Organisasi
Dokumen tender dll Personalia
Keuangan

Bahan RENCANA KERJA


Alat
Tenaga Kerja
SUPERVISI

Control OUPUT
kualitas Tidak PROSES Produk akhir BMW
KONSTRUKSI (Biaya, Mutu, Waktu)
Ya

INSPEKSI & TEST EVALUASI

KRITERIA KEBERTERIMAAN
Gambar - Spesifikasi PELAPORAN +
Kontrak - dll MONITORING

Pemilihan Alat

Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya serta kesesuaian
dengan kondisi lapangan dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk menjamin tercapainya
sasaran pelaksanaan pekerjaan, yakni Biaya Hemat, Mutu Akurat, dan Waktu Tepat.

Untuk proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Pasar Minggu
Jakarta Selatan ini pada umumnya diperlukan peralatan sebagai berikut:

Peralatan untuk pekerjaan persiapan meliputi,


1. Theodolite
2. Waterpass
3. Generator Set
4. Pompa air
5. Unit penerangan
6. Truck

Peralatan untuk pekerjaan Diapharm wall


1. Excavator

PT. WASKITA KARYA halaman 11


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

2. Dump Truck
3. Service Crane
4. Truck Mixer
5. Grab
6. Vibro Hammer
7. Tangki air
8. Bentonite equipment set

Peralatan untuk pekerjaan Secant Pile


1. Earth Auger
2. Excavator
3. Dump Truck
4. Service Crane
5. Truck Mixer
6. Vibro Hammer
7. Tangki air

Peralatan untuk pekerjaan Pembesian dan Pengecoran


1. Mobile Crane
2. Truck Mixer
3. Concrete Vibrator
4. Concrete Pump
5. Bar Cutter dan Bar Bender
6. Pipa Tremie
7. Casing

Peralatan untuk pekerjaan jalan


1. Excavator
2. Bulldozer
3. Dump Truck
4. Vibro Roller
5. Motor Grader
6. Water Tank Truck

Operasional Staf Proyek dan kantor


1. Mini Bus
2. Pick Up
3. Handy Talky
4. Extinguisher
5. Perlengkapan Kantor
6. Mesin Foto copy

Bahan

Kebutuhan bahan-bahan akan dikendalikan oleh bagian logistik dengan pedoman pada jadwal
material dan spesifikasi teknik.

Material pekerjaan Underpass Pasar Minggu, antara lain :


1. Beton Ready Mix, K-350, K-300, K-225, K-Bo
2. Besi Beton U24 & U40
3. Panel beton precast diaphragm wall
4. Material ground anchor

PT. WASKITA KARYA halaman 12


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

5. Saluran beton precast & saluran gorong-gororng


6. Pipa beton untuk jacking
7. Asphalt dan semen
8. Material Bekisting dan kelengkapannya

Untuk material utama pekerjaan struktur adalah Beton Ready Mix akan disuplai dari Batching plan
yang lokasinya berada diluar daerah pekerjaan

Pengamanan (Security)

Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, Waskita Karya akan menyediakan tenaga keamanan
sesuai dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal,
Pengamanan terhadap proyek pada umumnya
Pengamanan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk pencegahan dari pencurian

Program K3

Untuk keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek akan dibentuk
unit K3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi. Dalam menanggulangi
hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik,
Rumah sakit, maupun instansi-instansi lain yang terkait.

Untuk tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut,


Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek dan menyediakan tabung
pemadam kebakaran.
Memadamkan sumber api dengan peralatan yang ada
Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti topi
pengaman, sabuk pengaman, sepatu, sarung tangan dan pemakaian APD lainnya yang
menurut prosedur K3 harus digunakan.
Melakukan pengamanan terhadap pengguna lalu lintas yang terkait dengan pelaksanaan
proyek.

V. KOORDINASI ANTAR DISIPLIN (INTERFACE)

Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek, banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang kegiatannya
akan saling berkaitan misalnya pekerjaan Borepile, Secant pile, Diaphragm wall, pembesian &
pengecoran untuk setiap jenis pekerjaan dan pekerjaan yang lainnya.
Oleh karena itu sangat diperlukan adanya koordinasi yang baik dan terpadu, untuk menghindari
terjadinya bentrokan dan kesimpangsiuran pelaksanaan, yang dapat mengakibatkan terjadinya
hambatan-hambatan yang tidak diinginkan sebagai akibat kurang / tidak ada koordinasi pelaksanaan
pekerjaan.

Untuk mengatur kegiatan pekerjaan akan dilaksanakan :

Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap hari di tingkat lapangan, untuk membahas dan
mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan, permasalahan dan penyelesaiannya serta program
pelaksanaan di lapangan.
Program dan Scheduling.

PT. WASKITA KARYA halaman 13


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Master schedule pekerjaan yang ada akan dijabarkan lebih detail (bulanan dan mingguan) dan akan
dimonitor secara cermat menggunakan laporan harian dan mingguan.
Pengontrolan secara keseluruhan akan dituangkan dalam bentuk Bar Chart dan Curva S, sebagai
sarana monitoring pekerjaan.

VI. QUALITY CONTROL

Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perlu
dilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain
mengontrol :

Seluruh material yang digunakan (uji material) untuk meyakinkan bahwa material yang dipakai
sesuai atau memenuhi kualitas yang ditentukan dalam spesifikasi.
Pemilihan tenaga kerja dan perawatan alat (uji proses) untuk meyakinkan bahwa material yang
dipakai diproses oleh tenaga kerja yang memahami pekerjaannya, menggunakan peralatan yang
baik dan menggunakan cara/prosedur yang benar sehingga hasil proses akan menghasilkan
kualitas produk sesuai yang ditentukan dalam spesifikasi
Test hasil kerja di laboratorium dan lapangan (uji hasil) untuk meyakinkan bahwa hasil produk
sesuai atau memenuhi kualitas yang ditentukan dalam spesifikasi.

Untuk tes laboratorium kami akan menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah atau lembaga
pendidikan yang kompeten untuk menguji kualitas hasil kerja.
Pengujian akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditentukan dalam spesifikasi atau dalam
peraturan-peraturan yang sesuai dengan jenis pekerjaannya.

Khusus pekerjaan beton pada periode mobilisasi harus sudah dilakukan trial mix untuk masing-
masing kualitas campuran beton, sehingga pada saatnya campuran diperlukan campuran dapat
langsung diproduksi.

Material atau Pekerjaan yang memerlukan test atau pengujian, antara lain :
a. Material.
- Besi beton - Split
- Semen - Pasir
- Aspal - dan material lain yang ditentukan
Pengujian material dapat diganti sertifikat pengujian yang biasanya dilakukan secara rutin
oleh pabrik/suplier
b. Hasil pekerjaan
- Beton - Pemadatan tanah
- dan hasil pekerjaan lain yang ditentukan

Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal
tersebut di atas sudah ada penanggungjawab langsung, namun kami akan menunjuk petugas khusus
quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality Control
(proses ISO 9002) dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek yang dilaksanakan / dibakukan oleh
Waskita Karya.

Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan sistematik dan terencana yang
diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di
proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang

PT. WASKITA KARYA halaman 14


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di


pelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya:

- Sasaran mutu yang jelas


- Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab yang jelas
- Organisasi proyek yang handal
- Sistem dan prosedur mutu yang baku
- Penerapan manajemen mutu yang konsisten

Untuk lebih jelasnya dalam proses pelaksanaan penerapan Quality Control untuk proyek ini dapat
kami tunjukkan kemudian hari jika dikehendaki, sesuai Quality Control process ISO 9002 beserta
contoh-contoh formulir yang digunakan di proyek-proyek Waskita Karya

B. METODE KONSTRUKSI
Dalam melaksanakan pembangunan proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang
Underpass Pasar Minggu perlu dibuat metode konstruksi pelaksanaan proyek yang secara garis besar
dapat diuraikan sebagai berikut, yaitu pekerjaan persiapan, traffic management, penggalian dan
pembongkaran serta pembersihan jalur jalan aspal/beton, galian pekerjaan struktur, pekerjaan
Diaphragm wall, pekerjaan strutting, pekerjaan box culvert/ Underpass, dan beberapa pekerjaan
lainnya.

Secara umum metode konstruksi ini akan membahas :


1. Pekerjaan persiapan
2. Manajemen lalu lintas
3. Pekerjaan pelebaran jalan ( detour )
4. Pekerjaan struktur

Sedangkan lingkup Pekerjaan Struktur akan membahas :


1. Pekerjaan pengadaan dan pemasangan diaphragm wall
2. Pekerjaan Secant pile
3. Pekerjaan Permanent Ground Anchor
4. Pekerjaan Caping Beam (Diaphragm wall dan Secant pile)
5. Pekerjaan Retaining Wall
6. Pekerjaan Rigid Pavement
7. Pekerjaan Drainase (jacking pipa beton diameter 1,20 m )
8. Pekerjaan pada area KA
9. Pekerjaan Perkerasan

Kondisi lalu lintas sehari-hari di persimpangan ini sangat padat terlebih pada jam sibuk (berangkat
dan pulang kantor) antrian panjang dan kemacetan lalu lintas terjadi dalam kurun waktu lama.
Pengaturan jadwal perlu dilakukan terutama untuk pelaksanaan Diaphragm wall, Secant pile, galian,
badan jalan dan jacking pipa drainase, jika tidak ada pengaturan, maka akan terjadi penggunaan lahan
yang bersamaan, sehingga akan mengurangi kapasitas produksi masing-masing alat.
Hal ini akan mengakibatkan hal yang tidak efektif dalam penggunaan ruang yang tersedia,
pemborosan peralatan yang dipakai dan secara langsung mengakibatkan gangguan lalulintas karena
semakin luasnya daerah kerja yang diperlukan.

PT. WASKITA KARYA halaman 15


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

I. PEKERJAAN PERSIAPAN

Pekerjaan persiapan kami maksudkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum mulai
melaksanakan pekerjaan pokok, yang kami perkirakan antara 2 3 minggu.

1. Site Planning
Pengaturan lapangan proyek diperlukan untuk mengakomodasikan:
a. Traffic Manajemen dan Detour
Traffic manajemen akan ditulis tersendiri di bab lain karena hal ini merupakan salah
satu kunci sukses pelaksanaan proyek, dan jika tidak ditangani dengan baik akan
memberikan dampak negatif yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat, berupa
kemacetan lalulintas yang tidak terkendali.
b. Kantor Direksi Lapangan dan Kontraktor termasuk
Pos Jaga
Stock Yard
Work Shop
Gudang Material / Mekanik
Rumah Genset
MCK / Toilet Lapangan untuk pekerja

Kantor Kontraktor :
o Untuk kantor proyek akan menyewa bangunan yang ada di sekitar lokasi
pekerjaan
o Kantor lapangan akan dibangun kantor non permanen di lapangan sekedar untuk
pertemuan insidentil, perhitungan cepat atau sekedar istirahat.

Kantor Direksi keet, Gudang Kontraktor, Work Shop, dan Barak Pekerja ada dua
pilihan lokasi yaitu :
o Di lahan kosong sekitar proyek.
o Sewa rumah yang ada lahan kosongnya

Bangunan tersebut akan dilengkapi dengan perlengkapan kantor, minimal seperti


yang dipersyaratkan dalam spesifikasi.
Fasilitas lapangan ini akan dipastikan tersedia dalam masa mobilisasi yang ditentukan
dalam spesifikasi, dan demi keamanan bangunan tersebut akan ditutup dengan pagar
pengaman/ pagar sementara. Dalam pembuatan fasilitas tersebut juga akan dilengkapi
sarana Keselamatan dan Keamanan, dan akan selalu dijaga dan dirawat.

2. Pengukuran / Setting Out


Sebelum pelaksanaan, akan dilaksanakan pekerjaan setting out, dimana diperlukan Joint
Survey bersama antara Kontraktor, Engineer / Konsultan dan Dinas Pekerjaan Umum DKI
sebagai pemilik proyek. Hasil survey akan dipakai untuk perhitungan kuantitas aktual volume
pekerjaan dan keperluan shop drawing.
Dalam pelaksanaan pengukuran kami juga akan melakukan koordinasi dengan instansi-
instansi yang terkait untuk pekerjaan pembebasan lokasi (trotoar).
Titik-titik pengukuran diberikan patok-patok pengukuran sebagai referensi posisi dan elevasi
pelaksanaan pekerjaan.
Sebagian pekerjaan ini terkait dengan pelaksanaan tahap-1, sehingga untuk tahap-2 akan
dilakukan penyesuaian seperlunya.

PT. WASKITA KARYA halaman 16


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

3. Pembuatan Pagar Pengaman


Pagar pengaman dibuat dengan sederhana tetapi mampu memenuhi kriteria : mudah
dipindahkan, dan dapat melindungi areal pekerjaan dari arus kendaraan dan manusia. Pada
tahap awal dibuatkan pagar untuk melindungi pekerjaan pada daerah yang akan dikerjakan,
dan selanjutnya akan dipindahkan untuk melindungi daerah kerja pekerjaan lain.

4. Mobilisasi
Mobilisasi akan dilaksanakan setelah kontrak ditanda tangani, mobilisasi alat akan
diprioritaskan untuk alat yang diperlukan untuk
- Peralatan Laboratorium
- Pembuatan sample, mix design, job mix, uji pemadatan
- Pekerjaan bongkar trotoar dan jalan aspal, antara lain Jack Hammer, Excavator dan
Dump Truck, yang mana juga dapat dipakai sebagai pembongkar aspal.
- Pekerjaan pelebaran jalan yang memerlukan alat Bar Bender, Bar Cutter, Truck
Mixer, Concrete Vibrator, Genset, Kompressor.
- Pekerjaan Galian untuk konstruksi Dinding Diaphragm antara lain Grab, Service
Crane, Mesin Las,
- Pekerjaan Secant pile, yaitu service crane, auger, boring rig, peralatan cor beton.

5. Test Pit
Test pit dilakukan untuk memastikan keberadaan jaringan utilitas bawah tanah, agar jangan
sampai pelaksanaan proyek ini mengganggu pelayangan masyarakat pengguna jaringan
utilitas tersebut.
Meskipun berdasarkan data yang ada tidak ada jaringan utilitas yang akan mengganggu
pelaksanaan pekerjaan, sebelum dilakukan pemancangan diafragma wall atau pengeboran
untuk secant pile, akan dilakukan galian untuk test pit sedalam 2 m.

6. Penelitian Tanah
Selain test pit, penelitian tanah lanjutan akan dilakukan pada saat mobilisasi. Penelitian tanah
yang dilakukan adalah dengan metode Sondir dan Boring, dan hasil test tersebut akan dipakai
untuk bahan evaluasi perencanaan apakah masih sesuai dengan kondisi awal. Jika ternyata
data yang diperoleh sangat berbeda dengan data awal, maka perlu dilakukan penyesuaian
design.
Penelitian tanah yang telah dilakukan pada tahap-1 juga akan dikaji ulang, apakah sudah
cukup memadai atau perlu ditambahkan lagi pada lokasi yang lain.

7. Pengecekan Perhitungan Volume


Pengecekan perhitungan volume dilakukan sebelum dan selama berlangsungnya proyek.
Proses perhitungan volume dilaksanakan bersama antara konsultan dan kontraktor.

8. Persiapan Quality Control


Persiapan quality control akan dilaksanakan pada tahap awal mencakup aktivitas Mix design.
Pembuatan Mix Design diperlukan pada tahap awal sehingga pada saat campuran diperlukan
dapat langsung diproduksi. Formula campuran yang diperlukan adalah aneka campuran beton
sesuai kualitas yang dipakai.

9. Listrik
Pengadaan listrik proyek untuk pelaksanaan pekerjaan akan diadakan sambungan sementara
langsung dari PLN dan dilengkapi atau di back up dengan genset yang ditempatkan pada
lokasi yang bebas gangguan kebisingan.

PT. WASKITA KARYA halaman 17


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

9. Air
Pengadaan air kerja akan diadakan dari pompa sumur atau dari sambungan PDAM dan
didistribusikan melalui Water Tank Truck ke tempat yang memerlukan.

II. MANAJEMEN LALULINTAS

Arus lalulintas di persimpangan Pasar Minggu pada saat sekarang sudah sangat padat sehingga
pada saat pelaksanaan pekerjaan akan menjadi semakin padat akibat pengurangan lebar manfaat
jalan yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan. Untuk itu perlu adanya Pengaturan lalu-lintas
yang bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan dan
kenyamanan bagi umum.

Sebelum dilaksanakan pekerjaan diaphragm wall, untuk menghindari kemacetan lalu-lintas atau
menghindari pengurangan lebar manfaat jalan yang ada, maka terlebih dulu dilaksanakan
pelebaran jalan dengan memakai rigid pavement (perkerasan beton).

Pelebaran tersebut mencakup pemindahan fasilitas jalan KA yang ada antara lain, kabel sinyal,
kabel komunikasi, Gardu jaga, juga pelebaran jalan meliputi daerah jalur hijau yang berada
diantara jalan raya dengan Rel KA, penambahan Semboyan KA yang sesuai.

Setelah pelebaran jalan selesai, maka diperlukan adanya pengaturan lalulintas yang melewati
Pertigaan Pasar Minggu.

Saat ini sebagian besar pelebaran bahu jalan ( detour ) sudah dilaksanakan pada tahap-1, sehingga
akan ditelaah lagi lokasi yang masih memerlukan pelebaran bahu jalan, antara lain pada pulau
jalan pertigaan Ps Minggu Ragunan dan bahu jalan arah ke Pancoran s/d ke Pejaten.

a. Sarana Pengendali dan Pengatur Lalulintas

- Persiapan pengalihan jalur kendaraan akibat menyempitnya jalur yang akan dipakai dalam
tahapan pelaksanaan, dengan melaksanakan pemasangan pagar pengaman dan pelaksanaan
pekerjaan untuk perkerasan beton.
- Pemasangan rambu rambu yang diperlukan sebelum memasuki lokasi pekerjaan sampai
dengan rambu rambu saat berada dilokasi pekerjaan, seperti rambu perhatian untuk
berhati hati, sampai dengan rambu pembatasan dan larangan yang diperlukan.
- Pengaturan areal dan waktu untuk kendaraan dan peralatan proyek keluar dan memasuki areal
kerja dengan meminimalkan terjadinya kemacetan akibat hal tersebut.
- Setelah selesainya jalur alternatif tersebut maka dilaksanakan pemindahan pagar pengaman
untuk melindungi pekerjaan struktur yang akan dilaksanakan seperti pekerjaan penggalian,
Diaphragm wall, dan Secant pile.
- Pemasangan pagar pengaman yang dipakai untuk membatasi lokasi proyek dengan lalulintas
umum dan pejalan kaki.
- Melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan dinas atau instansi terkait selama
pelaksanaan pekerjaan.

Pengalihan lalu-lintas dapat dipakai rubber cone, rambu-rambu arah, petunjuk jalan dan bendera-
bendera atau dengan menempatkan petugas khusus. Pagar sementara akan dipasang pada daerah
pekerjaan dan akan dipasangkan lampu-lampu sehingga akan terlihat jelas adanya pekerjaan di
waktu malam hari.

PT. WASKITA KARYA halaman 18


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan dikoordinir oleh bagian yang khusus yang bertanggung
jawab terhadap Safety, Health dan Environment, yang secara terus-menerus akan memonitor dan
mengevaluasi bagian pekerjaan ini.

Pengaturan lalu-lintas ini terdiri dari :


Penyediaan alat-alat pengatur lalu-lintas
Pengecekan, perawatan dan perlindungan sepanjang area konstruksi
Pemasangan sarana pengatur lalu lintas selama konstruksi
Petugas pengatur lalu lintas di penyempitan dan persilangan jalan dan pada alat berat yang
bekerja

Pelaksanaannya akan dikonfirmasikan dengan pihak yang berwenang. Kontraktor akan


memelihara jalan yang berpengaruh kepada area operasional dengan kondisi yang baik.
Tumpahan tanah dan material akan disingkirkan dan kondisi jalan dikembalikan ke posisi semula.
Kami akan bekerja sama dengan instansi yang berwenang untuk mengatur kelancaran lalu lintas
agar terhindar dari kemacetan.

Dalam menyiapkan fasilitas pengaturan lalu lintas, sepanjang area kerja alat-alat pengatur lalu
lintas akan dipasang pada titik-titik tertentu sepanjang area pekerjaan dan sekitarnya.

Fasilitas pengatur lalu-lintas sepanjang area pekerjaan diperlukan antara lain sbb :
Rambu-rambu
Lampu-lampu
Rubber Cone
Penunjuk arah dan penunjuk jalan
Pagar penghalang sementara
Bendera-bendera
Dan lain-lain

b. Pengaturan Lalulintas

Urutan pekerjaaan yang menyangkut pengaturan arus lalulintas adalah :


Bekerja sama dengan petugas terkait untuk mengatur :
o Angkutan umum agar tidak ngetem di sekitar stasiun Pasar Minggu hingga ke
persilangan rel.
o Angkutan tidak resmi agar tidak ngetem di depan stasiun Pasar minggu
o Mengalihkan arus melalui jalan lain jika diperlukan.
o Detail pengalihan lalu lintas akan dibuat secara lengkap setelah proyek didapat,
dan berdasarkan hasil survey kondisi lalulintas yang akurat
Peyelesaian Detour untuk menambah lebar manfaat jalan.
Penanganan khusus di area perlintasan jalan KA, dengan membuat jalan sementara dan
melakukan pemindahan beberapa peralatan jalan KA, agar lalu lintas tetap dapat lewat
dengan lancar dan aman selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Penanganan khusus pada saat pelaksanaan jembatan pada Pertigaan Ps Minggu
Ragunan, dengan menggatur sequence penyelesaian jembatan secara bertahap dengan
mengalihakan lalu lintas sementara dari arah Ragunan.

Secara lebih detail pengaturan lalu lintas ini kami sajikan dalam bentuk gambar pada lampiran.

PT. WASKITA KARYA halaman 19


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

III. PEKERJAAN PELEBARAN JALAN

Pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan sebelum pelaksanaan pekerjaan lainnya yang akan
mengganggu lalu-lintas, dengan harus memperhatikan utilitas yang ada, bila perlu dilakukan
tindakan pengamanan, sehingga tidak terjadi gangguan terhadap utilitas tersebut. Adapun tahapan
dari pekerjaan pelebaran jalan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan
pengukuran
Pengukuran diperlukan untuk menentukan batas-batas dan elevasi serta posisi / koordinat
titik-titik penting posisi konstruksi underpass

2. Pekerjaan
Pembersihan (Penebangan Pohon + Akar-akarnya)
Pekerjaan pembersihan disini adalah pekerjaan penebangan pohon yang berada dilokasi untuk
pelebaran jalan (dilokasi proyek) kemudian dilanjutkan dengan pembersihan akar-akar pohon
tersebut. Penebangan pohon dilaksanakan dengan menggunakan gergaji mesin. Sedangkan
untuk pembersihan / pencabutan akar-akar dari pohon tersebut dengan menggunakan
excavator. Bekas akar-akar pohon maupun batang-batang pohon segera dibuang keluar lokasi
yang ditentukan kira-kira 20 km dari proyek menggunakan dump truk.

3. Pekerjaan Bongkar
Trotoar
Pekerjaan bongkar trotoar dilaksanakan dengan menggunakan jack hammer dan excavator.
Bekas bongkaran selanjutnya dibuang keluar lokasi dengan menggunakan dump truk.

4. Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah pada proyek ini sebagian besar berupa pekerjaan galian tanah pada detour,
konstruksi dan pada underpass. Pekerjaan tanah yang lain adalah persiapan tanah dasar dan
urugan kembali (kuantitasnya sedikit).
Peralatan yang dipergunakan untuk pekerjaan galian tanah pada proyek ini adalah excavator
untuk menggali dan memuat, dan dump truk untuk mengangkut. Pada lokasi yang sempit,
galian dilakukan dengan tenaga manusis. Galian tanah dilaksanakan sampai dengan elevasi
yang telah direncanakan. Hasil galian dibuang keluar lokasi maksimum 20 km, dengan
menggunakan dump truk yang dilengkapi dengan terpal untuk menutup permukaan atas agar
tanah bekas galian yang diangkut tidak tercecer di sepanjang perjalanan.
Untuk pekerjaan persiapan tanah dasar menggunakan alat motor grader untuk leveling dan
alat pemadat vibro roller atau alat lain yang ditentukan pengawas, untuk daerah yang sempit
dimana alat pemadat besar tidak dapat dipakai maka pemadatan akan dilakukan dengan
menggunakan hand compactor / baby roller.
Selama proses pemadatan test kepadatan akan dilakukan sesuai dengan metode dan
persyaratan yang ditentukan

5. Pekerjaan Cor
Perkerasan Jalan
Setelah pekerjaan galian tanah untuk pelebaran jalan selesai dilaksanakan, kemudian
dilanjutkan pekerjaan pemadatan tanah dengan menggunakan vibro roller. Kemudian
dilakukan tes kepadatan tanah. Selanjutnya setelah memenuhi persyaratan, dimulailah
pekerjaan lean concrete (lantai kerja) dengan mutu beton Bo. Setelah diadakan pengecekan
bersama antara kontraktor dan pengawas dilapangan dan disetujui barulah dilaksanakan

PT. WASKITA KARYA halaman 20


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

pekerjaan pengecoran. Mutu beton yang dipakai. Pengecoran dilaksanakan langsung dari
mobil truck mixer yang dilengkapi dengan talang cor. Pemadatan menggunakan concrete
vibrator. Pengecoran akan dilaksanakan pada waktu malam hari, untuk meminimalkan
kemacetan lalulintas yang mungkin timbul akibat pekerjaan tersebut. Perawatan beton
(curing) dilaksanakan dengan cara menggunakan karung goni yang dibasahi air.

6. Pekerjaan Drainase
sementara
Pekerjaan detour harus memperhitungkan adanya drainase sementara yang mengalirkan air
hujan atau air hasil galian tanah menuju kesuatu tempat yang membebaskan daerah konstruksi
dan rel KA dari air. Dengan adanya drainase sementara maka pekerjaan dapat dilaksanakan
secara sempurna tidak terganggu air. Drainase sementara dapat berupa galian tanah maupun
konstruksi beton.

Sebagian besar pekerjaan pelebaran jalan ini sudah dilaksanakan pada Tahap-1, sehingga akan
ditelaah lagi lokasi yang masih memerlukan pelebaran jalan, antara lain arah ke Pancoran s/d
Pejaten dan pada pulau pertigaan Ps Minggu - Ragunan.

IV. PEKERJAAN STRUKTUR

Tinggi bebas yang ada


Pelaksanaan pekerjaan struktur dalam pelaksanaannya harus memperhatikan tinggi bebas yang
ada akibat adanya kabel tegangan tinggi yang merupakan kabel power untuk Kereta Rel Listrik,
hal ini akan berpengaruh pada pemilihan alat dan metode yang akan dipakai. Tinggi bebas ini juga
mempengaruhi dimensi material terutama arah vertikal, beberapa material yang perlu diperhatikan
dimensinya pada saat pembuatan adalah Diaphragm Precast Concrete, Besi tulangan, dimana
panjang material yang diperlukan melebihi tinggi bebas yang ada sehingga perlu pesananan
material khusus dan tambahan pekerjaan berupa penyambungan material dll
Pembuatan secant pile juga harus memperhatikan tinggi bebas, karena pekerjaan secant pile
menggunakan peralatan yang tinggi antara lain crane dan bore rig

Lingkup Pekerjaan Struktur meliputi :


1. Pekerjaan pengadaan dan pemasangan diaphragm wall
2. Pekerjaan Secant pile
3. Pekerjaan Permanent Ground Anchor
4. Pekerjaan Caping Beam (Diaphragm wall dan Secant pile)
5. Pekerjaan Retaining Wall
6. Pekerjaan Rigid Pavement
7. Pekerjaan Drainase (jacking pipa beton diameter 1,20 m )
8. Pekerjaan pada area KA
9. Pekerjaan Perkerasan

4.1 Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Diaphragm Wall


Sebagian dari pekerjaan pengadaan dan pemasangan diafragma wall ini telah dilaksanakan
pada tahap-1, terutama untuk arah Depok pada sisi Selatan.
Pembuatan diafragma dilakukan di pabrik precast dengan pengawasan berkala dari
kontraktor utama dan konsultan. Setelah umur beton mencapai yang dipersyaratkan,
dilakukan pendatangan di lapangan.
Selanjutnya metode pemasangan diafragma wall akan disajikan tersendiri (Lihat lampiran).

PT. WASKITA KARYA halaman 21


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

4.2 Pekerjaan Secant Pile


Secant pile ini digunakan pada lokasi tertentu, yaitu jembatan pertigaan Ps Minggu
Ragunan dan sebagai retaining wall pada ramp bagian Selatan UP Perlintasan KA sisi Barat
yang langsung berbatasan dengan jalan KA.
Selanjutnya metode pekerjaan secant pile ini akan disajikan tersendiri (Lihat lampiran).

4.3 Pekerjaan Permanent Ground Anchor


Ground anchor digunakan pada posisi diafragma wall & secant pile karena kondisi tanah
yang tidak begitu mendukung. Selanjutnya metode ground anchor akan disajikan tersendiri
(lihat lampiran).

4.4 Pekerjaan Caping Beam (Diaphragm wall dan Secant pile )


Pekerjaan Caping diaphragm wall dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi panel diaphragm
wall atau pekerjaan secant pile selesai. Lingkup pekerjaan Caping beam tersebut meliputi :

o Pekerjaan Pembersihan.
Pembersihan disini adalah pembersihan sisa-sisa bentonite semen yang ada diatas
panel difraghma wall dan sekitar diaphragm wall. Pada secant pile adalah
pembersihan sisa-sisa beton di atas secant pile yang mengganggu pembuatan caping
beam.

o Pekerjaan Pembesian.
Pekerjaan pembesian meliputi pabrikasi dan installnya . Untuk pekerjaan pabrikasi
dikerjakan di bedeng kerja atau work shop, kemudian besi yang sudah dipabrikasi
diangkut ke lapangan dengan menggunakan truck dan untuk pemasangan besi harus
sesuai dengan gambar kerja.

Peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembesian adalah :


1. Bar Cutter
2. Bar Bender
3. Light truck

o Pekerjaan Bekisting.
Tahap awal pekerjaan bekisting adalah menentukan atau membuat marking / batas
caping beam oleh surveyor.
Untuk pekerjaan bekisting dipergunakan multiplek t=15 mm, dengan bantuan girder
peri.
Kemudian letakkan multiplek dibatas marking dan perkuat dengan girder dan support
dari peri dan dibantu dengan separator sebagai penguat.

o Pengecoran.
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting selesai, maka diadakan pengecekan
bersama antara konsultan, pengawas PU dan kontraktor.
Setelah selesai pengecekan, maka pekerjaan pengecoran bisa dimulai, dengan mutu
beton yang sesuai.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengecoran :
1. Concrete Vibrator
2. Talang cor / concrete pump
3. Truck Mixer

4.5 Pekerjaan retaining wall

PT. WASKITA KARYA halaman 22


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Pekerjaan retaining wall pada masing-masing lokasi dilakukan setelah diafragma wall atau
secant pilenya terpasang lengkap. Pekerjaan ini dapat dilakukan bersamaan dengan
pembuatan caping beam.

4.6 Pekerjaan Rigid Pavement


Pekerjaan Rigid Pavement meliputi pekerjaan detour yang sebagian besar sudah
dilaksanakan di tahap I dan pekerjaan rigid sebagai lapis perkerasan pada jalur jalan utama.
Pekerjaan rigid sebagai detour dilaksanakan pada awal pelaksanaan pekerjaan secara
keseluruhan, sedangkan pekerjaan rigid sebagai lapis perkerasan pada jalur utama baru
dapat dikerjakan setelah pekerjaan galian mencapai elevasi yang ditentukan.

Pekerjaan Rigid Pavement secara umum meliputi :


1. Pekerjaan Galian
2. Persiapan Sub Grade
3. Sirtu
4. Lean Concrete
5. Concrete termasuk tulangan

1. Pekerjaan Galian
Peralatan untuk pekerjaan Galian non diaphragm wall adalah :
- Excavator
- Dump Truk
Pekerjaaan galian dimulai setelah pekerjaan diaphragm wall, secant pile, dan retaining
wall selesai dilaksanakan.

2. Persiapan Sub Grade


Peralatan untuk pekerjaan sub grade adalah :
- Motor grader
- Vibro roller
- Excavator
Setelah pekerjaan galian selesai, maka dimulailah pekerjaan persiapan dengan
menggunakan motor grader.
Persiapan sub grade dikerjakan sesuai dengan top level yang telah ditentukan oleh
surveyor. Selama pekerjaan persiapan sub grade, bila diperlukan air, maka harus
dipersiapkan.

3. Sirtu
Setelah pekerjaan persiapan sub grade selesai, maka surveyor memberikan stek out
untuk persiapan sirtu beserta top levelnya.
Begitu sirtu disuplay oleh suplier, maka langsung dihampar memakai motor grader dan
dipadatkan dengan vibro roller dan wales.
Peralatan dan material yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah :
- Motor Grader
- Vibro Roller
- Tandem/wales 10 ton
- Sirtu

4. Lean Concrete
Setelah selesai penghamparan dan pemadatan sirtu, maka dilanjutkan dengan pekerjaan
lean concrete setebal 10 Cm
Peralatan dan material yang dipakai adalah :
- Truck Mixer

PT. WASKITA KARYA halaman 23


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

- Jidar perata
- Ready mix kelas BO

5. Concrete dengan tulangan


Setelah selesai pekerjaan lean concrete dilanjutkan dengan pekerjaan concrete dengan
tulangan.
Peralatan yang dipakai adalah :
- Truck Mixer
- Concrete Vibrator
- Jidar perata
- Bar Cutter
- Bar bender
- Alat Penyemprot
Pekerjaan ini dilakukan dengan cara :
- Tahap pertama adalah marking yang diberikan oleh surveyor, setelah itu pasang
bekisting yang sudah dipabrikasi.
- Tahap kedua adalah penghamparan plastic sheet diatas lean concrete / beton Bo
dan pemasangan tulangan berikut dowelnya.
- Tahap ketiga adalah pembersihan menggunakan compressor
- Setelah diadakan inspeksi oleh direksi lapangan, maka pengecoran bisa
dilanjutkan. Beton ready mix sesuai klas yang ditentukan, secara rutin campuran
beton diambil sample untuk test kualitas.
- Pemadatan dilakukan dengan vibrator concrete.

4.7 Pekerjaan drainase ( jacking pipa beton )


Pada UP Pasar Minggu, drainase menggunakan sistem gravitasi ( tanpa pompa ). Air
dialirkan secara gravitasi ke aliran air yang terdekat di sungai Ciliwung. Untuk itu
dilakukan dengan metode jacking yang akan melintasi bawah jalan dan rel KA.
Metode jacking pipa beton ini ditulis tersendiri (Lihat lampiran)

4.8 Pekerjaan pada Area KA


Pekerjaan perkuatan rel KA akan dilaksanakan oleh subkontraktor khusus PT. Modern
Surya Jaya, yang sudah terdaftar dan direkomendasi oleh Perusahaan KA.
Metode ditulis tersendiri (Lihat lampiran)

4.9 Pekerjaan Perkerasan


o Perkerasan Beton
Perkerasan beton dilakukan dengan pengecoran langsung pada posisinya, sesuai dengan
persyaratan tulangan, ketebalan, klas kuat, dan cara penyambungan yang ditentukan
dalam spesifikasi
Pengecoran dilakukan per blok, dengan sambungan dowel antar blok.
Selama pekerjaan berlangsung secara rutin dilakukan pengambilan sample untuk uji
kualitas, pengambilan sample dilakukan secara acak, jumlah sample sesuai persyaratan.
Khusus untuk beton, pelaksanaan pengujian disesuaikan dengan umur beton.
o Perkerasan Aspal
Pekerjaan aspal merupakan pekerjaan perkerasan jalan sebagai penutup permukaan
jalan yang ada.
Lapis permukaan aspal ini sebagai pelapis akhir permukaan beton dan sebagai lapis
perata / penyesuaian elevasi.
Karena permukaan yang dilapisi sudah merupakan lapis perkerasan maka hanya
diperlukan lapis perekat saja, dan selanjutnya dilapis hotmix 5 cm.
Antar lapis beton dan lapis aspal lama disemprotkan Lapis perekat.

PT. WASKITA KARYA halaman 24


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDERPASS PASAR MINGGGU
JAKARTA SELATAN

Pelapisan campuran aspal panas dilakukan pada saat suhu campuran masih memenuhi,
penebaran dilakukan dengan Aspal finisher.
Pemadatan dilakukan tiga tahap masing-masing menggunakan Tandem roller,
Pneumatic Tire roller dan Tandem Roller.
Pencampuran hotmix dilakukan di lokasi AMP, diangkut ke proyek menggunakan dump
truck.

Peralatan yang dipakai terdiri atas :


a. Dump truk e. Tandem roller
b. Vibro Roller f. Pneumatic tire roller
c. Aspal sprayer
d. Asphalt finisher

C. P E N U T U P

Demikian secara garis besar metode pelaksanaan yang akan kami usulkan untuk digunakan pada
Proyek Underpass Pasar Minggu tahap-2. Metode pelaksanaan secara lebih detail akan kami
sampaikan jika telah dinyatakan bahwa PT. Waskita Karya sebagai pelaksana dari pekerjaan Proyek
Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Pasar Minggu tahap 2.

Metode tersebut merupakan penyempurnaan metode yang pernah kami laksanakan di proyek
Underpass Pramuka Jakarta dan pada Underpass pasar Minggu Tahap 1, beberapa gambar dan photo
kami lampirkan sebagai referensi.

Dalam pelaksanaannya nanti pasti akan timbul ide-ide maupun penemuan-penemuan baru, yang
disesuaikan dengan data lapangan yang ada dan hasil penyesuaian dokumen dan gambar-gambar yang
muncul dikemudian hari. Hal - hal yang lebih terinci akan dibuat lebih lanjut sebelum dan selama
pelaksanaan pekerjaan.

Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang langkah-langkah yang
akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.

Jakarta, 13 Mei 2004


PT. Waskita Karya
Wilayah II

Ir. I Gusti Ngurah Putra


Kepala

PT. WASKITA KARYA halaman 25